cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
EKSTRAKSI BIJIH NIKEL DAN BESI DARI SAMPEL LATERIT MENGGUNAKAN PEMANGGANGAN BATUBARA DAN PELINDIAN ASAM KLORIDA Hastiawan, Iwan; Arundana Dj, Andi Agrah; Rakhmawaty E, Diana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan nikel dan besi telah digunakan sejak 3500 SM, tapi pertama kali diisolasi dan diklasifikasikan sebagai suatu unsur kimia pada tahun 1751 oleh Axel Fredrik Cronstedt. Logam besi dan nikel di alam terdapat dalam berbagai bentuk mineral, tetapi yang utama diantaranya hanyalah dua yaitu sulfide dan oksida. Di Indonesia, bijih nikel laterit ini menyebar pada beberapa lokasi di Kalimantan, Sulawesi, Kep. Maluku dan Papua. Sampel tanah laterit yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Sorowako, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstraksi bijih besi dan nikel laterit dengan menggunakan metode piro-hidrometalurgi. Tanah laterit digerus sampai berukuran -200 mesh lalu dipanggang dengan batubara kemudian dikarakterisasi dengan XRF dan AAS, setelah itu diekstraksi dengan asam klorida dengan variasi 1 N, 2 N, 3 N, dan 4 N pada suhu 90oC kemudian dikarakterisasi dengan AAS kembali, dan residu dari sampel pelarutan, dilarutkan kembali menggunakan penambahan asam perklorat dan asam florida. Pelarutan sampel yang dipanggang pada suhu 900oC selama 60 menit dan menggunakan konsentrasi asam klorida 4 N memberikan hasil ekstraksi terbaik nikel 94,62 % dan besi 92,60 %.
PERUMUMAN TEOREMA TITIK TETAP DI RUANG METRIK CONE Budayana, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA PADA BIDANG LITOSFER Pujani, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil keterampilan laboratorium mahasiswa pada bidang litosfer. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Program Pembelajaran Keterampilan Laboratorium Berbasis Kemampuan Generik Sains (PPKL-BKGS). Perangkat program pembelajaran dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi Program melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun ajaran 2010/2011, dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PPKL-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan kegiatan laboratorium IPBA pada bidang Litosfer. Kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan percobaan tergolong sangat baik. (2) Respon mahasiswa, asisten dan dosen terhadap PPKL-BKGS adalah positif.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH DALAM KURIKULUM 2013 UNTUK MEWUJUDNYATAKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Subagia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL UNTUK MENGKAJI PENGARUH MODAL SOSIAL MELALUI DIMENSI ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN JEMBRANA, BALI Gandhiadi, G. K; Dharmawan2, Komang; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang modal sosial yang melibatkan variabel laten telah berkembang pesat, namun tetap memunculkan pertanyaan tentang peran modal sosial di masyarakat khususnya dalam hubungannya dengan kesejahteraan. Variabel laten tersebut dapat diukur melalui indikator-indikator yang menjelaskannya, dapat dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) atau Pemodelan Persamaan Struktural. Premis dasar obyek penelitian ini adalah modal sosial dipandang sebagai faktor produktif yang memberikan manfaat bagi setiap individu dan mampu menjalin hubungan dengan individu lainnya. Penekanan di bidang ilmu matematika terhadap obyek penelitian ini adalah mengkaji model atau hubungan antara peran modal sosial melalui orientasi kewirausahaan bagi kesejahteraan masyarakat (pelaku UMKM) di Kabupaten Jembrana. Sampel yang diambil sebanyak 80 pelaku UMKM, menggunakan purposive random sampling (disengaja) dengan mempertimbangkan indikator modal sosial dan pembangunan ekonomi di wilayah Kabupaten Jembrana. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan software Smart PLS. Hasil penelitian mendapatkan bahwa model persamaan struktural untuk variabel modal sosial dengan komponen formatif trust, norms, dan network adalah,Modal Sosial = 0.456* trust +0.484* norms + 0.322*network + dengan R2 = 0.999.Sedangkan model persamaan struktural untuk variabel kesejahteraan dengan komponen variabel (variable antara) yaitu keinovasian (Inov), keproaktifan (Proaktif), dan pengambilan keputusan/resiko (Resiko), dengan premis modal sosial adalah,Kesejahteraan = -0.391*Inov + 0.135*Proaktif + 0.210*Resiko + dengan R2 = 0.118.Secara umum diperoleh bahwa modal sosial melalui semua dimensi orientasi kewiraushaan secara total tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan pelaku UMKM (masyarakat) di Kabupaten Jembrana. Akan tetapi secara langsung modal sosial berpengaruh signifikan terhadap semua dimensi orientasi kewirausahaan, sehingga dapat disarankan kepada instansi terkait di Kabupaten Jembrana agar mengoptimalkan peran modal sosial dalam merancang strategi pembangunan ekonomi bagi pelaku UMKM yang memberikan nilai tambah outcome untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata kunci: Structural Equation Modeling (SEM,) modal sosial, orientasi kewirausahaan, kesejahteraan
PRAKTIKALITAS MODUL ANALISIS KOMPLEKS BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING Kariman, Delsi; Sovia, Anny; Harisman, Yulyanti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis penemuan terbimbing yang praktis pada perkuliahan Analisis Kompleks. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model 4D, yaitu define, design, develop, dan dessiminate. Penelitian ini membahas tentang tahap develop, yakni praktikalitas modul. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Angket diberikan kepada enam orang mahasiswa dengan sebelas butir pertanyaan yang ditinjau dari aspek kemudahan dalam penggunaan, waktu, kemudahan interpretasi, dan ekivalensi dengan bahan ajar lain. Pedoman wawancara terdiri dari sebelas item dengan aspek yang sama pada instrumen angket praktikalitas. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan mencari presentase masing-masing item pada angket. Diperoleh rata-rata pada aspek kemudahan dalam penggunaan modul sebesar 4,3, termasuk dalam kategori sangat praktis. Aspek waktu diperoleh 3,5 dikategorikan sangat praktis. Aspek kemudahan interpretasi diperoleh 4,08 dikategorikan sangat praktis. Aspek ekivalensi dengan bahan ajar yang lain diperoleh 4,41 dikategorikan sangat praktis. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata 4,07 yang artinya modul Analisis Kompleks berbasis penemuan terbimbing sangat praktis. Selain itu, untuk mendukung data praktikalitas dilakukan wawancara dengan mahasiswa, data ini dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil wawancara secara keseluruhan diperoleh informasi bahwa mahasiswa mudah dalam menggunakan modul, waktu yang dibutuhkan dalam menggunakan modul relatif singkat, dan modul dapat digunakan sebagai sumber belajar. Ada beberapa revisi yang dilakukan pada modul berdasarkan saran mahasiswa, seperti memperbaiki penulisan, memperinci materi, dan menambahkan contoh soal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa modul berbasis penemuan terbimbing pada perkuliahan Analisis Kompleks sudah praktis digunakan. Kata-kata Kunci: Praktikalitas, Modul, Analisis Kompleks, Penemuan Terbimbing AbstractThis research aim to develop modules based guided discovery on Complex Analysis lecture. The kind of research was development with 4D model, that is define, design, develop, and disseminate. This research just discussed phase of develop, that is practicality of modules. The instrument was questioner and interview guide. The questioner was given to six students with eleven questions, seen from aspects practicality on usage, time, practicality of interpretation, and equivalence with other lecture note. Interview guide consist of eleven items, the aspect is similar with questioner of practicality. Obtained quantitative data from questioner and qualitative data from interview. Quantitative data was analyzed by finding percentage of each items on questioner. Obtained average on practicality of usage aspect was 4.3, include in category very practical. On aspect of time was 3.5, categorized very practical. Practicality of interpretation was 4.08, categorized very practical. Aspect of equivalence with other lecture note was 4.41, categorized very practical. Overall obtained average 4.07, it mean modules of Complex Analysis based guided discovery was very practical. To support data of practicality was done interview to students, data was analyzed by descriptive technique. Obtained information from the result of interview that student was easy in using modules, the time was short in using modules, and modules can be used as learning source. There are several revision on modules based on student suggestion, such as repairing writing, detailing material, and adding problem examples. So, can be told that modules of Complex Analysis based guided discovery was very practical to be used. Keywords: Practicality, Modules, Complex Analysis, discovery Guided
KONSEPSI KIMIA SISWA KELAS XII DI KOTA SINGARAJA Suja, I Wayan; Retug, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan distribusi konsepsi kimia siswa kelas XII di kota Singaraja, (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami siswa.  Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri dan Swasta kelas XII Jurusan IPA di kota Singaraja.  Sampel diambil secara acak sejumlah 128 siswa, masing-masing satu kelas dari setiap sekolah.  Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan disediakan satu option kosong, disertai tingkat keyakinan siswa terhadap kebenaran jawabannya.  Analisis data dilakukan secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan, (1) konsepsi kimia siswa kelas XII adalah: menguasai konsep (12,62%), tidak tahu konsep (5,31%), kurang pengetahuan (25,17%), dan mengalami miskonsepsi (57,41%); serta (2) miskonsepsi terjadi pada setiap butir soal yang diujikan, terendah pada penentuan keadaan setimbang (7,03%), sebaliknya tertinggi pada penentuan pH larutan asam sangat encer (83,59%).
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BILINGUAL BERBASIS PERTANYAAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Adnyana, Putu Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengahasilkan LKS Berbasis Pertanyaan (LKS Bilbaper) yang digunakan untuk memahami konsep biologi dan keterampilan proses sains di SMP. Secara khusus tujuan penelitian adalah: a) melakukan analisis kebutuhan untuk mengembangkan LKS Bilbaper., b) melakukan analisis standar isi dan dokumen kurikulum IPA/sains SMP, c) menyusun buram (draf) LKS Bilbaper, d) menganalisis dan merevisi LKS Bilbaper berdasarkan data hasil reviewer, dan e) mendeskripsikan hasil analisis keefektifan LKS Bilbaper untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP. Metode penelitian pengembangan menggunakan ADDIE Model yang terdiri dari tahap Analisis (Analysis), tahap Perancangan (Design), tahap Pengembangan dan Produksi (Development and Production), tahap Implementasi (Implementation), dan tahap Evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukan bahwa LKS Bilbaper yang dikembangkan memenuhi syarat atau layak digunakan dalam pembelajaran sains biologi di SMP, efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep biologi dan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP, aktivitas belajar siswa menggunakan LKS Bilbaper termasuk baik dan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan LKS Bilbaper adalah positif.Kata-kata kunci: keterampilan proses sains, LKS bilbaper, pemahaman konsep,Abstract: This study aimed to develop a questions-based worksheet that used to enhance the understanding on biological concepts and science process skill in junior high school. The specific aims of this study were; a) to conduct need analysis for developing the question-based worksheet, b) to analyze standard contents and science curriculum documents of junior high school, c) to construct the worksheet draft, d) to analyze and revise the draft of the worksheet based on the data resulted by the reviewers, and, e) to describe the results of analysis on worksheet effectiveness in improving the understanding of concepts and science process skill of junior high school students. Research development method used ADDIE model that consist the stages of analysis, design, development and production, implementation, and evaluation. Study result shows the developed question-based worksheet meets the terms or suited to be used in science teaching-learning process in junior high school, can be used to enhance understanding of biological concepts effectively and to enhance the science process skill of junior high school students. The student learning activity using the worksheet is good and the student responses on learning process using the worksheet is positive.Keywords: question-based worksheet, science process skills, understanding of biological concepts
EFEKTIVITAS MODEL PRO-BHL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMA Sujanem, Rai; Jatmiko, Budi; Poedjiastoeti, Sri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model Pro-BHL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Fisika siswa SMA Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika. Model Pro-BHL adalah model Problem based-hybrid learning atau pembelajaran hybrid berbasis masalah. Pembelajaran hybrid adalah pembelajaran kombinasi tatap muka dan online. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah model Pro-BHL yang diujicobakan kepada siswa kelas X SMAN 4 Singaraja. Efektivitas model Pro-BHL digambarkan berdasarkan data peningkatan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pre-test dan post-test. Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dilakukan dengan uji-t berpasangan dan gain ternormalisasi (N-gain). Penggunaan uji-t berpasangan dimaksudkan untuk mengetahui signifikansi peningkatan tersebut, sedangkan penggunaan N-gain dimaksudkan untuk mengetahui kategori peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui uji-t berpasangan, model Pro-BHL secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa termasuk kategori sedang dengan N-gain = 0,50. Berdasarkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa, dapat disimpulkan bahwa model Pro-BHL efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika. Kata kunci: model Pro-BHL, kemampuan pemecahan masalah
PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Wijana, Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal yang ada di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini terdiri atas aparat desa pekraman, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Teknik pengambilan sampelnya adalah dengan purposif random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara yakni (1) memegang konsep dresta Bali Aga yang ada di desa tersebut. Dresta Bali Aga tersebut adalah bahwa hutan yang ada di desa tersebut sebagai pura, di mana pura itu berupa pura yang mretiwi, pura tanpa bangunan fisik, hutan itu sebagai pura; (2) melalui pelaksanaan upaca agama seperti (a) Sabha Ngubeng, (b) Sabha Mamiut, (c) Sabha Sabuh Baas, (d) Sabha Nyeta, (e) Sabha Malguna. (3) mitos : alas tenget, alas duwe, dan (3) Pelaksanaan awig-awig/regulasi.