cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2020)" : 20 Documents clear
Optimalisasi fungsi manajemen kepala ruangan dalam supervisi klinik menggunakan alat bantu Google form di rumah sakit di Jakarta Neni Triana; Enie Novieastari; Satinah Satinah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.555 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2703

Abstract

Utilization of digital technologies as a strategy to optimizing management functions in nursingBackground: Nursing services need a good management of Nurse Managers to achieve a standardized service quality. Clinical supervision nursing has generally been implemented in hospitals, but its application has not been implemented optimally causing quality improvement not to run continuously.Purpose: To identify issues of implementation clinical supervision nursing and to develop problem-solving solutions.Method: The mini project, analysis of results and implementation gap with discussion based on literature review. Problems were analyzed using a fishbone diagram. Problem solving using Plan Do Study Action (PDSA) tools starts from Plan of Action (POA), implementation, evaluation, and follow up. The sample was taken from 5 the inpatient wards.Results: The problem identification found not optimal the quality  of nursing in the planning, monitoring and follow-up phase. Implementation of problem solving by workshop and socialization of guidance, procedure, dictionary and instrument of monitoring clinical supervision nursing with digital tecnology google form. The evaluation result shows that 100 % said the clinical form supervision of digital technology based on google form was very effective and efficientKeywords: Utilization; Digital technologies; Strategy; Optimizing; Management functions; NursingPendahuluan: Pelayanan keperawatan memerlukan pengelolaan yang baik dari Manajer Perawat untuk mencapai kualitas pelayanan keperawatan yang sesuai standar. Supervisi klinik keperawatan pada umumnya telah dilaksanakan oleh manajer keperawatan, namun penerapannya belum dilaksanakan secara optimal yang menyebabkan supervisi klinik keperawatan tidak berjalan secara berjenjang.Tujuan: Mengidentifikasi masalah pelaksanaan supervisi klinik keperawatan di ruang rawat serta mengembangkan solusi pemecahan masalah.Metode: Berupa mini project serta analisis hasil dan gap implementasi dengan pembahasan berdasarkan literature review. Masalah dianalisis menggunakan diagram fishbone. Penyelesaian masalah menggunakan tools Plan Do Study Action (PDSA) dimulai dari Plan of Action (POA), implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut. Sampel diambil dari ruang rawat inap yang terdiri dari 5 Kepala Ruangan.Hasil: Ditemukan tidak optimalnya supervisi klinik keperawatan pada tahap perencanaan, pemantauan dan tindak lanjut. Implementasi pemecahan masalah berupa sosialisasi dan workshop supervisi klinik keperawatan berbasis teknologi digital google form. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa  100 % mengatakan supervisi klinik keperawatan berbasis teknologi digital google form sangat efektif dan efesien. 
Penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya narkotika Adius Kusnan; Amirudin Eso; Asriati Asriati; La Ode Alifariki; Ruslan Ruslan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.808 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1598

Abstract

Educating young people about drugs among high school studentsBackground: Adolescence is a transition between childhood and adulthood. At this stage of development, adolescents have tasks that must be completed, if adolescents are not able to carry out their roles properly they can be involved in the drugs abuse and other addictive substances.Purpose: to analyze the effect of educating young people  on improving the knowledge and attitudes about drugs among high school studentsMethod: A quasi experiment, using a pre-test and post-test design. The population was  all of student council organization such as  of (youth consultation information center, youth red cross, Scouts) and all students in grade XI (high school)  Negeri 4 Kendari. The samples was divided by 2 group: intervention groups (44 respondents) and control groups (44 respondents). Measuring instruments used were pre-test, post-test day 1, and post-test day 2 after intervention. Data analysis used paired t test and unpaired t test.Results: Shows that the briefing regarding of negative of consequence addicted to drugs  had a significant effect on students' knowledge with p-value <α (0,000) and attitude 0,000. Whereas in the control group there was no effect on knowledge (p value = 0.151) and attitudes (p value = 0.141). The results of the independent test t test obtained knowledge of 0,000 while the attitude of 0.082. This shows there is a difference between knowledge in intervention and control groups but there is no difference in attitude between intervention and control groups.Conclusion: There is effectiveness of briefing regarding of negative of consequence addicted to drugs  on knowledge among high school students in Kendari.Keywords: Educating; Young people; Drugs; High school studentsPendahuluan : Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Pada tahap perkembangan tersebut, remaja memiliki tugas yang harus diselesaikan, bila remaja tidak mampu menjalankan tugas dengan baik mereka dapat terlibat dalam dunia narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnya.Tujuan: Menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya Narkotika  pada remaja pada kalangan siswa SMA Negeri 4 Kendari.Metode: Penelitian quasi experiment, menggunakan rancangan pre test and post test design. Populasinya semua pengurus organisasi siswa siswi terdiri dari (pusat informasi konsultasi remaja/PIKR, palang merah remaja/PMR, Pramuka) dan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kendari. Sampel dibagi dalam 2 kelompok meliputi kelompok perlakuan (44 responden) dan kelompok kontrol (44 responden). Alat ukur yang digunakan kuesioner pre test, post test hari ke-1, dan post test hari ke-2 setelah penyuluhan. Analisis data menggunakan uji T berpasangan dan uji T tidak berpasangan.Hasil: Pada kelompok perlakuan (penyuluhan) menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan tentang narkotika berpengaruh signifikan pada pengetahuan siswa yakni p value < α (0,000) dan sikap 0,000. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan (p value = 0,151) dan sikap siswa (p value = 0,141). Hasil uji indenpenden T test diperoleh pengetahuan sebesar 0,000 sedangkan pada sikap 0,082. Hal ini menunjukkan ada perbedaan antara pengetahuan pada kelompok perlakuan dan kontrol akan tetapi tidak ada perbedaan sikap antara kelompok perlakuan dan kontrol.Simpulan: Kesimpulan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya narkotika di Sekolah Menenganh Atas Negeri 4 Kendari.
Pengetahuan, sikap dan etika batuk pada penderita tuberkulosis paru Mohamad Ramdan; Mamat Lukman; Hesti Platini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.176 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2395

Abstract

Knowledge, attitude and cough etiquette among patient with pulmonary tuberculosisBackground: Tuberculosis is the main cause of death. The high number of tuberculosis is due to the transmission through droplets. Cough etiquette is one of prevention behaviors of tuberculosis transmission.Purpose: To describe the knowledge, attitude and cough etiquette among patient with pulmonary tuberculosisMethod: A quantitative descriptive design with the respondent population was patient with pulmonary tuberculosis hospitalized in the Zamrud room of RSUD. Dr. Slamet Garut and the sample was selected using total sampling for one month, got of 30 respondents. The data were collected through questionnaires an observation sheets. The data were analyzed by using unnivariate analysis.Results : Showing that of 30 respondents, those who have good a knowledge were 50%, negative attitude were 63.3% and has no a cough etiquette were 56.7%.Conclusion: To be consideration to improve education delivery that is more focused on attitudes and conduct in preventing tuberculosis transmission to pulmonary tuberculosis patients and families so that they understand and apply, and can prevent tuberculosis transmission from its source.Keywords: knowledge; attitude; cough etiquette; patient; pulmonary tuberculosis Pendahuluan : Tuberkulosis penyebab kematian utama, tingginya angka kejadian tuberkulosis karena penularan melalui droplet. Etika batuk salah satu komponen perilaku pencegahan penularan tuberkulosis.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan tindakan etika batuk pada penderita tuberkulosis.Metode: Deskriptif kuantitatif dengan populasinya semua pasien tuberkulosis paru dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling untuk 1 bulan sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi.Hasil : Menunjukan dari 30 responden, yang memiliki pengetahuan etika batuk yang baik sebesar 50%, sikap yang negatif sebesar 63.3% dan tidak beretika/tidak beradap dalam batuk sebesar 56.7%.Simpulan : Dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan penyampaian edukasi yang lebih berfokus pada sikap dan tindakan dalam pencegahan penularan tuberkulosis kepada penderita tuberkulosis paru dan keluarga sehingga memahami dan menerapkannya, serta dapat mencegah penularan tuberkulosis dari sumbernya.
Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap dan praktik pada pertolongan pertama penanganan luka bakar Risa Herlianita; Faqih Ruhyanudin; Indri Wahyuningsih; Chairul Huda Al Husna; Zaqqi Ubaidillah; Ahmad Try Theovany; Yunika Era Pratiwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.961 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2825

Abstract

First‐aid management of minor burns: attitude, and practice among high school studentsBackground: Burns have become a global public health problem that cause about 180,000 deaths per year. The majority of burns are 20 years old and most occur at home. One of the efforts to improve public attitudes and practice about burn first aid is to teach first aid techniques when burns occur to students using video media and demonstration methods.Purpose: To determine the effect of health education on first‐aid management of minor burns: attitude, and practice among high school students. Method: A quasi experimental design with one group pre-posttest. The sample that was used from students of grade X and IX which accounted to 52 High School students on March 2020. The observed variable was the change in student attitudes and practice. The data analysis used the Wilcoxon test with α = 0.05.Results: Show that the attitude score obtained was a pre-test score of 32.7, while the post-test score was obtained a score of 98.1. While the practice obtained an median score of pre-test at 25 and the post-test showed the median score reached 80. The significance value (p-value) obtained by using Wilcoxon data analysis on attitudes and practice <0,05 which means there is an influence of health education on first‐aid management of minor burns: attitude, and practice among high school students by using video media and demonstration methods.Conclusion: There is an evidence influence of health education on first‐aid management of minor burns. The advantage of this program to be continued to some other a high school student as part of community services from university staff.Keywords: First‐aid management; Minor burns; Attitude; Practice; High school studentsPendahuluan: Luka bakar telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang menyebabkan kematian sekitar 180.000 orang per tahun yang diakibatkan oleh luka bakar. Kejadian luka bakar mayoritas berusia 20 tahun dan sebagian besar terjadi di rumah. Salah satu upaya untuk meningkatkan sikap dan praktik masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar yaitu dengan mengajarkan teknik pertologan pertama saat terjadi luka bakar pada siswa dengan menggunakan media video dan metode demonstrasi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap sikap dan praktik pada pertolongan pertama penanganan luka bakar pada siswa SMA.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan metode penelitian one grup pre-post test. Sampel yang digunakan siwa kelas X dan IX berjumlah 52 Siswa pada bulan Maret 2020. Variabel yang diamati yaitu perubahan pada sikap dan praktik siswa. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan α = 0.05.Hasil: Menunjukkan bahwa nilai sikap diperoleh skor pre-test 32.7, sedangkan skor post-test diperoleh skor 98.1. Sedangkan nilai praktik didapatkan nilai median pre-test sebesar 25 dan saat post-test didapatkan nilai median sebesar 80. Nilai signifikasi (p-value) yang didapatkan dengan menggunakan analisa data Wilcoxon pada sikap adalah <0.05 pada sikap dan praktik maka dapat disimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap dan praktik pada pertolongan pertama penanganan luka bakar meggunakan media video dan metode demonstrasi.Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pada sikap dan praktik siswa SMA dalam pertolongan pertama penanganan luka bakar.
Pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tingkat nyeri dismenorea pada siswi SMA Ratna Sari; Dainty Maternity; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1820

Abstract

The effects of aromatherapy with rose oils in premenstrual pain and primary dysmenorrhea among high school girlsBackground : Dysmenorrhea is menstrual cramps during menstruation that usually occurs in the lower or back of the abdomen. In Indonesia the incidence of dysminorrhoea was 64.25%, which experienced primary dysmenorrhoea at 54.89% while the rest were secondary type sufferers. One non-pharmacological treatment that can be used to treat pain in disminore is to use rose aromatherapy.Purpose : To known The effects of aromatherapy with rose oils in premenstrual pain and primary dysmenorrhea  among high school girlsMethod: A quantitative  a quasy experimental approach with a two group pretest-posttest design. The population was all high school girls. The sampling technique used purposive sampling as many as 30 high school girls who has experienced of premenstrual pain and primary dysmenorrhea  . Bivariate analysis using independent t-test.Results: Obtained an average of pain during menstruation in the group before being given an intervention of 7,420, after intervention 3,767, pretest pain in the control group of 7,040, after in the control group of 7,053. The independent sample T-test results obtained p value 0,000 <0.05.Conclusion: There was a effects of aromatherapy with rose oils in premenstrual pain and primary dysmenorrhea  among high school girlsKeywords: Aromatherapy; Rose oils; Premenstrual pain; Primary dysmenorrheal; High school girlsPendahuluan: Dismenore adalah kram perut saat menstruasi yang biasa terjadi pada perut bagian bawah atau belakang. Di Indonesia angka kejadian disminorea sebesar 64,25%, yang mengalami dismenorea primer sebesar 54,89% sedangkan sisanya adalah penderita tipe sekunder. Salah satu pengobatan non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pada disminore adalah dengan menggunakan aromatherapy mawar.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak essensial mawar pada siswi yang mengalami dismenorea di SMA Persada Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di SMA Persada Bandar Lampung dengan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 30 remaja putri yang mengalami dismenore setiap menstrasi. Analisa bivariat dengan menggunakan uji t-test independent. Hasil : Diperoleh rata-rata nyeri saat menstruasi pada kelompok sebelum diberi intervensi sebesar 7,420, setelah intervensi 3,767, nyeri pretes pada kelompok kontrol sebesar 7,040, setelah pada kelompok kontrol 7,053. Hasil uji T-test sample independent diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05.Simpulan: Ada pengaruh  nyeri dismenorea dengan pemberian minyak essensial mawar pada siswi di SMA Persada Kota Bandar Lampung Tahun 2019.
Faktor yang mempengaruhi ibu menyapih anak di bawah usia 2 tahun Rika Yulendasari; Sumbara Sumbara; Redia Indira Putrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.302 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1637

Abstract

Practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years old at Bandar Lampung-Indonesia Background: Weaning is a process for stopping breastfeeding gradually or at once. This process can be either because of the child herself wanting to stop breastfeeding or because the mothers desire, or by both of them for many reasons. Data from survey of health demography in Indonesia  in 2017 showed that there were only 54.6% of children were receiving breastfeeding complete until 2 years old.Purpose: Know the factors of practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years oldMethods: A quantitative research by using Cross Sectional approach. Population was all mothers who has children under two years old. Samples were 145 respondents. Data were collected by using questionnaires and anthropometry. Data were analyzed by using Chi-Square Test.Results: There were correlations of occupation (p-value 0.025 < α 0.05) and OR = 2.7, nutrition status (p-value 0.006 < α 0.05) and OR=3.5, and family support (p-value 0.002 < α 0.05) and OR= 3.1 on practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years oldConclusion: There were practices of breastfeeding and weaning among mothers of children under 2 years old. Suggestion to health worker and provider to improve health services especially promotion program and education for essential  of breastfeeding until the children complete 2 years old.Keywords: Practices; Breastfeeding; Weaning; Mothers; Children under 2 years old.Pendahuluan: Menyapih adalah proses berhentinya masa menyusui berangsur-angsur atau sekaligus. Proses itu dapat disebabkan oleh si anak itu sendiri untuk berhenti menyusu atau bisa juga dari sang ibu untuk berhenti menyusui anaknya, atau keduanya dengan berbagai alasan.Berdasarkan data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) di tahun 2017, presentase anak yang mendapatkan ASI sampai usia  2 tahun  hanya sebesar 54,6%.Tujuan: Diketahui faktor - faktor  yang  mempengaruhi ibu menyapih   anak di bawah usia  2 tahun.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak di bawah usia 2 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebesar 145 responden. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner dan antropometri. Uji statistik yang digunakan adalah  uji Chi-Square.Hasil: Terdapat hubungan pekerjaan dengan penyapihan pada anak dibawah usia 2 tahun (p-value = 0,025 < α = 0,05) serta nilai OR= 2,7, status gizi  (p-value = 0,006 < α = 0,05) nilai OR = 3,5, dan dukungan keluarga (p-value = 0,002 < α = 0,05) dan nilai OR=3,1.                                 Simpulan: Ada hubungan pekerjaan, status gizi, dan dukungan keluarga dengan penyapihan pada anak dibawah usia 2 tahun. Saran bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan penyuluhan terhadap ibu menyusui mengenai pentingnya pemberian ASI samapai usia anak 2 tahun. 
Hubungan pemakaian alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual Rilyani Rilyani; Soni Obit Saputra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.795 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2923

Abstract

Women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (IUD) for contraceptionBackground: The results of the 2017 population survey population growth rate in Indonesia (1.49%) and the birth rate is 2.6 / fertile women. The results of the prevalence of family planning in Indonesia in 2013 (65.4%) with injectable contraceptive methods (36%), pills (15.1%), Implants (5.2%), IUDs (4.7%), and tubectomy (2), 2%). In Lampung Province recorded in 2016 the type of IUD reached 8,950.89 CCA (couples of childbearing age) experienced an increase in 2015 from 10,235,542, reaching 911 acceptors.Purpose: To knowing of  Women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (IUD) for contraceptionMethod: An analytical survey with a cross sectional approach, the population was all women who use intrauterine device (IUD) or others method for contraception with a sample of 91 respondents by random sampling where 71 respondents using an IUD and 20 respondent others method.Results: the average of  women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (iud) for contraception of 91 respondents means 0.78 standard deviations 0.416 standard errors 0.044 standard errors 0.044 and minimum values max 0-1. The sexual satisfaction means the value is 0.78 standard deviation 0.477 standard error 0.050 min-max 0-1. Chi square statistical test results obtained p value (0.006 <0.05)Conclusion: There was an effect of women’s sexual satisfaction after using intrauterine device (iud) for contraception . Health workers especially nurses can further enhance their skills through the latest literature, training and counseling at every examination of mothers with contraceptive users IUD thus has knowledge of the effects of using an IUD contraceptive.Keywords: Women; Sexual satisfaction; Intrauterine Device (IUD); ContraceptionPendahuluan: Hasil survey penduduk tahun 2017 laju pertumbuhan penduduk di Indonesia 1,49% dan angka kelahiran 2,6 / wanita subur.  Hasil prevalensi KB di Indonesia tahun 2013 65,4% dengan metode KB suntik, (36%), pil KB (15,1%), Implant (5,2%), IUD (4,7%), dan MOW (2,2%). BKKBN Provinsi Lampung tahun 2016 KB  jenis IUD mencapai 8.950.89 PUS (Pasangan Usia Subur). Mengalami peningkatan di tahun 2015 sebanyak 10.235.542.Tujuan: Mengetahui  Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi IUD Dengan Tingkat Kenyamanan Dalam Melakukan Hubungan SeksualMetode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional ada hubungan antara factor resiko dengan efek atau observasi antar variable dilakukan secara bersamaan, dengan sampling 91 responden dengan teknik random sampling.Hasil : Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p value (0,006<0,05) artinya Ho diterima dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna pemakaian alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual. OR didapat dapat 4.105 yang artinya responden yang memakai alat kontrasepsi IUD memiliki resiko lebih besar 5.105 kali ada masalah tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual di bandingkan dengan responden yang tidak menggunakan alat kontrasepsi IUD.Simpulan : terdapat hubungan  menggunkan alat kontrasepsi IUD dengan tingkat kenyamanan melakukan hubungan seksual. Petugas kesehatan khusunya perawat agar dapat lebih meningkatkan keterampilan melalui literatur terbaru, pelatihan serta konseling pada setiap pemeriksaan ibu dengan pengguna alat kontrasepsi IUD sehingga memiliki pengetahuan tentang efek dari penggunaan alat kontrasepsi IUD.
Penyuluhan kesehatan tentang menarche menggunakan metode ceramah pada siswi kelas VI Eka Trismiyana; Italia Italia; Irma Rani Zofitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.236 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.1814

Abstract

Knowledge regarding menstruation among elementary school girlsBackground: The adolescent stage  is indicated by puberty signs and continued with sexual maturity. Puberty is a drastic change on the physical maturity including body and hormone changes signed by breast development, widen and enlarge hips, the growth of hair on armpits and vaginal area, and the sexual maturity signed by the first menstruation or menarche.Purpose: To identify the effect of health counseling toward on knowledge regarding menstruation among elementary school girlsMethod: A quantitative research by design quasi experiment with One Group Pretest-Posttest. The population was of  36 students girls in Grade V  at Rejosari Elementary Public School 02 of Kotabumi of Lampung Utara Regency in 2019. It was taken by total technique, analyzed statistical by T test dependent.Results: The statistical test was conducted with T Test resulting p- value 0.044 where p value < 0.05 that indicated there was an effect of health counseling toward on knowledge regarding menstruation among elementary school girlsConclusion: This program to be continue in to other elementary school   through community service join with public health centre local. Promoting and providing by distributing leaflet, poster or banner informing about menarche.Keywords: Knowledge; Menstruation; Elementary school girlsPendahuluan: Masa remaja ditandai sebagai masa dimana seseorang menunjukkan tanda-tanda pubertas dan berlanjut hingga dicapainya kematangan seksual. Pubertas adalah perubahan yang cepat pada kematangan fisik yang meliputi perubahan tubuh dan hormonalditandai oleh pertumbuhan payudara, pinggul melebar dan membesar, tumbuhnya rambut-rambut halus didaerah ketiak dan kemaluan serta dimulainya kematangan seksual yang ditandai dengan menstruasi pertama atau menarche. Tujuan: Diketahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menarche pada siswi kelas VI SDN.02 Rejosari Kota Bumi Kab. Lampung Utara Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian metode Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group Pretes-Postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas V SDN.02 Rejosari Kota Bumi Kab. Lampung Utara Tahun 2019 sebanyak 36 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan  9,11 sesudah  14,78 dengan standar deviasi 2,493 dan 2,166 dengan selisih nilai 12,621. Berdasarkan  Uji T di dapatkan p-value 0,044,  bahwa terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang menarche pada siswi kelas VSimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu informasi kesehatan bagi tenaga kesehatan agar dapat memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat tentang menarche, sehingga sudut pandang atau stigma tentang menarche tidak buruk. Serta puskesmas rutin melaksanakan promosi kesehatan ke masyarakat melalui meda cetak seperti leaflet, poster dan banner yang berhubungan dengan menarche.
Manajemen nyeri neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2: Studi literatur Sandra Pebrianti; Bambang Aditya Nugraha; Iwan Shalahuddin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.358 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2828

Abstract

Management of neuropathic pain in patients with diabetes mellitus patients type 2: A literature studyBackground: An increase in the population of people with diabetes mellitus (DM), has an impact on increasing the most serious complications of diabetic neuropathy. Studies reveal that 16% to 26% of patients with diabetes neuropathy experience pain. People with DM who experience diabetic neuropathy pain will feel very uncomfortable and disturbed, neuropathic pain causes complaints not only physically, but also the mood and quality of life of patients. Therefore, it is important to identify the management of neuropathic pain in patients with type 2 diabetes mellitus to improve the quality of life of patients.Purpose: This literature review is to identify the management of neuropathic pain in type 2 DM patients.Method: Tracking this literature review using databases such as Google Scholar, Pubmed and Proquest with inclusion criteria that focus on the management of neuropathic pain in DM patients, publication years between 2010-2020 in Indonesian and English, quasi experiment design and Randomized controlled trial . Obtained as many as 87 articles, 32 met the criteria of the year and as many as 19 were the last complete articles found as many as 10 articles which were in line with the focus of the search.Results: Neuropathy management interventions were grouped into exercise, relaxation distraction techniques, percutaneous electrical stimulation and supportive education.Conclusion: Exercise, relaxation distraction techniques, percutaneous electrical stimulation and educational supportive interventions become one of the interventions that can be considered to use in the management of neuropathic pain in type 2 diabetes mellitus patients to improve comfort and quality of life.Keyword: Management; Neuropathic Pain; Patients; Diabetes mellitus type 2Pendahuluan: Peningkatan populasi penyandang diabetes melitus (DM), berdampak pada peningkatan komplikasi yang paling serius yaitu neuropati diabetik.  Studi mengungkapkan bahwa 16% hingga 26% pasien dengan neuropati diabetes mengalami rasa nyeri. Penyandang DM yang mengalami nyeri neuropati diabetik akan merasa sangat tidak nyaman dan terganggu, nyeri neuropati menimbulkan keluhan tidak hanya fisik, namun juga mood dan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mengidentifikasi manajemen nyeri neuropati pada psien diabetes mellitus tipe 2 untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan: Dengan studi literatur untuk mengidentifikasi manajemen nyeri neuropati pada pasien DM tipe 2.Metode: Penelusuran dengan menggunakan basis data seperti google scholar, Pubmed dan Proquest dengan kriteria inklusi yang berfokus pada manajemen nyeri neuropati pada pasien DM, tahun publikasi antara 2010-2020 dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, desain quasi experiment dan Randomized controlled trial. Didapatkan sebanyak 87 artikel, 32 memenuhi kriteria tahun dan sebanyak 19 merupakan artikel lengkap terakhir ditemukan sebanyak 10 artikel yang sesui fokus pencarian.Hasil: Intervensi manajemen neuropati dikelompokan menjadi exercise, teknik distraksi relaksasi, stimulasi listrik perkutan dan suportif edukatif.Simpulan: Exercise, tekhnik distraksi relaksasi, stimulasi listrik perkutan dan intervensi suportif edukatif menjadi salah satu intervensi yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada manajemen nyeri neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe 2 demi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup. 
Intervensi selama kehamilan untuk mencegah kelahiran prematur: Systematic literature review Tetti Solehati; Hana Giriutami; Meideline Chintya; Siti Haiva Alawiyah; Selvia Nurfauzan; Riftania Aulia Puri; Muhammad Iqbal Assafa; Cecep Eli Kosasih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.204 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2685

Abstract

Interventions during pregnancy to prevent preterm birth: A systematic literature review Background: Premature birth is a major factor that contributes to mortality of newborns globally and impacts long-term to health problems for survivors. Premature births have increased in the last 20 years where the phenomenon is equivalent to 1 in 10 births each year. Therefore, prevention of preterm labor is important given to pregnant women.Purpose: This study aimed to find out effectiveness interventions during pregnancy to preventing preterm birth.Method: The design used literature review, articles were collected using search engines such as Academic Search Complete (EBSCO) as many as 78 articles, CINAHL (EBSCO) 36 articles, Science Direct 593 articles, and PUBMED 55 articles. From the predetermined article criteria, it found 3 articles from 762 that correspond to different interventions, namely consumption of progesterone supplements, cognitive behavior to reduce cigarette smoke exposure, and early detection in pregnant women at high risk of preterm delivery.Results: The result showed that there were 3 interventions in the effort to prevent preterm birth, namely: progesterone supplementation therapy, the intervention to reduce exposure to cigarette smoke in the environment, and identification and management of early detection of fast on pregnant women at high risk of preterm birth.Conclusion and Recommendation: several interventions can use in preventing preterm birth of pregnant women effectively, such as progesterone supplementation, reduction in cigarette smoke exposure in pregnant women, and early detection of pregnancy. Further research is suggested by involving the role of the family in preventing premature birthKeywords: Intervention; Pregnant women; Premature birth; Prevention Pendahuluan: Kelahiran prematur merupakan faktor mayor yang berkontribusi terhadap kematian bayi baru lahir secara global dan berdampak pada masalah kesehatan jangka panjang untuk bayi yang selamat. Kelahiran prematur mengalami peningkatan pada 20 tahun terakhir dimana fenomenanya setara dengan 1 dari 10 kelahiran tiap tahunnya. Oleh karena itu pencegahan persalinan prematur penting diberikan kepada ibu hamil.Tujuan: untuk mengetahui intervensi efektif selama kehamilan dalam mencegah persalinan prematur.Metode: Desain yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan menggunakan mesin pencarian seperti Academic Search Complete (EBSCO) 78 articles, CINAHL (EBSCO) 36 articles, Science Direct 593 articles, dan PUBMED 55 articles. Dari kriteria inklusi artikel yang telah ditentukan, ditemukan 3 artikel dari 762 yang sesuai dengan intervensi yang berbeda.Hasil: menunjukan bahwa ada 3 intervensi dalam upaya mencegah kelahiran prematur yaitu: terapi suplementasi progesteron, intervesi pengurangan paparan asap rokok pada lingkungan, dan identifikasi dan penatalaksanaan deteksi dini secara cepat terhadap ibu hamil yang berisiko tinggi lahir prematur.Simpulan dan Saran: Intervensi pemberian suplemen progesteron, pengurangan paparan asap rokok di lingkungan ibu hamil, dan deteksi dini pada kehamilan terbukti efektif dalam mencegah kelahiran prematur pada ibu hamil. Disarankan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan peran keluarga dalam mencegah kelahiran prematur.

Page 1 of 2 | Total Record : 20