cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Jl. Mangkurejo, Ds. Kwangsan, Sedati - Sidoarjo
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : 10.31800
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR FLIPBOOK PADA MATERI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA BERBASIS PENDEKATAN STEM-PjBL BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN Deni Ainur Rokhim; Hayuni Retno Widarti; Fauziatul Fajaroh
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p234--250

Abstract

In high school, chemistry learning there are redox and electrochemistry topics that equip students knowledge about the development of science and technology. Redox and electrochemistry learning topics will be more effective and efficient if students learn independently through learning materials developed by the educator so that students master the competencies that have been determined. In addition, educators are required to be skilled in the use of 21st century media and technology, such as learning materials that are packaged in e-books. So far, learning materials that have not been integrated into the Science Technology Engineering and Mathematics-Project Based Leaning (STEM-PjBL) learning model have not been developed. At present, STEM-PjBL research is a trending topic. The purpose of this study was to develop and determine the feasibility of flipbook teaching materials on redox and electrochemistry materials based on the STEM-PjBL approach assisted with learning videos. The development method used in this study is the Brog and Gall development model which is limited to five stages. The result of this research and development is a product in the form of learning materials which refers to the syllabus of the 2013 curriculum. This product is the result of the validation of a chemist (lecturer) and two chemistry teachers on lesson material learning. The results of validation are 92.71% and 92.78% respectively, which means that the product produced is very feasible. Readability test conducted on 30 students of SMAN 3 Sidoarjo obtained an average percentage of eligibility of 98.30% with very feasible criteria. So, the development of this flipbook has fulfilled the needs and high usage feasibility. AbstrakPada pembelajaran Kimia SMA, terdapat materi pelajaran redoks dan elektrokimia yang ditujukan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang perkembangan sains dan teknologi. Pembelajaran materi redoks dan elektrokimia akan lebih efektif dan efisien jika siswa belajar mandiri melalui bahan belajar yang dikembangkan sendiri oleh pendidik agar siswa menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Selain itu, pendidik dituntut juga untuk terampil dalam penggunaan media dan teknologi abad 21 ini, seperti bahan belajar yang dikemas dalam bentuk e-book. Selama ini, belum dikembangkan bahan belajar yang terintegrasi ke dalam model pembelajaran Science Technology Engineering and Mathematics-Project Based Leaning (STEM-PjBL). Saat ini, penelitian STEM-PjBL menjadi trending topic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar flipbook pada materi redoks dan elektrokimia berbasis pendekatan STEM-PjBL berbantuan video pembelajaran. Metode pengembangan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah model pengembangan Brog dan Gall yang terbatas sampai lima tahap. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah produk yang berupa bahan belajar yang mengacu pada silabus Kurikulum 2013. Produk ini merupakan hasil validasi seorang ahli kimia (dosen) dan dua orang guru kimia terhadap bahan belajar RPP. Hasil validasi secara berturut-turut menunjukkan persentase 92,71% dan 92,78% yang berarti produk yang dihasilkan sangat layak. Uji coba keterbacaan produk yang dilakukan terhadap 30 siswa SMAN 3 Sidoarjo diperoleh rata-rata persentase kelayakan sebesar 98,30% dengan kriteria sangat layak.  Jadi, pengembangan bahan belajar flipbook ini telah memenuhi kebutuhan dan kelayakan pemakaian yang tinggi.
PENGEMBANGAN DAN KELAYAKAN MULTIMEDIA BERBASIS ANDROID UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI ISLAMIC BOARDING SCHOOL BINA UMAT Selvi Dwi Hartiyani; Anik Ghufron
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p275--289

Abstract

This study aims to: (1) develop multimedia for android applications for teachers (non-diniyah); (2) know the feasibility of  the product; This research and development was carried out at the Islamic Boarding School in Bina Umat Setran, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. This study involved 20 non-diniyah teachers for the initial ability test and media effectiveness test using questionnaires. The development process android based multimedia  involved 2 media experts and 1 material expert. Data were analyzed by using quantitative data analysis with descriptive statistics. The results of this study is android-based application products. The developed product was declared feasible to use based on the assessment of media experts and material experts with values of 4.23 (very high) and 4.59 (very high), and material expert 4.44 (very high), so the product could be stated feasible to improve teacher in learning Arabic. AbstractPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan produk aplikasi multimedia berbasis Android untuk guru (non diniyah); dan (2) mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) yang dilakukan di Islamic Boarding School Bina Umat Setran, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Dalam penelitian melibatkan 20 orang guru non-diniyah untuk uji kemampuan awal dan uji efektivitas media dengan menggunakan kuesioner. Proses pengembangan multimedia berbasis android melibatkan 2 orang ahli media dan 1 orang ahli materi, untuk mengetahui kelayakan produk dengan menggunakan angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah aplikasi berbasis android. Produk yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi dengan nilai masing-masing 4,23 (sangat tinggi) dan 4,59 (sangat tinggi), serta penilaian ahli materi dengan nilai 4,44 (sangat tinggi). Dengan demikian, produk dapat dinyatakan layak untuk pembelajaran guru mata pelajaran bahasa Arab (non-diniyah).
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBINAAN LITERASI MEDIA BAGI SISWA TUNARUNGU Rina Dwi Kurniawati; Asri Wijiastuti; nFn Yuliyati
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p168--189

Abstract

This study aims to produce a media literacy development program for deaf students in schools. The deaferation behavior of deaf students at school so far has not been able to show their ability to use media as a tool for literacy, learning resources, and there is no follow up after the activity takes place. Media literacy is needed by deaf students because various information can be obtained from technology media. Development of media literacy is done with the aim that students with hearing impairment: (1) are able to utilize the media for positive activities and use media properly and appropriately, and (2) have provision in lifelong learning. The method used is Research & Development (R&D) with 10 stages. Instruments to determine the level of media literacy ability of deaf students and their activeness using daily reading journals are interviews, observation, and documentation. The results showed that media literacy coaching could increase student awareness of using media as a means of literacy. The results of the material validation state that the product developed is "feasible" to be used. Likewise, the results of the validation carried out by special education experts. Instruments for media literacy activities were provided to determine the level of (1) the ability of the media literacy of deaf students, and (2) the use of daily reading journals for the activity of deaf students in literacy activities. From the results of the study, it can be concluded that the media literacy development program is strongly recommended to be applied in every learning with the aim of being able to add to the learning experience of deaf students in collaborating language skills and technology media in each field. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program pembinaan literasi media siswa tunarungu di sekolah. Perilaku berliterasi siswa tunarungu di sekolah sejauh ini belum mampu menunjukkan kemampuannya dalam memanfaatkan media sebagai alat untuk melakukan literasi, sumber belajar, dan belum adanya tindak lanjut setelah kegiatan berlangsung. Literasi media diperlukan siswa tunarungu karena berbagai informasi dapat diperoleh dari media teknologi. Pembinaan literasi media dilakukan dengan tujuan agar siswa tunarungu: (1) mampu memanfaatkan media untuk kegiatan yang bersifat positif dan menggunakan media dengan baik dan tepat, dan (2) memiliki bekal dalam pembelajaran sepanjang hayat. Metode yang digunakan yakni Research & Development (R&D) dengan 10 tahapan. Instrumen untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi media siswa tunarungu dan keaktifannya menggunakan jurnal membaca harian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan literasi media mampu meningkatkan kesadaran siswa menggunakan media sebagai sarana literasi. Hasil validasi materi menyatakan bahwa produk yang dikembangkan adalah “layak” digunakan. Demikian juga dengan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli pendidikan luar biasa. Instrumen untuk kegiatan literasi media diberikan guna mengetahui tingkat (1) kemampuan literasi media siswa tunarungu, dan (2) penggunaan jurnal membaca harian untuk keaktifan siswa tunarungu dalam kegiatan literasi. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa program pembinaan literasi media sangat disarankan diterapkan dalam setiap pembelajaran dengan tujuan mampu menambah pengalaman belajar siswa tunarungu dalam mengkolaborasikan keterampilan berbahasa dan media teknologi di setiap bidang.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMANFAATAN MEDIA KAHOOT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Indra Perdana; Rinda Eria Solina Saragi; Eric Kunto Aribowo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p290--306

Abstract

Learning media is one of the key factors affecting the success of the learning process. Selecting and using appropriate and attractive media will have a positive impact on student learning success. Unfortunately, the use of educational me-dia, particularly those based on information and communi-cation technology (ICT) for Indonesian language learning, is still not widely practiced in Palangka Raya Christian Mid-dle School. The aim of this study is to identify students' per-ceptions of Indonesian language lessons using Kahoot media (a game-based learning application). Twenty five respond-ents selected for the purpose of sampling, a questionnaire was provided via google form. Data were analyzed using an independent sample t-test to determine Kahoot media's level of usefulness in Indonesian language learning. Integrating the use of ICT, especially smartphones, to learn Indonesian in the classroom can add positive energy to students, which in turn increases student motivation, student engagement and academic success. AbstrakMedia pembelajaran menjadi salah satu faktor krusial yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses pem-belajaran. Pemilihan dan pemanfaatan media yang te-pat dan menarik akan berdampak positif terhadap keberhasilan belajar siswa. Sayangnya, pemanfaatan media pembelajaran terutama yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran Bahasa Indonesia masih belum banyak dilakukan di SMP Kristen Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia yang memanfaatkan media Kahoot (sebuah aplikasi game-based learning). Dengan 25 re-sponden yang dipilih secara pusposive sampling, diberi-kan angket melalui google form. Data dianalisis dengan independent sample t-test guna mengetahui tingkat kebermanfaatan media Kahoot dalam proses pembelaja-ran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua siswa memiliki persepsi yang baik (48% Sangat Baik; 44% Baik) terhadap pemanfaatan media Kahoot dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pengintegrasian pemanfaatan TIK khususnya smartphone di dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas dapat menambah energi positif siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi, keterli-batan/keaktifan, dan keberhasilan akademik siswa.
REFLECTIVE MODUL BERBASIS CHILD FRIENDLY SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KARAKTER SISWA Santy Dinar Permata; Ali Mustadi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p251--274

Abstract

Welcoming the Golden Generation 2045 program the Indonesian government envisions the literacy movement in schools as an effort to improve the literacy abilities and character of students. The problem in the field is the lack of types of student reading that are able to develop students 'thinking power and character, therefore this study aims to produce reflective module development products based on child friendly schools that are fit for use by fifth grade elementary school students in school literacy activities as a means of increasing students' literacy abilities and character. The type of research used is Research and Development (RnD) research, referring to the type of research developed by Borg and Gall. The subjects of the study were the fifth grade 73 students at SDN Tegalrejo 3 and SDN Bangirejo 1. Collecting data through interviews, observations, questionnaires and response scales. The analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the child friendly school-based reflective module products met the eligibility criteria by referring to the results of the questionnaire validation by media experts and material experts as well as the scale of responses of teachers and fifth grade elementary school students. AbstrakMenyongsong program Generasi Emas 2045 pemerintah Indonesia mencangangkan adanya gerakan literasi di sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan karakter siswa. Permasalahan dilapangan adalah kurangnya jenis bacaan siswa yang mampu mengembangkan daya pikir dan karakter siswa oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan reflective modul berbasis child friendly school yang layak digunakan oleh siswa kelas V SD dalam kegiatan literasi sekolah sebagai sarana meningkatkan kemampuan literasi dan karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (RnD) mengacu pada jenis penelitian yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Subjek penelitian adalah 73 siswa kelas V SD di SDN Tegalrejo 3 dan SDN Bangirejo 1. Pengumpulan data melalui wawancara,observasi,angket dan skala respon. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk reflective modul berbasis child friendly school memenuhi kriteria kelayakan dengan mengacu pada hasil validasi angket oleh ahli media dan ahli materi serta skala respon guru dan siswa kelas V SD.
PENGEMBANGAN BUKU SISWA BERTEMA CUACA MENGGUNAKAN METODE FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Nur Inayah Syar; Nadya Meriza
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p190--212

Abstract

The teaching and learning process is built on three interaction aspects such as the interaction among the teachers, students, and learning sources. To ease this process, the teacher can make their own teaching material that will be used in learning process. This research aims to develop weather theme students’ book by using Four Steps Teaching Material Development (4STMD) method. The research method used was Research and Development (R&D). This students’ book consists of 5 sub-themes such as substance characteristics, interaction of organisms and their environment, temperature and heat, pollution and global warming. This book was developed by using 4STMD method through four stages such as selection, structurization, characterization, and didactic reduction. The feasibility test results show that the student book has complete material based on basic competencies and indicators, has accurate, actual and integrated material. Besides the student’s book that was developed also has aspects of legibility, language rules and language logic that is appropriate, presented attractively and has a layout and design that is feasible to be used. Overall the students’ perception on the usage and result of this students’ book development is positive. ABSTRAKProses belajar mengajar dibangun oleh tiga aspek interaksi. Interaksi tersebut adalah interaksi antara pendidik, peserta didik dan sumber belajar. Untuk memudahkan proses tersebut, guru dapat membuat sendiri bahan ajar (buku) yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku siswa bertema Cuaca  dengan metode Four Steps Teaching Material Development (4STMD) dan menganalisis kelayakan serta persepsi siswa terhadap buku siswa yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Buku siswa ini terbagi atas 5 sub tema yaitu karakteristik zat, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya, suhu dan kalor, pencemaran dan pemanasan global. Buku ini dikembangkan dengan metode 4STMD melalui empat tahap, yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Hasil Uji Kelayakan menggambarkan bahwa buku siswa memiliki cakupan materi yang lengkap berdasarkan Kompetensi Dasar dan indikator, memiliki materi akurat, mutakhir serta terpadu. Selain itu buku dikembangkan juga memiliki aspek keterbacaan, kaidah bahasa dan logika bahasa yang baik, disajikan dengan menarik dan memiliki tata letak serta desain yang layak digunakan. Adapun persepsi siswa terhadap penggunaan dan hasil pengembangan buku siswa, secara keseluruhan bernilai positif.
SIGNIFIKANSI KAHOOT!: INTERAKSI MANUSIA DAN MESIN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Jaka Warsihna; Zulmi Ramdani
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p154--167

Abstract

Abstract The use of technology in the learning process is a new step that is considered capable of becoming an alternative and innovative media to improve the quality of learning. Kahoot!is a game-based learning media created to make it easier for teachers to carry out evaluations and increase student motivation in participating in learning activities. This study aims to explore the psychological processes and conditions that might occur with the interaction between students and Kahoot!as gamification in the learning process. A total of 44 student respondents involved in this study was selected using the purposive sampling technique. The results of the study showed that the majority of respondents assumed that Kahoot! is an important and interesting media used in the learning process. In addition, the interaction between respondents and Kahoot!itself is determined by other factors, including internet connection, psychological state, and mastering subject and knowledge. The results of that interaction psychologically produce various kinds of emotions, both positive and negative. Thus, Kahoot!including learning media with interactive game features that can be used effectively in the learning process. AbstrakPenggunaan teknologi dalam proses pembelajaran adalah langkah baru yang dianggap mampu menjadi media alternatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas dari pembelajaran tersebut. Kahoot!adalah media pembelajaran berbasis game yang dibuat untuk mempermudah guru di dalam melaksanakan evaluasi dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mengenai proses dan kondisi psikologis yang mungkin terjadi dengan adanya interaksi antara siswa dengan Kahoot!sebagai gamifikasi dalam proses pembelajaran. Sebanyak 44 responden mahasiswa terlibat dalam studi ini yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling technique. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden mengganggap bahwa Kahoot!merupakan media yang penting dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran. Selain itu, interaksi antara responden dan Kahoot!itu sendiri ditentukan oleh faktor-faktor lainnya meliputi internet connection, psychological state, dan mastering subject and knowledge. Hasil interaksi itu secara psikologis menghasilkan berbagai macam emosi baik yang bersifat positif ataupun negative. Dengan demikian, Kahoot!termasuk ke dalam media pembelajaran dengan fiture game interaktif yang bisa digunakan dengan efektif dalam proses pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA PREZI DAN KAHOOT SERTA PEMBERIAN REWARD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI Siti Zoebaidha
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v8n2.p213--233

Abstract

Learning by implementing the conventional methods in which the teachers are considered as the learning central attention (teacher-centered learning) and books as the main learning sources is no longer relevant. Since the most students now become more familiar with the development of technology, the teachers are also required to adapt with the technology-based learning. This classroom action research (CAR) was conducted in three cycles (pre-cycle, cycle-1, and cycle-2). The stages and activities made in cycle-1 were similar with those made in cycle-2. The different was only related to development and completion made in cycle-2 due to the weaknesses found in cycle-1. This research aims at revealing the impact of Prezi & Kahoot media and reward’s giving utilized as the learning strategies on the improvement of learning achievements made by the XI Ak 3 students of SMKN-2 Madiun in the academic year of 2018/2019. It is concluded that the utilization of Prezi & Kahoot media and reward’s giving can improve the student’ cognitive learning achievements up to 84%. It means that these learning achievements are already above the Minimum Mastery Criteria (75%) set by the school. ABSTRAK: Pembelajaran menerapkan metode konvensional, guru sebagai pusat pembelajaran (teacher-centered learning), dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar dinilai sudah kurang relevan sekarang ini. Hal ini dikarenakan siswa sudah semakin akrab dengan perkembangan teknologi yang ada sehingga guru juga dituntut untuk dapat beradaptasi dan mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung 3 siklus (pra siklus, siklus-1, dan siklus-2). Tahapan dan kegiatan yang dilakukan pada siklus-1 adalah sama dengan yang dilakukan pada siklus-2. Perbedaannya terletak pada perbaikan dan penyempurnaan pada siklus-2 yang didasarkan atas kekurangan/kelemahan pada siklus-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media Prezi dan Kahoot serta pemberian reward sebagai sarana pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Ak 3 SMKN-2 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Simpulan penelitian adalah bahwa penggunaan media Prezi dan Kahoot serta pemberian reward dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sampai 84%. Capaian ini berarti berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 75%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8