Media Komunikasi FPIPS
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles
320 Documents
KEBERADAAN OBJEK WISATA EKS-PELABUHAN BULELENG KOTA SINGARAJA
Edy Nurdiantoro;
I Putu Nova B. Sanjaya
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v13i2.22707
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang eksistensi ObjekWisata Eks-Pelabuhan Buleleng yaitu terkait identifikasi karakteristik objekwisata, karakteristik wisatawan yang berkunjung dan analisis SWOT objekwisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu denganmemberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian.Hasil dari kajian tersebut adalah Identifikasi daya tarik wisata dapat ditinjau dari aspek atraksi,variasi bentang alam, dan fasilitas penujang wisata. Dari aspek atraksi, aktivitas memancingmenjadi salah satu pilihan yang menarik, selain itu terdapat pula wahana permainan anak-anakberupa odong-odong, mobil-mobilan, kereta mainan. Bentang alam Eks-Pelabuhan Buleleng yangmerupakan pemandangan dengan objek utama berupa laut maka sangat cocok untuk menikmatisunset dan berbagai aktivitas lainnya. Fasilitas juga mendukung sepperti restoran, kelonteng,tempat sampah, tempat duduk, tempat parkir, warung-warung makanan dan fasilitas lainnya.Wisatawan yang berkunjung antara lain wisatawan mancanegara, domestic, dan lokal. Biasanyawisatawan local yang lebih mendominasi.
PERKEMBANGAN DAYA TARIK OBJEK WISATA AIR SANIH DESA BUKTI
Ida Ayu Yana Rasmita Dewi;
Komang Adi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v13i2.22708
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang eksistensi ObjekWisata Air Sanih Desa Bukti yaitu terkait identifikasi karakteristik objekwisata, karakteristik wisatawan yang berkunjung dan analisis SWOT objekwisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu denganmemberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian.Hasil dari kajian tersebut adalah Identifikasi daya tarik wisata dapat ditinjau dari aspek atraksi,variasi bentang alam, dan fasilitas penujang wisata. Dari aspek atraksi, ada beberapa pilihankegiatan wisata yaitu berenang menikmati segarnya air di kolam pemandian, aktivitas snorkellingdi sekitar objek wisata. Bentang alam Air Sanih yang merupakan daerah pesisir dengan keindahanpantai dan dipadukan dengan panorama gugusan perbukitan yang membuat semakin asri.Fasilitas juga mendukung seperti restoran, tempat parkir, warung-warung, toilet, loker untukmenyimpan pakaian ganti dan fasilitas lainnya. Wisatawan yang berkunjung antara lainwisatawan mancanegara, domestik, dan lokal. Biasanya wisatawan lokal yang lebih mendominasi.
DAYA TARIK OBJEK WISATA AIR PANAS DESA BANJAR
Bandarhusin .;
Amanah .
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v13i2.22709
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang eksistensi ObjekWisata Air Panas Desa Banjar yaitu terkait identifikasi karakteristik objekwisata, karakteristik wisatawan yang berkunjung dan analisis SWOT objekwisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu denganmemberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian.Hasil dari kajian tersebut adalah Identifikasi daya tarik wisata dapat ditinjau dari aspek atraksi,variasi bentang alam, dan fasilitas penujang wisata. Dari aspek atraksi, aktivitas utama wisatawanadalah menikmati air panas dengan berendam di sumber mata air panas yang sudah disediakan.Bentang alam Air Panas Banjar yang merupakan daerah perdesaan merupakan perpaduan daripanorama asri alam perbukitan. Fasilitas juga mendukung seperti restoran, tempat parkir,warung-warung, toilet, loker untuk menyimpan pakaian ganti, spa, toko cinderamata dan fasilitaslainnya. Wisatawan yang berkunjung antara lain wisatawan mancanegara, domestik, dan lokal.
KONSEP GEOGRAFI PERKOTAAN:LOKASI DAN PERGERAKAN (SUATU KAJIAN TEORITIS)
Novan Dhika Jodi Utomo;
Putu Siska Krisna Dewi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v13i2.22710
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsepgeografi perkotaan khususnya tentang lokasi dan pergerakan yaitu terkaitkarakteristik kota, mobilitas, dan global city. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsi secara rinci mengenaikonsep geografi perkotaan pada aspek lokasi dan pergerakan. Hasil dari kajiantersebut adalah kota tidak dipandang sebagai tempat permukiman, tetapi sebagai pelayanan. Sentralitas initerkait dengan pertumbuhan kota yang meliputi pertumbuhan kota berkembang secara sentrifugal dansentripetal, meliputi : (1) kota berkembang dari daerah pusat ke daerah pinggiran yang prosesnya bersifatexpansi; (2) daerah pinggiran kota yang menentukan pusat kota; (3) kota merupakan daerah bisnis atauperdagangan. Mobility (pergerakan), mobiltas ini tidak akan terlepas dari urbanisasi, yang keduanya inisaling berkaitan. Mobitas merupakan pergerakan (pergerakan) Pergerakan yang dimaksud adalahpergerakan yang meliputi pergerakan orang, informasi, material, barang dan sampah. Global city adalahtempat yang menjadi sebuah pusat / titik pertemuan dari sebuah system aktivitas perekonomian dunia.Global City muncul sebagai sebuah kota yang mampu menampug berbagai macam kegiatan ekonomi,struktur sosial dan politik.
PROSES MOBILITAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP WILAYAH PINGGIRAN KOTA DENPASAR
Dewa Putu Suamba;
Edi Nurdiantoro
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v13i2.22711
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kotaDenpasar dari pusat menuju pinggiran kota (urban sprawl), mobilitasyang terjadi di kota Denpasar, dan dampak mobilitas yang terjadi dikota Denpasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitudengan memberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajiantersebut adalah. Peristiwa pertumbuhan keluar area kota semakin luas, hingga mencapai areaperdesaan, yaitu area yang awalnya memiliki jumlah populasi yang lebih rendah dibanding kota.Hal ini bisa dilihat dari jumlah dan kepadatan penduduk di setiap desa dan kecamatan di KotaDenpasar secara keseluruhan yang mengarah pada perubahan fungsi wilayah pedesaan menjadikota menengah dan menuju kota besar. Perkembangan dan keramaian Kota Denpasar sebagaisentral aktivitas kepariwisataan, mobilitas peduduk, pusat kegiatan ekonomi, dan pendidikan,berpengaruh langsung terhadap wilayah yang ada disekitarnya. Hal tersebut telah menjadikansektor tersier (pelayanan jasa) sebagai lapangan usaha yang banyak dipilih masyarakat di kotatersebut dan menyebabkan tingginya arus urban yang datang ke Kota Denpasar dalam upayamempertahankan taraf kehidupannya. Mobilitas penduduk juga berdampak baik bagi daerah asalmaupun bagi daerah tujuan. Dampak tersebut bisa bersifat positif atau malah sebaliknya bisa jugabersifat negatif. Dampak positif mobilitas penduduk bagi daerah asal di antaranya dapatmeningkatkan pendapatan, meningkatkan pengetahuan, dan gaya hidup; sedangkan dampaknegatif di antaranya berkurangnya tenaga kerja yang mengolah lahan pertanian, dan membawaperilaku negatif dari kota, misalnya membawa, memakai, dan mengedarkan Narkoba dan lainlain.
PEMBANGUNAN BERWAWASAN BUDAYA DI KOTA DENPASAR
Dewa Putu Suamba;
Edi Nurdiantoro
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22712
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembangunan infrastruktur diKota Denpasar, dampak pembangunan terhadap alih fungsi lahan, danpembangunan berwawasan budaya di Kota Denpasar. Metode yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsisecara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajiantersebut adalah. Kota Denpasar adalah salah satu kota yang merupakan pusat perkembangan danpertumbuhan perekonomian masyarakat di Bali, dengan tingkat perkembangan saranatransportasi yang sangat tinggi. Upaya penambahan panjang jalan di Kota Denpasar belum dapatmemecahkan permasalahan transportasi dalam kota secara optimal, bahkan menambahpermasalahan lain yang memberikan pengaruh-pengaruh bagi tata ruang fisik kota, terutamapada penggunaan lahan (land use) dan morfologi kota Atas dasar pertimbangan ekonomi ataufinansial, banyak lahan-lahan pertanian dikonversi menjadi penggunaan non pertanian(pemukiman, perkantoran, dan sarana lainnya). Penurunan luas lahan pertanian khususnyasawah menjadi penggunaan non pertanian seperti pemukiman tentu akan menimbulkan berbagaikonsekuensi ekologis, di antaranya menurunkan ruang terbuka hijau dan berkurangnya daerahresapan air hujan. Peranan sektor-sektor yang lain seperti sektor pariwisata, seni dan budayasangat menunjang laju pertumbuhan pembangunan di Kota Denpasar apalagi Kota Denpasarmencanangkan diri sebagai Kota berwawasan budaya. Dengan sendirinya peningkatan danpelestarian budaya perlu dipertahankan.
SEGRESI AKTIVITAS PERDAGANGAN BERBASIS ETNIS DI KOTA SINGARAJA
I Ketut Pria Sanjaya;
Hairul Umam
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22713
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk segregasi di KotaSingaraja, pengaruh segregasi terhadap kehidupan masyarakat,dampak segregasi terhadap kehidupan masyarakat, dan carameminimalisasi dampak segregasi pada masyarakat di Kota Singaraja.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikandeskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajian tersebut adalahSegregasi yang terjadi di Kota Singaraja sangat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya terutama terlihatpada pemukiman warga. Dengan keadaan etnis cina yang telah menguasai perekonomian di Kota Singaraja,kehidupan etnis cina ini bisa dikatakan mewah. Dengan pendapatan yang didapatkan etnis cina memilikirumah yang elite dan hidup berkecukupan. Ini sesuai dengan julukan yang mereka miliki yaitu penguasaperekonomian singaraja. Dengan kekuasaan etnis cina di Kota Singaraja menggeser kekuasaan masyarakatasli Singaraja. Masyarakat Singaraja hanya bisa menjadi pedagang kecil atau hanya bisa menjadi buruh ditoko yang dimiliki oleh etnis cina. Pemukiman masyarakat asli Singaraja pun sangat berbeda denganpemukiman etnis cina, pemukiman masyarakat asli bisa digolongkan pemukiman yang biasa-biasa saja.Dampak yang ditimbulkan dengan adanya segregasi di singaraja adalah sangat terlihatnya perbedaan statusekonomi antara etnis cina dengan masyarakat asli singaraja. Dan peran pemerintah sangat diperlukandalam meminimalisasi segregasi di singaraja.
REPOSISI TAMAN KOTA BERBASIS NILAI BUDAYA LOKAL DI KOTA SINGARAJA
I Made Chrisma Angga P.;
Ni Komang Ary Astuti
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22714
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taman kota singaraja sebagairuang hijau pembentuk budaya sehat bagi masyarakat sekitar,permasalahan yang muncul pada taman kota, dan reposisi taman kotadengan memanfaatkan nilai budaya local. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisatakajian. Hasil dari kajian tersebut adalah optimal dan tidak optimal sebuah taman kota dilihat daribanyak sedikitnya pengunjung yang datang ke tempat tersebut, pemanfaatan taman kota sudahoptimal, dimana pemanfaatan lahan di taman kota singaraja sudah baik dilihat dari banyaknyapengunjung yang datang ke taman kota singaraja tersebut untuk mengisi melakukan kegiatanberolahraga maupun menghabiskan waktu luang bersama keluarga. Selian itu penataan tamankota singaraja sudah dapat dikatakan baik, di lihat dari penataan para pedagang yang sebelumnyamereka berjualan di pinggir, sekarang sudah di buatkan tempat khusus di area taman kotaSingaraja. Dengan adanya pedagang yang berjualan di taman kota pasti akan menimbulkandampak positif dan negative untuk taman kota tersebut, misalnya kita beri contoh adanya sampahyang berserakan yang di hasilkan oleh para pedagang yang berjualan di area taman KotaSingaraja.
PENGARUH TERBATASNYA LAHAN TERHADAP INTENSITAS PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI DKI JAKARTA
I Ketut Putrajaya;
I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22715
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor yangmenyebabkan terbatasnya lahan di DKI Jakarta, efektivitaspembangunan rumah susun sebagai tempat tinggal, dan pengaruhkeberadaan rumah susun terhadap kualitas hidup penghuninya. Metodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsi secara rinci mengenaikarkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajian tersebut adalah faktor-faktor yang menyebabkanterbatasnya lahan di DKI Jakarta adalalah sebagai tempat tujuan pertama penduduk yang inginberurbanisasi di Indonesia, sehingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah tinggal,di samping untuk membangun fasilitas-fasilitas kota. Hal inilah yang menyebabkan semakinterbatasnya lahan. Efektivitas pembangunan rumah susun sebagai tempat tinggal yaitu untukmengatasi lahan yang terbatas pembangunan rumah susun untuk menampung penduduk dalamjumlah yang banyak. Akan tetapi, penduduk susah beradaptasi dimana yang dulunya tinggal dilingkungan yang sepi penduduk, kemudian tinggal di rumah susun yang padat penghuni, tempattinggal masyarakat yang pada mulanya memiliki pola bangunan berbentuk horizontal menjadipola bangunan rumah susun yang berbentuk vertikal. Pengaruh keberadaan rumah susunterhadap kualitas hidup penghuninya, dimana untuk mengkur kualitas hidup digunakan indikatorsanitasi, keindahan, keamanan, penataan, sarana dan prasarana.
PENGARUH RUMAH SUSUN TERHADAP TATA RUANG KOTA
Ni Made mArheni Widiastuti;
Ni Wayan Ratna Sriwijaya Ningsih
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22716
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah lingkungan masyarakatperkotaan, upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah lingkunganmasyarakat perkotaan, dan pengaruh rumah susun terhadap tata ruang kota.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikandeskripsi secara rinci mengenai karkateristik objek wisata kajian. Hasil darikajian tersebut pengaruh rumah susun terhadap tata ruang kota adalah (a) permukiman di perkotaan akanlebih tersusun rapi dan lebih teratur dengan adanya rumah susun karena bisa mengurangi atau mencegahpertumbuhan permukiman liar, (b) jika tidak adanya kesadaran dari penghuni rumah susun maka kotaakan terlihat kurang indah dipandang disekitar rumah susun misalnya dengan adanya jemuran yang adadirumah susun, (c) makin meningkatnya lingkungan fisik perkotaan, (d) peningkatan efesiensi penggunaantanah, ruang dan daya tampung kota, (e) meningkatnya pemenuhan kebutuhan perumahan bagimasyarakat menengah kebawah dan (f) berkurangnya pertumbuhan kawasan atau permukiman liar.