cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
Penentuan Senyawa Saponin dari Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum. L) Ukirsari, Luh Putu Renis; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGGUNAAN ALAT DESTILASI SEDERHANA DALAM MEMISAHAN GARAM DAN AIR TAWAR -, Jumantoro
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang lalu melanda banyak daerah di Indonesia. Garam merupakan kebutuhan dapur manusia yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Meskipun produksi garam lokal terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, akan tetapi berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Januari-November 2011, Indonesia telah mengimpor garam sebanyak 2,7 juta ton. Teknologi destilasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dan garam dengan produksi tinggi tetapi dengan energi murah. Pemisahan air tawar dan garam pada air laut memerlukan suatu alat sebagai penerapan konsep destilasi. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat alat destilasi sederhana dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Kemampuan alat destilasi sederhana tersebut akan diuji didasarkan pada produktivitas air tawar dan garam yang berhasil dipisahkan pada air laut.Tujuan penelitian adalah untuk merancang serta membuat alat destilasi sederhana yang dapat memisahkan garam dan air tawar dari bahan baku air laut dan untuk mengetahui produktivitas alat destilasi sederhana dalam menghasilkan garam dan air tawar. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen terhadap rancang bangun alat destilasi sederhana untuk mengetahui kemampuannya dalam menghasilkan air tawar dan garam terhadap lamanya waktu pemanasan. Penelitian dilakukan di MAN Patas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan pengujian dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 15 s/d 25 Oktober 2012. Pengambilan data dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00.Berdasarkan hasil analisis data percobaan yang diperoleh selama 10 hari terhadap 100 mL air laut dengan waktu lama pemanasan 2-3 jam diperoleh rata-rata massa garam yang dihasilkan sebanyak 3,18 gram dengan waktu lama pemanasan 168 menit dan rata-rata volume air tawar yang dihasilkan sebanyak 91 mL dengan waktu lama pemanasan 168 menit. Air tawar yang dihasilkan setelah melalui proses destilasi mengalami penurunan pH dari 8 menjadi 6 dan garam yang dihasilkan berwarna putih.
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA Suparta, I Nengah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
LATIHAN FISIK PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER Saputra, Putu Adi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK), yang disebut juga penyakit arteri koroner adalah suatu penyakit dimana arteri koroner pada jantung yang berfungsi mensuplai oksigen dan nutrisi pada otot jantung, tidak adekuat dalam menjalankan fungsi normalnya. PJK terjadi ketika sebuah plak arterosklerotik menebal dan mengeras terjadi di arteri koroner. Secara klinis, pada penderita PJK yang respon terhadap obat-obatan, manfaat aktifitas fisik jauh lebih besar daripada resikonya. Aktifitas fisik sama efektifnya dengan pemberian obat-obatan untuk mencegah komplikasi sekunder. Aktifitas atau olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang memiliki banyak manfaat bagi penderita penyakit jantung koroner, mencegah pembuluh darah mengalami penyempitan lebih lanjut, mencegah pembekuan darah, mempertahankan irama jantung yang normal. Terdapat sebuah studi yang menemukan pasien dengan PJK yang mengikuti latihan, mengurangi tingkat kematian akibat PJK sebanyak 20-25 %. Ini merupakan bukti kuat bahwa latihan fisik mempengaruhi perbaikan penyakit jantung. Latihan aerobik atau cardio dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk bergerak. Latihan aerobik meningkatkan daya tahan kardiorespirasi. Rekomendasi latihan untuk penderita PJK adalah 30-60 menit per hari, dan dilakukan 3-5 kali semingguKata Kunci : Aktifitas fisik, latihan Aerobik, penyakit jantung koronerAbstractCoronary heart disease (CHD), also known as coronary artery disease is a disease of the coronary arteries of the heart which serves to supply oxygen and nutrients to the heart muscle, inadequate in carrying out its normal function. CHD occurs when a atherosclerotic plaque thicken and harden occurs in the coronary arteries. Clinically, in patients with CHD who respond to medication, the benefits of physical activity is more better than the risks. Physical activity is as effective as medication to prevent secondary complications. Activities or sports with mild to moderate intensity has many benefits for patients with coronary heart disease, prevent blood vessels from narrowing further, prevent blood clotting, maintaining normal heart rhythm. There is a study that found patients with CHD who participated in the training, reducing the death rate from coronary heart disease by 20-25%. This is strong evidence that physical exercise affects the repair of heart disease. Aerobic or cardio exercise enhance the body's ability to use oxygen to produce energy which is used to move. Aerobic exercise improves cardiorespiratory endurance. Exercise recommendations for patients with CHD is 30-60 minutes per day, and performed 3-5 times a weekKeywords : Physical activity, aerobic exercise, coronary heart disease
MITIGASI BENCANA ALAM GEMPA BUMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI Subagia, I Wayan; Lanang Wiratma, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan: 1) pengetahuan masyarakat Bali tentang bencana alam gempa bumi, 2) pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, dan 3) pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam mitigasi bencana alam gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif yang difokuskan pada penggalian informasi tentang pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Culik Kabupaten Karangasem dan Desa Pengastulan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Dalam penelitian ini dilibatkan 10 orang sebagai informan. Mereka ditentukan dengan cara snow ball dan disertai dengan kesediaan mereka terlibat dalam penelitian ini. Seluruh informasi dikumpulkan melalui wawancara dan kajian pustaka relevan serta dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat bali tidak memiliki pengetahuan memadai tentang bencana alam gempa bumi. Secara tradisional, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh ular besar (naga) yang bergerak di dalam bumi. Secara modern, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh pergeseran lapisan bumi. 2) Masyarakat bali memiliki pengalaman yang beragam dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, antara lain: lari begegas ke luar rumah, masuk ke kolong tempat tidur atau kolong meja, berangkulan satu sama lain, berteriak linuh, linuh, linuh, dan hidup, hidup, hidup. 3) Masyarakat Bali memiliki beberapa cara untuk mitigasi bencana alam gempa bumi yang dilakukan secara spontan turun menurun. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: mencari perlindungan, memberitahukan orang lain, meyampaikan keadaan diri sendiri, dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
PORTOFOLIO ONLINE SEBAGAI MEDIA ASESMEN PENDIDIKAN KARAKTER TERPADU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sri Mertasari, Ni Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pembelajaran matematika dimaksudkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berkarakter. Pelaksanaan pendidikan karakter yang dimulai sejak tahun 2011 tidak dirancang berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan semua mata pelajaran, termasuk matematika. Pemberlakuan kurikulum 2013 dengan pendidikan karakter di dalamnya dibarengi dengan perubahan kebijakan, antara lain perubahan pelaksanaan evaluasi. Titik berat evaluasi tidak hanya pada kompetensi materi, melainkan juga pada keingintahuan dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan model evaluasi terpadu yang dapat sekaligus mengevaluasi kompetensi di bidang materi, keingintahuan, aktivitas, dan komponen pendidikan karakter. Melalui kesempatan ini dicoba diperkenalkan model evaluasi melalui portofolio online untuk dimanfaatkan sebagai media asesmen terpadu mata pelajaran matematika dan pendidikan karakter. Portofolio online dikembangkan sebagai media untuk menampung semua karya siswa, baik karya atas permintaan guru maupun karya atas inisiatif sendiri. Komunikasi guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dapat dilakukan melalui e-mail, chatting, facebook, twitter, sms, atau fasilitas komunikasi yang sudah disediakan pada media tersebut. Mekanisme seperti ini diharapkan mampu memonitor kemajuan belajar siswa dan sekaligus melatih keberanian siswa mengemukakan pendapat, melatih kejujuran, melatih tanggung jawab, melatih kebiasaan menghargai karya orang lain, dan melatih kemandirian
PENGARUH IMPLEMENTASI BUKU AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA II TERHADAP KEMAMPUAN GENERIK SAINS MAHASISWA JURUSAN PGSD Margunayasa, I Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan pengaruh implementasi buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II terhadap peningkatan kemampuan generik sains pada mahasiswa Jurusan PGSD. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 Jurusan PGSD yang berjumlah 40 orang. Rancangan penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Variabel bebasnya adalah buku ajar berbasis proyek pada mata kuliah Konsep Dasar IPA II, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan generik sains mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis infrensial. Analisis inferensial menggunakan uji t sampel berpasangan. Berdasarkan hasil analisis dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan generik sains yang signifikan setelah implementasi buku ajar berbasis proyek (t = 42,247; p<0,05). Rata-rata kemampuan generik sains mahasiswa meningkat dari 53,00 menjadi 72,25.Kata-kata Kunci : buku ajar, proyek, kemampuan generik sainsAbstract: The aimed of this study was to describe the effect of the implementation of the textbook based project in the Lesson of Science Based Concept II toward the improvement of generic science ability on the students of PGSD department. This research was a quasy experiment. The sample was 40 students at third semester of PGSD department. The research design was One-Group Pretest-Posttest Design. The dependent variable was the implementation of the textbook based project, while the independent variable generic science ability. In analysing data, there were two techniques used, namely: descriptive analysis and inferential analysis. Inferential analysis used paired sample t-test. Based on the result of the research can be showed that generic science ability could improve by using the textbook based project (t = 42.247; p<0.05). The average of generic science ability was improve from 53.00 to 72.25.Keywords: textbook, project, the generic science ability
PERANAN PENDIDIKAN KARAKTER BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VIII A2 SMPN 6 Singaraja tahun ajaran 2014/1015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data kemampuan pemecahan masalah matematika, proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pembelajaran dengan penerapan pendidikan karakter berorientasi kearifan lokal Bali, dan sikap siswa terhadap matematika. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika, lembar observasi kemampuan pemecahan masalah matematika berorientasi karakter, dan angket sikap terhadap matematika. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah pada siklus III sebanyak 86% siswa mencapai kemampuan pemecahan masalah dengan kriteria minimal baik. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa semakin baik dari siklus ke siklus. Sikap siswa terhadap matematika dengan kategori positif sebanyak 89%. Kata-kata Kunci: pendidikan karakter, kearifan lokal, kemampuan pemecahan masalah. AbstractThe purpose of this study was to describe the role of character education oriented of local wisdom in the development of mathematical problem solving ability. This classroom action research conducted in the class VIII A2 SMPN 6 Singaraja in the academic year 2014/1015. This research carried out in three cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The data collected, namely: mathematical problem solving ability, the data upgrade process of mathematical problem solving through learning by application- character education oriented of Balinese local wisdom, and attitudes toward mathematics. The instrument to data collection was a test of mathematical problem solving ability, observation sheets of mathematical problem solving ability-character oriented and questionnaire of attitude towards mathematics. The data were analyzed descriptively. The Results of this study is the third cycle as much as 86% of students achieved the problem solving ability with criteria minimum “good”. Students’mathematical problem solving abilities are getting better from cycle to cycle. Students'attitudes toward mathematics with “positive” category as much as 89%. Key words: character education, local wisdom, problem solving ability
MODEL MENTAL MAHASISWA CALON GURU KIMIA DALAM MEMAHAMI BAHAN KAJIAN STEREOKIMIA Suja, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan distribusi model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia, serta (2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi khusus (specific misconceptions) dan model mental alternatif yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru kimia. Subyek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNDIKSHA yang sedang mengambil mata kuliah Kimia Organik III di Kelas C Semeter V pada tahun ajaran 2013/2014. Jumlah subyek penelitian sebanyak 28 orang. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dua tingkat, terdiri dari bagian isi dan bagian alasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, (1) model mental mahasiswa calon guru kimia dalam memahami bahan kajian Stereokimia adalah: tidak ada konsep (20,71%), miskonsepsi spesifik (33,04%), model mental alternatif (12,50%), dan benar secara ilmiah (33,75%); serta (2) miskonsepsi tertinggi (92,86%) terjadi pada penentuan konfigurasi (R/S) senyawa berdasarkan proyeksi Newman, dan model mental alternatif tertinggi (32,14%) pada penggambaran proyeksi Fischer stereoisomer yang diketahui konfigurasi absolutnya.Kata-kata kunci: model mental, stereokimia, miskonsepsi, model mental alternatif.Abstract: This study aims to: (1) determine the distribution of pre-servicemodel in understanding Stereochemistry subject, and (2) identify and describe                                      specificmisconceptions and alternative mental models. Subjects were students of Chemistry Education Department, Mathematics and Natural Sciences Faculty UNDIKSHA, who are taking courses in Organic Chemistry III in 2013/2014 academic year. The number of study subjects were 28 students. Data were collected through achievement test formed multiple choice of two levels, consisting the contents and reasons. The data were analyzed descriptively. The results showed, ( mental model in understanding the subject of stereochemistry were: no concept (20.71%), specific misconceptions (33.04%), alternative mental models (12.50%), and scientifically correct (33.75%); and (2) highest misconceptions (92.86%) occurred in the determination of the configuration (R/S) compounds based on Newman projections, and highest alternative mental models (32.14%) in the depiction of the projection Fischer of stereoisomers that known its absolutly configuration.Keywords: mental models, stereochemistry, misconceptions, alternative mental models.
PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Sudiatmika, I Made Ary; Subagia, I Wayan; Muderawan, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia memliki tiga komponen dasar yaitu aspek maksrokopis, submikroskopis, dan simbolik, sehingga dalam pembelajaran kimia diperlukan media pembelajaran untuk memvisualisasikan kimia yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pengaruh multimedia terhadap hasil belajar kimia siswa SMA yang diajar dengan model problem basedlearning (PBL) pada pokok bahasan sistem koloid. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan The Macthing-Only Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Amlapura tahun ajaran 2015/2016. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa ranah kognitif . Data hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara kelompok siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia dan tanpa multimedia. Hasil belajar siswa yang menggunakan PBL dengan multimedia lebih baik dibandingkan tanpa multimedia. Kata-kata Kunci: hasil belajar, multimedia, problem based learning Abstract Chemistry has threebasiccomponents, i.e. macroscopic, submicroscopic, andsymbolicaspectsoitisnecessaryneeded media tovisualizeabstractchemistryconcepts in learningprocesses. This research aimed to describe effectof multimedia towardchemistrylearningachievementwhichfollow problem basedlearning (PBL) onthetopiccolloidsystem. This research conducted on the topic colloid system. Kind of hhis research is quasi experiment which utilizing The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. The subjects of this study involved students of the eleventh grade at SMA Negeri 1 Amlapura in academic year 2015/2016. The object of this research was the cognitive students’ learning achievement. The data analyzed by using independent sample t-test. The result of the study shows there is significant differences of students’ learning achievement between students which follow problem based learning with use multimedia and without multimedia. The students’ learning achievement of students which follow problem based learning with multimedia is better than without multimedia. Keywords : learning achievement, multimedia, problem based learning

Page 9 of 70 | Total Record : 697