cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018" : 23 Documents clear
Pembelajaran Sains di Era Revolusi Industri 4.0 Ida Bagus Putu Arnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menyebabkan perubahan di berbagai sendi kehidupan manusia. Perubahan itu juga menuntut manusia menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 agar dapat bertahan dan mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam meyikapi perubahan tersebut, pendidikan secara khusus pada pembelajaran sains memiliki tanggung jawab untuk menciptakan manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penyesuaian cara pandang pembelajaran sains dan karakteristik era Revolusi Industri 4.0. Penyesuaian cara pandang pembelajaran sains merujuk pada titik temu antara karakteristik kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 dan hakikat sains sebagai nilai, proses, dan produk serta pelaksanannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, diartikan bahwa pemberdayaan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 melalui pembelajaran sains harus tetap berada di dalam koridor sains sebagai nilai, proses, dan produk. Setidaknya dapat ditemukan tiga aspek penyesuaian pembelajaran sains dan kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 meliputi: 1) pergeseran teori pembelajaran sains dari pedagogi ke andragogi; 2) penggunaan blended learning; dan 3) pemberdayaan keterampilan berkolaborasi dalam pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyesuaian tersebut menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, para pendidik diharapkan tetap berinovasi dan menyesuaikannya dengan konteks, kebutuhan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0.
The Role of Chemistry in The Fourth Industrial Revolution I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Fourth Industrial Revolution is building on the digital revolution that characterized by a fusion of technologies that is blurring the lines between the physical, digital, and biological spheres. Those technologies strongly depend on smart materials or advanced material chemistry. Chemistry known as the central science is a science that studies the composition, structure, and properties of materials and the changes that materials undergo. Chemistry, especially Advanced Materials Chemistry, played a leading role in previous industrial revolutions, through its research, innovations and products. Today, advanced material chemistry is an important enabler of the Fourth Industrial Revolution through its discoveries and innovations of new smart materials. Smart materials are defined as materials that sense and react to environmental conditions or stimuli, such as conducting polymers for OLEDs, optical fibers for transmitting light used in communication technology, and carbon nanotubes for nanochips technology. Those materials are essential building block for digital technology. Its contributions allow other fields of sciences to turn ideas, research, and innovations into sophisticated products supporting digital transformation. On the other hand, chemistry industry itself is also being transformed through digitalization. Digitalization helps increase productivity and safety across the industry’s value chain and supports the design of new offerings. Further, the industry needs to closely monitor pockets of digital disruption.Keywords: chemistry, material chemistry, smart materials, industrial revolution 4.0
Masalah-Masalah Geometri Bidang Untuk Mengonstruksi Konjektur Matematika I Wayan Puja Astawa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengonstruksi konjektur matematika dalam pembelajaran dapat dimulai dengan menyiapkan masalah-masalah yang menantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Sejalan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan masalah-masalah geometri bidang yang dapat digunakan untuk mengonstruksi konjektur matematika. Pengembangan masalah-masalah geometri bidang dilakukan dengan penelitian desain dan pengembangan model 4D dari Thiagarajan, dkk. Masalah yang dikembangkan selanjutnya diuji validitasnya melalui uji ahli dengan teknik Gregory dan uji kecukupan informasi untuk mengonstruksi konjektur dengan melibatkan 40 orang mahasiswa. Penelitian menghasilkan gambaran terhadap konsep-konsep geometri bidang yang esensial di sekolah menengah dan masalah-masalah geometri bidang untuk mengonstruksi konjektur matematika dari konsep-konsep tersebut. Konsep-konsep geometri bidang esensial dalam pembelajaran di sekolah meliputi bangun-bangun datar, luas, keliling, dan pencerminan. Sementara itu, masalah-masalah geometri bidang yang dikembangkan dari konsep-konsep tersebut sebanyak 3 buah. Masalah-masalah yang dikembangkan bersifat valid melalui uji ahli dengan indeks validitas Gregory sebesar 1. Uji empiris terhadap 40 mahasiswa menunjukkan rata-rata 59,6% mahasiswa mampu mengonstruksi konjektur dari masalah-masalah tersebut.Kata kunci: masalah-masalah geometri bidang, konsep esensial, konjektur matematika
Perancangan dan Validasi Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Representasi Beragam Berbantuan Pascal I Made Suarsana; I Gusti Ngurah Pujawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan pada perkuliahan metode numerik berupa rendahnya kemampuan pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural matematis mahasiswa. Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar dengan pendekatan representasi beragam yang dilengkapi dengan program komputer menggunakan bahasa pascal. Penelitian dilakukan melalui empat tahap, mengadopsi desain penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate). Kualitas perangkat yang dihasilkan ditentukan berdasarkan validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Agar perangkat memenuhi kriteri layak, maka penelitian perlu dilanjutkan sehingga terpenuhi pula kriteria praktis dan efektif melalui uji coba terbatas dan luas.Kata kunci: representasi beragam, metode numerik, pemahaman konseptual, keterampilan prosedural
Validitas Bahan Ajar Geometri Ruang Berdasarkan Model Van Hile dan Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi Made Juniantari; Ni Putu Sri Ratna Dewi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar geometri ruang berdasarkan model Van Hiele dan pendidikan karakter di perguruan tinggi yang valid untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan dari Plomp yang meliputi lima tahap yaitu: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) implementasi. Pada tahun pertama, penelitian ini hanya sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dalam penelitian ini dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajaran. Sedangkan validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian validator. Validasi konstruk bahan ajar dalam penelitian ini termasuk katagori sangat valid. Berdasarkan penilaian validator kemudian dilakukan revisi terhadap bahan ajar. Tahap selanjutnya adalah tahap uji coba terbatas untuk melihat kepraktisan dan keefektivan bahan ajar.Katakunci: bahan ajar geometri ruang, model Van Hiele, pendidikan karakter
Penerapan Algoritma K-MEDOID untuk Mementukan Rumah TIDAK Layak Huni Kadek Erna Kembar Ayu; I Made Candiasa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : hasil clustering rumah tidak layak huni dengan algoritma k-medoid, tingkat akurasi k-medoid, dan perbandingan algoritma k-medoid dan k-mean dalam menentukan rumah tidak layak huni. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kerusakan rumah tidak layak huni tahun 2017 pada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng. Data yang digunakan sebanyak 440 dengan 13 parameter, yaitu: (1) penutup atap; (2) rangka atap; (3) kolom; (4) dinding pengisi; (5) kusen; (6) daun pintu; (7) daun jendela; (8) struktur bawah lantai; (9) penutup lantai; (10) pondasi; (11) sloof; (12) kamar mandi dan wc; dan (13) saluran air kotor. Data kerusakan tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu ringan, sedang, berat dan total. Hasil pengelompokan menggunakan algoritma k-medoid dalam menentukan rumah tidak layak huni dengan alat bantu software Matlab 2016a menunjukan bahwa terdapat 34 kerusakan kategori ringan, 98 kerusakan kategori sedang, 130 kerusakan kategori berat, dan 178 kerusakan kategori total. Selain itu tingkat akurasi algoritma k-medoid lebih baik daripada k-mean. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil purity dari algoritma k-medoid sebesar 0,63 dengan 277 data relevan dan 163 tidak relevan, sedangkan hasil purity algoritma k-mean yaitu 0,13 dengan 59 data relevan dan 381 tidak relevan. Akan tetapi algoritma k-mean memiliki kecepatan waktu sebesar 0,16 detik, yang berarti lebih cepat dibandingkan algoritma k-medoid ( 91,135 detik) dalam pemrosesan data.Kata kunci: k-medoid, rumah tidak layak huni, dinas perumahan, permukiman, dan pertanahan kabupaten buleleng
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Fisika Interaktif Berbasis Masalah dalam Model BPBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Rai Sujanem; I Nyoman Putu Suwindra; Iwan Suswandi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pilar pendidikan abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis (kbk). Namun, realita yang ada, kbk siswa SMA masih rendah, untuk itu perlu dicari alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul elektronik fisika interaktif berbasis masalah (e-modul fisinberma) dalam model BPBL untuk meningkatkan kbk siswa SMA. Analisis kebutuhan meliputi: 1) studi literatur tentang konsep-konsep fisika yang esensial dan strategis, karakteristik e-modul fisinberma; 2) studi lapangan tentang konsep-konsep fisika esensial dan strategis yang telah diterapkan, alat-alat laboratorium dan ICT, (3) sumber belajar, dan (4) metode pembelajaran. Penelitian menggunakan metode survey pada 4 SMAN Singaraja. Subjek penelitian adalah 15 guru fisika dan 126 siswa SMA. Data dikumpulkan dengan wawancara, angket, observasi, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) produk kegiatan studi literatur adalah (a) daftar konsep-konsep fisika esensial, (b) karakteristik e-modul fisinberma: masalah sehari-hari yang tak terstruktur, kompetensi inti dan dasar, indikator, uraian konsep esensial, contoh kbk, dan LKS; 2) produk kegiatan studi lapangan, yaitu: (a) daftar konsep-konsep esensial, (b) daftar alat lab dan ICT cukup memadai, (c) daftar sumber belajar cukup memadai, namun belum tersedia referensi yang bermuatan kbk, (d) metode yang biasa diterapkan guru adalah metode diskusi, ceramah, penugasan, dan kadang-kadang PBL dan Web.Kata kunci: analisis kebutuhan, e-modul fisika interaktif berbasis masalah, berpikir kritis
Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Materi Bilangan Oksidasi dan Tata Nama Ssenyawa Ida Bagus Nyoman Sudria; I Nyoman Selamat; I Wayan Ricky Abbas Hendradatha
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dan mendeskripsikan (2) karakteristik serta (3) penilaian dan tanggapan dari validator tentang media pembelajaran flashcard tersebut. Prosedur penelitian mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi fase Need Assess, Design, dan Develop/Implement. Prosedur penelitian ini dibatasi hingga fase pengembangan dan validasi produk dilakukan hanya dengan expert judgment saja. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dengan karakteristik yang memberdayakan bentuk dan warna. Pasangan kartu flashcard dibuat dengan bentuk puzzle bergigi dan berwarna untuk menunjukkan besar biloks, sementara posisi gigi puzzle untuk menunjukkan tanda positif atau negatif biloks. Media flashcard ini dilengkapi dengan buku panduan penggunaan. Hasil validasi terhadap produk menunjukkan bahwa media flashcard dan buku panduan penggunaan mendapat validitas baik pada aspek pembelajaran dan aspek media. Dapat disimpulkan bahwa produk berupa media flashcard dan buku panduan penggunaan dapat dikembangkan dengan model pengembangan Hannafin dan Peck.Kata-kata kunci: media pembelajaran flashcard, bilangan oksidasi, tata nama senyawa.
Profil Model Mental Siswa SMA Kelas XI tentang Stoikiometri I Wayan Suja; I Wayan Redhana; Gede Jody Wikranta Kunde
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan profil model mental siswa tentang Stoikiometri. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun ajaran 2017/2018, sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan melalui tes model mental dua tingkat, yang terdiri atas bagian isi (level makroskopis kimia) berupa pilihan ganda, serta bagian alasan (level submikroskopis dan simbolik) berupa tes uraian. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hanya 20,48% konsep-konsep stoikiometri dikuasai oleh siswa dalam bentuk model konseptual, sedangkan sisanya: 0,95% tidak mendapatkan respons, 26,91% mengalami miskonsepsi khusus, dan 51,67% % benar sebagian (tidak utuh). Data tersebut menunjukkan model mental siswa kelas XI tentang stoikiometri sebagian besar dalam bentuk model mental alternatif.Kata-kata kunci: profil model mental, tiga level kimia, stoikiometri
Uji Kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik I G L Wiratma; Ni Made Sih Widyasti; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan penelitian yang dilakukan adalah: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain; (5) uji coba lapangan terbatas; dan (6) revisi produk. LKS yang dikembangkan terdiri dari lima sub topik bahasan. Validasi isi pada LKS dilakukan dengan melibatkan dua orang ahli dan dua orang praktisi. Validasi bahasa pada LKS dilakukan dengan melibatkan satu orang ahli bahasa. Uji coba lapangan terbatas melibatkan 9 siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia yaitu, LKS terdiri dari langkah pembelajaran 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas diperoleh respon positif siswa terhadap pembelajaran dengan LKS terhadap keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, pendekatan saintifik, pembelajaran kimia, kesetimbangan kimia.

Page 1 of 3 | Total Record : 23