cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
PENGARUH PEMBERIAN GARAM ALUMINIUM (Al) TERHADAP SERAPAN Al DAN PERTUMBUHAN AKAR KEDELAI PADA MEDIA TANAM MASAM Proklamasiningsih, E. -; Prijambada, I.D -; Rachmawati, D -; Sancayaningsih, R P. -
Bionatura Vol 14, No 2 (2012): Bionatura Juli 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.203 KB)

Abstract

Gejala awal yang tampak pada tanaman keracunan Al adalah sistem perakaran tidak berkembang dengan baik. Hal ini menjadi faktor pembatas bagi produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh Al-nitrat dan Al-laktat terhadap konsentrasi Al yang diserap oleh akar sertapengaruh Al-nitrat dan Al-laktat terhadap pertumbuhan akar kedelai (Glycine max) pada media tanam masam. Penelitian telah dilakukan secara eksperimental di rumah kaca Fakultas Pertanian UGM.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap (RAL) pola factorial, dua faktor. Faktor pertama adalah bentuk garam Al yang terdiri atas 3 macam, yaitu: tanpa garam, garam Al-nitrat dan garam Al-laktat. Faktor kedua adalah kemasaman (pH) media tanam yang terdiri atas 3 macam, yaitu: pH 4, pH 5 dan pH 6. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Tanggapan pertumbuhan akar diidentifikasi berdasarkan konsentrasi Al yang diserap oleh akar, biomassa kering akar, panjang akar, diameter akar dan luas permukaan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk garam Al dapat mempengaruhi konsentrasi Al yang diserap oleh akar dan pertumbuhan akar. Bentuk garam Al-laktat dapat mengurangi konsentrasi Al yang diserap oleh akar, sehingga pengaruh racun berkurang. Pertumbuhan akar nampaklebih baik pada media tanam dengan pemberian Al-laktat pH 5 dibandingkan dengan pertumbuhan akar pada media tanam dengan pemberian Al-nitrat.Kata kunci: Garam Al-nitrat, garam Al-laktat, kedelai, media tanam masam.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTITRIGLISERIDA EKSTRAK TUNGGAL KEDELAI, DAUN JATI BELANDA SERTA KOMBINASINYA Hidayat, M -; Soeng, S -; Prahastuti, S -; Patricia, T.H -; Yonathan, K.A -
Bionatura Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada keadaan obesitas, terjadi keadaan stress oksidatifdan kadar trigliserida >200 mg/dL. Terapi untukmengatasinya adalah pemberian antioksidan dan antitrigliserida. Tanaman yang mempunyai efek terhadapkedua hal tersebut, antara lain Kedelai dan Jati Belanda.Tujuan Penelitian mengetahui aktivitas antioksidandan antitrigliserida ekstrak etanol biji kedelai Detam1 (EEKD), ekstrak etanol daun jati Belanda (EEJB)bentuk tunggal dan kombinasinya secara in vitro dan exvivo. Percobaan antiok-sidan in vitro, EEKD dan EEJBdibuat dalam 5 konsentrasi berbeda, kemudian tiapkonsentrasi dibagi menjadi 5 kelompok. Pengukurandilakukan dengan meng-gunakan microplate readerdigital dengan ë 600 nm. Data dianalisis menggunakanANAVA dan uji Tukey LSD, á= 0,05. Pada percobaan exvivo, sel kultur HepG2 diberi enam perlakuan dengan4 kali pengulangan. Setiap kelompok diinduksi denganasam oleat dan palmitat. Parameter yang diamati adalahkadar trigliserida dengan metoda spektrofotometri.Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkanuji Mann Whitney. Hasil penelitian in vitro, pada semuakonsentrasi, semua ekstrak menunjukan aktivitas antioksidan,dan pada konsentrasi 800 ìg/mL, aktivitastertinggi didapatkan pada kelompok kombinasi V. Padapercobaan antitrigliserida ex vivo, semua perlakuanmenunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrolnegatif (p<0,05). Pada konsentrasi ekstrak 250 ìg/mLpersentase penurunan pada ekstrak tunggal EEJBatau EEKD lebih tinggi dibandingkan kombinasi danberbeda signifikan (p<0,05). Kedelai Detam 1 danDaun Jati Belanda memiliki aktivitas antioksidan danantitrigliserida. Ekstrak kombinasi memiliki akti-vitasantioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan ekstraktunggalnya sedangkan ekstrak etanol tunggal daun JatiBelanda memiliki potensi antitrigliserida paling baik.Kata Kunci: Antioksidan, antitrigliserida, EEKD, EEJB,kombinasi
EMBRIOLOGI Pinanga coronata (BL.Ex.Mart) Bl. MEGASPORANGIUM, MAGASPOROGENESIS, DAN MEGAGAMETOGENESIS Tanta -; Janviter Manalu -; Tiurlina Siregar -
Bionatura Vol 10, No 1 (2008): Bionatura Maret 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.522 KB)

Abstract

Penelitian tentang perkembangan bunga Pinanga coronata (BL. Ex Mart.) Bl. yang bertujuan untuk mengetahui anatomi perkembangan ginoesieum telah dilakukan. Pengamatan anatomi perkembangan ginoesieum dilakukan dengan menggunakan metode paraffin. Bahan disayat setebal 6¡V10 ƒÝm dan diwarnai dengan Hemalum Mayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakal biji bertipe hemianatrop, bitegmik dan krasinuselat. Megasporogenesis menghasilkan megaspora bentuk linier dan megagametogenesis menghasilkan kantung embrio dengan tipe Polygonium.Kata kunci : Embriologi, pinang, megasporangium, megasporogenesis, megaga-metogenesis
KAJIAN LAJU RESPIRASI DAN PRODUKSI ETILEN SEBAGAI DASAR PENENTUAN WAKTU SIMPAN SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN Sarifah Nurjanah
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.547 KB)

Abstract

Sayuran dan buah-buahan mempunyai karakteristik sebagai makhluk hidup yangmasih mengadakan reaksi metabolisme sesudah dipanen. Penelitian ini bertujuanuntuk membandingkan laju reaksi metabolisme pada berbagai produk gunamenentukan waktu simpan produk tersebut. Metode penelitian yang digunakanadalah analisis deskriptif untuk menjelaskan produksi karbondioksida (CO2) danetilen (C2H4) beberapa komoditas yang diukur dengan menggunakan gaskhromatografi. Pola laju respirasi pada buah pisang sebagai buah klimaterikberbeda dengan buah jeruk sebagai buah non-klimaterik, kentang sebagaisayuran yang bersifat ‘dormant’ mempunyai laju respirasi yang lebih rendahkarena tidak tumbuh aktif, sedangkan kecambah dan buncis sebagai sayuranyang aktif mempunyai laju respirasi yang tinggi. Pisang dan jeruk mempunyaipola produksi etilen yang berbeda, kentang memproduksi etilen dalam jumlahyang sangat kecil sedangkan kecambah dan buncis mempunyai laju produksietilen yang tinggi sebelum mencapai fase pembusukan.Kata kunci : Laju respirasi, produksi etilen, buah klimaterik, non-klimaterik, sayuran ‘dormant’,sayuran aktif.
MIKROENKAPSULASI LEMAK KAYA DHA UNTUK FORTIFIKASI PADA MAKANAN Nurhasanah, S. -; Komari -; Hariyadi, P. -; Budijanto, S -
Bionatura Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak Omega-3, khususnya Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahaxaenoic (DHA) berperan penting dalam nutrifikasi pangan dan farmasi. Monoasilgliserol (MAG) kaya DHA adalah salah satu bentuk ester asam lemak yang daya cernanya lebih baik dibandingkan dengan etil atau metil ester. MAG kaya omega-3 terutama EPA dan DHA cenderung tidak stabil karena mudah teroksidasi dan terhidrolisis sebagai akibat banyaknya ikatan rangkap pada rantai asam lemak tersebut. Agar dapat diaplikasikan sebagai ingredien pangan fungsional yang stabilitasnya tinggi, metode stabilisasi yang sesuai dengan tujuan aplikasi tersebut adalah dengan cara enkapsulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enkapsulasimikro MAG kaya DHA dengan bahan penyalut dekstrin dapat melindungi produk dari oksidasi selama penyimpanan 3 bulan (bilangan TBA tetap rendah 2,732 mol/g), efisiensi enkapsulasi yang tinggi (85%) dan dapat diaplikasikan ke dalam bahan pangan (biskuit dan susu) yang dapat diterima oleh konsumen baik dengan metode uji beda maupun hedonik .Kata kunci: Docosahaxaenoic acids (DHA), mikroenkapsulasi
CONSTRUCTED WETLANDS TO TREAT HOUSE WASTEWATER. A SOLUTION FOR INDONESIA? Denny Kurniadie
Bionatura Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.162 KB)

Abstract

A pilot project of one constructed subsurface flow wetlands to treat sewage fromfamily Subandi house has been built in Bandung Indonesian in February 1999.The water samples from both influent and effluent (COD, BOD5, NO3-N, NO2-N, NH4-N, PO4-P, pH, and settleable solids, and O2) were taken twice a month and analyzed. Fecal coliforms bacteria was determined by MPN method. Theobjective of this study was to install one constructed subsurface flow wetlandswith vertical flow to treat sewage from private house. The treatment efficiencyof this constructed wetlands was already relatively high, although this constructed wetlands was just only eleven months in operation. The results were very promising and give a possibility of constructed wetlands to be installed anddeveloped in tropical countries, especially in Indonesia, as a viable alternative to conventional wastewater technology, because this system is and simple and cost effective.Keywords: Constructed wetlands, wastewater treatment, conventional system, subsurface flow
PENGARUH IONTOFORESIS NaF 2% DAN KCl TERHADAP KADAR MMP-8 PADA Gingival Crevicular Fluid (GCF) DENTIN HIPERSENSITIF KELOMPOK USIA DEWASA Tjahajawati, S -; Maskoen, A.M -; Adhita, H.D. -
Bionatura Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.45 KB)

Abstract

Dentin hipersensitif merupakan masalah utama dalam bidang kedokteran gigi. Pada umumnya lebih dari 90% area hipersensitif adalah terbukanya dentin di daerah akar gigi, biasanya di permukaan bukal gigi. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh efektivitas iontoforesis NaF 2% dan KCl terhadap nilai ambang nyeri dan kadar matrix metalloproteinase (MMP-8). Penelitian eksperimental dilakukan dengan cara mengukur nilai ambang nyeri gigi menggunakan vitalytester dan mengambil cairan gusi (GCF) menggunakan paper point sebelum dan sesudah iontoforesis pada gigi yang mengalami resesigusi yang diamati selama 2 minggu dengan indikator kadar MMP-8 menggunakan metode ELISA. Sampel penelitian dibagi dalam beberapa kelompok perlakuan yaitu dilakukan iontoforesis dengan NaF2%, KCl 2%, KCl 3%, KCl 3,5%, KCl 4%. Rancangan analisis untuk ambang nyeri dan kadar MMP-8 sebelum dan sesudah iontoforesis dengan paired T-test dan analysis of varians.Untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi bahan terhadap nilai ambang nyeri dan MMP-8 yang dipengaruhi oleh waktu digunakan mulivariate of analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keterkaitan antara konsentrasi larutan, waktu, nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8. Konsentrasi larutan memengaruhi perubahan nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8. Waktu perawatan mempengaruhi nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8. Konsentrasi larutan yang tinggi dan waktu perawatan yang singkat belum tentu memengaruhi nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8. Interaksi antara konsentrasi larutan dan pemeriksaan klinis serta laboratoris berpengaruh pada perubahan nilai ambang rangsang dan kadar MMP-8. Ion kalium dalam larutan desensitasi lebih efektif dalam mengatasi dentin hipersensitif.Kata kunci: dentin hipersensitif, kadar MMP. 8, iontoforensis, KCl, GCF.
SEKUEN ASAM AMINO ANTI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) Supriatna, I -; Yustiati, A. -; Iskandar -
Bionatura Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the amino acid sequencehomology, functional domains, the model predictionof protein structure and characteristics of genesencoding anti WSSV in black tiger shrimp (Penaeusmonodon) originated from Indramayu District. Theresearch method was qualitative descriptive analysis bycomparing the results of PCR isolation of genes encodinganti WSSV with GenBank sequence data. The resultsshowed that the sequence gene encoding anti WSSV inblack tiger shrimp DNA originated Indramayu genesequences homologous with Penaeus monodon AV gene,complate cds (no. Accession DQ641258.1) and Penaeusmonodon PMAV (PmAV) mRNA, complete cds (no.Accession AY3202750.1). C -type lectin is a functionaldomain of the amino acid sequences of anti WSSVin black tiger shrimp. The structure of the proteinencoding anti WSSV (c -type lectin) is characterized bythe presence of a signal peptide, alpha helix clusters, betastrand and there are in three cells zones. C-type lectinindicated could help improved the resistance of blacktiger shrimp from Indramayu district against WSSVand the c -type lectin could be found in various typesof organisms to be developed as an immunostimulatorysubstance.Key words: Amino acid sequence, anti WSSV, c-typelectin, black tiger shrimp, immunostimulatory
GAMBARAN MALNUTRISI SECARA KLINIS PADA BAYI BARU LAHIR MENURUT POLA PERTUMBUHAN INTRAUTERIN DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG Dedi W. MCH Puar -; Tetty Yuniati -; Sjarif Hidajat E. -
Bionatura Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.737 KB)

Abstract

Malnutrisi pada bayi baru lahir penting untuk diketahui karena memiliki hubungan dengan peningkatan risiko mortalitas dan morbiditas pada masa neonatal, gangguan perkembangan pada masa anak-anak, dan penyakit kardiovaskular serta diabetes tipe 2 pada saat dewasa. Malnutrisi saat lahir merupakan kelanjutan malnutrisi yang dialami selama kehidupan intrauterin. Pemeriksaan antropometri berat badan menurut umur kehamilan dilakukan untuk mengetahui bayi yang memiliki risiko tinggi mengalami kesakitan dan kematian, namun pemeriksaan ini tidak dapat mengidentifikasi semua bayi yang mengalami malnutrisi intrauterin. Clinical assessment of nutritional status-score (CANSCORE) adalah pemeriksaan untuk mengetahui malnutrisi saat lahir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran malnutrisi pada bayi baru lahir menurut pola pertumbuhan intrauterin. Penelitian cross sectional ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2007 di Sub Bagian Perinatologi RS Hasan Sadikin. Pengelompokan bayi berdasarkan pertumbuhan intrauterin menggunakan kurva pertumbuhan intrauterin Lubchenco dan pemeriksaan malnutrisi menggunakan CANSCORE. Sebanyak 282 bayi yang ikut dalam penelitian diambil secara consecutive sampling berasal dari kehamilan tunggal serta umur kehamilan 32-42 minggu. Prevalens malnutrisi diperoleh sebesar 12%. Malnutrisi lebih banyak terdapat pada bayi kurang bulan dibandingkan dengan bayi cukup bulan, malnutrisi dapat terjadi pada kelompok bayi KMK maupun SMK, tidak semua bayi KMK mengalami malnutrisi namun terjadinya malnutrisi pada bayi KMK lebih banyak dibandingkan dengan bayi SMK. Penelitian ini menunjukkan, bahwa CANSCORE dapat mengidentifikasi malnutrisi pada kelompok bayi KMK maupun SMK dan malnutrisi pada beberapa bayi kelompok SMK akan terlewatkan apabila hanya menggunakan kurva pertumbuhan intrauterin sebagai kriteria menilai status gizi.Kata kunci: CANSCORE, malnutrisi bayi baru lahir, kecil untuk masa kehamilan
PENGARUH KOMBINASI ANTARA PUPUK KANDANG DAN UREA PADA TAMPILAN ASPEK PERTUMBUHAN TANAMAN RUMPUT RAJA PADA PEMANENAN DEFOLIASI KE EMPAT Hendarto. E. -; Suwarno -
Bionatura Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.483 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pola pemupukantanaman rumput raja (Pennisetum purphoides) padabudidaya defoliasi ke empat. Percobaan faktorial 3 x 3dengan rancangan dasar dilakukan dengan pola AcakLengkap, meliputi faktor macam pupuk yakni kotoranayam, domba dan sapi potong serta faktor level ureayakni 100, 200 dan 300 kg/ha/defoliasi. Perlakuan diulangsebanyak 3 (tiga) kali. Peubah yang diamati adalah ukurantinggi tanaman, besarnya diameter batang dan banyaknyajumlah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwatanaman rumput raja menampilkan aspek pertumbuhanyang baik pada pemupukan kombinasi antara pupukkandang dari kotoran ayam dengan 300 kg urea perhektar per defoliasi pada pertumbuhan defoliasi ke empat.