cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
PENGARUH KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg DAN KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg PLUS VITAMIN C 100 mg TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KECAMATAN WAY HALIM BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Wahid Tri Wahyudi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.949 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.203

Abstract

Pneumonia adalah penyakit saluran nafas bagian atas disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur yang merupakan penyebab utama pada balita, Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia diantaranyaadalah kelengkapan imunisasi diantaranya Hb, DPT, Campak, Polio, dan BCG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dari 403 kasus pneumonia pada balita di Provinsi Lampung 2014, tercatat 199 (49,3%) kasus pneumonia pada balita terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Air dan diketahui balita yang melalukan imunisasi secara lengkap sebanyak 71 balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungankelengkapan imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Rawat Inap Gedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan survey analitik dengan pendekatan crossectional dan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-24 bulan yang berkunjung pada bulan April di Pusesmas Rawat InapGedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015, pengambilan sampelmenggunak anteknik sampling accidenal sampling sebanyak 71 balita dengan alat ukur Lemabar Observasi dengan cara ukur Ceklist, Analisa bivariat chi squre.Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Rawat Inap Gedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015, dengan PValue < α (0,001) < 0,05) dan Odds Rasio (OR) = 12,2. Saran dalam penelitian ini perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai faktor-faktor dan memberikan penyuluhan secara rutin tentang pneumonia danimunisasi.
ANALISIS KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN BUKIT KEMILING PERMAI RT 10 KECAMATAN KEMILING KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2012 Rasdiana Rasdiana; Dina Mariana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.845 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.154

Abstract

ABSTRACT: FACTORS THAT INFLUENCE OF PREMENSTRUAL SYNDROME AMONG NURSING STUDENT AT SAMARINDA 2017 Background: Based on preliminary survey on the student of nursing academy Yarsi Samarinda obtained that from 10 students, found 7 of them had experienced premenstrual syndrome (PS) and they have a poor knowledge due to factors of premenstrual syndrome (PS) Purpose: Knowing that the factors are affecting premenstrual syndrome in nursing academy students-Yarsi Samarinda Methods: The type of research used descriptive quantitative and cross sectional approached. Population in this study was Student Level 1 nursing academy of Yarsi Samarinda with a sample of 60 respondent. Statistic test used spearman rank (Rho) correlation test. Results: Univariate analysis of 60 respondents, they had experienced premenstrual syndrome of 44 (73.3%) respondents; normal menarche age of 34 (56,7%) respondents; sleep disturbance of 32 (53.3%) respondents; poor quality of sleep of 46 (76.7%) respondents; activities disturbance of 41 (68.3%) respondents; normal nutritional status of 30 (30%) respondents and obesity 30 (30%) respondents. Conclusion: The result of bivariate analysis obtained by statistic analysis by using Spearman Rank (Rho) correlation test; Age Menarche p-value = 0,104; sleep disturbance p- value = 0,39; sleep quality p- value = 0,310; activity p- value = 0,028; nutritional status p-value = 0,125; Based on the results, suggestions that need to increase the knowledge of students about the factors that affect Premenstrual syndrome. Pendahuluan : Berdasarkan dari survey pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti pada mahasiswi tingkat 1 Akper Yarsi Samarinda didapatkan bahwasanya dari 10 orang mahasiswi dari beberapa 7 diantaranya mengalami gangguan PMS dan dari 10 orang mahasiswi banyak yang belum tahu tentang cara penanganan PMS.  Tujuan: Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan premenstrual syndrome pada mahasiswi Akper Yarsi Samarinda Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian adalah bersifat deskriptif kuantitatif yaitu suatau rancangan dimana untuk mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat itu, dengan menggunakan pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswi Tingkat 1 Akper Yarsi Samarinda  dengansampelsebanyak 60 orang.Ujistastistikmenggunakanujikorelasi sperman rank (Rho). Hasil: Analisis univariat diperoleh sebagian besar menunjukan bahwa dari 60 responden, ada yang mengalami premenstrual syndrome sebanyak 44 orang (73,3%)., sebagaian besar yang mengalami usia menarche normal yaitu sebanyak 34 orang (56,7%), sebagaian besar yang mengalami gangguan tidur, yaitu sebanyak 32 orang (53,3%), sebagaian besar kualitas tidurnya, yaitu sebanyak 46 orang (76,7%), sebagian besar melakukan aktivitas, yaitu sebanyak 41 orang (68,3 %), sebagaian besar status gizi mereka ialah hanya ada 2 kategori yaitu normal dan gemuk, yaitu yang normal sebanyak 30 orang (30 %) dan gemuk 30 orang (30 %). Simpulan: Hasil analisis bivariat diperoleh analisis statistic dengan menggunakan uji Korelasi Spearman Rank (Rho) antara Usia Menarche dengan Premenstrual Syndrome (PMS) didapatkan nilai p value = 0,104 artinya pada α = 5% dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian di tolak atau tidak ada hubungan, analisis gangguan tidur di dapatkan nilai p value = 0,395 artinya pada α = 5% dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian di tolak atau tidak ada hubungan, hasil analisis kualitas tidur di dapatkan nilai p value = 0,310 artinya pada α = 5% dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian di tolak atau tidak ada hubungan yang signifikan antara Kualitas Tidur dengan gangguan PMS, aktivitas hasil analisis uji Korelasi Spearman Rank (Rho) didapatkan nilai p value = 0,028 artinya pada α = 5% dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian di terima atau ada hubungan yang signifikan antara aktivitas dengan gangguan PMS. Hasil analisis didapatkan nilai p value = 0,125 artinya pada α = 5% dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian di tolak atau tidak ada hubungan yang signifikan antara Status Gizi dengan gangguan PMS. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran yaitu perlu lebih ditingkatkannya pengetahuan mahasiswi tentang faktor yang mempengaruhi Premenstrual syndrome  
PENGARUH KONSELING TERHADAP HARGA DIRI KLIEN HIV/AIDS DI KLINIK VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI RSUD. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 Triyoso Triyoso; Yusuf Yusuf; Muahammad Arief Budiman
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.184 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i3.116

Abstract

ABSRACT : SELF ESTEEM OF PATIENT WITH HIV / AIDS: IMPLICATION OF COUNSELING AT CLINIC VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) ABDUL MOELOEK HOSPITAL - PROVINCE OF LAMPUNG 2018 Background: HIV prevalence in Indonesia is commonly still low, but in Indonesia it has been classified as a country with concentrated epidemic level that is the prevalence of more than 5% in certain sub-populations. Cases of HIV / AIDS in Indonesia from year to year tend to increase. The number of new cases of HIV in Indonesia has increased over the last three years, in 2011 cases of 21,031 HIV cases, in 2012 as many as 21,511 cases and in 2013 as many as 29,037 cases. Purpose: Knowing that of self esteem of HIV / AIDS client: implication of counseling at clinic voluntary counseling and testing (vct) abdul moeloek hospital - province lampung 2018. Methods: Quantitative research type with experimental analytic design with Pre Experiment approach and experimental design will use with one group pretest - posttest design. Population were all patient with HIV / AIDS at clinic Voluntary Counseling and Testing (vct) Abdul Moeloek hospital - Province of Lampung with sample of 18 respondents and purposive sampling technique. The statistical analysis used dependent T test. Results: Knowning that differences in self-esteem among patient with HIV / AIDS before and after counseling were 13,433, and standard deviation of 5,270. The test results obtained p-value = 0,000. Conclusion: There is influence of counseling on self esteem among patient with HIV / AIDS at Clinic Coluntary Counseling and Testing (VCT) Abdul Moeloek Hospital Province Lampung 2018. Suggestions in this study to management of clinic Voluntary Counseling and Testing (VCT) especially in counseling department to help patient to improving their self-esteem and giving motivation to their life.Pendahuluan: Prevalensi HIV di Indonesia secara umum memang masih rendah, tetapi di Indonesia telah digolongkan sebagai negara dengan tingkat epidemik yang terkonsentrasi yaitu adanya prevalansi lebih dari 5% pada sub populasi tertentu. Kasus HIV/AIDS di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Jumlah kasus baru HIV di Indonesia mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir, pada tahun 2011 kasus HIV  sebanyak 21.031 kasus, pada Tahun 2012 sebanyak 21.511 kasus dan Tahun 2013 sebanyak 29.037 kasus.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap harga diri klien HIV/AIDS di klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT)  di RSUD. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dan rancangan analitik eksperimental dengan pendekatan Pra Experiment dan rancangan eksperimen yang digunakan adalah one group pre test - post test desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita HIV/AIDS Lampung periode Juli s/d November Tahun 2017 sebanyak 96 orang, dan sampel sebanyak 18 responden dengan teknik purposive Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dependent.Hasil : Diketahui perbedaan rata-rata harga diri klien HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan konseling sebesar 13,433 , dan standar deviasi sebesar 5,270. Hasil uji diperoleh nilai p= (0,000 < 0,05).Kesimpulan : Ada pengaruh konseling terhadap harga diri klien HIV/AIDS di klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018. Saran dalam penelitian ini  memberikan masukan pada manajemen klinik VCT terutama pada bagian bimbingan dan konseling untuk meningkatkan harga diri dan memotivasi kehidupan pasien.
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM) TIPE II KRONIS DI KABUPATEN PRINGSEWU 2014 Tri Yusefi; Setiawati Setiawati; Aryanti Wardiyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5790.738 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i1.278

Abstract

Gizi kurang adalah suatu keadaan dimana berat badan anak kurang dari 80% indeks berat badan menurut umur (BB/U) baku WHO-NCHS yang disebabkan oleh kurangnya zat gizi karbohidrat dan kekurangan protein disertai susunan hidangan yang tidak seimbang. Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, prevalensi gizi kurang nasional sebanyak 21%, jumlah ini terus meningkat dari tahun sebelumnya. Faktor Pengetahuan merupakan faktor penting dałam penanggulangan gizi kurang karena semakin kuat tingkat pengetahuan maka secara perlahan-lahan akan merubah perilaku seseorang, dałam hal ini perilaku orangtua yang dapat mempengaruhi asupan nutrisi pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu dengan penanggulangan gizi kurang pada balita di Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Tahun 2012. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dałam penelitian ini adalah semua ibu yang anaknya dirawat di Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Tahun 2012 pada bulan Januari 2013 sebanyak 40 orang, dan keseluruhannya digunakan sebagai sampel penelitian. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Ilji Chi Squaw. Hasil analisis univariat diperoleh tingkat pengetahuan kurang yaitu sebanyak 22 orang (55%), penangulangan gizi kurang pada balita dałam kategori kurang yaitu sebanyak 23 orang (57.5%). Hasil analisis bivariat diperoleh ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan penanggualangan gizi kurang (p-value—0.001, OR—22.167). Saran bagi bagi petugas kesehatan di Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji untuk meningkatkan program tentang pengetahuan gizi dengan cara melakukan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu-ibu.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI Zulmah Astuti; Hamka Hamka
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.94 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i2.188

Abstract

ABSTRACT: CASE REPORT OF HEALING OF DIABETIC FOOT ULCERS ON A PATIENT WITH DM TYPE 2 AND PROLONGED BLOOD SUGAR MONITORING Background: Diabetic foot ulcers are the most common complications in patients with neuropathy. When diabetic foot ulcers could be cared properly, then preventing the risk of greater amputation. Methods: Case studies on a patient with DM type 2 and has diabetic foot ulcers with a history of irregular DM treatment. Wound care was using modern dressing and an estimated length of healing based on wound presentation with Bettes Jensen in patients followed by prolonged blood sugar monitoring independently by the patient and reported the progress of wound healing Result: The progress of foot ulcers healing in patients as well as prediction in healing condition. During the healing process, the patient was paying attention in diabetic diet and prolonged blood sugar monitoring by selfexamination independently. Pendahuluan : luka kaki diabetik merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien yang mengalami Neuropathy. Apabila luka kaki diabetic tidak ditangani dengan baik dan pasien tidak terlibat dalam penatalaksanaan perawatan yang benar maka resiko terjadi amputasi semakin besar Metode : studi kasus pada pasien DM Tipe 2 yang memiliki luka kaki diabetik dengan riwayat pengobatan DM tidak teratur. Perawatan luka dengan menggunakan modern dressing dan dilakukan estimasi lama penyembuhan berdasarkan presentasi luka dengan bettes jensen pada pasien diikuti dengan pemantauan gula darah sewaktu dan gula darah puasa yang diperiksa secara mandiri oleh pasien dan dilaporkan pada saat perawatan luka Hasil : percepatan penyembuhan luka kaki pada pasien sesuai dengan prediksi dan kondisi luka semakin membaik. Hal ini dikarenakan selama proses penyembuhan, pasien berperan aktif dalam melakukan manajemen kontrol gula darah sendiri dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah mandiri serta mengatur pola dan jumlah porsi makan perhari termasuk membatasi makan malam lebih awal yaitu 4 jam sebelum tidur
PERBEDAAN PERSEPSI IBU TERHADAP TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI KAMPUNG GAYA BARU VI SEPUTIH SURABAYA LAMPUNG TENGAH 2012 Iwan Shalahuddin; Asep Nidzar Faijurahman
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.546 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.140

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan studi awal di sekolah di SMA Ciledug AL Musadaddiyah Garut tahun 2015. memiliki siswa dengan latar belakang keluarga broken home, menurut penuturan salah satu guru Bimbingan Konseling mengatakan bahwa "siswa yang mengalami masalah broken home paling banyak ada pada siswa di kelas XI yaitu 58 dari 209 siswa (sebanyak 27.75%), karena memiliki otoritas, kepercayaan diri yang lebih sebagai kakak kelas, lebih berani terhadap guru serta belum terkonsentrasi ke pelajaran seperti kelas XII. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara siswa dari keluarga broken home dengan perilaku menyimpang di sekolah di SMA Ciledug AL Musadaddiyah Garut tahun 2015.Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelasional karena bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara siswa dari keluarga broken home dengan perilaku menyimpang di sekolah.Hasil: Pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara siswa dari keluarga broken home dengan perilaku menyimpang di sekolah. Keluarga broken home merupakan sumber utama penyebab kenakalan atau penyimpangan pada remaja di sekolah. Berdasarkan pembahasan mengenai temuan hasil peneltian dengan menggunakan analisa bivariat, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara siswa dari keluarga broken home dengan perilaku menyimpang di sekolah. Hal tersebut mengandung makna bahwa siswa dengan latar belakang keluarga broken home dapat menjadi faktor terjadinya penyimpangan perilaku di sekolah. Sedangkan dampak paling besar terhadap terjadinya penyimpangan perilaku pada responden adalah perceraian orang tua yaitu sebesar 85,7 %
PENETAPAN KADAR RESIDU TETRASIKLIN PADA DAGING AYAM PEDAGING SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV ADAISI STANDAR Masa Irawan; Rillyani Rillyani; Achmad Farich
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.259 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.92

Abstract

Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan dibumi. Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit, bahkan dalam tubuh manusia.Sumur sehat adalah jenis sumur yang telah memenuhi persyaratan sanitasi dan terlindung dari konataminasi air kotor. Sumur sehat minimal memenuhi persyaratan lokasi dan persyaratan konstruksi hal ini dilakakuan untuk menghindari kotoran yang berasal dari sumber pencemar sekitar. Konstuksi dan lokasi sumur gali saling berhubungan karena dapat meningkatkan pencemaran pada sumber air bersih, hal ini disebabkan oleh pembuatan sumur gali yang kurang atu belum memenuhi syarat kesehatan.Penelitian adalah penelitian observasi analitikdengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling mnggunakan random sampling, sampel penelitian adalah air sumur gali kelurahan tejosari kota metro yang berjumlah 68 sumur gali. Analisa data menggunaka uji statistik chi squre. Hasil penelitian seagian besar kualitas bakteriologi air sumur gali tidak memenuhi syarat ( 60,3 % ), hasil penelitia juga menunjukan bahwa tidak ada hubung konstruksi sumur gali dengan kualitas bakteriologi air sumur gali di KelurahanTejosari Kota Metro
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK TAHUN 2013 Rilyani Rilyani; Lidya Arianti; Wiagi Wiagi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.789 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.174

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pada persalinan yang dapat mempengaruhi proses kelahiran. Berdasarkan data dari dinas provinsi lampung, di kabupaten lampung utara sebesar 19,9%. Data diperoleh dari rumah sakit May Jend.HM. Ryacudu Kotabumi lampung utara pada tahun 2016 yang mengalami komplikasi sebanyak 154 (16,0%) kasus diantara komplikasi tersebut ada yang mengalami kontraksi rahim yang tidak terkoordinasi dengan baik karena nyeri yang dirasakan oleh ibu saat persalinan. Tujuan penelitian diketahui pengaruh counter pressure terhadap skala nyeri persalinan di rumah sakit daerah may. Jend. Hm. Ryacudu kotabumi lampung utara tahun 2017. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini ibu besalin kala I fase aktif sebanyak 80, dengan sample sebanyak 30, teknik sampling secara accidental sampling. Data diambil dengan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan univariat (mean) dan bivariat (t-test). Hasil: Pada penelitian didapati rata-rata persalinan sebelum diberika teknik counter pressure adalah 7,000 dengan standar deviasi 0,743 dan setelah diberikan teknik counter pressure adalah 5,77 dengan standar deviasi 1,104. Ada pengaruh teknik counter pressure terhadap nyeri persalinan kala I (t-test˃thitung, 8,266> 1.725, p-value<0,05). Disarankan pihak rumah sakit membuat standar operasional prosedur tetap tentang counter pressure. Lebih meningkatkan keterampilan kepada erawat untuk dapat memberikan terapi pengurahangan rasa nyeri non farmakologi, seperti counter pressure dengan benar sehingga pasien merasakan nyaman.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6 – 24 BULAN DI KAMPUNG TEMPURAN KECAMATAN TRIMURJO TAHUN 2012 M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Prima Dian Furqoni; Kiramah Wati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.953 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.130

Abstract

Pendahuluan: Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam suatu Institusi. Oleh sebab itu suatu institusi perlu mengembangkan pegawainya agar memiliki pegawai yang profesional dan ahli dibidangnya. Pegawai yang mempunyai keahlian dan kemampuan akan bekerja dengan baik dan termotivasi melakukan semua pekerjaannya. Kinerja menurut Supriyanto dan Ratna, 2007 (dalam Nursalam, 2014) adalah effort (upaya atau aktivitas) ditambah achievements (hasil kerja atau pencapaian hasil upaya). Kinerja merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan perencanaan strategis dan operasional organisasi oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kualitas dan kuantitas sesuai dengan kewenangan dan tugas tanggung jawabnya, legal dan tidak melanggar hukum, etika dan moral. Kinerja sendiri merupakan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi organisasi.Metode: Tujuan penelitian adalah diketahuinya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat tahun 2017. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat yang berjumlah 60 orang dan sampel sebanyak 60 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 32 orang (53,3%). Sebagian besar kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat kurang baik yaitu sebanyak 34 orang (56,7%). Ada hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dengan p-value = 0,000 dan OR = 16,200. Hendaknya pimpinan dapat mempertahankan motivasi kepada perawat, agar perawat selalu memiliki kinerja yang tinggi yaitu dengan memberikan insentif atau bonus kepada perawat yang bekerja lembur atau memiliki kinerja yang bagus. Diharapkan kepada Pimpinan RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat untuk dapat mempertahankan pemberian imbalan kepada tenaga kesehatan di RSUD Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat dimana mereka sudah merasa sangat puas dengan pemberian tersebut sehingga tenaga kesehatan dapat mempertahankan kinerja yang baik.
uwiqhdi2j Fibri Mike Afini; Aprina Aprina; Wiwiek Widiastuty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4333.837 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v7i2.80

Abstract

Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Remaja merupakan salah satu bagian dari populasi beresiko terkena keputihan yang perlu mendapat perhatian khusus. Di Indonesia kejadian keputihan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan bahwa pada tahun 2002 sebanyak 50% wanita indonesia pernah mengalaami keputihan, kemudian pada tahun 2003 meningkat menjadi 69% dan pada tahun 2004 meningkat lagi menjadi hampir 70% wanita indonesia pernah mengalami keputihan setidaknya sekali dalam hidupnya. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan hygiene alat genetalia pada remaja putri dengan kejadian fluor albus pada siswi SMAN 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2012. Jenis pene]itian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah siswi di SMAN I Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak< 110 orang dengan jumlah sampel 86 orang, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan hygiene alat genetalia pada remaja putri dengan kejadian.fluor albus (p-value 0,000 OR (95% CI) 9,593) pada siswi SMAN I Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2012. Saran, pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah tentang hubungan hygiene alat genetalia pada remaja putri dengan kejadian fluor albus pada siswi SMAN 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Page 2 of 63 | Total Record : 624