cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
PENENTUAN GLISERIDA SECARA ENZIMATIS DENGAN SISTEM DISPOSABLE BIOSENSOR Tika, I Nyoman; Triagusiana, I Gusti Ayu; Rasana, I D Raka
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan gliserida secara enzimatis menggunakan disposable biosensor telah dilakukan. Gabungan enzim (enzim lipase, gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) diamobilisasi pada matrik pendukung PVC (polyvinyl Chloride) dan silikon berpori. Enzim amobil dirangkaikan pada elektroda dari sistem disposable biosensor. Dalam penelitian ini, substrat yang mengandung gliserida dikatalisis secara bertingkat dengan enzim berturut-turut yaitu enzim lipase termostabil yang dihasilkan bakteri termofilik isolate Banyuwedang (Baccillus BYW2), gliserol kinase dan gliserol-3-fosfat oksidase) menghasilkan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida selanjutnya bereaksi dengan O2 membentuk H2O. Pengurangan kadar oksigen dalam sistem diukur menggunakan alat DO meter. Arus akibat reaksi oksidasi digunakan untuk mengukur konsentrasi gliserida. Konsentrasi enzim optimum dan kejenuhan permukaan PVC dan silikon berpori yang stabil digunakan sebagai parameter keberhasilan respon sensor. Konsentrasi gliserida dengan dua matrik PVC dan silikon pada rentang antara 0-25 µM dalam buffer posfat menunjukkan garis lurus. Hal ini menunjukkan matrik PVC dan silikon dapat digunakan untuk mengukur gliserida system disposable biosensorKata-kata kunci : biosensor, digliserida, lipase, PVC, silikon berpori.Abstract: Determination of glycerol enzymatically using a disposable biosensor has been done. Combined enzyme (lipase, glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) immobilized on a supporting matrix of PVC (polyvinyl chloride) and porous silicon. Immobilized enzyme coupled to the electrodes of a disposable biosensor system. In this study, the substrate containing glycerides multilevel catalyzed by the enzyme consecutive thermostable lipase produced by thermophilic bacteria isolates Bishopscourt (Baccillus BYW2), glycerol kinase and glycerol-3-phosphate oxidase) produces hydrogen peroxide. Hydrogen peroxide then reacts with O2 to form H2O. Reduction of the oxygen content in the system was measured using a DO meter. Flow due to the oxidation reaction is used to measure the concentration of glycerides. The optimum enzyme concentration and saturation PVC surface and a stable porous silicon is used as a parameter of success of the sensor response. Concentrations of glycerides with two matrices PVC and silicon in the range between 0-25 mM in phosphate buffer showed a straight line. This shows the matrix of PVC and silicon can be used to measure the disposable biosensor system glycerides.Key words: biosensors, diglycerides, lipase PVC, porous silicon
MEMPELAJARI FENOMENA ABSORPSI-DESORPSI AIR DARI BATU CADAS ABASAN DI WILAYAH SANGSIT BULELENG Karyasa, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu cadas Abasan telah dikenal sebagai bahan bangunan tradisional berarsitektur Bali Utara seperti Pura Beji di Desa Sangsit dan Pura Dalem di Desa Jagaraga karena memiliki ketahanan cuaca dalam kurun waktu yang lama, dan memiliki keunikan variasi warna yang berbeda serta dapat berubah warna dengan adanya air atau perubahan kelembaban. Penelitian awal ini bertujuan mendeskripsikan fenomena absorpsi-desorpsi air dari batu cadas Abasan yang bervariasi warna yaitu merah, merah tua, merah ungu, abu tua, dan hitam. Tiap-tiap variasi warna batu cadas dipilih secara acak di lokasi penggalian di Desa Sangsit yang selanjutnya dibuat sejumlah cuplikan berukuran 7,0 cm x 7,0 cm x 4,0 cm. Tiap-tiap cuplikan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga mencapai berat kering, selanjutnya direndam dengan air hingga mendapatkan berat basah. Sekelompok cuplikan (kelompok A) dibiarkan di tempat teduh beberapa hari hingga mencapai berat kering kembali dan sekelompok lagi (kelompok B) dijemur selama 10 jam dan didiamkan di tempat teduh 14 jam secara berselang-seling. Pengukuran berat cuplikan dilakukan tiap-tiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan absorpsi dan desorpsi air batu cadas yang berbeda warna namun memiliki pola desorpsi yang mirip. Penjelasan absorpsi-desorpsi air batu cadas Abasan dapat dipakai sebagai landasan dalam menemukan geopolimer smart material baru. Kata-kata Kunci: batu cadas, absorpsi, desorpsi AbstractAbasan Cadas Stone have already well known as  material of Northern Bali architectural traditional buildings such as Beji Temple in Sangsit Village and Dalem Temple in Jagaraga Village because of its time long span resistant against weather, and its different color variation uniqueness and its color changes in the presence of water or moisture. The preliminary research was aimed to describe the fenomena of water absorption-desorption of the stones with color variation, namely red, dark red, violet-red, dark grey, and black. Each color variation of the stones was randomly chosen at mining location in Sangsit Village, and then some stone samples in size of 7.0 cm x 7.0 cm x 4.0 cm. Each sample was dried under sun rays until reaching the dry weight and then it was dipped in water unttil reaching wet weight. A group of samples (group A) was allowed for water desorption in ambient condition without sun rays, but the other group (group B) was allowed for water desorption with help of sun rays about 10 hours and 14 hours without sun rays. Two series of weight measurements were conducted every 24 hours. As a result, it showed that there was different water absorption-desorption abilities those stones with color variation, however their water desorption patterns were similar. The explanation of water absorption-desorption of Abasan cadas stones may be used as a foundation in finding a new geopolimer smart material. Keywords: cadas stone, absorption, desorption
DESAIN PROGRAM DIKLAT PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU BIOLOGI SMA Darwangsa, Haksan; Widodo, Ari; Redjeki, Sri
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Desain program diklat partisipatif ini bertujuan untuk mengembangkan program diklat yang telah ada dalam upaya mencapai hasil yang efektif. Dari hasil  identifikasi kebutuhan guru biologi SMA  maka program diklat didesain dengan melibatkan calon peserta diklat secara bersama-sama untuk merumuskan tujuan dan cara pencapaian tujuan program tersebut. Dengan mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh guru-guru dan melibatkan secara aktif sejak perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi program diklat guru-guru dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan akan termotivasi dan memiliki keinginan yang kuat untuk lebih berpartifasi aktif dalam mencapai tujuan progaram diklat tersebut. Untuk mendesain program ini diperlukan data-data awal mengenai pola-pola pelaksanaan diklat yang telah dilakukan oleh instansi terkait, seperti LPMP atau Dinas Pendidikan serta mengidentifikasi secara akurat kebutuhan guru-guru di lapangan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut melalui instrumen, wawacara, dan analisis program diklat yang telah dilaksanakan di LPMP. Hasil analisis program diklat yang ada di salah satu LPMP di Indonesia mulai dari tahun 2007 sampai 2011 menunjukkan bahwa pola pelaksanaan diklat masih bersifa top down. Beradasarkan hasil survei terhadap guru-guru yang pernah mengikuti diklat menunjukkan bahwa 70% guru tidak dilibatkan dalam perencanaan program diklat. Lebih lanjut hasil studi tersebut menunjukkan sekitar 94.7% menyatakan setuju dan sangat setuju kalau para peserta diklat terlibat/dikutsertakan sejak perencanaan program diklat. Hasil analisis data dari responden yang tersebar pada 3 lokasi yaitu Kota Samarinda, Kab Kuningan dan Kab Subang didapatkan bahwa subjek materi/materi akademik yang diperlukan berdasarkan urutan kebutuhannya yaitu; Bioteknologi, Metabolisme, Genetika Sel dan Sistem Regulasi Manusia sedangkan untuk materi pedagogi/kependidikan urutan kebutuhannya yaitu; Media pembelajaran, Pengelolaan Laboratorium Biologi dan Model-model pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut maka model diklat yang dapat diharapkan untuk dapat peningkatan profesionalisme guru yaitu melalui pendekatan partisipatif.
PENDAMPING PENYUSUN ASESMEN FISIKA BERBASIS OSN BAGI GURU SMP NEGERI DI KOTA TABANAN Sudiatmika, A.A.Istri Agung Rai
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama kegiatan P2M ini, mendiskripsikan 1) kemampuan guru pendamping pembina olimpiade OSN Fisika di SMP di kota Tabanan dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade, dan 2) respon para peserta pelatihan terhadap pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN, 3) keberhasilan pelaksanaan pendampingan penyusunan asesmen fisika berbasis OSN. Untuk mencapai tujuan di atas, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2012 bertempat di SMP N 2 Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru (sains-fisika) SMP N Kota Tabanan. Data dikumpulkan teknik observasi, teknik pencatatan dokumen dan teknik angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) Guru pendamping pembina OSN fisika di SMP N di kota Tabanan memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun dan mengembangkan asesmen fisika berbasis olimpiade; 2) peserta pelatihan menunjukkan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN; 3) Pelaksanaan pendampingan penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN berhasil. Beberapa hal positif yang diperoleh setelah kegiatan pendampingan ini adalah 1) para guru pendamping pembina olimpiade fisika memperoleh pendalaman materi-materi fisika dalam tataran OSN, 2) para guru peserta pelatihan mengetahui teknik penyusunan dan pengembangan asesmen fisika berbasis OSN yang secara langsung dapat diterapkannya dalam membina kegiatan olimpiade, dan 3) tersedianya asesmen fisika SMP berbasis OSN yang akan digunakan oleh para guru pembina dan para siswa sebagai salah satu acuan sumber belajar dalam persiapan menghadapi OSN.Kata-kata kunci : asesmen, fisika, pendampingan, OSN
IBM Laboratorium Matematika bagi SD Gugus III Kecamatan Kubu: Upaya Menciptakan Pembelajaran Matematika SD yang Eksploratif dan Menyenangkan Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terinspirasi dari permasalahan yang dihadapi SD-SD di Gugus III Kecamatan Kubu berkaitan dengan pembelajaran matematika yaitu berupa 1) hasil belajar matematika siswa masih belum optimal, 2) adanya phobia matematika di kalangan siswa, 3) pembelajaran matematika di kelas sangat miskin, cenderung text books oriented, serta 4) minimnya jumlah alat peraga/media matematika yang tersedia, padahal siswa SD masih berada pada tahap berpikir operasional konkrit. Solusi yang disepakati untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengembangan Math Corner sebagai sebuah lab matematika mini yang berada di ruang kelas. Hasil dari pelaksanaan pengabdian yaitu 1) telah dikembangkan Math Corner sebagai laboratorium matematika mini di ruang kelas, 2) guru-guru pada sekolah mitra telah memiliki mampu mendesain pembelajaran yang menekankan pada aktivitas matematika dan 3) siswa telah terbiasa melakukan aktivitas matematika secara mandiri pada Math CornerKata kunci: math corner, aktivitas matematika, eksploratif, menyenangkanAbstractThis social service activities was inspired by the problems faced by elementary schools in Gugus III Kecamatan Kubu with regard to the mathematics learning in the form 1) the student achievement in learning mathematics are not optimal, 2) there was a phobia of mathematics in among students 3) mathematics learning in the classroom is very poor, tend to be text books oriented, rarely using manipulatives / medias and less emphasis on mathematics activities / processes, and 4) lack of number of manipulatives / math medias available in schools, although elementary students still at the thinking stage of concrete operations. The solution was choosed to solve the problems was developing Math Corner as a mathematics mini laboratorium located at the side of classroom. The results are: 1) has been developed Math Corner as a mini laboratory placed at classroom corner, 2) teachers in partner schools have have able to design learning that emphasizes the mathematics activity and the last result is 3) students have been accustomed to do mathematics activity independently in Math Corner.Keywords : math corner, mathematics activity, explorative, fun
KEKAYAAN JENIS DAN AKTIVITAS ODONATA DI CURUG CIGUMAWANG Murni, Dewi; Mar’atus Sholihat, Aah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKekayaan jenis capung merupakan salah satu parameter kondisi suatu daerah. Daerah yang banyak terdapat capung diyakini menunjukkan air di daerah tersebut masih bersih atau tingkat pencemarannya masih rendah. Hal ini karena pada fase nimfa, capung sangat membutuhkan air yang tenang dan bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan jenis dan aktivitas Odonata di Curug Cigumawang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April hingga Mei 2011 dengan teknik jelajah. Sampel dikumpulkan menggunakan jaring serangga dari tiga stasiun penelitian yang memiliki faktor lingkungan dan vegetasi yang berbeda. Stasiun 1 berada di daerah persawahan, Stasiun 2 berada di pinggir sungai dan Stasiun 3 berada di daerah perkemahan yang banyak ditumbuhi pepohonan dan semak. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ditemukan sembilan jenis Odonata yang tergolong ke dalam empat famili yaitu: Libellulidae, Aeshnidae, Coenagrionidae dan Euphaeidae. Jenis yang paling banyak dijumpai pada setiap stasiun adalah Pantala flavescens (21%). Jenis yang paling sedikit dijumpai adalah Gynacantha bayadera (5%). Indeks kekayaan jenis Odonata di kawasan Curug Cigumawang untuk Stasiun 1 adalah 3,516 (termasuk dalam kriteria sedang), Stasiun 2 adalah 2,914 dan Stasiun 3 adalah 3,171 (keduanya termasuk dalam kriteria rendah). Aktivitas odonata yang teramati antara lain melayang-layang atau terbang di udara, menangkap mangsa, hinggap di atas batu atau ranting tumbuhan atau mencari pasangan
Studi Pendahuluan Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Salingtemas Berorientasi Pendidikan Karakter Juniartina, Putu Prima; Devi, Ni Luh Pande Latria
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran IPA pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan kemampuan perpikir siswa dan mengembangkan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini tuntutan kurikulum dalam pembelajaran adalah siswa mampu mengkontruksi pengetahuannya sendiri, memiliki sikap ilmiah serta memiliki karakter yang baik, dan guru hanya sebagai mediator serta fasilitator dalam proses pembelajaran. Menindaklanjuti tuntutan tersebut, faktanya dilapangan dalam proses pembelajaran IPA belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai tuntutan kurikulum. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis Salingtemas berorientasi pendidikan karakter. Sebelum melakukan pengembangan bahan ajar tersebut, perlu dilakukan studi pendahuluan dari penelitian utama tentang pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi pendidikan karakter untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk merancang draft bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kurikulum di sekolah, indikator pemahaman konsep, indikator pendidikan karakter dan metode salingtemas. Studi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPA dan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang perlunya pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi Pendidikan karakterKata kunci: studi pendahuluan, bahan ajar ipa terpadu, salingtemas
MENYIAPKAN LULUSAN FMIPA YANG MENGUASAI KETERAMPILAN ABAD XXI Redhana, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abad XXI merupakan abad pengetahuan yang mendorong perkembangan teknologi. Perkembangan ini menyebabkan perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan dan dunia kerja serta menimbulkan ketidakpastian di masa depan yang harus diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, peserta didik harus dibekali dengan sejumlah keterampilan agar mampu menghadapi perubahan dan berbagai jenis tantangan di abad ini. Keterampilan yang diperlukan adalah keterampilan abad XXI yang meliputi keterampilan belajar dan inovasi, keterampilan informasi, media, dan teknologi, serta keterampilan hidup dan karir. Keterampilan belajar dan inovasi meliputi berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi, serta kreativitas dan inovasi. Keterampilan informasi, media, dan teknologi meliputi literasi informasi, literasi media, serta literasi teknologi, informasi, dan komunikasi. Sementara itu, keterampilan hidup dan karir meliputi fleksibilitas dan adaptibilitas, inisiatif dan pengarahan diri, keterampilan sosial dan lintas budaya, produktivitas dan akuntabilitas, serta kepemimpinan dan tanggung jawab. Untuk menguasai keterampilan-keterampilan tersebut, inovasi pembelajaran perlu dilakukan. Sejumlah pembelajaran mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut. Beberapa di antaranya adalah pembelajaran berbasis permainan, pembelajaran berbasis projek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis argumen. Model-model pembelajaran ini dapat diterapkan di FMIPA, khusus FMIPA Undiksha, untuk menyiapkan lulusan yang mampu berkompetisi di abad XXI.Kata-kata kunci: keterampilan abad XXI, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT SECARA TERPADU DAN PENGEMBANGAN UNGGULAN DAERAH BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Swasta, Ida Bagus Jelantik
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerbagai aktivitas di wilayah pesisir dan laut Buleleng dapat menimbulkan disharmonisasi sebagai akibat adanya silang kepentingan dan fanatisme sektoral. Untuk mengatasinya, telah dilakukan penelitian tentang model pengelolaan sektor pesisir dan laut yang menjamin adanya sinergi diantara berbagai sektor yang terkait dengan pesisir dan laut di Buleleng. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir dan laut wilayah Kabupaten Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian adalah ; 1) Kabupaten Buleleng memiliki potensi sumberdaya laut yang beragam yang terdiri atas ikan konsumsi, ikan hias, kepiting, udang, siput, kerang, rumput laut, lumba-lumba, terumbu karang dan mangrove ; 2) unggulan Buleleng di sektor perikanan dan kelautan adalah ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan kembung, ikan kerapu, ikan bandeng, ikan kakap, ikan hias, terumbu karang, mangrove, dan lumba-lumba ; 3) model pengelolaan pesisir dan laut yang bersifat terpadu diwujudkan dalam bentuk rencana strategis , yang kemudian dijabarkan dalam bentuk rencana zonasi, rencana pengelolaan dan rencana aksi.
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA KE DALAM SILABUS DAN RPP MATA PELAJARAN BIOLOGI Sukra Warpala, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ada banyak opini terkait dengan demoralisasi dan degradasi nilai-nilai yang tercermin dari perilaku peserta didik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sekolah dianggap belum mampu membangun karakter peserta didik untuk berkomitmen secara nasional, yang didukung oleh kemampuan berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Berdasarkan fenomena ini, perlu adanya program integrasi nilai-nilai karakter bangsa ke dalam perangkat pembelajaran Biologi. Program integrasi ini dipolakan berdasarkan jenis dan karakteristik nilai-nilai karakter yang ada, yang selanjutnya di kelompokkan menjadi dua: karakter jati diri dan karakter keilmuan. Karakter jati diri merujuk pada sikap dan perilaku berkomitmen secara nasional yang didukung oleh nilai-nilai/norma-norma lokal (dalam koridor daerah tertentu dan/atau wilyah Indonesia). Karakater keilmuan merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam suatu bidang ilmu yang berlaku global untuk dapat mewujudkan sikap dan perilaku bertanggungjawab (komitmen) sebagai warga negara Indonesia. Pola integrasinya bisa dilakukan melalui embeded program dan separated program.

Page 8 of 70 | Total Record : 697