cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
STUDI POTENSIOMETRI DALAM MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG PTFE DENGAN AMINA SEKUNDER SEBAGAI PENGEMBAN DALAM UPAYA PENENTUAN PENISILIN Aliya Nur Hasanah -; Buchari -
Bionatura Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.892 KB)

Abstract

Penisilin G atau benzilpenisilin merupakan antibiotik yang dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum. Antibiotik ini merupakan jenis obat yang sering digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. Penentuan kadar dari penisilin dalam sediaan farmasi biasanya diwajibkan untukdilakukan dalam upaya menjaga kualitas sediaan farmasi yang dihasilkan. Elektroda selektif ion (ESI) merupakan sensor elektrokimia potensiometri yang berfungsi sebagai pengesan keberadaan dan kuantitas analit dan banyak digunakan karena selektif, peka, akurat dan batas deteksinya cukup rendah. Berdasarkan penelusuran metoda analisis untuk penisilin diketahui bahwa penentuan penisilin menggunakan elektroda selektif dalam membran cair berpendukung PTFE dengan amina sekunder sebagai pengemban belum pernahdilakukan. Agar respon potensiometri dari ESI yang dihasilkan dapat diprediksi dan ditingkatkan sensitivitas dan selektivitasnya, maka diperlukan studi potensiometrik dalam membran untuk memahami proses kinetika transfer muatan yang terjadi pada antarmuka larutan-membran. Tujuan penelitian ini adalah membuat ESI penisilin dalam membran cair berpendukung PTFE menggunakan amina sekunder sebagai pengemban yang memiliki karakteristik optimal untuk pengukuran analisis. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil: terdapat hubungan linier antara potensial dengan konsentrasi analit melalui pengukuran potensial membran pada arus nol. Dari karakterisasi non transport diketahui terjadi proses swelling pada membran yang telahdiimpregnasi amina sekunder dengan volume efektif membran yang terisi pelarut sebesar 12,7%. Transport ion penisilin ke dan dari membran dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi dan pH. Dari hasil penelitian ini, terlihatadanya peluang bagi membran cair berpendukung PTFE dengan amina sekunder sebagai pengemban untuk digunakan sebagai sensor potensiometri pada penentuan penisilin. Kata kunci : Penisilin, Politetrafluoroetilen (PTFE), amin Sekunder, ESI (elektroda selektif Ion), membran cair berpendukung
KEMAMPUAN BERKOMPETISI KEDELAI (Glycine max) KACANG TANAH (Arachis hypogaea) dan KACANG HIJAU (Vigna radiata) terhadap TEKI (Cyperus rotundus) Dedi Widayat
Bionatura Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UniversitasPadjadjaran,Jatinangor,dari bulan April sampai bulan Juni 1996. Tujuan penelitian daripercobaan ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berkompetisi diantaratanaman-tanaman kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau terhadap gulma teki.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 12perlakuan kompetisi tanaman dengan gulma tekidan 3 ulangan. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa didasarkan atas nilai indeks kompetisinya, kacang tanahmempunyai kemampuan kompetisi tertinggi terhadap gulma teki, kedua tertinggi adalahkedelai, dan yang terrendah adalah kacang hijau. Penurunan hasil tertinggi (40,95%)yang ditunjukkan oleh kacang hijau diperoleh oleh perlakuan kacang hijau + 9 umbiteki, sedangkan penurunan hasil terrendah (8,33%) yang ditunjukkan oleh kacangtanah diperoleh oleh perlakuan kacang tanah +3 umbi teki.Kata kunci : Kemampuan kompetisi, indeks kompetisi, nilai kompetisi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau,teki
EFEK ANTI HIPERKOLESTEROLEMIK KARAGENAN RUMPUT LAUT DALAM DIET TERHADAP PLASMA LIPID TIKUS PUTIH Toto Subroto -
Bionatura Vol 13, No 1 (2011): Bionatura Maret 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.141 KB)

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan yang cukup serius, di USA, Eropa, dan Indonesia masing-masing 52, 49, dan 23,39% kematian disebabkan oleh PJK yang terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah kapiler akibat penimbunan lipid. PJK dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan berserat seperti rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik dari komposisi tepung karagenan rumput laut spesies Eucheuma cottonii yang ditambahkan ke dalam diet terhadap profil kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), HDL (high density lipoprotein), dan trigliserida dalam serum darah tikus putih Sprague dawley yang berkaitan dengan hiperkolesterolemik. 16 ekor tikus jantan dibagi ke dalam empat kelompok dan masing-masing diadaptasi dengan diet standar selama satu minggu. Selanjutnya tikus diberi diet standar kuning telur bebek (5mL/ekor/hari) selama tiga minggu hingga tikus mencapai kondisi hiperkolesterolemik (total kolesterol plasma >300 mg/dL). Selanjutnya kelompok tikus diberi diet perlakuan selama tiga minggu dengan diet tanpa karagenan (Ko), 5% karagenan (K1), 10% karagenan (K2), 15% karagenan (K3). Setiap selesai masa adaptasi, praperlakuan, dan perlakuan dilakukan analisis profil lipid. Hasil analisis profil lipid plasma darah tikus menunjukkan bahwa karagenan dalam diet dapat memperbaiki profil lipid plasma darah tikus. Pengaruh terbaik diberikan oleh diet yang mengandung 10% karagenan (K2). Kolesterol total, LDL, dan trigliserida mengalami penurunan masing-masing sebesar 47,76, 62,63, dan 42,01% sedangkan kolesterol HDL meningkat sebesar 94,94%.Kata Kunci: Hiperkolesterolemik, karagenan - rumput laut (Eucheuma cottonii), aterosklerosis.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PELARUT TERHADAP KINERJA DEVAIS ORGANIC LIGHT EMITTING DIODE S. Hidayat -; O. Nurhilal -; D. B. Rahayu -; I. Rosmayati -; M. Purnawan -
Bionatura Vol 10, No 1 (2008): Bionatura Maret 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.745 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja LED dari bahan organik dengan melakukan optimasi parameter fabrikasinya. Fabrikasi film tipis MEH-PPV (poly[2–methoxy–5-(2 ethylhexyloxy)–1,4-phenylenevinylene]) dilakukan dengan teknik spin coating dan menggunakan dua jenis pelarut yaitu toluen dan THF (tetrahidro furran). Untuk mengetahui kualitas film dan frekuensi emisinya, dilakukan pengukuran spektroskopi UV-Vis. Pengujian kualitas kinerja LED di-lakukan dengan pengukuran kurva karakteristik I-V. Berdasarkan hasil pengukuran spektroskopi UV-Vis, panjang gelombang emisi rata-rata berada pada kisaran 600 nm yang bertepatan dengan emisi warna jingga. Selain itu film tipis MEH-PPV yang difabrikasi menggunakan pelarut THF mengalami pergeseran merah (bathochromic shift). Sedangkan film tipis yang difabrikasi dengan pelarut toluen mengalami pergeseran biru (hypsochromic shift). Hasil pengujian kinerja devasi LED dengan konfigurasi ITO/MEH-PPV/Al, memperlihatkan kinerja yang cukup baik. Kualitas kinerja terbaik LED diperoleh pada devais yang menggunakan film MEH-PPV yang difabrikasi dengan pelarut THF pada konsentrasi (w/w) 0,5%. Tegangan operasional rata-ratanya adalah 2,6 Volt dengan warna emisi jingga.Kata kunci : MEH-PPV, light emitting diode, spin coating, film tipis
PENINGKATKAN STABILITAS VISKOSITAS PELUMAS HIDROLIK DARI KOPOLIMER LATEKS KARET ALAM-STIRENA Syahputra, A.R. -; Suhartini, M. -
Bionatura Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.694 KB)

Abstract

Kebutuhan pelumas hidrolik semakin meningkat setiaptahunnya, seiring dengan banyaknya pembangunangedung perkantoran dan tempat tinggal yangmengharuskan penggunan alat-alat berat. Oleh karenaitu, dibutuhkan pelumas yang dapat menunjangkinerja alat berat tersebut, terutama yang dapat dibuatdari bahan alam dan dapat diperoleh dengan mudah,contohnya lateks karet alam. Kopolimer pelumas latekskaret alam-stirena (LKA-stirena) dilarutkan ke dalam2 macam pelumas mineral pada konsentrasi 0%, 1%,3%, 5% , 7% dan 10% (w/w), kemudian campuranini ditentukan viskositas kinematik, indeks viskositas,titik nyala, titik tuang dan kadar airnya. Hasil yangdiperoleh menunjukan indeks viskositas pelumasmineral meningkat dengan adanya penambahankopolimer LKA-stirena, indeks viskositas dan viskositaskinematik pelumas mineral meningkat dengan semakinbanyaknya kopolimer yang ditambahkan. Pelumasmineral VIM 6 dan VIM 16 pada konsentrasi 1 sampai10% memberikan nilai viskositas kinematik dan indeksviskositas yang sesuai dengan syarat-syarat pelumashidrolik industri anti aus (SNI 06-7069.9-2005) yaituviskositas kinematik pada suhu 40°C sebesar 90-352cSt (ISO 3448 VG) dan indeks viskositas dengan nilaiminimal 90.
RELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEE RELATIONSHIPS BETWEE RELATIONSHIPS BETWEE RELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEE RELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEE RELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEERELATIONSHIPS BETWEEN ULTRASON Sri Rachma Aprilita Bugiwati
Bionatura Vol 11, No 1 (2009): Bionatura Maret 2009
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.252 KB)

Abstract

This experiment was done at 292 head of Japanese black bull at Kagoshima and Miyazaki Prefectural Experimental Stations Japan to find out the relationship between ultrasonic estimates of carcass traits and body measurements as one of criteria to select Japanese black bull. The carcass traits of 20 months of age were predicted using the ultrasonic machine. The body dimensions were measured at the end of performance test (12 months of age) and 16 months of age. The ultrasonic evaluation techniques were used to estimate Musculus Longissimus thoracis area between 6–7th and 12-13th ribs (MLTA6-7 and MLTA12- 13), Subcutaneous Fat Thickness (SFT), Intermuscular Fat Thickness (IMFT), Rib Thickness (RT) and Marbling Score (MS). Body measurements were taken on body weight (BW), withers height (WH), hip height (HH), body length (BL), chest girth (CG), chest depth (CD), chest width (CW), rump length (RL), hip width (HW), thurl width (TW) and pin bone width (PBW). Chest girth, chest width and chest depth at 12 and 16 months of age were showed the highest significant and positive correlations among the other body dimensions with ultrasonic estimated of carcass traits at 20 months of age. The ratio of contribution to predict MLTA6-7, MLTA12-13 and SFT at 20 months of age using the body dimensions at 12 months of age were higher than those of 16 months of age.Keywords: Keywords: carcass traits, body dimension, ultrasonic estimate, performance test, japanese black bull, correlation 
PENGARUH BERBAGAI TAKARAN PORASI KOTORAN DOMBA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae L.) VARIETAS GREEN CORONET Rudi Priyadi
Bionatura Vol 5, No 2 (2003): Bionatura Juli 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh takaran porasi kotoran domba terhadappertumbuhan dan hasil tanaman kubis varietas Green Coronet, telah dilaksanakandi Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya dari bulanNopember 2001 sampai bulan Februari 2002. Metode percobaan yang digunakanadalah metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan yangdicoba adalah : a1 (kontrol, Urea, SP-36, dan KCl dengan dosis sesuai anjuran), a2(porasi 2,5 ton/ha), a3 (porasi 5 ton/ha), a4 (porasi (7,5 ton/ha), a5 porasi (10ton/ha), dan a6 (porasi 12,5 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan takaran porasi kotoran domba sebanyak 7,5 ton/ha sampai dengan12,5 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil kubis varietas Green Coronettertinggi.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEMAI LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BAWANG MERAH ASAL BIJI (TRUE SHALLOT SEED) DI BREBE Gina Aliya Sopha; Rofik Sinung Basuki
Bionatura Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.657 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media semai lokal terbaik bagi pertumbuhan bibit bawang merah asal biji (True Shallot Seed, TSS). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan serta 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media semai terbaik dengan persentase pertumbuhan tertinggi adalah media campuran tanah Andisol+pupuk kandang kuda yang merupakan kontrol, namun media ini tidak tersedia di Brebes. Sedangkan, media lokal terbaik adalah media campuran tanah sawah Alluvial, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1) dengan persentase pertumbuhan sebesar 46,5%.Kata kunci: Media semai, pembibitan, TSS (True Shallot Seed)
PERBANDINGAN PERFORMANS SIFAT-SIFAT PRODUKSI SUSU DAN REPRODUKSI SAPI PERAH SAHIWAL CROSS DENGAN FRIES HOLLAND (Studi Kasus di Kab. Cirebon, Subang, dan Sumedang Jawa Barat) Moch. Makin
Bionatura Vol 3, No 3 (2001): Bionatura Nopember 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.942 KB)

Abstract

Sahiwal Cross atau “Taurindicus – 50” adalah sapi perah hasil kawin silang sapitipe Sahiwal (Bos indicus) dengan sapi perah Fries Holland (Bos taurus), yangtelah teruji kemampuannya di negara-negara pembentuk bangsa sapi tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari data dasar performans produksi danreproduksi sapi perah Sahiwal Cross (SC) yang dibandingkan dengan sapi perahFries Holland (FH) sebagai salah satu tetua eksotiknya. Penelitian dilakukanditingkat peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Cirebon, Subang, danSumedang Propinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasi dan pengamatan langsung terhadap 72 ekor sapi perah SC dewasa dan53 ekor sapi FH dewasa, dilakukan selama 16 bulan. Sifat produksi susu yangdiamati meliputi produksi susu perlaktasi, persistensi produksi susu, koefesienproduksi susu, lama laktasi dan lama kering, sedangkan pada sifat reproduksiadalah umur beranak pertama, kawin pertama setelah beranak, banyak kawinper kebuntingan, lama bunting, lama kosong dan selang beranak. Analisisstatistika untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai sifat produksi susu dan sifat reproduksi sapi perah SC dengan FH, digunakan uji t – student dan Behren-Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Performans sifat produksi susudan sifat reproduksi sapi perah SC lebih rendah atau masih di bawah performanssapi perah FH; (2) Nilai-nilai performans dalam sifat produksi pada sapi perah SC berada pada kisaran nilai-nilai yang ideal atau efisien dalam bangsa sapi perah; (3) Performans sapi perah SC yang dipelihara di Jawa Barat lebih baikdibandingkan dengan hasil penelitian di negara-negara tropis lainnya.Kata kunci : Sahiwal Cross, Fries Holland, Sifat produksi susu, Sifat reproduksi.
POTENSI LEMAK BIJI TENGKAWANG TERHADAP KANDUNGAN MIKROBA PANGAN PADA PEMBUATAN MIE BASAH Kusumaningtyas, V A -; Sulaeman, A. -; Yusnelti -
Bionatura Vol 14, No 2 (2012): Bionatura Juli 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.462 KB)

Abstract

Penggunaan bahan pengawet pangan sintetis yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat menjadi carcinogen agent, sehingga perlu dicari bahan pengawet pangan lain yang lebih aman dan berasal dari bahan alam. Salah satunya adalah lemak biji tengkawang. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Dipterocarpaceae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi antimikroba dari lemak biji tengkawang (Shorea sumatrana Sym.) dalam pembuatan mie basah, karena dari penelitian sebelumya telah ditemukan senyawa aktif antimikroba yang sama. Metode yang digunakan adalah difusi agar (Niwa, 1997). Diperoleh hasil KHM mikrobapangan (E. coli, S. aureus, dan A. niger) dengan konsentrasi 4%, 4% dan 21% menunjukkan diameter hambatnya sebesar 16 mm; 14 mm dan 14 mm yang menunjukkan lemak biji tengkawang aktif terhadap ketiga mikroba tersebut dan hasil pengawetan optimum untuk mie basah adalah pada konsentrasi 18 %memberikan ketahanan selama 3 (tiga) hari pada suhu kamar (25oC).Kata Kunci: Lemak biji tengkawang, Shorea sumatrana Sym., pengawet pangan alam.