cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
danie_saepuloh@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Segara
ISSN : 19070659     EISSN : 24611166     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal SEGARA (p-ISSN: 1907-0659, e-ISSN: 2461-1166) adalah Jurnal yang diasuh oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan – KKP, dengan nomenklatur baru Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah bidang kelautan di Indonesia, seperti: oseanografi, akustik dan instrumentasi, inderaja,kewilayahan sumberdaya nonhayati, energi, arkeologi bawah air dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Cover_Belakang Joko Subandriyo, ST
Jurnal Segara Vol 14, No 3 (2018): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.47 KB) | DOI: 10.15578/segara.v14i3.7478

Abstract

Cover_Belakang
Cover_Depan Joko Subandriyo, ST
Jurnal Segara Vol 14, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.96 KB) | DOI: 10.15578/segara.v14i2.7479

Abstract

Cover
KAJIAN AWAL KONDISI PADANG LAMUN DI PERAIRAN TIMUR INDONESIA Indarto Happy Supriyadi; Marindah Yulia Iswari; Suyarso Suyarso
Jurnal Segara Vol 14, No 3 (2018): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.605 KB) | DOI: 10.15578/segara.v14i3.6887

Abstract

Padang lamun memiliki peran penting dalam suatu ekosistem perairan dangkal. Namun kegiatan pembangunan di wilayah pesisir yang terus meningkat dapat mengakibatkan kerusakan padang lamun yang hampir terjadi di seluruh perairan Indonesia. Saat ini informasi terkait dengan jumlah spesies, kondisi lamun, dan luasannya khususnya di perairan timur Indonesia masih kurang. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan informasi awal jumlah spesies, kondisi umum padang lamun dan luasannya. Metode yang digunakan yaitu mengumpulkan data hasil kajian sejak tahun 2005, 2008, 2009, 2015, 2016 dan data Coremap-CTI 2011, 2015, 2016. Spesies lamun diidentifikasi berdasarkan pada literatur yang ada, pengambilan data dan analisa kondisi lamun mengacu pada buku panduan pemantauan padang lamun. Dari hasil identifikasi spesies lamun ditemukan 10 dari 12 spesies lamun yang ada di perairan Indonesia. Kondisi padang lamun di perairan timur Indonesia dikategorikan‘baik’(43%),’sedang’(50%) dan ‘jelek’ (7 %) dengan luas padang lamun saat ini yaitu 284.660 ha.
Cover_Belakang Joko Subandriyo, ST
Jurnal Segara Vol 14, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.47 KB) | DOI: 10.15578/segara.v14i2.7480

Abstract

Cover Belakang
Sensitivitas Nitzschia Sp Terhadap Tembaga dan Kadmium Rachma Puspitasari; Triyoni Purbonegoro
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.682 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i1.6491

Abstract

Penggunaan organisme uji yang sesuai dengan bahan yang diuji adalah faktor yang sangat penting dalam bioassay. Berbagai organisme uji tropis telah banyak digunakan di Indonesia seperti ikan, bulu babi, dan fitoplankton. Fitoplankton seperti Chaetoceros gracilis, Tetraselmis sp., Isochrysis sp., Pavlova sp., yang hidup di kolom air telah dimanfaatkan dengan baik untuk bioassay. Namun, fitoplankton bentik seperti Nitszchia sp. belum dikenal secara luas. Tulisan ini bertujuan untuk menguji potensi Nitzschia sp. sebagai biota uji sedimen. Parameter yang diteliti adalah kurva pertumbuhan dan sensitifitas terhadap kadmium dan tembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Nitszchia sp. meningkat pesat pada hari keempat hingga hari keenam. Setelah hari keenam, pertumbuhannya cenderung menurun. Kepekaan terhadap toksikan diindikasikan dengan nilai IC50 (Inhibition Concentration) sebesar 0,078 mg/Luntuk tembaga dan 0,26 mg/L untuk kadmium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nitszchia sp. dapat digunakan sebagai organisme uji untuk bioassay sedimen karena memenuhi persyaratan kepadatan minimum uji serta sensitif terhadap kadmium dan tembaga. Nilai LOEC dan NOEC untuk tembaga berturut-turut sebesar 0,056 dan 0,032 mg/L sedangkan untuk kadmium sebesar 0,18 dan <0,18 mg/L. Nitzschia sp. tiga kali lebih sensitif terhadap tembaga dibandingkan dengan kadmium.
Evaluasi Penggunaan Ekstrak Lamun Sebagai Bahan Aktif Antifouling Terhadap Produsen Perairan Rachma Puspitasari
Jurnal Segara Vol 12, No 1 (2016): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.02 KB) | DOI: 10.15578/segara.v12i1.7654

Abstract

Penggunaan TBT sebagai cat antifouling telah dilarang di dunia, oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang dapat menggantikannya. Fase awal dari fouling adalah pembentukan biofilm yang melibatkan bakteri. Cymodocea serrulata dan Syringodium isoetifolium diketahui berpotensi antibakteri terhadap Vibrio harveyii dan Bacillus subtilis. Sebelum dikembangkan lebih jauh sebagai bahan aktif cat antifouling, perlu diteliti keamanan dari lamun tersebut terhadap produsen primer perairan, salah satunya Chaetoceros graclis. Ekstrak kedua jenis lamun tersebut dipaparkan terhadap diatom selama 96 jam pada kondisi laboratorium dan dianalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan fitoplankton. Ternyata, S.isoetofolium menunjukkan penghambatan pertumbuhan diatom. Hasil dari uji anti bakteri dan bioassay menunjukkan bahwa lamun C. serrulata lebih potensial untuk dikembangkan sebagai bahan aktif cat antifouling daripada S. isoetifolium.
Kualitas Perairan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Propinsi Maluku, untuk Budi daya Laut dan Wisata Bahari Agustin Rustam; Fajar Yudi Prabawa; Armyanda Tussadiah
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.594 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7769

Abstract

Kualitas perairan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung usaha budi daya laut dan wisata bahari yang umumnya dilakukan di sebuah perairan teluk, seperti Teluk Kayeli yang terletak di Pulau Buru.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  kondisi perairan Teluk Kayeli yang dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan budi daya laut dan wisata bahari. Pengambilan sampel air dilakukan dengan menggunakan metode survei, dengan penentuan titik sampling secara sistematis di seluruh bagian dalam teluk pada Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Teluk Kayeli masih sesuai baku mutu. Sebanyak 18 jenis fitoplankton dan 8 jenis zooplankton yang ditemukan. Kelimpahan rata-rata fitoplankton 51 sel/L dengan kelimpahan tertinggi jenis Chaetoceros decipiens. Berdasarkan analisis kualitas perairan Teluk Kayeli dinilai sesuai untuk budi daya keramba jaring apung dan wisata bahari, dengan nilai nitrat 0,006 mg/L, DO (Dissolved Oxygen) 5,89 mg/L, salinitas 33,26 PSU dan turbiditas 0,23 NTU. Hasil penelitian ini tidak mengukur kandungan logam berat dalam perairan sehingga disarankan agar dilakukan pengukuran logam berat terkait dengan masih adanya usaha penambangan yang membuang limbah ke sungai. Berdasarkan analisis kualitas perairan penelitian ini, Teluk kayeli sesuai untuk budi daya jaring apung maupun wisata bahari sehingga diperlukan infrastruktur ramah lingkungan yang mendukung, serta kajian daya dukung Teluk Kayeli untuk dua kegiatan tersebut.
Shoreline Changes Analysis of West Pasaman Regency, West Sumatera Ruzana Dhiauddin; Semeidi Husrin
Jurnal Segara Vol 12, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.397 KB) | DOI: 10.15578/segara.v12i2.7679

Abstract

According to the Hazard Vulnerability Index from BNPB, Indonesia’s National Disaster Management Authority, West Pasaman Regency is one of the area with high vulnerability index located in West Sumatra Province, where all of its coastal areas are adjacent with The Indian Ocean. Coastal erosion and extreme waves have been reported to be the most prominent hazards, beside anthropogenic factors, along West Pasaman coastal area. This research was conducted to estimate the loss of shoreline in the area, and how far it has been shifted over the years. Thus, to achieve the objective, the dynamic of shorelines from different time scales was analyzed using quantitative data (satellite images, Netherland Map of Indonesia, and Indonesia topography map), and the statistical output of DSAS (Digital Shoreline Analysis System). The results were validated by a field survey in 2011 and interviewed local people in 2015. We found the highest erosion, about 8.44 m/y, has been occurring in Sasak Ranah Pasisie District, which separate 14 Km from where the highest accretion, about 23.7 m/y, in Kinali District took place.
Sebaran Produktivitas Primer Kaitannya dengan Kondisi Kualitas Air di Perairan Karimun Jawa Mulkan Nuzapril; Setyo Budi Susilo; James P. Panjaitan
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.469 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7559

Abstract

Kepulauan Karimun Jawa merupakan gugusan pulau-pulau yang memiliki sumber daya pesisir yang besar. Sumber daya pesisir di Karimun Jawa didukung dengan adanya ekosistem penting seperti ekossistem karang, lamun, rumput laut dan mangrove. Meningkatnya pariwisata di perairan Karimun Jawa dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem laut. Hal tersebut berdampak pada organisme yang terdapat pada perairan tersebut. Klorofil-a merupakan pigmen fitoplankton yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh sinar cahaya yang masuk di dalam perairan sehingga apabila kekeruhan di suatu perairan tinggi dapat menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya yang masuk ke dalam perairan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas primer kaitannya dengan parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap produktivitas perairan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis komponen utama (PCA). Uji laboratorium yang dilakukan adalah analisis konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,12 - 0,51 mg/m3 dan muatan padatan tersuspensi berkisar antara 10,00 - 42,86 mg/l. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai produktivitas primer berkisar antara 37,5 - 75 mgC/m3/jam. Hasil analisis biplot PCA menunjukkan bahwa indikator yang dominan  dalam produktivitas primer adalah nilai klorofil-a dan muatan padatan tersuspensi.
Kualitas Air Permukaan dan Sebaran Sedimen Dasar Perairan Sedanau, Natuna, Kepulauan Riau Yusmiana Puspitaningsih Rahayu; Rizky Anggoro Adi; Dino Gunawan Priyambodo; Candra Dwi Puspita; Hariyanto Triwibowo
Jurnal Segara Vol 12, No 1 (2016): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5451.578 KB) | DOI: 10.15578/segara.v12i1.7655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi kualitas air dan sedimen dasar perairan perairan Sedanau, Natuna yang banyak dijadikan sebagai lokasi budi daya perairan.Penelitian dilakukan pada Juli 2010 dengan melakukan pengukuran parameter kualitas air in situ (pH, oksigen terlarut, salinitas,suhu, kecerahan) dan pengambilan sampel sedimen di 43 titik sampling. Sebanyak 18 sampel air dan 18 sampel sedimen kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sedimen yang terdapat di lokasi penelitian adalah pasir, pasir lanauan dan lanau pasiran. Kondisi kualitas air di daerah penelitian masih dalam kondisi baik bagi kelangsungan kegiatan budidaya kecuali kandungan Pb dalam air laut di lokasi antara Pulau Sedanau dan Pulau Tiga yang melampaui baku mutu. Kandungan logam berat Cd dan As yang terkandung dalam sedimen di lokasi penelitian pada beberapa titik perlu diwaspadai dan dilakukan penelitian lebih lanjut guna memonitor kesesuaian lingkungan bagi kegiatan budi daya

Page 5 of 20 | Total Record : 191