cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 3 Juni 2021" : 36 Documents clear
Edukasi Pencegahan Penyakit Menular (Hepatitis) Dan Sosialisasi Pengobatan Hepatitis Menggunakan Herbal Medicine Di Desa Indralaya Mulya Fitrya Fitrya; Muharni Muharni; Mokhamad Yusup Nur Khakim
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3521

Abstract

ABSTRAK Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus sehingga mudah menular dari orang ke orang. Pada tahun 2019 pemerintah Indonesia menetapkan hepatitis sebagai kejadian luar biasa karena banyaknya kasus hepatitis. Hepatitis mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat, produktivitas, harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya gerakan bersama, komprehensif dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular, khususnya hepatitis. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi kejadian hepatitis melalui gerakan edukasi kesehatan dan sosialisasi penggunaan herbal untuk pengobatan hepatitis. Kegiatan dilaksanakan di LK IV RT 7 Desa Indralaya Mulya dan diikuti oleh 20 peserta. Edukasi dan sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan langsung, contoh  herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis serta cara menyiapkan obat-obatan herbal dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang penyebab, gejala, cara penularan dan pengobatan hepatitis meningkat secara bermakna. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat jahe, meniran, mengkudu dan pegagan sebagai obat hepatitis. Kata Kunci: Penyakit hepatitis, penyebab, pencegahan, pengobatan, Desa                         Indralaya Mulya  ABSTRACT Hepatitis is a disease that causes inflammation of the liver which is caused by a virus so that it is easily transmitted from person to person. In 2019 the Indonesian government determined hepatitis as an extraordinary event because of the large number of cases of hepatitis. Hepatitis affects the quality of public health, productivity, life expectancy, and the social and economic impact of society. Therefore there needs to be a joint, comprehensive, and continuous movement to increase public awareness of infectious diseases, especially hepatitis. This activity aims to foster public awareness in reducing the incidence of hepatitis through a health education movement and socializing the use of herbs for hepatitis treatment. The activity was carried out at LK IV RT 7 Indralaya Mulya village and was attended by 20 participants. Education and outreach are carried out by providing direct counseling, demonstrations of herbs that can be used for hepatitis treatment, and how to prepare herbal medicines and discussions. The results of the activity showed that people's understanding of the causes, symptoms, modes of transmission, and treatment of hepatitis had significantly improved. This activity also increases people's knowledge about the benefits of ginger, meniran, noni, and Gotu kola herbs as hepatitis drugs.  Keywords: Hepatitis disease, causes, prevention, treatment, Indralaya Mulya                          VillageABSTRAK Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus sehingga mudah menular dari orang ke orang. Pada tahun 2019 pemerintah Indonesia menetapkan hepatitis sebagai kejadian luar biasa karena banyaknya kasus hepatitis. Hepatitis mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat, produktivitas, harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya gerakan bersama, komprehensif dan berkesinambungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular, khususnya hepatitis. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi kejadian hepatitis melalui gerakan edukasi kesehatan dan sosialisasi penggunaan herbal untuk pengobatan hepatitis. Kegiatan dilaksanakan di LK IV RT 7 Desa Indralaya Mulya dan diikuti oleh 20 peserta. Edukasi dan sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan langsung, contoh  herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis serta cara menyiapkan obat-obatan herbal dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang penyebab, gejala, cara penularan dan pengobatan hepatitis meningkat secara bermakna. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat jahe, meniran, mengkudu dan pegagan sebagai obat hepatitis. Kata Kunci: Penyakit hepatitis, penyebab, pencegahan, pengobatan, Desa                        Indralaya Mulya  ABSTRACT Hepatitis is a disease that causes inflammation of the liver which is caused by a virus so that it is easily transmitted from person to person. In 2019 the Indonesian government determined hepatitis as an extraordinary event because of the large number of cases of hepatitis. Hepatitis affects the quality of public health, productivity, life expectancy, and the social and economic impact of society. Therefore there needs to be a joint, comprehensive and continuous movement to increase public awareness of infectious diseases, especially hepatitis. This activity aims to foster public awareness in reducing the incidence of hepatitis through a health education movement and socializing the use of herbs for hepatitis treatment. The activity was carried out at LK IV RT 7 Indralaya Mulya village and was attended by 20 participants. Education and outreach are carried out by providing direct counseling, demonstrations of herbs that can be used for hepatitis treatment and how to prepare herbal medicines and discussions. The results of the activity showed that people's understanding of the causes, symptoms, modes of transmission and treatment of hepatitis had significantly improved. This activity also increases people's knowledge about the benefits of ginger, meniran, noni and gotu kola herbs as hepatitis drugs. Keywords : Hepatitis disease, causes, prevention, treatment, Indralaya Mulya                          Village
Penyuluhan ASI, MPASI, Stunting Di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung Hetty Rusmini; Vita Lestari Ayuningsih; Anggunan Anggunan; Aswan Jhonet; Neno Fitriyani Hasbie; Zulfian Zulfian
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3687

Abstract

 ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang diciptakan khusus oleh Tuhan yang keluar langsung dari payudara seorang ibu untuk bayinya. Pemberian ASI Eksklusif merupakan proses pemberian makan pada bayi yang berupa ASI saja tanpa makanan tambahan lain hingga bayi berumur 6 bulan. Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan secara bertahap sesuai dengan usia serta kemampuan pencernaan bayi guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO. Stunting merupakan manifestasi jangka panjang faktor konsumsi diet berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan lingkungan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ASI, MPASI, dan Stunting. Metode yang digunakan adalah metode Simposium diikuti dengan demonstrasi artinya lebih dari 2 presentan menjelaskan materi ASI, MPASI dan Stunting diikuti dengan tindakan peragaan memasak MPASI yang benar. Hasil dan kesimpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI,MPASI, dan Stunting setelah di lakukan penyuluhan. Saran Ibu harus memberikan asi esklusif selama 6 bulan setelahnya dilakukan MPASI dan juga dilakukan pencegahan stunting dimulai dari awal kehamilan sampai 2 tahun. Kata Kunci : ASI, MPASI, Stunting  ABSTRACT Breastmilk is a the milk produced by the breast of mother which created specially by God. Exclusive breastfeeding is the process of feeding a baby only from breastmilk without other supplementary food until baby is 6 month. MPASI, complementary food to breast milk, is food or drink containing nutrients, given to babies or infants aged 6-24 months, and given in stages according to the age and digestive capacity of the babies or infants to meet their nutritional needs other than breast milk. Stunting was a state of height-for-age index below minus two standard deviation based on WHO standard. Stunting was a long-term manifestation of low-quality dietary factor, recurrent infectious diseases, and environment. Community service activities are carried out to increase knowledge and understanding ASI, MPASI, and Stunting. The method used is the Symposium method followed by words of more than 2 presentations explaining the material of breastfeeding, complementary foods and stunting followed by a demonstration of proper complementary cooking. The result of this activity is an increase in the knowledge of mothers about breastfeeding, complementary foods, and stunting after counseling. Suggestion, mothers should provide exclusive breastfeeding for 6 months after which complementary feeding and stunting prevention should be done starting from the beginning of pregnancy until the 2nd year. Keywords : ASI, MPASI, Stunting
Peningkatan Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Pada Pasien Infeksi Di Wilayah Kerja Puskesmas Airbesar Muhammad Hasan Wattiheluw; Ramdhani M. Natsir
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3595

Abstract

ABSTRAK Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan penyakit infeksi termasuk dalam 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Antibiotik merupakan pilihan terapi yang diberikan untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh bateri. Bakteri yang terpapar antibiotic terus menerus akan beradaptasi sehingga dapat menimbulkan resistensi antibiotic. Tujuan dari kegiatan pemberian informasi, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas airbesar ambon. Metode Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan secara individu menggunakan media buku saku. Terdapat pengingkatan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Kata Kunci : Kepatuhan, Antibiotik, Infeksi, masyarakat airbesar ABSTRACT World Health Organization (WHO) in 2015 showed that infectious diseases were among the top 10 causes of death in the world. Antibiotics are a therapeutic option given to infectious diseases caused by batteries. Bacteria that are exposed to antibiotics will continue to adapt so that they can cause antibiotic resistance. The purpose of the information provision activity is expected to increase knowledge about the rational use of antibiotics in the community in the work area of Puskesmas Airbesar Ambon. Method The activities carried out were in the form of individual counseling using pocket book media. There is an increase in knowledge about the rational use of antibiotics.Keywords : Adherance, Antibiotics, Infection, Airbesar society
Peningkatan Pengetahuan Care Giver Dalam Merawat Lansia Di Pslu Natar Gunawan Irianto; Arena Lestari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3842

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Panti Sosial Lanjut Usia di Natar Lampung Selatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan care giver atau pendamping untuk melakukan perawatan pada lansia di panti. Sasaran kegiatan ini adalah para care giver yang berjumlah 14 orang, strategi intervensi dilakukan melalui 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pelatihan dengan menggunakan metode ceramah atau presentasi, role play dan diskusi. Evaluasi dilakukan dengan mengunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan care giver pre dan post kegiatan pelatihan. Aadanya peningkatan yang cukup signifikan dari pengetahuan care giver tentang perawatan lansia, hal ini terlihat dari persentasi pengetahuan baik meningkat menjadi 90% dengan skor rata-rata 89 dan care giver yang memiliki pengetahuan kurang menjadi 10% dengan skor rata-rata 49.Pelatihan peningkatan pengetahuan caregiver melakukan perawatan lansia secara signifikan meningkatkan pengetahuan care giver dalam merawat lansia di panti. Kata Kunci : care giver, pengetahuan, perawatan lansia  ABSTRACT This community service activity was carried out at the elderly social institution in Natar, South Lampung with the aim of increasing the knowledge of caregivers or assistants to care for the elderly in the orphanage. The target of this activity is 14 caregivers. The intervention strategy is carried out in 3 stages, namely planning, implementing and evaluating. The training method uses lectures or presentations, role plays and discussions. The evaluation was carried out using a questionnaire that measured the knowledge of care giver pre and post training activities.There was a significant increase in the care giver's knowledge about elderly care, this can be seen from the percentage of good knowledge increasing to 90% with an average score of 89 and caregivers who have less knowledge to 10% with an average score of 49. Training to increase caregiver knowledge in caring for the elderly significantly increases the knowledge of caregivers in caring for the elderly in the elderly social institution. Keywords: care giver, knowledge, elderly, social institution
Pembentukan Dan Sosialisasi Kegiatan Peminat Kesehatan Remaja Muslimah/Pkrm Muslimah Cantik Berakhlak (MCB) Di SMP-IT, SMA DIBS Dar-El Iman Kecamatan Nanggalo Kota Padang Ety Aprianti; Sri Suciana; Fery Musharyadi; Ramadhanty Ramadhanty; Desy Novianti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3657

Abstract

ABSTRAK Remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko (Kemenkes RI, 2018). Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait. Kementarian Kesehatan telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas, dengan paket pelayanan komprehensif untuk kesehatan remaja meliputi KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya, layanan klinis medis dan rujukan termasuk pemberdayaan masyarakat (Kemenkes RI, 2018). Metode Pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Pembentukan Organisasi, Pembuatan Tupoksi dan Program Kerja, melakukan Sosialisasi, penyuluhan/ ceramah dan demonstrasi yang dilakukan secara insidentil. Pemberian ceramah juga disertai dengan Tanya jawab, pemaparan gambar-gambar dan mendemonstrasikan kepada IBU HAMIL sehingga memudahkan untuk memahaminya. Serta melakikan pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Hb. Kata Kunci : Remaja,Konselor sebaya,Pembinaan  ABSTRACT Youth as successors and future leaders of the nation, get the widest possible right and opportunity to grow and develop optimally, guaranteed their survival, free from discrimination and wrong treatment, including being protected them from various health problems. Health problems in this group are mainly due to the tendency for risky behavior (Kemenkes RI, 2018). The complexity of health problems in adolescents, of course, requires comprehensive and integrated handling that involves all elements from across related programs and sectors. The Ministry of Health has developed a Youth Care Health Service (PKPR) in Puskesmas, with a comprehensive service package for adolescent health including IEC, counseling, peer counselor development, clinical medical services, and referrals including community empowerment (Kemenkes RI, 2018). The implementation method used in this service is the Formation of Organizations, the Making of Tupoksi and Work Programs, conducting socialization, counseling/lectures, and demonstrations which are carried out incidentally. The lecture was also accompanied by questions and answers, presentation of pictures, and demonstrating to PREGNANT WOMEN so that it was easier to understand. As well as carrying out a Physical examination and Hb examination Keywords: Adolescents, peer counselors, coaching
Terapi Reminissence Sebagai Upaya Meningkatkan Kepuasan Hidup Lansia Di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang Iskim Luthfa; Herry Susanto; Meidinda Yumaning Hasna
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3604

Abstract

ABSTRAK                                              Proses menua menyebabkan berbagai perubahan pada diri lansia baik perubahan biologis, perubahan psikologis, perubahan sosial dan perubahan spiritual. Dukungan keluarga sangat membantu lansia beradaptasi terhadap proses menua. Dukungan keluarga yang rendah menyebabkan lansia mengalami masalah psikologis yang berdampak pada penurunan kepuasan hidup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kepuasan hidup pada lansia yang tinggal di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang melalui terapi aktivitas kelompok dengan metode reminissence. Kegiatan ini diimplementasikan dalam tiga tahapan yaitu tahap sosialisasi tahap pelaksanaan kegiatan serta tahap monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 4 bulan, mulai bulan Mei sampai Agusus 2020. Hasil dari kegiatan pengabdian ini lansia mampu meningkatkan sosialisasi dan kebersamaan dengan kelompok, mampu meningkatkan komunikasi diantara kelompok, meningkatkan harga diri, meningkatkan keterampilan beradaptasi dan kepuasan hidup.Kata kunci: Kepuasan Hidup, Lanjut Usia, Reminissence. ABSTRACTThe aging process causes various changes in the elderly, includes biological changes, psychological changes, social changes and spiritual changes. Family support really helps the elderly adapt to the aging process. Low family support causes the elderly to experience psychological problems which have an impact on decreasing life satisfaction. The purpose of this community service is to increase life satisfaction in the elderly who live in the Pucang Gading Nursing Homes in Semarang. The community service method uses group activity therapy with the reminiscence method. This activity is implemented in three stages, that is the socialization stage, the activity implementation stage and the monitoring and evaluation stage. This community service was held for 4 months, starting from May to August 2020. The results of this community service for the elderly are able to increase socialization and togetherness with groups, be able to improve communication between groups, increase self-esteem, improve adaptation skills and increase life satisfaction.Keywords : Life Satisfaction, Elderly, Reminiscence.
Upaya Tanggap Bencana Wabah Penyakit Akibat Coronavirus Disease (Covid-19) Di Tol Buah Batu Kota Bandung Indra Karana Napitupulu
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3720

Abstract

ABSTRAKVirus corona adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia virus corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS). Virus ini mampu mengakibatkan orang kehilangan nyawa sehingga WHO telah menjadikan status virus corona ini menjadi pandemi dan meminta Presiden Joko Widodo menetapkan status darurat nasional corona, sehingga perlu adanya penyuluhan kepada masyarakat tentang covid 19 agar masyarakat dapat megetahui tentang virus corona dan dapat melaksanakan protokol kesehatan agar mencegah terjadinya penyebaran virus corona. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang covid 19 dan melaksanakan protokol kesehatan serta membagikan masker dan vitamin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan penyuluhan kepada para pengendara mobil yang melintas di Tol Buah Batu Kota Bandung dan membagikan masker dan vitamin. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh Seluruh pengendara mobil mengetahui tentang covid 19 serta mendapatkan masker dan vitamin. Kata Kunci: Informasi, Covid 19, Masker, Vitamin.ABSTRACT Corona viruses are viruses that can cause disease in animals or humans. In humans, the corona virus was known to cause respiratory infections ranging from the common cold to more severe illnesses such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). This virus was capable of causing people to lose their lives so WHO has made the status of this corona virus into a pandemic and asked President Joko Widodo to establish a national corona emergency status, so there was a need for information to the public about Covid 19 so that people can know about the corona virus and can implement health protocols so that prevent the spread of the corona virus. The aim of this community service was to increase public awareness about Covid 19 and implement health protocols and distribute masks and vitamins. This community service activity provides information to drivers passing the Buah Batu Bandung City toll road and given masks and vitamins. The results of community service obtained All car drivers know about Covid 19 and get masks and vitamins. Keywords: Information, Covid 19, Masks, Vitamins
Penerapan Model Pencegahan Resiko Tinggi Kanker Payudara Melalui Aplikasi Ricandra Di Desa Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Aprina Aprina; Titi Astuti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3969

Abstract

ABSTRAK Hasil pre survey yang dilakukan oleh Aprina dan Titi astuti kepada pasien kanker payudara di wilayah kerja puskesmas padang cermin 5 orang (50%) dari 10 penderita kanker payudara mengatakan tidak mengetahui tentang kanker payudara dan keluarga juga tidak tau cara mendeteksi faktor yang menyebabkan kanker payudara sehingga mereka tidak dapat mengetahui penyebab mereka terkena kanker payudara serta mereka juga tidak mampu mendeteksi kanker payudara secara mandiri. Tujuan Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan keluarga atau pasien serta dapat mendeteksi secara dini resiko yang dialami oleh wanita usia subur dan intervensi yang diperoleh di puskesmas pandang cermin Kegiatan ini dilaksanakan di Aula balai desa kecam atan padang cernin. Kegiatan pengabmas ini dilaksanakan oleh 2 Tim yang merupakan dosen dengan melibatkan 4 orang mahasiswa, kegiatan yang dilakukan adalah pre test dan post test, Pelatihan Kader dan Nakes, serta Sosialisasi kepada kader, Nakes dan pWanita usia subur tentang Aplikasi RICANDRA, Hasil yang didapat Setekah dilakukan sosialisasi penerapan aplikasi ini, kegiatan ini memberikan hasil yang baik dimana Masyarakat seluruhnya setuju dengan manfaat penggunaan aplikasi Ricandra dan Seluruh peserta kegiatan sosialisasi ini setuju untuk menggunakan aplikasi ini dan akan mengenalkannya kepada petugas Kesehatan dan masyarakat lainnya. Kata Kunci: Ricandra, Kanker Payudara.  ABSTRACT The results of a pre-survey conducted by Aprina and Titi Astuti to breast cancer patients in the work area of the Padang Cermin Community Health Center 5 people (50%) out of 10 breast cancer sufferers said they did not see breast cancer and their families also did not know how to deal with the factors that cause breast cancer so they cannot see what causes them to get breast cancer and they also cannot afford to wait for breast cancer. The purpose of this activity is to provide family or patient knowledge and to be able to help patients early on which facilitates and interventions that can be carried out in a mirror view puskesmas. This activity is carried out in the hall of the kecam village hall in Padang Cernin. This community service activity was carried out by 2 teams were lecturers involving 4 students, the activities carried out were pre-test and post-test, training for cadres and health workers, as well as outreach to cadres, health workers, and women of childbearing age about the RICANDRA application, the results obtained by Setekah have carried out socialization of the application of this application, this activity gives good results where the community agrees with the use of the Ricandra application and all participants of this socialization activity agree to use this application and will introduce it to health workers and other communities. Keywords: Ricandra, Breast Cancer.
Edukasi Penggunaan Masker Dan Face Shield Untuk Meminimalisir Penyebaran Covid 19 Hanna Nurul Husna; Cucu Nurpatonah; Itmam Milataka; Gatut Ari Wardani; Nur Laili Dwi Hidayati; Winda Trisna Wulandari; Ade Yeni Apriliani; Keni Idacahyati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3614

Abstract

ABSTRAKPenyebarannya Covid-19 yang cepat dan belum tersedianya vaksin menjadikan pemerintah dan masyarakat harus sigap dan waspada dalam mencegah penularan virus tersebut. Masker dan face shield disarankan untuk digunakan sebagai APD dalam mencegah penularannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan dan pembagian produk hasil kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pembagian produk masker, face shield; serta pemberian edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker dan face shield; serta pembagian flyer petunjuk pembuatan face shield dari bahan-bahan sederhana. Kegiatan dilakukan pada 51 masyarakat di RW 07 lingkungan Cilolohan Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya dengan berbagai rentang usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan hasil dalam bentuk pemberian produk dan kontribusi dalam bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata respon masyarakat, 86.3% responden sangat setuju bahwa penggunaan masker dan face shield dapat mencegah penularan COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, edukasi, face shield ABSTRACTThe rapid spread and the unavailability of vaccines have made the government and the public to be alert and vigilant in preventing the virus transmission. Masks and face shields are recommended to be used as PPE to prevent the virus transmission. The aims of this community services were to provided health education and distibuted the product to the community. The activities was carried out in the form of distribution of masks, face shields, and herbal products; providing education to the public regarding the importance of using masks and face shields; and distribution flyers of instructions for making face shields from simple ingredients. The activity was carried out in 51 communities in RW 07, Cilolohan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya with various age ranges. This community service activity provided health products and contributed in health education to the community. It can be concluded that  86.3% of people agreed that the use of masks and face shields can prevent the transmission of COVID-19. Keywords: COVID-19, education, face shield
Penyuluhan Hipertensi Pada Pasien Puskesmas Kebon Jahe Kota Bandar Lampung Yesi Nurmalasari; Fadhilan Nur Ramadhan; Ade Utia Detty; Rinto Hadiarto; Abdurrohman Izzudin; Selvia Anggraeni
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3688

Abstract

ABSTRAK Prevalensi hipertensi yang mencapai 22% di seluruh dunia, hanya 1/5 penderita yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang tinggi. Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 yaitu mencapai 34,11% dan Provinsi Lampung menempati urutan ke 16 dengan angka 29,94%. Meningkatnya jumlah penderita hipertensi yang mencapai 33.521 orang pada tahun 2018 di Provinsi Lampung, diperlukan pemahanan lebih lanjut mengenai penyakit hipertensi. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit hipertensi. Dilakukan penyuluhan kepada pasien di Puskesmas Kebon Jahe mengenai penyakit hipertensi. Pelaksanaan kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa kelompok 10 Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2020. Meningkatnya pemahaman pasien dan keluarga tentang penyakit hipertensi. Penyuluhan berjalan sangat efektif dan terjadi peningkatan pemahaman tentang hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Penyuluhan, Pengetahuan  ABSTRACT The prevalence of hypertension was 22% worldwide, it merely was 1/5 of patients that making efforts to control high blood pressure. The prevalence of hypertension in Indonesia in 2018 reached 34.11% and Lampung Province ranked 16th with the number prevalence was 29.94%. The increasing number of hypertension patients, which reached 33,521 in 2018 in Lampung Province, required further of knowing in hypertension. To increase the knowledge of hypertension. It conducted counseling to patients at the Kebon Jahe Community Health Center regarding hypertension. The implementation of this activity was assisted by Group 10 of college students from Malahayati University Bandar Lampung in 2020. There was an increase in the knowledge of patients and their families about hypertension. Counseling was very effective and there was an increase in the knowledge of hypertension. Keywords: Hypertension, Counseling, Knowledge

Page 2 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue