cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI WISMA CINTA KASIH Sari, Dian; Leonard, Devid
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.581 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2433

Abstract

Kualitas tidur buruk menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan sering mengantuk pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain preekperimental menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji T-test dependent. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling 30 responden sebagai kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di Wisma Cinta Kasih Padang. Hasil penelitian didapatkan seluruh lansia (100%) mengalami kualitas tidur yang buruk sebelum diberikan aromaterapi lavender dan hanya 40% yang mengalami kualitas tidur buruk sesudah diberikan aroma terapi lavender. Uji statistik didapatkan nilai p= 0,000, dimana terdapat pengaruh terapi lavender terhadap kualitas tidur lansia di Wisma Cinta Kasih Padang. Aroma terapi lavender dpat meningkatkan kualitas tidur lansia. Petugas Wisma Cinta Kasih Padang agar dapat memberikan terapi lavender setiap 2 kali/ minggu saat menjelang tidur sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur lansia. Bad sleep quality causes fatigue, difficulty concentrating, and often drowsiness in the elderly. The purpose of this study was to determine the effect of aroma of lavender therapy on the quality of elderly sleep at Wisma Cinta Kasih Padang. This type of research is quantitative with pre-experimental design using One Group Pretest-Posttest Design design using T-test dependent test. Sampling technique in this research use purposive sampling 30 responden as intervention group. The research to do in Wisma Cinta Kasih Padang. The results of the study found that all elderly (100%) had poor sleep quality before lavender aromatherapy and only 40% experienced poor sleep quality after lavender therapy. The statistical test obtained p value = 0.000, where there is influence of lavender therapy to sleep quality of elderly in Wisma Cinta Kasih Padang. The smell of lavender therapy can improve the quality of elderly sleep. Officer Wisma Cinta Kasih Padang in order to provide lavender therapy every 2 times / week at bedtime so as to improve the quality of elderly sleep.
FAKTOR RISIKO UTAMA MATERNAL PENYEBAB ABORTUS DI PUSKESMAS KECAMATAN IV KOTO KABUPATEN AGAM Putri, Lydia Mardison
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.652 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.3144

Abstract

The purpose of this study to determine the main factors abortion in area of Agam Regency with 119 pregnant mothers in 2016 by using cross sectional approach and logistic binary regression test analysis. The results found that 14.3% of mothers encountered abortion. There were six variables that had significant relationship to major risk factors; mother’s education level (OR 6.161), mother’s occupation (OR 8,000), family economic status (OR 0.138), mother’s psychology (OR 5,497), husband’s role (OR 0, 95) and Ante Natal Care (ANC) quality (OR 10,714). Meanwhile mother’s age and parity were considered insignificant. The result of logistic regression test found that ANC quality p = 0,021, 95% CI, Exp B 6.871 was the major risk factor of abortion and the confounding factors were mother’s education level, family economic status and husband role due to change of OR> 10% in Agam regency in 2016. Concultion is the implementation quality of ANC can decrease abortion. Researcher expects that the Head of Health Department  do coaching health workers to improve the quality of integrated ANC.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor utama abortus di wilayah kabupaten Agam kepada 119  ibu hamil tahun 2016 dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan analisis uji regresi logistic binary. Hasil penelitian ditemukan 14,3% ibu mengalami abortus, variabel tingkat pendidikan ibu (OR 6.161), pekerjaan ibu (OR 8.000), status ekonomi keluarga ibu (OR 0.138), kondisi psikologis ibu (OR 5,497), peran suami (OR 0,95) dan kualitas Ante Natal Care (ANC) (OR 10,714)terdapat hubungan yang bermakna sebagai faktor risiko abortus. Dan variabelusia ibu, paritas tidak menjadi faktor risiko penyebab abortus. Hasil uji regersi logistic ditemukan kualitas ANC p=0,021, CI 95%, Exp B 6.871 adalah faktor risiko utama abortus dan variabel tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluarga dan peran suami menjadi faktor confounding karena perubahan OR> 10% di Kecamatan IV Koto tahun 2016. Kesimpulan  pelaksanaan ANC berkualitas dapat menurunkan kejadian abortus, Harapan peneliti kepada dinas kesehatan untuk melakukan pembinaan sumber daya kesehatan untuk meningkatkankan kualitas ANC terpadu.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN ANEMIA PADA PEKERJA WANITA DI PT. INDAH KIAT PULP AND PAPER (IKPP) Tbk. PERAWANG Fitri, Lidia
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.176 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i3.1579

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin (Hb) darah lebih rendah dari nilai normal kelompok yang bersangkutan. Secara global 1,62 miliar orang mengalami anemia dimana prevalensi terbanyak berada pada wanita usia produktif sebesar 30,2%. Riskesdas 2013 memperlihatkan 21,7% orang mengalami anemia dengan proporsi 23,9% pada perempuan. Survei yang dilakukan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper tahun 2016 didapatkan 52 orang (87%) yang terkena anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dengan anemia pada pekerja wanita di PT. IKPP Tbk. Perawang. Jenis penelitian adalah analisa kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 698 orang, sampel 60 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh pekerja wanita mengalami anemia sebanyak 51 orang (85%) dan memiliki pola makan kurang sebanyak 31 orang (51,7%). Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan anemia pada pekerja wanita di PT. IKPP Tbk. Perawang. Dari uji statistic Chi Square diperoleh nilai p value 0.011 artinya  p<0,05 maka Ha diterima. Anemia is a condition where the level of hemoglobin (Hb) in the blood is lower than group normal value to the person concerned. In globally 1,62 billion people are anemic which is most prevalent in women of reproductive age by 30,2%. Result of Riskesdas 2013 showed 21,7% of people experiencing anemia with the proportion of  23,9% for women. Survey who conducted in the PT. Indah Kiat Pulp and Paper 2016 found consists of 52 people (87%) which anemic. The aim of this research to find-out the correlation between feeding pattern with anemia on worker women in PT. IKPP Tbk. Perawang 2016.  This study was a quantitative analysis study used cross sectional strategy. Population of this research consists of 698 people, sample consists of 60 people by purposive sampling technique. Analysis of the data in this study using univariat and bivariate analysis. The result were obtained majority of Woman’s Worker are anemic as many as 51 people (85%) and less feeding pattern consists of 31 people (51,7%). There was a significant association between feeding pattern and Anemia in PT. IKPP Tbk. Perawang. From the statistical test Chi Square was obtained  p-value 0.011, the Ha accepted.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RAWAT INAP RS PMC Iqbal, Muhammad; Agritubella, Syafrisar Meri
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.624 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.1355

Abstract

Organizational culture is characteristic of the organization. It is associated with good or poor performance of nurses. Setbacks performance of nurses will have an impact on services provided. The aim of this research is to give a description the relationship between organizational culture with work of nurse performance in patients ward in PMC Hospital. The design of this research was descriptif correlational with cross sectional method to 49 subject of nurse with total sampling with inclusion criteria. The result of the study showed 69,4 % organizational culture is low and 71,4% nurse performance is low. The conclution of the study showed that their was significant relationship between organizational culture with nurse performance. The dominant variable that correlated with nurse performance were responsibility.
KENYAMANAN DAN KEPUASAN PASIEN DALAM PROSES INTERAKSI PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD PETALA BUMI Agritubella, Syafrisar Meri
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.583 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2040

Abstract

The quality of service nursing influenced by satisfaction and comfort patients .2 of 6 indicators of quality is a cause of patients home force and did not choose the hospital treatment same time of need .This study aims to analyze comfort and satisfaction patients in the interaction nursing service hospital the 2016 petala year .The research is description analytic with samples were 123 patients who were hospitalized in installation .The analysis shows that the patients are in the elderly early ( 25,2 % ) , patients of the female sex ( 57,7 % ) , the senior secondary school / equivalent ( 68,3 % ) , of employment civil servants ( 43,9 % ) , the treatment to 1 - 2 ( 95,1 % ) , the third grade care ( 51,2 % ) , the majority of haripe 1-3 day care ( 73,2 % ) , payment methods patients in installation patient is bpjs ( 63,4 % ) , mostly located in a room a floor III ( 41,5 % ) , berda in the comfortable ( 52,03 % ) and most patients are in the satisfied ( 72,36 %). In the process interaction service nursing .Expected management hospitals can make the most of communication nurse through seminar activities and training related communication effective in interpersonal raising comfort and satisfaction patients Rendahnya mutu pelayanan keperawatan dipengaruhi oleh kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang bermutu menjadi alasan pasien untuk menggunakan pelayanan kembali. Pelayanan dikatakan bermutu apabila pasien merasa nyaman dan menimbulkan kepuasan serta melebihi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kenyamanan dan kepuasan pasien dalam  proses interaksi  pelayanan keperawatan di RSUD Petala Bumi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan sampel berjumlah 123 pasien yang berada di Instalasi rawat inap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien berada pada kelompok Lansia awal (25,2 %),  pasien jenis kelamin perempuan (57,7%), tingkat pendidikan SLTA / Sederajat  (68,3%),  Jenis Pekerjaan PNS(43,9 %),  kelompok rawatan ke 1 – 2 (95,1%), kelompok perawatan Kelas III (51,2%),  mayoritas hari rawatan 1-3 hari  (73,2%), Cara Pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap adalah BPJS (63,4%), sebagian besar berada di ruang Lantai III (41,5%), berda pada kategori Nyaman (52,03%) dan sebagian besar pasien berada pada kategori puas (72,36%) dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Diharapkan manajemen rumah sakit dapat mengoptimalkan kemampuan komunikasi perawat melalui kegiatan seminar dan pelatihan terkait komunikasi yang efektif secara interpersonal sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien
PERBAIKAN FASILITAS KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL Mindayani, Sri
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.125 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.1715

Abstract

Hand embroidery worker is one of the forms of informal sectors in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat which has not yet applied an ergonomic working facilities in its daily activity. There were 84% worker who complain of pain during work.The purpose of this experimental study with pretest-posttest with control group design was to analyze the influence of intervention of working facilities work posture to reduce musculoskeletal disorder in the hand embroidery workers in Nagari Koto Gadang, Sumatera Barat. The populations of this study was 36 embroidery workers and 26 of them were selected to be samples for this study. The technique of sampling was total sampling, where there were 10 respondents who do not meet the criteria of inclusion.The result of this research, before the working facility intervention, their work posture was on the high and medium levels. After working facility intervention, their work posture was improved to small level. The result of Wilcoxon test showed there were difference musculoskeletal disorder working (p=0.01)in the experiment group before and after working facility intervention. The hand embroidery workers are suggested to use the working facilities which have been ergonomically design, to do some relaxation when they are working, it’s needed to make an adjustable work (pamedangan) and using a lumbar brace to minimize the musculoskeletal disorder. Perajin sulaman tangan merupakan salah satu bentuk usaha sektor informal di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat yang belum menerapkan fasilitas kerja(pamedangan) yang ergonomis dalam bekerja.Terdapat 84% perajin yang mengeluh sakit pinggang selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbaikan fasilitas kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pada perajin sulamantangan di Nagari Koto Gadang Sumatera Barat. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 36 orang dengan jumlah sampel sebanyak 26 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, dimana terdapat 10 orang responden yang tidak memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan bentuk rancangan Pretest – Postestwith Control Group. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sikap kerja sebelum intervensi fasilitaskerja berada pada level tindakan tinggi dan sedang. Sesudah intervensi fasilitas kerja,terjadi perbaikan sikap kerja menjadi level tindakan menjadi kecil. Hasil ujiWilcoxon menunjukkan adanya pengaruh perbedaan keluhanmuskuloskeletal pada saat bekerja (p=0,01)pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah intervensi fasilitas kerja.  Perajin sulaman tangan disarankan agar dapat menggunakan fasilitas kerjayang telah didesain secara ergonomis, melakukan relaksasi selama bekerja, perlunyamembuat meja kerja (pamedangan) yang adjustable dan penahan lumbar agar dapatmengurangi keluhan muskoloskeletal.
POLA PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA GIZI BURUK DI KELURAHAN RUMBAI BUKIT KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU Afritayeni, Afritayeni
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.624 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i1.1598

Abstract

Balita gizi buruk merupakan anak yang berusia di bawah lima tahun yang status gizinya berada di bawah garis ambang batas (<-3 SD). Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki prevalensi gizi buruk-kurang di atas angka prevalensi nasional. Data dari dinas kesehatan kota Pekanbaru tahun 2013 ditemukan 8 kasus bayi mengalami gizi buruk di daerah pinggiran kota yang salah satunya adalah daerah Rumbai. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan di Kelurahan Rumbai Bukit ditemukan 3 balita yang mengalami gizi buruk. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pola pemberian makan pada balita gizi buruk di Kelurahan Rumbai Bukit Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain naratif yang dilaksanakan mulai dari bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan Maret 2015. Subjek dalam penelitian ini adalah balita yang mengalami gizi buruk yang berjumlah tiga orang dan informan dalam penelitian ini adalah ibu dari balita yang mengalami gizi buruk. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan uji keabsahan data dilakukan triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan pola pemberian makan pada balita yang mengalami gizi buruk tidak baik, yang dikarenakan kurangnya ketersediaan makanan, balita yang menolak makan pada saat diberikan makan, balita yang suka memilih makanan tertentu untuk dimakan, kurangnya peran suami, buruk pemberian pola asuh dan riwayat pemberian makan melalui ASI yang tidak baik.Toddlers under five years of Balita (below five year-old children) with malnutrition is a child whose nutrition status is under the threshold (<-3 SD). The data from Pekanbaru District of Health in 2013 revealed that there were eight cases of malnutrition in the suburban area and one of them was Rumbai. Based on the preliminary survey conducted at Kelurahan Rumbai Bukit, it was found that there were three balita who underwent malnutrition. The objective of the research is to analyze feeding pattern in malnutrition balita at Kelurahan Rumbai Bukit in 2015. The research used quantitative method with case study design. It was conducted from August, 2014 until March, 2015. The subject of the research was three balita with malnutrition, and the informants were women who had balita with malnutrition. The data were gathered by conducting in-depth interviews and analyzed by using data triangulation. From the result of this research it can be concluded that feeding pattern in balita with malnutrition due to lack of food. The feeding pattern to lack of food because  refusal of balita which they were fed, food preference by balita, lack of husbands’ role, bad caring pattern, and history of bad breastfeeding with ASI (breast milk).
Perbedaan Kadar Brain Derived Neurotropic Factor Neonatus Dari Ibu Hamil Normal Dan Anemia Defisiensi Besi Mardiah, Ainal; Amir, Arni; Friadi, Andi; Nasrul, Ellyza
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3706

Abstract

Iron deficiency anemia is anemia caused by iron deficiency in the blood. Maternal iron deficiency affects the low iron reserves in neonates and it also influences on Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF)  which affects cognitive function. The purpose of this study was to determine the difference mean of BDNF in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency. The design of this research was Cross Sectional design. This research was conducted in Community Health Center of Lubuk  Buaya, Ambacang Community Health Center, Community Health Center of Ikur Koto Health Center and Biomedical Laboratory of Andalas University on February 2017 to April 2018. There were 42 pregnant women was selected as sample e of this research. The samples were chosen by Consecutive Sampling. Then, the sample is divided into two groups: normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency anemia. BDNF are examined by the ELISA. Next, the data were analyzed by using T test. The levels of BDNF neonates in normal pregnant group was 3.65(ng/ml) and the anemia pregnant group was 1.74(ng/ml) (p <0.05). There was significant difference of BDNF levels in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency anemia. The conclusion of this study is there is a difference of average BDNF in neonates from normal pregnant women and pregnant women with iron deficiency. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam darah. Defisiensi besi  maternal berdampak pada rendahnya cadangan besi pada neonatus dan berdampak terhadap ekspresi Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) yang berpengaruh pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya, Puskesmas Ambacang, Puskesmas Ikur Koto dan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas pada bulan Februari 2017 – Juli 2018. Sampel Penelitian adalah ibu hamil sebanyak 42 orang yang dipilih secara Consecutive Sampling, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu hamil normal dan ibu hamil anemia defisiensi besi. BDNF diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisa menggunakan uji T test. Kadar BDNF neonatus pada ibu kelompok normal adalah 3,65(ng/ml) dan kelompok ibu anemia adalah 1,74(ng/ml) (p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna kadar BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu anemia defisiensi besi.
PANGAN INDEKS GLIKEMIK TINGGI DAN GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Astuti, Ani; Maulani, Maulani
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.672 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i2.1956

Abstract

Kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus (DM) dapat dikendalikan melalui pengelolaan pilar DM, salah satunya adalah pengaturan konsumsi makanan Indeks Glikemik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi pangan indeks glikemik tinggi dengan kadar gula darah pasien DM Tipe II di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Jambi Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 Mei s/d 30 Juni 2016, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel 90 orang. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner, data yang telah terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square test). Sebanyak 43 (67,2%) responden dengan kadar gula darah tinggi dan sebanyak 21 (32,8%) kadar gula darah normal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan konsumsi pangan Indeks Glikemik (IG) tinggi dengan kategori sering yaitu 42 (65,5%). Analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi pangan IG tinggi dengan kadar gula darah pasien DM tipe II (p=0,016). Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan kegiatan konseling dan penyuluhan kepada pasien atau keluarga pasien tentang pengendalian kadar glukosa darah melalui pengaturan konsumsi pangan IG tinggi. Blood glucose levels in patients with Diabetes Mellitus (DM) can be controlled through the management of DM pillars, one of which is sett  a high Glycemic Index food consumption. This study aims to determine the relationship of food consumption habits of a high glycemic index blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type II health center IV Sipin Simpang Jambi City Jambi year 2015. This study is a quantitative research with cross sectional design. The research was conducted on May 16 s / d June 30, 2016, with  accidental sampling technique and  sample size of 90 people. Data were collected by interview using a questionnaire, collected data was analyzed using univariate and bivariate (chi-square test). A total of 43 (67.2%)s of respondents with high blood sugared levels and 21 (32.8%) normal blood sugar levels. Most respondents had food consumption habits of the Glycemic Index (GI) is high with frequent category is 42 (65.5%). Chi-square analysis showed that there is a significant correlation between high GI food consumption habits of blood sugar levels of type II DM patients (p = 0.016). Expect health centers could increase counseling and education to the patient or the patients family regarding the control of blood glucose levels through setting high GI food consumption.
ANALISIS PENGOLAHAN SAMPAH REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE (3R) PADA MASYARAKAT DI KOTA PAYAKUMBUH Ediana, Dina; Fatma, Fitria; Yuniliza, Yuniliza
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.072 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.2771

Abstract

The problem of urban garbage has become a problem of the City Government. Based on the Periodic Report of 2014, the volume of garbage transported in Payakumbuh is 193-206 m3 per day or 5,750-5,833 m3 per month, and increased by 235-261 m3 per day or 6,210-6840 m3 per month in 2015. Payakumbuh Government issued Local Regulation Number 4 Year 2014 on garbage management, referring to the Law of the Republic of Indonesia number 18 of 2008. Regional Regulation contains about garbage management by using 3 R method (Reduce, Reuse, Recycle). Implementation of 3 R method involving community participation as garbage producer. The purposeof this research was to analyze community behavior of garbage processing 3R in Payakumbuh. Quantitative method was used in this research, is descriptive analytics with cross sectional design. Results and discussion, univariate analysis known to the respondents who work as much as 54 (56.2%), high knowledge of respondents more 71 (73%), more positive respondents 52 (54.17%), respondents who do processing garbage 3R higher 52 (54,17%). The result of bivariate analysis is known that there is relationship of attitude (p = 0,028) to 3R garbage processing. There is no relationship of job status (p = 0,122), knowledge (p = 0,36) to 3R garbage treatment. The existence of attitude relation on 3R garbage processing. It is hoped empowerment program will be improved, so that the community will be participate on 3 R garbage processing. (Reduse, Reuse, Recycle). Masalah persampahan perkotaan sudah menjadi masalah Pemerintah Kota. Berdasarkan Laporan Periodik perbulan tahun 2014, volume sampah diangkut di Kota Payakumbuh sebesar 193-206 m3 perhari atau 5.750-5.833 m3 perbulan, dan meningkat sebesar 235-261 m3 perhari atau 6.210-6840 m3 perbulan pada tahun 2015. Pemerintah Payakumbuh menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang  pengelolaan sampah, mengacu  pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2008. Peraturan Daerah berisi tentang  pengelolaan sampah  masyarakat dengan menggunakan  metode 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Penerapan metode 3 R yang melibatkan peran serta masyarakat sebagai produsen sampah. Tujuan untuk menganalisis perilaku pengolahan sampah 3R Masyarakat di Kota Payakumbuh.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Hasil dan pembahasan, analisis univariat diketahui responden yang bekerja sebanyak 54  (56,2 %), tingkat pengetahuan responden yang tinggi lebih banyak 71 (73%), sikap responden yang positif lebih banyak 52 (54,17%), responden yang melakukan pengolahan sampah 3R lebih  tinggi 52 (54,17%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan sikap (p=0,028) terhadap pegolahan sampah 3R. Tidak ada hubungan status pekerjaan (p=0,122), pengetahuan (p=0,36) terhadap pengolahan sampah 3R.  Adanya hubungan sikap terhadap pengolahan sampah 3R.Diharapkan program pemberdayaan lebih ditingkatkan, agar  terbina kelompok masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah 3 R.(Reduse, Reuse, Recycle).

Page 4 of 21 | Total Record : 203