cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 1,028 Documents
The Effect Of Performing Baby Massage On Sleep Quality In Babies Aged 3-6 Months At Aulia'S Home, Padang City Lira Dian Nofita; Reni Yusman; Yulia Netri; Yanti Yanti; Afrida Yelni; Tika Kencana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.26831

Abstract

Latar Belakang: Masa bayi dikenal adalah sebagai golden period atau masa emas yang sangat menentukan arah menuju pertumbuhan dan perkembangan seorang anak di masa selanjutnya, Berdasarkan data yang di dapatkan Di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari, Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi masalah tidur bayi adalah baby massage Sedangkan dampak yang terjadi dari segi Psikologinya meliputi emosi bayi tidak stabil, cemas, tidak konsentrasi, kemampuan kognitif dan menggabungkan pengalamannya lebih rendah.Tujuan: untuk Mengetahui Pengaruh pelaksanaan terapi baby massage terhadap Kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di rumah Aulia Kota Padang Tahun 2026Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan Pra-eksperimen dengan teknik Purposive Sampling One grup Pretest-Post-Test,Variabel yang diteliti yaitu Pelaksanaan terapi baby massage sebagai variabel independen dan kualitas tidur sebagai variabel dependen,Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan yang berada di rumah Aulia Kota Padang tahun 2026 yang berjumlah Adalah 20 responden, sedangkan waktu penelitian selama ± 1 bulan tahun 2026.Hasil Penelitian: Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum di berikan terapi Baby Massage terhadap 20 responden (100%) semuanya yang mengalami gangguan kualitas tidur sedangkan Setelah diberikan intervensi 17 responden mengatakan bahwa lebih dari separoh adalah (85%) yang mengalami tidur baik dan kurang dari separoh yaitu 3 responden (15%) yang mengalami gangguan kualitas tidur kurang baik, Kesimpulan : Ada Pengaruh Pelaksanaan terapi Baby Massage Terhadap Kualitas Tidur  Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di rumah Aulia Kota Padang Tahun 2026.Saran: saran Bagi bidan praktisi sebaiknya lebih meningkatkan lagi kemampuan dalam memberikan asuhan kebidanan secara komplementer yang berfokus pada pelayanan preventif yang salah satunya yaitu pelaksanaan Terapi Baby Massage untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi nya dengan baik. Kata Kunci :,Pelaksanaan, Terapi Baby Massage , Kualitas tidur bayi. ABSTRACT Background: The infant period is known as the golden period, which is very crucial in determining the direction of a child's growth and development later on. Based on the data obtained, quite a lot of babies in Indonesia experience sleep problems, with around 44.2% of babies having sleep disorders such as frequently waking up at night. One non-pharmacological therapy to address baby sleep problems is baby massage. Meanwhile, the psychological impacts include unstable emotions, anxiety, lack of concentration, lower cognitive abilities, and difficulty integrating experiences.Objective: To find out the effect of implementing baby massage therapy on the sleep quality of babies aged 3-6 months at Baby Care Bdn Yanti, S.ST, Padang City, in 2026.  Purpose: to find out the effect of baby massage therapy on the sleep quality of babies aged 3-6 months at Aulia House in Padang City in 2026.  Methodology: This research used a pre-experimental method with purposive sampling and a one-group pretest-posttest design. The variables studied were the implementation of baby massage therapy as the independent variable and sleep quality as the dependent variable. The population in this study included all mothers with babies aged 3-6 months at Aulia House in Padang City in 2026, totaling 20 respondents, and the research was conducted over approximately 1 month in 2026.Purpose: to find out the effect of baby massage therapy on the sleep quality of babies aged 3-6 months at Aulia House in Padang City in 2026.  Methodology: This research used a pre-experimental method with purposive sampling and a one-group pretest-posttest design. The variables studied were the implementation of baby massage therapy as the independent variable and sleep quality as the dependent variable. The population in this study included all mothers with babies aged 3-6 months at Aulia House in Padang City in 2026, totaling 20 respondents, and the research was conducted over approximately 1 month in 2026.Conclusion: There is an effect of implementing Baby Massage therapy on the sleep quality of babies aged 3-6 months at Baby Care Bdn Yanti, S.ST, Padang City in 2026.  Suggestion: For practicing midwives, it's better to further improve their skills in providing complementary midwifery care that focuses on preventive services, one of which is carrying out Baby Massage Therapy to optimize the baby's growth and development properly. Keywords: Implementation, Baby Massage Therapy, Baby's sleep quality.
Effect Of Lactation Counseling On Maternal Breastfeeding Knowledge Among Postpartum Mothers At Rsud Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping Reni Yusman; Tika Kencana; Yanti Yanti; Yulia Netri; Lira Dian Nofita; Afrida Yelni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.26094

Abstract

Pengetahuan yang memadai tentang menyusui merupakan faktor penting bagi ibu nifas dalam memulai dan mempertahankan praktik menyusui yang tepat. Konseling laktasi merupakan salah satu strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu selama periode awal masa nifas. Namun demikian, bukti mengenai efektivitas konseling laktasi di rumah sakit daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling laktasi terstruktur terhadap pengetahuan ibu nifas tentang menyusui di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping.Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan posttest-only nonequivalent control group yang dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2026. Sebanyak 30 ibu nifas dibagi ke dalam kelompok intervensi (n = 15) dan kelompok kontrol (n = 15). Kelompok intervensi memperoleh konseling laktasi terstruktur yang diberikan secara individual oleh bidan terlatih dalam dua sesi, masing-masing berdurasi 30 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi rutin masa nifas sesuai standar pelayanan rumah sakit. Pengetahuan ibu tentang menyusui diukur menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Sutrisminah (2020) yang terdiri atas 10 butir pertanyaan. Setiap jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0, sehingga skor total berkisar antara 0–10. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Samples t-test dengan tingkat kemaknaan p  0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan menyusui pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (6,67 ± 0,82 vs. 2,80 ± 0,78). Perbedaan rerata skor sebesar 3,87 poin (95% CI: 3,27–4,47) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik (p  0,001).Konseling laktasi terstruktur secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang menyusui dibandingkan dengan edukasi rutin masa nifas. Integrasi konseling laktasi terstruktur ke dalam pelayanan rutin masa nifas berpotensi meningkatkan kesiapan ibu dalam menerapkan praktik menyusui yang tepat. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar, menggunakan instrumen yang telah tervalidasi, serta melakukan tindak lanjut dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk mengevaluasi apakah peningkatan pengetahuan ibu dapat berdampak pada praktik menyusui yang lebih baik dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.  Kata Kunci : Ibu Nifas, Konseling Laktasi, Pengetahuan menyusui ABSTRACT  Adequate breastfeeding knowledge is essential for postpartum mothers to initiate and maintain appropriate breastfeeding practices. Lactation counseling is a recommended strategy to improve maternal understanding and confidence during the early postpartum period; however, evidence regarding its effectiveness in regional hospitals remains limited. This study aimed to determine the effect of structured lactation counseling on maternal breastfeeding knowledge among postpartum mothers at RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping.A quasi-experimental study with a posttest-only nonequivalent control group design was conducted from April to May 2026 involving 30 postpartum mothers. Participants were allocated into an intervention group (n = 15) and a control group (n = 15). The intervention group received structured lactation counseling delivered individually by trained midwives in two 30-minute sessions, whereas the control group received routine postpartum education. Maternal breastfeeding knowledge was assessed using a 10-item questionnaire adapted from Sutrisminah (2020). Each correct response was scored as one point, yielding a total score ranging from 0 to 10. Data were analyzed using an independent samples t-test with a significance level of p 0.05.The intervention group achieved a significantly higher mean breastfeeding knowledge score than the control group (6.67 ± 0.82 vs. 2.80 ± 0.78). The mean difference was 3.87 points (95% CI: 3.27–4.47), indicating a statistically significant improvement in breastfeeding knowledge (p  0.001).Structured lactation counseling significantly improved maternal breastfeeding knowledge compared with routine postpartum education. Integrating structured lactation counseling into routine postpartum services may enhance maternal preparedness for appropriate breastfeeding practices. Further studies involving larger sample sizes, validated measurement instruments, and longer follow-up periods are recommended to determine whether improvements in breastfeeding knowledge translate into improved breastfeeding practices and exclusive breastfeeding outcomes. Keywords: Breastfeeding Knowledge, Lactation Counseling, Postpartum Mothers
Maternal Chronic Energy Deficiency, Complementary Feeding, And Stunting Among Children Under Two Years Alfina Zahra; Prasetyowati Prasetyowati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.26446

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia dan Provinsi Lampung menunjukkan tren penurunan, stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Natar yang melaporkan 30 kasus stunting pada tahun 2024. Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu selama kehamilan dan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan faktor yang berpotensi berkaitan dengan kejadian stunting.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu selama kehamilan dan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah dua tahun.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case-control dan dilaksanakan pada akhir Juli 2025 di wilayah kerja Puskesmas Natar. Populasi penelitian terdiri dari 117 anak usia di bawah dua tahun. Sampel berjumlah 72 responden, terdiri dari 24 kasus dan 48 kontrol dengan perbandingan 1:2, yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, catatan kesehatan, dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Sebanyak 20,8% ibu memiliki riwayat KEK selama kehamilan dan 79,2% tidak memiliki riwayat KEK. Sebanyak 63,9% responden memiliki praktik pemberian MP-ASI kategori kurang dan 36,1% kategori baik. Riwayat KEK selama kehamilan berhubungan signifikan dengan stunting (p = 0,001; OR = 9,308). Praktik pemberian MP-ASI juga berhubungan signifikan dengan stunting (p = 0,030; OR = 4,231).Kesimpulan: Riwayat KEK pada ibu selama kehamilan dan praktik pemberian MP-ASI berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah dua tahun.Saran: Tenaga kesehatan perlu memperkuat pemantauan status gizi ibu selama kehamilan serta meningkatkan edukasi mengenai praktik pemberian MP-ASI yang tepat kepada ibu dan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Kata kunci: stunting, Kekurangan Energi Kronis, MP-ASI, anak di bawah dua tahun, gizi ibu. ABSTRACT Background: Stunting remains a major chronic nutritional problem affecting child growth and development. Although prevalence in Indonesia and Lampung Province has declined, stunting remains a public health concern, including in the working area of Natar Community Health Center, where 30 cases were reported in 2024. Maternal Chronic Energy Deficiency (CED) during pregnancy and complementary feeding practices are potential factors associated with stunting.Objective: This study aimed to determine the association between maternal history of Chronic Energy Deficiency (CED) during pregnancy, complementary feeding practices, and stunting among children under two years of age.Methods: This quantitative study employed a case-control design and was conducted in late July 2025 in the working area of Natar Community Health Center. The population consisted of 117 children under two years of age. The sample comprised 72 respondents (24 cases and 48 controls; ratio 1:2) selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire, health records, and anthropometric measurements. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-Square test with α = 0.05.Results: A total of 20.8% of mothers had a history of CED during pregnancy, whereas 79.2% had no history of CED. Poor complementary feeding practices were reported among 63.9% of respondents, while 36.1% had good practices. Maternal history of CED was significantly associated with stunting (p = 0.001; OR = 9.308). Complementary feeding practices were also significantly associated with stunting (p = 0.030; OR = 4.231).Conclusion: Maternal history of Chronic Energy Deficiency during pregnancy and complementary feeding practices were significantly associated with stunting among children under two years of age.Suggestions: Health professionals should strengthen maternal nutritional monitoring during pregnancy and improve education on appropriate complementary feeding practices for mothers and families as part of stunting prevention. Keywords  : stunting, Chronic Energy Deficiency, complementary feeding, children under two years, maternal nutrition.
The Effect Of Using A Family Planning Decision-Making Aid (Abpk) On Acceptors’ Interest In Choosing Intrauterine Device (Iud) Contraception At Kupang Kota Public Health Center, Bandar Lampung Iie Patrisia; Rosmiyati Rosmiyati; Anggraini Anggraini; Zarma Zarma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.22631

Abstract

Menurut WHO, Keluarga Berencana (KB) membantu pasangan mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan menentukan jumlah anak. Keluarga Berencana (KB) adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dengan membantu individu atau pasangan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, merencanakan kehamilan diinginkan, serta menentukan jumlah dan jarak kelahirannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) terhadap minat akseptor dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD (Intra Uterin Device) di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025. Metode penelitian ini memakai metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei tahun 2025 di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025, rancangan pre-eksperimental desain One Group Pretest-Postest Design, Populasi penelitian ini akseptor KB baru di Puskesmas Kupang Kota Bndar Lampung pada bulan Januari 2025 sebanyak 25 akseptor baru. Jumlah sampel penelitian ini 25 responden, dengan non probability sampling berjenis total sampling. Uji yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Hasil Rata-rata minat Akseptor sebelum diberikan intervensi konseling menggunakan Lembar ABPK adalah 41,20 dengan nilai minimum 34 dan nilai maksimum 57 2. Rata-rata minat Akseptor setelah diberikan intervensi konseling menggunakan Lembar ABPK meningkat menjadi 52,28 dengan nilai minimum 40 dan nilai maksimum 65 dimana terdapat selisih skor ratarata (11,08) 3. Ada Pengaruh Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Terhadap Minat Akseptor Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD (Intra Uterin Device) di Puskesmas Kupang Kota Bandar Lampung Tahun 2025 (p-value =0,000)Kata Kunci : ABPK, Kontrasepsi IUD, minat akseptor ABSRACT According to the World Health Organization (WHO), family planning helps couples prevent unplanned pregnancies, regulate birth intervals, and determine the desired number of children. It is an effort to improve well-being by assisting individuals or couples in preventing unwanted pregnancies, planning desired pregnancies, and determining the number and spacing of their children. This study aimed to determine the effect of using a family planning decision-making aid (ABPK) on acceptors’ interest in choosing intrauterine device (IUD) contraception at Kupang Kota Public Health Center, Bandar Lampung, in 2025. This quantitative study was conducted in May 2025 at Kupang Kota Public Health Center using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The study population consisted of 25 new family planning acceptors in January 2025, all of whom were included in the sample using total sampling (non-probability sampling). Use Wilcoxon Test The results showed that the average interest score of acceptors before counseling with the ABPK sheet was 41.20 (minimum score: 34; maximum score: 57). After counseling, the average score increased to 52.28 (minimum score: 40; maximum score: 65), with a mean difference of 11.08. A significant effect was found between the use of the decision-making aid (ABPK) and acceptors’ interest in choosing IUD contraception (p-value = 0.000). Keywords: ABPK, IUD contraception, acceptors’ interest
The Association Between Complete Immunization Status And The Occurrence Of Acute Respiratory Infection (ARI) Among Toddlers At Yosomulyo Public Health Center Onikasari Onikasari; Sadiman Sadiman; Gangsar Indah Lestari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.26277

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) salah satu penyebab mordibitas dan mortalitas balita di seluruh dunia berdasarkan data World Health Organization 2024 ISPA menyerang 20% anak usia 5 tahun secara global, berdasarkan data SKI tahun 2023 prevalensi ISPA diindonesia sebesar 24,2%,(Kemenkes RI, 2023). Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2023 kasus ISPA balita mencapai 211.890 kasus (23,3%), tahun 2023 kasus ISPA di Kota Metro sebanyak 6.342 kasus (35,9%), (Dinkes Kota Metro, 2023). Tahun 2023 kasus ISPA di Puskesmas Yosomulyo sebesar 1.296 kasus (38%) (Dinkes Kota Metro, 2023). Berdasarkan data prasurvei 2024 di Puskesmas Yosomulyo kasus ISPA  sebesar 1.094 presentase (32%). Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Yosomulyo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian adalah seluruh balita yang berkunjung di Puskesmas Yosomulyo dengan jumlah populasi 3.411 balita, dan sampel penelitian berjumlah 94 balita yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Imunisasi lengkap didefinisikan sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh dan pembatasan terhadap penyakit menular (Nur, 2015). Verifikasi data status imunisasi dilakukan melalui rekam medis serta wawancara menggunakan kuesioner kepada orang tua. Kejadian ISPA didefinisikan sebagai radang akut yang menyerang sistem saluran pernapasan atas (Maryunani, 2021). Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti status imunisasi, status gizi, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, vitamin A, paparan asap rokok, ventilasi rumah, kepadatan hunian, dan pendidikan orang tua. (Aryunani, 2021). Analisis data dilakukan secara Univariate dan Bivariat dengan Uji Chi Square dengan menentukan tingkat kepercayaan 95% Hasil penelitian proporsi status imunisasi tidak lengkap pada balita sebesar (31,9%), proporsi kejadian ISPA sebesar (45,7%). Hasil uji statistik ada hubungan status imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Yosomulyo didapatkan p value = 0,000 dan OR 27,000. Peneliti berharap agar pihak Puskesmas Yosomulyo dapat mengoptimalkan verifikasi kelengkapan status imunisasi balita melalui pemantauan Buku KIA dan rekam medis, serta meningkatkan program edukasi kesehatan bagi orang tua balita. Kata Kunci: Balita, ISPA, status imunisasi ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity and mortality among toddlers worldwide. According to the World Health Organization (2024), ARI affects approximately 20% of children under five years of age globally. In Indonesia, the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported an ARI prevalence of 24.2% among children under five (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). Based on the 2023 Lampung Provincial Health Profile, there were 211,890 ARI cases (23.3%) among toddlers. In Metro City, 6,342 ARI cases (35.9%) were reported in 2023 (Metro City Health Office, 2023). At Yosomulyo Public Health Center, 1,296 ARI cases (38%) were recorded in 2023, while preliminary survey data in 2024 reported 1,094 ARI cases (32%). This study aimed to determine the association between complete immunization status and the occurrence of Acute Respiratory Infection (ARI) among toddlers at Yosomulyo Public Health Center. This quantitative analytic study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 3,411 toddlers who visited Yosomulyo Public Health Center, and 94 toddlers were selected using accidental sampling. Complete immunization was defined as the administration of all recommended vaccines according to the national immunization schedule to enhance immunity and protect against vaccine-preventable diseases (Nur, 2015). Immunization status was verified through medical records and interviews with parents using a structured questionnaire. ARI occurrence was defined as an acute inflammation affecting the upper respiratory tract (Maryunani, 2021). ARI occurrence may be influenced by several factors, including immunization status, nutritional status, birth weight, exclusive breastfeeding, vitamin A supplementation, exposure to cigarette smoke, household ventilation, housing density, and parental education (Maryunani, 2021). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that 31.9% of toddlers had incomplete immunization, while 45.7% experienced ARI. Statistical analysis demonstrated a significant association between immunization status and ARI occurrence among toddlers at Yosomulyo Public Health Center (p =0.000; OR = 27.00). The findings suggest that Yosomulyo Public Health Center should strengthen the verification of toddlers' immunization status through regular monitoring of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and medical records, as well as enhance health education programs for parents to improve complete immunization coverage and reduce the occurrence of ARI among toddlers. Keywords: Toddlers,acute respiratory infections, immunization status
The Effect Of Balanced Nutrition Intake Education With Animated Videos On The Knowledge Of Mothers Under Five In Sidomulyo Village, Mesuji District Mesuji Regency Agia Kresnawati; Yuli Yantina; Dessy Hermawan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.22291

Abstract

Latar Belakang: Gizi seimbang penting untuk tumbuh kembang balita. Ketidakseimbangan gizi dapat menyebabkan stunting, wasting, dan menurunkan kualitas hidup anak. WHO mencatat 148,1 juta anak di dunia mengalami stunting, dan 45 juta wasting. Di Indonesia, prevalensi stunting sebesar 15,8% dan gizi kurang 12,9%. Di Desa Sidomulyo, 18% balita mengalami stunting dan 6% wasting. Rendahnya literasi ibu balita membuat edukasi gizi konvensional kurang efektif. Video animasi dipilih sebagai media edukasi karena bersifat visual, menarik, dan mudah dipahami.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan video animasi terhadap pengetahuan ibu balita.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasy eksperimen desain two group pretest and posttest. Populasi seluruh ibu Balita sebanyak 328 balita dengan sampel 82 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 41 pada kelompok video dan 41 pada kelompok lembar balik menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata pengetahuan ibu balita  kelompok video animasi sebelum edukasi 74,32 dan sesudah adalah 88,56 sedangkan rata-rata pengetahuan ibu balita kelompok lembar balik sebelum adalah 72,15 dan sesudah adalah 81,00. Ada pengaruh edukasi asupan gizi seimbang dengan video animasi terhadap pengetahuan ibu balita di Desa Sidomulyo Kec.Mesuji Kabupaten Mesuji Tahun 2025 (p-value = 0,000).Kesimpulan: Edukasi gizi seimbang menggunakan video animasi efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita.Saran Saran bagi ibu balita rutin menonton media edukasi digital tentang gizi seimbang dan mempraktikkan isi pesan dalam menu harian balita untuk meningkatkan status gizi anak secara berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Gizi, Ibu Balita, Pengetahuan, Video Animasi ABSTRACT Background: Balanced nutrition is crucial for the growth and development of toddlers. Poor nutritional balance can lead to stunting, wasting, and reduced quality of life in children. According to the World Health Organization (WHO), 148.1 million children worldwide experience stunting, and 45 million suffer from wasting. In Indonesia, the prevalence of stunting is 15.8% and undernutrition is 12.9%. In Sidomulyo Village, 18% of toddlers are stunted, and 6% suffer from wasting. Low maternal health literacy has rendered conventional nutrition education less effective. Animated videos were chosen as an educational medium because they are visual, engaging, and easy to comprehend.Purpose: This study aimed to assess the effect of balanced nutrition education delivered through animated videos on the knowledge of mothers of toddlers.Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The population comprised 328 mothers of toddlers, with a sample of 82 respondents divided equally into two groups: 41 in the animated video group and 41 in the flipchart group, selected through simple random sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using univariate and bivariate methods.Results: The findings revealed that the average knowledge score of mothers in the animated video group increased from 74.32 before education to 88.56 after education, whereas in the flipchart group, it rose from 72.15 to 81.00. Balanced nutrition education using animated videos had a significant effect on improving mothers’ knowledge in Sidomulyo Village, Mesuji District, Mesuji Regency, 2025 (p-value = 0.000).Conclusion: Balanced nutrition education using animated videos effectively increases the knowledge of mothers of toddler.Suggestion: It is recommended that mothers routinely engage with digital educational media on balanced nutrition and apply the information to their toddlers’ daily diets to improve child nutrition sustainably. Keywords: Nutrition education, mothers of toddlers, knowledge, animated videos
The Effect Of Benson Relaxation On Reducing Ovarian Cystoma Pain Scale Ana Kristina; Rosyidah Alfitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.26644

Abstract

Latar Belakang: Kista ovarium merupakan salah satu kondisi ginekologi yang dapat menimbulkan nyeri dengan intensitas yang bervariasi. Nyeri yang dialami pasien dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi dapat dikombinasikan dengan terapi nonfarmakologis. Salah satu teknik relaksasi yang dapat digunakan adalah relaksasi Benson. Teknik ini mengombinasikan relaksasi pernapasan dengan pemusatan perhatian sehingga dapat membantu menurunkan ketegangan dan persepsi nyeri.Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap penurunan skala nyeri pada pasien kista ovarium di RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dengan rentang skala nyeri 0–10. Intervensi relaksasi Benson diberikan selama 15 menit. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-Test dengan bantuan program SPSS.Hasil: Sebagian besar responden berusia 21–34 tahun, yaitu sebanyak 20 responden (66,7%), dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 16 responden (53,3%). Rata-rata skala nyeri sebelum diberikan relaksasi Benson adalah 7,07, sedangkan setelah diberikan intervensi menurun menjadi 4,07. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai p 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan relaksasi Benson.Kesimpulan: Terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan setelah pemberian relaksasi Benson pada pasien kista ovarium di RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Relaksasi Benson dapat dipertimbangkan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri pada pasien kista ovarium.Saran: Tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, diharapkan dapat mempertimbangkan penerapan relaksasi Benson sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri pada pasien kista ovarium. Pasien juga diharapkan dapat mempraktikkan teknik relaksasi Benson secara mandiri setelah mendapatkan edukasi dan demonstrasi dari tenaga kesehatan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, kelompok kontrol, serta waktu dan frekuensi intervensi yang lebih terstruktur agar efektivitas relaksasi Benson terhadap nyeri dapat diketahui dengan lebih kuat. Kata Kunci: Relaksasi Benson, Nyeri, Kista Ovarium, Terapi Nonfarmakologis ABSTRACTBackground: Ovarian cysts are one of the gynecological conditions that may cause pain with varying levels of intensity. Pain experienced by patients can affect physical and psychological well-being, daily activities, and quality of life. Pain management is not limited to pharmacological treatment but can also be combined with non-pharmacological interventions. One relaxation technique that can be used is Benson relaxation. This technique combines controlled breathing with focused attention and may help reduce tension and the perception of pain.Objective: To determine the effect of Benson relaxation on reducing pain intensity among patients with ovarian cysts at Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital, East Java Province.Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling. The research instrument was the Numeric Rating Scale (NRS), ranging from 0 to 10. Benson relaxation was administered for 15 minutes. Pain intensity was measured before and after the intervention. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Paired Sample t-Test using SPSS.Results: Most respondents were aged 21–34 years, totaling 20 respondents (66.7%), and the majority were housewives, totaling 16 respondents (53.3%). The mean pain score before Benson relaxation was 7.07, while the mean pain score after the intervention decreased to 4.07. The results of the paired-samples t-test showed p 0.001, indicating a statistically significant difference in pain intensity before and after the Benson relaxation intervention.Conclusion: Pain intensity decreased significantly after Benson relaxation among patients with ovarian cysts at Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital, East Java Province. Benson relaxation may be considered as a complementary non-pharmacological intervention to support pain management in patients with ovarian cysts.Suggestion: Healthcare professionals, particularly nurses and midwives, are encouraged to consider Benson relaxation as a complementary non-pharmacological intervention in pain management for patients with ovarian cysts. Patients may also be encouraged to practice Benson relaxation independently after receiving appropriate education and demonstration from healthcare professionals. Future researchers are recommended to use a larger sample size, a control group, and a more structured intervention schedule to provide stronger evidence regarding the effectiveness of Benson relaxation in reducing pain intensity. Keywords: Benson Relaxation, Pain, Ovarian Cyst, Non-pharmacological Therapy
The Relationship Between Knowledge, Physical Activity, And Body Image Perception And Chronic Energy Deficiency (Ced) Among Adolescent Girls At Sma Negeri 6 Metro City Ayu Windina; Martini Martini; Riyanto Riyanto
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.25654

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah gizi pada remaja putri yang dapat memengaruhi pertumbuhan, kesehatan reproduksi, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Hasil prasurvei di SMA Negeri 6 Kota Metro tahun 2024 menunjukkan bahwa 36,77% siswi mengalami KEK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, aktivitas fisik, dan persepsi body image dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada remaja putri di SMA Negeri 6 Kota Metro. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 124 dari 337 siswi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kejadian KEK ditentukan berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan titik potong 23,5 cm. Data pengetahuan, aktivitas fisik, dan persepsi body image dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan penyajian Odds Ratio (OR), 95% Confidence Interval (95% CI), dan nilai p. Hasil: Sebanyak 48,4% responden mengalami KEK. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p=0,015; OR=2,694; 95% CI: 1,192–6,088), aktivitas fisik dengan kejadian KEK (p=0,040; OR=2,248; 95% CI: 1,032–4,899), serta persepsi body image dengan kejadian KEK (p=0,020; OR=5,471; 95% CI: 1,131–26,462). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, aktivitas fisik, dan persepsi body image dengan kejadian KEK pada remaja putri di SMA Negeri 6 Kota Metro. Upaya peningkatan edukasi gizi, penerapan aktivitas fisik yang sesuai, dan pembentukan persepsi body image yang positif perlu terus didukung sebagai bagian dari promosi kesehatan remaja. Kata Kunci: KEK, Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Persepsi Body Image, Remaja Putri. ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a nutritional problem among adolescent girls that may adversely affect growth, reproductive health, and future quality of life. A preliminary survey conducted at SMA Negeri 6 Kota Metro in 2024 showed that 36.77% of female students experienced CED. Objective: This study aimed to analyze the relationship between nutritional knowledge, physical activity, and body image perception and the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls at SMA Negeri 6 Kota Metro. Methods: This quantitative analytic study employed a cross-sectional design involving 124 of 337 female students selected using simple random sampling. CED was determined based on Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurement, with a cut-off point of 23.5 cm. Data on nutritional knowledge, physical activity, and body image perception were collected using validated and reliable questionnaires. Data were analyzed using the Chi-square test, and the results were presented as Odds Ratios (ORs), 95% Confidence Intervals (95% CIs), and p-values. Results: A total of 48.4% of respondents were classified as having CED. Significant associations were found between nutritional knowledge and CED (p=0.015; OR=2.694; 95% CI: 1.192–6.088), physical activity and CED (p=0.040; OR=2.248; 95% CI: 1.032–4.899), and body image perception and CED (p=0.020; OR=5.471; 95% CI: 1.131–26.462). Conclusion: Nutritional knowledge, physical activity, and body image perception were significantly associated with the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) among adolescent girls. Efforts to improve nutrition education, promote appropriate physical activity, and foster a positive body image should be strengthened as part of health promotion programs for adolescent girls. Keywords : Body image perception, Chronic Energy Deficiency (CED), Nutritional knowledge, Physical activity, Adolescent girls. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026 Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026 Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026 Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026 Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026 Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue