cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal IKA
ISSN : 18295282     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ikatan Keluarga Alumni is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERWAWASAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS IX SMP Ni Ketut Sukasni
Jurnal IKA Vol. 15 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas hasil belajar dan mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkan model pembelajaran tipe jigsaw yang dikolaborasikan dengan pengembangan penemuan terbimbing berwawasan konstruktivisme. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX D SMP Negeri 3 Semarapura semester I tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 26 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, tes hasil belajar dan angket. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I dengan skor nilai rata-rata 3,47 yang berada pada kategori cukup, meningkat menjadi 4,41 yang berada pada kategori tinggi pada siklus II, (2) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 78 pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 73,08 %, meningkat menjadi 89 dengan ketuntasan klasikal 96,15 % pada siklus II, (3) Respon siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan diperoleh skor nilai rata-rata kelas 62,97 dengan kategori sangat positif
PERENCANAAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMP WIDYA SAKTI DENPASAR Ida Ayu Dewi
Jurnal IKA Vol. 15 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal di SMP Widya Sakti Denpasar. Untuk mencapai tujuan tersebut, dirancang penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pencatatan dokumentasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal secara umum sudah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Pada RPP kelas VII dan VIII pengintegrasian tampak pada materi, langkah inti, dan media pembelajaran. Pada RPP kelas IX pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal tampak pada bagian rumusan kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan, materi, kegiatan inti, pemilihan media, dan penilaian hasil pembelajaran. (2) Pada langkah inti perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal sudah diintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam semua tahapan pembelajaran. (3) Komponen evaluasi pada perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal, sudah sejalan dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA BERORIENTASI TRI KAYA PARISUDHA (STUDI REFLEKTIF MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN CATUR ASRAMA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 ASTINA SINGARAJA I Gusti Ayu Putu Sri Darmawati
Jurnal IKA Vol. 15 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20183

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar PKn siswa berorientasi ranah Tri Kaya Parisudha melalui penerapan strategi pembelajaran kooperatif Catur Asrama. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) pada siswa kelas VI SD N 1 Astina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dua kali siklus tindakan pembelajaran PKn menggunakan strategi pembelajaran kooperatif siklus Catur Asrama dan penilaian secara autentik pada siswa kelas VI SD N 1 Astina ada peningkatan hasil belajar PKn siswa yang signifikan berorientasi ranah Tri Kaya Parisudha. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu dikembangkan dan dikaji terus potensi penerapan strategi pembelajaran secara kooperatif siklus catur asrama guna meningkatkan hasil belajar PKn siswa pada khususnya dan pembelajaran di kelas pada umumnya
PENERAPAN TEHNIK BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SDN 1 PEGUYANGAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Luh Widyastuti
Jurnal IKA Vol. 15 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20185

Abstract

Berangkat dari latar belakang rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas VI, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama siswa dan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan tehnik bermain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 1 Peguyangan yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan lembar observasi dengan pengumpulan data kuantitatif yang diolah menjadi data kualitatif. Tentang data hasil belajar siswa, dilihat dari rata – rata siklus I ke siklus II telah terjadi peningkatan, begitu juga di siklus III. Bila dibandingkan dengan kreteria PAP, maka hasil belajar telah mengalami peningkatan dari katagori rendah saat pada siklus I menjadi berada pada katagori sedang pada siklus II maupun siklus III. Sedangkan hasil kerjasama pada siklus I ke siklus II terjadi peningkatan. Dari siklus II ke siklus III menunjukkan keajegan (tetap). Apabila dibandingkan dengan PAP maka terlihat dari siklus I berada pada katagori sedang meningkat pada katagori tinggi di siklus II dan III. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan tehnik bermain dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia di kelas VI SDN 1 Peguyangan
PENGARUH PENGEMBANGAN BUDAYA KEWARGANEGARAAN (CIVIC CULTURE) DAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA DI SMA NEGERI SE KOTA DENPASAR I Gede Budiawan; H. Bunyamin Maftuh
Jurnal IKA Vol. 15 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i1.20188

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh pengembangan budaya kewarganegaraan dan pendidikan kepramukaan terhadap sikap nasionalisme siswa di SMA Negeri se Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran (1) besarnya pengaruh civic culture terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar, (2) besarnya pengaruh pendidikan kepramukaan terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar, (3) besarnya pengaruh civic culture dan pendidikan kepramukaan secara bersama-sama terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar. Alasan melakukan penelitian ini adalah kurangnya rasa persatuan di kalangan para remaja khususnya pelajar SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode kuesioner dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri se-Kota Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA Negeri se-Kota Denpasar yang menyelanggarakan pendidikan kepramukaan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik korelasi, regresi linear berganda, dan analisis jalur dengan bantuan SPSS 18.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Civic culture memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 22,09%, (2) Pendidikan kepramukaan memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 16,65%, (3) Civic culture dan pendidikan kepramukaan secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap sikap nasionalisme siswa SMA Negeri se Kota Denpasar secara langsung sebesar 63,30%.
PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK BERBANTUAN RESUME BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SEMESTER 2 DI SD NEGERI 2 BUNGKULAN TAHUN PELAJARAN 2015–2016 Ni Luh Gede Dwijani
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar  matematika pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Bungkulan melalui penerapan metode kerja kelompok berbantuan resume bahan ajar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI  SD Negeri 2 Bungkulan  tahun pelajaran 2015-2016 sebanyak 26 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Dari 26 orang siswa ini dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Kelompok yang dibentuk adalah kelompok heterogen yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan bervariasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi untuk mengetahui keaktifan siswa melaksanakan diskusi kelompok dan metode tes untuk data hasil belajar. Data yang terkumpul diolah dengan langkah mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil analisis data yang didapatkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan  yaitu pada siklus I sebesar 63,27% dalam  kategori rendah dan siklus II mencapai 70,19%  yang termasuk dalam kategori sedang.  Dilihat dari ketuntasan belajar siswa, sebelum tindakan dilakukan mencapai 42,03% mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 57,69 % dan pada siklus II mencapai 80,77 %
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Putu Ardana Bukian
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20191

Abstract

Pegembangkan instrumen penilaian  difokus  pada keterampilan berpidato dengan teknik ekstemporan dan teknik menghafal. Penelitian ini dilakukan di empat sekolah menengah pertama  yang berada di wilayah Singaraja. Sampel siswa yang digunakan sebanyak 280 siswa dan guru Bahasa Indonesia sebanyak 16 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara meminta bantuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah tempat meneliti untuk menggunakan rubrik penilaian berpidato yang dikembangkan dalam menilai keterampilan berpidato siswa.Tahapan uji instrumen penilaian kinerja keterampilan berbicara sebagai berikut;  Pertama, hasil uji pakar menunjukkan, semua butir dari dua instrumen yang dikembangkan adalah relevan. Sehingga ketika hasil uji pakar ini dihitung dengan rumus Gregory ditemukan bahwa Validitas Content (VC) dari kedua instrument tersebut sama dengan 1,00. Kedua, analisis validitas butir instrumen dilakukan menggunakan rumus product moment dalam taraf signifikansi 5% dengan rtabel 0,178 ; ditemukan bahwa semua butir pada kedua instrumen penilaian berpidato tersebut adalah valid. Ketiga, perhitungan berikutnya ialah  menghitung reliabilitas butir. Peneliti menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk menghitung reliabilitas butir. Hasil perhitungan reliabilitas butir  menunjukkan bahwa instrumen berpidato dengan teknik ekstemporan diperoleh hasil r = 0,663, dan instrumen berpidato dengan teknik menghafal diperoleh hasil r = 0,701. Keempat, untuk uji reliabilitas antarrater, data  dihitung dengan formula C. Hoyt. Hasil yang diperoleh ialah  r=0,911 untuk instrumen berpidato dengan teknik ekstemporan dan r = 0,927 untuk instrumen berpidato dengan teknik menghafal hal tersebut menunjukkan konsistensi reliabilitas antarrater tinggi. Kelima, kepraktisan penggunaan instrumen di analisis dengan T skor. Hasil perhitungan statistik untuk kedua instrument menunjukkan T= 50 yang berarti kedua instrumen tersebut tergolong praktis
KARAKTERISTIK EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN DARAT BERBASIS NILAI-NILAI NYAMABRAYA I Gede Astra Wesnawa; I Gede Sudirtha
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Bali selama 3 (tiga) tahun, dengan tujuan untuk menghasilkan model pengelolaan wilayah perbatasan darat berbasis konsep Nyamabraya. Dengan konsep kearifan lokal ini konflik di wilayah perbatasan provinsi, kabupaten, dan desa di Bali dapat  dihindari atau diminimalisir, sehingga terjadi keajegan wilayah bahkan keutuhan NKRI tetap lestari. Salah satu tujuan khusus dari penelitian Tahun I adalah mengidentifikasi karakteristik ekonomi, sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat, Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan  paradigma penelitian pengembangan tipe prototipycal studies yang dipadukan dengan metode analisis reflektif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ekonmi masyarakat perbatasan adalah dominan pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Karakteristik sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat dengan “desa kala patra” yang diselaraskan dengan  konsel Tri Hita Karana
CAMPUR KODE DALAM IKLAN DI RADIO DAN TELEVISI Kadek Wirahyuni
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20193

Abstract

Tendensi penggunaan bahasa Indonesia di media massa pada umumnya bersifat agitatif. Pro dan kontra terhadap bahasa di media massa masih terjadi di masyarakat. Hal yang paling menarik dan sering menjadi perhatian di masyarakat adalah penggunaan bahasa dalam iklan. Bahasa iklan yang kita lihat di media massa tentunya tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa asing dan bahasa daerah kerap menjadi pilihan bahasa dalam iklan-iklan tersebut. Di dalam teori bilingualisme, kasus semacam ini dikenal dengan istilah campur kode. Ada dua bentuk campur kode dalam bahasa iklan yang dibahas di sini, yakni campur kode bahasa Inggris dan Italia (bahasa asing) dalam pemakaian bahasa Indonesia (campur kode ke luar) dan campur kode bahasa Bali (bahasa daerah) dalam pemakaian bahasa Indonesia (campur kode ke dalam). Selain itu, terdapat lima wujud campur kode dalam bahasa iklan, yaitu penyisipan kata, penyisipan frasa, penyisipan klausa, penyisipan ungkapan atau idiom, dan penyisipan bentuk baster (gabungan pembentukan asli dan asing). Selanjutnya, ada lima faktor penyebab terjadinya campur kode dalam bahasa iklan, yaitu (1) alasan akademis, (2) gengsi, (3) persuasif, (4) komunikatif, dan (5) latar belakang konsumen. Bahasa dalam iklan yang sering menyelipkan bahasa daerah atau bahasa asing merupakan salah satu bentuk kekayaan (kebakiran) nusantara yang sah saja jika digunakan, mengingat bahasa Indonesia dapat bermanifestasi menjadi banyak pilihan kata dan bersifat arbitrer
PENGEMBANGAN MODUL STATISTIKA BERBASIS SPSS DI STMIK STIKOM INDONESIA Ni Wayan Suardiati Putri; Ni Kadek Suryati
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Statistika berbasis SPSS yang valid dan praktis.Modul yang dikembangkan mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yaitu: investigasi awal, desain, realisasi/konstruksi, tes, evaluasi, revisi, dan implementasi. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap tes, evaluasi,dan revisi, sehingga hasil dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan prototype final suatu modul yang nantinya siap untuk diimplementasikan lebih luas. Uji validitas dilakukan olehahli  yang menilai modul dan instrument pembelajaran. Pengujian kepraktisan modul diukur dari tiga hal yaitu: keterlaksanaan modul, respons mahasiswa dan respons dosen terhadap keterlaksanaan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas dan kepraktisan