cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Suplemen Materi Ajar Pada Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 4 Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Yunan Heri; I Putu Sriartha; I Nengah Suastika
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.36799

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Jerowaru dan bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat suku Sasak yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen materi ajar IPS. (2) mengetahui keterkaitan nilai kearifan lokal masyarakat suku Sasak dengan tujuan dan ruang lingkup materi IPS. (3) nilai-nilai sosial dan budaya yang terdapat dalam kearifan lokal masyarakat suku Sasak dikembangkan sebagai suplemen bahan ajar dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dan menggunakan teknik analisis interaktif untuk rumusan masalah pertama dan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif untuk rumusan masalah kedua, serta menggunakan teknik gregory dan konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 untuk rumusan masalah ketiga, yaitu define, design dan develop. Subjek dalam penelitian ini adalah informan inti dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) wujud dari nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalam kearifan lokal suku Sasak yaitu besiru, begawe, besentulak, gendang beleq dan presean; (2) keterkaitan nilai kearifan lokal terhadap materi IPS SMP, seperti kearifan lokal besiru berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial; begawe berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; besentulak berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial dan pranata sosial; (3) pengembangan uji kelayakan suplemen materi ajar IPS menujukan hasil 86,82 % katagori baik sedikit revisi, dan uji kepraktisan bahan ajar oleh siswa di kelas VIII 1 dengan hasil 88,32 % katagori baik sedikit revisi, serta sampai pada bentuk akhir produk bahan ajar IPS tersebut jadi.
Pengintegrasian LPD Sebagai Sumber Belajar Dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 4 Singaraja Made Roby Pratama Purna; I Wayan Kertih; Anantawikrama Tungga Atmadja
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.36802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah LPD di Desa Sambangan, mengetahui bagaimana mengintegrasikan dan melakukan inovasi pembelajaran, mengetahui nilai karakter, mengetahui menyusun RPP pada kurikulum 2013, mengetahui persepsi siswa dan guru di SMP Negeri 4 Singaraja terhadap pengintegrasian LPD Sambangan ke dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan LPD Sambangan didirikan berdasarkan SK Gubernur Nomor 144 Tahun 1992. Inovasi pembelajaran sangat penting dilakukan. Nilai karakter yang terkandung Religius, Disiplin, Gotong Royong, Kejujuran, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras. Selain nilai karakter tersebut terdapat pula nilai kearifan lokal seperti Taksu, Tri Hita Karana, Menyama Braya, dan Jengah. RPP mengacu pada Permendikbud Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan RPP. Persepsi guru dan siswa berbanding lurus dengan apa yang dituangkan peneliti yaitu mereka setuju dan mendukung penyisipan bahan ajar LPD Sambangan ke dalam pembelajaran IPS.
Is Corona Virus an Extraordinary Biological Weapon? (Indonesian Media Perspective in the Early COVID-19 Pandemic)) Arina Haque; Iffat Maimunah; Wildana Wargadinata
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.37375

Abstract

The coronavirus phenomenon at the beginning of 2020 provoked many conspiracy theories from experts in various scientific fields. One opinion supported by many related facts is the suspicion of the coronavirus or COVID-19 as a biological weapon of mass destruction. This research aims to review and describe the phenomenon of the coronavirus, which is considered a biological weapon of mass destruction, based on the facts circulating in various media in Indonesia during the early days of the COVID-19 pandemic. This type of research is descriptive qualitative with a framing analysis approach based on the perspective of Erving Goffman. The source of data in this research is credible news about the coronavirus. The results of the research have found that five facts support the alleged coronavirus as a biological weapon of mass destruction, which consists of (1) Recognition of indications that the coronavirus is an artificial virus; (2) The fact that the coronavirus is a threat; (3) Not all countries in the world comply with UN multilateral treaties on weapons of mass destruction; (4) A statement that the coronavirus was intentionally produced in a laboratory; and (5) The existence of United States interests. As for the refutation of the allegation of the coronavirus phenomenon as a mass murderer, the results of this research indicate that there are four corroborating rebuttals, namely: (1) China's denial of the accusation of the maker of the coronavirus; (2) There is no research that proves that the coronavirus is a biological weapon; (3) A statement that there is no intentional element of the Corona Virus outbreak; and (4) There is no evidence of US accusations against China as the maker of the coronavirus.
Kontribusi Konsep Diri, Motivasi Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP N 1 Mengwi Komang Budi Ariani; Sukadi Sukadi; I Wayan Kertih
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37537

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi konsep diri, motivasi belajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP N 1 Mengwi tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini termasuk penelitian Survey Studi Korelasi. Populasi berjumlah 1.047 siswa, sedangkan sample digunakan 285 siswa. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi: konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar, sedangkan sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar IPS. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: terdapat kontribusi yang signifikan konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa baik secara terpisah maupun secara bersama-sama, dengan kontribusi sebesar 61,81%. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini memberikan pemahaman bagi guru, bahwa sangat penting memperhatikan konsep diri, motivasi belajar, dan minat belajar siswa dalam proses belajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Pengaruh Pembelajaran Daring Dengan Perpaduan Asinkronous Dan Sinkronous Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Ekonomi Anak Agung Ketut Agung Widiantari; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Mudana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring dengan perpaduan asinkronous dan sinkronous terhadap minat dan prestasi belajar siswa IPS (Ekonomi) di masa pendemi Covid 19. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72, sedangkan sampel berjumlah 48 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring dengan Perpaduan Asinkronous dan Sinkronous, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar dan prestasi belajar siswa. Data minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran daring dengan perpaduan Asinkronus dan Sinkronus terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X IPS baik secara terpisah maupun bersama-sama.
Konsep “Ekskursi”, Kandas tak Berbekas? Wahyu Purwiyastuti
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.40198

Abstract

Nugroho Notosusanto merekomendasikan agar siswa SMP melakukan “exkursi” ke tempat bersejarah di daerah masing-masing. Sejarah perlu dikisahkan dengan cara yang “hidup” dan “menarik”. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara menentukan topik “exkursi”, kemudian menelusuri sumber primer dan sekunder, mengkritik data untuk memperoleh validitas. Semua sumber sejarah diinterpretasi lalu ditulis sebagai historiografi. Hasil riset menunjukkan sejarah merupakan alat penting untuk memperkuat spirit nasionalisme dan patriotisme. Konsep “exkursi” yang diperkenalkan Nugroho Notosusanto semasa Orde Baru, belum tuntas didefinisikan. Seolah kandas tak berbekas, namun jejaknya masih terlacak. Perlu ada keberanian dari masyarakat akademik (sejarawan) untuk menelaah ulang konsep “exkursi” kemudian dipertimbangkan untuk mengaktifkannya lagi.
Equal Distribution of Opportunities for Educational during the Pandemic to Prevent Lost Generations Suharno Suharno
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.40505

Abstract

The purpose of this study is analyzing the distribution of oportunities for educational during pandemic covid 19. This paper is a qualitative research by presenting data descriptively, the data collection method is literature study. The data analysis technique used in this study was to collect data which was then reduced. The results of this study show education is the key to successfully managing human resources, including efforts to prevent lost generations if not handled properly. Through this paper, using a literature study method that analyzes the fulfillment of the rights of students to get a proper education during a pandemic. The results can be explained that education is both a right and an obligation of a citizen, these rights and obligations are reciprocal, so efforts are needed from both parties. The author also describes several examples of policies to fulfill education equity during the pandemic, this is an effort to cover technical and substance deficiencies in the implementation of education in Indonesia. In addition, the author analyzes various educational problems that occurred during the pandemic, and describes the various policies implemented to overcome these problems.
Relationship between Sciences and Education Lecturers’ Perceived Use of Mobile Technologies for Instruction Taye Rasheed Rasheed Alani; Omotayo Olabo Obielodan; Amos Ochayi Onojah; Aderele Shadrack Omotayo; Adenike Aderogba Onojah; Ndaceko Joel Alasan
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.41141

Abstract

Mobile technologies enable both education and science lecturers to provide the educational materials to their students on mobile technologies. But many science and education lectures educators were likely not using mobile technology to its maximum potential. The objectives were to examine the relationship between science and education lecturers and the effect of specialisation in the use of mobile technologies for instruction. The study was a descriptive research of survey type. 160 respondents were randomly selected for this study from the faculty of science and education. Frequency, percentage, multiple regression, and ANOVA were used for the analysis. The findings established that a positive relationship exists between science and education lecturers in the use of mobile technologies for instruction. It was recommended that lecturers should be encouraged to explore different ways in which mobile technologies can be used in teaching and learning.
The Application of Landsat 8 OLI to Identification Shoreline Change in 2000 – 2020 in Muncar Sub-District, Banyuwangi, East Java Lutfiatul Janah; A Sediyo Adi Nugraha; Restu Ade Yanti; Lilis Nuraini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.42585

Abstract

The shoreline is a confluence between land and seawater used to determine the boundaries of a zone. This research was conducted on the coastline of Muncar Subdistrict, Banyuwangi, which aims to identify changes in the coastline of Muncar Subdistrict in 2000-2020 using Landsat image 8 OLI / TIRS, map the rate of changes in the coastline of Muncar Subdistrict in 2000 and 2020, and know the changes in the coastline in Muncar Subdistrict is more likely due to abrasion or accretion. The research methodology used for this study uses the NDVI analysis and the DSAS Shoreline analysis system. The identification takes 20 years with Landsat imaging in 2000 and 2020. The results of this study demonstrate that shoreline alterations are caused by abrasion, accretion and human activity. This change in shoreline results from abrasion and accretion factors. The coastline change in 2000-2020 in the subdistrict of Muncar can be concluded that there are six villages. These include the villages of Kumendung, Sumbersewu, Tembokrejo, Kedungrejo, Kedungwringin and Wringin Putih. However, the village most seriously affected by abrasion and accretion is Wringim Putih Village. The village of Wringin Putih reported that the level of abrasion and accretion could be considered 50 per cent abrasion and 50 per cent accretion. So the change in shoreline can result around the Muncar Subdistrict coastal area, such as reduced coastal areas, lost colonies, and damage to marine ecosystems
Penerapan Prinsip Pembelajaran dan Respon Kreatif Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah di Tengah Pandemi Covid-19 Roberto Duma Buladja; Wilson M.A Therik
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i1.42800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan empat prinsip pembelajaran dan respon kreatif Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT), Kalibening, Kota Salatiga di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian adalah kualitatif, berlandaskan desain strategi penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, studi dokumen dan materi audio visual. Teknik analisis data dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan penting, mengungkap unit-unit makna dan mengembangkannya dalam bentuk deskripsi esensi. Hasil penelitian ini menunjukkan antara lain: belajar dari rumah membuat warga belajar menemukan iklim kebebasan belajar, terbentuk pola adaptasi dari proses hingga output pembelajaran, metode pembelajaran lebih fleksibel dan kreatif, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mencapai tujuan pembelajaran. Respon kreatif KBQT di tengah pandemi, yakni: pemanfaatan beberapa perangkat teknologi dan jaringan internet untuk melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi zoom-meet, google-meet, grup WhatsApp dan YouTube. Ada kemudahan mengakses materi pembelajaran; proses pembelajaran lebih efektif dan efisien; menekan biaya tanggungan; waktu belajar lebih fleksibel dan mandiri; orang tua dan pendamping mengontrol output pembelajaran; dan paradigma konsumtif ke produktif serta ada prinsip kebermanfaatan di KBQT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi khazanah ilmu pengetahuan dan referensi bagi lembaga pendidikan formal maupun nonformal untuk merancang strategi adaptasi di tengah pandemi Covid-19.