cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 1,435 Documents
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.376 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i1.628

Abstract

Rendahnya cakupan ASI eksklusif dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu, faktor sosial budaya, kurangnya informasi tentang ASI eksklusif dan konseling laktasi dari tenaga kesehatan serta kuatnya promosi susu formula (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). Kegagalan Ibu dalam memberikan ASI Eksklusif, akan berdampak pada angka kesakitan bayi yang semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan pemberian makan pada bayi yang terlalu dini. (Juanita, 2013). Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk meningkatkan produksi ASI untuk keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah pijat Oksitosin. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormonoksitosin yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu menyusui, sehingga ASI pun otomatis keluar (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). Tujuan penelitian ini membuktikan pijat oksitosin dalam meningkatkan kenyamanan dan produksi ASI.Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test design with control group. Sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, sebanyak 18 Responden, dibagi 2 kelompok. Kenyamanan diukur dengan GCQ (General Comfort Questionarre), Produksi ASI diukur dengan Weighing Test. Data diukur sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan, kemudian dianalisis dengan ANOVA dengan α ≤ 0,05.Hasil analisis untuk kenyamanan didapatkan nilai p=0,035 yang berarti ada perbedaan kenyamanan yang signifikan antara pijat Oksitosin dan Kelompok kontrol. Hasil pengukuran produksi ASI didapatkan nilai p=0,013 yang berarti ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara pijat oksitosin dan Kelompok kontrol.Pijat oksitosin dapat meningkatkan enyamanan dan produksi ASI pada ibu postpartum. Untuk itu perlu digunakan sebagai intervensi alternatif dalam melakukan perawatan pada ibu postpartum terutama terkait masalah laktasi, dan perawat perlu mengajarkan teknik pijat oksitosin ini kepada pasien dan keluarga, supaya keluarga lebih berperan serta dalam mendukung program ASI Eksklusif. Kata Kunci: Pijat Oksitosin, Kenyamanan, ASI.The low practice of exclusive breastfeeding is due to a lack of mother's knowledge, socio-cultural factors, lack of information on exclusive breastfeeding and lactation counseling from health personnel and strong promotion of infant formula in modern / private health care facilities (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). The absence of an increase in the number of successful breastfeeding mothers will have an impact on the responsibilities of health workers and local community units on increasing rates of infant morbidity. This is related to infant feeding too early, where it plays an important role in the incidence of disease in infants. It will also have an impact on raising the national budget on health financing (Juanita, 2013). Therefore action is required to increase milk production for the success of Exclusive Breastfeeding. One of the actions that can be done is an oxytocin massage. This massage serves to increase the hormone oxytocin that can improve mother’s comfort, so breastmilk is also automatically out (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). This study purpose was to prove the oxytocin massage in improving Comfort and Production of Breastmilk in Postpartum Mother.The Research design was quasi experimental with the design of pre-post test design with control group. The sampling technique is consecutive sampling, as many as 18 Responden, divided by 2 groups. Comfort is measured by GCQ (General Comfort Questionarre), Breastmilk Production is measured by Weighing Test. The data were measured before and after the action, then analyzed with ANOVA with α≤ 0.05. Result of analysis for convenience obtained p value= 0.035 which means there is difference Comfort significantly between oksitosin massage and control group. The results of breast milk production measurement obtained p value=0.013 which means there is a significant difference in milk production between oxytocin and control group massage. Oxytocin massage can improve comfort and production of breast milk in postpartum mother. It is therefore necessary to be used as an alternative intervention in the care of the Postpartum mother, especially on the issue of lactation, and the nurse needs to teach this oxytocin massage technique to the patient and family, so that the family is more involved in supporting the Exclusive Breastfeeding Program. Keywords: Oxytocin massage, Convenience, Breast milk production.DOI: 10.5281/zenodo.1405371  
KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN JAMKESMAS Roihatul Zahroh; Siti Rahayu
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.172 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v4i2.60

Abstract

ABSTRAKKualitas rumah sakit sangat tergantung dari prestasi perawatan atau penilaiankeperawatan. Prestasi keperawatan memberlakukan Jamkesmas kepuasan pasien,khususnya di Rumah Sakit Ruang Cempaka Ibnu Sina Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Desain, termasuk16 perawat sampel dengan teknik total sampling dan 44 Jamkesmas pasien sampel denganpurposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebasadalah prestasi keperawatan sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pasienJamkesmas. Data diolah dan dianalisa menggunakan korelasi Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prestasiperawat dan Jamkesmas kepuasan pasien. Berdasarkan uji Chi Square nilai korelasi p =0,000.Penilaian kepuasan adalah indikator bagi perawat untuk menilai kinerja pencapaianperawat. Hal ini baik dan harus ditingkatkan dan dievaluasi secara terus-menerus tanpakepentingan politik dalam karir.Kata kunci: Prestasi Keperawatan, Pasien Jamkesmas, KepuasanABSTRACTHospital quality is very depending of nursing care achievement or nursingassessment. Nursing achievement giving effect to Jamkesmas patients satisfaction,especially in Cempaka Ward Ibnu Sina Gresik Hospital.This research using by Cross Sectional Design Approach, including 16 nursesampel by total sampling technique and 44 Jamkesmas patients sample by purposivesampling. Data collected using questionnaire. Independent variable is nursingachievement while dependent variable is Jamkesmas patients satisfaction. Data processedand anayzed using Chi Square correlation.Result of research indicate that there is significant relation between nurseachievement and Jamkesmas patients satisfaction. Based on Chi Square correlation pvalue= 0.000.Assessment of satisfaction is the eyewear for nurses to assess the performance ofnurse achievement. It is good and should be improved and evaluated on an ongoing basiswithout any political interest in career.Keywords: Nursing achievement, Jamkesmas patients, Satisfaction
TERAPI BERMAIN: BONEKA TANGAN TERHADAP RESPONS ADAPTIF ANAK PRA SEKOLAH Siti Nur Qomariah; Yudi Agung P.
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.92

Abstract

ABSTRAKHospitalisasi anak prasekolah di rumah sakit merupakan pengalaman yangmemicu stres pada anak. Terapi bermain: boneka tangan difokuskan pada kebutuhan anakanakuntuk mengekspresikan diri mereka melalui penggunaan boneka mainan dalamkegiatan bermain untuk membantu anak-anak memahami penyakit mereka. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh terapi bermain boneka tangan terhadaprespons adaptif anak prasekolah pada saat terapi injeksi.Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Desain penelitian yang digunakanQuasy Experiment dengan Post-Test. Teknik sampling dengan purposive samplingdidapatkan sampel dari 20 anak prasekolah di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Padakelompok perlakuan sebanyak 10 anak dan pada kelompok kontrol sebanyak 10 anak.Variabel independen adalah terapi bermain boneka tangan dan variabel dependen adalahrespons adaptif anak. Respons adaptif anak diobservasi saat anak diberikan terapi injeksi.Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan sebagian besar anakmenunjukkan respons adaptif sebanyak 6 anak (60%) dan pada kelompok kontrol sebagianbesar anak menunjukkan respons maladaptif sebanyak 8 anak (80%). Hasil perhitungandengan menggunakan uji statistik Chi Square diperoleh nilai p= 0.068 dimana p > α, yangberarti tidak ada pengaruh yang signifikan terapi bermain: boneka tangan terhadap responsadaptif pada anak pra sekolah.Evaluasi diperlukan untuk alternatif terapi bermain yang lain melalui media yangberbeda. Penggunaan terapi bermain untuk anak-anak dapat mengurangi stres saat anakdirawat di rumah sakit.Kata kunci: Terapi bermain, Boneka tangan, Respons adaptif, Anak PrasekolahABSTRACTPreschool child care in hospital is a stressful experience. Hand Puppet PlayTherapy focused on the need for children to express themselves through the use of stuffedtoys in play activities to help children understand the disease. The purpose of this researchwas to explain the influence of play therapy hand puppets of adaptive responses pre-schoolchildren.This research was analytic. The study design was used Quasy Experiment withPost-Test Design. Sampling technique using purposive sampling with sample of 20children at Muhammadiyah Gresik hospital. The treatment group of 10 pre-school childrenand the control group of 10 pre-school children. Independent variable was play therapyhand puppets and independent variable was adaptive responses. Adaptive responses wereobserved when children get injection therapy.The results showed that most children in the treatment group show an adaptiveresponse by 6 children (60%) and most children in control group show maladaptiveresponse by 8 children (80%). Result of calculations used Chi Square tests statisticsobtained p = 0.068 where p> α, which means there was no significant influence on play:hand puppets for children of adaptive responses at injection therapy between controlgroup and the treatment group. Need an evaluation playing another alternative therapy through different media.The use of play therapy for children can reduce stress hospitalization in children.Keywords: Play Therapy, Hand Puppets, Adaptive Responses, Pre-School Children
EFEKTIFITAS AIR PERASAN DAUN CINCAU HIJAU DAN OBAT HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI (The Effectiveness of Green Grass Jelly Leaf Juice and Administration for Hypertension Regimen to Hypertension Level) Istiroha Istiroha; Riana Dhanayati; Suwanto Suwanto
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.538 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i1.115

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu faktor terbesar penyebab morbiditas dan mortalitas pada penyakit kardiovaskular. Ada 2 terapi pengobatan untuk menurunkan tekanan darah baik farmakologis (captopril 12,5mg) dan non-farmakologis (perasan air cincau hijau). Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan efektifitas air perasan daun cincau hijau (cylclea barbata miers) dan obat hipertensi terhadap tingkat hipertensi.            Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental. Sample diambil dengan menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 10 responden yang diberikan intervensi cincau hijau dan 10 responden diberikan obat hipertensi captopril 12,5 mg. Variabel independen yaitu pemberian air perasan daun cincau dan pemberian obat hipertensi. Variabel dependen yaitu tingkat hipertensi. Data penelitian diambil menggunakan observasi.            Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pemberian air perasan daun cincau hijau menunjukkan hasil (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 3,702. Sedangkan untuk pemberian obat hipertensi captopril 12,5 mg menunjukkan hasil (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 4,802 artinya bahwa pemberian obat hipertensi (captopril 12,5 mg) lebih efektif untuk menurunkan hipertensi.            Hipertensi dapat diobati dengan berbagai macam terapi baik yang melalui terapi farmakologis (obat hipertensi) maupun menggunakan terapi non-farmakologis (air perasan daun cincau hijau).Kata kunci: Air perasan daun cincau hijau, obat hipertensi (captopril 12,5 mg) dan tingkat hipertensi   ABSTRACTHypertension or high blood pressure disease is disorder of the blood vessel resulted in the supply of oxygen and nutrients carried by the blood are inhibited to tissue that need. There are two therapeutic treatments for lowered blood pressure in both pharmacological (captopril 12,5mg) and non-pharmacological (green grass jelly leaf juice water). The purposed of this study was to compare the effectiveness of the juice of green grass jelly leave (cylclea barbata Miers) and hypertension drugs on the level of hypertension in patients with hypertension.            The study designed used Quasy Experimental. Samples were taken by using purposive sampling as many as 10 respondents on the intervention used green grass jelly and 10 respondents used hypertension drugs. The independent variables were the provision of green grass jelly leaf juice and hypertension regimen while the dependent variable was the level of hypertension. The data were taken by using observation.            The resulted of statistical Wilcoxon Signed Rank Test showed administration of green grass jelly leaf juice get the result (α count) = 0,000 and correlation Z=3.702, while administration for captopril 12,5 mg get the result (α count)=0,000 and correlation Z= 4.802, it means that the administration for hypertension drug (captopril 12,5 mg) is more effective to reduce hypertension level.    Hypertension can be treated in various ways, either through pharmacological therapy (medication hypertension) or used non-pharmacological therapy (green grass jelly leaf juice).Keywords: Green grass jelly leave juice, administration for hypertension regimen (captopril 12,5mg), and hypertension level.
PENGGUNAAN JAHE MERAH MENURUNKAN TINGKAT NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA Suci Murni
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v3i2.18

Abstract

ABSTRAK Nyeri sebagai pengalaman sensorik dan emosional subjektif yang berhubungan dengan kerusakan jaringan yang tidak menyenangkan yang aktual atau potensial atau dirasakan dalam peristiwa di mana ada kerusakan (Prasetyo, 2010). Terapi nyeri dapat ditangani dengan terapi non-farmakologis. Salah satu tanaman yang sering digunakan untuk terapi non-farmakologis atau pengobatan tradosional oleh masyarakat Indonesia adalah jahe merah untuk nyeri sendi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jahe merah dalam menurunkan tingkat nyeri sendi lutut pada orang tua di desa Baka Jaya Dompu Wilayah Kerja Puskesmas Barat.Jenis penelitian ini adalah eksperimental satu kelompok desain post-test-pre-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah para lansia yang mengalami nyeri sendi lutut sebanyak 20 responden di Desa Baka Jaya. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan analisis statistik Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test hasil yang diperoleh pada p = 0,000 dibandingkan dengan nilai α = 0,05 ketika p≤α berarti menunjukkan bahwa jahe merah efektif dalam menurunkan tingkat nyeri sendi lutut pada orang tua di Desa abadi Jaya Dompu Wilayah Kerja Puskesmas Barat.Intensitas nyeri sendi lutut pada usia lanjut sebelum pemberian jahe merah dikategorikan pada nyeri sedang sebanyak enam puluh persen (60%). Tingkat nyeri sendi lutut pada usia lanjut sesudah pemberian jahe merah dikategorikan pada nyeri ringan sebanyak tujuh puluh lima persen (75%). Kata kunci: Jahe Merah, Nyeri Sendi Lutut, Lansia ABSTRACT Pain as a subjective sensory and emotional experience associated with unpleasant tissue damage that are actual or potential or perceived in the events in which there is damage (International Association for the Study of Pain, 1979 in Prasetyo, 2010). Pain therapy can be handled by non-pharmacological therapy. One of the plants that are often used for non-pharmacological therapy or treatment tradosional by Indonesian society is entitled to the benefits of red ginger, one of which is dealing with joint pain. The purpose of this study was to determine the effect of red ginger to decrease the level of the knee joint pain in the elderly in the village of Baka Jaya Dompu Work Area Health Center West. Type of this research is to design experiments one group pretest posttest design. Porpursive sampling technique using sampling, the sample in this study is the seniors who experience joint pain in the knee as much as the village of Baka Jaya 20 respondents. The data collected using the observation sheet. Statistical tests using statistical analysis Wilcoxon Signed Rank test Test with significance level computer programs in use α = 0.05. Based on the statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test results obtained at p = 0.000 compared with the value of α = 0.05 when p≤α means showed that the red ginger is effective in lowering the level of the knee joint pain in the elderly in the village of immortal Jaya Dompu Work Area Health Center West.The intensity of the knee joint pain in the elderly before giving red ginger are categorized in pain as much as sixty percent (60%). The level of the knee joint pain in the elderly after giving red ginger categorized in mild pain as much as seventy-five percent (75%).  Keywords: Red Ginger, Joint pain Knee Elderly
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN ZAT PENAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA MENSTRUASI ROSIDAH ROSIDAH
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.096 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v8i2.412

Abstract

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dimana terjadi perkembangan bentuk tubuh baik dari segi fisik maupun dari segi hormonal. Salah satu tanda-tanda dari perempuan pubertas yaitu terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dinding rahim yang terjadi secara rutin setiap bulan yang keluar melalui vagina. Perdarahan dalam jumlah banyak mengakibatkan menurunnya kadar hemoglobin pada wanita saat menstruasi yang menyebabkan anemia. Untuk meningkatkan kadar hemoglobin saat menstruasi salah satunya dengan pemberian suplemen zat penambah darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen zat penambah darah terhadap kadar hemoglobin pada wanita menstruasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian sebanyak 20 sampel wanita menstruasi di kampus Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik. Perlakuan yang diberikan kepada sampel yaitu sebelum dan sesudah pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi yang mengalami anemia untuk diperiksa kadar hemoglobin dengan menggunakan metode cyanmenthemoglobin. Penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T Test pada analisa kadar hemoglobin yaitu sebelum pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi di dapatkan hasil rata-rata 11.3045 gr/dl dan sesudah pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi di dapatkan hasil rata-rata 13.4245 gr/dl , sehingga disimpulkan bahwa Hi diterima dan H0 di tolak yang berarti terdapat perbedaan pengaruh pemberian suplemen zat penambah darah terhadap kadar hemoglobin pada wanita menstruasi.DOI : 10.5281/zenodo.1401024
SENAM KAKI DIABETES MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Diabetic Feet Gymnastic to Decrease Blood Sugar Levels Diabetes Mellitus type 2 Patients) Gusti Rizaniansyah Rusli; Septi Farianingsih
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.623 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i2.51

Abstract

ABSTRAK           Diabetes disebut the silent killer karena hampir sepertiga orang dengan diabetes tidak mengetahui mereka menderita diabetes mellitus, sampai penyakit tersebut berkembang menjadi serius yang berdampak pada organ atau sistem tubuh lainnya dan mengakibatkan komplikasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Balongpanggang bulan Desember 2014. Variabel independennya adalah senam kaki diabetes, dan variabel dependennya adalah penurunan kadar gula darah. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan observasi.          Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil hari-1 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 3,202, hari-2 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 3,352, hari-3 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 4,128 artinya ada pengaruh kuat senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Senam kaki diabetes sangat dibutuhkan dalam pengelolaan diabetes mellitus, latihan jasmani  secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah.          Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Kata kunci: Senam kaki diabetes, Kadar gula darah, Diabetes mellitus tipe 2ABSTRACT Diabetes is called the silent killer because nearly one-third of people with diabetes do not know they have diabetes mellitus, until it evolved into a serious disease that affects the organ or other body systems and lead to complications. In PHC Balongpanggang there was 50 patient on August, on September, there had 50 patient and then patient happened increase became 51 patient of DM. The purpose of this research was to determine the infuence of diabetic feet gymnastic to decrease blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type 2. The research designed used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples taked as many as 20 respondents. Independent variable is feet gymnastic of diabetic , and the dependent variable is a decreased in blood sugar levels. The data of this research were taked by used observation. From the statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test showed day-1 (α count) = 0.000 and Z = 3.202 correlation, day-2 (α count) = 0.000 and correlation Z = 3.352, day-3 (α count) = 0.000 and correlation Z = 4.128 means that there is a strong influence of diabetic feet gymnastic to decrease blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type 2. Foot gymnastic of diabetic are needed in the management of diabetes mellitus, regular physical exercise can lower blood sugar levels. Physical exercise in addition to maintained fitness can also lose weight and improve insulin sensitivity, so that it will improve blood glucose control. Keywords: Diabetic feet gymnastic, Blood sugar levels, Diabetes mellitus type 2.
Gambaran faktor-faktor penyebab pernikahan dini pada wanita di desa Gedhangkulud, Cerme, kabupaten Gresik tahun 2016 Lestari Sudaryanti
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.039 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i2.718

Abstract

AbstrakSurvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan rata-rata kelahiran pada remaja ASFR (Age Specific Fertility Rate) usia 15 – 19 tahun. Data pencatatan pernikahan di Desa Gedang Kulut pada tahun 2015, menunjukkan 83.3% dari seluruh pernikahan melibatkan perempuan berusia kurang dari 20 tahun dan 47.8% pada usia kurang dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan melakukan survei mengenai faktor yang berhubungan dengan alasan dari responden melakukan pernikahan pada usia dini, yang meliputi tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan dan nilai virginitas.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 221 wanita yang pernah menikah dibawah umur 20 tahun, diambil pada masing- masing dusun secara accidental sampling. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabelHasil survei terhadap responden mengungkapkan terdapat 69,2% menikah pertama kali pada usia kurang dari 20 tahun (pernikahan dini). 80,1%  mempunyai pendidikan  yang  rendah (tidak sekolah,  jenjang  pendidikan  SD  dan  SMP), 87,8% menganut  budaya  yang  buruk, 54,3% mempunyai  persepsi terhadap orang  tua  yang  buruk, 53,8% mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan 62% mempunyai nilai virginitas yang  baik. Penyuluhan dan Edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi  remaja  yang  lulus  SMP  dan SMA sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan pernikahan diniKata kunci: pernikahan dini, tingkat pendidikan, budaya, persepsi terhadap orang tua, tingkat pengetahuan, nilai virginitas DOI: 10.5281/zenodo.2629481
KONSELING MENINGKATKAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI PREMATUR DAN STATUS GIZI BAYI Khoiroh Umah; Nur Hidayati
Journals of Ners Community Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.037 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i1.83

Abstract

ABSTRAKSusu prematur adalah susu yang diproduksi dan dimiliki oleh ibu yang melahirkanbayi prematur/ berat badan lahir rendah. Susu prematur mengandung kalori yang lebihtinggi karena ada kadar lemak dan protein yang lebih tinggi dari susu bayi yang tidakprematur. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan prematur berbeda dengankomposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan cukup bulan. Menyusui bayiprematur di tidak mudah, sering terjadi kegagalan menyusui pada ibu yang melahirkanprematur. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui, produksi susukurang dan dukungan keluarga dalam menyusui. Keberhasilan dalam menyusui bayiprematur dipengaruhi oleh pengetahuan ibu yang bisa ditingkatkan dengan memberikanpendidikan kesehatan dan diharapkan dapat mengubah perilaku ibu yang tidak menyusuibersedia untuk memberikan ASI pada bayinya.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental desain Pre-test-post-test.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah diNICU Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik sebanyak 20 orang. Sampel dalam penelitian iniadalah ibu yang memiliki bayi berat lahir rendah di NICU Ibnu Sina Rumah Sakit Gresiksesuai dengan kriteria inklusi dan diambil menggunakan teknik purposive sampling. Datadianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α ≥0,05 maka hipotesis ditolak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudahkonseling tentang ASI bayi prematur dengan tingkat signifikansi p: 0,000 (p <0,05) sertaberdasarkan uji Wilcoxon Sign Rank didapatkan sebelum: 52,3989 dan setelah: 39,85219.Hasil uji pada status gizi bayi prematur sebelum: 21,54195 dan setelah: 22,24986 artinyaada pengaruh konseling terhadap perilaku ibu yang memiliki bayi prematur dan status gizibayi prematur.Petugas kesehatan harus lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang menyusuiASI ekslusif, terutama pada wanita yang memiliki bayi berat badan lahir rendah. Konselingdapat dilakukan melalui pertemuan ibu-ibu yang dibentuk masyarakat, seperti pusatkesehatan masyarakat.Kata kunci: Perubahan perilaku ibu, status gizi bayiABSTRACTPreterm milk is milk that is produced and owned by the mother who gave birth topremature babies/ low birth weight. Preterm milk containing higher calories because thereare fat and protein levels that are higher than mature milk that her baby. The compositionof breast milk produced different mothers who gave birth prematurely to the compositionof breast milk produced by mothers who gave birth just months. Breastfeeding inpremature infant is not easy, often there is a failure of breastfeeding in mothers who givebirth prematurely. This is due to a lack of knowledge of mothers about breast feeding, milkproduction is less and the support of families in breastfeeding. To be able to achievesuccess in breastfeeding preterm infant, it is necessary to increase the knowledge of mothers by providing health education/ health education that is expected to alter thebehavior of mothers not to breastfeed to be willing to give breast milk to her baby.This study used experimental research designs Pre-test one-group pre-post testdesign. The populations in this study were all mothers who have low birth weight infant inthe NICU Ibnu Sina Hospital Gresik many as 20 people. The samples in this study weremothers who had low birth weight infant in the NICU Ibnu Sina Hospital Gresik accordingto inclusion criteria. This research used purposive sampling techniques. The data wereanalyzed using Wilcoxon Signed Rank Test with significance levels α ≥ 0.05 then thehypothesis is rejected.The result showed that there were differences in outcomes before and aftercounseling on breastfeeding premature infants with a significance level of p: 0.000(p<0.05) is before: 52.3989 and after: 39.85219 based on Wilcoxon Sign Rank test, whereas in effect of breastfeeding on the nutritional status of premature infants before: 21.54195and after: 22.24986 it means there is an influence on behavior counseling mothers whohave low birth weight infants in feeding and nutritional status of premature infants.Health workers should further enhance the health promotion of breastfeeding,especially in women who have low birth weight infants, it can be done through a meetingof mothers who formed the society, such as community health centers and others.Keywords: Changes in maternal behavior, infant nutritional status
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DALAM PELAKSANAAN CUCI TANGAN Rita Rahmawati; Mey Susanti
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.878 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.106

Abstract

ABSTRAKInfeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat pasien saat proses pelayanankesehatan di rumah sakit. Salah satu cara untuk mencegah infeksi nosokomial denganmencuci tangan. Mencuci tangan adalah proses secara mekanis melepaskan kotoran darikulit/ tangan menggunakan sabun dan air bersih. Tujuan dari penelitian ini untukmenjelaskan hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang pencegahan infeksinosokomial dengan pelaksanaan mencuci tangan.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah perawat di ruang Flamboyan, Gardena, dan Wijaya Kusuma di RSUD Ibnu SinaGresik, dengan menggunakan purposive sampling, diambil 36 responden berdasarkankriteria inklusi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan observasi.Setelah data yang ada ditabulasi kemudian dianalisis dengan menggunakan uji korelasirank spearman dengan nilai signifikan α< 0,05.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan perawattentang pencegahan infeksi nosokomial dengan mencuci tangan, dengan tingkat signifikan0,246 (α)> 0,05. Sikap menunjukkan tidak ada hubungan antara sikap perawat tentangpencegahan infeksi nosokomial dengan mencuci tangan, tingkat signifikan 0,285 (α)> 0,05.Pengetahuan dan sikap positif perawat tentang pencegahan infeksi nosokomialdiperlukan untuk meningkatkan pelaksanaan mencuci tangan di ruangan. Jika tujuan itutercapai, itu bisa mengurangi infeksi nosokomial di rumah sakit.Kata kunci: pengetahuan, sikap, infeksi nosokomial, cuci tanganABSTRACTNosocomial infection was the infection which is gotten by the patient, on theprocess of nursing in hospital. The one way to prevent nosocomial infection was washinghands. Washing hands was the process which mechanically release debris from hands skinused body soap or pure water. The aim of this research was to explain the connectionbetween knowledge and nurse attitude about the prevention of nosocomial infection withwashing hands in RSUD Ibnu Sina Gresik.This research used a cross sectional design. Population in this research was nursesin the Flamboyan Ward, Gardena Ward and Wijaya Kusuma Ward in RSUD Ibnu SinaGresik. With using purposive sampling, 36 respondents taken based on inclusion criteria.This research data is taken by using questionnaire and trough observation. After tabulatedexisting data, it is analyzed by using test of rank spearman’s correlation with significantstandart 0.05.Results of research showed there were no correlation between nurse’s knowledgeabout prevented nosocomial infection with washing hand, with level of significant 0.246(α)>0.05. And also with the attitude was showing there was no correlation between nurse’sattitude about prevented nosocomial infection with level of significant 0.285 (α)>0.05.From the result of this research, knowledge and nurse positive attitude about theprevention of nosocomial infection needed to increase in order the washing hands implementation could be running. If the goal had been reached, it could minimizenosocomial infection in hospital.Keywords : knowledge, attitude, nosocomial infection, washed hand’s practice

Page 4 of 144 | Total Record : 1435


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Journals of Ners Community Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue