cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 1,434 Documents
Evaluasi Perencanaan, Pengadaan Dan Pendistribusian Tablet Tambah Darah Di Instalasi Farmasi Dan Puskesmas Di Kabupaten Tuban Nur Sholiqin, Moch.; Adji Prayitno Setiadi, Antonius
Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.3040

Abstract

Anemia pada usia remaja khususnya remaja dapat menyebabkan keterlambatan secara fisik, prilaku dan ganguan emosional. Dalam jangka Panjang difisiensi zat besi dapat mengakibatkan menurunya potensi akademik sehingga produktivitas juga ikut menurun.Bedasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban pada tahun 2016 selama lima tahun terakhir terdapat 69 kasus kematian ibu yang penyebabnya pada saat itu remaja kurang mengkosumsi Tablet Tambah Darah, Dinas Kabupaten Tuban pada tahun 2020 memperoleh data sebanyak 452 (0,28 %) remaja putri yang berusia 10 sampai 18 tahun dari 152.527 remaja putri. Pengendaliaan Tablet Tambah Darah wajib dilakukan dengan tujuan ketersediaan kebutuhan obat yang selalu terjaga sesuai dengan apa yang sudah direncankan. Maka dengan itu Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban mempunyai peran yang penting dalam pengelolaan Obat Tablet Tambah Darah, pengelolahan yang dimaksud adalah perencanaan, pendistribusiaan serta pengadaan Tablet Tambah Darah. Penelitian ini merupakn penelitian observasional bersifat deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada bulan juli 2023 dengan cara obeservasi. Hasil penelitiaan di dapatkan untuk ketepatan perencanaan dan penyimpangan perencanaan Puskesmas di kabupaten Tuban masih belum standar, untuk hasil dari pendistribusiaan pada penelitian ini mengunakan indikator ITOR ( Inventroy Turn Of Ratio) di dapatkan hasil rata-rata untuk pendistribusiaan tablet Tambah Darah di Kabupaten Tuban tahun 2022 masih di bawah 8 kali sedangkan untuk tahun 2023 di atas 8 kali sedangkan nilai standar nya adalah 8- 12 kali, dan untuk pengadaan Tablet Tambah Darah dengan indikator dana pengadaan untuk tahun 2022 didapatkan hasil 101 % sedangkan untuk tahun 2023 didapatkan sebesar 85.5 %. Hasil evaluasi perencanaan, pendistribusian dan pengadaan Tablet Tambah Darah di Kabupaten Tuban didapatkan rata- rata hasil penelitian belum memenuhi standar indikator hanya satu indikator yang memenuhi standar pada penelitiaan ini yaitu persentase hasil ketepatan dana pengadaan pada tahun 2022 didapatkan nilai sebesar 101 %.
DEVELOPMENT AND IDENTIFICATION OF COMBINED PAIN ASPECTS IN LOW BACK PAIN: A REVIEW AND ANALYSIS Friyan Maulana, Ilmi
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.3049

Abstract

Lower back pain is a commonly occurring health issue and has a significant impact on the financial well-being of patients and their families. In the context of pathophysiology, pain can be classified into three main types: nociceptive pain, neuropathic pain, and central sensitization. Although about 85% of lower back pain cases lack a clear primary cause, the impact of this pain is palpable for patients. With the advancement of medical knowledge, the concept of Mixed Pain emerges as an entity where pain arises from a combination of several pathophysiological factors. However, the term "mixed pain" does not yet have a widely accepted formal definition, limiting its usage. Therefore, further investigation is needed regarding clinical indicators related to mixed pain. This is crucial for enhancing the process of identifying the type of pain more accurately, enabling a more rational selection of therapies, and ultimately improving the quality of life for patients experiencing lower back pain. Further research in this field could lead to the development of clearer guidelines for clinically identifying mixed pain, considering various elements of involved pathophysiology. Moreover, a better understanding of mixed pain can facilitate the development of more targeted therapies, with a more personalized and effective approach. Through these efforts, it is hoped that individuals with lower back pain will experience a significant improvement in their quality of life and a reduction in the financial impact caused by this condition, both for patients and their families.
Faktor Determinan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Ilmu Keperawatan di Universitas dr. Soebandi Aji Permana, Roby
Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan mata atau astenopia menjadi masalah kesehatan mata yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Astenopia adalah kondisi yang terjadi pada mata ketika otot mata dipaksa bekerja keras dan menatap objek dekat dalam jangka waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor determinan kelelahan mata pada mahasiswa tingkat akhir ilmu keperawatan di Universitas dr. Soebandi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa ilmu keperawatan tingkat akhir di Universitas dr. Soebandi, yang berjumlah 179 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan melibatkan 124 mahasiswa ilmu keperawatan tingkat akhir.. Penelitian ini melakukan analisis terhadap variabel independen berupa usia, jenis kelamin, kelelahan, dan kualitas tidur dengna menggunakan instrumen PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan kuesioner VFI (Visual Fatigue Index). Hasil uji bivariat dapatkan bahwa faktor karakteristik individu jenis kelamin (r=0,651, p<0,05), faktor kelelahan (r=0,457, p<0,05), kualitas tidur (r=0,712, p<0,05) berhubungan dengan astenopia.
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PRIMA MEDAN TENTANG VISUM ET REPERTUM DAN AUTOPSI SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN MATERI TAHUN 2022 Lubis, Binsar Halomoan; Marbun, Doaris Inggrid
Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya menegakkan hukum dan keadilan untuk menyelesaikan sesuatu perkara pengadilan, aparat hukum membutuhkan bukti yang berhubungan dengan perkara tersebut. Salah satu bukti yang sah seperti yang dikenal saat ini berupa Visum et Repertum (VeR) sebagai barang bukti pengganti tubuh korban.Autopsi merupakan salah satu ilmu kedokteran sangat penting yang bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari anatomi manusia, cara mendiagnosa penyakit, menentukan terapi dan hasil autopsi dapat dijadikan alat bukti di pengadilan untuk mengungkap sebab musabab kematian manusia. Uji Wilcoxon (uji tanda) termasuk kedalam statistik non-parametrik, data yang digunakan berupa skala nominal dan ordinal. Uji ini menggunakan dua sampel yang saling berhubungan (berpasangan) yang bertujuan untuk mengetahui apakah keduanya mempunyai hubungan. Dalam penelitian ini sumber data berasal dari subjek yang sama yang dilihat hasilnya melalui nilai pretest dan posttest. Uji ini dilakukan untuk melihat perbedaan hasil pretest dan posttest setelah perlakuan yang diberikan. Pada penelitian ini berdasarkan uji statistik yaitu uji wilcoxon diperoleh nilai signifikansi 0.000<0.005 sehingga dapat dikatakan terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan Visum et Repertum dan autopsi sebelum dan sesudah di teliti.
Hybrid Work System, Employee Productivity, Job Satisfaction, Journalists and Editors, Media Industry, KOMPAS Gramedia Fauzia, Eva
Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v15i1.3139

Abstract

This study aims to analyze the form of legal protection for workers in the gig economy sector in the digital economy era, focusing on a comparative study between the European Union and Southeast Asia. The gig economy phenomenon that is growing rapidly through digital platforms such as online transportation services, freelance marketplaces, and food delivery services, presents new challenges related to the legal status of workers, social protection, and often unclear employment relationships. The research method used is normative legal research with a comparative approach. Data sources were obtained from international legal instruments, regulations in the European Union (e.g. EU Directive on Platform Work), regulations in several Southeast Asian countries, as well as academic literature and relevant court rulings. The analysis was carried out by examining the differences and similarities of legal norms, worker protection mechanisms, and the effectiveness of their implementation in each region. The results show that the European Union has been more progressive in formulating legal instruments that provide minimum protection for gig economy workers, such as access to social security, the right to transparent employment contracts, and protection against arbitrary termination. Meanwhile, in Southeast Asia, most regulations are still limited, with approaches that tend to place gig workers as independent partners, so the legal protections are relatively weak. In conclusion, there is a regulatory gap between the European Union and Southeast Asia in protecting gig economy workers. The implications of this study underscore the need for regional regulatory harmonization in Southeast Asia that adopts good practices from the European Union, so that the rights of digital workers can be protected without hindering economic innovation. This research also opens up opportunities for policymakers to formulate an adaptive legal framework that is able to balance the interests of workers, platform companies, and the state.
Legal Challenges of Consumer Protection in Cross-Border E-Commerce: Towards Global Standardization Caesaria, Dhini Rachmadhina
Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v15i1.3140

Abstract

This research aims to identify the legal challenges faced in consumer protection in cross-border e-commerce transactions and explore strategies towards global standardization. The research method used was a qualitative approach with document studies and comparative analysis of consumer protection regulations in various jurisdictions, including the European Union, the United States, and Southeast Asia. Data was collected from legislation, consumer agency reports, and the latest academic literature, and then analyzed using comparative-legal methods to identify gaps in international regulations and best practices. The results of the study show significant differences in consumer protection mechanisms, dispute resolution procedures, and the implementation of cross-border consumer rights. This poses legal risks for consumers and businesses, including platform liability issues, online fraud, and limited legal access for international consumers. The study concludes that the harmonization of international regulations through flexible global standards and cross-border dispute resolution mechanisms is key to improving consumer protection. The implications of this study include recommendations for policymakers to formulate consistent regulations, support international cooperation between regulators, and for e-commerce businesses to implement transparent and accountable practices in cross-border operations.
Success and Impact Factors of the Implementation of Electronic Medical Records in Hospitals; Literature Review Uktuvia, Anik; Awanilah, Awanilah; Az-zahra, Elsha; Aditya, Muhamad Ilham; Sari, Nur Intan; Sabila, Sri Yunita
Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v15i1.3147

Abstract

The adoption of Electronic Medical Records (EMR) has become an essential step in strengthening healthcare services worldwide. EMR implementation contributes to improved efficiency, data accuracy, patient safety, and inter-unit coordination. In Indonesia, the Ministry of Health has mandated the digital transformation of medical records through Regulation No. 24 of 2022, which requires hospitals to migrate from paper-based systems to digital records. However, successful implementation depends largely on human resources (HR) readiness and technological support. This systematic literature review analyzed ten journal articles published between 2021–2025 to explore the success factors and impacts of EMR implementation in Indonesian hospitals. Findings reveal that HR factors, such as digital literacy, acceptance, and training, play a key role, while technology factors, such as system stability, internet connectivity, and vendor support, are equally crucial. The impacts include increased service efficiency, improved data quality, and higher user satisfaction, though challenges remain, including technical disruptions and staff resistance. Future research is needed to strengthen large-scale quantitative evidence and ensure sustainable integration of EMR into national health systems.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Sari Labu Siam dan Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Istiriroha, Istiriroha; gustomi, mono pratiko; Ismianti, Febri
Journals of Ners Community Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v16i2.1848

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah yang menjadi salah satu faktor terbesar penyebab kematian. Ada 2 terapi pengobatan untuk menurunkan tekanan darah yaitu farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh kombinasi sari labu siam dan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan Pre Post Test Group Design. Penelitian ini memiliki populasi 35 orang dengan tekanan darah tinggi, sampel yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 16 responden diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemberian sari labu siam dan seledri, spigmomanometer, stetoskop, lembar observasi. Analisis data menggunakan uji  wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pemberian sari labu siam dan seledri pada kelompok perlakuan ρ value= 0,000 (α<0,05) ada pengaruh pemberian sari labu siam dan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil uji statistik pada kelompok kontrol ρ value= 0,000 (α<0,05) ada perbedaan perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol.  Hasil uji statistik Mann-Whitney ρ value= 0,714 (ρ sign >0,05) artinya tidak ada perbedaan tingkat penurunan tekanan darah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian sari labu siam dan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Perbedaan Karakteristik Gejala Nyeri Dada pada Pasien Laki-Laki Islamiyah, Suaibatul; Inayah, Zufra
Journals of Ners Community Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v16i2.1948

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) adalah terjadinya kerusakan jaringan jantung akibat penyempitan arteri koroner karena adanya aterosklerosis. Salah satu keluhan pasien dengan sindrom koroner akut adalah nyeri dada. Diabetes mellitus menjadi faktor terpenting dari tingginya mortalitas kejadian sindrom koroner akut sehingga perlu adanya protocol dari karakteristik gejala nyeri dada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karateristik gejala nyeri dada pada pasien laki-laki yang mengalami sindrom koroner akut dengan diabetes mellitus dan non diabetes mellitus. Responden berjumlah 44 pasien dengan sindrom koroner akut yang dirawat di RSUD dr. Saiful Anwar dan RSI Aisyiyah Malang (dari Januari 2020-Maret 2020). Rancangan penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini Odds Ratio (OR). Setelah dilakukan uji analisis didapatkan karakteristik gejala nyeri dada yang memiliki perbedaan yang signifikan antara pasien SKA dengan diabetes mellitus dan non diabetes mellitus antara lain muncul saat istirahat (P-value=0.008; odds ratio [OR] = 0,764), tertindih dan tertekan (P-value=0.001; odds ratio [OR] = 0,889), tidak pernah nyeri dada seperti ini sebelumnya (P-value=0.001; odds ratio [OR] = 0,952), dan nyeri saat ini lebih berat dari sebelumnya (P-value=0.001; odds ratio [OR] = 1,012). Terdapat perbedaan yang signifikan pada karakteristik gejala nyeri dada antara pasien laki-laki yang mengalami sindrom koroner akut dengan diabetes mellitus dan non diabetes mellitus. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menggunakan jumlah sampel yang lebih besar untuk menentukan karakteristik gejala nyeri dada dan faktor-faktor lain pada pasien sindrom koroner akut dengan diabetes mellitus dengan memerhatikan waktu onset saat nyeri dada.
Efektivitas Dukungan Keluarga dengan Efikasi Diri terhadap Aktivitas pada Pasien Fraktur Ekstremitas Bawah Torong, Paulina; Sahrudi, Sahrudi
Journals of Ners Community Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v16i2.2893

Abstract

WHO (2020) mencatat terjadi fraktur sekitar 13 juta orang dengan angka prevalensi sebesar 2,7%. Setiap tahun 10 juta penduduk Amerika mengalami trauma dan 10% memerlukan tindakan medis, 12% membutuhkan perawatan di rumah sakit. Data di Indonesia kasus fraktur sebanyak 1,775 orang (3,8%) dari 14.127 trauma benda tajam atau benda tumpul yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7%). Penyebab cedera terbanyak yaitu akibat kecelakaan lalu lintas (2,2%), kecelakaan sepeda motor (72,7%), cedera menumpang sepeda motor (19,2%), mengendarai mobil (1,2%), menumpang mobil (1,3%), naik kendaraan tidak bermesin (2,7%), dan pejalan kaki (4,3%). Mengetahui efektivitas dukungan keluarga dengan efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah. Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien fraktur ekstremitas bawah yang berobat di YPPT Gurusinga pada bulan November - Desember 2022 sebanyak 98 orang, teknik pemgambilan sampel secara Random Sampling. Mayoritas responden aktivitasnya dibantu oleh keluarga 90,8%, mendapatkan dukungan dari keluarga 86,7% dan efikasi diri tinggi 92,1% Adanya efektivitas dukungan keluarga terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah dengan nilai p value 0,002. Adanya efektivitas efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah dengan nilai p value 0,016. Adanya efektivitas dukungan keluarga dan efikasi diri terhadap aktivitas pada pasien fraktur ekstremitas bawah.

Page 96 of 144 | Total Record : 1434


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue