cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan Terhadap Terjadinya Overload Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Post Hemodialisa di RSUD DR. HI. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Budiarti Budiarti; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.11911

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney failure is a health problem in the world that continues to increase. According to data from the World Health Organization (WHO) chronic kidney disease kills 850,000 people every year. RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek, Lampung Province, based on medical record data, it is known that the number of CRF sufferers in 2022 is 17,939 sufferers. Limiting intake of fluids and electrolytes in patients with chronic kidney failure (CKD) is very important. To know the relationship between compliance with fluid restrictions and the occurrence of fluid overload in post-hemodialysis chronic kidney failure patients at RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Lampung Province in 2023.The type of research used in this research is quantitative. The design in this study uses analytic with a cross-sectional approach. The population of this study were post hemodialysis chronic kidney failure patients at RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Lampung Province in 2023 a total of 159 people, with a sample of 114 respondents. Data collection used a checklist sheet and a statistical test questionnaire using the chi square test. The level of adherence to fluid restriction in patients with chronic kidney failure showed that out of 114 respondents, the majority, namely 68 respondents (59.6%), were in the non-adherent category. The incidence of fluid overload in patients with chronic kidney failure showed that almost half of the respondents did not experience fluid overload, namely 23 respondents (40.4%). From the analysis between the two variables, it is known that there is a significant relationship between adherence to fluid restrictions and the occurrence of hypervolemia in chronic kidney failure patients at RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Lampung Province with p value = 0.011 (p value 0.000 <0.05). Nurses in the hemodialysis room are expected to be more active in providing guidance or health education about diet and fluid intake in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis so that the expected results are maximized. Keywords: Compliance,Fluid Restriction, Fluid Overload, Chronic Renal Failure  ABSTRAK Gagal ginjal kronis menjadi masalah kesehatan di dunia yang terus mengalami peningkatan. Menurut data World Health Organization (WHO) penyakit ginjal kronis membunuh 850.000 orang setiap tahun. RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, berdasarkan data rekam medis diketahui bahwa jumlah penderita GGK pada tahun 2022 sejumlah 17.939 penderita. Pembatasan asupan pada cairan dan elektrolit pada pasien penderita gagal ginjal kronik (GGK) sangatlah penting. Diketahui Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan Terhadap Terjadinya Overload Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Post Hemodialisa Di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan analitik dengan menggunakan pendekatan croos sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik post hemodialisa di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023 sejumlah 159 orang, dengan sampel 114 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan kuesioner uji statistic menggunakan uji chi square. Tingkat kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik didapatkan hasil bahwa dari 114 responden sebagian besar yaitu 68 responden (59,6%) termasuk kategori tidak patuh. Kejadian overload cairan pada pasien gagal ginjal kronik didapatkan hasil hampir setengah dari responden tidak mengalami overload cairan yaitu sebanyak 23 responden (40,4%). Dari analisis antara kedua variabel diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan p value = 0,011 (nilai p 0,000 < 0,05). Perawat diruangan hemodialisa diharapkan lebih aktif lagi dalam memberikan bimbingan ataupun penyuluhan kesehatan tentang asupan diet dan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa agar hasil yang diharapkan lebih maksimal. Kata Kunci: Kepatuhan, Pembatasan Cairan, Kelebihan Cairan, Gagal Ginja Kronis
Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan tentang Perencanaan Berkeluarga dengan Kesiapan Menikah Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambun Utara Fitriani, Shella; Sahrudi, Sahrudi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11113

Abstract

ABSTRACT The high divorce rate in Indonesia is ranked first in Asia Pacific, and West Java is the province with the highest divorce after East Java, one of the factors causing divorce is the lack of readiness to marry. And the high interest of someone to get married raises the question of how the readiness for marriage of the prospective bride and groom at the KUA of North Tambun District, Bekasi. To determine the relationship between the characteristics and knowledge of family planning with the readiness to marry the bride and groom. This research uses descriptive analytic method with cross sectional design. The population of this study were all prospective brides who registered at the KUA of Tambun Utara District, the sample was determined by simple random sampling and the results obtained were 148 respondents. The data was tested with the chi square statistical test. In this study there is a relationship between age and readiness to marry with a p value (0.001). There is a relationship between work and marriage readiness with a p value (0.004). There is a relationship between education and marriage readiness with a p value (0.001). There is a relationship between family planning knowledge and marriage readiness with a p value (0.002). There are many factors that support readiness for marriage. The bride and groom are expected to better prepare for age, education, work and prepare knowledge about family readiness, so that a harmonious family is created and the nation's successors are proud. Keywords: Bride and Groom, Characteristics, Readiness for Marriage, Knowledge  ABSTRAK Tingginya angka perceraian di Indonesia yang menduduki peringkat pertama di Asia Pasifik, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan perceraian tertinggi setelah Jawa Timur, salah satu faktor penyebab terjadinya perceraian ialah kurangnya kesiapan menikah. Dan tingginya minat seseorang untuk menikah menimbulkan pertanyaan bagaimana kesiapan menikah calon pengantin di KUA Kecamatan Tambun Utara, Bekasi. Untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik dan pengetahuan perencanaan berkeluarga dengan kesiapan menikah calon pengantin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin perempuan yang mendaftarkan diri di KUA Kecamatan Tambun Utara, penentuan sampel dengan simple random sampling dan didapatkan hasil 148 responden. Data diuji dengan uji statistik chi square. Dalam penelitian ini ada hubungan antara usia dengan kesiapan menikah dengan p value (0,001). Ada hubungan pekerjaan dengan kesiapan menikah dengan p value (0,004). Ada hubungan antara pendidikan dengan kesiapan menikah dengan p value (0,001). Ada hubungan antara pengetahuan prencanaan berkeluarga dengan kesiapan menikah dengan p value (0,002). Terdapat banyak faktor yang mendukung kesiapan menikah. Pada calon pengantin diharapkan lebih mempersiapkan usia, pendidikan, pekerjaan dan menyiapkan tentang pengetahuan kesiapan berkeluarga, agar terciptanya keluarga yang harmonis dan penerus bangsa yang membanggakan. Kata Kunci: Calon pengantin, Karakteristik, Kesiapan menikah, Pengetahuan 
Faktor Risiko ISPA Pada Pekerja Kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Syafiqah, Syafiqah; Ernawaty, Ernawaty; Pariua, Arvanita
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.12779

Abstract

ABSTRACT ARI is a disease that affects around 30 to 50 percent of workers in developing countries. ARI is also a disease with the highest visit in Dalaka Sub-District Puskesmas Puskesmas in Donggala Regency from 2014 - 2017. This study aims to determine ISPA risk factors in kapok workers in Dalaka Village, Sindue District, Donggala Regency. This type of research is observational with a case control approach. The case subjects were kapok workers who experienced ARI and the control subjects were kapok workers who did not experience ARI. There were 22 cases and 66 controls with matching age and sex. Sampling is done by total sampling technique. Data analysis used the odd ratio test with α = 5%. The results showed that the use of masks (OR = 5,231 and CI = 1,719-15,915), smoking behavior (OR = 3,200 and CI = 1,113-9,199), working period (OR = 3,527 and CI = 1,076-11,564) were ARI risk factors in kapok workers. The Dalaka Assistant Health Center needs to provide guidance on the importance of using masks for kapok workers as well as the impact caused by smoking behavior to prevent the occurrence of ARI. Keywords: ARI, Kapok Workers ABSTRAK  ISPA merupakan penyakit yang diderita sekitar 30 hingga 50 persen pekerja di negara berkembang. ISPA juga merupakan penyakit dengan kunjungan tertinggi di Puskesmas Pembantu Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala dari tahun 2014 – 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ISPA pada pekerja kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Subjek kasus adalah pekerja kapuk yang mengalami ISPA dan subjek kontrol adalah pekerja kapuk yang tidak mengalami ISPA. Sampel kasus sebanyak 22 dan kontrol 66 dengan matching umur dan jenis kelamin. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji odd ratio dengan α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan masker (OR=5,231 dan CI=1,719–15,915), perilaku merokok (OR=3,200 dan CI=1,113–9,199), masa kerja (OR=3,527 dan CI=1,076–11,564) merupakan faktor risiko ISPA pada pekerja kapuk. Pihak Puskesmas Pembantu Dalaka perlu memberikan pengarahan tentang pentingnya penggunaan masker bagi pekerja kapuk serta dampak yang ditimbulkan akibat perilaku merokok untuk mencegah terjadinya ISPA. Kata Kunci: ISPA; Pekerja Kapuk
Determinan Keberhasilan VBAC (Vaginal Birth After Cesarean-Section): Literatur Review Handayani, Anindita Yulia; Al Farizi, Sofia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13196

Abstract

ABSTRACT Caesarean section rates are increasing dramatically and have become a global concern. VBAC is one of the best strategies to reduce caesarean section rates so that morbidity and mortality in mothers and babies can be minimized. However, there is very little research on the factors that influence the success of VBAC in Indonesia. used was article search through databases such as PubMed, Scopus, and Web of Science. Eight articles that met the inclusion criteria mentioned the determinants of successful VBAC including maternal age >35 years, augmentation of labor, previous history of VBAC, history of spontaneous labor, rupture of membranes/amniotomy, cervical opening ≥4 cm and cervical thinning ≥50% at hospital admission, low station (≥ 0) at hospital admission, occipito-anterior position, rural residence, no history of stillbirth, counseling on TOLAC at ANC, birth spacing >2 years, parity 3 and 4, monitoring of labor with partograph, duration of labor <8 hours after hospital admission, BISHOP score and TOLAC score at hospital admission, BMI <29 kg/m2, fetal weight <3500 grams, and ANC during pregnancy. All of these factors must be considered when recommending VBAC to a patient to make VBAC a safe option. Keywords: Determinant, Factor, VBAC  ABSTRAK Angka operasi caesar meningkat dramatis dan menjadi perhatian dunia. VBAC adalah salah satu strategi terbaik untuk menurunkan angka operasi caesar sehingga morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi dapat diminimalisir. Namun, penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan VBAC di Indonesia sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan VBAC melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah pencarian artikel melalui database seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi menyebutkan determinan keberhasilan VBAC antara lain usia ibu >35 tahun, augmentasi persalinan, riwayat VBAC sebelumnya, riwayat persalinan spontan, pecah ketuban/amniotomi, pembukaan serviks ≥4 cm dan penipisan serviks ≥50% saat masuk rumah sakit, low station (≥ 0) saat masuk rumah sakit, posisi oksipito-anterior, tinggal di pedesaan, tidak ada riwayat lahir mati, konseling tentang TOLAC saat ANC, jarak kelahiran >2 tahun, paritas 3 dan 4, pemantauan persalinan dengan partograf, durasi persalinan < 8 jam setelah masuk rumah sakit, skor BISHOP dan skor TOLAC saat masuk rumah sakit, BMI <29 kg/m2, berat janin <3500 gram, dan ANC saat kehamilan. Semua faktor ini harus dipertimbangkan ketika merekomendasikan VBAC kepada pasien agar VBAC menjadi pilihan yang aman. Kata kunci: Determinan, Faktor, VBAC
Perbandingan Pemberian Pijat Oksitosin dan Pijat Effluerage Terhadap Kelancaran Asi di Wilayah Kerja Puskesmas Krawatwatu, Kota Serang, Kabupaten Banten Noviyanti, Neng Ticeu; Farlihatun, Lili
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10671

Abstract

ABSTRACT In 2020, the exclusive breastfeeding coverage in Serang Regency was 61.2% out of 11,128 infants, which was far below the target set by the Ministry of Health of 80%. One of the factors influencing the low coverage of exclusive breastfeeding is the insufficient production of breast milk in mothers. Non-pharmacological therapies such as oxytocin massage and effleurage massage are used to stimulate breast milk production. The study was objective to determine the difference in breast milk production between mothers who received oxytocin massage and those who received effleurage massage. The study employed an experimental research design with a pre- and post-test approach. The population consisted of all postpartum mothers with infants aged 0-6 months in the Krawatwatu Primary Health Center area, totaling 147 mothers. The sample size for each group, oxytocin massage and effleurage massage, was 25 mothers. Data were collected using a breast milk production questionnaire with the Gutman scale. Data analysis was performed using an independent t-test. Before oxytocin massage, 10 mothers (40%) had smooth breastfeeding while 15 mothers (60%) had difficulties. After oxytocin massage, 24 mothers (96%) had smooth breastfeeding, and only 1 mother (4%) experienced difficulties. Before effleurage massage, 11 mothers (44%) had smooth breastfeeding, while 14 mothers (56%) had difficulties. After effleurage massage, 20 mothers (80%) had smooth breastfeeding, and 5 mothers (20%) experienced difficulties. The t-test results showed a significance value of 0.008, which is less than 0.05. Therefore, the decision made was to accept the alternative hypothesis (Ha), indicating that there is a difference in breast milk production between mothers who received oxytocin massage and those who received effleurage massage in the Krawatwatu Primary Health Center area, Serang City, Banten Regency in 2023. There is a difference in breast milk production between mothers who received oxytocin massage and those who received effleurage massage in the Krawatwatu Primary Health Center area, Serang City, Banten Regency in 2023. Keywords: Massage, Oxytocin, Effleurage, Breast Milk.  ABSTRAK Di Kabupaten Serang pada tahun 2020 angka cakupan ASI ekslusif sebesar 61,2% dari 11.128 bayi atau jauh dari target dari Kementrian Kesehatan hingga 80%. Faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI dimana salah satunya kurang lancarnya produksi ASI pada ibu. Upaya memperlancar produksi ASI adalah melalui terapi nonfarmakologi pijat oksitosin dan pijat effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pijat oksitosin dengan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pijat effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pijat oksitosin dengan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pijat effleurage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pijat oksitosin jumlah ibu dengan ASI lancar sebanyak 10 orang (40%) dan tidak lancar 15 orang (60%). Setelah pijat oksitosin jumlah ibu dengan ASI lancar sebanyak 24 orang (96%) dan tidak lancar 1 orang (4%). Sebelum pijat effleurage jumlah ibu dengan ASI lancar sebanyak 11 orang (44%) dan tidak lancar 14 orang (56%). Setelah pijat effleurage jumlah ibu dengan ASI lancar sebanyak 20 orang (80%) dan tidak lancar 5 orang (20%). Hasil uji t menunjukkan nilai sig. (0,008) < 0,05. Keputusan yang diambil adalah menerima Ha, artinya terdapat perbedaan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pihat oksitosin dengan ibu yang diberi pijat effleurage di Wilayah Kerja Puskesmas Krawatwatu, Kota Serang, Kabupaten Banten Tahun 2023. Terdapat perbedaan kelancaran ASI pada ibu yang diberi pihat oksitosin dengan ibu yang diberi pijat effleurage di Wilayah Kerja Puskesmas Krawatwatu, Kota Serang, Kabupaten Banten Tahun 2023. Kata Kunci: Pijat, Oksitosin, Effleurge, ASI.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di PMB Heni Kampung Cipaeh Desa Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Pebiola, Nanda; Mariyani, Mariyani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11266

Abstract

ABSTRACT Adverse Post-Immunization Events (AEFI) are caused by vaccines that are misused in administering vaccines. AEFI generally causes a negative response from the community towards basic immunization activities because of fear of the impacts. The negative response arose due to the ignorance of the community in dealing with AEFI. Therefore knowledge of KIPI can help carry out what is required by the Assessment and Treatment (PP) so that it can be accepted by the community, especially parents. Objectives: to find out the relationship between mother's knowledge and post-immunization pain management Midwife Heni Cipaeh Village, Gunung Kaler Village, Tangerang Regency in 2023. This study used a cross-sectional study with a total sample side of 30 people. Data techniques included in uivariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using SPSS program statistical calculations. From the results of the chi-square test obtained p value (0.004) < α (0.05), this indicates that there is a significant relationship between knowledge and AEFI handling. It is hoped that more health programs will be prioritized in an effort to deal with AEFI. Keywords: knowledge, Handling, AEFI events  ABSTRAK Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) disebabkan oleh vaksin yang disalah gunakan dalam pemberian vaksin.KIPI pada umumnya menimbulkanrespon negatif masyarakat terhadap kegiatan imunisasi dasar karena ketakutan terhadap dampak yang ditimbulkan. Respon negatif itu muncul karena ketidaktahuan masyarakat dalam menangani KIPI. Oleh karena itu pengetahuan KIPI dapat membantu pelaksanaa yang diwajibkan oleh Pengkajian dan Penangulangan (PP) agar dapat diterima oleh masyarakat khususnya orang tua untuk mengetahui Mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan penanganan nyeri pasca imunisasi Bidan Heni Kampung Cipaeh Desa Gunung Kaler  Kabupaten Tangerang  Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan cross sectional  dengan total samping sample 30 orang. Teknik data termasuk dalam analisis uivariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Dari hasil uji chi-square diperoleh p value (0,004) < α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa  ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan penanganan KIPI. Diharapkan lebih memprioritaskan program kesehatan dalam upaya bagaimana penanganan  terjadinya KIPI. Kata Kunci:  Pengetahuan, Penanganan, Kejadian KIPI
Pemberian Intervensi Oral Hygiene terhadap Pemenuhan Nutrisi Pada Anak Usia Prasekolah di Ruang Perawatan Anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo Sudirmani, Andi Akifa; Modjo, Dewi; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Ismail, Windrawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16144

Abstract

ABSTRACT Many paediatric patients in hospitals do not clean their teeth and mouth because they cannot perform oral hygiene independently. This condition will affect nutritional intake in healthy and sick children. Therefore, it is necessary to provide oral hygiene. This study aims to determine how the provision of oral hygiene interventions on the fulfilment of nutrition in preschool children in the children's ward of RSIA Sitti Khadijah. The research used in this study was a pre-experimental pre post test designe with a cross sectional approach, so the number of samples in this study was 15 preschool children who were treated in the children's room of RSIA Sitti Khadijah Gorontalo City. Based on the results of the paired t-test test, it was found that there was a significant change in the fulfilment of nutrition related to the portion of food owned by 15 respondents which can be seen with a P-Value of 0.004 <0.05, which means that there is a significant influence before and after the intervention. Then for the frequency of eating owned by 15 respondents which can be seen with a P-Value of 0.003 <0.05 which means that there is a significant influence before and after the intervention. So it can be said that there is an effect of providing oral hygiene interventions on nutritional fulfillment in preschool children in the children's room of RSIA Sitti Khadijah Gorontalo City.. Keywords: Intervention, Nutrition, Oral hygiene, Preschool children  ABSTRAK Pasien anak dirumah sakit banyak yang tidak membersihkan gigi dan mulut karena tidak dapat melakukan oral hygiene secara mandiri. Kondisi ini akan mempengaruhi asupan nutrisi pada anak sehat dan sakit. Oleh karena itu perlu dilakukannya pemberian oral hygiene. Pada penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pemberian intervensi oral hygiene terhadap pemenuhan nutrisi pada anak usia prasekolah di ruang perawatan anak RSIA Sitti Khadijah. Yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental pre post test designe dengan pendekatan cross sectional, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 15 anak-anak usia prasekolah yang dirawat di ruang anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Berdasarkan hasil uji paired t-test didapatkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap pemenuhan nutrisi terkait porsi makan yang dimiliki oleh 15 responden yang dapat dilihat dengan nilai P-Value 0,004 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh secara signifikan sebelum dan setelah dilakukan pemberian intervensi. Kemudian untuk frekuensi makan yang dimiliki oleh 15 responden yang dapat dilihat dengan nilai P-Value 0,003 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh secara signifikan sebelum dan setelah dilakukan pemberian intervensi. Sehingga dapat dikatakan adanya pengaruh pemberian intervensi oral hygiene terhadap penemuhan nutrisi pada anak usia prasekolah di ruang anak RSIA Sitti Khadijah Kota Gorontalo. Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Intervensi, Nutrisi, Oral Hygiene
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Universitas Padjadjaran tentang Resusitasi Jantung Paru Orang Dewasa Istiazahra, Dylla; Kosasih, Cecep Eli; Mirwanti, Ristina; Sugiharto, Firman
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10207

Abstract

ABSTRACT Cardiac Arrest or cardiac arrest is a factor in the cause of death from heart disease which is the number one cause of death in the world. The incidence of cardiac arrest can be reduced by providing pre-hospital assistance by bystanders, namely Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR). Knowledge is very closely related to education where it is expected that someone with higher education will be directly proportional to the wider knowledge. This study aimed to describe the level of knowledge of Adult Cardiac Arrest Resuscitation in Cardiac Arrest victims by Padjadjaran University students. This study used a descriptive quantitative method. The population in this study were active students of Padjadjaran University, Jatinangor campus (N=22.389). The sampling technique used proportional sampling with a total sample of 393 student using the Taro Yamanee calculation. The instrument used was an instrument from previous study with a validity test (a ≤ 0.05), a Cronbach’s alpha reliability test of 0.73%. The data were analyzed using the univariate analysis method. The findings showed that the level of knowledge about CPR by Padjadjaran University students is in a good category (66.4%). The source of information that respondents receive about CPR comes from social media (27%). From the findings of this study, it is expected that health education can be implemented by spreading information evenly on social media. Moreover, health education can also be considered for inclusion in the learning curriculum for all faculties. Keywords: Cardiac Arrest, Cardiopulmonary Resuscitation, Knowledge  ABSTRAK Henti jantung menjadi faktor penyebab kematian dari penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Kejadian henti jantung dapat diturunkan dengan memberikan pertolongan pra rumah sakit oleh bystander yaitu Resusitasi Jantung Paru (RJP). Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan di mana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka akan berbanding lurus dengan pengetahuan yang semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Padjadjaran tentang Resusitasi Henti Jantung Dewasa pada korban Henti Jantung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor (N=22.389). Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional sampling dengan jumlah sampel sebanyak 393 orang menggunakan perhitungan Taro Yamanee. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dari penelitian sebelumnya dengan uji validitas (a ≤ 0,05), uji reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,73%. Data dianalisis dengan menggunakan secara analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang CPR mahasiswa Universitas Padjadjaran berada pada kategori baik (66,4%). Sumber informasi yang diterima responden tentang CPR berasal dari media sosial (27%). Dari temuan penelitian ini, diharapkan pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan dengan menyebarkan informasi secara merata di media sosial. Selain itu, pendidikan kesehatan juga dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran untuk semua fakultas. Kata Kunci: Henti jantung, Pengetahuan, Resusitasi Jantung Paru
Pengaruh Tradisi Perkawinan Adat Suku Lamaholot dan Dukungan Suami terhadap Kunjungan Antenatal Pertama Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT Ernila, Febe; Marhana, Isnin Anang; Hardianto, Gatut
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.13611

Abstract

ABSTRAK Standar pelayanan antenatal terpadu dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia adalah kunjungan pertama antenatal pada usia kehamilan <12 minggu untuk skrining dan menangani faktor risiko kehamilan. Pencapaian kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang terdapat kesenjangan yang cukup tinggi yaitu 52,6% dari target yang seharusnya dan merupakan cakupan terendah dikabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT diantaranya adalah tradisi pernikahan adat suku Lamaholot dan dukungan suami. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional  dan metode kuantitatif. Sampelnya adalah 70 ibu hamil yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Waipukang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Kunjungan pertama antenatal sebagai variabel terikat sedangkan variabel bebasnya adalah  tradisi dan dukungan suami. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Penelitian ini menemukan dari 70 responden 74,3% melakukan kunjungan pertama antenatal pada trimester I. Hasil analisis data didapatkan ada hubungan faktor tradisi dan dukungan suami dengan kunjungan pertama antenatal dimana nilai p<0,05. Ada pengaruh tradisi dan dukungan suami terhadap kunjungan pertama antenatal pada ibu hamil di Puskesmas Waipukang Kabupaten Lembata – NTT sehingga layak untuk diperhatikan lebih mendalam dari lintas sektor terhadap tradisi yang berdampak negatife terhadap kunjungan pertama antenatal. Kata Kunci: Dukungan Suami, Tradisi, Suku Lamaholot, Kunjungan Pertama Antental  ABSTRACT The standard for integrated antenatal care from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is the first antenatal visit at <12 weeks' gestation for screening and treating pregnancy risk factors. There is a fairly high gap in the achievement of the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, namely 52.6% of the target which should be and is the lowest coverage in Lembata Regency. This study aims to analyze factors related to the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, Lembata Regency - NTT, including the traditional marriage traditions of the Lamaholot tribe and husband's support. This type of observational analytical research with a cross sectional design and quantitative methods. The sample was 70 pregnant women in the working area of the Waipukang Community Health Center, taken using consecutive sampling technique. The first antenatal visit is the dependent variable while the independent variables are tradition and husband's support. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the chi square test and multiple logistic regression test. This research found that of the 70 respondents, 74.3% had their first antenatal visit in the first trimester. The results of data analysis showed that there was a relationship between traditional factors and husband's support and the first antenatal visit, where the p value was <0.05. There is an influence of tradition and husband's support on the first antenatal visit for pregnant women at the Waipukang Community Health Center, Lembata Regency - NTT so it is worth paying more in-depth attention from across sectors to traditions that have a negative impact on the first antenatal visit. Keywords: Husband's Support, Tradition, Lamaholot Tribe, First Antenatal Visit
Hubungan Ukuran Massa dengan Tindakan Transfusi Darah Pada Histerektomi Mioma Uteri Ngo, Novia Fransiska; Davila, Tresia; Ahmad, Andika Adi Saputra
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15757

Abstract

ABSTRACT Uterine fibroids are benign tumors that are composed of uterine muscles and fibrous connective tissue. Medical treatments for uterine fibroids can be divided into pharmacological therapy and surgical intervention. Hysterectomy is the radical and definitive treatment for uterine fibroids offered to women aged between 40 and 50 years old and performed for those who do not want to maintain their fertility. Blood transfusion is probably needed after hysterectomy procedure depending on the amount of blood loss. This study aims to investigate the correlation of size of fibroids  with blood transfusion during hysterectomy for uterine fibroids. The research data was taken from inpatient medical records at the Abdoel Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda for the 2018-2021 period. Using purposive sampling technique, 111 research samples were selected. The results of bivariate analysis using the Chi-Square test, p <0.05 were considered significant. The results of bivariate analysis using Chi-Square test found size of fibroids p=0,000. To conclude there is a correlation between size of fibroids and blood transfusion during hysterectomy for uterine fibroids. Keywords: Uterine Myoma, Hysterectomy, Blood Transfution.  ABSTRAK Mioma Uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpanginya. Penanganan mioma uteri terdiri dari terapi farmakologis dan pembedahan. Histerektomi merupakan penatalaksanaan radikal dan definitif untuk mioma uteri terutama bagi perempuan yang berusia 40-50 tahun dan tidak ingin mempertahankan fertilitisnya lagi. Transfusi darah mungkin diperlukan pada saat post histerektomi bergantung pada banyaknya darah yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ukuran massa dengan tindakan transfusi darah pada histerektomi mioma uteri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien wanita rawat inap di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode 2018-2021 yang didiagnosa mioma uteri yang menjalani terapi pembedahan. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah purposive sampling didapatkan 111 sampel. Hasil dari analisis bivariat menggunakan tes Chi-Square, p<0.05 menunjukan signifikan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, didapatkan variabel ukuran massa (p=0,000).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ukuran massa dengan tindakan transfusi darah pada histerektomi mioma uteri. Kata Kunci: Mioma Uteri, Histerektomi, Transfusi Darah.

Page 83 of 187 | Total Record : 1867


Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue