cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Search results for , issue "2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013" : 118 Documents clear
FAKTOR DETERMINAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (PKRR) DI SMP Citrawathi, Desak Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) di Sekolah. yang akan digunakan sebagai dasar dalam merancang pelaksanaan PKRR di SMP. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian di SMP Negeri dan Swasta di Kota Singaraja - Bali. Sekolah yang dilibatkan sebagai sampel ditentukan dengan teknik purposive random sampling. Jumlah sampel adalah 10 orang Kepala Sekolah, dan 10 orang guru Ilmu Pengeahuan Alam (IPA) dan Bimbingan Konseling (BK), dan siswa di SMP. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, pencatatan dokumen, dan FGD. Hasil yang diperoleh bahwa faktor determinan yang meliputi faktor predisposisi (predisposing factors), faktor pendukung (enabling factors), dan faktor pendorong (reinforcing factors) dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi (PKRR) sudah ada, tetapi belum memadai untuk dilaksanakannya PKRR di SMP. Untuk dapat terlaksananya PKRR di Sekolah sebagai upaya menyiapkan remaja sehat reproduksi dan memenuhi salah satu hak reproduksi siswa (remaja) perlu dirancang dan dikemas secara sistematis.
KESIAPAN DAN KENDALA DUNIA PENDIDIKAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Sunarno, H Widha
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengharapkan Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan tahun ini. Implementasi Kurikulum 2013 membawa berbagai konsekunsi praktis, sosialisai harus berjalan lancar, perlu persiapan yang matang di berbagai aspek. Dalam Kurikulum 2013 terdapat pengurangan jumlah Komptensi Dasar yang akan dicapai, namun terdapat penambahan jam pelajaran per minggunya. Guru dituntut menggunakan pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran siswa aktif (PSA). Kurukulum 2013 diimplementasikan secara bertahap, dan dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan. Persiapan implementasi Kurikulum 2013, antara lain dilakukan dengan cara memberikan  berbagai pelatihan bagi para guru. Pelatihannya meliputi penyusunan rencana pembelajaran menggunakan pendekatan yang sesuai dengan amanat Kurikulum 2013. Kendala yang muncul berkaitan dengan sarana dan prasarana, serta gairah inovasi guru perlu ditingkatkan Untuk menunjang pembelajaran siswa aktif, pada bidang studi fisika dapat dikembangkan pendekatan pembelajaran penemuan. Bagi LPTK, mahasiswa yang akan PPL dapat dipersiapkan dan dilatih dengan berbagai pembelajaran yang sesuai dengan amanat Kurikulum 2013. Pengembangan bahan ajar sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan merupakan penelitian yang menghasilkan produk-produk pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan di lapangan. Produk pemngembangan bahan ajar yang dapat berupa modul, media pembelajaran dapat dihasilkan oleh mahasiswa LPTK dalam kegiatan penelitiannya
MODEL PPM MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI UNTUK MEMBENTUK SIKAP POSITIF SISWA Parwati, N N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan prototipe model dan perangkat pembelajaran pemecahan masalah (PPM) matematika berorientasi kearifan lokal Bali untuk siswa SD, yang valid dan layak pakai. Model dan perangkat pembelajaran yang dihasilkan sebagai sarana dalam pembentukan sikap positif siswa terhadap matematika. Penelitian pengembangan ini, dirancang selama tiga tahun, dengan mengadaptasi model 4 D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Pada tahun pertama ini, pelaksanaan tahap define dan design untuk melakukan analisis kebutuhan dan penyusunan prototipe model dan perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualifikasi valid dan layak pakai
DAMPAK ADAPTASI LINGKUNGAN TERHADAP PERUBAHAN FISIOLOGIS Sudiana, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lingkungan tempat tinggal seperti temperatur, iklim, ketinggian tempat tinggal, akan berdampak terhadap perubahan fisiologis seseorang, lingkungan tempat tingggal akan berdampak pada terjadinya adaptasi fisiologis seseorang. Salah satu adaptasi lingkungan yang bisa dijadikan perbandingan dengan adanya perbedaan tekanan parsial oksigen (PO2), baik yang terdapat di dataran rendah, dataran tinggi, daerah pantai dan pegunungan. Secara geografis Pulau Bali dikelilingi oleh pantai dan di tengah-tengah pulau ditandai dengan membentangnya pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Adanya pegunungan tersebut, menyebabkan wilayah Pulau Bali dapat dibagi menjadi dua bagian yang tidak sama yaitu : a) Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, b) Bali Selatan dengan dataran rendah yang lebih luas dan landai. Adapun faktor-faktor yang menentukan, konsumsi oksigen (O2) maksimal (VO2 max) adalah : (1) Jantung, paru-paru dan pembuluh darah harus berfungsi dengan baik, (2) Proses penyampaian oksigen (O2) ke jaringan oleh sel darah merah harus normal, (3) Jaringan otot harus memiliki kapasitas yang normal untuk mempergunakan oksigen (O2) atau memiliki metabolisme yang normal, fungsi mitokondria harus normal VO2 max meningkat disebabkan karena peningkatan aktivitas otot rangka pada saat beraktivitas dan berdampak pada meningkatnya sebagian konsumsi oksigen (O2), maka otot besar harus dipergunakan apabila konsumsi oksigen (O2) maksimal ingin dicapai. Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan kemapuan sistem sirkulasi darah dari bagian tidak aktif kebagian yang aktif dan kemampuan jaringan untuk menyerap darah. Dan ini juga berakibat terjadinya perbedaan kandungan oksigen (O2) antara darah di vena dan di arteri, sebagian besar darah yang mengandung oksigen (O2) akan mengalir ke otot yang sedang bekerja Proses respirasi dapat dibagi menjadi 3 bagian yakni : pernapasan luar (external respiration), pernapasan dalam (internal respiration) dan pernapasan seluler (seluler respiration). Pernapasaan luar artinya oksigen (O2) dari udara luar masuk ke alveoli kemudian masuk ke darah. Pernapasan dalam artinya oksigen (O2) dari darah masuk ke jaringan-jaringan dan pernapasan seluler adalah oksidasi biologis dimana oksigen (O2) digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi, air dan karbon dioksida (CO2).
ANALISIS KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN DI KAWASAN WISATA LOVINA, SINGARAJA Artawan, Ketut; Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan yang ada di kawasan wisata Lovina, Singaraja. Tempat penelitian ini dibagi dalam dua zone yakni zone sepanjang pantai Lovina dan zone areal “abian’ masyakat yang masih alami. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di kawasan wisata Lovina. Sampel penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang terkover oleh kuadrat ukuran 10x10m. Teknik pengumpulan datanya diambil dengan metode kuadrat dan line transect. Data dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan dari Simpson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies tumbuhan yang ada di zone pantai ada sebanyak 22 spesies, 301 individu, dan di zone “abian” ada sebanyak 20 spesies, 486 individu. (2) Kemelimpahan dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan yang ada di zone pantai adalah sebesar 0,2493 dan 0,7507. Kemelimpahan dan indeks keanekaragaman di zone “abian” adalah sebesar 0,0104 dan 0,9896. Kedua indeks keanekaragaman ini termasuk ke dalam kategori sedang dan tinggi.  
MODEL PEMBELAJARAN MIPA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER BANGSA SISWA SMP Putu Arnyana, Ida Bagus; Suastra, I Wayan; Sugiarta, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Tujuan dari penelitian ini adalah (a) mengembangkan model pembelajaran MIPA berbasis budaya local, (b) mengetahui dan membahas model pembelajaran MIPA dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP, dan (c) mengetahui dan membahas model pembelajaran MIPA berbasis budaya local dalam meningkatkan karakter bangsa siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan selama setahun, yaitu penelitian Reserach and Development yang dimodifikasi menjadi tiga langkah penting, yaitu analisis kebutuhan (need asessment), perancangan prototipe model, dan uji coba model. Dalam pengembangan ini melibatkan para pakar dari FMIPA Undiksha, guru MIPA SMP Negeri 1 Singaraja, dan siswa kelas  VII SMP Negeri 1 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model pembelajaran yang dikembangkan memiliki sintaks: Langkah 1 mengamati fakta tentang budaya atau kearifan lokal yang relevan dengan materi yang akan dipelajari siswa. Langkah 2 menanya, mengajukan pertanyaan. Langkah 3 mengumpulkan informasi, terkait pertanyaan yang dibuat di atas.  Langkah 4 mengasosiasi atau menalar untuk mengkaji informasi, mengaitkan antara budaya lokal yang dipelajari dengan sains barat sehingga diperoleh kesimpulan atau keputusan. Langkah 5 megkomunikasi menyusun laporan kegiatan dan memperesentasikannya dihadapan kelas. (2) Model pembelajaran berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yaitu 75% siswa berkatagori sangat baik dan 25% siswa berkatagori baik. (3) model pembelajaran berbasis budaya lokal yang dikembangkan dapat meningkatkan karakter bangsa siswa sampai kategori baik dengan rata-rata skor 4,2.
ANALISIS POTENSI DAN KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS PENDIDIKAN TERPADU Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi trumbu karang.
PEMISAHAN EMAS DARI BATUAN ALAM DENGAN METODE REDUKTOR RAMAH LINGKUNGAN Dasna, I Wayan; -, Parlan -; Susiyadi, Dwi Mei
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan emas pada batuan alam menggunakan metode natrium bisulfit yang ramah lingkungan. Penelitian terdiri dari tahap-tahap: penetapan kondisi optimum metode natrium bisulfit menggunakan larutan standar emas dan penerapan metode natrium bisulfit pada batuan alam yang berada di salah satu wilayah Jawa Timur. Karakterisasi emas yang dihasilkan dianalisis dengan XRF dan EDX. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minimum larutan emas yang dapat dipisahkan dengan metode natrium bisulfit adalah 400 ppm. Metode natrium bisulfit dapat memisahkan emas dari batuan alam yang diperoleh pada dua daerah di Jawa Timur dan menghasilkan rendemen sebesar 1,020% serta memiliki kemurnian sebesar 88,12%.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Kimia SMA Kelas X Dalam Materi Hidrokarbon Kurniawati, Ivatul Laily; Amarlita, Dhamas Mega
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar PBL pada materi hidrokarbon, (2) mengetahui kelayakan bahan ajar PBL hasil pengembangan dalam materi pokok senyawa hidrokarbon, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media hasil pengembangan dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakan bahan ajar PBL. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup tahap-tahap: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan ini hanya sampai pada tahap develop. Uji coba lapangan terbatas dilakukan di SMA Negeri 1 Tulehu, Maluku. Hasil pengembangan adalah bahan ajar berbasis masalah , yang layak digunakan. Efektivitas bahan ajar PBL dilihat dari hasil belajar yang diperoleh dari siswa dalam uji coba lapangan terbatas. Ketuntasan belajar siswa yang menggunakan bahan ajar PBL adalah 100%, atau tidak satu pun siswa yang tidak tuntas belajar.
PROGRAM DOKTER KECIL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sri Wahyuni, Ni Putu Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah merupakan generasi muda penerus bangsa yang jumlahnya besar dan terorganisisr dengan baik dalam wadah sekolah dan mudah dimotivasi. Kelompok ini merupakan sasaran strategis dalam pembinaan kesehatan, perilaku baik yang ditanamkan sejak dini akan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.  Pada siswa Sekolah Dasar masalah kesehatan yang ada disebabkan oleh perilaku hidup bersih dan sehat yang rendah. Dilihat dari segi usia, siswa Sekolah Dasar termasuk dalam kelompok usia yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan masih rentan terjangkit beberapa penyakit, dimana resiko ini juga bisa mereka alami selama berada di lingkungan sekolah. Pembinaan kesehatan anak usia sekolah dilakukan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Salah satu pendekatan program UKS adalah melibatkan partisipasi peserta didik sebagai penggerak perilaku hidup bersih dan sehat melalui program dokter kecil, sebagai upaya strategis dalam melibatkan peran serta aktif masyarakat sekolah melalui pendekatan kelompok teman sebaya (peer group) yang mempersiapkan peserta didik menjadi penggerak hidup bersih dan sehat , baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.  Tujuan program dokter kecil ini adalah meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal, demi mewujudkan proses belajar mengajar yang berkualitas.

Page 4 of 12 | Total Record : 118