cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2015)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP POST PARTUM BLUES PADA IBU NIFAS DI BPS AMRINA, Amd.Keb KELURAHAN GANJAR ASRI KECAMATAN METRO BARAT KOTA METRO TAHUN 2016 Dewi Yuliasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.473 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.109

Abstract

Sekresi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Cakupan pemberian ASI eksklusif terendah berada diwilayah kerja Puskesmas Bernung yaitu 9,8%. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah makanan,ketenangan jiwa dan fikiran, penggunaan alat kontrasepsi, perawatan payudara, anatomis payudara, factor fisiologi, polaistirahat, factor isapan anak atau frekuensi penyusuan, berat badan bayi, umur kehamilan saat melahirkan, konsumsi rokokdan alcohol. Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi estrogen dan progestin berkaitan dengan penurunan volume dandurasi. Tujuan penelitian diketahui hubungan penggunaan KB Pil dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah KerjaPuskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran Tahun 2014.Metode penelitian ini Analitik Observasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasipada penelitian ini adalah ibu menyusui di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran sejumlah 96 ibu menyusui. Sampel96 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa data dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan KB Pil yaitu sebanyak 35responden (36,5%). Sebagian besar responden dengan produksi ASI yang cukup yaitu sebanyak 57 responden (59,4%).Ada hubungan penggunaan KB Pil dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas BernungKabupaten Pesawaran Tahun 2014 (p value 0,023<0,05). Saran agar memberikan penyuluhan tentang alat kontrasepsiyang dapat digunakan bagi wanita menyusui sehingga tidak mengganggu proses laktasi yang disebabkan karena produksiASI yang berkurang.Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ,status ekonomi dengananemia pada ibu hamil didapatkan nilai p-value < 0,005 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa factor yangberhubungan dengan kejadian anemia adalah pengetahuandan status ekonomi,dengan demikian maka disarankan padaibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami gizi ibu hamil guna mencegahnya terjadinya anemia.
PENGARUH MINUMAN KOPI LUWAK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Nurul Isnaini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.259 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.115

Abstract

Infeksi sebagai salah satu penyebab kematian ibu dapat terjadi selama masa kehamilan, persalinan dan nifas.Sekitar 25% infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini, makin lama jarak antara ketuban pecah denganpersalinan, makin tinggi pula risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Trend kejadian ketuban pecah dini dalam 4tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2011 kejadian ketuban pecah dini sebesar 6,13%, tahun 2012 kejadianketuban pecah dini sebesar 8,23%, tahun 2013 kejadian ketuban pecah dini sebesar 9,31%, tahun 2014 sebanyak 9,8%.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif. Populasi seluruh ibu bersalin denganketuban pecah dini diruang kebidanan RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah 150 responden,sampel penelitian seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini diruang kebidanan RSUD Dr.H.Abdul Moeloek ProvinsiLampung yang berjumlah 150 responden, dengan teknik Total Populasi. Data yang digunakan data sekunder, alatpengumpulan data berupa lembar check list. Analisa data yang digunakan adalah univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik penyebab ketubanpecah dini di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung adalah kejadian gemeli sebanyak 15 (10%) orang, makrosomiasebanyak 10 (6,7%) orang, kelainan letak lintang sebanyak 7 (4,7%) orang dan kejadian kelainan letak sungsang sebanyak40 (26,7%) orang. Mengingat karakteristik terbesar dari ketuban pecah dini adalah kelainan letak sungsang, diharapkan ibuhamil untuk dapat memantau kehamilannya dengan melakukan kunjungan ANC secara teratur.
PERANAN PANTI ASUHAN DALAM PEMBERDAYAAN ANAK MELALUI PENDIDIKAN NONFORMAL DI PANTI ASUHAN Nita Evrianasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.617 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.105

Abstract

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan dimulai sejakkonsepsi sampai dewasa.Dari hasil prasurvey yang peneliti lakukan pada tanggal 25 Juni 2015 di Posyandu PugungRaharjo Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur, jumlah ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan sebanyak 116orang.Ibu yang datang ke posyandu sebagian besar mengatakan tidak tahu dan tidak mengerti tentang tumbuh kembanganaknya. Disamping itu didapatkan data ada 4 orang bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang. Di temukan jugakurangnya kesadaran ibu yang memiliki bayi di atas usia 9 bulan untuk rutin memeriksakan tumbuh kembang anaknya keposyandu. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang bayi 0-12 bulandi Wilayah Kerja Puskesmas Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur Tahun 2015.Desain penelitian dilakukan secara survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.Populasi dalam penelitianini adalah semua ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan di Posyandu Desa Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung UdikLampung Timur berjumlah 116 orang.Sampel di ambil dengan menggunakan systematic random sampling yang berjumlah36 orang.Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan penyajianhasil menggunakan distribusi frekuensi.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang bayi 0-12 bulandalam kategori baik sebanyak 10 orang (27,8%), kategori cukup sebanyak 21 orang (58,3%), kategori kurang baik sebanyak5 orang (13,9%). Saran peneliti adalah diharapkan ibu agar lebih aktif dalam memeriksakan anaknya ke Posyandu setiapbulan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA TUNGGAL WARGA KECAMATAN BANJAR AGUNG KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2016 Neneng Siti Lathifah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.058 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.734

Abstract

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 penyebab utama angka kematian ibu (AKI) di sebabkan kerena komplikasi selama persalinan. diantaranya yaitu partus lama (memanjang) 37% dari kelahiran, ketuban pecah sebelum enam jam bayi lahir 17 %, perdarahan pervaginam 9%, dan dua komplikasi lainnya yaituinfeksi jalan lahir 7% dan kejang pada ibu 2%. Sedangkan menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012,faktor utama penyebab kematian ibu melahirkan yakni perdarahan (28%), infeksi (24%) dan preeklamsi (11%) (Depkes, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post partum tentang mobilisasi dini pasca heacting perineum di BPS Desi Andriyani Garuntang Bandar Lampung tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum pasca heacting perineum di BPS Desi Andriyani Garuntang Bandar Lampung tahun 2015 sebannyak 34 orang besar sempel menggunakan total populasi. Alat pengumpul data menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan univariat dengan bantuan programcomputer.Hasil uji statistic univariat pengetahuan ibu post partum pasca heacting perineum tentang mobilisasi dini lebih tinggi pada kategori cukup yaitu sebesar 18 orang (52, 9%), tentang pengertian mobilisasi dini lebih tinggi pada kategori kurang yaitu sebesar 16 orang (47,1%), tentang tahap-tahap mobilisasi dini lebih tinggii pada kategori cukup yaitu sebesar18 orang (52, 9%), tentang manfaat mobilisasi dini lebih tinggi pada kategori kurang yaitu sebesar 19 orang (55, 9%).Diharapkan bagi petugas kesehatan di BPS Desi Andriyani Garuntang Bandar Lampung untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang mobilisasi dini setelah melahirkan melalui penyuluhan metode demonstrasi mobilisasi dini dan menggunakan bahasa yang mudah di fahami guna membentuk kesadaran dan perilaku ibu agar melakukan mobilisasi dini sebagai upaya preventif terjadinnya infeksi dan perdarahan pasca heacting perineum.
FAKTOR RESIKO GIZI BURUK PADA MASYARAKAT MISKIN DI PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2008 Ade Maria Ulfa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.696 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.668

Abstract

Beras merupakan salah satu bahan makanan pokok yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Saat ini banyak beras yang mengandung bahan pemutih klorin yang dilarang digunakan dalam beras karena dapat mengikis mukosa usus pada lambung (korosif) sehingga rentan terhadap penyakit maag.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin dalam beras sebelum dan sesudahdimasak. Klorin diuji menggunakan metode reaksi warna dan titrasi iodometri.Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  sampel  yang  dianalisis  terdapat  kandungan  klorin  pada  beras  dengan pencucian ketiga terdapat kandungan klorin sebesar 0,08 %, kandungan klorin pada saat suhu nasi 780C adalah sebesar0,0020 %. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kandungan klorin akan tetap ada pada beras sebelum dan sesudah dimasak, hanya mengalami penurunan kadar klorin
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DETEKSI KANKER PAYUDARA TERHADAP TEKHNIK SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY JEPARA TAHUN 2016 Susilawati Susilawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.769 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.107

Abstract

Kejadian abortus di Indonesia antara 750.000 sampai 1,5 juta. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan peneliti, didapat jumlah kasus abortus pada tahun 2014 di RS. DKT Bandar Lampung mencapai 38 kasus (7,01%) dari 522 ibu hamil. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan paritas dengan kejadian abortus pada ibu hamil di RS DKT KotaBandar Lampung Tahun 2014.Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan restospektif. Populasi dalam penelitian ini sebesar 522 orang dan sampel 227 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan chi square.Hasil penelitian diperoleh kejadian abortus pada ibu hamil di RS DKT Bandar Lampung tahun 2014 sebanyak 38 orang (16,7%). Sebagian besar paritas pada ibu hamil di RS DKT Bandar Lampung tahun 2014 adalah tdk berisiko yaitusebanyak 191 orang (84,1%). Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 yang berarti bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian abortus pada ibu hamil, OR = 4,375 yang berarti bahwa ibu dengan paritas berisiko mepunyai peluang sebanyak 4,375 kali mengalami abortus dibandingkan dengan ibu dengan paritas tidak berisiko.Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan paritas dengan kejadian abortus pada ibu hamil. Saran diharapkan pada ibu mengetahui gambaran kejadian abortus dan memperhatikan kondisi kehamilannya untuk mencegah terjadinya abortus, terutama bila paritas ibu berisiko yaitu primipara dan grandemultipara.
PENGARUH MINUMAN KOPI LUWAK TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yulistiana Evayanti; Rilyani Rilyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.622 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.113

Abstract

Balita yang mengalami hambatan atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan akan berdampak pada periodekehidupan selanjutnya. Dalam program pelayanan SDIDTK dilakukan pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala,deteksi dini penyimpangan, dan stimulasi dan deteksi perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan penyuluhan dan keaktifan kader posyandu dengan peningkatan cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita diPuskesmas Way Jepara Tahun 2014.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah kader Puskesmas WayJepara dengan besar sampel 144 orang. Teknik pengammbilan sampel dengan cluster (cluster sampling). Analisis datamenggunakan chi-square, dengan α = 0,05.Hasil analisis didapatkan (56,3%) tidak melaukan penyuluhan, (43,8%) kader yang tidak aktif, (43,1%) cakupanDeteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita yang tetap/menurun. Ada pengaruh penyuluhan terhadap cakupan DeteksiDini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita di Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung Timur Tahun 2014 (p-value = 0,025;OR = 2,315), ada pengaruh keaktifan kader terhadap cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) balita di PuskesmasWay Jepara Kabupaten Lampung Timur Tahun 2014 (p-value = 0,031; OR = 2,219),Disarankan agar Meningkatkan komunikasi dengan melakukan penyuluhan baik secara personal maupun terpadupada masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang balitanya.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIREJO KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2015 Ike Ate Yusvika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.967 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.103

Abstract

IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari plastik yang pleksibel dipasang dalam rahim. IUD (Intra UterineDevice) adalah rangka plastik keel yang dipasang kedalam rahim lewat vagina (BKKBN, 2014). Kabupaten Pesawaran padatahun 2014 untuk MKJP baru mencapai (18,86%) dari target 25,5%, yang terdiri dari IUD (6,23%), implant (10,25%),MOW/MOP (2,38%), sedangkan non MKJP terdiri dari suntik (40,76%), KB kondom (0,38%), dan KB pil (40,01%). Tujuandari penelitian ini adalah diketahui gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang kontrasepsi IUD di wilayah kerjaPuskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian discriptive, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia suburyang berjumlah 203 orang dan sampel sebanyak 63 orang yang diambil dengan tehnik accidental sampling sampling.Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakananalisis univariat.Hasil analisa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pasangan usia subur tentang keluargaberencana di Desa Kalirejo Kabupaten Pesawaran Tahun 2015 sebagian besar dengan kategori cukup baik sebanyak 26responden (41,27%). Disarankan untuk lebih aktif dalam mencari informasi dan lebih meningkatkan pengetahuan agar lebihmengetahui tentang keluarga berencana dan metode kontrasepsi IUD khususnya, dengan cara mengikuti penyuluhan yangdiselenggarakan oleh tenaga kesehatan maupun media masa, sehingga diharapkan lebih meningkatnya peran serta dalampenggunaan alat kontrasepsi.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS KESUMADADI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2016 Anggraini Anggraini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.659 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.108

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hasil Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) anak balita pada tahun 2011 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar 20,3%,dan gangguanperkembangan motorik halus sebesar 14,7%.Pada tahun 2012 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar19,7%,dan gangguan perkembangan motorik halus sebesar 16,2%.Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubunganpengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun diTK Darsa Bakti Margomulyo,Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yangmemiliki anak usia 4-5 tahun berjumlah 60 dan sampel sebanyak 60 orang yang diambil dengan tehnik total sampling.Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakanuji statistik Chi Square.Hasil analisa menunjukkan bahwa distribusi distribusi pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anakusia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori normal sebanyak 34 responden (56,7%). Distribusi frekuensiperkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori kurang baik sebanyak 36 responden(60,0%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembang motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasaranak usia 4-5 tahun (p-value 0,000 < α 0,05). OR: 12,385. Disarankan dapat menambah pengetahuan dengan caramenggali informasi dari petugas kesehatan mengenai perkembangan anak usia 4-5 tahun dan berperan aktif dalammemberikan perhatian yang cukup terhadap perkembangan anak dan aktif membawa anak ke posyandu, melatih danmemantau perkembangan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 9