cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 999 Documents
Factors Related To The Back Pain In Pregnant Women In The Third Trimester Martini, Sagung Dwi Rai; Maternity, Dainty; Sunarsih, Sunarsih; Farich, Achmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.7959

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi nyeri punggung pada ibu hamil di Provinsi Lampung adalah 314.492 jiwa, dan di Kota Bandar Lampung sekitar 90,55%. Angka tertinggi terdapat di Lampung Tengah (94,01%), diikuti Lampung Timur (92,09%), Kota Metro (90,11%), Lampung Utara (88,21%), dan Lampung Barat (83,82%). Faktor-faktor penyebab nyeri punggung pada ibu hamil meliputi usia, paritas, pekerjaan, keteraturan olahraga, pendidikan, punggung, beban fisik, dukungan sosial, BMI, riwayat operasi caesar, indeks cairan amnion, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester ketiga, berjumlah 87 orang. Pemeriksaan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, dari Juni hingga Juli 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi-Square).Temuan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan usia tidak berisiko berjumlah 55 (63,2%), responden dengan paritas tidak berisiko berjumlah 54 (62,1%), responden dengan BMI berisiko berjumlah 45 (51,7%), responden tanpa riwayat operasi caesar berjumlah 69 (79,3%), dan responden dengan nyeri punggung sedang berjumlah 33 (37,9%). Terdapat korelasi antara usia ibu (p-value = 0,013), paritas (p-value = 0,041), BMI (p-value = 0,006) dan riwayat operasi caesar (p-value = 0,004) dengan ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2022. Disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan program yang mendukung kesehatan dan pengetahuan ibu hamil tentang keluhan kehamilan yang sering terjadi dan cara mengatasinya, salah satunya dengan memaksimalkan jumlah kelas untuk ibu hamil. Kata kunci: faktor nyeri punggung, ibu hamil trimester ketiga ABSTRACT Low back pain is one of the musculoskeletal disorders induced by insufficient physical activity. The prevalence of back pain during pregnancy in Lampung Province is 314,492 individuals, and Bandar Lampung City is approximately 90.55%. The highest number is in Central Lampung (94.01%), followed by East Lampung (92.09%), Metro City (90.11%), North Lampung (88.21%), and West Lampung (83.82%). Factors causing back pain in pregnant women include age, parity, occupation, regularity of exercise, education, back, physical load, social support, BMI, history of Caesarian, amniotic fluid index, and depression. This research aimed to determine the factors related to back pain in pregnant women in the third semester in the working area of Seputih Raman Health Centre in the Central Lampung Regency in 2022.This was a quantitative study type using a cross-sectional approach. The research population were pregnant women in the third semester, comprised of 87 people. The examination was performed in the Work Area of Seputih Raman Health Centre, Central Lampung Regency, from June to July 2022. The data was collected using a questionnaire and analysed using univariate and bivariate (Chi-Square).  The study's findings revealed that respondents with no risk age were 55 (63.2%), respondents with no risk parity were 54 (62.1%), respondents with BMI at risk were 45 (51.7%), respondents with no history of Caesarian history were 69 (79.3%), and respondents with moderate back pain were 33 (37.9%). There is a correlation between maternal age (p-value = 0,013), parity (p-value = 0,041), BMI (p-value = 0,006) and history of Caesarian (p-value = 0,004) pregnant woman in the third semester with back pain in the working area of Seputih Raman Health Centre, Central Lampung Regency in 2022. It is suggested that health workers improve programs that support the health and knowledge of pregnant women about frequent pregnancy complaints and how to manage them, one of which is to maximise the number of classes for pregnant women Keywords: back pain factors, pregnant women in the third trimester
The Relationship Between Exposure To Pornographic Media, The Role Of Peers And Parenting Patterns To Risk Sexual Behavior Among Adolescents At Sman 4 Metro Ivanka, Ari Amelia; Martini, Martini; Islamiyati, Islamiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.25047

Abstract

Latar Belakang : Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang muncul karena adanya dorongan hasrat seksual. Berdasarkan data World Health Organization (2003-2017), remaja usia 12-15 tahun telah melakukan hubungan seksual, dengan prevalensi tertinggi di Amerika sekitar 17,8% dan Indonesia sekitar 8% remaja laki-laki dan 2% perempuan. Di Lampung, angka pernikahan dini meningkat dari 9,77% (2021) menjadi 18,81% (2022), sedangkan kota Metro sebesar 3,23% (2021) meningkat menjadi 9,24% (2022). Hasil pra survei terdapat 60% remaja memiliki pacar, 70% pernah melihat pornografi dan 30% diizinkan berpacaran oleh orang tua di SMA Negeri 4 Metro.Tujuan : Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan media pornografi, peran teman sebaya, dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMAN 4 Metro.Metode : Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan survey analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi 321 siswa kelas XI. Sampel dalam penelitian ini 179 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah Stratified Random Sampling. Uji statistik yang digunakan uji Chi-square.Hasil : Hasil analisis menunjukkan dari 179 responden diperoleh data perilaku seksual yang berisiko lebih rendah yaitu 37,4%, data paparan media pornografi yang tinggi yaitu 46,9%, data peran teman sebaya yang tidak baik yaitu 46,9%. Hasil uji statistik dengan uji Chi-square didapatkan p value paparan media pornografi = 0,005 α 0,05, p value peran teman sebaya = 0,001 α 0,05 dan p value pola asuh orang tua = 0,002 α 0,05.Kesimpulan : Ada hubungan antara paparan media pornografi, peran teman sebaya dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 4 Metro Tahun 2025.Saran : Diharapkan keterlibatan orang tua dan guru lebih dalam pengawasan media, memperkuat pola asuh yang mendukung, serta membina pergaulan sebaya dapat mencegah terjadinya perilaku seksual dikalangan remaja. Kata Kunci : Paparan Media Pornografi, Peran Teman Sebaya, Perilaku Seksual Dan Pola Asuh Orang Tua ABSTRACT Background : Sexual behavior is any behavior that arises from sexual desire. According to World Health Organization data (2003-2017), adolescents aged 12-15 have engaged in sexual intercourse, with the highest prevalence in the United States at 17.8%, and in Indonesia at around 8% of boys and 2% of girls. In Lampung, the early marriage rate increased from 9.77% (2021) to 18.81% (2022), while in Metro City it increased from 3.23% (2021) to 9.24% (2022). A pre-survey showed that 60% of adolescents had a boyfriend/girlfriend, 70% had viewed pornography, and 30% were permitted to date by their parents at State Senior High School 4 Metro.Purpose:  The purpose of this study was to determine factors associated with sexual behavior among adolescents at State Senior High School 4 Metro in 2025.Methods:  This study was quantitative, using an analytical survey with a cross-sectional design. The population was 321 11th-grade students. The sample in this study was 179 students. The sampling technique used was Stratified Random Sampling. The statistical test used was the Chi-square test.Results: The analysis showed that of the 179 respondents, 37.4% had low-risk sexual behavior, 46.9% had high exposure to pornographic media, and 46.9% had negative peer role behavior. The Chi-square test revealed a p-value for exposure to pornographic media = 0.005 α 0.05, a p-value for peer role = 0.001 α 0.05, and a p-value for parenting style = 0.002 α 0.05.Conclusion: There is a relationship between exposure to pornographic media, peer influence, and parenting patterns with sexual behavior in adolescents at Metro State Senior High School 4 in 2025.Suggestions: Increased parental and teacher involvement in media monitoring, strengthening supportive parenting patterns, and fostering peer relationships are expected to prevent sexual behavior among adolescents. Keywords: Pornographic Media, The Role Of Peers, Risk Sexual Behavior And Parenting Patterns
The Effect Of Audiovisual Media On Knowledge And Attitudes Of Women Of Reproductive Age Toward Cervical Cancer Screening Kartika Sari, Ratna Indah; Candra Sari, Utin Siti; Suparningsih, Ratna
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.25225

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyebab kematian di negara berkembang. Salah satu cara mendeteksi melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan IVA merupakan metode skrining yang sederhana, mudah dilakukan, dan efektif, terutama di fasilitas kesehatan tingkat primer. Rendahnya pengetahuan tentang skrining merupakan faktor penghambat pentingnya mendeteksi dini pencegahan kanker. Upaya mengatasi hal tersebut dapat dilakukan edukasi menggunakan media audiovisual. Pemanfaatan media audiovisual mampu menyampaikan informasi yang mudah dipahami karena melibatkan unsur suara dan gambar, sehingga membentuk sikap positif deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang skrining kanker serviks di Puskesmas Manis Mata Kabupaten Ketapang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur (WUS) dengan hasil perhitungan sampel 57 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang skrining kanker serviks.Hasil: Hasil analisis uji Wilcoxon terdapat peningkatan skor median pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 59,1 menjadi 79,4 dan peningkatan skor sikap 64,5 menjadi 87,5 dengan nilai p0,05.Kesimpulan: Edukasi melalui media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks. Media audiovisual ini dapat dijadikan alternatif edukasi di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: audiovisual, skrining IVA, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Background: Cervical cancer is one of the leading causes of death in developing countries. One method used for detection is the Visual Inspection with Acetic Acid (IVA) examination. IVA screening is a simple, easy-to-perform, and effective method, particularly in primary healthcare facilities. Low levels of knowledge about screening represent a significant barrier to the early detection and prevention of cancer. Efforts to address this issue can be carried out through educational interventions using audiovisual media. The use of audiovisual media can deliver information in a way that is easier to understand because it involves both sound and visual elements, thereby helping to foster positive attitudes toward the early detection of cervical cancer through IVA screening. This study aims to analyze the influence of audiovisual media on the knowledge and attitudes of women of reproductive age regarding cervical cancer screening at the Manis Mata Community Health Center in Ketapang Regency.Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of all women of reproductive age (WUS), with a sample size calculation resulting in 57 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The research instrument used questionnaires measuring knowledge and attitudes regarding cervical cancer screening.Results: The results of the Wilcoxon test analysis showed an increase in the median knowledge score before and after the intervention, from 59.1 to 79.4, and an increase in the attitude score from 64.5 to 87.5, with a p-value 0.05.Conclusion: Education through audiovisual media has an effect on improving the knowledge and attitudes of women of reproductive age regarding the early detection of cervical cancer. Audiovisual media can be used as an alternative educational tool in primary healthcare facilities. Keywords: audiovisual, IVA screening, knowladge, attitude
The Relationship Between Knowlendge and Attitudes of Mothers of Toddlers to Posyandu Visit at Posyandu Sentosa 1 Labuhan Dalam Suwarniati, Gusti Ayu; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.11637

Abstract

Background : In Indonesia, D/S coverage in 2020 is 61.3%, in Lampung province in 2021 it is 72.8% (Indonesian Ministry of Health, 2021). The coverage of toddlers who are weighed (D / S) in Bandar Lampung City is 66.55% while the coverage of toddlers who are weighed and up (N / D) in 2021 Lampung province is 91% with the city of Bandar Lampung as much as 93% (Lampung Provincial Health Office, 2021).Preliminary study data conducted at the posyandu in the port village recorded a D / S target of 88% in 2022.  Objective: to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers of toddlers to the Sentosa 1 Labuhan Dalam posyandu visit.  Methods: Observational analytic research design and cross sectional approach. The research was conducted at Posyandu Sentosa I, Labuhan Dalam village in February-July 2023. The population is all mothers of toddlers who are in Posyandu Sentosa 1 Labuhan Dalam during 2022 with a total of 80 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis with univariate analysis, namely with distribution tables and bivariate analysis using the Chi Square test.Results: the relationship between knowledge and maternal activeness with a p value of 0.006 (p 0.05) and the relationship between the attitude of mothers of toddlers with a p value of 0.008 (p 0.05). Conclusion: there is a relationship between knowledge and the activeness of mothers in visiting the posyandu and the relationship between the attitude of mothers of toddlers in visiting the posyandu.Suggestion: as a reference in further / similar research and can be an input or description to conduct an evaluation in improving posyandu activities.Keywords: Knowledge, Attitude, Posyandu Visits, Mother of Toddlers
The Effect Of Dragon Fruit Juice Consumption On The Increase Of Hemoglobin (Hb) Levels In Pregnant Women Susella, Yessa; Kurniasari, Devi; Lathifah, Neneng Siti; Riyanti, Riyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.11506

Abstract

Latar belakang : Ibu hamil pada survey data tahun 2022 didapatkan data sebanyak 126 orang, dan yang mengalami anemia kehamilan sebanyak 34 orang (26,98%), sedangkan ibu hamil yang tidak mengalami anemia pada tahun 2022 sebanyak 66 orang (73,02%). Dari data yang diperoleh oleh penulis ditemukan adanya kenaikan persentasi anemia pada kehamilan dan angka tersebut masih termasuk kategori tinggi, dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan perdarahan saat persalinan. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus buah naga dengan kenaikan Hb ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan merancang two group pretest-posttest design, dilaksanakan bulan Juni di Puskesmas Batu Ketulis Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan yang dibagi dalam 2 kelompok, 15 orang akan dilakukan pemberian jus buah naga atau sebagai kelompok eksperimen dan 15 orang lainnya akan diberikan tablet Fe saja pada kelompok kontrol. Pemberian jus buah naga selama 14 hari dengan aturan minum setiap pagi sebanyak 250 gram di tambah dengan tablet Fe. Pengukuran Hb dilakukan pada hari pertama yaitu pretes. Setelah 14 hari dilakukan kembali pengukuran Hb pada hari ke 15 yaitu postest menggunakan alat ukur Easy Touch GCHb. Instrumen penelitian Alat Easy Touch GCHb, lembar observasi, dan buah naga merah seberat 250 gram atau 1 gelas sehari dan tablet fe pada pagi hari. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dengan cara analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t-tes independent. Hasil : Didapatkan nilai rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum intervensi sebesar 10,18 dengan standar deviasi 0,490. Sedangkan nilai rata-rata Hb sesudah intervensi sebesar 11,10 gr/dl dengan standar deviasi 0,189. Hasil uji statistic didapatkan nilai P-value = 0,001, yang berarti terdapat pengaruh konsumsi jus buah naga dengan kenaikan Hb ibu hamil Trimester III. Kesimpulan : Jus buah naga terbukti menaikkan Hb pada ibu hamil. Saran: Dapat diberikan jus buah naga ditambah tablet Fe selama masa kehamilan. Kata Kunci : Hemoglobin, Ibu hamil, Jus buah naga, Kehamilan. ABSTRACT Background: In a survey conducted in 2022, data on 126 pregnant women were obtained, with 34 of them (26.98%) experiencing pregnancy anemia, while 66 pregnant women (73.02%) did not have anemia. The data collected by the author showed an increase in the percentage of anemia during pregnancy, and this figure still falls under the high category, which, if left untreated, can lead to bleeding during childbirth. Objective: To determine the effect of dragon fruit juice consumption on the increase in Hemoglobin (Hb) levels in third-trimester pregnant women in the working area of Public Health Center Batu Ketulis, West Lampung Regency, in 2023. Method: This research is quantitative in nature, using a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design, conducted in June at Public Health Center Batu Ketulis, West Lampung. The study included a sample of 30 pregnant women with mild anemia, divided into 2 groups: 15 women received dragon fruit juice as the experimental group, and the other 15 were given only Fe tablets as the control group. Dragon fruit juice was given for 14 days with a dosage of 250 grams each morning, along with Fe tablets. Hb measurement was conducted on the first day as the pretest. After 14 days, Hb was measured again on the 15th day as the posttest using the Easy Touch GCHb measuring tool. The research instruments used were the Easy Touch GCHb device, observation sheets, and 250 grams of red dragon fruit or one glass per day and Fe tablets in the morning. Purposive sampling technique was used for sampling. Data analysis involved univariate and bivariate analyses using independent t-test. Results: The average Hb level of pregnant women before intervention was 10.18, with a standard deviation of 0.490. Meanwhile, the average Hb level after intervention was 11.10 g/dl with a standard deviation of 0.189. The statistical test resulted in a P-value of 0.001, indicating a significant effect of dragon fruit juice consumption on the increase in Hb levels in third-trimester pregnant women. Conclusion: Dragon fruit juice has been proven to increase Hb levels in pregnant women. Recommendation: Dragon fruit juice, along with Fe tablets, can be provided during pregnancy. Keywords: Hemoglobin, Pregnant women, Dragon fruit juice, Pregnancy.
The Effect Of Prenatal Yoga On Maternal Back Pain In The Third Trimester Of Pregnancy At Banjar Baru Primary Health Care Tulang Bawang Marwi, Rizka Seffitri; Yantina, Yuli; Astriana, Astriana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.14416

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung adalah nyeri yang terjadi pada area lumbosakral. Nyeri punggung adalah gangguan yang umum terjadi dan ibu hamil mungkin pernah memiliki riwayat sakit punggung di masa lalu. Sebagai kemungkinan lain, nyeri punggung dapat dirasakan pertama kalinya dalam kehamilan. Upaya dalam mengatasi nyri punggung bisa dengan salah satunya melakukan senam prenatal yoga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesma Banjar Baru Tulang Bawang tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental dengan pendekatan One group pretest-posttes design. Populasi dalam penelitian ini adalah 23 ibu hamil trimester III di Puskesmas Banjar Baru dengan sampel berjumlah 23 ibu hamil di ambil secara total sampling. Variabel independent adalah prenatal yoga dan variabel dependent adalah nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Instrument dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dengan Visual Analogue Scale (VAS). Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dengan Analisa data t-Tes.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam prenatal yoga hampir seluruh ibu hamil mengalami nyeri punggung dengan tingkat nyeri sedang sebanyak 21 respnden (91,3%), sedangkan setelah dilakukan senam prenatal yoga menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami nyeri punggung ringan sebanyak 20 responden (87%). Berdasarkan uji t-Tes didapatkan hasil p-value 0,000 α 0,05. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa HI diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada pengaruh prenatal yoga terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Puskesmas Banjar Baru Tulang Bawang tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat melakukan prenatal yoga dirumah sendiri atau dapat mengikuti pelaksanaan prenatal yoga pada kelas ibu hamil.Kesimpulan: Prenatal yoga dapat menurunkan nyeri punggung ibu hamil trimester III.Saran: Dapat dilakukan prenatal yoga pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Kata Kunci : Prenatal Yoga, Nyeri Punggung, Ibu Hamil Trimester III ABSTRACT Back pain is a discomfort that occurs in the lumbosacral area. It is a common issue, and pregnant women might have a history of back pain in the past. Alternatively, back pain might be experienced for the first time during pregnancy. One way to address back pain is by practicing prenatal yoga. This research aimed to determine the effect of prenatal yoga on back pain in pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, Tulang Bawang, in 2023.This study employed an experimental design with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The population consisted of 23 pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, with a sample size of 23 pregnant women selected through total sampling. The independent variable was prenatal yoga, while the dependent variable was back pain in pregnant women in the third trimester. The research instrument used observation sheets with the Visual Analog Scale (VAS). Data processing involved editing, coding, scoring, tabulating, and data analysis using a t-test.The results showed that before participating in prenatal yoga, almost all pregnant women experienced back pain, with 21 respondents (91.3%) reporting moderate pain. After practicing prenatal yoga, the majority experienced mild back pain, with 20 respondents (87%) reporting such pain. The t-test results indicated a p-value of 0.000, which is less than α 0.05. Therefore, it can be concluded that the null hypothesis (H0) is rejected. The conclusion of this study is that there was a significant effect of prenatal yoga on back pain in pregnant women in the third trimester at Banjar Baru Primary Health Care, Tulang Bawang, in 2023. Pregnant women are encouraged to practice prenatal yoga at home or attend prenatal yoga classes. Keywords: Prenatal Yoga, Back Pain, Third Trimester Pregnant Women
The Effect Of The Mahira Method (Maryam, Aromatherapy, Hypnotherapy, Immersion/Hydrotherapy, Relaxation, And Acupressure) On Pain In The First Stage Of Normal Labor: Quasi-Experimental Study At The Arsy Medika Clinic, Cirebon Nurjanah, Nunung; Ratnasari, Eka; Nurhasanah, Nurhasanah; Wahyu, Pesona Riyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.24068

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan merupakan salah satu tantangan utama dalam proses persalinan normal yang dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional dan psikologis Ibu. Pengelolaan nyeri yang tidak efektif dapat memperpanjang durasi persalinan, meningkatkan resiko intervensi medis, serta menurunkan kualitas pengalaman melahirkan. Sementara itu, intervensi farmakologis tidak selalu tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan memiliki potensi efek samping terhadap Ibu dan Janin. Sebagai alternatif, pendekatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan sesuai dengan nilai budaya serta spiritual masyarakat Indonesia menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Metode MAHIRA merupakan inovasi pelayanan kebidanan di Klinik Arsy Medika Cirebon yang mengintegrasikan enam teknik nonfarmakologis: Maryam (terapi Qur’ani dengan pembacaan murottal surat Maryam dan dzikir), Aromaterapi, Hipnoterapi, Imersi air hangat, Relaksasi dan Akupresur. Masing-masing komponen telah terbukti bermanfaat secara ilmiah dalam manajemen nyeri, namun belum pernah dikaji secara terpadu dalam satu paket intervensi.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh metode MAHIRA terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-post test tanpa kelompok kontrol dengan menggunakan Uji Wilcoxon, dengan pengukuran skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale) dan VRS (Verbal Rating Scale) sebelum dan sesudah intervensi. Subjek penelitian adalah 28 Ibu bersalin  kala I normal yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani Metode MAHIRA secara menyeluruh.Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pre-test), sebagian responden mengalami nyeri berat yakni sebanyak 20 orang (71,4%), dan 8 orang (28,6%) mengalami nyeri sedang, tidak ada responden yang berada pada kategori tidak nyeri maupun nyeri ringan.  Setelah diberikan intervensi Metode MAHIRA (post-test), terjadi perubahan tingkat nyeri yang cukup signifikan dengan responden yang memiliki keluhan nyeri berat menurun menjadi 6 orang (21,4%), sedangkan jumlah responden dengan nyeri sedang sebanyak 11 orang (39,3%), dan nyeri ringan meningkat menjadi 11 orang (39,3%), tidak ada responden yang melaporkan tidak nyeri sama sekali.  Hasil uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,001, ini berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan/bermakna secara statistik antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi Metode MAHIRA.Kesimpulan: Intervensi Metode MAHIRA terbukti efektif dalam menurunkan nyeri kala I persalinan normal secara signifikan.Saran: Metode MAHIRA dapat direkomendasikan sebagai strategi nonfarmakologis yang efektif dan aman untuk membantu Ibu dalam mengurangi nyeri persalinan kala I. Kata Kunci : Metode MAHIRA, Nyeri persalinan, Kala I persalinan normal, Terapi nonfarmakologis, Terapi islami 
Development And Evaluation Of A Contextual Digital Health Literacy Model For Obesity Risk Mitigation Among Women Of Reproductive Age Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.25319

Abstract

Latar Belakang: Wanita usia subur merupakan kelompok yang rentan terhadap obesitas yang berdampak pada kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. Literasi kesehatan digital yang kontekstual dipandang sebagai pendekatan inovatif dalam upaya mitigasi risiko obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model literasi kesehatan digital kontekstual dalam mitigasi risiko obesitas pada wanita usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Intervensi berupa penerapan model literasi kesehatan digital kontekstual diberikan kepada wanita usia subur, kemudian dianalisis perubahan pengetahuan, perilaku pencegahan obesitas, serta indikator risiko obesitas menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan obesitas yang signifikan setelah intervensi (p0,05). Selain itu, terdapat penurunan indeks massa tubuh dan lingkar perut responden. Analisis multivariat menunjukkan bahwa perubahan perilaku merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penurunan risiko obesitas. Kesimpulan dan Saran: Model literasi kesehatan digital kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk perilaku hidup sehat, dan menurunkan risiko obesitas pada wanita usia subur. Oleh karena itu, disarankan agar model ini dapat diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan dan program promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, serta dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian berskala lebih luas sebagai dasar penguatan kebijakan dan pengajuan hibah penelitian. Kata kunci: Literasi Kesehatan Digital, Model Kontekstual, Obesitas, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Women of reproductive age represent a population group that is vulnerable to obesity, which adversely affects both general and reproductive health. Contextual digital health literacy is considered an innovative approach for mitigating obesity risk. Objective: This study aimed to develop and evaluate a contextual digital health literacy model for obesity risk mitigation among women of reproductive age. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. The intervention consisted of implementing a contextual digital health literacy model among women of reproductive age. Changes in knowledge, obesity-preventive behaviors, and obesity risk indicators were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Results: The findings showed a significant increase in knowledge and meaningful changes in obesity-preventive behaviors following the intervention (p 0.05). Additionally, reductions in body mass index (BMI) and waist circumference were observed among respondents. Multivariate analysis indicated that behavioral change was the most dominant factor influencing the reduction of obesity risk. Conclusion and Recommendation: The contextual digital health literacy model proved effective in enhancing knowledge, shaping healthy lifestyle behaviors, and reducing obesity risk among women of reproductive age. Therefore, it is recommended that this model be integrated into midwifery services and health promotion programs at primary healthcare facilities and further developed through large-scale studies to support policy strengthening and research grant applications. Keywords: Digital Health Literacy, Contextual Model, Obesity, Women of Reproductive Age
The Effect Of Moringa Leaf Tea And Yogurt Administration On Postpartum Maternal Constipation Aliyanto, Warjidin; Putriana, Yeyen
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.25320

Abstract

Masa post partum merupakan masa yang cukup kritis bagi seorang ibu karena risiko kejadian kontipasi . Kejadian konstipasi cukup banyak yaitu antara 8- 25 %. Apabila konstipasi tidak diatas dengan baik dapat mengakibatkan nyeri perut, ketidaknyamanan, risiko perdarahan akibat wasir, bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti infeksi saluran pencernaan atau saluran kemih serta terlambatnya ASI sehingga dapat menurunkan kualitas hidup ibu dan mengganggu proses pemulihan pasca persalinan.Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh konsumsi teh daun kelor dan yogurt terhadap kejadian konstipasi pada ibu post partum.Rancangan penelitian ini adalah eksperiment dengan two grup design. Untuk grup 1 responden diberi teh daun kelor sebanyak 4 gram dibagi dalam 2 kali yaitu pagi dan sore hari selama 5 hari, sedangkan untuk grup 2 diberi yogurt selama 5 hari sebanyak 142 ml dengan pemberian 2 kali sehari.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang ada di PMB Marlina Turnip Bandar Lampung pada saat penelitian berlangsung, penentuan jumlah sampel menggunakan teknik quota sampling yang berjumlah 60 ibu post partum (setiap grup 30 responden), penentuan jumlah sampel minimal ini sesuai dengan pendapat (J N, 1993).Hasil penelitian  menemukan rata-rata waktu terjadi defikasi pada kelompok teh daun kelor  adalah 42,97 jam sedangkan  pada kelompok yogurth adalah 40, 47 jam, berarti rata-rata waktu defikasi pada kelompok yogurt lebih cepat dari kelompok teh daun kelor, namun hasil uji t independen diperoleh p value 0,05, berarti tidak ada perbedaan yang signifikan lama defikasi antara konsumsi teh daun kelor dan yogurth .Kesimpulan tidak terjadi konstipasi ibu post partum  yang diberikan teh daun kelor dan yogurth. Rata-rata waktu defikasi pada kelompok yogurt lebih cepat dari kelompok teh daun kelor, tetapt tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua kelompok. Saran untuk ibu post partum dapat diberikan teh daun kelor atau  yogurth sebagai upaya untuk mencegah terjadi konstipasi. . Kata kunci ; ibu post partum, kelor, konstipasi, yogurth ABSTRACT The postpartum period is a critical phase for a mother due to the risk constipation. The incidence of constipation is relatively high, ranging from 8–25% . If constipation is not properly managed, it can lead to abdominal pain, discomfort, and an increased risk of bleeding due to hemorrhoids. Furthermore, it may cause other health problems such as gastrointestinal or urinary tract infections and delayed initiation of breastfeeding, which can reduce the mother’s quality of life and interfere with the postpartum recovery process.The purpose of this study was to determine the effect of consuming moringa leaf tea and yogurt on the incidence of constipation in postpartum mothers.The research design of this study was an experimental study with a two-group design. In Group 1, respondents were given moringa leaf tea at a dose of 4 grams, divided into two administrations (morning and afternoon) for five days. Meanwhile, Group 2 was given yogurt for five days at a dose of 142 ml, administered twice daily.The population in this study consisted of all postpartum mothers at PMB Marlina Turnip, Bandar Lampung, during the research period. The sample size was determined using a quota sampling technique, resulting in a total of 60 postpartum mothers (30 respondents in each group). The minimum sample size determination was in accordance with the opinion of (J N, 1993).The results showed that the average time to defecation in the moringa leaf tea group was 42.97 hours, while in the yogurt group it was 40.47 hours. This indicates that the average defecation time in the yogurt group was faster than in the moringa leaf tea group. However, the results of the independent t-test showed a p-value 0.05, indicating that there was no statistically significant difference in defecation time between the consumption of moringa leaf tea and yogurt.In conclusion, postpartum mothers who were given moringa leaf tea or yogurt did not experience constipation. Although the average defecation time in the yogurt group was faster than in the moringa leaf tea group, there was no significant difference between the two groups. It is recommended that postpartum mothers be given moringa leaf tea or yogurt as an effort to prevent constipation. Keywords: postpartum mothers, moringa, constipation, yogurt

Page 100 of 100 | Total Record : 999


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026 Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue