cover
Contact Name
JMCE
Contact Email
jmce@ppj.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmce@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Kampus UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Moral and Civic Education
ISSN : 2580412X     EISSN : 25498851     DOI : 10.24036
Core Subject : Education, Social,
Journal of Moral and Civic Education (JMCE) is a scientific journal published by the Universitas Negeri Padang Social Political Science Department. JMCE publishes articles about moral and civic education, interdisciplinary studies of politics, law sociology, history, and culture that influence moral in civic education worldwide. Before publication, articles are peer-reviewed by independent experts and approved by our board of editors. JMCE is published twice a year in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Model Hipotetik Pembelajaran Karakter Berbasiskan Kemitraan Guru dan Orang Tua dalam Mata Pelajaran PPKn Hasrul, Hasrul
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/885141252202158

Abstract

Penelitian ini bertolak dari fenomena melemahnya karakter kewarganegaraan pada siswa, penyebabnya ialah belum efektifnya model pembelajaran pendidikan karakter. Penelitian ini focus kepada model hipotetik kemitraan guru dan orang tua dalam penanaman karakter. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memaksimalkan penanaman karakter yang sesuai dengan karakter warga negara yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and development, R&D), penggarapan penelitian baru sampai kepada prosedur pelaksanaan model hipotetik. Prosedur model divalidasi oleh para pakar yang berpengalaman di bidang penanaman karakter. Penelitian ini dilakukan di SMPN yang berada dipusat Kota Padang dan SMPN yang berada di daerah pinggir kota Padang, yaitu SMPN 1 Padang, SMPN 14 Padang dan SMPN 28 Padang. Informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Guru PPKn, guru Bimbingan Konseling dan Pakar Pendidikan. Temuan penelitian ialah berhasilnya dirumuskan prosedur pelaksanaan model hipotetik pembelajaran penanaman karakter kemitraan dalam pembelajaran mata pelajaran PPKn.
Penguatan Keterampilan Nonteknis Mahasiswa Vokasi Melalui Pembelajaran Luar Ruangan pada Mata Kuliah PPKn Fadilah, Nurul; Antoni, Condra; Lubis, Eka Mutia
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412522021529

Abstract

Students need soft skills in dealing with the world outside of formal education. Soft skills as individual abilities are related to emotional and social intelligence that becomes an individual's character. The internalization of this character is in line with the objectives of Pancasila and Citizenship Education course in higher education level. The purpose of this study is to strengthen the soft skills of vocational students through the outdoor learning method. The study used mixed methods with data collection techniques include documentation, observation, interviews and questionnaires. The result shows that outdoor learning methods such as: learning in the field and outdoors, exercising, playing and campus maintenance can strengthen students' soft skills. In addition to these activities, students also get material in the syllabus and discuss current issues. The outdoor learning method is considered good and effective, with 53.8% students find this method agreeable, despite saying that there is still room for improvement. Keywords: soft skills, vocational education, outdoor learning methods, Pancasila and Civic Education ABSTRAK Keterampilan nonteknis (soft skill) adalah keahlian yang dibutuhkan mahasiswa ketika menghadapi dunia kerja. Keterampilan nonteknis sebagai kemampuan individu berhubungan dengan kecerdasan emosional dan sosial, sehingga keterampilan ini membentuk karakter bawaan individu. Pembentukan karakter ini sejalan dengan tujuan dari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di tingkat perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguatkan keterampilan nonteknis mahasiswa vokasi melalui metode pembelajaran luar ruangan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan tekhik pengumpulan data terdiri dari dokumentasi, observasi, wawancara dan juga kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui metode pembelajaran luar ruangan seperti belajar di lapangan dan alam terbuka, berolahraga, bermain, dan gerakan peduli kampus dapat menguatkan keterampilan nonteknis mahasiswa. Selain kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan materi yang ada di Rancangan Pembelajaran Semester serta berdiskusi terkait isu-isu yang terjadi saat ini. Hasil kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa secara acak menunjukkan 53,8% setuju menggunakan metode outdoor learning ini; dengan demikian proses pembelajaran melalui metode ini termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: keterampilan nonteknis, pendidikan vokasi, pembelajaran luar ruangan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Dampak Sosial dan Kelestarian Adat Anan Tuwoi pada Acara Perkawinan Komunitas Morge Siwe Lidiawati, Citra; Habibi, Sanial
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412522021563

Abstract

This study aims to describe “anan tuwoi” wedding ceremony—a tradition of Morge Siwe clan of Kayuagung community, Ogan Komering Ilir Regency, West Sumatra province—and its social impact. This research is qualitative, where the data was collected through observation, interview, and documentation. The informants include customary leaders and community representatives from every sub-district. The data was then analyzed using data reduction, data presentation, and verification. Research result shows that the anan tuwoi ceremony is still preserved by the community since the tradition is still suitable with their way of life and it is not against religious teaching. The tradition’s social impact can be seen during the procession of the ceremony. It impacted the society positively, which influences good changes in the society, particularly to strengthen the relationship between members of kinship, the society, and improve mutual assistance (gotong-royong) and cooperation among the community. The closeness can be seen during the procession, which includes neighbors. Therefore, anan tuwoi tradition is still preserved until now and influences the Kayuagung society in a good way. Keywords: social impact, anan tuwoi, gotong-royong mutual assistance ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan eksistensi adat “anan tuwoi” pada acara perkawinan di komunitas Morge Siwe Kecamatan Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dan dampak sosial adat tersebut. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemangku adat dan masyarakat perwakilan dari setiap kelurahan. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, adat anan tuwoi di Morge Siwe Kayuagung masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, karena adat ini masih sejalan dengan kehidupan mereka dan adat ini tidak bertentangan dengan ajaran agama. Dampak sosial yang terdapat dalam adat anan tuwoi terlihat dalam proses pelaksanaan, dampak sosial yang didapat masyarakat yakni dampak yang bersifat positif yang mengakibatkan perubahan baik di dalam masyarakat, terlihat dari semakin eratnya tali silaturahmi antar keluarga, antara keluarga dan masyarakat, meningkatkan nilai gotong-royong antar masyarakat, dan menumbuhkan rasa kerjasama antar masyarakat. Kekompakan antar masyarakat terlihat ketika pelaksanaan adat anan tuwoi ini, di mana para tetangga selalu turut andil dalam pelaksananaan adat ini. Maka dari itu adat anan tuwoi ini masih dilestarikan hingga saat ini dan memberikan dampak sosial yang sangat baik bagi masyarakat Morge Siwe Kayuagung. Kata Kunci: dampak sosial, anan tuwoi, gotong royong
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran PPKn Melalui Model Belajar Mind Mapping Adi, Panggih Nur; Rahma, Indah Fitria; Anjar, Agus; Toni, Toni; Siregar, Zunaidy Abdullah
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412522021576

Abstract

This article describes the improvement of students’ critical thinking skills using the Mind Mapping learning model. This research was conducted at SMP Negeri 2 Bilah Hulu junior high school, Labuhanbatu regency, North Sumatra province. The type of this research is Classroom Action Research which are divided into pre-cycle, cycle I, and cycle II to find a comparison of improvement through observation and test question. This result showed a very significant increase throughout the cycles. In pre-cycle activities, only seven people got the Very Creative category with a score of 28,06%; in Cycle I activities, eight people got the Very Creative category with a score of 33,3%, then in the Cycle II activity, the number of students who got the Very Creative category increased significantly with a score of 61,09%. Based on this result of increases, it can be analyzed that the Mind Mapping learning model or technique can improve students’ critical thinking skills in the aspect of communicating and collecting facts observed by observers in making concept maps. Keywords: critical thinking ability, Mind Mapping, Civic Education learning ABSTRAK Artikel ini mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model belajar Mind Mapping. Penelitian dilakukan di kelas VII SMP Negeri 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan prasiklus, siklus I, dan siklus II untuk mencari perbandingan peningkatan melalui observasi dan tes soal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan; pada kegiatan prasiklus hanya tujuh orang mendapatkan kategori Sangat Kreatif dengan skor 28,06%, kemudian meningkat pada kegiatan Siklus I yakni 8 orang mendapatkan kategori Sangat Kreatif dengan skor 33,3%, kemudia pada kegiatan Siklus II jumlah siswa yang mendapatkan kategori Sangat Kreatif melonjak dengan skor 61,09%. Berdasarkan kenaikan pada hasil tes maupun observasi, dapat dianalisa bahwa model belajar atau teknik Mind Mappng dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam aspek mengkomunikasikan serta mengumpulkan fakta yang diamati oleh observer pada pembuatan peta konsep. Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, Mind Mapping, pembelajaran PPKn
Implementasi Kebijakan Penyelesaian Batas Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi Semil, Nurmah; Marpaung, Zailani Surya; Mardianto, Mardianto; Khairunnas, Khairunnas
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412522021578

Abstract

This study aims to analyze the policy implementation regarding the borders between Musi Rawas Utara Regency of South Sumatra Province and Sarolangun Regency of Jambi Province, and describe the socio-political phenomenon in the border region after the implementation of the policy. This study uses interpretative qualitative methods to investigate an event deeply and how the informants respond to the incident. The findings of this study indicate that in the provincial administration level, the implementation is compliant with the contents of the policy. However, the comprehension about the policy implementation is limited in the lower level of administration due to the lack of dissemination about border dispute resolution. Moreover, in terms of function routine, the policy is mostly implemented using top-down approach, making the people at grassroots to feel excluded. Also, there is the lack of emphasis in policy announcement to the community. Furthermore, the desired performance and impact has not been achieved, because there is still an opposition against the borderline set by the Ministry of Internal Affairs’ decree. Overall, it has not had a positive impact on socio-political phenomena, especially in terms of development and education; and it has become a potential political conflict due to the population status of residents in the border region. Keywords: border policy implementation, policy compliance, policy implementation ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap implementasi kebijakan penyelesasain batas daerah pada segmen perbatasan Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan dengan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, serta mendeskripsikan fenomena sosial politik di wilayah perbatasan pasca diimplementasikannya kebijakan penyelesaian batas daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif yang bertujuan untuk meneliti secara mendalam suatu kejadian dan bagaimana informan menanggapi kejadian tersebut. Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan pelaksana terhadap isi kebijakan di level pemerintahan provinsi sudah baik, hanya saja pemahaman pelaksana pada level pemerintahan di bawahnya belum maksimal karena kurangnya sosialisasi terhadap sengketa batas daerah. Sementara dalam hal rutinitas fungsi ditemukan bahwa pendekatan yang digunakan cenderung top-down sehingga masyarakat di akar rumput merasa tidak dilibatkan, serta tidak adanya penekanan pada tahapan sosialisasi kebijakan kepada masyarakat. Selanjutnya kinerja dan dampak yang diinginkan belum terwujud secara maksimal, karena berdasarkan analisis fenomena sosial di wilayah tersebut ditemukan pro-kontra terhadap penetapan batas wilayah yang ditetapkan melalui permendagri, sehingga belum berdampak positif terhadap fenomena sosial politik terutama dalam hal pembangunan dan pendidikan, serta adanya potensi konflik politik akibat status kependudukan di wilayah perbatasan. Kata kunci: implementasi penyelesain batas daerah, kepatuhan terhadap kebijakan, implementasi kebijakan

Page 1 of 1 | Total Record : 5