Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Articles
203 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA
Eza Fitria, Nila
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.748 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i1.1157
Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the success of health services in a country. Maternal deaths occur for several reasons, including anemia The purpose of this research is to know the relationship of knowledge of pregnant women with Fe tablet with anemia occurrence in jorong Koto Malintang Puskesmas Agam District 2014. This research is cross sectional research design conducted in Jorong Koto Malintang Puskesmas Kamih Agam on 23 s / d 29 August 2014. The sample in this study pregnant women in Jorong Koto Malintang 30 people. Univariate analysis has been done descriptive and bivariate analysis using chi-square test. The results showed 30 respondents classified as less knowledgeable (36.7%) and more than half of pregnant women (63.3%) suffered from anemia. The result of bivariate analysis with trust level 0,05 indicates a significant relationship between the existence of Knowledge about Tablet Fe Pregnancy with Genesis Anemia where value p = 0,002 (p = <0,05). Can be concluded in this research there is a significant relationship between mothers knowledge about Fe tablet with anemia. It is expected to improve the knowledge of pregnant women about the importance of Fe tablets consumed by pregnant women during pregnancy to prevent anemiaAngka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate / MMR) merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu terjadi karena beberapa alasan, termasuk anemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan tablet Fe dengan kejadian anemia di jorong Koto Malintang Puskesmas Kabupaten Agam tahun 2014. Penelitian ini adalah rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan di Jorong Koto Malintang Puskesmas Kamih Agam pada 23 s/d 29Agustus 2014. Sampel dalam penelitian ini ibu hamil di Jorong Koto Malintang 30 orang. Analisis univariat telah dilakukan analisis deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasilnya menunjukkan 30 responden tergolong kurang berpengetahuan (36,7%) dan lebih dari setengah ibu hamil (63,3%) menderita anemia. Hasil analisis bivariat dengan tingkat kepercayaan 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara adanya Pengetahuan Tentang Tablet Fe Hamil dengan Anemia Genesis dimana nilai p = 0,002 (p = <0,05). Dapat disimpulkan dalam penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang tablet Fe dengan anemia. Diharapkandapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya tablet Fe dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan untuk mencegah anemia.Â
IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KOTA PEKANBARU
Sihotang, Hetty Maria;
Efendi, Jusuf S.;
Arya, Insi Farisa Desy
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.352 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i2.2674
Prevalence of risk behaviors in adolescents has increased and worrisome impact. The main purpose of this study is exploring implementation of adolescent sexual and reproductive health (ASRH) programs, differences of knowledge and attitudes ASRHâs which is given by peer educators, teachers and parents. This research is using mixed method with concurrent embedded strategy. Qualitative research is a case study approach through in-depth interviews from the three groups. Quantitative research is analytical approach to look at the differences in both adolescentsâ knowledge and attitude. Qualitative results found five themes ASRH Program which is the importance of ASRH, implementation process, inhibiting factors and support of ASRH programs and ASRH models development. Quantitative shows that there are differences in knowledge and attitudes about ASRH who have followed the reproductive health education program provided by the peer educators, teachers and parents with p<0.001. The group has a good knowledge and attitude which are the majority in the peer group. ASRH program requires publicâs promotion and dissemination to engage every element of society aware to raise the importance of ASRH education and their participation in the knowledge increase program such as ASHRâs attitudes and behavior to prevent teenagers wonât fall down to risky behavior.Prevalensi perilaku berisiko pada remaja semakin meningkat dan dampak yang ditimbulkannya semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap mengenai KRR yang diberikan oleh pendidik sebaya, guru dan orangtua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) dengan strategi concurrent embedded. Penelitian kualitatif dilakukan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam kepada tiga kelompok program KRR yaitu PIK-KRR, BKR dan guru. Penelitian kuantitatif dilakukan  pendekatan analitik untuk melihat perbedaan pengetahuan dan sikap remaja dengan membagikan kuesioner kepada remaja dari tiga kelompok program pendidikan KRR. Hasil penelitian kualitatif didapatkan lima tema mengenai pelaksanaan program pendidikan KRR yaitu alasan pentingnya KRR, proses pelaksanaan program, faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan pendidikan KRR dan pengembangan model pendidikan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian kuantitatif  terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap tentang KRR antara remaja yang telah mengikuti program pendidikan kesehatan reproduksi yang diberikan oleh pendidik sebaya, guru dan orangtua dengan nilai p< 0,001. Kelompok yang mempunyai pengetahuan dan sikap baik yaitu mayoritas pada kelompok teman sebaya. Diperlukan promosi dan sosialisasi mengenai program pendidikan KRR kepada masyarakat sehingga meningkatkan kesadaran setiap elemen masyarakat akan pentingnya pendidikan sehingga dapat mencegah remaja tidak jatuh dalam perilaku berisiko.
STRES KERJA, KEPUASAN KERJA DENGAN KUALITAS HIDUP PERAWAT ICU DI RS TIPE B
Hardani, Hardani
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.247 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v1i3.863
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stress kerja, kepuasan kerja dan karakteristik individu dengan kualitas hidup perawat ICU Rumah Sakit Umum Tipe B Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dari tanggal 12 Juni sampai 7 Juli 2015, Penelitian deskriptif ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan usia (p value = 0,04), status pernikahan (p value = 0,02), stress kerja (p value = 0,004) dan kepuasan kerja (0,04) dengan kualitas hidup Perawat. Namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p value = 1,00) dan tingkat pendidikan (p value = 0,9) dengan kualitas hidup perawat. Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah stress kerja. Stres kerja akan mempengaruhi kualitas hidup perawat yang bekerja diruangan ICU. The purpose of this study to determine the relationship of job stress, job satisfaction and individual characteristics with Nurseâs Quality of Life in Type B Hospital, West Sumatra. The study was conducted from June 12 to July 7, 2015, this descriptive study using cross sectional design with quantitative approach. The study concluded there is a relationship of age (p value = 0.04), marital status (p value = 0.02), job stress (p value = 0.004) and job satisfaction (0.04) with the quality of life of nurses. However, there was no correlation between gender (p value = 1.00) and the level of education (p value = 0.9) with the quality of life of nurses. The most dominant factor related to quality of life is stressful work. Work stress will affect the quality of life of nurses in ICU.
Evaluation Of Drugs Use With Who Prescribing Indicator In Kuta Primary Health
Satrya Dewi, Dewa Ayu Putu;
Arimbawa, Putu Eka;
Jaelani, Abdul Khodir
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.831 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i3.3492
The Government of Indonesia has a lot of intervention for rationalizing drug use of all levels of health services including Primary Health Care. One of the programs of rational use of drugs at Primary Health Care is monitoring and evaluation of drug use conducted by pharmacist. The purpose of this research was to evaluate the rationality of drug usein Kuta Primary Health Care that review from WHO prescribing indicators and knowing the difference percentage of rationality of drug use between Kuta Primary Health Care. This research used cross sectional design research conducted in Kuta Primary Health Care on October 2017. Data analyzed using descriptive analysis and Kruskall-Wallis test. The average number of drug prescribed per en counter was 2.9. The percentage of drugs prescribed by generic drugs was 85.91percent. The percentage prescribed of encounters in which an antibiotic on ARI non Pneumonia was 29.94 pecent and percentage prescribing antibiotic drugs in a non-specific diarrhea was 23.84 percent. The percentage prescribed of encounters injection was 0 percent. On the basic of the finding of this study the prescribed practices for polypharmacy, generic prescribing, and antibiotic shows deviation from the standard recommended by WHO and Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia. These finding suggested increase health workers knowledge through scientific meetings or Focus Group Disscution (FGD) that can support a rational use of drugs in the Primary Health Care. Pemerintah Indonesia telah banyak melakukan intervensi untuk merasionalkan penggunaan obat dari segala tingkat pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas. Salah satu program Penggunaan Obat Rasional (POR) di Puskesmas adalah monev penggunaan obat yang dilakukan oleh farmasis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi rasionalitas penggunaan obat di Puskesmas Kecamatan Kuta ditinjau dari indikator peresepan (% peresepan obat generik, % persentase antibiotik, % peresepan injeksi) dan mengetahui perbedaan persentase rasionalitas penggunaan obat antar Puskesmas Kecamatan Kuta. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada Puskesmas Kuta I, Kuta II, dan Kuta Utara pada bulan Oktober 2017. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Kruskall-Wallis. Analisis deskriptif dari tenaga kesehatan menunjukkan bahwa, profesi Apoteker masih langka di Puskesmas Kecamatan Kuta yaitu hanya ada di Puskesmas Kuta 1 per November 2018. Hasil penelitian tiap parameter pada Puskesmas Kecamatan Kuta tidak ada yang memenuhi target kriteria POR dari target Dirjen Binfar kecuali parameter peresepan injeksi. Rata-rata obat tiap pasien adalah 2,9, % peresepan obat generik adalah 85,91%, % peresepan obat antibiotik pada ISPA non Pneumonia adalah 29,94%, % peresepan obat antibiotik pada diare non spesifik adalah 23,84%, dan % peresepan injeksi adalah 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa Puskesmas Kecamatan Kuta masih mengalami masalah polifarmasi dan penggunaan antibiotik berlebihan. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan melalui pertemuan ilmiah atau Focus Group Disscution (FGD) yang dapat mendukung penggunaan obat yang rasional di Puskesmas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DAN TINGKAT RETARDASI MENTAL DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT
Merdekawati, Diah;
Dasuki, Dasuki
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.996 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v2i2.1963
Retardasi mental merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah (IQ<70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dan tingkat retardasi mental dengan kemampuan keluarga merawat anak retardasi mental.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sebanyak 40 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 50% responden memiliki pengetahuan rendah, 60% anak dengan tingkat retardasi mental rendah dan 55% kemampuan keluarga merawat anak kurang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan keluarga dan tingkat retardasi mental dengan kemampuan keluarga merawat anak retardasi mental. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya mengevaluasi kembali perkembangan anak dan memberikan informasi tentang merawat anak retardasi mental. Mental retardation is a condition characterized by a low intelligence (IQ <70) that cause the inability of the individual to learn and adapt to public demand for capabilities that are considered normal. The aims of this research to know relations family knowledge and the level of mental retardation with the familys ability to care for mentally retarded children. This study was a quantitative using cross sectional method. There were 40 respondents participated in this research. Data were collected through administering questionnaire with total sampling technique. Then, data were analysed through univariate and bivariate. The result of univariate statistic test revealed that as much as 50% respondents had low knowledge, 60% respondents with a lower level of mental retardation and 55% respondents the ability of poor families caring for children. Based on bivariate analysis showed that there was a relationship between family knowledge and the level of mental retardation with the familys ability to care for mentally retarded children. This riset showed that need to re-evaluate child development and provides information about caring for mentally retarded children.
EFEKTIFITAS KONSUMSI RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA
Rahmi, Rifa
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.051 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i1.2616
Hb is a red pigmented protein present in red blood cells. Increase Hb can by use Seaweed, because seaweed has a content such as iron, minerals, vitamin B complex, protein and others. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of seaweed consumption to increase Hb levels in pregnant women. This research is Quasy Experimental research with one group pretest-posttest design with 30 maternity respondents with anemic in Lirik Community Health Centre, where the sample is taken by Purposive Sampling. Hb Pregnant women before given seaweed that the majority of respondents have Hb 8.9 gr / dl, the lowest Hb is 7 gr / dl and the highest 9.8 gr/dl. While pregnant Hb after giving the grass the majority of its Hb is 10 gr / dl, Â the highest Hb is 12.7 gr / dl and the lowest 7 gr/dl. The results showed p value <0.0001 (p <0.05) with mean change before intervention 8.94 gr / dl to 10.72 g / dl after intervention. So that seaweed is very effective in increasing Hb levels in anemic pregnant women. This suggested to pregnant women to seek their own information about the content of seaweed and also process management seaweed. This research hopefully can provide information as the development of science about the benefits of seaweed to increase Hb levels of anemic pregnant women.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN DARAH PEKERJA DI PLTD/G
Harahap, Putri Sahara;
Marisdayana, Rara;
Zamiati, Zumira
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (33.409 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v1i3.487
Banyak penyakit yang menimpa pekerja berkaitan dengan pekerjaan dan kondisi tempat kerja yang tidak aman, Salah satunya adalah kebisingan. Kebisingan adalah suara atau bunyi yang tidak dikehendaki, maka dari itu kebisingan akan menyebabkan gangguan bagi siapa saja yang bekerja pada lingkungan kerja yang bising tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada pekerja di PLTD/G Payo Selincah kota Jambi tahun 2016. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua pekerja di PLTD/G Payo Selincah kota Jambi yaitu 48 orang. Cara pengambilan sampel dengan mengguankan metode total sampling. Pengumpulan data dengan cara mengambil data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), lama pajanan denagn tekanan dan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,020 (p<0,05), masa kerja dan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel intensitas kebisingan, lama pajanan dan masa kerja memiliki hubungan dengan tekanan darah.Many diseases that afflict workers with regard to employment and working conditions are not safe, One is noise. Noise is sound or noise that is not desired, and therefore the noise will cause disruption for anyone who works on the noisy work environment. The purpose of this study was to determine the factors associated with blood pressure in workers in diesel / G Payo Selincah Jambi city in 2016. This type of research was an observational with cross sectional approach. Samples are all workers in the diesel / G Payo Selincah Jambi city is 48 people. How sampling mengguankan total sampling method. The collection of data by taking the primary data and secondary data. Analyzed using univariate and bivariate results showed no significant correlation between the intensity of noise with a p-value = 0.000 (p <0.05), duration of exposure denagn pressure and blood pressure with a p-value = 0.020 (p < 0.05), tenure and blood pressure with a p-value = 0.000 (p <0.05). The study concluded that the variable intensity of noise, long exposure and a working relationship with blood pressure.
Hubungan Perilaku Komsumsi Jajanan Pada Pedagang Kaki Lima Dengan Kejadian Diare
Dyna, Fitri;
Putri, Veni Dayu;
Indrawati, Dwi
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.342 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v3i3.3097
School age is the children in the age range 6-12 years. School age children need adequate food in quantity and quality in order to have a good nutritional status. School age children generally spend a quarter of their time in schools, and with the large number of child activities tend to forget the meal times. Children who are not habitual breakfast at home and parents habits give allowance to children is the factor precipitating the emergence of unhealthy street snack behavior in schools. Children often buy snack and choose the kind of haphazard with the low quality of food service and food ingredients. The result of consuming unhealthy foods will cause diarrhea due to interference on digestive’s children. The goal of this research is to know the relation of consumption street snack behavior with diarrhea in children of school age. This is a quantitative research which is used correlation design. This research was conducted in SD Negeri 141 Pekanbaru with 71 children as respondents. The result of this research obtained that school age who behave street snack is about 53 respondents (74.6%) and 28 respondents (39.4%) get effect of diarrhea. The chi square test results obtained the P Value 0.01, this means that there is a relationship of consumption street snack behavior with diarrhea. It’s expected to school authority to observe and monitor the street snack that commercial at school’s surroundings. Anak usia sekolah merupakan anak yang berada pada rentang usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas agar memiliki status gizi yang baik. Anak usia sekolah umumnya menghabiskan seperempat waktunya disekolah, dengan banyaknya aktivitas anak cenderung melupakan waktu makan. Kebiasaan anak yang tidak sarapan dirumah ditambah dengan kebiasan orang tua memberikan uang jajan kepada anak merupakan faktor pencetus munculnya perilaku jajan tidak sehat disekolah. Anak sering membeli jajan sembarangan dan memilih jenis makanan yang menarik dengan kualitas jajanan yang rendah serta bahan makanan yang kurang baik.Akibat dari mengkomsumsi makanan yang tidak sehat akan menimbulkan gangguan pada pencernaan anak yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku komsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain korelasi. Penelitian dilakukan di SD Negeri 141 Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 71 responden . Hasil penelitian didapatkan bahwa anak usia sekolah yang berperilaku jajan makanan terbuka 53 responden (74,6%), dan yang mengalami diare sebanyak 28 responden (39,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai P Value 0,01 artinya terdapat hubungan perilaku komsumsi jajanan pada pedagang kaki lima dengan kejadian diare. Diharapkan pihak sekolah untuk mengawasi aneka jajanan yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN PENGARUH SUMBER INFORMASI DAN DUKUNGAN KELUARGA IBU POST PARTUM TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BBL
Syamlingga Putri, Anjeli Ratih;
Putri, Monifa;
Rahayu, Restianingsih Putri
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.261 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v2i1.1700
Colostrum contains antibodies that have an impact on improving the babys body resistance so that any infections that enter the gastrointestinal tract can be addressed properly. This study aims to determine the effect of resources and family support post partum mothers against giving colostrum to the newborn in hospitals Indrasari Indragiri Hulu. This research is an analytic with cross sectional approach. Data were collected prospectively (January-February 2016. The population in this study is the mother post partum Hospital Indrasari Rengat. Sampling by using total sampling with total sample of 94 people. The data analysis using the univariate and bivariate test. The results obtained the relationship between family support (pvalue = 0.04; OR: 0.379) and resources (pvalue = 0.037; OR: 0.388) on the provision of colostrum so that resources and family support mempengarhi post partum mothers to give colostrum to the newborn Kolostrum mengandung antibody yang membawa dampak pada peningkatan daya tahan tubuh bayi sehingga setiap infeksi yang masuk ke dalam saluran cerna dapat diatasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sumber Informasi (SI) dan Dukungan Keluarga (DK) ibu post partum terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir (BBL) di RSUD Indrasari Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif (Januari-Febuari 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum di Rumah Sakit Indrasari Rengat. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 94 orang. Analisis data menggunkan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penelitian diperoleh mayoritas keluarga mendukung ibu post partum memberikan kolostrum pada bayinya dan mayoritas ibu post partum tidak mendapat sumber informasi terkait pemberian kolostrum pada bayi. Adanya hubungan antara dukungan keluarga (Pvalue = 0,04; OR: 0,379) dan sumber informasi (Pvalue = 0,037; OR:0,388) terhadap pemberian kolostrum sehingga sumber informasi dan dukungan keluarga mempengarhi ibu post partum untuk memberikan kolostrum pada bayi baru lahir
TEKNIK PENCUCIAN ALAT MAKAN, PERSONAL HYGIENE TERHADAP KONTAMINASI BAKTERI PADA ALAT MAKAN
Marisdayana, Rara;
Harahap, Putri Sahara;
Yosefin, Hesty
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.207 KB)
|
DOI: 10.22216/jen.v2i3.2052
The food is a important thing in the human life, because the food have fungtion give the power or energy in body, build the new body tissues. Opportunity happenstance of food contamination can happen at every preparation food step. The human factor or food processor has a big important influence in food preparation because the food processor can displace bacterio of E.coli to food and than the instruments as plate is the one of the important factor that can motivate spreading if deases.This research was the quantitative with cross sectional design, that purpose to know relationship between personal hygiene and technique of washing plate toward contamination of bacteria on the plate that use by the food stall at Traditional Market of Angso Duo Jambi City. The technique of take sample with quota sampling as many as 30 food stalls and datum was tested by chi-sqaure test. The results of the analysis found no relationship between washing techniques and personal hygiene to the number of germs in the cutlery used by food vendors Angso Duo Market Jambi City with a value of 1,000 pp.