cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI TAHUN 2017 Hidayah, Nurul; Sihotang, Hetty Maria; Lestari, Wanda
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.857 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2820

Abstract

Immunization aims to provide immunity to the childs body. However, nearly a quarter of the 130 million babies born each year are not immunized. The coverage of complete basic immunization (IDL) in Indonesia in 2016 has not reached the target. The government is targeting 91.5percent of IDL coverage, but until the end of the year only 82.1 percent achieved. There are several factors that cause the mother not to immunize the baby, namely;Limited moms time, information and lack of family support and vaccine composition. This study aims to determine the factor associated with the provision of complete basic immunization in Posyandu Working Area Umban Sari Pekanbaru. Community Health Center Year 2017. This research type is quantitative crosssectional design. Sampling techniques using accidental Sampling, the population in this study is 1001 people and the sample is 91 people. Data collection using primary data by questionnaire. The analysis used is univariate and bivariate with chi square test. The result of the research shows limitations (Pvalue = 0,001), family support (Pvalue = 0,010), information (Pvalue =0,001), vaccine composition (Pvalue = 0,000). These results indicate that there is a relationship of limitations, family support, information and vaccine composition with complete basic immunization of infantsImunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh anak. Tetapi hampir seperempat dari 130 juta bayi yang lahir tiap tahun tidak diimunisasi. Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Indonesia tahun 2016 belum mencapai target. Pemerintah menargetkan cakupan IDL sebesar 91,5 persen, namun hingga akhir tahun hanya 82,1 persen yang berhasil tercapai. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan imunisasi pada bayinya, yaitu; keterbatasan waktu ibu, informasi, dukungan keluarga yang kurang serta komposisi vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekanbaru Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 1001 orang dan sampel berjumlah 91 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh keterbatasan waktu (Pvalue =0,001), dukungan keluarga (Pvalue=0,010), Informasi (Pvalue=0,001), komposisi vaksin (Pvalue=0,000). Hasil ini menunjukkan ada hubungan keterbatasan waktu, dukungan keluarga, informasi dan komposisi vaksin terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi.
COMPARATION OF EFFECTIVENESS OF NORMAL SALINE AND 10% POVIDONE IODINE IN PERIURETHRAL CLEANING Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Endurance Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.351 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i1.380

Abstract

Saat ini kejadian infeksi saluran kemih pada pasien yang dipasang kateter urin menetap berkisar antara 10-80%. Mereka berisiko terkena permasalahan lain yang dapat menimbulkan kematian. Diperlukan tindakan tepat untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih dengan melakukan pembersihan area periuretra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas penggunaan NaCl 0,9% dan povidone iodine 10% untuk pembersihan area periuretra dalam menurunkan risiko infeksi saluran kemih. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimen dengan populasi pasien yang dilakukan kateter urin menetap di salah satu rumah sakit di Jawa Barat. Sampel diperoleh berdasarkan consecutive dan alokasi subjek secara random yang dibagi ke dalam 2 kelompok, masing-masing 17 responden. Kelompok perlakuan diberikan tindakan pembersihan area periuretra dengan NaCl 0,9% dan kelompok kontrol dengan povidone iodine 10%. Penilaian risiko infeksi saluran kemih dilakukan dengan uji dipstik leukosit esterase pada 8 jam setelah pemasangan. Hasil penelitian ini menunjukan kejadian risiko infeksi saluran kemih pada kelompok yang menggunakan NaCl 0,9% lebih kecil dibanding dengan povidone iodine 10% dengan perbandingan 1:1,3. Number need to treat pada penelitian ini adalah 6, sehingga NaCl 0,9% lebih efektif dalam menurunkan risiko infeksi saluran kemih.Currently, urinary tract infection incidence in patients with indwelling urinary catheter ranges between 10-80%. They are at risk for other problems that can cause death. Appropriate action is required to decrease urinary tract infection risk by periurethral area cleaning. The aim of this study is to analyze the differences of the effectiveness of the use of normal saline and 10% povidone iodine for periurethral area cleaning in decreasing urinary tract infection risk. Research methods uses experimental design with the population of patients who used indwelling urinary catheter. Samples were obtained by consecutive and allocation by randomization which were divided into 2 groups, each group were 17 respondents. In the treatment group, periurethral area was cleaned with normal saline and in the control group with 10% povidone iodine. Urinary tract infection risk assessment was carried out by the leukocyte esterase dipstick test at 8 hours after insertion. The results indicate that the incidence of urinary tract infections risk in the group using normal saline smaller than 10% povidone iodine  with a comparison of 1:1.3. Number need to treat in this study was 6. The conclusion of this study is normal saline is more effective in reducing urinary tract infection risk.
Hubungan Pengetahuan Wanita Terhadap Pemeriksaan Papsmear Di Wilayah Puskesmas Garuda Kota Pekanbaru Heryani, Reni
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.886 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3451

Abstract

The incidence of cervical cancer incidence is highest compared to other types of cancer based on data from the Cancer Registration Agency of Indonesian Pathologist Association (IAPI), cervical cancer ranked first (17.2 %), followed by breast cancer (12.2 %). Not yet known exactly what causes of uterine cevical cancer, allegedly due to a virus that is called human papiloma virus (HPV). The purpose of this relationship of women knowledge of pap smear exaination in the work area of puskesmas Garuda Pekanbaru. The type of research used is analytical design with cross sectional design. The population of this research is women aged 30-34 years totaling 66 people using total sampling. From the data can be obtained that the respondents have less knowledge about the implementation of pap smear examination that is equal to 50.9 %. The result of research with statistic chi square showed that there was a significant correlation between mother knowledge about pap smear with pap smear examination, where p < 0,05 (p = 0,000). As for that can be submitted to health officer more increase again give information and counseling about pap smear to mothers to increase mother konowledge about importance of pap smear for women reproduction health. Insidens kejadian kanker leher rahim paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya. Berdasarkan data dari Badan Registrasi Kanker Ikatan Dokter Ahli Patologi Indonesia (IAPI), kanker leher rahim menduduki peringkat pertama (17,2%), diikuti kanker payudara (12,2%). Belum diketahui dengan pasti apa penyebab  kanker serviks uterus, diduga kuat akibat virus yang bernama Human Papiloma Virus (HPV). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Wanita Terhadap Pemeriksaan Pap Smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Garuda Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah  Deskritif Analitik dengan rancangan “Cross Sectional“.  Populasi  pada penelitian ini adalah wanita usia 30-34 tahun  berjumlah 66 orang dengan menggunakan Total Sampling. Dari data dapat diperoleh bahwa responden  mempunyai pengetahuan yang kurang  tentang pelaksanaan pemeriksaan pap smear yaitu sebesar 50,9 %. Hasil penelitian dengan uji statistic chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang pap smear dengan pelaksanaan pemeriksaan pap smear, dimana p < 0,05 (p = 0,000). Adapun yang dapat disimpulankan kepada petugas kesehatan lebih meningkatkan lagi memberikan informasi serta penyuluhan mengenai pap smear kepada ibu-ibu agar menambah pengetahuan ibu terhadap pentingnya pemeriksaan pap smear  bagi  kesehatan reproduksi wanita. 
Hubungan Pengetahuan, Sikap Ibu Dengan Bendungan ASi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2016 Yanti, Penti Dora
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.757 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i1.1675

Abstract

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan Indonesia, menyatakan 38% wanita di dunia usia diatas 25 tahun disepakati tidak menyusui bayinya dikarenakan bendungan ASI. Sementara hasil survey di Puskesmas Sidomulyo  Rawat Inap tahun 2010 kejadian bendungan ASI pada ibu menyusui yaitu 3-4 % kejadian dari 100 ibu menyusui, kejadian ini dikarenakan menurunnya tingkat perawatan payudara sehingga akan cenderung mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kejadian bendungan ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif  dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 210 ibu menyusui yang berkunjung di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru tahun 2016, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 67 orang, pengumpulan data menggunakan data primer dengan instrument penelitian adalah kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan  p value = 0,003 < α 0,05 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI dan untuk variabel sikap p value = 0,001 < α 0,05 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara sikap tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI. Based on data from the Ministry of Health in Indonesia, that said 38 percent women in the world age more than 25 years agreed do not breastfeeding her baby because of dam breast milk this happens because of decrease of the breast care so that will tend caused the increase in the rate of the dam breast milk. The purpose of this research is to analyze the relationship of knowledge and the attitude of the mother about breast care with genesis the dam breast milk. This research is analytically quantitatively  with cross sectional research design. The population of this research totaled 210 breastfeeding mothers who visited at Sidomulyo of Clinic Hospitalization in Pekanbaru 2016, data collection using the primary data with instrument research is a questioner. Analysis of the data used is univariat and bivariat. The results of the study showed  p value = 0,003 < α 0.05 which means there is a meaningful relationship between the knowledge about breast care with genesis the dam breast milk and variabel attitudes  p value = 0.001 < α 0.05 which means there is a meaningful relationship between attitudes about breast care with genesis the dam breast milk.
ANALYSIS OF RISK FACTORS ATTENISTIC DERMATITIS ATTENDANCE ON THE CENTER IN PUSKESMAS PAUH PADANG Sari, Dian; Rita, Nova
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.97 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.2218

Abstract

This study discusses the analysis of risk factors of atopic dermatitis occurrence in infants due to the high incidence rate of atopic dermatitis in infants. The purpose of this study was to determine what factors are at risk of incidence of atopic dermatitis in infants. This type of research is quantitative with case control study. The study was conducted from February to July 2017 with samples for 75 cases and control of 75 people (1: 1) so that the overall sample was 150 people. This research was conducted through interview using questionnaire. Result on Chi-Square was obtained p = 0.000 (p <0.05), where there was significant relationship between genetic, allergen, environment and hygiene with occurrence of atopic dermatitis in infants. Health workers can provide counseling to underfive mothers in Puskesmas Padang Puskesmas work area to be able to pay attention to food given to toddlers and to suppress incidence of atopic dermatitis in under fives. Health workers can increase the knowledge, awareness and willingness of the community about PHBS so as to reduce the incidence rate of atopic dermatitis. Maternal care in paying attention to the food in toddlers can reduce the incidence rate of atopic dermatitis in infants.
FAKTOR RESIKO INFARK MIOKARD DI KOTA JAMBI Astuti, Ani; Maulani, Maulani
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.385 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2736

Abstract

Myocardial infarction is a disease caused by blood supply decreased due to narrow of the coronary arteries due to atherosclerosis critical or total blockage of a coronary artery by an embolus or thrombus. Statistics have shown that myocardial infarction was the leading cause of death in many countries. The purpose of this study was to determine the link between hypertension and cholesterol with the incidence of myocardial infarction. This study is a quantitative observational study using a retrospective case-control design. 62 patients treated at the Clinic Heart Hospital Raden Mattaher Jambi last year, which consisted of 31 cases and 31 controls, with purposive sampling and then searched for patient medical record data. Based on the results of the study respondents with hypertension amounted to 69.4%, while respondents with high triglycerides amounted to 51.6%, and based on the results of research there is a significant links between hypertension with values (p = 0.006 <0.05 and OR = 6.328, 95% Cl = 1.787 to 22.409) and cholesterol values (p = 0.022 <0.05, and OR = 3.818, 95% CI = 1.332 to 10.942). This research has shown that hypertension and cholesterol have contrubuted to leading myocardial infarction and people who had  hypertension and hight cholesterol risk to  myocardial infarction. Infark miokard adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh penurunan suplai darah akibat penyempitan kritis arteri koroner karena aterosklerosis atau penyumbatan total arteri koroner oleh embolus atau trombus. Data statistik menunjukkan bahwa penyakit jantung infark miokard merupakan penyebab utama kematian di banyak negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan kolesterol dengan kejadian infark miokard. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional menggunakan rancangan kasus kontrol secara retrospektif  62 pasien yang berobat di Poliklinik Jantung RSUD Raden Mattaher Jambi setahun terakhir yag menjadi sampel dalam penelitian ini, yang terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol, diambil secara purposive sampling kemudian ditelusuri data catatan medik pasien. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan hipertensi berjumlah 69,4%, sedangkan responden dengan trigliserida tinggi berjumlah 51,6% dan berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan nilai (p=0,006<0,05 dan OR=6,328, 95% Cl = 1,787-22,409) dan kolesterol dengan nilai (p=0,022<0,05, dan OR=3,818, 95% Cl = 1,332-10,942). Penelitian ini menunjukkan hipertensi dan kolesterol memiliki kontribusi terhadap kejadian infark miokard dan orang dengan hipertensi dan kolesterol tinggi mempunyai resiko untuk menderita infark miokard.
FAKTOR PREDISPOSING, ENABLING, REINFORCING TERHADAP KUALITAS PENGENDALIAN NYERI PADA REMAJA MENGALAMI DISMENOREA Zurhayati, Zurhayati; Ashar, Taufik; Tarigan, Lina
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.382 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.2842

Abstract

In each country, the incidence of menstrual pain an average of 50%. Dysmenorrhoea affect the daily activities of young women by 85%. This study aims to identify and explain the influence of predisposing factors (knowledge, attitudes), enabling (infrastructure, resources), reinforcing (family) on the quality of pain control in adolescents experiencing dysmenorrhea in SMA Muhammadiyah 2 Terrain Year 2016. This study is analytic quantitative and cross sectional design. The data analysis consisted of univariate analysis. Bivariate using Chi-square test. Using a multivariate logistic regression. The study population all over female students grade one and two totaled 187. The sample was taken by purposive sampling, 141 samples didapatlah. The results showed the quality control menstrual pain is not good majority of 105 votes (74.5%), and 36 (25.5%) of good quality. The results of chi square test there is influence between predisposing factors to quality control menstrual pain, with p Value knowledge (p = <0.001), attitude (p = 0.001). There is a reinforcing factor influence on the quality control menstrual pain, p Value family (p = 0.001). No effect of enabling factors to quality control menstrual pain. Multivariate analysis of the most influential variable is the knowledge with Exp (B) =12.362.Disetiap Negara, angka kejadian nyeri menstruasi rata-rata 50%. Dismenorea mempengaruhi aktifitas harian remaja putri sebesar 85%. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan pengaruh faktor predisposing (pengetahuan, sikap), enabling (sarana prasarana, sumber informasi), reinforcing (keluarga) terhadap kualitas pengendalian nyeri pada remaja yang mengalami dismenorea di SMA Muhammadiyah 2 Medan Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisis data terdiri dari analisis univariat. Bivariat menggunakan uji chi square. Multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Populasi penelitian seluruh siswi perempuan kelas satu dan dua berjumlah 187. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, didapatlah 141 sampel. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pengendalian nyeri menstruasi mayoritas tidak baik sebanyak 105 orang (74,5%), dan 36 orang (25,5%) kualitas baik. Hasil uji chi square ada pengaruh antara faktor predisposing terhadap kualitas pengendalian nyeri menstruasi, dengan p Value pengetahuan (p = < 0,001), sikap (p = 0,001). Ada pengaruh faktor reinforcing terhadap kualitas pengendalian nyeri menstruasi, p Value keluarga (p = 0,001). Tidak ada pengaruh faktor enabling terhadap kualitas pengendalian nyeri menstruasi. Hasil analisis multivariat variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan dengan nilai Exp(B)  = 12,362.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT TERHADAP NYERI HAID (DISMENOREA) PADA SISWI SMK PERBANKAN SIMPANG HARU PADANG Dahlan, Asmita; Syahminan, Tri Veni
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.531 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i1.278

Abstract

Kontraksi otot perut yang terjadi terus menerus akibat keluarnya darah saat menstruasi menyebabkan nyeri dismenorea. Prevelensi dismenorea sangat tinggi, sekitar 50 % remaja putri. Di Indonesia angka kejadian dismenorea terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Banyak remaja yang tidak masuk sekolah karena dismenorea. Pemberian kompres hangat akan melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah lokal yang mengakibatkan relaksasi kemudian dapat menurunkan nyeri. Jenis penelitian ini pra-eksprerimen one goup pre-post test. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan April 2015.  Populasi pada penelitian ini siswi SMK Perbankan Simpang Haru Padang yang mengalami dismenorea. Sampelnya 16 responden teknik pengambilande secara purposive sampling. Penelitian dilakukan selama bulan Mei. Data dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyeri responden sebelum diberikan kompres hangat adalah 5.60 dengan standar deviasi 1.549, rata-rata nyeri responden setelah diberikan kompres hangat adalah 2.62 dengan standar deviasi 1.204, terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah dilakukan kompres hangat dengan p = 0,000 dimana p < 0,05. Kompres hangat dapat menurunkan tingkat nyeri dismenorea pada siswi SMK Perbankan Simpang Haru Padang. Oleh karena itu direkomendasikan pada tenaga kesehatan kompres hangat sebagai salah satu cara alternatif non-farmakologi untuk mengurangi nyeri dismenorea.Abdominal muscle contractions that occur continuously due to the release of menstrual blood causes the pain of dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea is very high, about 50% of young women. In Indonesia the incidence of dysmenorrhea is composed of 54.89% and 9.36% of primary dysmenorrhoea secondary dysmenorrhoea. Many teens who do not attend school because of dysmenorrhoea. Giving a warm compress will dilate blood vessels thereby increasing local blood flow resulting in relaxation then can reduce pain. This type of research pre-eksprerimen one goup pre-post test. The data collection was conducted in April – Mei 2015. The population in this study SMK Simpang Haru Banking Padang experiencing dysmenorrhoea. The sample of 16 respondents pengambilan by purposive sampling technique. Data were analyzed using paired t-test. The results showed that the average pain respondent before being given a warm compress is 5.60 with a standard deviation of 1,549, the average pain responder after being given a warm compress is 2.62 with a standard deviation of 1,204, there is a significant difference before and after a warm compress with p = 0.000 where p <0.05. Warm compresses can reduce pain dysmenorrhoea at SMK Simpang Haru Banking Padang. It is therefore recommended to health care compress
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Dismenore pada Remaja Putri SMP PGRI Pekanbaru Wahyuni, Rika Sri; Oktaviani, Witri
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.715 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.2723

Abstract

Dysmenorrhea is a state of pain in the pelvic region at the beginning of menstruation due to prostaglandin substance production. Pain usually decreases after menstruation, but in some women it is still felt during the menstrual period. 54.89% recorded the incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia and the remainder of secondary dysmenorrheal. Many teenage girls are often absent at school and do not undergo daily activities as they must, 14% of them because they have dysmenorrhea.. One risk factor of dysmenorrhea body mass index is lean and fat. This study aims to determine the relationship of body mass index with dysmenorrhoea. This research is quantitative with cross sectional analytic design using primary data. The samples used were 61 young women taken using Proportionate Stratified Random Sampling technique. The results of the analysis of dysmenorrheal events obtained 86.9% of adolescent girls experienced the incidence of dysmenorrhoea and 13.1% not dysmenorrhoea. Chi square test showed no correlation between body mass index and dysmenorrhoea. The conclusion obtained by majority of respondents has normal BMI and majority have dysmenorrhoea but between the two variables there is no relationship. Dismenore merupakan suatu keadaan nyeri didaerah panggul pada saat awal menstruasi karena produksi zat prostaglandin. Rasa nyeri biasanya berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita masih dirasakan selama periode menstruasi. Tercatat 54,89% kejadian dismenore primer di Indonesia dan sisanya kajadian dismenor sekunder. Banyak remaja putri yang sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari sebagaimana metinya, 14% diantaranya disebabkan karena mereka mengalami dismenore. Salah satu faktor resiko terjadinya dismenorea indeks massa tubuh yang kurus dan gemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan dismenorea. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik crosssectional yang menggunakan data primer. Sampel yang digunakan sebanyak 61 orang remaja putri yang diambil dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisis IMT diperoleh 62,3%  remaja putri dengan indeks massa tubuh normal, 32,8% kurus dan 4,9% gemuk. Hasil analisis kejadian dismenore diperoleh 86,9%  remaja putri mengalami kejadian dismenorea dan 13,1% tidak dismenorea. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan indeks massa tubuh dengan dismenorea. Kesimpulan yang diperoleh mayoritas responden memiliki IMT normal dan mayoritas mengalami dismenorea tetapi antara kedua variable tidak ada hubungan.
POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA MANAJEMEN FARINGITIS AKUT DEWASA DI PUSKEMAS Apsari, Dewi Puspita; Dwicandra, Ni Made Oka; Jaelani, Abdul Khodir
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.256 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.2039

Abstract

Acute pharyngitis is one of the most common diseases in primary health care, Bali. However, the best management to control the number of antibiotics prescribing in acute pharyngitis is not known. This study aims to determine the best management to control antibiotics prescribing in adult who has acute pharyngitis. This prospective cohort study involved 93 patients aged 12-45 years who had been diagnosed with acute pharyngitis by a physician. Measurements were made on the number of drugs per prescription, frequency antibiotic, quantity antibiotic and DDD antibiotics. Centor Criteria and RADT can reduce the number of antibiotic prescriptions than empirical management in primary health care district X, Bali. Decrease occurred on the the number of drugs per prescription, frequency antibiotic, quantity antibiotic and DDD antibiotics. Management centor criteria and RADT are the best strategies to reduce antibiotic prescription in primary health care distict X, Bali. 

Page 2 of 21 | Total Record : 203