cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 1,034 Documents
The Relationship Between Knowledge And Husband'S Support On The Level Of Compliance Of Pregnant Women In Attending ANC K6 Sinar Wati; Dewi Yuliasari; Wayan Aryawati; Zarma Zarma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 09 (2026): Volume 12 No 9 September 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.27855

Abstract

 Latar belakang: ANC berperan sebagai langkah awal dalam mencegah faktor risiko selama kehamilan. Pelayanan antenatal yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi sejak dini.Tujuan: diketahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap tingkat kepatuhan ibu hamil melakukan ANC K6 Di Wilayah Kerja Puskesmas Liwa Lampung Barat Tahun 2026Metode: penelitian kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Liwa Lampung Barat dilakukan Mei 2026. Rancangan cross-sectional, dengan desain penelitian observasional. Populasi 131 ibu hamil TM III dan sampel 67 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Liwa Lampung Barat  dengan acidental sampel. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan  uji statistika Chi Square.Hasil: Distribusi mayoritas pengetahuan kurang baik 35 (52.2%), dukungan suami mayoritas tidak mendukung 34 (50.7%), tingkat kepatuhan ANC K6 mayoritas tidak teratur 40 (59.7%). Hasil p-value 0,005 α (0,05)  dan nilai OR 4.933 (1.712-14.214) untuk pengetahuan. P-value 0,010 α (0,05) dan nialai OR 4.411 (1.542-12.616) untuk dukungan suami.Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan tingkat kepatuhan ibu melakukan ANC K6 di Wilayah Kerja Puskesmas Liwa Lampung Barat Tahun 2026.Saran: dengan dilakukan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan, dukungan suami dalam melakukan kunjungan ANC selama kehamilan. Kata kunci : kehamilan, dukungan suami, pengetahuan, kunjungan   ANC K6, ABSTRACT Background: ANC plays an initial role in preventing risk factors during pregnancy. Suboptimal antenatal care can increase the risk of pregnancy complications that are not detected early.Objective: to determine the relationship between knowledge and husband’s support and the level of compliance of pregnant women in undergoing ANC K6 in the Working Area of Liwa Health Center, West Lampung, in 2026Method: quantitative research. The research was conducted in the Working Area of Liwa Community Health Center, West Lampung, in May 2026. A cross-sectional design was used, with an observational research design. The population consisted of 131 third-trimester pregnant women and the sample consisted of 67 pregnant women in the Working Area of Liwa Community Health Center, West Lampung, using accidental sampling. Data analysis used univariate and bivariate analyses with the Chi Square statistical test.Results: The distribution showed that the majority had poor knowledge 35 (52.2%), the majority of husbands were unsupportive 34 (50.7%), and the majority had irregular ANC K6 adherence 40 (59.7%). The p-value was 0,005 α (0,05) and the OR was 4.933 (1.712-14.214) for knowledge. The p-value was 0,010 α (0,05) and the OR was 4.411 (1.542-12.616) for husband support.Conclusion: there is a relationship between knowledge and husband support and the level of maternal adherence to ANC K6 in the Working Area of Liwa Community Health Center, West Lampung, in 2026.  Recommendation: this research can improve knowledge and husband’s support in making ANC visits during pregnancy. Keywords : pregnancy, husband’s support, knowledge, ANC K6 visits,
Effectiveness Of Aloe Vera Compress In Reducing Fever After DPT Immunization Miftahul Hakiki; Setiana Andarwulan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 09 (2026): Volume 12 No 9 September 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.23524

Abstract

Latar Belakang : Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian sakit atau kematian yang terjadi dalam 1 bulan setelah imunisasi, seperti setelah imunisasi DPT. KIPI dapat berupa reaksi pasca imunisasi, seperti peningkatan suhu tubuh atau bengkak di area suntikan, yang menunjukkan respons tubuh terhadap imunisasi. Di wilayah kerja Puskesmas Licin didapatkan data dengan kasus demam/peningkatan suhu badan pada anak setelah mendapatkan Imunisasi terdapat 34 kasus. Dan sebagian besar orang tua menangani demam pada anaknya pasca kipi imunisasi dengan cara di kompres dengan air dingin/hangat dan pemberian obat kimia. Pemberian kompres lidah buaya merupakan salah satu alternatif penanganan demam pada anak karena mengandung Saponin dan Lignin.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Kompres Lidah Buaya Untuk Mengurangi Demam Pasca Imunisasi Dpt di wilayah kerja Puskesmas Licin Tahun 2024.Metode : Penelitian ini menggunakan adalah quasy eksperimen dengan rancangan One group pre-test-post test design. Sampel penelitian sebesar 34 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran suhu tubuh balita dan dibandingkan intervensi pemberian kompres lidah buaya yang dilakukan 3 x 30 menit dalam 1 waktu.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh balita sebelum intervensi terbanyak pada suhu 37,8 °C sebanyak 14 responden (41,2%), dan suhu tubuh balita setelah intervensi terbanyak 37,5 °C pada 12 responden (35,3%). Hasil statistik uji wilcoxon, didapatkan nilai sig. 0,000 α 0,05 artinya ada pengaruh pemberian kompres lidah buaya terhadap penurunan demam pasca imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Licin Tahun 2024.Kesimpulan : Pemberian kompres lidah buaya terbukti bisa menurunkan suhu tubuh pada balita demam pasca imunisasi. Pihak orang tua bisa memberikan kompres lidah buaya pada balitanya yang demam pasca imunisasi sebagai pengobatan pertama sehingga orang tua memahami apa yang akan dilakukan jika anaknya mengalami demam pasca imunisasi.Saran : Melakukan kerjasama antara bidan dan ibu  untuk dapat menerapkan kompres lidah buaya jika balita mengalami demam pasca Imunisasi DPT sehingga dapat mengurangi pemberian obat kimia terhadap balita. Kata kunci : Kompres lidah buaya, demam, Imunisasi. ABSTRACT  Background : Post-Immunization Adverse Events (AEFI) are illnesses or deaths that occur within one month of immunization, such as after DPT immunization. AEFI can be a post-immunization reaction, such as an increase in body temperature or swelling at the injection site, indicating the body's response to the immunization. Data from the Licin Community Health Center (Puskesmas) showed 34 cases of fever/increased body temperature in children after immunization. Most parents treated their children's fever after immunization with cold/warm compresses and chemical medications. Aloe vera compresses are an alternative treatment for fever in children because they contain saponins and lignin.Objective : The purpose of this study was to determine the effectiveness of aloe vera compresses in reducing post-DPT immunization fever in the Licin Community Health Center (Puskesmas) area in 2024.Method: This study used a quasi-experimental design with a one-group pre-test-post-test design. The sample size was 34 toddlers who met the inclusion and exclusion criteria. Before and after the intervention, the toddlers' body temperatures were measured, and a comparison was made between the intervention of aloe vera compresses administered three times for 30 minutes.Results : The study showed that the highest body temperature of toddlers before the intervention was 37.8°C in 14 respondents (41.2%), and the highest body temperature after the intervention was 37.5°C in 12 respondents (35.3%). The Wilcoxon test showed a significant value of 0.000 α 0.05, indicating that aloe vera compresses had an effect on reducing post-immunization fever in the Licin Community Health Center work area in 2024.Conclusion : Aloe vera compresses have been shown to reduce body temperature in toddlers with post-immunization fever. Parents can provide aloe vera compresses to their toddlers with post-immunization fever as a first-line treatment so that parents understand what to do if their child experiences a post-immunization fever.Suggestions: Collaboration between midwives and mothers is essential to apply aloe vera compresses to toddlers experiencing post-immunization fever, thereby reducing the need for chemical medications. Keywords : Aloe vera compress, fever, immunization. 
The Effect Of Warm Betel Leaf Compresses On Reducing Breast Pain Caused By Breast Engorgement Among Nesi Fattika; Marleni Marleni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 09 (2026): Volume 12 No 9 September 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.27943

Abstract

Latar Belakang : Bendungan ASI merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas akibat pengosongan payudara yang tidak optimal sehingga menyebabkan pembengkakan, rasa tidak nyaman, dan nyeri payudara. Nyeri akibat bendungan ASI dapat mengganggu proses menyusui dan berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang tepat dan aman, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis berupa kompres hangat daun sirih.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat daun sirih terhadap penurunan nyeri payudara akibat bendungan ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kelapa Kabupaten Bangka Barat Tahun 2026.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 31 responden. Untuk waktu pemberian terapi kompres hangat daun sirih yaitu sebelum ibu menyusui, terutama saat ibu merasa payudara penuh atau nyeri. Tingkat nyeri payudara diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Sehingga terdapat pengaruh kompres hangat daun sirih terhadap penurunan nyeri payudara akibat bendungan ASI pada ibu nifas.Hasil : Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p0,001 sehingga Kompres hangat daun sirih berpengaruh dalam menurunkan nyeri payudara akibat bendungan ASI.Kesimpulan : Kompres Hangat Daun Sirih  berpengaruh dalam menurunkan nyeri payudara akibat bendungan ASI.Saran : Disarankan agar bidan berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang kompres hangat daun sirih kepada ibu nifas. Kata Kunci : Bendungan ASI, Ibu Nifas, Kompres Hangat Daun Sirih, Nyeri Payudara ABSTRACT Background : Breast engorgement is a common issue experienced by postpartum mothers due to suboptimal breast emptying, resulting in swelling, discomfort, and breast pain. The pain associated with engorgement can interfere with breastfeeding and impact the success of exclusive breastfeeding. Therefore, appropriate and safe management is required; one such method is a non-pharmacological approach using warm betel leaf compressesObjective : This study aims to determine the effect of warm betel leaf compresses on the reduction of breast pain caused by breast engorgement in postpartum mothers within the working area ofthe Kelapa Community Health Center, West Bangka Regency, in 20266.Methods : This study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. A total sampling technique was used, involving 31 respondents. The warm betel leaf compress therapy was administered prior to breastfeeding, particularly when the mothers experienced breast fullness or pain. Breast pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. The findings indicate that warm betel leaf compresses have an effect on reducing breast pain caused by breast engorgement in postpartum mothers.Result : The test yielded a p-value of 0.000 (0.05), demonstrating that warm betel leaf compresses have a significant effect on reducing breast pain caused by breast engorgement.Conclusion : Warm betel leaf compresses are effective in reducing breast pain caused by breast engorgement. Suggestion : It is recommended that midwives play an active role in educating postpartum mothers about the use of warm betel leaf compresses. Keyword : Breast Engorgement, Postpartum Mothers, Warm Betel Leaf Compress, Breast Pain
The Psychological Impact Of Early Marriage On The Mental Health Of Young Mothers Debi Lestari; Sri Hastini Jaelani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 09 (2026): Volume 12 No 9 September 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i8.28062

Abstract

Latar Belakang : Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia di bawah batas minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.   Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman psikologis ibu muda yang menjalani pernikahan dini di Desa Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, pada tahun 2026.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan berjumlah lima orang ibu muda yang menikah pada usia dini dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) pengalaman psikologis ibu muda setelah menikah; (2) dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental; (3) faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis; (4) upaya ibu muda dalam mengatasi dampak psikologis; dan (5) harapan ibu muda dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Informan mengalami berbagai dampak psikologis, seperti stres, kecemasan, kelelahan emosional, serta kesulitan beradaptasi dengan peran baru sebagai istri dan ibu akibat tanggung jawab yang harus dijalani pada usia yang masih muda.Kesimpulan : Pernikahan dini mengalami berbagai dampak psikologis yang berkaitanterhadap kesehatan mental ibu muda.Saran : Disarankan untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan pendidikan, penguatan dukungan keluarga, serta edukasi Kata Kunci : Dampak Psikologis, Ibu Muda, Kesehatan Mental, Pernikahan Dini ABSTRACT Background : Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife aiming to form a happy and harmonious family. Early marriage refers to a marriage conducted under the legal minimum age set by the government. Objective : This study aims to explore the psychological experiences of young mothers undergoing early marriage in Tempilang Village, Bangka Barat Regency, in 2026.Methods : This study utilized a qualitative method with a phenomenological approach. Informants consisted of five young mothers who married at an early age and were selected using a purposive sampling technique, with the sample determined based on specific inclusion criteria. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis.Result : The results showed five main themes: (1) psychological experiences of young mothers after marriage; (2) the impact of early marriage on mental health; (3) factors influencing psychological conditions; (4) young mothers' efforts to cope with psychological impacts; and (5) young mothers' expectations in preventing early marriage. Informants experienced various psychological impacts, such as stress, anxiety, emotional exhaustion, and difficulties adapting to new roles as wives and mothers due to responsibilities at a young age..Conclusion : The results of this study indicate that early marriage has a significant psychological impact on young mothers' mental health.Suggestion : It is recommended to undertake preventive efforts through enhanced education, strengthened family support, and awareness-raising. Keyword : Psychological Impact, Mental Health, Young Mothers, Early Marriage

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 09 (2026): Volume 12 No 9 September 2026 Vol 12, No 07 (2026): Volume 12 Nomor 7 Juli 2026 Vol 12, No 8 (2026): Volume 12 Nomor 8 Agustus 2026 Vol 12, No 5 (2026): Volume 12 Nomor 5 Mei 2026 Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026 Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026 Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue