cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014" : 108 Documents clear
PELATIHAN PENGGUNAAN IC 555 UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU FISIKA SMP DAN SMA PEMBINAAN EKSTRAKULIKER ELEKTRONIK DI KECAMATAN BULELENG Yasmini, Luh Putu Budi; Rahmawati, Dewi Oktofa; Budiasa, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya diberbagai bidang di luar bidang akademik. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 4 SMA Negeri di kecamatan Buleleng dan 34 SMP Negeri di Kabupaten Buleleng (http://www.balipost.co.id, edisi 27 Januari 2010 ), data tersebut belum termasuk SMK dan Sekolah Swasta yang ada di Kecamatan Buleleng. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa hanya sebagian kecil sekolah tersebut yang masih tetap memfasilitasi siswanya yang berminat pada bidang elektronika, seperti SMA Negeri 1 Singaraja. Masalah pokok yang akan dipecahkan melalui kegiatan P2M ini adalah “Meningkatkan keterampilan dalam bidang elektronika guru SMP dan SMA pembina ekstrakurikuler elektronika di Kecamatan Buleleng”. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah “ Pelatihan guru SMP dan SMA pembina ekstrakurikuler elektronika di Kecamatan Buleleng dapat meningkatkan ketermapilan dalam bidang elektronika”.
KAJIAN TENTANG POTENSI TERKINI SENYAWA KOMPLEKS SEBAGAI ANTIKANKER Widana, Gede Agus Beni
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem fisiologis manusia dapat mengalami perubahan fungsi karena keadaan patologis tertentu.salah satunya adalah keadaan kanker. Kanker terbentuk karena adanya mutasi pada biosintesis sel, yaitu kekeliruan urutan DNA karena terpotong, tersubtitusi atau ada pengaturan kembali, adanya adisi dan integrasi bahan genetik virus baru ke dalam gen sel dan adanya perubahan ekspresi gen. Kebutuhan agen atau obat antikanker yang selektif terhadap sel kanker sangat dibutuhkan dengan semakin meningkatnya kejadian-kejadian penyakit kanker. Selama ini, terapi kanker lebih banyak menggunakan senyawa-senyawa organik sintetis maupun bahan alam, seperti senyawa pengalkilasi, antimetabolit, antikanker produk alam serta hormon. Memang ada pemakaian senyawa anorganik , khususnya senyawa kompleks sebagai agen antikanker tapi masih terbatas pada sisplatin dan karboplatin. Pengembangan struktur dan sintesis senyawa kompleks sebagai antikanker memiliki peluang yang sangat besar sebagai bagian alternatif terapi penyakit kanker. Sampai saat ini, telah banyak dikembangkan senyawa kompleks sebagai antikanker (dengan mempengaruhi struktur DNA) dengan logam pusat adalah sebagian besar adalah logam transisi seperti Co, Fe, Cu, Ni, Zn, Ru, Pt, La, Au serta Os dengan ligan yang umum digunakan antara lain derivat piridine, bipiridin, phenantrolin, derivat azol serta N-heterocyclic carbene. Potensi senyawa kompleks sebagai antikanker semakin nyata dan berpeluang besar dapat dikembangkan lebih lanjut.Kata-kata kunci: senyawa kompleks, logam transisi, antikanker
PETA MASALAH IPTEK KERAJINAN KAYU BALI DAN PELUANG APLIKASI KAYU SINTETIK BERTEKNOLOGI NANOKOMPOSIT SILIKA-KARBON Karyasa, I Wayan; Muderawan, I Wayan; Gunamantha, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan kayu Bali saat ini mengalami kemerosotan yang tajam disebabkan oleh banyak faktor seperti yang sering terungkap di berbagai media massa, namun pemetaan masalah IPTEK pendukung kerajinan kayu jarang diungkap secara ilmiah dan komprehensif. Tulisan ini melaporkan hasil focus group discussion dengan analisis masalah-akar masalah (root cause analysis) terhadap peta masalah IPTEK kerajinan Bali dan peluang aplikasi kayu sintetik berteknologi nanokomposit silika-karbon. Masalah IPTEK kerajinan kayu Bali berpangkal dari keterbatasan bahan baku, teknologi produksi, teknologi pendukung pengembangan desain produk, teknologi pewarnaan, dan teknologi pengemasan sertak IPTEK terkait manajemen usaha yang semuanya berujung pada tingginya biaya produksi. Aplikasi kayu sintetik yang dibuat dari biomassa tropis kaya silikon yang diperkuat dengan nanokomposit silika­karbon memiliki prospek sebagai bahan baku pengganti bahan baku utama kayu tropis dan dapat menurunkan biaya produksi karena dapat dicetak sesuai desain yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan limbah yang minimal.Kata-kata kunci: kerajinan, kayu sintetik, nanokomposit
PARADIGMA BARU PEMBELAJARAN KIMIA SMA Subagia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia merupakan salah satu pelajaran IPA yang kurang diminati oleh kebanyakan peserta didik SMA. Hal tersebut tidak terlepas dari cara buku menyajikan materi, cara guru mengajarkan kimia, informasi publik yang diterima peserta didik, dan tujuan siswa belajar kimia. Tulisan ini menguraikan ide­ide baru pelaksanaan pelajaran kimia SMA untuk menguatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran kimia. Tulisan ini merupakan konstruksi teoretis pembelajaran kimia yang disusun berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman panjang dalam praktik pembelajaran ilmu kimia, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi, yang diberi nama paradigma baru pembelajaran kimia SMA. Hasil konstruksi tersebut merekomendasikan tiga ide pokok yang dapat digunakan untuk penguatan peminatan peserta didik terhadap mata pelajaran kimia di SMA. Pertama, pembelajaran kimia SMA harus diawali dengan membangun cara berpikir baru peserta didik tentang mata pelajaran kimia. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan bahwa kimia itu penting, menyejahterakan, menyenangkan, menyehatkan, dan bermanfaat bagi semua orang . Kedua, setiap pembelajaran materi kimia SMA harus dikaitkan kembali dengan eksistensi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif terhadap setiap aspek materi kimia yang dipelajari. Dengan demikian, peserta didik mampu melihat peranan kimia dalam menjelaskan atau memecahkan masalah sehari-hari dan bukan hanya dilihat sebagai pengetahuan belaka. Dengan tiga cara tersebut diharapkan, kesadaran, minat dan motivasi peserta didik belajar kimia dapat ditingkatkan.Kata-kata kunci: paradigma baru, pelajaran kimia, SMAAbstract : Chemistry is one of science subject matter which is less interested by many Senior High School students. This cannot be separated from the way books present materials, the way teachers teach describes new ideas of teaching senior high school chemistry to str chemistry subject. This writing is a theoretical construction of chemistry teaching formulated based on long observation and experiences in chemistry teaching, both at school and in university, called as new paradigm of teaching Senior High School Chemistry. There are three main ideas of teaching chemistry teaching of Senior High School chemistry should be initiated thinking of chemistry subject. This can be done by explaining that chemistry is important, prosperous, joyful, healthful, and useful for all people. Second, each part of chemistry learning should be connected back to the existence of chemistry in daily life. Third, students should be trained to think critically and creatively toward all aspects of chemistry learnt. Therefore, students are able to see the power of chemistry in describing and solving daily problems, and it is not seen as knowledge only. Based in these three ideas of chemistry teaching, it is expected that the awareness, interest, and motivation of students to learn chemistry can be improved.Keywords: new paradigm, chemistry learning, and senior high school
SKRINING AWAL EKSTRAK ETIL ASETAT SPONS DYSIDEA SP. SEBAGAI ANTIBAKTERI Martiningsih, Ni Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan kemampuan dari ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). Isolasi dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol:diklorometana (1:1). Campuran metanol:diklorometana disaring, diuapkan dengan rotary evaporator dan kemudian dipartisi dengan etil asetat:air (3:2). Ekstrak kasar etil asetat dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia. Uji bioaktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar pada konsentrasi 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid dan steroid. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kasar etil asetat Dysidea sp. mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli sampai konsentrasi uji 25% dan bakteri S.aureus. sampai konsentrasi uji 3,125%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat spons Dysidea sp. memiliki potensi antibakteri.Kata-kata kunci: antibakteri, Dysidea sp., skrining fitokimiaAbstract: The purpose of this study was to determine the secondary metabolites and ability of ethyl acetate extract of sponge Leucetta sp. in inhibiting the growth of Eschericia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). The isolation was performed by extraction using a mixture of methanol:dichloromethane (1:1). Methanol:dichloromethane extracts was filtered, evaporated with a rotary evaporator and than partitioned with ethyl acetate: water (3:2). Crude ethyl acetate extract was analyzed the secondary metabolites by phytochemical screening. Antibacterial testing with agar diffusion method at concentrations of 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125%. Phytochemical screening results indicate the presence of alkaloid and steroid compounds. The result of antibacterial test showed that the crude ethyl acetate extract of Dysidea sp. able to inhibit the growth of E.coli until the concentration of the test 25% and S.aureus until the concentration of test 3,125%. It means that ethyl acetate extract of sponge Dysidea sp. had antibacterial potency.Keywords: antibacterial, Dysidea sp., phytochemical screening
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA BLIMBINGSARI DI KABUPATEN JEMBRANA - BALI Murna, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agribisnis di Bali merupakan sektor andalan dalam menghadapi otonomi daerah saat ini. Disamping sebagai pendukung dalam meningkatkan devisa, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan kekayaan alam yang beraneka ragam. Untuk meningkatkan sektor andalan ini maka perlu dikembangkan agrowisata yang menggabungkan antara agribisnis dengan pariwisata.Penelitian dilakukan di Desa Blimbingsari, pengambilan sampel dengan purposive sampling (dengan pertimbangan tertentu). Responden dalam penelitian ini adalah stakeholder, seperti aparat Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Desa Blimbingsari, Kelihan Banjar , tokoh masyarakat, yang mengetahui dengan baik tentang proses pengembangan program agrowisata Desa Blimbingsari. Jumlah responden 10 orang untuk faktor internal dan 10 orang untuk faktor eksternal. Data dianalisis dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS, serta matrik SWOT.Hasil penelitian yang termasuk kekuatan diantaranya; ada kesadaran masyarakat mempunyai potensi dalam agrowisata, lingkungan sejuk indah dan hijau. Faktor kelemahan diantaranya kemampuan skill SDM masih rendah. Faktor peluang diantaranya adanya dukungan Pemda Jembrana dalam mengembangkan agrowisata. Faktor ancaman diantaranya situasi politik negara yang kurang kondusif.Rumusan alternatif yang dilakukan setelah dianalisis dengan matrik SWOT yaitu menggunakan strategi SO (strength opportunity) adalah menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dapat juga disebutkan bahwa strategi yang dilakukan kedepan adalah strategi agresif.Rumusan kebijakan yang dilakukan diantaranya meningkatkan potensi masyarakat dengan program pengembangan potensi masyarakat dengan indikator keberhasilan yaitu teridentifikasinya potensi masyarakat dalam pengembangan agrowisata. Memanfaatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana; memantapkan kesadaran masyarakat melalui peningkatan ketrampilan masyarakat sehingga mampu diwujudkan agrowisata yang berbasis masyarakat desa.Dapat disarankan untuk pengembangan Desa Blimbingsari tingkatkan hubungan kerjasama dengan stakeholder, perguruan tinggi, sektor swasta dalam hal peningkatan SDM. Misalnya dengan melakukan pelatihan ketrampilan memasak, menata kamar, pemandu wisata. Disamping menambah sarana prasarana penunjang pariwisata seperti penyiapan rumah-rumah penduduk untuk menginap atau membangun fasilitas restaurant.Kata-kata kunci : strategi, agrowisata, internal, eksternal, kebijakan
MODEL BELAJAR PEMECAHAN MASALAH BERBASIS KONTEKS UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI GENERIK SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Yasa, Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan luas dari negara-negara maju bedampak pada seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Tujuan pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan global kehidupan masyarakat di masa depan, membentuk masyarakat yang mampu berpikir kritis dalam memcahkan msalah, bekerja sama dalam team work, memenage dirinya dalam belajar, berkomunikasi, dan memanfaatkan perkembagan IT sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi generik siswa yang meliputi keterampilan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis, keterampilan dalam team work, dan keterampilan dalam self directed learning (SDL). Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran dengan menerapkan model belajar pemecahan masalah berbasis konteks. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa. rerata kompetensi generik siswa dari keadaan awal, siklus I dan siklus II terjadi peningkatan (57; 71,67; dan 81,33). Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa secara umum model belajar pemecahan masalah berbasis konteks dapat mengembangkan kompetensi generik siswa SMA Negeri 3 Singaraja menujukea rah yang positipKata-kata kunci: Model belajar belajar, pemecahan masalah, dan kompetensi GenerikAbstract: The very rapidly and broadly development of the science and technology of developed countries impacts to the all aspects of human social life, including in the education aspect. The purpose of the education is to prepare human resources to compete and contribute in the gobal development of the community life in the future, develops the community that able to critical thingking in thr problem solving, work together in team work, self directed learning, communicate globally, and uses the competence including; problem solving skill, critical thingking skill, team work skill, and SDL. The study was done as the class action research with two learning sicles by implementing context based problem solving learning model. The analysis data indiceted that there were increased to the average of students generic competencies from base line to the first learning cycle and the second learning cycle (38; 68; and 72). Based on the data analysis indicates thet generally the generic competencies of students of SMA Negeri 3 Singaraja can be developed by the learning model of problem solving based context.Keywords; learning model, problem solving, and generic competence
PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA DENGAN KEARIFAN LOKAL TRI SAKTI Wiratma, I Gusti Lanang
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan jantung dari kegiatan pembelajaran sains, khususnya pembelajaran kimia, karena laboratorium merupakan tempat untuk melihat, mencoba, menguji, menilai konsep-konsep sains yang dipelajari hingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sains. Persoalan yang paling mengemuka dalam pembelajaran di laboratorium adalah masalah kualitas pengelolaan laboratorium. World Health Organization (WHO) menyatakan ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan laboratoriun, antara lain: security, containment, safety, and ergonomics. (WHO, 2011). Pada dasarnya, pengelolaan laboratorium terdiri atas tiga kegiatan pokok, yaitu pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan alat dan bahan laboratorium. Ketiga kegiatan pokok tersebut sesungguhnya belum lengkap. Salah satu kegiatan yang belum tampak adalah kegiatan pemusnahan alat atau bahan yang sudah rusak.Salah satu nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali yang digunakan sebagai dasar pengaturan keseimbangan dan keharmonisan alam adalah konsep Trisakti. Trisakti adalah fungsi kekuatan Tuhan untuk mengatur keseimbangan alam yang terdiri atas tiga kekuatan, yaitu kekuatan mencipta atau mengadakan yang dikenal dengan utpti, kekuatan memelihara atau menjaga yang dikenal dengan stiti, dan kekuatan memusnahkan atau melenyapkan yang dikenal dengan pralina (Soeka, 1986).Trisakti merupakan konsep pengelolaan alam secara seimbang antara pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan, serta pemusnahan hal-hal yang sudah tidak berguna. Konsep pengelolaan yang disebutkan di atas, sangat relevan digunakan dalam pengelolaan laboratorium kimia di SMA. Kegiatan pengelolaan laboratorium kimia di SMA berdasarkan beberapa penelitian ternyata menekankan pada proses pengadaan, pemanfaatan dan pemeliharaan, tanpa memikirkan tentang pemusnahan alat dan bahan yang sudah rusak (Wiratma, 2013. Laksmi, 2014). Dengan kondisi itu, mengakibatkan keadaan laboratorium kurang nyaman dan berbahaya bagi lingkungan, dan keselamatan kerja. Pengelolaan laboratorium kimia dengan konsep manajemen Tri Sakti, senantiasa menyeimbangkan antara pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta pemusnahan, yang bermuara menuju keharmonisan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, konsep manajemen Tri Sakti sangat tepat dipakai landasan filosofi mengelola laboratorium kimia di SMA.Kata-kata kunci: pengelolaan, laboratorium kimia, kearifan lokal, tri saktiAbstract: Laboratory is the heart of science learning activities, in particular chemistry learning, because lab is a place to see, try, test, assess science concept learned by the students gain a better understanding of science. The most prominent issue in the problem of learning in the laboratory is a laboratory quality management.World Health Organization (WHO) states there are a lot of factors that affect the quality of laboratory management, among others: security, containment, safety, and ergonomics. (WHO, 2011). Basically, the management of the laboratory consists of three main activities, namely procurement, use, and maintenance of laboratory equipment and materials. All three of the main activities is not complete. One activity that has not seemed to be an activity culling tool or material that is damaged.One of the local genius in Bali are used as the basis for setting the balance and harmony of nature is the concept of Trisakti. Trisakti is a function of the power of God to set the natural balance of three powers, namely the power to create or conduct that is known to utpti, preserve or maintain strength, known as stiti, and destroy or eliminate the force known as pralina (Soeka, 1986).Trisakti is the management concept of natural balance between procurement, maintenance and use, and disposal of things that are not useful. Management concepts mentioned above, it is relevant to be used in the chemical laboratory management of high school. Chemical laboratory management activities in high school based on some research it turns out emphasis on the procurement process, utilization and maintenance, without thinking about the destruction of equipment and materials that have been damaged (Wiratma, 2013, Laksmi, 2014). With these conditions, resulting in less comfortable circumstanceslaboratories and dangerous to the environment, and safety. Chemical laboratory management with the Tri Sakti concept, always balancing between procurement, use and maintenance, and destruction, which leads to harmony and sustainability. Therefore, very precise Trisakti concept wear foundation philosophy of managing chemical laboratory in high school.Keywords: management, chemicals laboratory, local genius, tri sakti
PENTINGNYA OLAHRAGA DAN KESEHATAN GIZI BAGI KELUARGA DAN OLAHRAGAWAN Lesmana, Kadek Yogi Parta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga yang harus dijaga agar kita dapat terus bertahan hidup di dunia ini. Kesehatan sangatlah penting, karena kesehatan itu tidak dapat dibeli dengan seberapa besar dan kecil sebuah materi atau uang. Kita sendirilah yang harus bertanggung jawab terhadap kesehatan kita. Oleh karena itu kita diharuskan dan dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan kita denga salah satu cara adalah berolahraga secara teratur dan intensif.Olahraga merupakan bagian kegiatan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga jantung cukup terbebani. Ada banyak dan jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kita yang maksimal, kita dapat memilihnya sesuai dengan selera atau kebutuhan kita. Karena setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan. Kita tidak diharuskan selalu melakukan kegiatan yang berat, cukup hanya dengan aktif beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari itu sudah cukup untuk menjaga kesehatan.Penggunaan zat gizi pada metabolisme anaerobik energi didapat terutama dari karbohidrat, sedangkan pada metabolisme aerobik energi didapat terutama dari karbohidrat dan lemak. Kebutuhan akan zat gizi yang diperlukan harus mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan air. Tahapan pemberian zat gizi disesuaikan dengan pemberian zat gizi pada masa waktu disaat menjaga kesehatan tubuh. Bagi olahragawan berolahraga harus terprogram dengan baik dengan memperhatikan penggunaan dan tahapan pemberian zat gizi karena energi dan gizi yang tidak cukup maka dapat menyebabkan kelelahan dan akibatnya dapat mempengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh.Kata-kata Kunci: Kesehatan, Olahraga dan GiziAbstract: Healthy is one valuable thing which must be cared in other to we are able to stay alive in this world. Healthy is very important because healthy cannot be bought by either expensive or cheap of money. The only our selves who are able to take responsibility of that healthy. So that it is a must and recommended to always take care our healthy. One way to take care our healthy is by doing exercise or sport regularly and intensively.Sports are part of activity which makes our heart work hard. There are many kind of sports it can be safe our health. We can choose according what we need. Because every kind of sport has different benefit for health. We not have to always do hard things, only with activities in daily life it is enough for safe our health.The used of nutrient on anaerobic metabolism is got from carbohydrate. Need of nutrient that is needed must contain fat, carbohydrate, protein, vitamin, mineral and water. Step of giving nutrient is adapted by giving nutrient on the time when we keep our body health. For athlete, doing sport has to be planned nicely by looking the used and step of giving nutrient because energy and nutrient that is not enough can cause tired and it affects body health and immune. Keyword: Healthy, Sports and Nutrition
DUKUNGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMBANGUN SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembangunan bangsa yang kompetitif, selain membutuhkan warga bangsa yang cerdas intelektual, juga menuntut sumber daya manusia yang berkarakter. Untuk hal terakhir ini diperlukan pendidikan nilai atau budhi pekerti. Pendidikan nilai dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, merupakan tugas kewajiban keluarga, masyarakat, dan sekolah secara terintegrasi. Sebagai institusi formal yang direncanakan dan diorganisir secara matang, sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang sangat besar bagi pewujudan sumber daya manusia yang berkarakter. Setiap pendidik seyogyanya mengarahkan setiap aktifitas pembelajaran untuk dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan karakter bangsa. Pada tulisan ini dipaparkan hasil pencermatan mengenai pendidikan matematika sebagai pendidikan nilai dalam rangka pembangunan sumber daya manusia berkarakter. Tulisan ini menguraikan beberapa nilai yang secara signifikan dapat ditransformasikan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran matematika.Kata-kata kunci: pendidikan matematika, pendidikan nilai, sumber daya manusia berkarakter

Page 1 of 11 | Total Record : 108