cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 1,011 Documents
The Effect Of Honey Consumption To Increase Weight In Pregnant Women With Chronic Energy Deficit (CED) In The Working Area Of Rajabasa Lama Public Health Center, Lampung East Herawati, Herawati; Astriana, Astriana; Nurliyani, Nurliyani; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.11923

Abstract

Malnutrisi pada ibu dan bayi berkontribusi terhadap setidaknya 3,5 juta kematian setiap tahun dan menyumbang 11% dari penyakit global di dunia. Berdasarkan sumber data dari laporan rutin Kabupaten Lampung Timur tahun 2021, menunjukkan bahwa jumlah kehamilan adalah 587.230 ibu dan dari keseluruhan angka kehamilan, terdapat sekitar 45% ibu hamil yang mengalami SEZ (Selective Emotional Deficiency/Gangguan Energi Kronis) pada ibu hamil yang diukur dengan lingkar lengan atas (LILA), diketahui bahwa sekitar 5647 ibu hamil memiliki LILA 23,5 cm (mengalami risiko SEZ) pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi madu terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan gangguan energi kronis (SEZ) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur pada tahun 2023.Metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, dari tanggal 5 Juni hingga 5 Juli 2023. Desain eksperimen yang digunakan adalah Kuasi-Kuasi dengan pendekatan desain pretes-postes satu kelompok. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil di SEZ sebanyak 16 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan teknik uji statistik, uji t, dan uji dependen.Nilai rata-rata kenaikan berat badan sebelum pemberian madu kepada ibu hamil adalah 43,969 SD 6,1494. Nilai rata-rata kenaikan berat badan setelah pemberian madu kepada ibu hamil adalah 45,719 SD 5,8878. Hasil perbedaan rata-rata menunjukkan peningkatan rata-rata berat badan pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian madu sebesar 1,75 dari seluruh responden, yaitu 16 responden. Hasil nilai P sebesar 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho diterima, yang berarti terdapat pengaruh konsumsi madu terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan defisiensi energi kronis (SEZ) di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Lama, Lampung Timur tahun 2023. Dengan penelitian ini, diharapkan responden dapat menerapkan terapi berupa konsumsi madu untuk meningkatkan berat badan pada ibu hamil jika kelak mengalami SEZ. Kata kunci: Defisiensi Energi Kronis, berat badan, kehamilan ABSTRACT Malnutrition in mothers and infants contributes to at least 3.5 million deaths annually and accounts for 11% of the world's global diseases. Based on data sources from the routine report of East Lampung Regency in 2021, it shows that the number of pregnancies is 587,230 mothers and of the overall pregnancy rate, there are around 45% of pregnant women experiencing SEZ in pregnant women's pregnancies measured by their upper arm circumference (LILA), it is known that around 5647 pregnant women have Lila 23.5 cm (experiencing SEZ risk) in 2022The purpose of this study is the effect of honey consumption to increase weight in pregnant women with chronic energy deficiency (SEZ) in Working Area of Rajabasa Lama Health Center, East Lampung in 2023.  Quantitative research methods. This research was conducted in the Working Area of the Rajabasa Lama Health Center, East Lampung. The time is carried out for 1 month from June 5 to July 5, 2023. Experimental Quasy Design with one group pretes-postes design approach. The sample of this study was pregnant women with SEZ as many as 16 respondents. Data analysis using univariate and bivariate analysis with statistical test techniques, t test dependent tests.The average value of weight gain before honey was given to pregnant women was 43.969 SD 6.1494. The average value of weight gain after honey given to pregnant women was 45.719 SD 5.8878. The results of the mean difference value where there was an increase in the average results of body weight in pregnant women before and after as much as 1.75 from all respondents, namely 16 respondents. The result of the P value of 0.000 which means Ha is accepted and Ho is tolah, which means that there is an effect of honey consumption to increase weight in pregnant women with chronic energy deficiency (SEZ) in the Working Area of the Rajabasa Lama Health Center, East Lampung in 2023. With this study, it is hoped that respondents will be able to apply therapy in the form of honey consumption to increase weight in women of childbearing age if they later find SEZ. Keywords: CED, weight, pregnancy
The Effectiveness Of Massage Olive Oil On Reducing Nocturnal Enuresis In Preschool Children Lestariningsih, Sri; Wijayanti, Yoga Tri; Lestari, Gangsar Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.25587

Abstract

Latar Belakang: Nocturnal enuresis merupakan kondisi medis umum pada anak prasekolah yang menyebabkan dampak psikologis dan sosial signifikan. Anak berusia empat tahun seharusnya sudah mampu menggunakan toilet secara mandiri dan tidak mengompol lebih dari sekali seminggu, sehingga diperlukan terapi non-farmakologi yang aman dan alami seperti pijat minyak zaitun. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas pijat minyak zaitun terhadap penurunan frekuensi nocturnal enuresis pada anak prasekolah di PAUD Kota Metro.Metode:  Terdapat tiga puluh anak prasekolah yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini, yang dilakukan menggunakan one-group pretest-posttest design. Pijat minyak zaitun dilakukan empat belas hari, selama lima belas menit sebelum tidur. Setelah observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (non-parametrik).Hasil: Dengan nilai p=0,000 (0,05), dan mean skor efektivitas intervensi sebesar 1,700, analisis statistik menunjukkan penurunan signifikan dalam frekuensi enuresis di malam hari.Kesimpulan: Pijat minyak zaitun efektif menurunkan nocturnal enuresis pada anak prasekolah.Saran: Terapi pijat minyak zaitun terbukti efektif dan aman. Ini mendukung penerapannya oleh bidan dalam edukasi kesehatan dan penyuluhan di masyarakat sebagai edukasi bagi orang tua, dan terapi ini dapat diintegrasikan dalam asuhan kebidanan pada anak dan dikembangkan sebagai strategi non-farmakologi untuk mengatasi enuresis nokturnal pada anak prasekolah. Kata Kunci: Pijat, Minyak zaitun, Nocturnal enuresis, Anak prasekolah, Terapi non-farmakologis ABSTRACT Background: Nocturnal enuresis (NE) is a common medical condition in preschool children that causes significant psychological and social impacts. Four-year-old children should be able to use the toilet independently and not wet the bed more than once a week, so safe and natural non-pharmacological therapies such as olive oil massage are needed.Purpose: To evaluate the effectiveness of olive oil massage in reducing the frequency of NE in preschool children at PAUD Kota Metro. Methods: Thirty preschool children were used as samples in this study, which was conducted using a one-group pretest-posttest design. Olive oil massage was performed for fourteen days, for fifteen minutes before bedtime. After observation, interviews and questionnaires were used to collect data. Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: With a p-value of 0.000 (0.05) and a mean intervention effectiveness score of 1.700, statistical analysis showed a significant decrease in the frequency of NE.Conclusion: Olive oil massage is effective in reducing NE in preschool children.Suggestions: Olive oil massage therapy has been proven to be effective and safe. This supports its application by midwives in health education and community outreach as education for parents, and this therapy can be integrated into midwifery care for children and developed as a non-pharmacological strategy to treat nocturnal enuresis in preschool children. Keywords: Massage, Olive oil, Nocturnal enuresis, Preschool children, Non-pharmacological therapy 
Determinants Of Coverage Of High-Risk Pregnancy Management Rosmadewi, Rosmadewi; Mugiati, Mugiati; Aliyanto, Warjidin; Rudiyanti, Novita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.25684

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya cakupan penanganan ibu hamil risiko tinggi di Kabupaten Pesawaran tahun 2023 (55,2%) dibandingkan kabupaten tetangga. Risiko tinggi kehamilan berdampak signifikan terhadap Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan tersebut pada tahun 2024. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan rancangan cross-sectional. Populasi terdiri dari 986 ibu hamil periode Januari–Juni 2024, dengan sampel 174 orang yang diambil melalui teknik simple random sampling. Data primer dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p-value 0,000) dan paritas (p-value 0,012) dengan cakupan penanganan risiko tinggi. Sebaliknya, pendidikan, pekerjaan, status sosial ekonomi, dan lokasi tempat tinggal tidak menunjukkan hubungan signifikan. Peneliti menyarankan tenaga kesehatan di Puskesmas wilayah Pesawaran untuk lebih proaktif dalam deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna mencapai target cakupan serta menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Kata Kunci : Determinan, Cakupan, Ibu Hamil, Risiko Tinggi. ABSTRACT The coverage of high-risk pregnancy management in Pesawaran Regency, Lampung Province, was the lowest in the region in 2023 (55.2%) compared to neighboring regencies. High-risk pregnancies significantly contribute to maternal and infant mortality rates. This study aims to identify the factors associated with the low coverage of high-risk pregnancy management in Pesawaran Regency in 2024.The study employed a descriptive correlational method with a cross-sectional design. The population consisted of 986 pregnant women registered between January and June 2024. A sample of 174 respondents was selected using a simple random sampling technique. Primary data were analyzed using univariate analysis (percentages) and bivariate analysis (Chi-Square). The results revealed a significant relationship between age (p-value 0.000) and parity (p-value 0.012) with high-risk pregnancy coverage. Conversely, education (p-value 0.131), occupation (p-value 0.184), socioeconomic status (p-value 0.266), and residential location (p-value 0.719) showed no significant correlation. Based on these findings, health workers at community health centers (Puskesmas) are encouraged to be proactive in early detection. Increasing detection and management coverage is essential to meeting health targets and ensuring that high-risk pregnancies are handled promptly and accurately. Keywords: Determinants, Coverage, Pregnant Women, High Risk.
The Role Of Nutritional Education During Antenatal Visits In Reducing The Risk Of Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women Khatijah, Syarifah; Masrifah, Andriya Syahriatul; Wimienati, Aldi Febrian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.25556

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Edukasi nutrisi dalam kunjungan antenatal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi nutrisi dalam menurunkan risiko KEK pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di fasilitas kesehatan, dengan jumlah sampel 41 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Mc nemmar menunjukkan nilai p-value 0,046 (p α=0,05), yang berarti signifikan. Kesimpulan: Edukasi nutrisi terbukti efektif dalam menurunkan risiko KEK pada ibu hamil. Saran: edukasi nutrisi perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan pada setiap kunjungan antenatal untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Kata Kunci: Antenatal, Edukasi nutrisi, Ibu hamil, Kekurangan energi kronik (KEK) ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a health problem that can impact both the mother and the fetus. Nutritional education during antenatal visits is one of the efforts to improve the fulfillment of pregnant women’s nutritional needs. Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of nutritional education in reducing the risk of CED in pregnant women. Methods: This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of pregnant women attending antenatal care at health facilities, with a sample size of 41 respondents selected using purposive sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The analysis using the McNemar test showed a p-value of 0.046 (p α = 0.05), indicating a significant result. Conclusion: Nutritional education has been proven effective in reducing the risk of CED in pregnant women. Suggestion: Nutritional education should be provided routinely and continuously at every antenatal visit to improve maternal and fetal health. Keywords: Antenatal, Nutritional Education, Pregnant Women, Chronic Energy Deficiency (CED)
The Effect Of Giving Tomato Juice On Increasing Hemoglobin Levels In Adolescent Women Maha Putri, Balqis Ria; Evrianasari, Nita; Utami, Vida Wira; Sari, Dewi Yulia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.11512

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi di negara berkembang termaksud Indonesia. Data Riskesdas 2018, menunjukkan Provinsi Lampung menduduki peringkat pertama di wilayah Sumatera dengan prevalensi anemia tertinggi sebesar 63% dan 24,3% diantaranya dialami oleh remaja putri (10-19 tahun). Akibat jangka panjang anemia pada remaja putri yaitu apabila remaja putri nantinya hamil, Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jus tomat dan tablet Fe terhadap kenaikan kadar Hb remaja putri di SMP N 3Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Porvinsi Lampung Tahun 2023.Penelitian  ini  menggunakan  desain penelitian  True-Exsperimental,  dengan rancangan Two  Group Pretest-Postest. Dilaksanakan dari Januari sampai Juni di SMP N 3 Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Responden 60  orang remaja putri, Sebagian remaja putri kelompok intervensi yang mendapatkan tomat dan tablet Fe sejumlah 30 orang dan Sebagian remaja putri kelompok kontrol yang mendapatkan tablet Fe sejumlah 30 orang.Berdasarkan penelitian dengan mengonsumsi jus tomat dan tablet Fe mampu  meningkatkan kadar hemoglobin sebesar 0,89 gr/dl. Sedangkan kenaikan kadar hemoglobin dengan mengonsumsi tablet Fe sebesar 0,77 gr/dl. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan mengonsumsi jus tomat dan tablet Fe mampu meningkatkan kadar hemoglobin lebih besar dibandingkan dengan hanya mengonsumsi tablet Fe. Kepada bidan dapat memberikan promosi kesehatan manfaat jus tomat dan tablet Fe melalui banner yang terpasang di sekolah, sehingga menarik minat remaja putri mengetahui manfaat jus tomat dan tablet Fe untuk mencegah anemia. Kata kunci : Anemia, Hemoglobin, Tablet Fe, Jus Tomat. ABSTRACT Anemia is one of the nutritional problems in develop countries, including Indonesia. The 2018 Riskesdas data shows that Lampung Province is first ranked in the Sumatra region with the highest prevalence of anemia of 63% and 24.3% of them are experienced by adolscent (10-19 years).. The long-term consequences of anemia in adolescent girls are that if adolescent girls later become pregnant, the purpose of this study is to determine the effect of giving tomato juice and Fe tablets on the increase in Hb levels of adolescent girls in SMP N 3Baradatu District, Way Kanan Regency, Lampung Province in 2023.The methode in this reseacrh is a True-Exsperimental design, with a Two Group Pretest-Postest design. Start from January to June at SMP N 3 Baradatu District, Way Kanan Regency. Respondents were 60 adolescent girls, some of the intervention group girls who get tomatoes and Fe tablets were 30 people and some of the control group girls who get Fe tablets were 30 people.The results of statistic by consuming tomato juice and fe tablets can increase hemoglobin levels by 0.89 g / dl. While the increase in hemoglobin levels by consuming FE tablets by 0.77 g / dl. This it can be concluded that by consuming tomato juice and Fe tablets can increase hemoglobin levels greater than only taking Fe tablets. As information for midwife to give health promotion about benefits of tomato juice and Fe tablets with banner which is there at school, so that increase the adolscent habbit to know about benefit tomato juice and Fe tablets to anemia does not occur. Keywords : Anemia, Hemoglobin, Fe Tablets, Tomato Juice. 
The Relationship Between Mothers’ Nutritional Status And Knowledge And The Incidence Of Diarrhea Among Toddlers At The Tejoagung Community Health Center, Metro City Hana Zain Nabila; Islamiyati Islamiyati; Prasetyowati Prasetyowati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.25727

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Status gizi dan pengetahuan ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tejoagung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data pengetahuan ibu dikumpulkan menggunakan kuesioner, status gizi diukur menggunakan timbangan dan stadiometer, sedangkan kejadian diare diperoleh melalui lembar checklist berdasarkan diagnosis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 41,7% balita mengalami diare, 33,3% balita memiliki status gizi kurang, dan 40,0% ibu memiliki pengetahuan kurang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian diare pada balita (p-value = 0,002) dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita (p-value = 0,008). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Edukasi kesehatan serta pemantauan status gizi secara berkala perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan diare pada balita. Kata kunci: diare, balita, status gizi, pengetahuan ibu ABSTRACT Diarrhea remains one of the leading causes of morbidity among children under five in Indonesia. Nutritional status and maternal knowledge are factors associated with the incidence of diarrhea in toddlers. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and maternal knowledge with diarrhea incidence among toddlers at Puskesmas Tejoagung. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 60 mothers with toddlers selected using accidental sampling technique. Maternal knowledge data were collected using a structured questionnaire, nutritional status was measured using weighing scales and a stadiometer, while diarrhea incidence data were obtained through a checklist based on medical diagnosis. Data were analyzed using the Chi-square test with a 95% confidence level. The results showed that 41.7% of toddlers experienced diarrhea, 33.3% had poor nutritional status, and 40.0% of mothers had low knowledge levels. Statistical analysis showed a significant relationship between nutritional status and diarrhea incidence (p-value = 0.002) and a significant relationship between maternal knowledge and diarrhea incidence (p-value = 0.008). In conclusion, nutritional status and maternal knowledge were significantly associated with diarrhea incidence among toddlers. Health education and regular nutritional monitoring should be improved as efforts to prevent diarrhea among toddlers. Keywords: diarrhea, toddler, nutritional status, maternal knowledge
Effectiveness Of The 'Ceting' M-Health Application In Enhancing Iron Supplementation Adherence And Hemoglobin Levels Among Pregnant Women Nureliza Nureliza; Affi Zakiyya; Elma Marsita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.25956

Abstract

Latar belakang: Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi pemicu utama tingginya prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia. Teknologi m-Health berupa aplikasi pengingat harian menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kedisiplinan pasien. Tujuan: Menganalisis efektivitas aplikasi "CETING" (daily reminder) terhadap kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia di Puskesmas Takong, Kalimantan Barat. Metode: Studi kuantitatif quasi-experiment dengan non-equivalent control group design pada 50 responden (purposive sampling) yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=25) dan kontrol (n=25). Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan Hb-meter digital, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann-Whitney. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan (6,32 ke 7,88; p0,001) dan kadar Hb (10,48 ke 11,12 g/dL; p0,001). Pada kelompok kontrol, kepatuhan meningkat sedikit (5,48 ke 6,36; p=0,042), namun perubahan kadar Hb tidak signifikan secara statistik (10,32 ke 10,56 g/dL; p=0,083). Analisis antar-kelompok mengonfirmasi efektivitas aplikasi CETING yang signifikan (p0,001). Simpulan: Aplikasi "CETING" efektif meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil anemia, sehingga layak digunakan sebagai instrumen pendamping layanan kesehatan maternal di fasilitas kesehatan primer. Kata kunci: Anemia; M-Health CETING; Kepatuhan; Tablet Tambah Darah ABSTRACT Background: Low compliance with iron and folic acid (IFA) supplementation remains the primary driver of maternal anemia in Indonesia. Mobile health (m-Health) reminder applications offer an innovative approach to improve patient adherence. Objective: To evaluate the effectiveness of the "CETING" daily reminder application in enhancing IFA compliance and hemoglobin (Hb) levels among anemic pregnant women at the Takong Community Health Center, West Kalimantan. Methods: This quantitative quasi-experimental study employed a non-equivalent control group design with 50 respondents selected via purposive sampling, divided into an intervention group (n=25) and a control group (n=25). Data were gathered using compliance questionnaires and digital hemoglobinometers, and analyzed utilizing Wilcoxon Signed-Rank and Mann-Whitney tests. Results: The intervention group demonstrated significant improvements in both adherence scores (6.32 to 7.88; p0.001) and Hb levels (10.48 to 11.12 g/dL; p0.001). Conversely, the control group exhibited a marginal increase in adherence (5.48 to 6.36; p=0.042) but no statistically significant change in Hb levels (10.32 to 10.56 g/dL; p=0.083). Inter-group analysis confirmed that the CETING application yielded significantly superior outcomes (p0.001). Conclusion: The "CETING" application successfully improves iron supplementation adherence and hemoglobin levels in anemic pregnant women, making it a viable digital companion tool for primary healthcare facilities. Keywords: Adherence; Anemia; CETING Application; Hemoglobin; Iron Supplementation. 
The Influence of Midwife and Family Support on the Utilization of the MCH Book for Pregnant Women at Kalianda Health Center, South Lampung Ika Fitria Elmeida; Nurlaila Nurlaila; Nurchairina Nurchairina; Eva Berliana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.25957

Abstract

r
The Rapid Progress Of The Active Phase Of The First Stage Of Labor In Primigravida Mothers With Birthball Therapy Syahroni Damanik; Yulida Effendy Nasution; Elya Rosa Br.Sembiring
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.25963

Abstract

A birthball is a labor ball that can be used by women during the first stage of labor to help facilitate labor progress. Birthball therapy can stimulate cervical dilatation and widen the pelvic outlet. Sitting upright on the ball allows gravity to assist the fetus or the presenting part in descending into the pelvis more quickly. The purpose of this study was to determine the effect of birthball therapy on the progress of the active phase of the first stage of labor in primigravida mothers. This study used a quasi-experimental method with a purposive sampling technique. The sample consisted of 10 laboring mothers who were divided into two groups: the intervention group, consisting of 5 mothers who received birthball therapy, and the control group, consisting of 5 mothers who performed light walking exercises. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis methods. The results showed that the average duration of labor progress in the intervention group was 6 hours and 14 minutes, while the control group had an average duration of 8 hours and 16 minutes. The average difference between the intervention and control groups was 2 hours and 2 minutes. Statistical analysis showed a p-value of 0.026 (p 0.05), indicating a significant effect of birthball therapy on labor progress. In conclusion, birthball therapy is effective in accelerating the progress of the active phase of the first stage of labor in primigravida mothers. The use of a birthball can help facilitate fetal descent, improve maternal comfort, and support a more optimal labor process. Therefore, birthball therapy can be considered as a non-pharmacological intervention in maternity care. Keywords: Birthball, First Stage of Labor, Labor Progress, Primigravida ABSTRAK : KEMAJUAN YANG CEPAT PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN PEMBERIAN TERAPI  BIRTHBALL  Birthball memiliki arti bola lahir yang dapat digunakan pada ibu inpartu kala I ke posisi yang biasa membantu kemajuan persalinan. Birthball dapat merangsang dilatasi dan memperlebar outlet panggul. Duduk lurus di atas bola maka gaya gravitasi bumi akan membantu janin atau bagian terendah janin untuk segera turun ke panggul. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi birthball terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Penelitian ini menggunakan Metode Quasy Eksperiment dengan teknik purposive sampling. Sample sebanyak 10 orang ibu bersalin, dimana sampel dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi melakukan terapi birthball sebanyak 5 orang dan pada kelompok kontrol dengan berjalan ringan sebanyak 5 orang. Analisa Data secara Univariat Dan Bivariat.  Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kemajuan persalinan  pada kelompok yang diberi perlakuan yaitudengan nilai mean  6 jam 14 menit. dengan nilai mean difference 2.02000 dan CI 0.31769. Sedangkan pada responden yang tidak diberikan perlakuan (kontrol) yaitu 8 jam 16 menit dengan nilai mean difference 2.02000 dan CI 3.90533. Rata-rata perbedaan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adala 2 jam 02 menit. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,026 (p 0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Terapi birthball efektif membantu mempercepat kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Penggunaan birthball dapat membantu memperlancar penurunan janin, meningkatkan kenyamanan ibu, serta mendukung proses persalinan menjadi lebih optimal. Oleh karena itu, terapi birthball dapat dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan persalinan. Kata Kunci: Birthball, Kala I, Kemajuan Persalinan, Primigravida
The Relationship Between Breastfeeding History And Age At Menopause With Breast Cancer Incidence In The Oncology Surgery Room Of Jenderal Ahmad Yani Hospital Metro City Annisa Dwi Rachmawati; Sadiman Sadiman; Elisa Murti Puspitaningrum
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i5.25828

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang menempati peringkat pertama sebagai jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di seluruh dunia. Kanker payudara menjadi urutan 2 teratas dengan presentasi kasus 11,6% atau 2.296.480 wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara, (WHO, 2022). Penyebab kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti namun, ada faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kanker payudara. Dampak kanker payudara meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan spiritual, termasuk risiko penyebaran ke organ lain serta menjadi penyebab kematian. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara riwayat menyusui dan usia menopause dengan kejadian kanker payudara pada wanita di Ruang Bedah Onkologi RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Penelitian ini merupakan penelitian case control. Populasi kasus adalah semua pasien wanita yang terdiagnosa kanker payudara yang ada di ruang bedah onkologi, populasi kontrol semua pasien wanita yang tidak terdiagnosis kanker payudara di ruang bedah onkologi, dengan sampel penelitian berjumlah 68 responden yang terdiri dari 34 sampel kasus dan 34 sampel kontrol. Analisis menggunakan uji chi-square dengan menentukan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan proporsi wanita dengan riwayat menyusui berisiko 35,5%, dan proporsi wanita dengan usia menopause berisiko 33,8%. Ada hubungan antara riwayat menyusui dengan kanker payudara nilai p-value = 0,005. Ada hubungan antara usia menopause dengan kanker payudara nilai p-value = 0,040. Kata Kunci: Kanker payudara; riwayat menyusui; usia menopause ABSTRACT Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer among women worldwide. It ranks as the second most prevalent cancer overall, accounting for 11.6% of all cases, with approximately 2,296,480 women diagnosed in 2022 (WHO, 2022). Although the exact cause of breast cancer remains unclear, several risk factors have been identified that increase the likelihood of its occurrence. The impact of breast cancer extends across physical, psychological, social, economic, and spiritual domains, including the risk of metastasis to other organs and its contribution to mortality. The general objective of this study was to examine the relationship between breastfeeding history and age at menopause with breast cancer incidence in the oncology surgery room of Jenderal Ahmad Yani Hospital Metro City. This study employed a case-control design. The case population consisted of all female patients diagnosed with breast cancer in the oncology surgical ward, while the control population included female patients without a breast cancer diagnosis in the same ward. A total of 68 respondents were included, comprising 34 cases and 34 controls. Data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level.The results showed that 35.5% of women had a high-risk breastfeeding history, and 33.8% had a high-risk age at menopause. A significant association was found between breastfeeding history and breast cancer incidence (p-value = 0.005). In addition, age at menopause was also significantly associated with breast cancer incidence (p-value = 0.040). The findings of this study indicate that there is a significant relationship between breastfeeding history and age at menopause with the incidence of breast cancer. It is recommended that hospitals provide education regarding breast cancer risk factors in order to enhance awareness and contribute to reducing the incidence of breast cancer. Keywords: Breast cancer; breastfeeding history; age at menopause

Page 101 of 102 | Total Record : 1011


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026 Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026 Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026 Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue