cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
STUDI AWAL PEMANFAATAN MARKA MOLEKULER RAPD UNTUK PENENTUAN KEBENARAN TIGA KULTIVAR NILAM Latief, W. -; Amien, S. -
Bionatura Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman nilam yang dilakukan di Indonesiaumumnya menggunakan stek batang sebagai bahan tanam,karena nilam tidak berbunga. Kultur jaringan merupakansalah satu pendekatan metode yang dapat digunakan untukperbanyakan dan pemuliaan tanaman nilam. Perbanyakanmelalui kultur jaringan memungkinkan terjadinyavariabilitas genetik pada planlet yang dihasilkan. Olehkarena itu diperlukan penanda molekuler untuk menentukankebenaran suatu kultivar. Percobaan ini bertujuanuntuk memperoleh sekuen primer yang spesifik untukmasing-masing kultivar nilam. Tahapan percobaanyang dilakukan antara lain sebagai berikut: EkstraksiDNA, Amplifikasi PCR, Elektroforesis, Visualisasi. Padapercobaan ini DNA masing-masing kultivar di uji dengan10 primer RAPD, dan enam kondisi PCR. Pengujian 10primer dengan 6 enam kondisi PCR untuk mendapatkansekuen DNA bagi masing-masing kultivar dan kondisioptimum amplifikasi DNA nilam. Hasil percobaan menunjukkandari 10 primer hanya 2 primer yaitu SW_1 danSW_5 yang menunjukkan hasil amplifikasi untuk kultivarLhoksumawe dan Sidikalang. Ke enam kondisi PCR yangtelah diuji hanya terdapat dua kondisi optimum untukmengamplifikasi DNA nilam yaitu kondisi PCR II untukkultivar Lhoksumawe, dan kondisi PCR III untuk kultivarSidikalang.Kata Kunci: Nilam, Planlet, PCR, Marka Molekuler,RAPD
PENINGKATAN KOMPONEN PRODUKSI DAN KANDUNGAN MINYAK BIJI TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MELALUI PEMULIAAN MUTASI Widiarsih, S -; Dwimahyani, I. -
Bionatura Vol 12, No 3 (2010): Bionatura Nopember 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.649 KB)

Abstract

Tanaman jarak pagar berpotensi menjadi alternatif sumber bioenergi, namun usaha pengembangan tanaman jarak pagar terhambat antara lain akibat belum adanya varietas unggul. Keanekaragaman genetik tanaman jarak pagar di Indonesia dan juga negara lain sangat sempit, sehingga upaya perbaikan sifatsecara konvensional kurang optimal. Rekayasa genetik melalui teknik mutasi oleh PATIR-BATAN telah menghasilkan lima galur mutan harapan. Observasi dilakukan terhadap sejumlah komponen produksi jumlah buah, berat buah, berat biji) dan kandungan minyak biji, bertujuan untuk mempelajari polaproduksi sepanjang tahun ketiga serta memprediksi potensi produksi yang diperoleh dibandingkan tetua kontrol. Dalam tahun 2009, pemanenan buah jarak pagar memiliki dua musim panen, dengan puncak pada bulan Mei dan Oktober. Secara keseluruhan, galur mutan G1 menunjukkan produksi jumlah buah, persentase kandungan minyak, dan potensi produksi minyak per pohon tertinggi.Kata kunci: Jarak pagar, galur mutan, produksi, kandungan minyak biji
JUMLAH KROMOSOM DAN ANAK INTI IKAN TAWES DIPLOID (Puntius gonionotus Blkr.) Sukaya Sastrawibawa
Bionatura Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.905 KB)

Abstract

Penentuan jumlah kromosom ikan tawes diploid dilakukan dengan metodejaringan padat, sedangkan prosedur untuk mempersiapkan sediaan anak intihampir sama dengan metode tersebut, kecuali pewarnaannya menggunakanPerak Nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kromosom ikan tawesdiploid adalah 50, dan jumlah maksimum anak inti tiap selnya adalah enam,dengan frekuensi 20,88%.Kata Kunci : Kromosom, anak inti, Ikan Tawes
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG SORGUM GENOTIPE 1.1 YANG DIPEROLEH DARI BEBERAPA LAMA PENYOSOHAN DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK INDERAWI STIK BAWANG. Carmencita Tjahjadi -; Betty D. Sofiah -; Tino Mutiarawati O -; Anas -; Dheasyta Pratiwi -
Bionatura Vol 13, No 3 (2011): Bionatura Nopember 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.795 KB)

Abstract

Kebutuhan tepung terigu yang terus meningkat menyebabkan tingginya laju impor gandum sehingga perlu dicari pensubstitusi tepung terigu, salah satu bahan pensubstitusi potensial adalah tepung sorgum. Di Indonesia, stik bawang satu jenis savory snack banyak dikonsumsi karena harganya yang relatif terjangkau serta rasanya yang khas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan tepung sorgum putih genotipe 1.1 yang diperoleh dari beras sorgum dengan lama penyosohan tertentu dan tepung terigu untuk menghasilkan karakteristik stik bawang sorgum yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama penyosohan beras sorgum (1 menit, 1,5menit, dan 2 menit) dan imbangan tepung sorgum putih genotipe 1.1 dengan tepung terigu (50:50, 60:40, dan 70:30) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyosohan beras sorgum 1,5 menit dan imbangan tepung sorgum putih genotipe 1.1 dengan tepung terigu sebesar 50:50 menghasilkan stik bawang sorgum dengan karakteristik yang terbaik dan disukai yaitu cita-rasa, kerenyahan, warna dan kenampakan keseluruhan agak disukai serta kehalusan permukaan dinilai biasa. Sedangkan rendemen 88,9 %, volume pengembangan 137,8 %, penyerapan minyak 24,39 %, kadar air 4,24% (b.k), kadar abu 3,85% (b.k), kadar protein 3,25% (b.k), kadar lemak 33,47% (b.k), kadar serat kasar 1,45% (b.k), dan kadar karbohidrat 59,43% (b.k).
STUDI REOLOGIK SUBSTITUSI SALIVA SEBAGAI PENGEMBANGAN DARI SALIVA ALAMI MANUSIA Edeh Roletta Haroen
Bionatura Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.25 KB)

Abstract

Artikel ini menguraikan keberhasilan sintesis dan manfaat substitusi saliva yangdikembangkan dari saliva alami manusia melalui studi reologik. Substitusi salivamerupakan formula farmasi yang dipelajari secara in vitro dan in vivo.Berdasarkan penelitian Reijden (1996), substitusi saliva mirip dengan saliva alami manusia yang direkomendasikan sebagai formula substitusi saliva baru.Kandungan polimer dalam substitusi saliva mengurangi demineralisasi emailsecara in vitro, sedangkan sifat mukoadesifnya sangat berguna untuk pelekatansubstitusi saliva pada permukaan lunak jaringan mulut, dan kompleks kalsiumasam poliakrilik dapat menyebabkan demineralisasi enamel secara in vivo dibawah pengaruh saturasi cairan mulut. Tujuan studi pustaka ini adalah untukmempelajari substitusi saliva sebagai modifikasi dari saliva alami manusia, agardapat dikembangkan menjadi substitusi saliva melalui penelitian lebih lanjut dandapat diterapkan secara industrial di Indonesia.Kata kunci: Reologi, substitusi saliva.
PERBANDINGAN MEDIA MURASHIGE & SKOOG DAN PENN STATE CACAO UNTUK EMBRIOGENESIS SOMATIK DARI EKSPLAN BEBERAPA BAGIAN BUNGA KAKAO Avivi, S -; Hardjosoedarmo, S -; Hartono, S.P. -
Bionatura Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya regenerasi kakao secara in vitro sangat dipengaruhi oleh komposisi media, jenis eksplan dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini mempelajari perbandingan efektivitas media Murashige & Skoog (MS) dan Penn State Cacao (PSC) untuk regenerasi embriogenesis somatik organ bunga kakao. Penelitiandisusun menurut rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah dua macam media terdiri atas media MS dan media PSC, sedangkan faktor kedua adalah 5 macam bagian organ bunga terdiri dari petala, staminodia, anthera, dasar bunga, dan putik. Bahan tanaman yang digunakan adalah klon DR1. Tahap penelitian ini terdiri dari tahap inisiasi, induksi, multiplikasi dan perakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media PSC memberikan respon lebih baik dibandingan media MS pada tahap inisiasi dan induksi. Dari lima organ bunga yang dikulturkan, hanya petala, staminodia dan anthera yang mudah berkalus. Inisiasi kalus terbaik terjadi pada media PSC yang ditunjukkan oleh parameter persentase eksplan berkalus. Respon persentase kalus yang terbentuk pada 12 hari setelah tanam (HST) tertinggi terjadi pada eksplan petala (100%), diikuti staminodia (98,5%) dan anthera (22,3%). Pada tahap induksi, media PSC juga menjadi media yang lebih baik dari media MS. Persentase eksplan menghasilkan embrio pada tahap induksi (10 minggu setelah tanam/MST) tertinggi dihasilkan oleh petala (12,0%) diikuti oleh staminodia (4,0 %) dan anthera (2,8 %).Kata kunci: bibit kakao, embriogenesis somatik, organ bunga
EFEKTIVITAS DAYA TOLAK EKSTRAK GERANIUM RADULA CAVAN TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI (LINN.) Sanjaya, Y -; Adisenjaya -; Yusuf, H -; Wijayanti, L -
Bionatura Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.172 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telahmengganggu kesehatan masyarakat, dan cukup menjadiperhatian karena sulit diatasi. Maka diperlukanbahan repelen yang berasal dari minyak atisiri yangmempunyai sifat aromatik yang mengandung geranioldan sitronelol. Salah satu bahan yang berpotensipenghasil geraniol dan sitronelol adalah minyak ambre(Geranium radula). Pengujian dilakukan dengan ujidaya tolak untuk mengetahui berapa lama kandungankimia yang terkandung dalam minyak ambre dapatbertahan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuikeefektifan daun geranium sebagai penolak repelenimago nyamuk Aedes aegypti yang hinggap di bagianatas kepalan tangan yang tidak dan telah diolesi olehekstrak Geranium radula. Rancangan percobaan yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL).Data yang didapat diolah dengan menggunakan uji TwoWays Anava dilanjutkan dengan uji Tukey’s. % Rataratadaya proteksi terbesar adalah pada konsentrasi100% yaitu sebesar 65,88% dan yang terendah adalahpada konsentrasi 86% sebesar 31.92. Daya proteksiekstrak Geranium setiap konsentrasi cenderung menurunsetiap jamnya dari pengamatan ke-1 hinggapengamatan ke-5. Berkurangnya daya tahan daribau ekstrak tersebut dapat disebabkan besarnya lajupenguapan selama pengujian berlangsung karenakelembaban udara yang tinggi. Semakin turun dayaproteksinya maka semakin rendah daya tolak dariekstrak Geranium radula tersebut. Konsentrasi yangefektif menolak nyamuk Aedes aegypti adalah 80%.Eksrak Geranium radula yang digunakan tersebuttidak menimbulkan iritasi pada kulit setelah dicobakankepada lima orang.Kata-kata kunci: Daya tolak nyamuk, konsentrasi,Geranium radula, Aedes aegypti,demam berdarah
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SERBUK HIDROKSIAPATIT SKALA SUB-MIKRON MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI Bambang Sunendar Purwasasmita; Ramos Samuel Gultom
Bionatura Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.178 KB)

Abstract

Sintesa serbuk hidroksiapatit menggunakan metode presipitasi telah berhasil dilakukan. Metode presipitasi adalah pencampuran asam dengan basa yang menghasilkan padatan kristalin dan air. Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidroksiapatit, yakni sebuah biokeramik dari bahan baku Calcium Oxide serta Phosphoric Acid. Parameter proses sintesis yang dikontrol adalah pH dari larutan yakni pH 9 dan 11, sedangkan variabel yang dibandingkan adalah suhu perlakuan panas pada rentang suhu 800–1100°C. Perlakuan panas dilakukan untuk mempelajari efek perubahan temperatur terhadap ukuran partikel serta kristalinitas hidroksiapatit hasil sintesa. Karakterisasi hidroksiapatit hasil sintesa dilakukan dengan XRD, FTIR, dan SEM. Ukuran kristalit dihitung menggunakan metode Scherrer dan didapatkan rata-rata ukuran kristalit antara 80–120nm dan termasuk skala sub-mikron. Kristalinitas hidroksiapatit hasil sintesa didekati menggunakan perhitungan metode Landi dan didapatkan kristalinitas antara 32–92%. Hasil SEM menunjukkan bentuk partikel hidroksiapatit hasil sintesa adalah spherical menuju granular dengan rentang ukuran partikel antara 30–750nm. Pengotor utama dalam hidroksiapatit hasil sintesa adalah karbonat yang diidentifikasi dari hasil FTIR. Fasa sekunder dalam hidroksiapatit hasil sintesa adalah Calcium Oxide yang merupakan hasil degradasi termal perlakuan panas pada hidroksiapatit.Kata kunci: Hidroksiapatit, kristalinitas, partikel, presipitasi
SEDIMENTOLOGI DAN PALEOHIDROLOGI SEDIMEN FLUVIAL OLIGOSEN FORMASI WALAT, SUKABUMI-JAWA BARAT Sunardi, E. -; Adhiperdana, B.G. -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.687 KB)

Abstract

Penelitian sedimentologi dan estimasi parameterpaleohidrologi pada batuan sedimen fluvial FormasiWalat yang berumur Oligosen, meng- ungkap sejarahsedimentasi sungai purba serta perkembangan cekunganfluvial. Parameter paleohidrologi yang penting sebagaifaktor penentu interaksi dengan sedimentasi fluvialadalah sinusitas sungai, kedalaman tepian sungai,lebar kanal sungai, panjang gelombang sinusitassungai, lebar jalur multi kanal (channel belt), dandebit tahunan. Objek penelitian ini diwakili pada tigalokasi singkapan sayatan stratigrafi terpilih dari tua kemuda yaitu di Cantayan, Pasir Pogor dan Kadupugur.Bagian dari sejarah sedimentasi fluvial menunjukkanperkembangan sinusitas kanal fluvial menjadi semakinlemah, dan sungai berubah menjadi lebih bersifatmenganyam. Hal ini sejalan dengan kondisi kanal-jalurmulti kanal yang semakin lebar dan dalam. Proporsifasies berbutir kasar relatif bertambah pada tiap suksesisedimen sistem kanal. Keadaan ini mencerminkan suplaisedimen yang relatif meningkat melampaui kapasistasakomodasi cekungan (low non-marine accomodation),serta perkembangan cekungan fluvial menjadi relatiflebih proksimal. Faktor yang mengontrol kondisi inikemungkinan ber- kaitan dengan kondisi muka lautyang relatif rendah sepanjang Paleogen, dan perubahaniklim global dari kondisi rumah kaca menjadi icehousedi sekitar Kala Eosen-Oligosen.
EKSTRAK ETANOLIK HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata L.) BEREFEK SITOTOKSIK DAN MENGINDUKSI APOPTOSIS PADA SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Fitria, M. -; Armandari, I -; Septhea, D.B -; Ikawati, A.H.M -; Meiyanto, E. -
Bionatura Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.075 KB)

Abstract

Potensi sitotoksik Ciplukan (Physalis angulata L.) dan kemampuannya memacu apoptosis pada beberapa sel kanker perlu diteliti. Untuk itu, ekstrak etanol herba ciplukan (EC) diaplikasikan pada sel kanker payudara MCF-7 untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pemacuan apoptosis IC50. dengan menggunakan metode MTT dan pengecatan DNA dengan akridin oranye-etidium bromida (double staining) untuk mengamati terjadinya apoptosis. Perolehan IC50 sebesar 187 μg/mL dan terjadinya apoptosis pada sel kanker MCF-7 membuktikan kemampuan EC sebagai agen sitotoksik.Kata kunci: Etanol ekstrak herba Ciplukan,, sel kanker MCF-7, sitotoksik, apoptosis.