cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 697 Documents
KARAKTERISTIK X-Ray Fluescense BIOMATRIAL KALSIUM SILIKO FOSFAT Oviantari, Made Vivi; Widana, Gede Agus Beni
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KABUPATEN BULELENG Suardana, I Nyoman; Selamat, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa SMA di Kabupaten Buleleng Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berasal dari tiga SMA masing-masing dengan peringkat tinggi, sedang, dan rendah pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian berjumlah 159 orang. Objek penelitian adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis berbasis konten termokimia. Data keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis secara deskriptif. Perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa pada tiga peringkat SMA dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi, sedang, dan rendah. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi adalah 59,0 (standar deviasi 6,2) dengan skor terendah 48,9 dan skor tertinggi 76,1. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada sekolah peringkat sedang adalah 43,1 (standar deviasi 11,4) dengan skor terendah 26,1 dan skor tertinggi 60,9. Sementara itu, rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat rendah 34,7 (standar deviasi 7,1) dengan skor terendah 22,8 dan skor tertinggi 50.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER (CHARACTER BUILDING) DALAM SIKAP ILMIAH MATA PELAJARAN SAINS SISWA KELAS VII SLUB SARASWATI 1 DENPASAR Ari Arjaya, Ida Bagus
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana pandangan Siswa Kelas VII SLUB Saraswati 1 Denpasar mengenai tentang karakter siswa yang ideal. 2) Untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam sikap ilmiah mata pelajaran Sains Siswa Kelas VII di SLUB Saraswati 1 Denpasar. Karakter siswa yang diteliti di dalam penelitian ini mengacu kepada Six Core Ethical Value dari Holistic Education Network of Tasmania. Subyek penelitian ini adalah Siswa Kelas VII Bilingual SLUB Saraswati 1 Denpasar. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dan menggunakan rancangan mixed methods yakni dengan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan analisis reduksi data dan deskriptif kuantitatif dengan bantuan SPSS 17 for Windows. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan pemberian kuisioner kepada siswa. Terdapat tiga jenis instrumen dalam penelitian ini yaitu 1) Instrumen wawancara pandangan karakter ideal, 2) Instrumen wawancara nilai-nilai pendidikan karakter dalam sikap ilmiah dan, 3) Kuisioner nilai-nilai pendidikan karakter dalam sikap ilmiah. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Pandangan karakter ideal siswa telah memuat seluruh komponen Six Core Ethical Values, yaitu dapat dipercaya (trusthworthiness), Saling menghormati (respect), tanggung jawab (responsibility), keadilan (fairness), peduli (caring), dan kewarganegaraan (citizenship), 2) terdapat beberapa jenis karakter yang harus diperbaiki atau dikembangkan lebih lanjut lagi karena berada dalam kategori cukup bagi siswa yaitu, 1) accountability (kuisioner = 2,35, dan wawancara = 35% siswa), impartiality ( kuisioner = 1,85 dan wawancara = 45% siswa), dan caring (kuisioner  = 2,25 dan wawancara = 50% siswa).
MEMBANGUN MASYARAKAT MELEK SAINS BERKARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN Handayani, Ni Nyoman Lisna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sains memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia mencapai literasi sains, sehingga membentuk masyarakat yang melek sains namun tetap berkarakter bangsa. Pendidikan sains bertanggungjawab atas pencapaian literasi sains anak bangsa, karena itu perlu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan kualitas pendidikan sains dilakukan melalui proses berpikir sains atau pengembangan keterampilan generik sains. Pengembangan berpikir sains mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Sains yang bersifat berkesinambungan dengan falsafah bangsa indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika, dengan demikian melalui belajar sains dapat pula dikembangkan karakter bangsa.Kata kunci:literasi sains, berpikir sains, karakter bangsa.AbstractScience plays an important role in all aspects of life, because it needs to be studied in order to all Indonesian people achieve scientific literacy, thus forming a science-literate society while remaining in character of the nation. Science education is responsible for the achievement of scientific literacy of the nation, because it needs to be improved. Improving the quality of science education is done through the process of thinking science or generic science skill development. Development of scientific thinking can improve thinking ability of high-level learners. Science that is continuous with the philosophy of the nation Indonesia, namely national unity, thus through learning science can be developed character of the nation.Keywords: scientific literacy, scientific thinking, the nation's character
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BERBANTUAN PERTANYAAN WHAT-IF DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENANGANI PERMASALAHAN MATEMATIKA TERBUKA Payadnya, I Putu Ade Andre; Suparta, I Nengah; Suweken, Gede
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal pada materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani permasalahan matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip permasalahan matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakankertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak , (3) menemukan nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai permasalahan matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah dimana siswa sempat kesulitan menemukan metode lain dan banyak variasi jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada permasalahan matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran. Kata-kata Kunci: Luas Daerah Lingkaran, Permasalahan Matematika Terbuka, Pertanyaan What-If, Teori Pembelajaran Lokal  AbstractThe purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficultto find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory. Key words: Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
PEMBERDAYAAN MAHASISWA PESERTA KIMIA ORGANIK (KMA504) MENGGUNAKAN TUGAS PRESENTASI KELOMPOK DAN PENULISAN JURNAL METAKOGNITIF Iskandar, Srini M; Fitriyah, Lina Arifah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Mata kuliah (KMA504) disajikan dalam semester genap bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana angkatan 2013 kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengikuti perkuliahan Kimia Organik (KMA504) sejumlah 23 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa peserta Kimia Organik (KMA504) dengan pemberian tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif. PTK ini dirancang dalam 2 (dua) siklus, yang setiap siklusnya meliputi 4 (empat) tahap yaitu, siklus I terdiri: (1) Perencanaan yaitu penyusunan kelompok berdasarkan nilai pretes, pendistribusian sub materi pokok yang akan dipresentasikan oleh tiap kelompok, penyampaian daftar rujukan dan menyiapkan alat penilaian; (2) Pelaksanaan yaitu PBM (presentasi oleh tiap-tiap kelompok belajar); (3) Observasi yaitu penilaian unjuk kerja presentasi semua kelompok, dan melakukan penilaian hasil belajar; (4) Analisis dan Refleksi, menarik kesimpulan bahwa siklus I belum memuaskan karena rerata skor tes adalah 65,12. Kesimpulan ini mengakibatkan bahwa siklus II harus dilaksanakan. Tahap-tahap Siklus II pada hakekatnya langkah-langkahnya hampir sama dengan Siklus I, kecuali pada Siklus II ditekankan pada penulisan jurnal metakognitif. Hasil Siklus Siklus II memuaskan karena rerata skor tes adalah 81,81. Terjadi kenaikan rerata sebesar 16,69. Tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih baik, selain itu penulisan jurnal metakognitif juga telah mampu memacu antusiasme dalam belajar. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tugas presentasi kelompok dan penulisan jurnal metakognitif dapat memberdayakan mahasiswa peserta Kimia Organik (KMA504).
PEMANFAATAN SUBAK DALAM PEMBELAJARAN IPA (UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN IPA YANG MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013) Dewi Setiawati, Gusti Ayu
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Proses pembelajaran IPA dengan sumber yang konkrit mampu menyajikan kondisi belajar lebih alami sehingga lebih menjamin keberhasilan daripada secara abstrak. Subak merupakan sistem pengelolaan air irigasi dan pola tanam padi atau pertanian yang mampu menyajikan laboratorium alam yang dapat digunakan sebagai tempat eksplorasi obyek, gejala alam dan pengembangan kreativitas peserta didik. Subak merupakan kekayaan budaya yang mencerminkan berbagai nilai kehidupan yang dapat dikaji dari segala bidang ilmu, seperti; IPA, IPS, matematika, lingkungan, hukum, dan bahasa. Penanaman pendidikan karakter juga dapat diperoleh dalam pembelajaran melalui warisan budaya dunia ini. Hal ini sejalan dengan tuntutan kurikulum 2013 yang menitikberatkan penyajian materi secara terpadu guna meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
EVALUASI PROGRAM RKBI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Candiasa, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rintisan kelas bertaraf internasional (RKBI) pada jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha sudah dibuka mulai tahun 2008. Selama lima tahun beroperasi, belum pernah ada penelitian untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut. Oleh karena itu, untuk saat ini sangat diperlukan penelitian untuk mengevaluasi program tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan CIPP (context, input, process, and product). Penelitian menemukan bahwa operasional program RKBI pada jurusan Pendidikan Matematika sudah berjalan dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, program RKBI pada jurusan Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha harus dilanjutkan dengan beberapa perbaikan. Perbaikan paling penting untuk diupayakan adalah pengakuan terhadap kompetensi tambahan yang dimiliki lulusan.Kata-kata kunci: RKBI, CIPP Abstract: World class program for Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education was opened in 2008. This program was hoped yielded mathematics teachers with world class quality. For the five year operation, it is no evaluation for this program yet. Therefore, for this momment, it is important to do the evaluation for this program. Evaluation is done by using CIPP (context, input, process, and product) approach. It was found that the operation of world class program Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education stand in very good cathegory. Considering this result, it is recomended for continuing the operation of world class program for Educational Mathematics Department at Ganesha University of Education with some improvements. The most important improvement is acknowledgement for their competence.Keywords: World Class Program, CIPP
KEUNGGULAN KOMPARATIF BUKU TEKS PELAJARAN IPA SMP BERBASIS ARGUMEN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Redhana, I Wayan; Bestari, Nyoman Diah Devi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan buku teks pelajaran IPA SMPKurikulum 2013 dan buku teks pelajaran IPA SMP berbasis argumen. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent pretest-postest control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja yang terdiri atas 11 kelas. Sampel penelitian diambil dengan teknik clusterrandom sampling. Sampling menghasilkan dua kelas, yaitu kelas VIIA1 dan kelas VIIA2.Kedua kelas ini diundi untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil pengundian adalah kelas VIIA1 sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VIIA2 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diterapkan buku teks pelajaran IPA SMP berbasis argumen, sedangkan pada kelas kontrol diterapkan buku teks pelajaran IPA SMPKurikulum 2013.Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajarsiswa kelas eksperimen berbeda signifikan dengan skor rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol. Dari skor rata-rata hasil belajar siswa tampak bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa kelas kontrol. Kata-kata Kunci: argumen, buku teks pelajaran IPA, hasil belajar AbstractThis study was aimed to describe and explain (1) differences of students’ learning achievement using argument-based-science-textbook and curriculum 2013-science-textbook for junior high school. Type of the study was quasi experiment with nonequivalent pretest-postest control group design. Population of the study was the seventh grade students of SMP Negeri 4 Singaraja having 11classes. Samples of the study were chosen by cluster random sampling techniques. The sampling produced two parallel classes, that was class VIIA1 and VIIA2 and both were lotteried to determinea control and an experimental class.Results of the lottery were class VIIA1 as the control class, whereas class VIIA2 as the experimental class. The experimental class was taught using argument-based-science textbook, whereas the control class was taught using curriculum 2013-science-textbook. Results of the study showed that the average score of learning achievement of the experimental class was significant difference from the average score of learning achievement of the control class. From the average scores, it could be concluded that the average score of learning achievement of the experimental class was higher than that of the control class. Keywords: argument,science textbook, learning achievement
INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN KEHAMILAN Mestri Agustini, Ni Nyoman; Alit Arsani, Ni Luh Kadek
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Infeksi menular seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 20 juta kasus baru IMS dilaporkan per-tahun. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis dan perubahan flora serviko-vaginal. Perubahan fisiologis pada wanita hamil akan berdampak pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS. Beberapa infeksi menular seksual tersering adalah sifilis, gonore, chlamydia trachomatis, vaginosis bakterial, trikomoniasis, kondiloma, dan kandidiasis. IMS dan kehamilan dihubungkan dengan kehamilan ektopik, abortus spontan, kematian janin dalam kandungan, infeksi perinatal, intrauterine growth restriction, kelainan kongenital, ketuban pecah dini, prematuritas, chorioamnionitis, infeksi puerperalis, bayi berat badan lahir rendah, dan infeksi neonatal. Kehamilan dapat mengubah penampampakan klinik IMS dan akan mempersulit diagnosis dan terapi. Pada wanita hamil terjadi perubahan anatomi, penurunan reaksi imunologis, perubahan flora serviko-vaginal, yang semuanya akan berpengaruh pada perjalanan dan manifestasi klinis IMS itu sendiri. Pada kehamilan, dapat terjadi penularan infeksi dari ibu ke janin dengan cara kontak langsung saat persalinan, infeksi yang menjalar secara ascenden, dan agen penyebab yang masuk ke sirkulasi janin menembus barier plasenta. Mengingat berbahayanya IMS pada kehamilan, maka diperlukan adanya usaha pencegahan. Penanganan penyakit menular seksual pada kehamilan adalah dengan penanganan umum, konservatif, termasuk konseling dan pengobatan pada mitra seksual.

Page 7 of 70 | Total Record : 697