cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 4 (2020)" : 20 Documents clear
Hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemi Covid 19 Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M Ricko Gunawan; Rafika Anjarsari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3850

Abstract

Clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during Covid 19 pandemicBackground: Patient safety is an effort to reduce unnecessary injuries associated with health care to the minimum acceptable level. Patient safety incident report in Indonesia in 2009 were 114, 103 incident in 2010, 34 incident in 2011. The number of adverse events was 10.5% and a near miss incident  was 6.15%.Purpose: known that relationship between nurses' attitude with patient safety application during the Covid-19 pandemic at public health center Pesawaran district in 2020.Method: A quantitative study by survey analytical with cross-sectional design. The sampling technique using a questionnaire and taken by total sampling. The respondents of 40 clinical nurses at public health centre.Results: Respondents who had positive attitudes were 32 (80%), and who had negative attitudes was 8 (20%). Respondents who had behavior of patient safety standard application with good categories were of 20 (50%), and respondent with a poor category was of 20 (50%) and based on the statistical result of (p value 0,008; OR=15,000).Conclusion: There are relationship between clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during COVID-19 pandemic at the health center. Suggestions for health centre management to pay attention for patient during covid-19 pandemic and all staff nurses to follow the health protocol for Covid.Keyword : Clinical nurses; Attitude; Patient safety; Application; Covid-19 pandemicPendahuluan: Keselamatan pasien merupakan sebuah upaya menurunkan cedera yang tidak perlu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat minimum yang dapat diterima. Laporan insiden keselamatan pasien di Indonesia tahun 2009 sebanyak 114, tahun 2010 sebanyak 103, tahun 2011 sebanyak 34. Angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebesar 10,5% dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebesar 6,15%.Tujuan: Diketahui hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemic covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran Tahun 2020.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Survey Analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat puskesmas rawat inap yang berjumlah 40 responden.Hasil: Responden yang mempunyai sikap positif sejumlah 32 (80%) dan responden dengan sikap negatif sejumlah 8 (20%). Responden yang mempunyai perilaku penerapan standar keselamatan pasien dengan kategori baik sejumlah 20 (50%) dan responden dengan tingkat perilaku tidak baik sejumlah 20 (50%). Uji penelitian yang dilakukan menggunakan uji chi square dengan hasil (p value 0,008; OR=15,000).Simpulan: Ada hubungan sikap dengan penerapan patient safety pada masa pandemi covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran tahun 2020. Saran dari peneliti ini diharapkan untuk selalu menerapkan standar keselamatan pasien dalam pelayanan.
Program penanggulangan bencana berbasis masyarakat dalam kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir sungai Krueng, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam-Indonesia Nuswatul Khaira; Teuku Iskandar Faisal; Nora Veri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3044

Abstract

Community-based disaster management program of community preparedness towards flood in Krueng river, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam IndonesiaBackground: Indonesia often experiences hydrometeorological disasters comprising floods, landslides, abrasion, forest and land fires, drought and tornadoes because several areas in Indonesia have riverbanks. The National Agency for Disaster Countermeasure reported that around 64.7 million people were at risk of flooding and landslides. In January 2020 there were 207 disaster events that occurred in Indonesia. The disasters that occur in Indonesia dominated by types of hydrometeorological disasters such as; tornado with total of 90 incidents, 67 floods, 45 landslides, 3 forest and land fires and 2 abrasion waves. Indonesia has the potential for emergencies of disaster. However, until now disaster management and efforts to reduce the frequency and magnitude of disasters are still very difficult to implement. Disaster management efforts are currently experiencing a fundamental change and action. Disaster management focuses more on community participation as actors of disaster management. One method of disaster management today is community-based disaster preparedness because the community, as the party affected by the disaster, must empower with adequate knowledge and skills, so that they can make efforts to manage the impact of disasters and reduce risks.Purpose: To determine the effect of community-based disaster management program of community preparedness towards flood in Krueng river, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam Indonesia.Method: A quasi-experiment with a one group pre-test-post-test design approach. The locations chosen in this study were a community in three villages in Langsa Subdistrict that often experience floods. Sampling using purposive sampling technique with a sample size of 66 families.Results: Based on the Wilcoxon test, it found that education about disaster management could influence the attitudes and knowledge of partisipants with p-value = 0,000, policies with p-value = 0,000, emergency response plans with p-value = 0,000, early warning systems with p-value. = 0,000 and resource mobilization with p-value 0,000 and preparedness index with p-value = 0,000.Conclusion: Education on community-based disaster management can improve the index of community preparedness in facing floods. Suggestion: It is necessary to increase active community participation in disaster management, which includes pre-disaster, disaster emergency and post-disaster in order to increase community preparedness in facing flood disasters. The National Agency for Disaster Countermeasure needs to develop guidelines on management of natural disasters that occur specifically for flood disasters in order to increase community participation to minimize on damage impact of flood.Keywords : Community-based disaster; Management program; Community preparedness; FloodPendahuluan: Indonesia sering mengalami bencana hidrometeorologi yang terdiri banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi, kebakaran hutan, dan lahan, kekeringan dan puting beliung karena sejumlah daerah di Indonesia memiliki bantaran sungai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sekitar 64,7 juta jiwa terancam banjir dan longsor. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Januari 2020 ada 207 kejadian bencana yang terjadi di Indonesia. Adapun jenis-jenis bencana yang terjadi di Indonesia didominasi dengan jenis bencana hidrometeorologi seperti di antaranya; puting beliung dengan total 90 kejadian, banjir 67 kejadian, tanah longsor 45 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 3 kejadian dan gelombang pasang/abrasi sebanyak 2 kejadian. Indonesia memiliki potensi munculnya kegawatdaruratan bencana. Namun hingga kini manajemen kebencanaan dan upaya untuk mengurangi frekuensi serta besarnya bencana masih sangat sulit dilakukan. Upaya penanganan bencana pada saat ini, mengalami perubahan paradigma maupaun tindakan. Penanganan bencana lebih  menitikberatkan pada partisipasi masyarakat sebagai pelaku dari penanggulangan bencana. Salah satu metode yang tepat dalam penanganan bencana sekarang ini adalah kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat karena masyarakat sebagai pihak yang terkena dampak bencana, harus diberdayakan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, sehingga mampu melakukan upaya upaya penanganan dampak bencana dan pengurangan resiko.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Program penanggulangan bencana berbasis masyarakat dalam kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir sungai Krueng, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam-IndonesiaMetode: Penelitian quasi experiment dengan pendekatan one group pre test-post test design. Lokasinya di tiga desa di Kecamatan Langsa yang sering mengalami bencana banjir yaitu Kampung Seulalah, Sidodadi dan Sidorejo. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 kepala keluarga.Hasil: Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan bahwa edukasi tentang manajemen bencana mampu mempengaruhi sikap dan pengetahuanpartisipan dengan p-value = 0,000, kebijakan dengan p-value = 0,000, rencana tanggap darurat dengan p-value = 0,000, sistem peringatan dini dengan p-value = 0,000 dan mobilisasi sumberdaya dengan p-value 0,000 serta indeks kesiapsiagaan dengan p-value = 0,000.Simpulan: Edukasi tentang manajemen bencana berbasis komunitas mampu meningkatkan indeks kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir.Saran: Perlu peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam manajemen bencana yang meliputi lingkup pra bencana, darurat bencana dan pasca bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. BNBP perlu menyusun pedoman tentang manajemen bencana alam yang terjadi yang spesifik tentang bencana banjir agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meminimalkan kerusakan dan dampak banjir.
Efektifitas buku panduan uji sentuh ipswich dalam meningkatkan keterampilan kader kesehatan mendeteksi neuropati diabetik Suyanto Suyanto; Sri Lestari Dwi Astuti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3409

Abstract

The ipswich touch test manual book in improving skills for health cadre members in detecting diabetic neuropathyBackground: Complications of diabetes can affect all organs of the body, especially the ends of the feet as diabetic foot. But this will not occur if diabetes treatment in properly and regularly. The early detection on nerve damage can do immediately to find neuropathy symptoms, which is a decrease in the sensitivity of the feet, by using a monofilament test. However, this tool is rarely available in health care units. Currently, a simple method for detecting neuropathy by the Ipswich Touch Test (IpTT). This technique can perform by health cadres, but it needs written instructions such as a guide or manual book.Purpose: Knowing of the skills for health cadre members in detecting diabetic neuropathy by using ipswich touch test manual book.Methods: The pretest-posttest quasi-experimental design with population was health cadre members taken by cluster sampling from Giri Roto and Dibal villages, Ngemplak District, Boyolali Regency. The sample divided by  2 groups and each a group of 60 participants of cadres. The evaluation by observing of the skills each health cadre members in detecting diabetic neuropathy before and after using ipswich touch test manual book.Results: Based on data analysis using the chi-squared test, the p-value was 0.000 (<0.005). This means that the research hypothesis accepted which states that there are differences in the skills on each health cadre members in detecting diabetic neuropathy before and after using ipswich touch test manual book.Conclusion: There is improving in skills on each health cadre member in detecting diabetic neuropathy by using ipswich touch test manual book.Keywords: Ipswich touch test; Diabetic neuropathy; Skills; CadrePendahuluan: Komplikasi diabetes dapat menyerang seluruh organ tubuh khususnya ujung kaki berupa diabetic foot. Tetapi hal tersebut tidak akan muncul apabila perawatan diabetes dilaksanakan dengan baik, dan teratur. Sehingga  terjadinya kerusakan saraf yang dapat segera terdeteksi seperi Neuropati yaitu penurunan sensitivitas rasa kaki. Neuropati dapat dideteksi dengan menggunakan monofilament test. Akan tetapi  alat ini belum tentu tersedia  di unit pelayanan kesehatan. Saat ini telah dibuat sebuah cara mendeteksi neuropati pada pasien diabetes yang sederhana tanpa alat  dinamakan Ipswich Touch Test (IpTT). Teknik ini bahkan dapat dilakukan oleh non profesional antara lain kader kesehatan namun perlu instruksi tertulis seperti buku panduan.Tujuan: Mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan kader kesehatan dalam mendeteksi neuropati diabetik menggunakan buku panduan Ipswich Touch Test di Kecamatan  Ngemplak Kabupaten BoyolaliMetode : Desain kuasi eksperimen pretest-posttest with control group sebagai  populasi  adalah kader kesehatan di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Pengambilan sampel dilakukan cluster sampling sebanyak 2 kelompok kader yaitu kader di desa Giri Roto dan  Dibal masing masing sebanyak 60 orang. Evaluasinya dengan melihat keterampilan kader sebelum dan sesudah menggunakan buku panduan uji sentuh ipswichHasil: Berdasarkan analisis data menggunakan uji Chi-Squared diperoleh hasil p-value 0.000 (< 0,005). Hal ini  berarti Hipotesis penelitian diterima yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan  keterampilan kader dalam mendeteksi neuropati menggunakan buku panduan antara kader desa Dibal dan kader desa Giri Roto.Simpulan: Terdapat peningkatan keterampilan setelah menggunakan buku panduan IpTT pada kader desa Dibal dan desa Giri Roto.
Perubahan perilaku kader dalam upaya peningkatan pengetahuan dan sikap wanita usia Subur (WUS) tentang ASI-eksklusif di desa Talang Mulya Lampung Wahid Tri Wahyudi; Nita Evrianasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3532

Abstract

Knowledge and attitude towards exclusive breastfeeding among women of childbearing age and empowerment by health worker cadresBackground:  Health worker cadres  are one of the frontline maternal and child health service providers, they are have an important role in empowering the community and providing convenience to the community in obtaining basic health services because they are the ones who best understand the conditions of the community's needs in the region. At Talang Mulya Village, they are have not had a significant influence on changes in public health behavior, especially in exclusive breastfeeding extension services they need more a adequate knowledge and skills.Purpose: Knowing changing in knowledge and attitude towards exclusive breastfeeding among women of childbearing age and empowerment by health worker cadresMethod: Quantitative research with the research design "Quasy Experimental Pre-Post Test” and using T-Test Paired. The population was the  health worker cadres and women of childbearing age  at Talang Mulya-Pesawaran. The sampling technique for  women of childbearing age used random sampling taken of 30 respondents, and health worker cadres as total sampling of 8 respondents.Results: There was changing in knowledge and attitude towards of health worker cadres (p. Value = 0,000) and increasing in  knowledge and attitude towards exclusive breastfeeding among women of childbearing age (p.value = 0,000) and attitude (p.value = 0,001) about exclusive breastfeeding after empowering by health worker cadres.Conclusion: Empowerment of village health worker cadres has an influence on increasing in knowledge among women of childbearing age  and attitude about exclusive breastfeeding.Keywords: Knowledge; Attitudes; Exclusive breastfeeding; Women of childbearing age; Empowerment; Health worker cadresPendahuluan: Kader Posyandu merupakan salah satu tenaga penyelenggara pelayanan kesehatan ibu dan anak di lini terdepan yang memiliki peranan penting dalam memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar dikarenakan merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Pada kenyataannya kader posyandu khususnya di Desa Talang Mulya belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan perilaku Kesehatan masyarakat khususnya pada pelayanan penyuluhan ASI eksklusif dikarenakan banyaknya kader yang belum memiliki pengatahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.Tujuan: Diketahui peningkatan pengetahuan dan sikap WUS tentang ASI eksklusif melalui peningkatan pemberdayaan kader.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian “Quasy Experimental Pre-Post Test” dan menggunakan T-Test Paired. Populasi penelitian adalah kader serta WUS di Desa Talang Mulya-Pesawaran. Tekhnik pengambilan sampling untuk wanita usia subur menggunakan quota sampling dengan quota 30 responden yang diambil secara ramdom sedangkan pengambilan sampling kader menggunakan total sampling yaitu berjumlah 8 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner.Hasil: Terdapat perubahan perilaku kader (P.Value=0,000) serta peningkatan pengetahuan (P.Value=0,000) dan sikap (P.Value=0,001) WUS tentang ASI-Eksklusif setelah dilakukan pemberdayaan terhadap kader.Simpulan: Pemberdayaan terhadap kader memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap WUS. 
Retrospektif studi: Peranan kader kesehatan jiwa terkait kunjungan follow-up pasien gangguan jiwa ke Puskesmas Evi Indrayana; Teguh Pribadi; Satrio Kusumo Lelono
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1538

Abstract

A retrospective evaluation: Follow-up of patients with severe mental illness and the role of community mental health workers among cadres of non-specialist health workersBackground : The default of regular treatment can cause a recurrence of patients with mental disorders. As an effort to increase participation in medicine, one of them is increasing the role of mental health cadres. Based on the results of a pre-survey study conducted in the work area of Way Mili Health Center in December 2018 - January 2019, found it out that 39 patients who actively took part in mental health programs were only 38.46%. And out of 5 mental health cadres, only 1 cadre has an ideal role and the remaining role is less ideal due to individual busyness and cadre incentives that are not under the responsibilities given.Purpose: Knowing the relationship between follow-up of patients with severe mental illness and the role of community mental health workers among cadres of non-specialist health workersMethod: This type of research is a retrospective evaluation, quantitative, analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study was caregiver of patient with mental disorders. The questionnaire to determine the role of mental health cadres contains 15 questions and looking at medical records / treatment cards to find the consistency of follow up of patients at the public health centre. Data were analyzed by univariate and bivariate (chi square).Results : It is knowing that all cadres totaling 30 have a mean age of 35.33 years with a standard deviation of ± 3.05 with an age range of 30-40 years and are mostly educated in junior high school (70%) and work as housewives (60%). respondents where the role of cadres was in the low category and 66.7% with follow-up of patients in the irregular category (63.3%). The results of statistical tests on the education variable of the cadres p-value = 0.01; work p-value = 0.002 and patient visits p-value = 0.009 which means <α, it can be concluded that there is a relationship between the Role of Mental Health Cadres and Visits of Mental Disorders Patients in the Work Area of Way Mili Community Health Center, Gunung Protector District, East Lampung Regency, 2019. OR value 8,250 means respondents with low cadre roles have an 8 times greater risk of irregular visits when with high cadre roles.Keywords: A retrospective evaluation; Follow-up of patients; Severe mental illness; Role; CadresPendahuluan: Kekambuhan pasien dengan gangguan jiwa dapat diakibatkan karena gagalnya keberlanjutan pengobatan secara rutin. Sebagai upaya meningkatkan partisipasi dalam pengobatan salah satunya peningkatan peran kader kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil pra survey penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Way Mili Desember 2018 – Januari 2019 diketahui dari 39 pasien yang ikut aktif dalam berpartisipasi dalam program kesehatan jiwa hanya sebanyak 38,46%. Dan dari 5 kader kesehatan jiwa didapatkan hanya 1 kader yang berperan ideal dan sisanya berperan kurang ideal dikarenakan kesibukan individu dan insentif kader yang kurang sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.Tujuan : diketahui hubungan peran kader kesehatan jiwa dengan kunjungan pasien gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas Way Mili Kecamatan Gunung Pelindung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah evaluasi retrospektif, kuantitatif, survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pasien gangguan jiwa. Kuesioner untuk mengetahui peran kader kesehatan jiwa berisi 15 pertanyaan dan melihat rekam medis / kartu pengobatan untuk mengetahui konsistensi tindak lanjut pasien di puskesmas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil : Diketahui bahwa semua kader yang berjumlah 30 memiliki usia rata-rata 35,33 tahun dengan standar deviasi ± 3,05 dengan rentang usia 30-40 tahun dan sebagian besar berpendidikan SMP (70%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (60%) ). responden dimana peran kader dalam kategori rendah dan 66,7% dengan tindak lanjut pasien dalam kategori tidak teratur (63,3%). Hasil uji statistik variabel pendidikan kader p-value = 0,01; kerja p-value = 0,002 dan kunjungan pasien p-value = 0,009 yang berarti <α, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Peran Kader Kesehatan Jiwa dengan Kunjungan Penderita Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Kesehatan Masyarakat Way Mili. Center, Kecamatan Gunung Protector, Kabupaten Lampung Timur, 2019. OR bernilai 8.250 artinya responden dengan peran kader rendah memiliki risiko 8 kali lebih besar untuk melakukan kunjungan tidak teratur bila dengan peran kader tinggi.
Pengetahuan dan Perilaku Safety Riding Siswa SMA Indri Wahyuningsih; Syahra Ramdana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3502

Abstract

Knowledge and Safety Riding Behavior Among High School StudentsBackground: Young people are the most involved in traffic accidents in Indonesia, because of the risky driving style. High school students belong to one of the young age groups with an average age of 15-18 years. To ensure traffic safety, a safety riding program was established which includes disciplinary behavior in driving rules and procedures. Own behavior is influenced by factors, one of which is knowledge. Knowledge as a stimulus or stimulus and becomes the basis for action.Purpose: To find the relationship between knowledge and safety riding behavior among high school students.Method: This study used an analytical observational method with a cross sectional approach, and a simple radom sampling technique. The sample was obtained as many as 164 respondents. Then the data were analyzed using spearman rank correlation with a significance level of 5%.Results: Most of the respondents have good knowledge (67.1%), as well as behavior, the majority of respondents have safe driving behavior (82.9%). The results of the spearman rank correlation analysis showed a p-value of 0.120 or greater than a significance of 5% (p> 0.05).Conclusion: There is no significant relationship between knowledge and safety riding behavior.Keywords: Knowledge; Safety riding behavior; High school studentsPendahuluan: Kalangan usia muda merupakan yang paling banyak terlibat kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, diakibatkan gaya berkendara yang beresiko. Siswa SMA termasuk salah satu kelompok usia muda dengan usia rata-rata 15-18 tahun. Untuk menjamin keselamatan lalu lintas, dibentuk program safety riding yang mencakup perilaku disiplin dalam aturan dan tatacara berkendara. Perilaku sendiri dipengaruhi faktor pembentuk salah satunya pengetahuan. Pengetahuan sebagai ransangan atau stimulus dan menjadi dasar dalam bertindak. Tujuan: penelitian ini ingin mencari hubungan pengetahuan dengan perilaku safety riding pada siswa SMA.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan teknik sampling simple radom sampling. Sampel diperoleh sebanyak 164 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan korelasi spearman rank dengan tingkat kemaknaan 5%.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik (67,1%), begitupun dengan perilaku, mayoritas responden memiliki perilaku berkendara  aman (82,9%). Hasil analisis korelasi spearman rank didapatkan p-value 0,120 atau lebih besar dari kemaknaan 5% (p>0,05).Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku safety riding. 
Berat beban tas dengan keluhan musculoskeletal pada siswa SMA Yunita Sari Purba; Putri Winda Lestari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3061

Abstract

Schoolbag-weights and musculoskeletal complaints among high-school students in Jakarta, IndonesiaBackground: Most of high school students every day carry a schoolbag-weights of approximately 5-7 kg from home to school within 3 years study time, it can trigger the emergence of Musculoskeletal disorders (MSDs), which is a collection of symptoms / disorders related to muscle tissue, tendons, ligament, cartilage, nervous system, bone structure, and blood vessels. MSDs can cause disruption of daily activities, concentration of learning, and learning achievement.Purpose:  To determine the effects of School Bag-weights and musculoskeletal complaints among high-school students in Jakarta, Indonesia.Method: An analytic observation with cross-sectional approach. The population was all high school students at east Jakarta with the sample student in grade XI of 370 students and taken by simple random sampling. The independent variable is the Schoolbag-weights, while the dependent variable is MSDs. Retrieval of data by filling out the Nordic Body Map questionnaire. Data processed univariate and bivariate with the Spearman test.Results: There was an effect of schoolbag-weights and musculoskeletal complaints among high-school students in Jakarta, Indonesia. Spearman correlation analysis results, got p=0.000 with r=0.225, which means there is a weak correlation between schoolbag-weights with musculoskeletal complaints. The direction of the positive correlation that means the heavier the schoolbag that they carry would follow by a higher the musculoskeletal complaints, and vice versa.Conclusion: There is a correlation between school bag-weights and musculoskeletal complaints among high-school students in Jakarta, IndonesiaKeywords: Schoolbag-weights; Musculoskeletal complaints; High-school studentsPendahuluan: Siswa SMA setiap hari memikul beban pada bagian tubuh belakang kurang lebih 5-7 kg setiap selama jangka waktu 3 tahun selama studi, hal tersebut dapat  memicu munculnya Musculoskeletal disorders (MSDs) yaitu sekumpulan gejala/gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. MSDs dapat menyebabkan gangguan kegiatan sehari-hari, konsentrasi belajar dan prestasi belajar.Tujuan: Mengetahui seberapa besar berat tas berpengaruh terhadap risiko musculoskeletal disorder. Metode: Analitik observatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh siswa SMA di wilayah Kec. Kramat Jati Jakarta Timur sebanyak 4.708 siswa dengan sampelnya siswa kelas XI sebanyak 370 siswa, diambil secara simple random sampling. Variabel bebas adalah berat tas sedangkan variabel terikat adalah MSDs. Pengambilan data dengan pengisian kuesioner. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil: Didapatkan korelasi antara berat tas dengan musculoskeletal disorder. Hasil Analisis Korelasi Spearman antara berat tas dengan keluhan nyeri otot, didapatkan nilai p=0.000 dengan nilai r=0.225 yang artinya terdapat korelasi yang lemah antara berat tas dengan keluhan nyeri otot. Arah korelasi positif menunjukkan bahwa semakin berat beban tas maka keluhan nyeri otot makin tinggi, begitu juga sebaliknya. Simpulan: Berat beban tas berkorelasi dengan keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs).
Motivasi internal perawat terhadap pelaksanaan dokumentasi edukasi terintegrasi di ruang rawat inap Dewi Kusumaningsih; Agustina Sianturi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1703

Abstract

The health educational intervention and inpatient documentation execution  and an internal motivation among nursesBackground: Documentation of the health educational to inpatient is a nursing that evidence record the service of nursing care given to the patients that is useful for patients, nurses, health staffs and hospital. Most of the hospital in Bandar Lampung in the pre-survey, there were of 30% medical records was incomplete filled such as time and date when giving nursing care and signed by nurses, and mostly regarding in health educational documentations.Purpose: To identify the nursing documentation perfection (health education to the inpatient) and an internal motivation among nurses to executionMethod: A quantitative study with cross-sectional approach. The population and the sample were all inpatient nurses at Immanuel Hospital of Bandar Lampung in 2019 of 75 respondent and 75 medical records. The instrument as a questionnaire to explore nurses' internal motivation. Medical record to observe nursing note.Results: Finding of 52.0% respondent has made an incomplete nursing documentation and 46.7% respondents exhibited a poor in internal motivation. The p value was 0.004; and OR 4.643.Conclusion: There was a correlation between nurses' internal motivation and the completeness of health educational documentation. The nurse supervisor should regularly do evaluation the completeness of health educational documentation and hospital management to encourage nurses's internal motivation.Keywords: The health educational; Intervention; Inpatient documentation; Execution; An internal motivation; NursesPendahuluan: Dokumentasi edukasi keperawatan merupakan bukti tertulis perawat atas pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berguna untuk kepentingan pasien, perawat, tim kesehatan lain dan rumah sakit. Saat pre survey didapatkan 30% dokumentasi edukasi pasien tidak terisi waktu dan tanggal pelaksanaan, 10% dokumentasi edukasi dalam pasien tidak terisi bagaimana kebutuhan edukasi, selain itu sebanyak 10%  pasien pindahan dalam lembar edukasi tidak terisi tujuan pemberi edukasi di dalam form tersebut.Tujuan: Diketahui hubungan motivasi internal perawat terhadap kelengkapan dokumentasi edukasi di ruang bangsal dewasa Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi dan sampelnya  seluruh perawat pelaksana di ruang bangsal  Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung, sejumlah 75 responden dan 75 catatan keperawatan dalam medical record. Instrumen berupa angket untuk mengetahui motivasi internal perawatHasil: Diketahui dari 75 responden sebanyak (52,0% responden melakukan pendokumentasian tidak lengkap. Diketahui dari 75 responden sebanyak 46,7% responden yang mempunyai motivasi internal kategori rendah. Didapatkan hasil p-value=0,004; OR 4,643.Simpulan: Ada hubungan motivasi perawat terhadap kelengkapan dokumentasi edukasi di ruang bangsal dewasa Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung tahun 2019. Saran diharapkan kepala ruangan dapat mengevaluasi secara rutin tentang kelengkapan pengisian dokumentasi edukasi
Pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan pada ibu postpartum yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan Wayan Dane Wijaya; Aryanti Wardiyah; Lidya Ariyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3528

Abstract

Effects of breastfeeding on postpartum weight loss among muslim women (Fasting the month of Ramadan) Background: Breast milk is a substantial source of nutrition for the baby. Some Muslim women during Ramadan perform breastfeeding and fasting, although according to Islamic rules for them are optional to exchange for other alternatives form according to religious rules. Base on theory Breastfeeding influences maternal weight loss and pre-survey in Bandar Lampung, interviews with 10 Muslim women, of 7 respondents perform breastfeeding and Ramadan fasting. They said had a decrease of their weight even though is insignificant.Purpose: To know the effects of breastfeeding on postpartum weight loss among Muslim women (Fasting the month of Ramadan)Method: A quantitative, analytical survey research design with cross-sectional approach. The population is all post partum at the Sukarame Health Centre, Bandar Lampung. The sample of 142 taken by total sampling. The questionnaire including demographic data and weight scale to measure their weight in the end of Ramadan.Results : Finding by 142 respondents, 45.8% respondents perform breastfeeding and 67.5% respondents Ramadan fasting had a decrease in weight of 39.7% respondents, with decrease 1-10% weight. The results of statistical tests using the chi-square test obtained p-value = 0.029 and 0.024, which means that there is a relationship between breastfeeding, Ramadan fasting and post partum maternal weight loss. It is to be attention in breastfeeding following by sufficient nutrition intake even though Ramadan fasting during breaking the fast (iftar).Keywords: Breastfeeding; Body weight; Post patum; Muslim women; Fasting the month of RamadanPendahuluan: ASI merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Beberapa wanita muslim selama bulan Ramadhan menyusui bayinya dan juga berpuasa, meskipun menurut aturan Islam bagi mereka adalah opsional dapat ditukar dengan bentuk alternatif lain sesuai aturan agama. Berdasarkan teori ada pengaruh  menyusui dengan penurunan berat badan, dan pra survei di Bandar Lampung dengan wawancara pada 10 wanita muslim, dari 7 responden yang menyusui dan juga berpuasa di bulan Ramadhan. Mereka mengatakan mengalami penurunan berat badan meski tidak signifikan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI terhadap penurunan berat badan pasca melahirkan pada wanita Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan.Metode: Penelitian survey analitik kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh ibu post partum di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung. Sampel sebanyak 142 diambil secara total sampling. Kuesioner tersebut meliputi data demografi dan timbangan untuk mengukur berat badan mereka di akhir bulan Ramadhan.Hasil : Didapatkan dari 142 responden, 45.8% responden yang menyusui bayinya dan 67.5% responden juga menjalankan ibadah puasa Ramadhan mengalami penurunan berat badan sebanyak 39.7% responden, dengan penurunan berat badan 1-10% dari berat berat awal kelahiran. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square didapatkan p-value = 0.029 dan 0.024 yang berarti ada hubungan antara pemberian ASI, berpuasa di bulan Ramadhan dengan penurunan berat badan. Disarankan dan diperhatikan dalam menyusui bayinya harus diikuti dengan asupan gizi yang cukup saat buka puasa di bulan Ramadhan.
Hubungan stres dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus Andoko Andoko; Dimas Ning Pangesti; Neti Asmawarni
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1583

Abstract

Psychological stress and blood glucose regulation among patients with diabetes mellitusBackground: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by an increase in blood sugar. Diabetes mellitus has caused around 1.6 million deaths directly and 2.2 million deaths caused by complications of diabetes. The exact cause of diabetes mellitus is still unknown. Diabetes mellitus until now, not yet cured and only  controlled by blood sugar levels. One cause of instability in blood sugar levels in diabetics is because of the stress caused by the disease process.Purpose: Knowing psychological stress and blood glucose regulation among patients with diabetes mellitus.Method: A quantitative, cross sectional design. The populations in this study were 262 patients with diabetes mellitus, a total sample of 159 patients with a purposive sampling technique. The analysis used the person product moment test.Results: Shows an average stress score of patients with diabetes mellitus was 24.58 ± 3.946 and the average blood sugar level of patients with diabetes mellitus was 227.52 ± 7.754 mg/dl, the analysis results obtained r = 0.701; p-value 0,000.Conclusion: There was psychological stress and blood glucose regulation among patients with diabetes mellitus, it is recommended that they try to run a regular diet and prevent various complications of diabetes mellitus and try to do activities that can reduce stress levels such as by exercising and doing relaxation.Keywords: Psychological stress; Blood glucose; Diabetes mellitusPendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan gula darah. Diabetes mellitus telah menyebabkan sekitar 1,6 juta kematian secara langsung dan 2,2 juta kematian yang disebabkan komplikasi diabetes. Penyebab pasti dari penyakit diabetes mellitus sampai saat ini belum diketahui. Penyakit diabetes mellitus sampai saat ini belum dapat disembuhkan dan hanya dapat dilakukan pengontrolan kadar gula darah. Salah satu penyebab ketidakstabilan kadar gula darah pada penderita diabetes diantaranya karena terjadinya stres akibat dari proses penyakit.Tujuan: Diketahui hubungan stres dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan cross sectional. Populasi penderita diabetes mellitus yang berjumlah 262 responden, besar sampel yang diambil sebanyak 159 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji person product moment.Hasil: Menunjukkan rata-rata skor stres penderita diabetes mellitus adalah 24,58±3,946 dan rata-rata kadar gula darah penderita diabetes mellitus adalah 227,52±7,754 mg/dl, hasil analisis didapatkan r = 0,701; p-value 0,000.Simpulan: Ada hubungan antara stres dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Bagi penderita diabetes melitus disarankan agar berusaha menjalankan diet yang teratur dan melakukan pencegahan berbagai komplikasi diabetes mellitus serta berusaha melakukan aktivitas yang dapat menurunkan tingkat stres seperti dengan berolahraga serta melakukan relaksasi. 

Page 2 of 2 | Total Record : 20