cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
The Effectiveness of Misoprostol Single Dose Oral for Evacuation of Incomplete Abortion Eka Rusdianto Gunardi; Affan Solihin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.645 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.4591

Abstract

This study is aimed to find out the effectiveness of oral 600 mcg single dose misoprostol for the evacuation of conception remnant in cases of incomplete abortion. This research is done by quasi experimental method with one group pretest – posttest design. The population of the study is all women who were diagnosed with incomplete abortion in less than 12 weeks of gestation in Cipto Mangunkusumo National general Hospital and affiliations hospital from June 2018 to June 2019. Women who met the study criteria, was treated with oral misoprostol 600 mcg single dose and then undergo conception evacuation evaluation and side effects evaluation. Effectiveness evaluation was seen after 7 days of single dose 600 mcg of misoprostol by measuring <15 mm endometrial thickness on transvaginal ultrasound. The effectiveness of using single dose oral misoprostol 600 mcg in the study participants was 93.55%, which were 29 out of a total of 31 participants. The side effects experienced after being given misoprostol were bleeding with less than the same amount as menstruation (71.0% and 9.0%), diarrhea (6.5%), and shivering (67.7%), and not found side effects of vomiting. Based on data analysis using paired T test before and 24 hours after administration of misoprostol, there was a significant difference between endometrial thickness (p value <0.001). Misoprostol 600 mcg per oral dose is effective for the evacuation of retained conception tissue of incomplete abortion at less than 12 weeks gestation, so that it can be an alternative non-operative method of evacuating retained conception tissue in incomplete abortion cases other than the operative method. Side effects found were bleeding, diarrhea, and chills. Side effects of vomiting were not found in this study.
Formulasi Deodoran Spray dari Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai Antibakteri Penyebab Bau Badan (Staphylococcus epidermidis) Mayang Ika Oktaviana; Irma Nur Pahalawati; Nofita Fitri Kurniasih; Erza Genatrika
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.599 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.2965

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, lalapan, dan sayuran pelengkap. Tanaman ini masuk ke dalam famili Lamiaceae yang mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya fenol, saponin, alkaloida, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Bau badan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, faktor genetik, kondisi kejiwaan, faktor makanan, faktor kegemukan dan bahan pakaian yang dipakai. Salah satu pemicu bau badan karena adanya infeksi bakteri yaitu bakteri Staphyloccous epidermidis. Bakteri ini menyebabkan bau badan karena menghasilkan asam isovalerat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan deodoran spray minyak atsiri daun kemangi, menguji sifat fisik sediaan deodoran spray, dan mengetahui formulasi yang efektif sebagai antibakteri S. epidermidis yang menyebabkan bau badan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kemangi mengandung linalool (3,42%) yang berpotensi sebagai antibakteri. Uji fisik dilakukan pada hari ke-0 (setelah pembuatan) dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarna keruh kekuningan, memiliki pH 4 yang kurang sesuai dengan pH kulit, dan mengalami kenaikan viskositas pada pemeriksaan hari ke-7. Hasil uji antibakteri dari formulasi 1, 2, dan 3 menunjukkan dayahambat berturut-turut 1,34; 13,22; dan 15,62 mm.
Analisis Kualitatif Formalin pada Ikan Asin di Pasar Jodoh Kota Batam Hesti Marliza; Suhaera Suhaera; Trinur Atika Saputri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.177 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5692

Abstract

Ikan asin merupakan produksi bahan ikan segar yang ditambahkan garam sekitar 15-20%. Cara tradisional ini memiliki kekurangan seperti terkendala saat musim penghujan sehingga proses penjemuran ikan asin menjadi tidak sempurna yang mengakibatkan ikan asin cepat mengalami kerusakan, karena itu banyak pedagang ikan asin menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin untuk mengawetkan ikan asin agar bertahan lama dan tidak membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan formalin pada ikan asin yang dijual di Pasar Jodoh, Kota Batam. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil dari pengujian 18 sampel ikan asin yang diambil dari Pasar Jodoh, Kota Batam, negatif mengandung formalin.
Isolasi Bakteri Endofit dari Tanaman Kayu Jawa (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr) dan Potensinya sebagai Antimikroba terhadap Beberapa Bakteri Patogen Eka Astuty; Fadhillah Syam; Sitti Rahma Sari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.876 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.4962

Abstract

Sejauh  ini  belum  dilaporkan adanya   isolasi   bakteri   endofit   dari  tanaman kayu   jawa   (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr.)  serta pengujian terhadap senyawa aktif yang diproduksi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri endofit dari tanaman kayu jawa sekaligus melakukan penapisan awal untuk memperoleh isolat bakteri endofit  yang  berpotensi menghasilkan senyawa antibiotik, khususnya antibakteri. Tahapan  penelitian  ini  didesain  dengan  beberapa tahap, meliputi preparasi  sampel  tanaman kayu  jawa, isolasi  bakteri  endofit, uji  aktivitas  antibakteri  terhadap beberapa bakteri patogen yaitu Escherichia coli  (E. coli), Pseudomonas sp., dan Bacillus subtilis menggunakan  metode  difusi  cakram, dan identifikasi makroskopik bakteri endofit dilakukan dengan melihat morfologi koloni tunggal berupa bentuk koloni, warna, tepian, dan elevasi koloni bakteri yang muncul setelah dilakukan metode streak plate, dan mikroskopis (dengan mengamati hasil pewarnaan Gram menggunakan mikroskop elektron). Dua belas bakteri endofit yang berhasil diisolasi dari tanaman kayu jawa memiliki bentuk sel yang didominasi oleh bentuk coccus (bulat) dan dari jenis bakteri Gram positif.  Semua isolat bakteri endofit memiliki aktivitas antibakteri yang sangat baik terhadap bakteri patogen yang diujikan. 
Analisis Pengetahuan dan Alasan Penggunaan Kontrasepsi Suntik di Masyarakat Panyileukan Bandung Ani Anggriani; Deni Iskandar; Devi Aharyanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.152 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5771

Abstract

Metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan peserta KB aktif di Indonesia tahun 2014 adalah suntikan (47,54%). Karena rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengakibatkan banyaknya perempuan mengalami kesulitan dalam menentukan jenis kontrasepsi dan sering menyebabkan wanita beralih ke metode lain bahkan mengakibatkan banyak wanita yang berhenti menggunakan kontrasepsi hingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan alasan menggunakan kontrasepsi suntik pada akseptor KB di Panyileukan Bandung. Penelitian ini menggunakan survei deskriptif dengan analisis kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner dengan sampel berjumlah 51 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebesar 72% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup baik. Alasan penggunaan kontrasepsi suntik pada akseptor KB secara berturut-turut adalah karena aspek manfaat kontrasepsi suntik 74,83%, kemudahan menggunakan kontrasepsi suntik (74,50%), kenyamanan menggunakan kontrasepsi suntik (72,71%), dan biaya metode kontrasepsi suntik (67,81%). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan jenis kontrasepsi suntik dengan p-value 0,310. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan cukup baik dan alasan menggunakan kontrasepsi suntik paling banyak adalah karena aspek manfaat kontrasepsi suntik tersebut.
Modifikasi Amilum Ganyong (Canna indica L.) dengan Metode Pregelatinasi Parsial untuk Eksipien Tablet Kempa Langsung Deny Puriyani Azhary; Rahma Zisca; Yanni Dhiani Mardhiani; Dhini Dwi Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.835 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5450

Abstract

Amilum ganyong adalah biomaterial yang dapat digunakan dalam industri farmasi karena memiliki sifat fisikokimia yang menyerupai amilum singkong, yang telah umum digunakan untuk industri farmasi. Amilum ganyong alami memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang kurang baik, yang sangat penting pada proses pengempaan tablet khususnya dalam formulasi tablet kempa langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah modifikasi amilum ganyong alami sehingga dapat memperbaiki sifat alir dan kompresibilitasnya untuk eksipien tablet kempa langsung. Modifikasi dilakukan dengan cara pregelatinasi parsial pada suhu 50, 55, dan 60 °C, kemudian dilakukan evaluasi amilum ganyong sebelum dan sesudah modifikasi. Setelah itu dilakukan pembuatan tablet asetosal menggunakan eksipien amilum ganyong modifikasi serta evaluasi karakteristik tablet. Hasil evaluasi amilum menunjukkan bahwa amilum ganyong modifikasi memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang lebih baik daripada amilum alami. Hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil evaluasi amilum alami dan modifikasi (P<0,05). Modifikasi amilum pada suhu 60 °C menunjukkan hasil terbaik. Hasil evaluasi tablet menunjukkan bahwa tablet yang menggunakan amilum modifikasi memiliki karakteristik sesuai persyaratan tablet yang baik.
Cover Vol. 16 No. 02 Desember 2019 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.607 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.6280

Abstract

Cover Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Pengelola dan Daftar Isi Vol. 16 No. 02 Desember 2019 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.555 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.6781

Abstract

Pengelola dan Daftar Isi Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Analisa Biaya Penggunaan Seftriakson dan Siprofloksasin Pasien Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit X Kabupaten Jombang Tahun 2017 Anggi Restyana; Wika Admaja
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.322 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.5847

Abstract

Jumlah penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) mencapai 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Dalam penanganannya berbagai macam antibiotik digunakan sebagai terapi pengobatan termasuk siprofloksasin. Saat ini siprofloksasin merupakan antibiotik pilihan pertama dalam terapi ISK di Rumah Sakit X Kabupaten Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya terapi penggunaan antibiotik seftriakson dan siprofloksasin pada pasien infeksi saluran kemih. Telah dilakukan penelitian cost effectiveness analysis menggunakan metode observasi analitik dengan rancangan secara cross-sectional, pengambilan data secara retrospektif dengan menelusur dokumen rekam medis pasien. Metode analisis menggunakan statistic uji-t tidak berpasangan. Penelitian dilakukan pada perspektif rumah sakit. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 164 pasien. Terdapat 64 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 32 pasien mendapatkan siprofloksasin dan 32 pasien mendapatkan seftriakson. Total biaya langsung rata-rata pasien ISK yang mendapatkan seftriakson adalah Rp902.908,3 sedangkan pasien yang mendapatkan siprofloksasin adalah Rp959.918,91. Efektivitas diukur berdasarkan probabilitas lama rawat yang ditentukan. Pasien dengan seftriakson memiliki lama rawat 4,468 hari dengan probabilitas 0,875 dan siprofloksasin memiliki lama rawat 4,688 hari dengan probabilitas 0,781.  Berdasarkan efektivitas, nilai ACER seftriakson sebesar Rp1.031.895,28 dan nilai ACER siprofloksasin sebesar Rp1.229.089,51. Namun secara uji statistik tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada efektivitas dan biaya antara seftriakson dan siprofloksasin. Pada perhitungan nilai ICER pada penelitian ini didapatkan nilai sebesar Rp259.138,82. Artinya ada biaya tambahan sebesar Rp259.138,82 per outcome terapi.
Uji Stabilitas Fisik Sediaan Sabun Padat Ekstrak Rimpang Temugiring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) Iif Hanifa Nurrosyidah; Milu Asri; Alfian FM
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.323 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.4505

Abstract

Kulit memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia. Kulit berfungsi sebagai barier utama melawan infeksi, paparan zat kimia dan sinar matahari, dan kontaminan fisik lainnya sehingga kotoran akan mudah menempel pada kulit. Oleh karena itu, sangat penting menjaga dan memelihara kebersihan kulit untuk kesehatan. Sabun padat mampu membersihkan kotoran pada kulit. Kelemahan sabun padat yang selama ini beredar di pasaran adalah relatif menyebabkan kulit kering. Ekstrak temugiring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) memiliki aktivitas sebagai antiradikal bebas dan mampu membantu menghaluskan kulit. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah formulasi sabun padat yang mampu membersihkan, menghaluskan kulit, dan tidak menyebabkan kulit kering. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi formulasi sabun padat opaque dengan perbedaan konsentrasi ekstrak rimpang temugiring. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pH sabun padat ekstrak rimpang temu giring formula I,II, dan III sebesar 10. Nilai pH sediaan sabun memenuhi persyaratan sesuai literatur yaitu 9-11. Kadar air pada formula I, II, dan III sebesar berturut-turut 14; 14,55; dan 15%. Kadar air sediaan memenuhi persyaratan SNI yaitu tidak lebih dari 15%. Uji stabilitas busa sediaan sabun padat berkisar antara 73–95%. Uji organoleptis sabun padat untuk aroma, warna, dan tekstur serta efek melembabkan untuk formula I, II, dan III memiliki nilai tingkat kesukaan yang sama.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue