cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Fraksi Etanolik serta Krim Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) dengan Metode DPPH Wahyunita Yulia Sari; Definingsih Yuliastuti; Ika Gustin Hidayati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10311

Abstract

Radikal bebas dari sinar UV matahari dapat menyebabkan penuaan dini terhadap kulit. Kulit jeruk nipis banyak tumbuh di Indonesia dan berpotensi sebagai antioksidan alami. Antioksidan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas dari sinar UV matahari. Senyawa yang dapat berfungsi sebagai antioksidan diantaranya vitamin C dan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin C dan flavonoida pada fraksi etanolik kulit jeruk nipis serta aktivitas antioksidan pada fraksi maupun krim. Uji kualitatif kandungan vitamin C dan flavonoida pada fraksi etanolik menggunakan pereaksi kimia. Aktivitas antioksidan pada fraksi etanolik dan tiga formula krim fraksi etanolik kulit jeruk nipis (FI, FII, dan FIII dengan konsentrasi fraksi masing-masing 3, 6, dan 9%) dianalisis secara kuantitatif menggunakan reagen 2,2 diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanolik kulit jeruk nipis mengandung senyawa vitamin C, flavonoida dan memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 sebesar 110,52 ppm. Nilai IC50 dari krim fraksi etanolik kulit jeruk nipis pada FI, FII, dan FIII masing-masing sebesar 431,6; 284,67; dan 179,16 ppm, yang lebih baik dari produk pasaran dengan nilai IC50 sebesar 390,83 ± 4,91 ppm.
Efek Sari Buah Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) terhadap Perubahan Profil Lipid pada Mencit Dislipidemia Ni Made Dwi Sandhiutami; Sondang Khairani; Moordiani Moordiani; Ira Ningtiyas Purpranoto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10302

Abstract

Buah terong belanda (Solanum betaceum Cav.) mengandung antosianin, isoflavon, karotenoid, serat, vitamin-vitamin seperti vitamin E, vitamin A, vitamin C dan vitamin B6, banyak digunakan secara empiris untuk tekanan darah tinggi, aterosklerosis, membantu metabolisme, meningkatkan imunitas, sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perubahan profil lipid dari pemberian sari buah terong belanda terhadap mencit dislipidemia. Pengujian efek perubahan profil lipid dilakukan dengan cara mengiduksi mencit dengan pemberian kuning telur, sukrosa dan lemak hewan sehingga mencit mengalami dislipidemia. Setelah 14 hari, penginduksian dihentikan dan dilanjutkan dengan pemberiaan sediaan uji setiap hari selama 7 hari (i) kontrol positif (atorvastatin dosis 2,6 mg/kgBB), sari buah terong belanda (ii) dosis 14 g/kgBB, (iii) dosis 21 g/kgBB dan (iv) dosis 28 g/kgBB, (v) kontrol normal dan (vi) kontrol negatif. Pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL pada darah mencit dilakukan dengan metode kalorimetri enzimatik pada hari ke-0, ke-14, dan ke-21. Sari buah terong belanda dosis 14, 21, 28 g/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol total dengan persentase penurunan secara berturut-turut sebesar 21,08; 25,50; dan 29,94%. menurunkan kadar trigliserida sebesar 20,28; 31,69; dan 38,54%; menurunkan kadar LDL sebesar 28,43; 28,76; dan 42,83%; dan meningkatkan kadar HDL sebesar 16,67; 17,50; 30,13%. Sari buah terong belanda dengan dosis 28 g/kgBB perhari efektif menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan meningkatkan kadar HDL mencit dislipidemia.
Cover Vol. 17 No. 02 Desember 2020 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.13230

Abstract

Cover Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Gelecot Toothpaste sebagai Terobosan Baru Pencegahan Karies Gigi Nofita Fitri Kurniasih; Rahma Fauzia Madaningrum; Nurvidian Khasanah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.4589

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu pemicu karies gigi karena adanya infeksi bakteri yaitu Streptococcus mutans. Bakteri ini menyebabkan karies gigi karena menghasilkan polisakarida ekstraseluler. Bekicot (Achatina fulica) memiliki protein achasin yang dapat reseptor pengikat protein (enzim) bakteri, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lendir bekicot (Achatina fulica) dalam sediaan pasta gigi gel. Lendir bekicot diformulasikan dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15% . Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, dan uji homogenitas. Hasil organoleptis berwarna putih berbau peppermint serta lapisan yang menyatu dengan konsistensi kental lunak. Rentang pH pasta gigi gel 7-8, rentang daya sebar 3,818 cm - 5,362 cm , rentang viskositas 10.020 - 19.120 cps serta uji homogenitas tidak adanya partikel kasar. Evaluasi aktifitas antibakteri menggunakan metode difusi diperoleh hasil daya hambat dengan rentang 1,312 - 3,185 mm terhadap Streptococcus mutans.
Preservation Potential of Galangal Water Extract on Tofu Alwani Hamad; Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Tina Syah Putri; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13630

Abstract

Galangal (Alpinia galanga (L.) Willd.) has been long used for medicinal purposes. It showed promising effects on the food-spoilage microorganisms and is commonly used as spices in various cuisines. This study aimed to evaluate the microbial growth inhibitory activity and the preservation potential of galangal water extracts on tofu. The water extracts were prepared by infundation method in the concentrations of 5, 10, and 20%w/v. The phytochemical compounds in the extracts were screened as per standard methods. The tofu was preserved by immersion method for eight days under room temperature with an evaluation time point of two days. The microbial growth inhibitory activity was evaluated by indirect optical density (OD)-based enumeration, and the OD reduction by the extracts was calculated accordingly. The preservation potential was calculated from the changes of the physical characters on tofu evaluated by sensorial analysis. Galangal water extracts contained tannins and terpenoids. It concentration- dependently inhibited microbial growth on tofu, and the extract showed the best OD reduction at a concentration of 20%. It changed the color of tofu but maintained its texture. It also masked the odor of fresh tofu with the aromatic galangal scent. All three tested concentrations showed an equal preservation potential of 2 days. Our data suggested galangal water extract in the optimum concentration of 20% inhibited the microbial growth on tofu and potentially preserved it for two days. This moderate preservation effect might be attributable to its tannins and terpenoids content.
Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Rind Extract Lip Balm Formulation and Evaluation Feronika Evma Rahayu; Sofa Rahmah; Dharma Yanti; Lia Warti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on lip balm was conducted to determine how the formulation affected its characterization and stability when containing mangosteen rind extract. Thin-layer chromatography, microscopy, and phytochemical screening procedures were used to evaluate mangosteen rind extract. The freeze-thaw technique was used to create the lip balm formulation and to test its stability. The yield of coccal crystals made from mangosteen rind extract, which had an Rf value of 0.39, was 11.37% w/w. The concentration of the extract in the form of F0 (blank), F1 (2.5%), F2 (5%), F3 (7.5%), and F4 (10%) was varied to create lip balm compositions. The ingredients are combined into a base that has already been adjusted to create lip balm. Evaluations of lip balm preparations were conducted using organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, melting point tests, spreadability tests, centrifugation tests, and freeze-and-thaw tests. The results of the physical characteristics of the lip balm preparation were good and met the requirements based on the organoleptic test, homogeneity test, pH test, melting point test, and spreadability test. The stability test showed that the lip balm preparation was physically stable, with no change after 6 cycles. The normality test shows a p-value > 0.05, indicating that the formulation is normally distributed. Homogeneity test >0.05, which means there is no significant difference between the formulas. The one-way ANOVA test shows p < 0.05, indicating an effect on the pH of all formulas.
Pengaruh Polimer HPMC K100M terhadap Tablet Floating Ekstrak Lidah Buaya Untuk Terapi Gastritis Agus Siswanto; Denisa Adibah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak lidah buaya berpotensi untuk terapi gastritis karena mengandung flavonoid sebagai agen perlindungan lambung dan golongan alkaloid serta saponin sebagai zat netralisasi asam. Dalam terapi gastritis, strategi formulasi gastroretentif sangat tepat untuk meningkatkan efektifitas terapi karena sediaan dapat melepaskan obat di lambung. Polimer seperti HPMC K100M merupakan eksipien penting dalam sistem effervescent sediaan floating sebagai floating enhancer dan mempertahankan integritas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh HPMC K100M terhadap karakteristik tablet floating ekstrak lidah buaya. Tablet floating ekstrak lidah buaya dibuat dengan sistem effervescent dengan penambahan HPMC K100 M sebagai polimer hidrofilik dengan konsentrasi 5, 7,5, dan 10%. Tablet floating dibuat dengan metode granulasi basah, dievaluasi sifat alir massa cetak, sifat fisik tablet, karakter floating, dan kapasitas netralisasi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kadar HPMC K100M tidak mempengaruhi sifat alir massa cetak, keseragaman bobot, dan kapasitas netralisasi asam tablet floating ekstrak lidah buaya. Namun Peningkatan HPMC K100M mampu meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, meningkatkan durasi dan integritas floating, serta menurunkan floating lag time. Secara umum tablet floating ekstrak lidah buaya dengan kadar HPMC K100M 5-10% menunjukkan mutu sediaan yang baik sesuai yang dipersyaratkan.
Narrative Review: Dampak Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kesehatan dan Efisiensi Biaya Pengobatan Dhian Budiharti Solihah; Djoko Wahyono; Indri Hapsari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya pengobatan yang tinggi menjadi sebab serius bagi indonesia, terbukti dari pembiayaan penyakit jantung yang mencapai Rp.12,14 triliun. Faktor utama masalah ini adalah rendahnya kepatuhan minum obat, yang tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan pasien melalui komplikasi tetapi juga menciptakan beban finansial besar pada sistem kesehatan. Mengingat dampat ekonomi global yang signikfikan akibat keptidakpatuhan, upaya mitigasi sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana peningkatan kepatuhan minum obat dapat menciptakan efisiensi biaya pengobatan. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran komprehensif sebagai dasar pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih efektif diindonesia. Penelitian ini menggunakan metode ulasan naratif dengan menelusuri artikel ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi publikasi 10 tahun terakhir yang membahas hubungan antara kepatuhan minum obat, hasil kesehatan dan biaya pengobatan. Hasil kajian menunjukan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi signifikan terhadap perbaikan kondisi pasien dan pengurangan biaya pengobatan. Ketidakpatuhan berdampak pada meningkatnya komplikasi, rawat inap, dan penggunaan layanan kesehatan. Intervensi berbasis edukasi, dukungan sosial dan penguatan sistem pelayanan efektif meningkatkan kepatuhan. Kepatuhan minum obat ialah faktor krusial dalam keberhasilan terapi dan pengelolaan penyakit, terutama penyakit kronis. Sebaliknya, ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, meningkatnya beban penyakit, dan pemborosan sumber daya kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan, ditunjang oleh akses terhadap layanan kesehatan dan program edukasi yang berkelanjutan, menjadi kunci untuk menekan dampak negatif ketidakpatuhan terhadap kesehatan dan beban ekonomi.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Definitif pada Pasien dengan Infeksi Bakteri Resisten Carbapenem di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta Firdhani Satia Primasari; Ika Puspita Sari; Titik Nuryastuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, many countries have reported infections caused by carbapenem-resistant bacteria, and Indonesia is no exception. This condition makes the scope of therapeutic options becomes quite limited. This study aims to evaluate the definitive antibiotics used in patients with carbapenem-resistant bacterial infections along with the calculation of the predictive value of pharmacokinetic parameters which are then linked to the patient's clinical outcome. This research is a retrospective descriptive-analytic study. The subjects of this study were all inpatients with carbapenem-resistant bacterial infections in the period January-March 2020. Antibiotic suitability evaluation was analyzed descriptively, the estimated values ​​of pharmacokinetic parameters were calculated using the pharmacokinetic calculation formula, and the correlation between the estimated pharmacokinetic values ​​and clinical outcomes of the patients was analyzed statistically using Fisher test. The results of the evaluation of definitive antibiotic administration in patients with carbapenem-resistant bacterial infections found that 11 antibiotics met the suitability of the type, dose, frequency, and duration of the 27 antibiotics analyzed. The predicted value of the pharmacokinetic parameters of the 11 definitive antibiotics in the form of minimal levels in the blood at steady state compared to the MIC value showed that 1 (9.1%) antibiotic had a Cssmin value ≥ MIC and 10 (90.9%) other antibiotics had a Cssmin value < MIC. There is no relationship between the predictive value of the pharmacokinetic parameters of definitive antibiotics that meet regimen suitability and clinical outcomes in patients with carbapenem-resistant bacterial infections. In general, although the dosage regimen of definitive antibiotics meet the suitability criteria, drug concentration in blood can be inadequate to eradicate the bacteria due to many factors and can influence the clinical outcomes.
Analisis Hubungan Komorbid Hipertensi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Desy Safitri Monoarfa; RA Dewinta Sukma Ananda; Eliza Dwinta; Nurul Kusumawardhani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Prevalensi GGK dengan hemodialisis terbesar di Indonesia dengan urutan ke-3 yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,51%. Hipertensi adalah komorbid utama pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Terapi hemodialisis dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien GGK dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien GGK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komorbid hipertensi dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis rutin di Klinik Hemodialisis Nitipuran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil secara purposive sampling. Sebanyak 104 peserta telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan CRF, rekam medis, dan kuesioner EQ-5D-3L. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio untuk menilai hubungan hipertensi dengan kualitas hidup, dengan tingkat signifikansi p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan komorbid hipertensi memiliki proporsi kualitas hidup tinggi sebesar (52,6%), sedangkan pasien tanpa komorbid hipertensi memiliki proporsi lebih tinggi, yaitu (75,0%). Sebaliknya, proporsi kualitas hidup rendah lebih besar pada pasien dengan hipertensi (47,4%) dibandingkan pada pasien non-hipertensi (25,0%). Hasil analisis hubungan antara komorbid hipertensi dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,040; OR=2,7; CI 95%: 1,027–7,099). Dapat disimpulkan bahwa pasien GGK dengan komorbid hipertensi memiliki risiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup yang buruk dibandingkan dengan pasien tanpa hipertensi.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue