cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
STUDI IN VITRO POTENSI KURKUMINOID (Curcuma domestica Vahl) dan SENYAWA-SENYAWANYA terhadap SUPEROKSIDADISMUTASE dan PADA PROSES PEROKSIDASI LIPID SEL MONOSIT. Nenden Indrayati A.Adianto A. Adianto; Dian Siti Kamara; Koeswadji -; Sidik -
Bionatura Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.903 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah masing-masing sampel ( kurkuminoid,kurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin ) dengan dosis sama (3,68 ug/50ul)yang diisolasi dan dimurnikan dari rimpang kunyit (Curcuma domestica Vahl) memiliki efekterhadap aktivitas superoksidadismutase dan terhadap proses peroksidasi lipid secara in vitro.Subjek penelitian menggunakan sel monosit yang diisolasi dari darah pria dewasa normaldengan metode Boyum.Masing-masing sampel dibagi ke dalam dua grup, grup (a) dilarutkan dalam dimetilsulfoksida(DMSO), dan grup (b) dilarutkan dalam air suling. Kedua grup sampel tersebut diuji terhadapaktivitas superoksidadismutase, dilakukan dengan metode Murakami, dan juga diuji terhadapproses peroksidasi lipid sel monosit dilakukan dengan metode TBARS.Hasil penelitian dari kedua grup sampel, memiliki efek meningkatkan aktivitassuperoksidadismutase secara bermakna (p< 0,05), demikian pula dapat menghambat terhadapproses peroksidasi lipid, yang ditunjukan dengan penurunan kadar malondialdehid secarabermakna (p< 0,05).Sampel grup (a) memiliki kekuatan lebih besar terhadap peningkatan aktivitas superoksidadismutasejika dibandingkan dengan sampel grup (b), khususnya terlihat pada kurkuminoidaktivitasnya hampir menyamai α-tokoferol.Kurkumin baik dari grup (a) maupun dari grup (b) memiliki aktivitas yang lebih besar terhadappenghambatan proses peroksidasi lipid dibandingkan dengan kurkuminoid, desmetoksikurkumindan bisdesmetoksi-kurkumin. Bahkan lebih kuat dari α-tokoferol.Kata kunci : Kurkuminoid, kurkumin, desmetoksikurkumin , bisdesmetoksikurkumin, Superoksidadismutase,proses peroksidasi lipid, malondialdehid, sel monosit.
STUDI PENGETAHUAN LOKAL TANAMAN OBAT PADA AGROEKOSISTEM PEKARANGAN DAN DINAMIKA PERUBAHANNYA DI DESA CIBUNAR KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG-JAWA BARAT Suryana, Y -; Iskandar, J -
Bionatura Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk menggalipengetahuan lokal tentang jenis tanaman obat yangdigunakan dalam pola pengobatan tradisional padamasyarakat Desa Cibunar, dan (b) mengkaji dinamikaperubahan struktur vegetasi tanaman pada agroekosistempekarangan sebagai sumber bahan tanaman obat selamakurun waktu 10 tahun (2003-2013). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat DesaCibunar masih tetap memanfaatkan berbagai jenistanaman obat. Hal tersebut dikarenakan antara lainbahwa jenis tanaman obat dianggap cukup ampuh/mujarab untuk mengobati berbagai penyakit. Hasil kajianvegetasi tanaman agroekosistem pekarangan, telahtercatat 132 jenis tanaman obat dari 54 famili tanamanpekarangan yang lazim dimanfaatkan masyarakatuntuk mengobati 23 golongan penyakit. Berdasarkananalisis perubahan vegetasi pekarangan selama periode10 tahun (2003-2013), menujukkan bahwa 3 dari 20plot agroekosistem pekarangan telah mengalami perubahan,antara lain akibat pertambahan penduduk.Perubahan yang terjadi antara lain yaitu berkurangnyaluas pekarangan; terjadi pergeseran nilai/ manfaatjenis tanaman obat menjadi fungsi tanaman hias sertaperubahan jumlah jenis tanaman obat dan strukturvegetasi agroekosistem pekarangan.Kata kunci: Pengetahuan lokal, tanaman obat, agroekosistempekarangan, Desa Cibunar, Sumedang
KARAKTERISASI DAN PENINGKATAN DISOLUSI KALSIUM ATORVASTATIN MELALUI PROSES MIKROKRISTALISASI Gozali, D -; Tandela, R -; Wardhana, Y.W. -
Bionatura Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.647 KB)

Abstract

Kalsium atorvastatin merupakan obat antihiperlipidemiagolongan statin. Berdasarkan BiopharmaceuticalClassification System (BCS), atorvastatintermasuk dalam golongan obat kelas II yang memilikikelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Kelarutanyang rendah dalam air (praktis tidak larut)menyebabkan laju disolusi rendah, dan merupakanfaktor pembatas untuk laju penyerapan obat. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan laju disolusiatorvastatin dengan menggunakan metode mikrokristalisasi.Pada proses mikronisasi dilakukan denganmenambahkan CMC sebagai stabilizing agent yangberfungsi untuk mencegah agregasi kembali darikristal yang telah terbentuk. Atorvastatin dilarutkandalam metanol dan stabilizing agent dikembangkanterlebih dahulu di dalam air panas. Stabilizing agentdimasukkan ke dalam larutan atorvastatin secara cepatdi bawah pengadukan menggunakan magnetic stirrer,kemudian hasilnya dikeringkan di oven dan di freeze dry.Mikrokristal terbentuk dikarakterisasi menggunakanX-Ray Diffraction (XRD), Spektroskopi Infra Merah,Scanning Electron Microscopy (SEM), uji kelarutandan uji disolusi terbanding. Difraktogram XRD darimikrokristal menunjukkan puncak yang lebih rendahdibandingkan baku atorvastatin yang menunjukkanhabit kristal telah terjadi tanpa ada perubahan polimorfik.Hasil spektrosopi infra merah, terlihat tidakadanya interaksi antara atorvastatin dengan stabilizingagent. Kelarutan dari mikrokristal yang dibentukmeningkat sekitar 1,24 kali. Hasil uji disolusi terbandingdari mikro-kristal pada menit ke-45 pada media HCl pH1,2 meningkat sekitar 2 kali, pada dapar asetat pH 4,5meningkat sekitar 1,3 kali dan pada dapar fosfat pH 6,8meningkat sekitar 1,25 kali.Kata Kunci: Atorvastatin, Mikrokristal, Mikronisasi,Disolusi
EFEK ASAM METOKSIASETAT TERHADAP KONDROGENESIS JARI ANGGOTA TUBUH DEPAN MENCIT (Mus musculus) SWISS WEBSTER Agus Haryono -; Tien Wiati Surjono -; Lien Alina Sutasurya -; Sri Sudarwati -
Bionatura Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.744 KB)

Abstract

Asam metoksiasetat (MAA) dapat mengakibatkan kelainan digit anggota tubuh depan mencit Swiss Webster (SW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gangguan kondrogenesis jari anggota tubuh depan akibat perlakuan dengan MAA. MAA diberikan secara gavage pada mencit SW umur kebuntingan 11 hari. Penentuan kondrogenesis dilakukan pada rigi jari III dan IV dengan mengamati sayatan plantar tunas anggota tubuh yang diwarnai Hematoksilin-Eosin. Komponen matriks ekstraseluler; asam hialuronat (AH) dan kondroitin sulfat (KS) diwarnai dengan Alcian blue 1%, sedangkan kolagen (KOL) ditentukan dari hasil pewarnaan Azan Heidenhain. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sel mesenkim di wilayah bakal rigi jari IV dan sekitarnya mengalami apoptosis. Sel mesenkim yang bermigrasi ke tempat kondensasi rigi jari IV jumlahnya menurun, sehingga diferensiasi sel mesenkim menjadi kondroblas terganggu, sintesis asam hialuronat AH sedikit, dan hanya meningkat ketika sel mesenkim terkondensasi. Demikan juga kehadiran KS terlambat dan kandungannya rendah, bahkan kolagen tidak ditemukan karena komponen sel yang menyusun rigi jari IV masih berupa kondroblas. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa MAA mengganggu kondensasi mesenkim pada pembentukan rigi jari akibat jumlah sel yang berkurang, sehingga menghambat diferensiasi sel maupun sintesis komponen matriks ekstrasel rigi jari. Kata kunci: Asam metoksiasetat, kondrogenesis, anggota tubuh mencit SW, matriks ektraseluler
PENGARUH TINGGI DAN LAMA PENGGENANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PADI KULTIVAR SINTANUR DAN DINAMIKA POPULASI RHIZOBAKTERI PEMFIKSASI NITROGEN NON SIMBIOSIS Rachmawati, D. -; Retnaningrum, E. -
Bionatura Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhtinggi dan lama penggenangan terhadap pertumbuhantanaman padi (Oryza sativa L.) kultivar Sintanur dandensitas rhizobakteri pemfiksasi nitrogen non simbiosis.Percobaan menggunakan rancangan acak lengkappola faktorial dengan perlakuan tinggi dan lamapenggenangan. Tinggi genangan terdiri atas 4 tingkat,yaitu 0, 2, 4 dan 8 cm dari permukaan tanah. Lamapenggenangan terdiri atas 3 tingkat, yaitu 1 minggu,2 minggu dan 3 minggu. Parameter yang diamatimeliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, biomassatanaman, rasio akar/tajuk, pH tanah dan densitasrhizobakteri pemfiksasi nitrogen non simbiosis. Analisisdata dilakukan dengan ANOVA dan perbedaan antarperlakuan dibandingkan menggunakan DMRT padataraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggenangan meningkatkan tinggi tanaman,jumlah anakan, biomassa tanaman dan nisbah akartajuk. Selama periode penggenangan pH menurundibawah 7, sebagai respons terhadap kondisi hipoksia.Densitas rhizobakteri pemfi-ksasi nitrogen nonsimbiosis pada perlakuan lama penggenangan 2 dan3 minggu tidak berbeda nyata tetapi berbeda nyatadengan penggenangan 1 minggu. Densitas rhizobakteripemfiksasi nitrogen non simbiosis menurun denganmeningkatnya lama waktu penggenangan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PUPA PARASITOID Eretmocerus mundus (HYMENOPTERA: APHELENIDAE) PADA SUHU RENDAH TERHADAP KEBUGARANNYA Sudarjat -
Bionatura Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.596 KB)

Abstract

Eretmocerus mundus adalah salah satu parasitoid yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai agens pengendali hayati Bemisia tabaci. Salah satu kendala yang dijumpai dalam produksi massal parasitoid E. mundus adalah lama pupasi yang berkisar antara 3-4 hari, padahal untuk penanganan biakan massal sebelum parasitoid diaplikasikan atau dipasarkan perlu waktu penyimpanan yang lebih lama. Oleh karena adanya kendala dalam lama waktu penyimpanan pupa, maka dicari cara penyimpanan yang dapat memperpanjang daya simpan pupa parasitoid tersebut melalui penyimpanan pada suhu rendah di dalam lemari pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu penyimpanan pupa parasitoid E. mundus pada suhu rendah terhadap tingkat kemunculan imago E. mundus dan tingkat parasitisasinya pada B. tabaci. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Entomologi dan rumah kaca Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas delapan perlakuan dan tiga ulangan. Kedelapan perlakuan tersebut adalah penyimpanan pias-pias yang berisi pupa parasitoid E. mundus. pada suhu rendah (5-9°C) selama 3, 6, 9,12, 15, 18 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan pupa E. mundus pada suhu rendah (5-9°C) dapat dilakukan sampai dengan 6 hari karena tidak mempengaruhi persentase kemunculan imago, lama muncul imago, tingkat parasitisasi dan lama hidup imago E. mundus.Kata kunci: Eretmocerus mundus, temperatur rendah, kebugaran, lama penyimpanan
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK PHONSKA DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L) VARIETAS IR 64 Denny Kurniadie
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.536 KB)

Abstract

Pengaruh kombinasi dosis pupuk majemuk NPK Phonska dan pupuk N terhadappertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah varietas IR 64 telah dilakukan dilahan sawah milik UPP-SDA Hayati, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dari bulanMei sampai bulan Agustus 2001. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkandosis terbaik dari kombinasi pupuk majemuk NPK Phonska dan pupuk N padatanaman padi sawah di Jatinangor Sumedang. Rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan masing-masingdiulang tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan pemupukandengan 700 kg/ha Phonska menyebabkan tanaman padi sawah mempunyaitinggi tanaman rata-rata yang paling tinggi pada umur 6-12 minggu setelai tanam(mst) Perlakuan dengan 400 kg/ha Phonska + 152 kg/ha urea jugamenyebabkan tanaman padi sawah mempunyai rata-rata jumlah anakan yangpaling tinggi pada umur 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam. Rata-rata jumlahmalai per rumpun, jumlah gabah per malai, indeks panen, bobot 1000 butir, hasilgabah kering panen per hektar (7,50 ton) dan hasil gabah kering giling per hektar(6,17 ton) yang paling tinggi dihasilkan oleh tanaman padi sawah yang diberiperlakuan dengan 300 kg/ha Phonska + 333 kg/ha ZA.Kata kunci : Pupuk majemuk, phonska, NPK, oryza sativa L
AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL AKAR PAKIS TANGKUR (Polypodium feei) PADA MENCIT JANTAN Kristiani, R.D. -; Rahayu, D. -; Subarnas, A -
Bionatura Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakis tangkur (Polypodium feei) yang banyak tumbuhdi daerah Gunung Tangkuban Parahu, Bandung,merupakan tumbuhan Indonesia. Bagian akarnyasecara tradisional digunakan oleh masyarakat setempatuntuk mengobati berbagai penyakit, di antaranyasebagai antirematik dan penurun kadar asam uratdarah. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujianaktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol akar pakistangkur pada mencit jantan galur Swiss-Websteruntuk mengungkapkan efektivitas akar pakis tangkursebagai penurun kadar asam urat darah. Dosis ekstrakyang digunakan adalah 125, 250, dan 500 mg/kg berat badan dan dosis alopurinol sebagai zatpembanding standar adalah 13 mg/kg berat badan.Pengujian dilakukan pada mencit yang mengalamihiperurisemia yang diinduksi dengan kalium oksonat300 mg/kg berat badan secara intraperitonial dan jushati ayam secara per oral. Pengukuran kadar asamurat darah dilakukan dengan menggunakan alat UASure® setiap jam selama 4 jam setelah diberi sediaanuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakakar pakis tangkur pada ke tiga dosis yang digunakanmenurunkan kadar asam urat darah mencit secarabermakna, sama seperti alopurinol. Penurunan kadarasam urat tertinggi dicapai oleh ekstrak 500 mg/kg(49,6%) pada jam kedua setelah pemberian sediaan uji,diikuti oleh ekstrak 250 mg/kg ( 48,7%), alopurinol 13mg/kg (47,9%) dan ekstrak 125 mg/kg (35,3%). Hasilini menunjukan bahwa akar pakis tangkur memilikipotensi sebagai antihiperurisemia.Kata kunci: Pakis tangkur, Polypodium feei,Antihiperurisemia, Kalium oksonat,jus hati ayam
PERAN MEDIA PENDUKUNG PERLIT DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET MENGGUNAKAN TUMBUHAN MENSIANG (Scirpus grossus L.f) (Studi Kasus: Limbah Cair Industri Karet Remah PT. Batang Hari Barisan Padang) Puti Sri Komala -; Salmariza Sy -; Nelda Murti -
Bionatura Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.528 KB)

Abstract

Pengolahan limbah cair dilakukan menggunakan instalasi tumbuhan mensiang (Scirpus grossus L.f) dengan media pendukung perlit secara kontinu dalam skala laboratorium. Studi kasus dilakukan pada industri karet PT Batang Hari Barisan Padang, dengan parameter yang dianalisis BOD, COD, TSS, NH3, Nitrogen total dan pH. Percobaan dilakukan dengan menggunakan dua instalasi yang dioperasikan secara paralel, yaitu instalasi dengan tumbuhan dan tanpa tumbuhan dengan media pendukung yang sama. Penelitian dilakukan pada HLR (Hydraulic Loading Rate) 100 L/m2.hr, 200 L/m2.hr, 300 L/m2.hr dan konsentrasi COD influen 1.111 mg/L dan 2.019 mg/L. Persentase penyisihan parameter pencemar dengan instalasi tumbuhan untuk BOD 98,07 – 99,14%, COD 96,38 – 98,11%, TSS 89,70 – 97,00%, NH3 total 93,71 – 95,73%, nitrogen total 81,58 – 95,91% dan pH naik menjadi 6,61 – 7,09. Sementara pada instalasi tanpa tumbuhan penyisihan BOD 95,93 – 97,98%, COD 83,80 – 90,19%, TSS 86,57 – 89,71%, NH3 total 68,99 – 88,35%, nitrogen total 79,52 – 91,88% dan pH naik menjadi 6,4 – 6,77. Kemampuan pengolahan limbah cair menggunakan perlit pada instalasi tumbuhan rata-rata lebih besar 7% dibandingkan instalasi tanpa tumbuhan, sedangkan jika dibandingkan dengan kerikil tingkat penyisihan perlit lebih tinggi sekitar 6%. Penyisihan pencemar dengan media pendukung perlit lebih efektif, dimana kelebihan perlit dibandingkan kerikil antara lain mempunyai luas spesifik dan kapasitas adsorpsi lebih tinggi, sehingga penyerapan pencemar dan pertumbuhan jumlah mikroorganisme lebih besar untuk menguraikan bahan pencemar. HLR optimum adalah 100 L/m2.hr, namun peningkatan HLR tidak menghasilkan perbedaan efisiensi penyisihan yang terlalu signifikan, sehingga instalasi masih mampu untuk mengolah limbah dengan laju alir yang lebih besarKata Kunci : Instalasi tumbuhan, Mensiang (Scirpus grossus L.f), perlit, HLR (Hydraulic Loading Rate).
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BEBERAPA JENIS DAN DOSIS BAHAN ANESTESI PADA PRAKONDISI KERANG Anodonta woodiana Lumenta, C -; Gybert, M. -
Bionatura Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.824 KB)

Abstract

Kendala utama produksi mutiara adalah tingginya mortalitas kerang ketika berlangsung prosesimplantasi. Kerang yang akan diimplantasi untuk budidaya mutiara perlu dikondisikan dalam keadaanyang memudahkan pembukaan cangkangnya. Hingga kini belum tersedia informasi penggunaan anestesidalam budidaya mutiara air tawar, prinsip-prinsip yang diaplikasikan adalah prinsip yang selama iniberhasil diaplikasikan dalam budidaya mutiara laut. Penelitian untuk menentukan respons kerangterbaik pada beberapa jenis dan dosis minyak bahan anestesi pada prakondisi kerang dilaksanakan diBalai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa. Penelitiandirancang menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dengan 2 faktor yaitujenis dan dosis. Faktor jenis mempunyai 4 taraf yaitu minyak menthol, minyak cengkeh, minyak paladan minyak sereh dan faktor dosis dengan 3 taraf yaitu 1,5 mL, 2,5 mL dan 3,5 mL, dimana masingmasingperlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan anestesiberupa minyak pala lebih efektif daripada minyak cengkeh, minyak mentol, dan minyak sereh untukprakondisi (respon waktu relaksasi, waktu pulih dan mortalitas) dan dosis 2,5 ml/L merupakan dosisyang paling efektif.Kata kunci: Bahan dan dosis anestesi, kerang Anodonta woodiana, prakondisi