cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 152 Documents
Orang Madura Perantauan di Daerah Istimewa Yogyakarta Muh Syamsuddin
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v18i1.1378

Abstract

Pada tulisan ini dapat diketahui bahwa semua perantau Madura di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah beragama Islam. Norma-norma agama berusaha mereka laksanakan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, para perantau ini sangat erat dengan agama mereka, dan memakainya sebagai identitas diri karena Islam memberi perasaan bangga terhadap mereka. Pemahaman mereka tentang agama mengalami berbagai perubahan sesuai dengan perubahan nilai itu sendiri. Perubahan nilai maupun pemahaman terhadap ajaran agama dapat disebabkan oleh perubahan dalam interaksi sesama perantau Madura itu sendiri atau pun karena pengaruh yang di dapat dari luar. Dalam hal ini, sikap solidaritas dan sikap pragmatisme masih mendasari sebagian besar dari perantau Madura ini, demikian halnya termasuk menjelaskan budaya remoh atau kesukaan menabung dengan cara tradisional masih ditemui di kalangan mereka di tengah makin tingginya pola konsumtif masyarakat. Penampilan mereka sederhana, lugu, polos, mengutamakan hidup kekeluargaan dan gotong royong,  pekerja keras, ulet dan tingkat survivalnya tinggi. Selain itu, mereka mudah beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri  dengan lingkungan yang ada, barangkali berakar dari sikap pragmatisme.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BLACK SOLDIER FLY LARVAE (BSFL) UNTUK PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI DESA SUSUKAN, BANYUMAS Amalia Ginanti; Trio Yonathan Teja Kusuma
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 20 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v20i2.2392

Abstract

Sampah merupakan sesuatu yang belum termanfaatkan, terutama sampah organik. Oleh karena itu perlu digunakan teknologi yang mampu mengolah sampah organik dan menjadikan sampah menjadi bernilai guna. Upaya yang sedang dilakukan di Desa Susukan adalah dengan menggunakan teknologi Black Soldier Fly Larvae (BSFL) atau Larva (Maggot) lalat tentara hitam. Larva BSF dengan kemampuannya mereduksi sampah organik dimanfaatkan untuk mengubah sampah organik sehingga lebih bernilai guna. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) Mengadakan fasilitas budi daya Larva BSF di desa Susukan (2) Meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang kegunaan lalat BSF, (3) Memberi ketrampilan tentang teknologi pengolaan sampah organik rumah tangga menggunakan larva BSF, (4) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang pemanfaatan larva BSF sebagai pakan ikan/ternak/unggas,. Metode yang digunakan adalah transfer teknolog i melalui, pelatihan, sosialisasi dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui ilmu tentang pengolahan sampah menggunakan larva BSF, ketrampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik mengggunaan BSF meningkat, masyarakat bisa memberi pakan hewan ternaknya menggunakan maggot. Kegiatan ini telah menarik minat dari masyarakat di sekitarnya, sehingga setelah sesi sosialisasi banyak warga yang datang ke tempat budi daya maggot untuk belajar dan mengambil bibit maggot
Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Sistem Vertikultur dari Limbah Plastik Sebagai Upaya Mendukung Indonesia Bebas Sampah dan Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga di Dukuh Baturan Kec. Gantiwarno Kab. Klaten Sedyo Santosa; Dia Rohmanugraha; Yunas Tri Antoro; Tita Rochmatul Nurjanah; Erie Wardani; Narendra Jumadil HR; Istaqim Lailal M.; Nurul Hidayah; Ermawati Ermawati; Mutiara Dwi Rahman; Mahmud Yusron
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v18i2.1845

Abstract

Pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan system vertikultur dari limbah plastik sebagai upaya mendukung Indonesia bebas sampah dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga di Dukuh Baturan Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten. Warga Dusun Baturan perlu mendapat bantuan optimalisasi pemanfaatan pekaranagn karena sebagian besar mempunyai pekarangan yang relative luas namun kurang dimanfaatkan dengan baik. Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan system vertikultur dari limbah plastic ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan agar dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan keluarga maupun sebagai keindahan estetika. Selain itu dapat Reuse dan Recycle sampah plastic menjadi media tanamnya. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, mengkomunikasikan rencana kegiatan, pengumpulan limbah plastic, sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan dan sharing bersama dan yang terakhir adalah mentoring. Hasil dari sosialisasi ialah memanfaatkan bungkus minyak goreng yang disulap menjadi media tanam dan botol minuman sebagai media tanam system vertikultur. Tanaman yang menjadi focus ini adalah tanaman cabai yang tidak dipungkiri setiap rumah tangga pasti membutuhkannya. Sedangkan tanaman yang dapat ditanam dengan system vertikultur adalah tanaman semusim yang banyak mengandung air (herbaceous) seperti bayam, kangkung, selada dll. Dewasa ini masyarakat dunia mulai memperhatikan persoalan lingkungan dan ketahanan pangan dengan melakukan suatu upaya untuk menghasilkan pangan serta yang hali ini dapat dilakukan dengan mensinergiskan dengan kegiatan pengelolaan sampah menjadi barang yang lebih berguna yang dapat mendukung kegiatan produktivitas terhadap kemandirian pangan yang tetap dengan nuansa ekologis, yang ramah lingkungan, ekonomis, seperti apa yang telah diharapkan dan dapat terwujudnya better environment, better farming , and better living.
Budaya Organisasi Pondok Pesantren Berbasis NU dan Persis Benda 67 di Tasikmalaya Jawa Barat Aris Risdiana
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1169

Abstract

Penelitian ini terfokus pada implementasi nilai-nilai budaya organisasi dalam kegiatan dakwah di pesantren Sukamanah dan Persis Benda 67 . Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis sosiologis. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pondok pesantren Sukamanah dan pondok pesantren Persis Benda 67 telah memiliki nilai-nilai budaya organisasi dalam bentuk peraturan-peraturan, norma-norma, nilai-nilai dominan, filosofi, aturan-aturan serta iklim organisasi. Nilai-nilai budaya organisasi pada Pondok Pesantren Sukamanah tertuang dalam visi dakwahnya, yakni membentuk pribadi muslim yang berakhlaq al-karimah dan ilmiah berlandasan aqidah ahlussunnah wal jama’ah, bersikap disiplin, berdzikir, berjamaah, bermusyawarah, berdakwah dan menekankan pendidikan pada penguatan aqidah. Sedangkan nilai-nilai budaya organisasi di Pondok Pesantren Benda 67 tampak lewat visinya yang berbunyi hayatul naqluha ibada dan wa’tasimu bihablillah, yakni bersikap disiplin, memegang erat komitmen organisasi, memperkuat ulumul Qur’an dan hadis, menentang bid’ah dan berjihad di jalan Allah. Dalam menyikapi perbedaan visi kegiatan dakwahnya, kedua pondok pesantren tersebut mengambil sikap yang berbeda. Pondok pesantren sukamanah memprioritaskan perdamaian dan toleransi, sedangkan pondok pesantren Persis Benda 67 memprioritaskan prinsip keharusan kembali kepada al Quran dan hadis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN PRODUK SAMPINGAN BIOGAS (BIO-SLURRY) DI DUSUN SOMODARAN DESA PURWOMARTANI Tutik Farihah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 20 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v20i1.2362

Abstract

Kondisi perekonomian Dusun Somodaran desa Purwomartani terbagi menjadi beberapa sektor dengan sektor utama adalah pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan industri. Potensi peternakan dapat dilihat dari terdapatnya kandang sapi yang dikelola secara bersama dengan jumlah sapi berkisar 15-20 ekor. Dengan jumlah rata-rata kotoran 15-20 kilogram per sapi perhari, maka jumlah kotoran sapi dalam satu bulan dapat mencapai 9000 -12,000 kilogram atau 108 - 144 ton dalam satu tahun untuk satu kandang sapi bersama. Jumlah ini akan menjadi sumber pencemaran (bau, air) apabila tidak mampu memanfaatkan secara baik namun akan menjadi ladang emas apabila dapat termanfaatkan secara baik. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian yang berbasis pada permasalahan pemanfaatan hasil samping biogas. Dalam penelitian ini terdapat tiga tahapan yakni: identifikasi dan analisis asset.pelatihan pembuatan produk-produk bio slurry, survei untuk mengetahui pengaruh pendampingan terhadap pemahaman kemanfaatan bio-slurry berdasarkaan Analisis Cluster. Berdasarkan analisa cluster pemahaman masyarakat dusun Somodaran diperoleh tiga clusster masyarakat dengan lebih dari 50 % responden berada pada cluster 2 yakni cluster yang memiliki pemahaman secara detail dalam pelaksanaan pembuatan kemanfaatan biogas.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Membayar Pajak Melalui Program Sosialisasi Perpajakan (Studi Pada Program Kerja KKN Mahasiswa IAIN Jember di Dusun Gambiran Desa Mumbulsari) Abd Mukit
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v18i2.1840

Abstract

Membincang tentang perpajakan, Pajak mempunyai posisi yang sangat urgen dalam perbincangan kehidupan Negara. Sebab pajak merupakan dana yang sangat dibutuhkan dalam pembiayaan sebagian besar pengeluaran kepentingan pembangunan Negara sehingga diharapkan dapat menjadi kesejahteraan bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana bentuk program sosialisasi perpajakan yang diadakan oleh mahasiswa KKN serta bagaimana respon masyarakat terhadap adanya program sosialisasi perpajakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa program sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN Mahasiswa IAIN Jember berbentuk Seminar penyuluhan, serta program sosialisasi perpajakan tersebut sangat direspon baik oleh masyarakat.
Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Bermain Khamim Zarkasih Putro
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i1.1170

Abstract

Sebagai orang tua atau pendidik perlu mengembangkan serta memberikan berbagai stimulasi positif agar anak dapat menjadi kreatif. Kreativitas anak dapat dilihat dari cara bermain. Melalui bermain anak belajar mengenal diri dan lingkungannya, karena dengan bermain anak belajar. Ada berbagai macam jenis permainan yang dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas anak.Bermain memberikan kesenangan, kebahagian bagi anak dan memenuhi kebutuhan mereka. Jenis kegiatan bermain mempunyai sumbangan positif baik terhadap penyesuaian sosial maupun penyesuaian diri anak dan perkembangan emosi, kepribadian maupun perkembangan kognisinya.Bermain merupakan pengalaman belajar yang sangat berguna untuk anak dan memiliki beberapa manfaat bagi perkembangan anak yaitu perkembangan fisik, sosial emosinal, kognitif atau intelektual serta bahasa. Selain itu manfaat yang didapatkan dari kegiatan bermain adalah mengembangkan kreativitas.Bermain dalam bentuk apapun baik aktif maupun pasif baik dengan alat maupun tanpa alat dapat menunjang kreativitas anak. Dengan bermain anak dapat menilai dirinya sendiri, kelebihan dan kekurangannya sehingga dapat membantu pembentukan konsep diri yang positif yaitu mempunyai rasa percaya diri. Anak akan belajar cara bersikap dan bertingkah laku agar dapat bekerja sama dengan orang lain, jujur, murah hati dan sebagainya. Peran orang tua dan guru memfasilitasi anak dengan cara menyediakan sarana bermain yang aman, nyaman dan tepat sesuai dengan bakat, minat, perkembangan dan kebutuhan anak.
Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penyandang Disabilitas Dalam Mengakses Pendidikan Tinggi Andayani Andayani; Muhrisun Afandi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v16i2.1178

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari laporan hasil kegiatan pengabdian  masyarakat terkait advokasi terhadap komunitas difabel di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mengakses pendidikan tinggi. Meskipun fokus dari kegiatan pengabdian ini adalah penyandang disabilitas  yang masih dalam rentang usia pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, namun kegiatan ini didesain untuk menjangkau (outreach) komunitas penyandang disabilitas  dalam skala luas, termasuk di dalamnya pemangku kebijakan dan pihak-pihat lain terkait pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas. Komunitas penyandang disabilitas  di Indonesia sendiri, dengan segala upaya yang dilakukan sejauh ini, telah terbukti banyak memberikan kontribusi yang signifikan, baik dalam meningkatkan posisi tawar mereka sebagai sebuah kelompok marginal dalam melakukan transformasi sosial maupun dalam mengakses hak-hak mereka di  masyarakat, termasuk hak atas pendidikan yang layak di semua jenjang.  Ironisnya,  pihak-pihak yang paling dekat dengan kehidupan penyandang disabilitas sendiri, seperti keluarga, teman dan support system lainnya masih kurang memberikan dukungan kepada mereka untuk mengakses pendidikan, terlebih pendidikan di perguruan tinggi. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian ini melibatkan semua support system di sekitar komunitas penyandang disabilitas. Tim pengabdian juga melakukan upaya advokasi kepada para pemangku kepentingan untuk memenuhi hak pendidikan komunitas ini sesuai dengan amanat regulasi nasional maupun instrumen hukum internasional.
Peningkatan Jiwa Wirausaha Bagi Masyarakat Eks Pengungsi Timor-Timor di Desa Sukabitetek (Leontelu) Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timor Didik Krisdiyanto
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v19i2.2273

Abstract

Desa Sukabitetek (Leountelu) Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu merupakan salah satu desa di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Republik Democratic Timoer Leste (RDTL). Desa Sukabitetek (Leontelu) atau Kamp Pengunngsian LP3T menampung sekitar 50 KK eks pengungsi Timor Leste yang menempati lahan Departemen Pertanian. Terdapat beberapa sumber daya yang bisa dimanfaatkan yakni ketersediaaan tenaga kerja, rendahnya harga buah kelapa, limbah produksi UKM kayu. Oleh karena itu dibutuhkan adanya pelatihan dan pendampingan kewirausahhaan pemanfaatan sumber daya tersebut. Metodologi yang digunakan adalah pra pelaksanaan pelatihan dengan melakukan Focus Group Discussion dengan masyarakat, pelaksanaan pelatihan dan pasca pelatihan dengan melakukaan analisa berdasarkan posttest. Berdasarkan survei pelatihan penanaman jiwa kewiarusahaan dapat diketahui bahwa 60% responden dapat menjawab dengan tepat pertanyaan terutama mengenaai konsep kewirausahaan yakni: sumber ide pembuatan usaha (90%,) memotivasi wirausahawan (87%), definisi minat/hobi yang dapat digunakan dalam sumber ide usaha (80%,) definisi sumber daya sebagai sumber wirausaha (80%), definisi produk baru (80%) dan hal-hal yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha (70%).
Program TAMAPAN Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan di Indonesia Dwi Marlina Wijayanti
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v18i1.1390

Abstract

Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin besar di Indonesia. Berbagai strategi diterapkan untuk meningkatkan perbaikan dalam pengelolaan keuangan baik di sektor perbankan maupun non perbankan. Salah satu yang belum tersentuh adalah keterlibatan mahasiswa dalam menguatkan Strategi Nasional Literasi Keuangan dari OJK. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak lulusan sarjana yang masih menganggur. Hal ini disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan dan ketiadaan modal untuk merintis bisnis (star-up) sebagai solusi memperoleh penghasilan. Hal ini banyak terjadi terutama di masyarakat pedesaan. Dampak jangka panjangnya adalah mereka melakukan pembiayaan melalui rentenir. Melalui program TAMAPAN maka masalah tersebut dapat diatasi. Program TAMAPAN merupakan program yang memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk menyimpan dana yang mereka punya untuk tujuan masa depan dan untuk melakukan pembiayaan selama kuliah. Melalui beberapa produk TAMAPAN berupa tabungan tempat tinggal, tabungan biaya kuliah, tabungan modal usaha, tabungan investasi, dan pembiayaan usaha maka mahasiswa dimudahkan dalam merintis usaha sejak bangku kuliah dan mudah dalam mencukupi kebutuhan di masa yang akan datang setelah menjadi sarjana. Produk tersebut mendorong mahasiswa untuk belajar berinvestasi dan merencanakan dana-dana yang akan dibutuhkan setelah menjadi sarjana. Selain itu, mahasiswa yang memiliki ide usaha maka dapat memulai bisnisnya dengan produk pembiayaan yang disediakan oleh TAMAPAN.  Kesulitan keuangan dapat diatasi dengan program ini.

Page 6 of 16 | Total Record : 152