cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 1,028 Documents
Effectiveness Of Lime (Citrus Aurantifolia) Combined With Honey On The Intensity Of Nausea And Vomiting In 1St Trimester Of Pregnant Women Alyxia Gita Stellata; Silvani Putri Aditya; Arneti Arneti; Ghezi Lhoura M
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.26045

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi mual muntah di dunia mencapai 70-80 % dari jumlah ibu hamil. Dampak dari mual muntah dapat menyebabkan dehidrasi, masalah nutrisi, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan berat badan, yang merupakan penyebab komplikasi pada janin seperti abortus, BBLR, dan kejadian pertumbuhan janin terhambat (Intrauterine growth retardation/IUGR). Penanganannya meliputi terapi farmakologi dan secara non farmakologi dengan pemberian jeruk nipis  dan madu yang merupakan salah satu cara terbaik mengatasi mual dan muntah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Pemberian Jeruk Nipis Kombinasi Madu Terhadap Intensitas Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester 1.Metode: Metode penelitian adalah Quasi-experiment dengan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh  Ibu hamil TM 1 di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang dengan total populasi sebanyak 58 orang. Jumlah samplenya diambil secara total sampling sehingga diperoleh kelompok intervensi sebanyak 13 orang dan kelompok kontrol sebanyak 18 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data berlangsung pada bulan Mei-Juni 2025 dengan intervensi 2 kali dalam sehari untuk masing-masing responden. Analisis penelitian menggunakan Wilcoxon  dan Mann-Whitney.Hasil: Ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi (p=0.033; △=2.7) dan kontrol (p=0.002; △=1.6) dalam penurunan intesitas mual muntah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji  Mann-Whitney  diperoleh nilai p = 0.005 (α=0.05 atau p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian jeruk nipis kombinasi madu lebih efektif menurunkan intensitas mual muntah dibandingkan dengan vitamin B6.Kesimpulan: Pemberian jeruk nipis kombinasi madu lebih efektif dalam menurunkan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester 1 karena adanya kandungan flavonoid dan peridoksin alami dari keduanya. Diharapkan agar terapi komplementer jeruk nipis kombinasi madu dapat menjadi penolong pertama ketika terjadi mual muntah karena mudah diperoleh dan merupakan herbal lokal yang mudah ditemui di Bukittinggi. Kata Kunci: Intensitas mual-muntah,  Jeruk nipis ( Citrus Aurantifolia), Madu, Vitamin B6 ABSTRACT Background: The prevalence of nausea and vomiting worldwide reaches 70-80% of pregnant women. The effects of nausea and vomiting can cause dehydration, nutritional problems, electrolyte imbalance, and weight loss, which are causes of complications in the fetus such as abortion, low birth weight, and intrauterine growth retardation (IUGR). Treatment includes pharmacological and non-pharmacological therapies, with the administration of lime and honey being one of the best ways to overcome nausea and vomiting.Objectives: This study aimed to assess the effectiveness of lime juice combined with honey on the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in their first trimester.Method: The research method was a quasi-experimental study with a nonequivalent control group design. The study population consisted of all pregnant women in their first trimester in the working area of the Guguk Panjang Community Health Center, with a total population of 58 people. The sample size was determined using total sampling, resulting in an intervention group of 13 people and a control group of 18 people who met the inclusion criteria. Data collection took place in May-June 2025 with twice interventions per day for each respondent. The research analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney Test.Results: There was a significant difference between the experimental group (p=0.033; △=2.7) and the control group (p=0.002; △=1.6) in the reduction of nausea and vomiting intensity before and after treatment. The Mann-Whitney  test yielded a p-value of 0.005 (α=0.05 or p 0.05). This indicates that the combination of lime and honey is more effective in reducing the intensity of nausea and vomiting than vitamin B6.Conclusion: The administration of lime combined with honey is more effective in reducing the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester due to the natural flavonoid and pyridoxine content of both. It is hoped that complementary therapy with lime combined with honey can be the first aid when nausea and vomiting occur because it is easily obtained as a local herb that is easily found in Bukittinggi. Keywords: Intensity of nausea and vomiting, Lime ( Citrus Aurantifolia), Honey, Vitamin B6
The Effect Of Prenatal Yoga On Reducing Low Back Pain In Second And Third Trimester Pregnant Women Suci Andriani Puteri; Anissa Ermasari; Khoidar Amirus; Fijri Rachmawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.23643

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi low back pain (LBP) pada ibu hamil mencapai 50–80%, menjadikannya salah satu masalah kesehatan yang signifikan karena berpengaruh terhadap kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Diindonesia 20% ibu hamil mengalami low back pain dengan tingkat nyeri ringan, 50% nyeri sedang, dan 30% nyeri berat. Dampak apabila LBP tidak segera diatasi hingga masa postpartum. Prenatal yoga merupakan salah satu metode non-farmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi keluhan muskuloskeletal pada ibu hamil, termasuk LBP. Tujuan penelitian ini yaitu diketahui pengaruh prenatal yoga dalam mengurangi low back pain pada ibu hamil trimester  II dan trimester III.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. rancangan menggunakan quasy eksperimental, yaitu dengan pendekatan pre-post test control grup design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari ibu hamil yang berada pada trimester II dan III dan terdaftar sebagai sasaran pada bulan maret di Puskesmas Way Kandis, dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang, menggunakan teknik sampling purposive sampling. Uji stastistik menggunakan uji Uji T Independen.Hasil: Rata-rata skala nyeri low back pain pada kelompok intervensi pretest 50,63 yaitu skala nyeri sedang dengan standar defiasi 11,236 yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki skor nyeri yang mendekati rata-rata, dan pada nilai  posttest 35,6 yaitu skala nyeri ringan dengan standar defiasi 8,921. Sedangkan rata-rata skala nyeri low back pain pada kelompok kontrol pretest  52,50 yaitu skala nyeri sedang dengan standar defiasi 10 dan posttest   51,25 yaitu skala nyeri sedang dengan standar defiasi  9,574. Hasil uji statistik diperoleh p-value= 0,000 (p-value  α (0,05).Kesimpulan: Adanya pengaruh prenatal yoga terhadap low back pain pada ibu hamil trimester II dan trimester III di Puskesmas Way Kandis Tahun 2025.Saran: Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat prenatal yoga dalam mengurangi low back pain pada kehamilan. Kata Kunci : low back pain , nyeri, prenatal yoga ABSTRACT Background: The prevalence of low back pain (LBP) in pregnant women reaches 50–80%, making it a significant health problem as it affects quality of life and daily activities. In Indonesia, 20% of pregnant women experience mild LBP, 50% moderate LBP, and 30% severe LBP. If left untreated, LBP can persist into the postpartum period. Prenatal yoga is one of the recommended non-pharmacological methods to address musculoskeletal complaints in pregnant women, including LBP. The purpose of this study is to determine the effect of prenatal yoga in reducing low back pain among pregnant women in the second and third trimesters.Methods:  This study used a quantitative method with a quasi-experimental design, employing a pre-post test control group approach. The population consisted of pregnant women in their second and third trimesters who were registered as participants in March at Way Kandis Primary Health Care. A total sample of 32 respondents was selected using purposive sampling. Statistical analysis was conducted using the independent t-test.Results: The mean low back pain score in the intervention group at pretest was 50.63 (moderate pain) with a standard deviation of 11.236, indicating that most participants had pain scores close to the mean. At posttest, the mean score decreased to 35.6 (mild pain) with a standard deviation of 8.921. In the control group, the mean pretest score was 52.50 (moderate pain) with a standard deviation of 10, and the posttest mean score was 51.25 (moderate pain) with a standard deviation of 9.574. The statistical analysis showed p-value = 0.000, (p  α = 0.05).Conclusion: There is a significant effect of prenatal yoga on reducing low back pain in second and third trimester pregnant women at Way Kandis Primary Health Care in 2025.Suggestions: It is recommended that healthcare workers increase awareness and provide education about the benefits of prenatal yoga in reducing low back pain during pregnancy. Keywords: : low back pain, pain, prenatal yoga 
The Effect Of Consumption Of Moringa Leaf Extract On Increasing Breast Milk Production In Post Partum Women Eka Ovayanti; Astriana Astriana; Fijri Rachmawati; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.12002

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI yang sedikit dan tidak lancar dapat membuat bayi mendapat nutrisi yang kurang optimal. Hal ini dipengaruhi oleh nutrisi ibu. Salah satu nutrisi yang dapat dikonsumsi ibu yaitu tanaman kelor karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek laktogogum). Cakupan ASI eksklusif berdasarkan hasil data yang didapatkan dari Kesgazi Puskesmas Pakuan Aji pada persalinan tahun 2022 yaitu hanya mencapai 45,5% dari standar pelayanan minimal kabupaten sebesar 50%.Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak daun kelor terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskemas Pakuan Aji Lampung Timur tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan post test only with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Aji sebanyak 53 orang. Teknik sampel yang digunakan purposive sample dengan jumlah responden sebanyak 32 orang (16 kelompok kontrol dan 16 kelompok intervensi). Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji T independen.Hasil: Rata-rata jumlah ASI pada kelompok kontrol sebelum intervensi sebanyak 19,238 dan sesudah intervensi sebanyak 23,369 ml. Rata-rata jumlah ASI pada kelompok intervensi sebelum intervensi sebanyak 19,913 dan sesudah intervensi sebanyak 26,594 ml.Kesimpulan: Hasil uji t Independen mendapatkan p-value 0,000 yang berarti ada pengaruh konsumsi ekstrak daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI di Wilayah Kerja Puskemas Pakuan Aji Lampung Timur tahun 2023.Saran: Diharapkan dengan dilakukan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran bagi ibu dalam meningkatkan kualitas ASI ekslusif dan meningkatkan produksi ASI dengan ekstrak daun kelor. Kata Kunci: Produksi ASI, Ibu Nifas, Ekstrak Daun Kelor ABSTRACT Background: Production of breast milk that is small and not smooth can make the baby get less than optimal nutrition. This is influenced by the mother's nutrition. One of the nutrients that can be consumed by mothers is the Moringa plant because it contains phytosterol compounds which function to increase and facilitate milk production (lactogogum effect). Exclusive breastfeeding coverage based on the results of data obtained from Kesgazi Pakuan Aji Public Health Center at delivery in 2022, namely only reaching 45.5% of the district minimum service standards of 50%.Purpose: The aim of the study was to determine the effect of consuming Moringa leaf extract on increasing breast milk production in post partum mothers in the Working Area of the Pakuan Aji Public Health Center, East Lampung, in 2023.Methods: This type of research is quantitative, a quasi-experimental with a post test only with control group design. The population in this study were all post partum mothers in the working area of Pakuan Aji Public Health Center, totaling 53 post partum mothers. The sample technique used was a purposive sample with a total of 32 post partum mothers divided into 16 control groups and 16 intervention groups. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the independen T test.Results: The mean of amount of breast milk in the control group before the intervention was 19,238 and after the intervention was 23,369 ml. The mean of amount of breast milk in the intervention group before the intervention was 19,913 and after the intervention was 26,594 ml.Conclusion: Independent t test obtained p-value 0.000 α (0.05), which means that there was an effect of consumtion of Moringa leaf extract on increasing of breast milk production in the Pakuan Aji Public Health Center East Lampung in 2023.Suggestions: It is hoped that this research can increase knowledge and awareness for mothers in improving the quality of exclusive breastfeeding and increasing breast milk production with Moringa leaf extract. Keywords: Breast Milk Production, Postpartum Mothers, Moringa Leaf Extract
Relationship Between Parental Knowledge And Anxiety Among Parents Of Infants In The Nicu Megawati Lambuangi; Dian Pitaloka Priasmoro
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.26794

Abstract

Latar Belakang: Perawatan bayi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua akibat kondisi bayi, lingkungan perawatan intensif, penggunaan peralatan medis, dan ketidakpastian prognosis. Pengetahuan yang memadai mengenai kondisi dan perawatan bayi dapat membantu orang tua memahami situasi selama hospitalisasi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua pada bayi yang dirawat di NICU RSUD Kotamobagu.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 60 orang tua bayi yang dirawat di NICU, dipilih dengan purposive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan orang tua dan kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hubungan kedua variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05.Hasil: Tingkat pengetahuan terbanyak berada pada kategori baik (26 responden; 43,3%), sedangkan tingkat kecemasan terbanyak berada pada kategori sedang (25 responden; 41,7%). Uji Pearson Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua (χ²=13,845; df=4; p=0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua pada bayi yang dirawat di NICU RSUD Kotamobagu. Temuan ini menunjukkan adanya pola bahwa pengetahuan yang lebih rendah cenderung disertai kecemasan yang lebih berat, tanpa membuktikan hubungan sebab-akibat.Saran: Edukasi terstruktur dan komunikasi berbasis family-centered care perlu diperkuat untuk meningkatkan pemahaman orang tua selama bayi menjalani perawatan di NICU. Kata kunci: Pengetahuan orang tua; kecemasan; NICU; family-centered care ABSTRACTBackground: Hospitalization of an infant in a Neonatal Intensive Care Unit (NICU) can cause parental anxiety because of the infant’s condition, the intensive-care environment, medical equipment, and uncertainty regarding prognosis. Adequate knowledge about the infant’s condition and care may help parents understand the situation during hospitalization.Objective: To determine the relationship between parental knowledge level and anxiety level among parents of infants admitted to the NICU at Kotamobagu Regional Hospital.Methods: This analytical cross-sectional study included 60 parents of infants admitted to the NICU who were selected using purposive sampling. Parental knowledge was assessed using a knowledge questionnaire, and anxiety was assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The association between the variables was analyzed using the Chi-Square test with α=0.05.Results: The largest proportion of respondents had good knowledge (26 respondents; 43.3%), while moderate anxiety was the most common anxiety category (25 respondents; 41.7%). Pearson Chi-Square analysis showed a significant association between parental knowledge and anxiety (χ²=13.845; df=4; p=0.001).Conclusion: Parental knowledge level was significantly associated with parental anxiety among parents of infants admitted to the NICU at Kotamobagu Regional Hospital. The distribution suggests that lower knowledge tended to be accompanied by more severe anxiety; however, the cross-sectional design does not establish causality.Suggestions: Structured education and family-centered communication should be strengthened to improve parental understanding during NICU hospitalization. Keywords: Parental knowledge; anxiety; NICU; family-centered care
The Effect Of Baby Massage On The Quality Of Sleep Of Babies Aged 0-12 Months Nita Evrianasari; Maria Ulfa Alkodri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.11605

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2012  yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics mengungkapkan bahwa sekitar 33% bayi mengalami gangguan tidur. Menurut studi tahun 2004 oleh Sekartini dan Adi yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia yakni , Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam 51,3% bayi mengalami gangguan tidur. Pijat bayi merupakan bentuk terapi sentuhan yang berfungsi sebagai salah satu metode perawatan terpenting bila dilakukan secara teratur dapat membantu mengubah gelombang otak yang membuat bayi tidur lebih nyenyak.Tujuan: dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0 – 12 bulan di PMtB Feby Yulistia S.Tr.Keb.,S.KM Bandar LampungMetode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Dilaksanakan dari Januari sampai Juni di PMB Feby Yulistia,S.Tr.Keb.,S.KM Bandar Lampung. Responden pada penelitian ini adalah sebanyak  30 orang bayi usia 0-12 bulan. Analisis data dengan cara analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan kualitas tidur bayi usia 0-12 bulan sebelum diberikan pijat bayi rata-rata kualitas tidur bayi kurang dengan nilai 3,10, sesudah diberikan pijat bayi rata-rata kualitas tidur bayi baik dengan nilai 4,73. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (0.05) artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi.Kesimpulan: ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kualitas tidur usia 0-12 bulan.Saran: menambah motivasi bagi petugas kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pijat bayi kepada masyarakat khususnya orang tua untuk meningkatkan kualitas tidur bayi Kata Kunci : Gangguan tidur, kualitas tidur, pijat bayi. ABSTRACT Background: According to the World Health Organization (WHO) in 2012 published in the journal Pediatrics revealed that about 33% of babies experience sleep disorders. According to a 2004 study by Sekartini and Adi conducted in five major cities in Indonesia, namely, Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, and Batam, 51.3% of babies experience sleep disorders. Baby massage is a form of touch therapy that serves as one of the most important treatment methods when done regularly can help change the brain waves that make babies sleep better.Objective: this study was conducted to determine the effect of baby massage on the sleep quality of infants aged 0-12 months at PMtB Feby Yulistia S.Tr.Keb., S.KM Bandar LampungMethod: This study used a Quasi-Experimental design with a one group pretest-posttest design. Held from January to June at PMB Feby Yulistia, S.Tr.Keb., S.KM Bandar Lampung. Respondents in this study were as many as 30 infants aged 0-12 months. Data analysis by means of univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test.Results: The results of this study showed that the sleep quality of infants aged 0-12 months before being given baby massage the average infant sleep quality was less with a value of 3.10, after being given baby massage the average infant sleep quality was good with a value of 4.73. Wilcoxon test results obtained a p-value of 0.000 (0.05) meaning that there is a significant difference between before and after baby massage.Conclusion: there is an effect of baby massage on sleep quality aged 0-12 months.Suggestion: increase motivation for health workers in providing education about baby massage to the community, especially parents to improve the quality of baby sleep Keywords: Sleep disorders, sleep quality, baby massage.
Effectiveness Of Nipple Stimulation On The Amount Of Postpartum Bleeding In Women In The Fourth Stage Of Labour At Pmb Triana Firliyanti Sy, S.Tr.Keb Karang Anyar Lampung Selatan Umi Kalsum; Neneng Siti Lathifah; Nurliyani Nurliyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.22222

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab sekitar 30% dari keseluruhan kematian akibat perdarahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stimulasi puting susu terhadap jumlah pengeluaran perdarahan pada ibu persalinan kala IV di PMB Triana Firliyantisy,S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan Tahun 2025Metode penelitian dengan jenis kuantitatif, Penelitian di laksanakan PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang AnyarLampung Selatan pada Januari-Juni 2025. Desain penelitian pra eksperimen yaitu intact group comparison two grup pretest-postest . Populasi seluruh ibu bersalin normal di PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan berdasarkan katong persalinan sebayak 48 ibu dan jumlah anggota sampel 32, teknik non-probabilitay dengan teknik purposive sampling.Rata-rata  sebelum  diberikan  stimulasi  puting  susu  (kelompok  intervensi)  311,38  sesudah  134,56,  sebelumpemantauan (kelompok kontrol) 323,06, sesudah pemantauan (kelompok kontrol) 164,75.  Hasil nilai p value 0,000≤ α (0,05) yang artinya H0  ditolak dan Ha diterima. Nilai p value 0,004≤ α (0,05) artinya ada perbedaan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap jumlah pengeluaran perdarahan pada ibu persalinan kala IV di PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan Tahun 2025. Diharapkan dengan dilakukan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan responden dalam penatalaksanaan perdarahan kala IV dengan metode non farmakologi. Kata kunci : stimulasi puting susu, perdarahan kala IV, persalinan ABSTRACT Post partum bleeding is responsible for approximately 30% of overall mortality due to bleeding. The aim of this study is to investigate nipple stimulation on the amount of bleeding in women in the fourth stage of labour at PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan in 2025.Method type of research is quantitative, research conducted at PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan from January to June 2025. The design of the pre-experimental research is an intact group comparison two group pretest-posttest. The population consists of all normal delivering mothers at PMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar Lampung Selatan based on the childbirth registration of 48 mothers and the number of sample members is 32, using a non-probability technique with purposive sampling.The  average  results  before  nipple  stimulation  (intervention  group)  was  311.38  and  after  was  134.56,  before monitoring (control group) was 323.06, and after monitoring (control group) was 164.75. The p-value result was 0.000≤ α (0.05) which means H0 is rejected and Ha is accepted. The p-value of 0.004≤ α (0.05) indicates a difference between the intervention group and the control group regarding the amount of bleeding in mothers during the fourth stage of labour atPMB Triana Firliyantisy, S.TR.Keb Karang Anyar, South Lampung in 2025. It is hoped that this research will increase respondents' knowledge in managing fourth stage bleeding using non-pharmacological methods. Keywords: nipple stimulation, fourth stage bleeding, childbirth 
The Effect Of Counseling On Anxiety In Perimenopausal Women In The Work Area Of Way Panji Public Health Center Lampung Selatan In 2022 Kadek Meta Deviyanti; Susilawati Susilawati; Ledy Octaviani Iqmy; Dainty Maternity
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.7891

Abstract

Latar Belakang: Perimenopause merupakan masa menjelang meopause sampai usia 48 tahun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu perimenopause dalam menghadapi masa menopause diantaranya yaitu pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, kondisi ekonomi dan gaya hidup. Salah satu pendekatan terpenting untuk meningkatkan kesehatan wanita perimenopause adalah konseling tentang menopause.Tujuan  :  diketahui  pengaruh  konseling  dengan  kecemasan    pada  wanita  perimenopause  di wilayah kerja Puskesmas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022.Metode:  Penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-postest desain. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita perimenopause di wilayah kerja Puskesmas Way Panji Kabupaten  Lampung  Selatan,  yang  berusia  45-49  tahun  dengan  jumlah  sebanyak  98  orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Pangambilan data dengan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil : diketahui kecemasan pada wanita perimenopause sebelum diberikan konseling adalah 20,4 dan sesudah diberikan konseling adalah 10,9. Ada pengaruh konseling dengan kecemasan pada wanita perimenopause di wilayah kerja Puskesmas Way Panji Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,000).Kesimpulan : Terdapat pengaruh konseling dengan kecemasan  pada  wanita  perimenopause  di  wilayah  kerja  Puskesmas  Way  Panji  Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022. Saran: diharapkan tenaga kesehatan khususnya   Bidan   secara umum  memberikan  dan  melakukan  penyuluhan atau konseling tentang kesehatan reproduksi pada masa menopause. Kata Kunci : Kecemasan pada wanita perimenopause dan konseling ABSTRACT Background: Perimenopause is the period leading up to menopause until the age of 48 years. Many factors influence anxiety in perimenopausal women in dealing with menopause, including knowledge, attitudes, family support, economic conditions, and lifestyle. One of the most important approaches to improving perimenopausal women's health is by conducting counseling about menopause.Purpose: to determine the effect of counseling on anxiety in perimenopausal women in the work area of Way Panji public health center, Lampung Selatan in 2022.Methods: This study is a quantitative study with one group pretest-posttest design approach. The population in this study were 98 perimenopausal women aged 45 – 49 years in the work area of Way  Panji  public  health  center,  Lampung  Selatan.  Then,  the  sample  in  this  study  was  30 respondents. The data were collected using an observation sheet. Then, univariate and bivariate data analysis used t-test.Results: the results of this study showed that anxiety in perimenopausal women before being given counseling was 20.4 and after being given counseling was 10.9. It means that there is an effect of counseling on anxiety in perimenopausal women in the work area of Way Panji public health center Lampung Selatan in 2022 with the p-value = 0.000.Conclusion: there was an effect of counseling on anxiety in perimenopausal women in the work area of Way Panji public health center Lampung Selatan in 2022.Suggestion: it is hoped that health workers, especially midwives, provide and carry out counseling about reproductive organs' health during menopause. Keywords: anxiety in perimenopausal women, counseling
Lamaze Breathing Relaxation And Pain During Active First-Stage Labor Lili Noviyanti; Nurliyani Nurliyani; Lolita Sary; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.27696

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan kala I fase aktif dapat meningkatkan kecemasan dan ketegangan serta mengganggu kemampuan ibu beradaptasi terhadap kontraksi. Teknik pernapasan Lamaze merupakan intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan. Di Puskesmas Pakuan Aji, teknik ini belum digunakan secara rutin untuk manajemen nyeri persalinan.Tujuan: Menganalisis perubahan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah pemberian teknik relaksasi pernapasan Lamaze.Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest pada 27 ibu bersalin kala I fase aktif yang dipilih dengan purposive sampling dari populasi 63 ibu. Tahap persiapan penelitian dilakukan sejak Desember 2025 sampai persetujuan etik diterbitkan pada Mei 2026. Rekrutmen responden dan pengambilan data dimulai hanya setelah persetujuan etik diterbitkan dan berlangsung sampai Juni 2026. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi Lamaze. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank karena data tidak berdistribusi normal.Hasil: Rata-rata skala nyeri menurun dari 6,59 ± 0,501 sebelum intervensi menjadi 4,78 ± 0,847 sesudah intervensi, dengan penurunan rata-rata 1,81 poin. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor nyeri sebelum dan sesudah intervensi (p 0.001).Kesimpulan: Teknik relaksasi pernapasan Lamaze berhubungan dengan penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif dalam penelitian one-group pretest-posttest ini.Saran: Puskesmas dapat mempertimbangkan edukasi dan penerapan teknik pernapasan Lamaze sebagai intervensi pendamping nonfarmakologis, disertai SOP dan pelatihan bagi tenaga kesehatan. Kata kunci: Lamaze, nyeri persalinan, kala I fase aktif, relaksasi pernapasan ABSTRACT Background: Labor pain during the active phase of the first stage can increase anxiety and tension and may reduce maternal coping during contractions. Lamaze breathing is a simple, safe, and low-cost non-pharmacological approach that had not been routinely implemented at Pakuan Aji Community Health Center.Objective: To analyze the change in labor pain intensity before and after Lamaze breathing relaxation during the active phase of the first stage of labor.Methods: This pre-experimental one-group pretest-posttest study included 27 women in the active phase of the first stage of labor selected purposively from a population of 63. Research preparation was conducted from December 2025 until ethical approval was issued in May 2026. Participant recruitment and data collection began only after ethical approval and continued through June 2026. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the Lamaze intervention. Univariate analysis and the Wilcoxon signed-rank test were used because the pain scores were not normally distributed.Results: Mean pain intensity decreased from 6.59 ± 0.501 before the intervention to 4.78 ± 0.847 after the  intervention, a mean reduction of 1.81 points. The Wilcoxon test showed a statistically significant pre-post difference (p 0.001).Conclusion: Lamaze breathing relaxation was associated with lower pain intensity during the active phase of the first stage of labor in this one-group pretest-posttest study.Suggestions: Primary care services may consider Lamaze breathing as a complementary non-pharmacological option, supported by clear procedures, educational materials, and staff training. Keywords: Lamaze, labor pain, active first stage, breathing relaxation 
The Effect Of Aloe Vera Compresses On Breast Swelling In Postpartum Mothers In The Working Area Of The Pakuan Aji East Lampung Health Center Nursiah Nursiah; Astriana Astriana; Fijri Rachmawati; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.11917

Abstract

 According to World Health Organization (WHO) and UNICEF data, exclusive breastfeeding coverage in infants under 6 months is 41% and is targeted to reach 70% by 2030 (2021 in Global Breastfeeding Scorecard, 2021). Child growth standards applied around the world according to WHO emphasize breastfeeding from birth to 6 months of age (exclusive breastfeeding). After that the baby starts to be given complementary foods until the age reaches 2 years and continues to breastfeed. The purpose of this study was to determine the effect of aloe vera compress (Aloe Vera) on breast swelling in postpartum mothers in the Pakuan Aji Health Center Working Area, East Lampung in 2023.This type of quantitative research with quasy experimental with pre test and post test design approach.This research was conducted at Pakuan Aji Health Center Work Area of East Lampung.The number of samples in this study were 16 respondents of postpartum mothers. The analysis in the study used univariate and bivariate analysis with the T-test technique.The results of the mean value of the incidence of breast swelling in breast milk dams before aloe vera compresses in the Pakuan Aji Health Center Working Area in East Lampung in 2023 mean 5.19, SD 0.750. The results of the mean value of the incidence of breast swelling in breast milk dams after aloe vera compresses (aloe vera) mean 2.38, SD 0.885. Conclusion The results of the P value of 0.000 which means that Ha is accepted, which means that there is an effect of aloe vera compresses on breast milk dams in postpartum women in the Pakuan Aji Health Center Working Area, East Lampung in 2023. With this research, it is hoped that respondents will be able to apply therapy in the form of aloe vera compresses to reduce breast swelling in postpartum women if they later find the same cases and problems outside of this study. Keywords : aloe vera, breast milk dam, postpartum period ABSTRAK Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah 6 bulan adalah 41% dan ditargetkan mencapai 70% pada tahun 2030 (2021 dalam Global Breastfeeding Scorecard, 2021). Standar pertumbuhan anak yang diterapkan di seluruh dunia menurut WHO menekankan pemberian ASI sejak lahir hingga usia 6 bulan (pemberian ASI eksklusif). Setelah itu bayi mulai diberi makanan pendamping hingga usia 2 tahun dan dilanjutkan dengan pemberian ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres lidah buaya (Aloe Vera) terhadap pembengkakan payudara pada ibu pascapersalinan di Puskesmas Pakuan Aji, Lampung Timur pada tahun 2023.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan eksperimen semu dengan pendekatan desain pre-test dan post-test. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pakuan Aji, Lampung Timur. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 responden ibu pascapersalinan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan teknik uji-T.Hasil nilai rata-rata kejadian pembengkakan payudara pada ASI sebelum kompres lidah buaya di Puskesmas Pakuan Aji, Lampung Timur tahun 2023 adalah 5,19, SD 0,750. Hasil nilai rata-rata kejadian pembengkakan payudara pada ASI setelah kompres lidah buaya adalah 2,38, SD 0,885. Kesimpulan: Hasil nilai P 0,000 berarti Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh kompres lidah buaya terhadap ASI pada ibu pascapersalinan di Puskesmas Pakuan Aji, Lampung Timur tahun 2023. Dengan penelitian ini, diharapkan responden dapat menerapkan terapi berupa kompres lidah buaya untuk mengurangi pembengkakan payudara pada ibu pascapersalinan jika di kemudian hari menemukan kasus dan masalah serupa di luar penelitian ini. Kata kunci: lidah buaya, ASI, pascapersalinan
Rosella Infusion And Iron Supplementation Increase Hemoglobin In Pregnant Women With Anemia Toyibah Toyibah; Anissa Ermasari; Ana Mariza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i07.23050

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan ibu yang penting karena dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi pada ibu dan perinatal. Di wilayah kerja Puskesmas Kelumbayan, tercatat 18 dari 140 ibu hamil (12,86%) mengalami anemia pada tahun 2024. Suplementasi zat besi merupakan standar perawatan, sementara rosela (*Hibiscus sabdariffa*) mengandung vitamin C dan senyawa lain yang dapat mendukung penyerapan zat besi.Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian seduhan rosela sebagai pendamping suplementasi zat besi terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dengan desain *pretest-posttest* dua kelompok ini melibatkan 40 ibu hamil trimester kedua atau ketiga yang mengalami anemia ringan; masing-masing kelompok terdiri dari 20 peserta yang dipilih secara purposif. Peserta dialokasikan secara non-acak ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesuai dengan desain kuasi-eksperimental. Kedua kelompok menerima suplementasi standar zat besi/folat, sedangkan kelompok intervensi juga menerima seduhan rosela yang dibuat dari 1,5 g kelopak bunga rosela kering yang diseduh dalam 300 mL air, diminum satu kali sehari selama 14 hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan alat *Easy Touch* sebelum dan sesudah intervensi. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk menilai normalitas data, uji *paired-sample t-test* untuk menilai perubahan dalam kelompok (jika asumsi terpenuhi), dan uji *independent-samples t-test* untuk membandingkan perubahan hemoglobin antar-kelompok.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok intervensi meningkat dari 10,41 ± 0,33 g/dL menjadi 11,42 ± 0,37 g/dL, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 10,36 ± 0,33 g/dL menjadi 10,93 ± 0,29 g/dL. Rata-rata peningkatan masing-masing adalah 1,01 g/dL dan 0,57 g/dL. Analisis menunjukkan adanya perbedaan peningkatan antar-kelompok sebesar 0,485 g/dL (IK 95% 0,24–0,63; p 0,001). Kesimpulan: Pemberian seduhan rosela sebagai terapi tambahan pada suplementasi zat besi dikaitkan dengan peningkatan kadar hemoglobin yang lebih besar dibandingkan dengan suplementasi zat besi/asam folat saja pada ibu hamil dengan anemia ringan.Saran: Studi terkontrol lebih lanjut dengan masa pemantauan yang lebih lama serta pengendalian asupan makanan dan kepatuhan suplementasi yang lebih baik disarankan sebelum penerapan secara rutin. Kata kunci: anemia pada kehamilan; hemoglobin; suplementasi zat besi; rosela; vitamin C ABSTRACTBackground: Anemia in pregnancy remains an important maternal health problem because it is associated with increased risks of maternal and perinatal complications. In the Kelumbayan Community Health Center service area, 18 of 140 pregnant women (12.86%) were recorded as having anemia in 2024. Iron supplementation is standard care, while rosella (Hibiscus sabdariffa) contains vitamin C and other compounds that may support iron absorption.Objective: To analyze the effect of rosella infusion used as an adjunct to iron supplementation on hemoglobin levels among pregnant women with anemia.Methods: This quasi-experimental two-group pretest-posttest study included 40 pregnant women in the second or third trimester with mild anemia, with 20 participants in each group selected purposively. Participants were allocated non-randomly to an intervention group and a control group in accordance with the quasi-experimental design. Both groups received the standard iron/folate supplementation used in the study, while the intervention group additionally received rosella infusion prepared from 1.5 g of dried rosella calyces brewed in 300 mL of water once daily for 14 days. Hemoglobin was measured using an Easy Touch device before and after the intervention. Shapiro-Wilk testing assessed normality, paired-sample t-tests assessed within-group changes when assumptions were met, and an independent-samples t-test compared hemoglobin change between groups.Results: Mean hemoglobin in the intervention group increased from 10.41 ± 0.33 g/dL to 11.42 ± 0.37 g/dL, while the control group increased from 10.36 ± 0.33 g/dL to 10.93 ± 0.29 g/dL. Mean increases were 1.01 g/dL and 0.57 g/dL, respectively. The source analysis reported a between-group difference in improvement of 0.485 g/dL (95% CI 0.24–0.63; p 0.001).Conclusion: Rosella infusion used as an adjunct to iron supplementation was associated with a greater increase in hemoglobin than iron/folate supplementation alone among pregnant women with mild anemia.Suggestions: Further controlled studies with longer follow-up and better control of dietary intake and supplementation adherence are recommended before routine implementation. Keywords: anemia in pregnancy; hemoglobin; iron supplementation; rosella; vitamin C

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026 Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026 Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026 Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026 Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026 Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue