Media Komunikasi FPIPS
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles
320 Documents
EKSISTENSI PERMUKIMAN PRIBADI DI DAERAH PINGGIR KOTA
Bandarusin .;
Pande Made Desi Kariana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i2.22717
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik permukiman pribadi,proses pembangunan permukiman pribadi, keberadaan permukiman pribadidi pinggiran kota. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitudengan memberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objekwisata kajian. Hasil dari kajian tersebut terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan pinggirankota sebagai alternative pembangunan permukiman pribadi oleh golongan masyarakat menengah ke atas :Pertambahan penduduk, dalam hal ini masyarakat golongan menengah ke bawah. merupakan faktordominan dalam perubahan dinamika lingkungan di perkotaan baik berkaitan kerusakan dan kemerosotankualitas lingkungan. Meningkatnya tingkat hunian di daerah perkotaan, menyebabkan kompleksnyapermasalahan yang di hadapi masyarakat perkotaan yang disini sangat berkaitan dengan tingkat depresiseseorang. Tingginya harga lahan perkotaan di hampir seluruh negara berkembang
PENERAPAN KONSEP TRI HITA KARANA DALAM TATA RUANG PERMUKIMAN MASYARAKAT KOTA SINGARAJA
Komang Adi;
Putu Dian Perdana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i2.22718
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep TriHita Karana dalam tata ruang permukiman masyarakat di Kota Singaraja,eksistensi konsep Tri Hita Karana dalam tata ruang permukiman masyarakatdi Kota Singaraja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitudengan memberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objekwisata kajian. Hasil dari kajian tersebut Ditinjau dari eksistensi penerapan konsep Tri Hita Karana dalamtata ruang permukiman masyarakat di Kota Singaraja dapat dilihat keberlangsungannya secara nyata dilapangan melalui 3 (tiga) sampel, yaitu : eksistensi penerapan konsep Tri Hita Karana dalam tata ruangpermukiman masyarakat di Kelurahan Kampung Bugis sudah tidak eksistensi lagi; Eksistensi penerapankonsep Tri Hita Karana dalam tata ruang permukiman masyarakat di Kelurahan Banjar Tegal masih tetapada, namun sudah mangalami pergeseran modernnisasi baik dari segi luas bangunan maupun bentukbangunan; Eksistensi penerapan konsep Tri Hita Karana dalam tata ruang permukiman masyarakat diKelurahan Paket Agung masih tetap ada dengan masih menerapkan konsep Tri Hita Karana dengan tanpamengubah bentuk bangunan dan memperhatikan lingkungan disekitar dalam membangun tata ruangpermukiman.
PENGARUH KEBERADAAN PERMUKIMAN LIAR TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN PANTAI TAMBAK SARI KOTA SINGARAJA
I Gede Algunadi;
Ni Putu Nita Novi Armiyanti
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i2.22719
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi, jenis dan karakteristikpermukiman di pantai Tambak Sari, pengaruh aktivitas masyarakat terhadapkondisi lingkungan, dan dampak sosial dan ekonomi permukiman liar.Metodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikandeskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil darikajian tersebut Karakteristik permukiman liar di kawasan ini memiliki infrastruktur dan pelayanan yangada tidak memadai atau berada pada tingkat minimum, termasuk ke dalam kelompok berpenghasilanrendah dan dibangun di lahan kosong milik pemerintah atau umum di pinggiran pantai. Dampak sosial dariadanya Pemukiman liar di sepanjang pinggiran pantai di kawasan Tambak Sari Kampung Barumengakibatkan degradasi kedisiplinan dan ketertiban dalam berbagai tatanan sosial kemasyarakatan, yangdimana ini disebabkan karena pendidikan mereka yang rendah. Dari sisi tata ruang kota, pemukiman liarsangat mengganggu keindahan kota itu sendiri dan adanya bencana alam seperti banjir dan lain-lain.Keadaan yang tidak teratur di dalam pemukiman liar berpengaruh memicu adanya kesenjangan social dankecemburuan social yang akhirnya akan memicu konflik baik konflik disini terjadi antara sesama pemukimatau pemukim dengan pemerintah yang memperebutkan lahan/tanah.
KEBERADAAN PERMUKIMAN LIAR DI RT 07 KELURAHAN KAMPUNG BUGIS
Ni Putu Mas Puspita Dewi;
I Putu Agus Suhendra Adi Putra
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i2.22720
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukanpermukiman liar di RT 07 Kelurahan Kampung Bugis, pengaruhkeberadaan permukiman liar di RT 07 Kelurahan Kampung Bugisterhadap permukiman di sekitarnya dan pengaruh permukiman liarsecara umum di Kota Singaraja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu denganmemberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajian tersebutproses terbentuknya permukiman liar di RT 07 Kampung Bugis di Kota Singaraja diawali dengankedatangan Suku Bugis ke Singarja setelah dibangunnya pelabuhan dagang di Kota Singaraja olehpemerintah Belanda. Adapun pengaruh dari keberadaan permukiman liar di RT 07 KelurahanKampung Bugis terhadap permukiman di sekitarnya antara lain yaitu (1) garis sempadan pantaiyang ada di sana berkurang, (2) terciptanya permukiman kumuh di daerah tersebut, dan (3)mengganggu keindahan panorama pantai yang ada di sana. Keberadaan permukiman liar secaraumum memberi dampak negatif terhadap tata ruang Kota Singaraja, dampak yang diakibatkanadalah degradasi lingkungan hidup dan degradasi kehidupan sosial.
VARIASI KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS KOTA SINGARAJA
Ni Made Ayu Suryanita;
Ni Made Erwin Sasmiani
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i2.22721
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik KelurahanKampung Bugis, keterkaitan antara mata pencaharian dengan bentukpermukiman di Kelurahan Kampung Bugis, dan variasi daripermukiman kumuh di Kelurahan Kampung Bugis. Metode yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsi secara rinci mengenaikarkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajian tersebut Letak dari Kampung Bugis terdapat padawilayah pesisir. Kebanyakan masyarakat di sana bermata pencaharian sebagai nelayan.Pendapatan rata-rata seorang nelayan tergolong menengah ke bawah. Masyarakat di wilayahKampung Bugis juga ada sebagai supplier dan ada juga bekerja sebagai pedagang ikan. Masyarakatyang berpendapatan menengah ke bawah umumnya lemah dalam kemampuan berusaha danterbatas aksesnya kepada kegiatan ekonomi, sehingga tertinggal jauh dari masyarakat lainnyayang memiliki potensi lebih tinggi. Minimnya pendapatan yang dimiliki menyebabkan bentukpermukiman di Kampung Bugis cendrung kumuh. Perbedaan penghasilan tersebutmengakibatkan munculnya variasi dari permukiman kumuh tersebut.
Tranformasi Budaya Pesisir Desa Perancak
I Komang Sapta Dipayana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v15i1.22722
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk transformasibudaya di Desa Perancak, mendeskripsikan proses dari tranformasi budaya didesa Perancak dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadi transformasibudaya di desa Perancak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk transformasi budayautama yang terjadi di Desa Perancak adalah kehidupan nelayan yangtergantikan dengan pariwisata bahari, serta proses ekonomi dan faktorpendapatan merupakan penyebab utama transformasi budaya pesisir.
Alih Fungsi Lahan dan Transformasi Budaya Di Desa Banyuning
Siti Nur Halimah
Media Komunikasi FPIPS Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v15i1.22723
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk transformasibudaya di Desa Banyuning, mendeskripsikan proses dari tranformasi budayadan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadi transformasi budaya di DesaBanyuning. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa bentuk transformasi budaya utama yangterjadi di Desa Banyuning adalah perubahan yang terjadi adalah perubahanfisik dengan merubah sawah menjadi perumahan yang dilakukan olehmasyarakat secara individual. Adapun faktor penyebab utama adalahbanyaknya masyarakat yang melakukan migrasi.
Budaya Pemasangan Iklan, Brosur, Alat Peraga, Dan Sejenisnya Pada Pohon Perindang Jalan Di Kota Singaraja
I Putu Ade Suryantara
Media Komunikasi FPIPS Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v15i1.22724
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan budaya masyarakat kotaSingaraja yang memanfaatkan pohon-pohon yang ada di pinggir jalan sebagaimedia atau tempat pemasangan iklan, baliho, maupun alat peraga dalamkampanye serta faktor-faktor yang mempengaruhi budaya tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa bentuk transformasi budaya utama yang terjadi di KotaSingaraja adalah penggunaan pohon yang ada di pinggir jalan sebagai tempatmenaruh media promosinya baik berupa iklan, brosur, pamflet, dansejenisnya telah mengubah fungsi pohon sebagai penambah estetika danpenyerap gas CO2. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya budayapemasangan iklan pada pohon-pohon pinggiran jalan adalah lokasi yangsangat strategis, praktis dan ekonomis serta dapat melakukan penyebaraninformasi secara cepat
Transformasi Budaya Akibat Alih Fungsi Lahan Di Desa Candikuning II
Ropiyatin .
Media Komunikasi FPIPS Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v15i1.22725
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi lahan yang terjadi diDesa Bedugul, faktor-faktor apa sajalah yang menyebabkan alih fungsi lahandi Desa CandikuningII Bedugul dan mengsintesis solusi alih fungsi lahan diDesa Candikuning Bedugul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanianmengakibatkan menurunnya ketahanan pangan yang ada di DesaCandikuning II. Adapun tindakan preventif yang dapat di lakukan olehpemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pertanian di desacandikuning yaitu dengan cara melakukan berbagai macam sosialisasi kepadamasyarakat mengenai pentingnya lahan pertanian kaitannya dengankeberlanjutan kebutuhan pangan penduduk.
Transformasi Budaya Organisasi Truna Truni Di Desa Pegayaman
Anna Sarah
Media Komunikasi FPIPS Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v15i1.22726
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi budaya yangterjadi di Desa Pegayaman, proses perubahannya dan faktor- yangmenyebabkan transformasi budaya di Desa Pegayaman. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa organisasi yang mulai mencolok mengalami perubahan terjadi dalamorganisasi truna truni di Desa Pegayaman. Transformasi tersebut yangberjalan dengan lambat dan butuh waktu. Adanya faktor-faktor yangmempengaruhi sehingga mempengaruhi tranformasi budaya di dalamorganisasi, terutama oleh perkembangan teknologi.