cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan Linawati Novikasari; Hardono Hardono; Heru Sapto Adi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.383 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1664

Abstract

Complementary foods on infant breast milk intake and nutrition status in infants 6 to 12 months oldBackground: Based on pre-survey data for January 2019 in the Karang City Health Center for 30 infants aged 6-12 months, 12 infants (40%) had normal nutritional status, and 18 infants (60%) with undernourished status, based on data from interviews with people parents who have children aged 6-12 months with poor nutritional status, 10 mothers (55.5%) said they did not know about the importance of giving MP-ASI such as the right time in giving MP-ASI, food menu for MP-ASI, and the portion MP-ASI for babies, and 8 mothers (44.5%) said they only gave formula milk as a substitute for breast milk.Purpose: Knowing to the relationship of complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Karang Bandar Lampung Health Center in 2019.Method: Quantitative research type. Analytic survey research design with cross sectional design. The population of all mothers who have infants aged 6-12 months in the working area of Karang Bandar Lampung Health Center in 2019 amounted to 86 respondents, a sample of 86 respondents. The sampling technique used is total sampling. Chi-square test data analysis.Results: Known in the working area of Karang Bandar Lampung Health Center in 2019, there were 45 respondents given MP-ASI well, 27 respondents (60.0%) had good nutrition and 18 respondents (40.0%) had poor nutrition, while there were 41 respondents given MP-ASI are not good, 10 respondents (24.4%) have good nutrition and 31 respondents (75.6%) have poor nutrition. Statistical test results, obtained p-value 0.002 or p-value <0.05.Conclusion: There is a relationship between complementary feeding (MP-ASI) with nutritional status in infants aged 6-12 months in the working area of Karang Bandar Lampung Health Center in 2019 with a p-value of 0.002. It is expected that the Puskesmas will be able to make a list of MP-ASI gift menus and provide infrastructure facilities on the MP-ASI menu according to the baby's needs.Keywords: Complementary foods; Breast milk; Nutritional status; Infants 6 to 12 months oldPendahuluan: Berdasarkan data prasurvey bulan Januari 2019 Di Puskesmas Kota Karang terhadap 30 bayi yang berusia 6-12 bulan, diketahui 12 bayi (40%) status gizi normal, dan 18 bayi (60%) dengan status gizi kurang, berdasarkan data wawancara terhadap orang tua yang mempunyai anak usia 6-12 bulan dengan status gizi kurang, 10 ibu (55,5%) mengatakan kurang mengetahui tentang pentingnya pemberian MP-ASI seperti waktu yang tepat dalam pemberian MP-ASI, menu makanan untuk MP-ASI, serta porsi MP-ASI untuk bayi, dan 8 ibu (44,5%) mengatakan hanya memberikan susu formula sebagai pengganti ASI.Tujuan: Diketahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi Pada Bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai Bayi usia 6-12 bulan yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2019 berjumlah 86 responden, Sampel 86 responden. Teknik sampling yang digunakan total sampling. Analisa data uji chi-square.Hasil: Diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2019, terdapat 45 responden yang diberikan MP-ASI dengan baik, 27 responden (60,0%) mengalami gizi baik dan 18 responden (40,0%) mengalami gizi kurang baik, sedangkan terdapat 41 responden yang diberikan MP-ASI kurang baik, 10 responden (24,4%) mengalami gizi baik dan 31 responden (75,6%) mengalami gizi kurang baik. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,002 atau p-value < 0,05.Simpulan: Ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan status gizi pada bayi usia 6-12 bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Tahun 2019 dengan p-value 0,002. Diharapkan kepada pihak Puskesmas agar dapat membuat daftar menu pemberian MP-ASI dan menyediakan fasilitas sarana prasarana tentang menu MP-ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.
Hubungan status gizi berdasarkan lingkar lengan atas (LiLA) dengan tekanan darah pada pasien hipertensi Amila Amila; Nurul Utami; Agnes Silvina Marbun
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.322 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1851

Abstract

Mid‐upper arm circumference (MUAC), nutritional status and blood pressure of patients with hypertensionBackground : Obesity is a factor that affects the increase in blood pressure. Measurement of nutritional status assessment Mid‐upper arm circumference (MUAC), can be used as one of obesity screening. Purpose : To determine the relationship of mid‐upper arm circumference (MUAC), nutritional status and blood pressure of patients with hypertensionMethod: Correlational analytic with cross sectional approach, a sample was recruited with purposive sampling as much as 43 respondents. The data was analyzed by pearson correlation with significance α <0.05.Results : There was a significant correlation mid‐upper arm circumference (MUAC), nutritional status and blood pressure of patients with hypertension with the  systolic blood pressure (p = 0,005, r = 0,420) and diastolic blood pressure (p = 0.025,  r = 0.342).Conclusion: There was a significant correlation mid‐upper arm circumference (MUAC), nutritional status and blood pressure of patients with hypertension and consideration of the research to be implemented as an early detection of obesity to prevent and control excessive weight gain and increase of blood pressureKeywords: Mid‐Upper Arm Circumference (MUAC); Nutritional status; Blood pressure; Patients; HypertensionPendahuluan: Obesitas merupakan faktor yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah.Pengukuran status gizi dapat digunakan sebagai salah satu skrining obesitas.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status gizi  (lingkar lengan atas) dengan tekanan darah pada masyarakat Desa Pante Raya Barat Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah tahun 2017.Metode : Penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 43 orang. Data penelitian dianalisis dengan uji korelasi spearman pada α <0.05.Hasil :  Uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan lingkar lengan atas dengan tekanan darah sistolik, (p= 0,003 r=-0,437) dan tekanan darah diastolik (p= 0,022 r=0,347). Simpulan : Penelitian ini dapat digunakan sebagai deteksi dini obesitas dalam upaya mencegah dan mengendalikan berat badan yang berlebihan dan peningkatan tekanan darah. 
Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi MR (Measles Rubella) pada anak usia 9 bulan–5 tahun Umi Romayati Keswara; Eriyani Eriyani; Super Adinata
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.923 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1615

Abstract

Measles Rubella vaccine in children ages 6 to 60 months related knowledge, attitudes and practices of mothers in Lampung-IndonesiaBackground: Rubella is an acute and minor disease that often infects vulnerable children and young adults. High coverage and evenly at least 95% will create herd immunity and break the chain of rubella's spreading. Achievement of immunization obtained by UPTD in Puskesmas Margodadi was still low at 94.3%.Purpose: Knowing Measles Rubella vaccine in children ages 6 to 60 months related knowledge, attitudes and practices of mothers in Lampung-Indonesia.Method: This study was quantitative with a case-control design with populations in this study were mothers who had children aged 9-60 months  who were targeted in the implementation of mass MR immunization with a sample of 80 from 4 integrated service post or posyandu taken by Propositional Sampling. The instrument used was a questionnaire to determine the knowledge, attitudes, and behaviors of mothers in the provision of MR immunization. Data analysis used Chi-Square.Results: Distribution frequency of characteristics of mothers who didn’t give MR immunization with good knowledge were 18 respondents (45%) and not so good knowledge were 22 respondents (55%), distribution frequency of mothers with a positive attitude but not giving MR immunization were 17 respondents (42 , 5%) and negative attitude mothers were 23 respondents (57.5%). Chi-Square analysis showed that there was correlation between knowledge and mother's behavior with p value0.012 and there was correlation between attitudes and mother's with p value of 0.025.Conclusion: There were correlation of Measles Rubella vaccine in children ages 6 to 60 months related knowledge, attitudes and practices of mothers in Lampung-Indonesia. Suggestions for further research are to pay attention to predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors in their research.Keywords: Measles Rubella vaccine; Children; Mothers; Knowledge; Attitude; PracticesPendahuluan: Rubella merupakan penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Cakupan yang tinggi dan merata minimal 95% akan membentuk herd immunity dan memutus rantai penularan penyakit rubella. Capaian imunisasi didapatkan UPTD Peskesmas Margodadi belum mencapai cakupan minimal sebesar 94,3%.Tujuan: Diketahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi MR (Measles Rubella).Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain case-control, populasinya ibu yang memiliki anak usia 9 bulan–5 tahun yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan imunisasi MR massal, dengan sampel 80 dari 4 posyandu yang diambil dengan cara proposional sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan Perilaku ibu dalam pemberian imunisasi MR. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil: Distribusi frekuensi karakteristik ibu yang tidak memberikan imunisasi MR dengan pengetahuan baik sebesar 18 responden (45 %) dan yang buruk sebesar 22 responden (55%), Distribusi frekuensi ibu dengan sikap positif namun tidak memberikan imunisasi MR sebesar 17 responden (42,5 %) dan ibu yang bersikap negatif sebesar 23 responden (57,5%). Uji analisis Chi-Square terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu dengan ρ-value sebesar 0,012 dan terdapat hubungan sikap dengan perilaku ibu dengan ρ-value sebesar 0,025.Simpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi MR. Saran peneliti selanjutnya agar tetap memperhatikan factor predisposisi, factor pemungkin, dan factor penguat dalam penelitiannya. 
Tipe pola asuh orang tua yang berhubungan dengan perilaku bullying pada pelajar SMP Anhar Jaya Putra; Teguh Pribadi; Dhini Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2074

Abstract

Indonesian parenting styles and bullying among junior high school students, Bandar Lampung-IndonesiaBackground: The data base of  Child Protection Committee in Indonesia  2011-2014 had been  increasing and is ranked at the top of 369 cases reported to Child Protection Committee such as in education enviroment, bullying behaviour among students at the schools  was very common. The reason of the student has a bullying behaviour  can be from various factors such as parenting styles of their parent.Purpose: To know the relationship between  parenting styles and bullying among junior high school students, in Bandar Lampung-IndonesiaMethod: A quantitative research type by using a cross sectional approach. The population were all students of grade VII and VIII at Gajah Mada junior high School in Bandar Lampung, Indonesia, with the sample 153 respondents. Data collection techniques were carried out by questionnaire. The statistical test used by the chi square test.Results: Most respondents claim uninvolved a school bullying, as much as 111 students (72.5%). Most of the respondents  claim have a democratic parenting styles by their parent as many as 78 respondent (51.0%). There is a relationship between parenting styles and bullying among junior high school students, Bandar Lampung-Indonesia in 2019 with p-value <α (0,000 <0.05)Conclusion: There is a relationship between parenting styles and bullying among junior high school students,Bandar Lampung-Indonesia. Suggestions for educational institutions, it is hoped that the results of this study can be a means and reference for educators / schools in overcoming the problem of school bullying among junior high school students by informing to the parents to be applying appropriate a parenting style to their children.Keywords: Parenting styles; Bullying; Junior high school; StudentsPendahuluan: Kasus bullying menurut KPAI pada tahun 2011-2014 juga semakin meningkat dan menduduki peringkat teratas sebanyak 369 pengaduan kepada KPAI, dalam bidang pendidikan seperi kekerasan di sekolah, diskriminasi terdapat sekitar 1480 kasus.  Penyebab seseorang menjadi pelaku “bullying” bisa dari berbagai faktor seperti orang tua yang terlalu memanjakan anaknya.Tujuan: Diketahui hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku bullying pada siswa SMP Gajah Mada Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh siswa  kelas VII dan VIII di SMP Gajah Mada Bandar Lampung  pada tahun 2019 yaitu sebanyak 246 orang. Sampel 153 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Sebagian besar responden mengaku tidak melakukan perilaku bullying yaitu sebanyak 111 orang (72,5%). Sebagian besar responden mengaku memiliki pola asuh orang tua yang demokratis sebanyak 78 orang (51,0%). Terdapat hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku bullying pada siswa SMP Gajah Mada Kota Bandar Lampung Tahun 2019 dengan nilai p-value < α (0,000 < 0,05)Simpulan: Ada hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku bullying. Saran kepada institusi pendidikan, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sarana dan referensi bagi pihak pendidik/ sekolah dalam mengatasi masalah bullying pada remaja dengan memberkan informasi pada oraang tua supaya dapat menerakan pola asuh yang tepat bagi anaknya.
Pemberian kompres daun kubis (brassica oleracea var. capitata) dengan penurunan nyeri pasien pasca operasi kanker payudara Djunizar Djamaludin; Hudzaifah Al Fatih; Devi Surya Qaulia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.136 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1813

Abstract

Cabbage leaves (brassica oleracea var. capitata f. alba) in patients with post-mastectomy painBackground: In patients with breast cancer, chronic pain affects 25% of 60% of patients who are undergoing treatment. And around of 5,6 Muscle pain and stiffness are the main complaints of primary breast cancer treatment such as hypersensitivity involving symptoms of neck, armpit and shoulder painPurpose:  To determine the effect of cold cabbage leaves compresses on pain reduction in patients with post-mastectomy painMethod: A quantitative by quasi-experiment with one group pretest - posttest design approach. The population were 50 patients who experienced postoperative breast pain, a sample of 17 respondents. The sampling technique by accidental sampling and Statistical tests used the t-test.Results: The average pain in patients after breast cancer surgery before being given a cold cabbage leaves compresses, with the average pain being at 7.71 points, while the standard deviation of 1.213. After cold cabbage leaves compresses are given, the average pain is at 7.71, while the standard deviation is 1.213. Statistical test results obtained a value of p = 0,000.Conclusion: There is an effect of cold cabbage leaves compresses on the reduction of pain in post-breast cancer surgery patients at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2019. Suggestions for health workers to be able to provide counseling and good information about the benefits of non-pharmacological treatment in dealing with pain problems in patients who experience pain problems after mastectomy surgery.Keywords: Cabbage leaves (brassica oleracea var. Capitata f. Alba); Compresses; Patients; Post-mastectomy; Pain Pendahuluan: Pada pasien dengan kanker payudara, nyeri kronis mempengaruhi 25% dari 60% pasien yang menjalani perawatan. Dan sekitar 5,6 Nyeri otot dan kekakuan merupakan keluhan utama dari pengobatan kanker payudara primer seperti hipersensitivitas yang melibatkan gejala-gejala nyeri leher, ketiak dan bahu. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres daun kubis dingin terhadap penurunan nyeri pada pasien pasca operasi kanker payudara Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest. Populasinya adalah pasien yang mengalami nyeri pasca operasi kanker payudara sebanyak 50 orang, sampel sebanyak 17 responden. Teknik sampel menggunakan accidental sampling dan uji statistik menggunakan uji t-tesHasil : Rerata nyeri pada pasien pasca operasi kanker payudara sebelum diberikan kompres daun kubis, dengan rerata nyeri berada pada skor 7,71, sedangkan standar deviasi 1,213. Sesudah diberikan kompres daun kubis, dengan rerata nyeri berada pada skor 7,71, sedangkan standar deviasi 1,213.Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,000.Simpulan : Ada pengaruh pemberian kompres daun kubis terhadap penurunan nyeri pasien pasca operasi kanker payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2019. Saran bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi yang baik tentang manfaat pengobatan non farmakologi dalam menangani  masalah nyeri pada pasien yang mengalami masalah gangguan nyeri pasca melakukan operasi mastektomi.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kemampuan pasien diabetes mellitus dalam melakukan deteksi episode hipoglikemia Eka Yudha Chrisanto; Sapti Ayubbana; Yola Anjani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.209 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1614

Abstract

Detection of hypoglycemia by adult with diabetes mellitus.Background : The increasing prevalence of people with diabetes mellitus occurs every year along with the increasing prosperity of a country, especially in developing countries because the wrong lifestyle changes can cause obesity which is one of the risk factors for diabetes.Purpose: Know factors that are related to Detection of hypoglycemia by adult with diabetes mellitus.Method: This is a descriptive correlational study, a cross sectional research design. The population in this study was the number of patients with diabetes mellitus of 40 respondents. The sample technique used was accidental sampling, research instruments using a questionnaire, with data analysis namely the chi square test.Results: Finding that there was no relationship of age (p-value 0.071) and availability of glucometer with (p-value 0.052), there was a relationship with education (p-value 0.026), duration of suffering of DM (p-value 0.016 ), there is a relationship of gender with (p-value 0.010), there is a relationship of knowledge (p-value 0.008). In detecting episodes of hypoglycemia (p-value 0.052).Conclusion: Several factors in detecting episodes of hypoglycemia in the context of nursing care are closely related such as; education, duration of diabetes, gender, and knowledge.Keywords: Detection; Hypoglycemia; Adult; Diabetes mellitus.Pendahuluan: Hipoglikemia terjadi karena peningkatan insulin dalam darah dan penurunan kadar glukosa. Terapi insulin yang tidak adekuat disebabkan oleh ketidaksempurnaan terapi insulin saat ini, dimana pemberian insulin masih belum sepenuhnya dapat menirukan (mimicking) pola sekresi insulin yang fisiologis. Hipoglikemia diabetik lebih sering terjadi pada pasien diabetes tipe 1, namun dapat juga terjadi pada pasien diabetes tipe 2 yang mendapatkan terapi insulin, dan merupakan faktor penghambat utama dalam penanganan diabetes mellitus.Tujuan: Mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kemampuan pasien diabetes mellitus dalam melakukan deteksi episode hipoglikemia dalam konteks asuhan keperawatan .Metode: Penelitian dilakukan pada Juli 2019 dengan menggunakan metode Cross Sectional. Melibatkan 40 responden di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung menggunakan kuisioner pengetahuan tentang Hipoglikemia untuk menilai tingkat pengetahuan dan kuisioner kemampuan deteksi hipoglikemia untuk menilai kemampuan melakukakn deteksi episode hipoglikemia pada responden.Hasil: Tidak terdapat hubungan usia (p-value 0.071) dan ketersediaan alat glukometer dengan (p-value 0.052), terdapat hubungan pendidikan dengan (p-value 0,026), lama menderita DM dengan (p-value 0,016), jenis kelamin dengan (p-value 0,010), dan pengetahuan (p-value 0,008) dalam melakukan deteksi episode hipoglikemia dalam konteks asuhan keperawatan (p-value 0,052).Simpulan: Beberapa faktor dalam melakukan deteksi episode hipoglikemia dalam konteks asuhan keperawatan sangat erat berhubungan seperti; pendidikan, lama menderita DM, jenis kelamin, dan pengetahuan
Evaluasi manajemen pengadaan dan distribusi obat di dinas kesehatan kota Bandar Lampung periode tahun 2016 Nopiyansyah Nopiyansyah; Anny Victor Purba; Wahyudi Uun Hidayat
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.043 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2088

Abstract

Evaluation of drug management on procurement and distribution at Bandar Lampung Health Authority  Background : Management of public medicine and medical supplies in aimstoen sure continuity, availability and affordability of efficient drug services, availability and affordability of efficient drug services. Procurementis a continuous activity starting from selection, determining the amount needed, adjusting between demand and budget, selecting procurement methods, selecting suppliers, determining contract specifications, monitoring procurement and payment processes.Purpose : To determine the mechanism of drug procurement, drug distribution and delivery problems, constraints faced in the procurement and distribution of drugs.Method: A qualitative descriptive with technique of collecting data through in-depth interviews and reviews of documents on drug procurement and distribution.Results: Procurement of drug scarried out by the Pharmacy Installation of the Bandar Lampung Health Authority  based on usage pattern was not in accordance with the report on the use of the drug request sheets that have been prepared by the Public health centers. There were 78 drug items (44.3%) held more than those proposed, 77 drug items (43.7%) drugs were heldless than proposed, and only 21 medicinal items (12%) drugs that were carried out according to the ones proposed. Based on the results of the interview, problems with the distribution and delivery of drugs sent by the Pharmacy Installation founded problems which were 30 of Public health centers of drug has been sent expire date <1 year, 7 health centers have been sent expired date drugs and 26 health centers have been sent drugs that were not ordered. The most common constraints faced in the procurement and distribution of drugs carried out  are not availabe drugs in pharmaceutical whole sales and drugs sent to the Public health centers not in accor dance with tho serequested by the Public health centers.Conclusion : The procurement of drugs carried out and usage pattern is not in accordance with the report on the use of the drug request sheet that has been prepared successfully, ABC VEN method according to budget, the comordibity method was not appropriate wheres drugs most of which were held clinically not in accordance with the 10 most common diseases that occurred in the Bandar Lampung Health Authority  in 2016.Keywords: Drugs management; Procurement; Distribution; Pharmacy installationPendahuluan: Manajemen obat publik dan perbekalan kesehatan di bertujuan untuk menjamin kelangsungan, ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat yang efisien, efektif dan rasional serta menjamin kualitas mutu obat. Pengadaan merupakan kegiatan yang berkesinambungan dimulai dari pemilihan, penentuan jumlah yang dibutuhkan, penyesuaian antara kebutuhan dan dana, pemilihan metode pengadaan, pemilihan pemasok, penentuan spesifikasi kontrak, pemantauan proses pengadaan dan pembayaran.Tujuan: Untuk mengetahui mekanisme pengadaan obat, masalah pendistribusian dan pengiriman obat, kendala yang dihadapi dalam pengadaan dan pendistribusian obat.Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen pengadaan dan pendistribusian obat.Hasil: Pengadaan obat yang dilakukan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berdasarkan pola konsumsi tidak sesuai dengan laporan pemakaian lembar permintaan obat yang telah disusun puskesmas. Terdapat 78 item obat (44,3%) yang diadakan lebih dari yang diusulkan, 77 item obat (43,7%) yang diadakan kurang dari yang diusulkan, dan hanya 21 item obat (12%) yang diadakan sesuai dengan yang diusulkan. Berdasarkan hasil wawancara, masalah pendistribusian dan pengiriman obat yang dikirimkan oleh Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung yakni 30 puskesmas pernah dikirimkan obat expiredate < 1 Tahun, 7 Puskesmas pernah dikirimkan obat yang sudah expiredate dan 26 puskesmas pernah dikirimkan obat yang tidak dipesan. Kendala yang paling sering dihadapi dalam pengadaan dan pendistribusian obat yang dilakukan oleh Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung yaitu obat kosong di pedagang besar farmasi dan obat yang dikirimkan ke puskesmas tidak sesuai dengan yang diminta oleh puskesmas.Simpulan: Pengadaan obat yang dilakukan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berdasarkan pola konsumsi tidak sesuai dengan laporan pemakaian lembar permintaan obat yang telah disusun puksesmas, metode ABC VEN sesuai anggaran, metode komordibitas belum sesuai dimana obat yang terbanyak diadakan secara klinis tidak sesuai dengan 10 penyakit terbanyak yang terjadi. 
Kekerasan emosional menyebabkan kenakalan pada remaja Alfianur Alfianur; Ezalina Ezalina; Elfiza Fitriami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.05 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2309

Abstract

Adolescent emotional distress and misbehaviorBackground: Emotional distress is an act that demeans the child through condemnation of words that continues to neglect the child, isolate the child from the environment and social relationships, blame the child continuously and emotional abuse is usually always followed by other violence. Emotional distress can cause physical and psychological trauma from mild to severe intensity, so that it can lead to misbehavior. Misbehavior is evil or naughty behavior committed by adolescents so that it irritates oneself and others.Purpose: Determining the correlation between adolescent emotional distress and misbehaviorMethod: A quantitative study with a correlation research design and the approach used is cross sectional. The sample in this study were 30 teenagers. The study was conducted at the Technical Implementation Unit of Social Services for Adolescent Development Marsudi Putra Tengku Yuk Pekanbaru. The measuring instrument used was a questionnaire of emotional distress and misbehavior. The analysis used univariate and bivariate using the Chi-square test.Results:The analysis of the study obtained p value 0.01 <0.05, which means there is a correlation between emotional distress and misbehavior and the risk of adolescents misbehavior as much as 10.8 times.Conclusion: There is a correlation between emotional distress and misbehavior at the Technical Implementation Unit of Social Services for Youth Development Marsudi Putra Tengku Yuk Pekanbaru.Keywords: Emotional distress; Misbehavior; AdolescentPendahuluan: Kekerasan emosional merupakan tindakan yang merendahkan anak melalui kecaman kata-kata yang berlanjut dengan melalaikan anak, mengisolasi anak dari lingkungan dan hubungan sosialnya, menyalahkan anak terus menerus dan kekerasan emosional biasanya selalu diikuti dengan kekerasan lain. Kekerasan emosional dapat menyebabkan trauma fisik dan psikologis dari intensitas ringan-berat, sehingga dapat menimbulkan munculnya kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau nakal yang dilakukan oleh remaja sehingga mengganggu diri sendiri dan orang lain.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kekerasan emosional dengan kenakalan remaja.Metode: Penelitian kuantitaf dengan desain penelitian korelasi dan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang remaja. Penelitian dilakukan di Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja Marsudi Putra Tengku Yuk Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner kekerasan emosional dan kenakalan remaja. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil: Didapatkan p value 0,01 < 0,05 yang artinya ada hubungan antara kekerasan emosional dengan kenakalan remaja dan risiko remaja dengan kekerasan emosional melakukan kenakalan remaja sebanyak 10,8 kali .Simpulan: terdapat hubungan antara kekerasan emosional dengan kenakalan remaja di Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja Marsudi Putra Tengku Yuk Pekanbaru. 
Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun Setiawati Setiawati; Erna Rahma Yani; Megah Rachmawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.055 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1903

Abstract

Relationships between physical growth, mental development and nutritional status in children 1–3 years of ageBackground: Based on health surveys under the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, the prevalence of delayed gross motor development, social personal, soft motor and language development in children aged 0.5 - 5.9 years is still high reaching 11.5%, up to 21, 6%, and the prevalence of malnutrition reaches 3.9%. The percentage of malnutrition in Lampung Province is 1.6% to 12.4%.Purpose: Knowing relationships between physical growth, mental development and nutritional status in children 1–3 years of age.Method: A quantitative research, using a cross-sectional approach with a population was mothers of children aged 1-3 years at the Palapa Health Center in Bandar Lampung City with a sample of 203 toddlers, using random sampling with proportional random sampling technique. Data collection techniques were used by observing toddlers and filling in the Pre-Screening Questionnaire of Development (KPSP)   by their mothers. The statistical test used was the Chi Square test.Results: The frequency distribution of toddlers with adequate nutrition status of 104 toddlers (51.2%), appropriate in physical growth  as many as 134 toddlers (66.0%), and appropriate in mental development  was 142 toddlers (70.0%). There is a relationship of nutritional status with the physical growth (p value 0.001, OR 2.8).There is a relationship of nutritional status with the mental development (p value 0.007, OR 2.4)Conclusion: There is a relationships between physical growth, mental development and nutritional status in children 1–3 years of age. Suggestions for health workers are expected to further improve the monitoring of the nutritional status of children and conduct routine early detection of deviations of child developmentKeywords: Physical growth; Mental development; Nutritional status; Children 1–3 years of agePendahuluan: Berdasarkan survey kesehatan dibawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, prevalensi keterlambatan perkembangan motorik kasar, sosial personal, motorik halus dan perkembangan bahasa pada anak usia 0,5 – 5,9 tahun masih tinggi mencapai 11,5 %, sampai dengan 21,6%, dan prevalensi gizi buruk hingga mencapai  3,9%. Provinsi Lampung persentase gizi buruk sebesar 1,6%, dan gizi kurang 12,4%.Tujuan: Diketahui hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun di Puskesmas Palapa Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi dalam para ibu yang mempunyai  balita 1-3 tahun di Puskesmas Palapa Kota Bandar Lampung dengan sampel 203 balita, menggunakan random sampling dengan teknik Proportional random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan dengan cara mengobservasi balita dan pengisian data kuesioner KPSP oleh ibu yang mempunyai balita yang dijadikan sebagai responden . Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Distribusi frekuensi balita dengan asupan gizi cukup yaitu sebanyak 104 balita (51,2%), pertumbuhan kotegori sesuai sebanyak 134 balita (66,0%), perkembangan yang kategori tidak menyimpang sebanyak 142 balita (70,0%). Ada hubungan status gizi dengan pertumbuhan balita 1-3 tahun (p value 0,001, OR 2,8) Ada hubungan status gizi dengan perkembangan balita 1-3 tahun (p value 0,007, OR 2,4)Simpulan: Adanya hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun  di Puskesmas Palapa Kota Bandar Lampung tahun 2019. Saran bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih meningkatkan lagi pemantauan terhadap status gizi anak dan melakukan deteksi dini secara rutin terhadap penyimpangan perkembangan anak.
Perbandingan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis elektronik dan berbasis kertas: Study literature Tomy Suganda; Rr Tutik Sri Hariyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.371 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.2085

Abstract

Paper‐based versus electronic‐based of health records in quality of nursing documentation: A literature review study.Background: Many technological developments in nursing services have emerged, one of them is electronic-based nursing documentation. The electronic nursing documentation has a good impact which increases the quality of service. But the readiness is still questionable.Purpose: Describing the quality comparison of electronic-based nursing documentation and paper-based nursing documentation.Method: This study uses a PRISMA literature review. Through the remote-lib.ui.ac.id database that is connected to various scientific publication pages such as, Scopus, Ebsco, PROQUEST Scholar-Articles with several key words such as electronic nursing documentation, nursing paper documentation, management information systems.Results: Electronic-based documentation has a higher level of quality documentation than paper-based documentation in terms of efficiency, effectiveness, patient focus and timeliness.Conclusion: Electronic-based documentation offers the optimization of nursing care, effective and efficient documentation, integrated nursing care and cost-effective through (paperless). Strong support from hospital institutions, organizations and government at the beginning of the nurse adaptation system and process is a challenge so that the application of electronic nursing documentation is realized properly.Keywords: Paper‐based; Electronic‐based; Health records; Quality; Nursing documentation.Pendahuluan: Pengembangan teknologi dalam pelayanan keperawatan banyak bermunculan, salah satunya dokumentasi keperawatan berbasis elektronik. Dokumentasi keperawatan elektronik memberikan dampak baik yang luarannya meningkatkan kualitas pelayanan. Namun kesiapan masih dipertanyakan.Tujuan: Menggambarkan perbandingan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis elektronik dan dokumentasi keperawatan berbasis kertas.Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka PRISMA. Melalui Database remote-lib.ui.ac.id yang terhubung dengan berbagai macam laman publikasi ilmiah seperti, Scopus, Ebsco, PROQUEST, Scholar-Artikel dengan beberapa kata kunci seperti dokumentasi keperawatan elektronik, dokumentasi keperawatan kertas, sistem informasi manajemen.Hasil: Dokumentasi berbasis elektronik memiliki tingkat kualitas dokumentasi lebih dibandingkan dokumentasi berbasis kertas secara efesiensi, efektifitas, fokus pada pasien maupun ketepatan waktu.Simpulan: Dokumentasi berbasis elektronik menawarkan keoptimalan melakukan asuhan keperawatan, dokumentasi efektif dan efesien, asuhan keperawatan terintegrasi serta cost-effective melalui (paperless). Dukungan kuat dari institusi rumah sakit, organisasi maupun pemerintah dalam permulaan sistem dan proses adaptasi perawat menjadi tantangan, agar penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terealisasi dengan baik.

Page 2 of 2 | Total Record : 20