cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): Juni" : 9 Documents clear
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI PEMINDANGAN IKAN DESA BAJOMULYO KECAMATAN JUWANA, PATI Arieyanti Dwi Astuti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.914 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.56

Abstract

ENGLISHBoiled fish industry in Bajomulyo, Juwana causes environmental degradation because of it’s waste. One of the causes of environmental degradation is wastewater that the waste is not managed properly. This study aimed: 1) to describe the activity of boiled fish production; 2) to review cleaner production effort that can be applied in boiled fish industry. This is a descriptive research. Data were obtained from interviews, field observations and relevant literature. The results showed that: 1) The process of boiled fish production starts from raw material preparation (thawing) if the raw fish were obtained from cold storage. Next, the fish washed and laid out in baskets and then boiled with salt water. Waste generated from this industry is in solid and liquid forms; 2) The approach of cleaner production in boiled fish industry can be applied by further processing of waste generated by simple processing. That process will produce diversified products, i.e. raw material of animal feed ingredients that have better economic value. Moreover, utilization of the waste will reduce environmental pollution load. INDONESIAIndustri pemindangan ikan di Bajomulyo Juwana menyebabkan penurunan kualitas lingkungan akibat limbah yang dihasilkannya. Penyebab penurunan kualitas lingkungan salah satunya disebabkan limbah cair yang tidak terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas produksi ikan pindang serta melakukan pengkajian tentang upaya produksi bersih yang bisa diterapkan dalam industri ikan pindang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi lapangan dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses produksi ikan pindang dimulai dari penyiapan bahan baku (thawing) jika ikan yang digunakan diperoleh dari cold storage. Setelah itu, ikan dicuci dan ditata di besek untuk kemudian direbus dengan air garam. Limbah yang dihasilkan dari industri ini berupa limbah padat dan limbah cair; 2) Pendekatan produksi bersih pada industri pemindangan ikan dapat dilakukan dengan mengolah lebih lanjut limbah yang dihasilkan dengan pengolahan sederhana. Dari pengolahan tersebut, dihasilkan diversifikasi produk berupa bahan baku pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis yang lebih baik serta pemanfaatan limbah yang akan mengurangi beban pencemaran terhadap lingkungan.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA SETELAH PERAWATAN DI RUMAH SAKIT JIWA Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.438 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.62

Abstract

ENGLISHSchizophrenic patients are used to experiencing relapse after completing treatment in psychiatric hospital. The aim of research was to find the causes of relapse in schizophrenic patients. The type of research was qualitative. The subjects in this research were five persons who formerly schizophrenic patients and experienced relapse. Primary data were obtained through interviews and observations, while secondary data were gained from the document Pati District Health Office and the relevant references. Data analysis used descriptive method. The results showed that the cause of relapse in patients with schizophrenia are: 1) pressure life events, such as being abandoned by spouse, thinking about the wedding preparations with ex-wife (remarriage) and the failure of marriage planning 2) lack of family role because of lack of knowledge, and lack of economic sources, 3) uncompliance and irregularity on medication, 3) the limitations of medicine and health clinic personnel assistance. INDONESIAPenderita Skizofrenia seringkali mengalami kambuh setelah selesai menjalani masa perawatan di rumah sakit jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab kambuh pada penderita skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima penderita skizofrenia dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami kekambuhan. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dan referensi yang relevan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kekambuhan pada subjek penderita skizofrenia yaitu 1) Tekanan peristiwa kehidupan, diantaranya ditinggalkan pasangan, memikirkan persiapan pernikahan dengan mantan istri (rujuk) dan gagal menikah; 2) Kurangnya peran keluarga karena kurangnya pengetahuan, dan kurangnya ekonomi keluarga; 3) Ketidakpatuhan dan ketidakteraturan minum obat; dam 4) Keterbatasan obat dan pendampingan tenaga puskesmas.
RANTAI PEMASARAN IKAN PINDANG DI KABUPATEN PATI Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.723 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.57

Abstract

ENGLISHA good pattern marketing chain can determine the smoothness of product distribution and becomes the determinant of continuity and development of an industry. Boiled fish industry is the second largest fish processing industry in Pati Regency. The objective of this research is to determine the pattern of boiled fish marketing chain in Pati regency on household, small, medium and large industrial scales. This research used descriptive method and was held on March 2014. Location of the research in Juwana and Dukuhseti subdistrict. Primary data was obtained through interviews with informants, i.e. the owners of boiled fish industries on households, small, medium and large scales. Data was analyzed descriptively. Result of the research is there are two types of boiled fish marketing chain in Pati regency, i.e. direct marketing is called zero level channel (households and small industry scales) and marketing through intermediaries that consist of first channel or three level channel (household industry scale); the second channel or one level channel (scale households and small industries); and the third channel or two levels channel (scale medium and large industrial). INDONESIARantai pemasaran yang terpola dengan baik dapat menentukan kelancaran distribusi produk dan menjadi penentu keberlangsungan hidup dan perkembangan suatu industri. Industri ikan pindang merupakan industri pengolahan ikan kedua terbesar di Kabupaten Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rantai pemasaran ikan pindang yang ada di Kabupaten Pati pada skala industri rumah tangga, kecil, sedang dan besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilaksanakan bulan Maret 2014. Lokasi penelitian di Kecamatan Juwana dan Dukuhseti. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan informan/pengusaha ikan pindang skala rumah tangga, kecil, sedang dan besar. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian adalah rantai pemasaran ikan pindang di Kabupaten Pati terdapat dalam dua jenis yaitu pemasaran secara langsung disebut saluran nol tingkat (skala industri rumah tangga dan kecil) dan pemasaran melalui perantara terdapat dalam bentuk saluran pertama disebut saluran tiga tingkat (skala industri rumah tangga); bentuk saluran kedua disebut saluran satu tingkat (skala industri rumah tangga dan kecil); bentuk saluran ketiga disebut saluran dua tingkat (skala industri sedang dan besar).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KONSTRUKTIVISME MATERI LINGKARAN KELAS VIII Sofia Bardina
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.985 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.63

Abstract

ENGLISHThis research aimed to develop the valid and effective learning set of mathematics through cooperative learning model of TSTS type character education oriented based on constructivism by CDP of circles materials, and then it resulted an effective and valid learning set. The learning set would be developed were: syllabus, RPP, BPD, CDP, and THB. Data were obtained by observation and test. Data were analyzed descriptively using completeness test, t-test, and regression analysis. The mean scores for validation test were: Syllabus = 4.54; RPP = 4.53; BPD = 4.62; CDP = 4.80 and THB was valid. Field test showed that the learning sets were effective. It was proofed by the completeness of TBH with the average score was higher than 67 (exceeding 75% of total student). Learning activities positively affected 80% of THB. The mean THB of experiment group was 73.36, while that of control class was 55.00. It proofed that experiment group showed higher skill than control group. Based on those results, it can be concluded that the learning set was valid and effective. It meant that the development of learning set succeeded and it was qualified to be used as mathematic learning method in Junior High School level. INDONESIAPenelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS Berorientasi Pendidikan Karakter Berbasis Konstruktivisme Berbantuan CDP kelas VIII yang valid dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, BPD, CDP dan THB. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes. Data tes diolah dengan analisis deskriptif uji ketuntasan, uji banding t dan uji regresi. Hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran valid dengan rata-rata skor untuk Silabus = 4,54; RPP = 4,53; BPD = 4,62; CDP = 4,80 dan THB valid. Uji coba lapangan diperoleh hasil perangkat pembelajaran efektif. Keefektifan, diperoleh dari hasil uji ketuntasan THB dengan rataan nilai > 67 melebihi 75% dari peserta didik, ada pengaruh positif aktivitas terhadap THB sebesar 80%. Rataan THB pada kelas eksperimen sebesar 73,36 sedangkan rataan THB di kelas kontrol sebesar 55,00 sehingga rataan kemampuan kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Dari analisis hasil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat adalah valid dan efektif. Hal ini berarti bahwa pengembangan perangkat tercapai dan layak digunakan dalam pembelajaran matematika di SMP.
PERENCANAAN PEMBUATAN REAKTOR BIOGAS DAN PUPUK ORGANIK Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.643 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.58

Abstract

ENGLISHIndonesian economic state has not been stable yet, so that in the short term period, it can affect community’s food sustainability, especially for farmer. Independency regarding energy and fertilizer need to be reached through the ability to process cow dung becoming biogas and fertilizer. The follow-up of previous research resulted a guidance to set a processing tool and a procedure to set a biogas processing. It is needed 33 kg of cow dung (equal to two adult-cow dung) and results 600 liters of biogas, 12.2 liters of liquid fertilizer, and 24.4 kg of solid manure per day. INDONESIASaat ini perekonomian indonesia belum stabil, dalam jangka pendek akan mampu mengganggu ketahanan pangan masyarakat, khususnya petani dan peternak. Kemandirian energi dan pupuk diharapkan segera bangkit melalui kemampuan sendiri mengolah feses sapi menjadi biogas dan pupuk. Kelanjutan dari hasil penelitian terdahulu mampu menghasilkan panduan masyarakat dalam merakit alat pengolah dan tata cara operasi dalam bentuk perencanaan pengolahan biogas dan pupuk. Bahan baku 33Kg (setara dengan dua ekor sapi dewasa) setiap hari direncanakan diolah menjadi biogas 600 liter, pupuk cair 12,2 liter, dan ampas basah 24,4Kg setiap hari.
KETERSEDIAAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DALAM MENOPANG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN PATI Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.263 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.59

Abstract

ENGLISHChili peppers contain several nutrition and vitamins. This research aimed to analyze the availability and price movements of chili pepper in Pati Regency. It used descriptive approach and data were sourced primary and secondary. Data were analyzed using descriptive analysis and statistical test. The results of research were: the availability of chili pepper in the last five years was 2,150 ton/year, while the need of chili pepper was 19,866 ton/year, so that the amount of insufficient supply of chili pepper was 17,716 ton. It proved that Pati Regency has not been yet to achieve food security for chili pepper. There was unpredictable price fluctuation of chili pepper from January to December 2014. At the beginning of the year the price of chili pepper was Rp 26,975/kg, in the midyear, it was Rp 8,276/kg, while in the end in the end of the year, it was 53,901/kg. INDONESIACabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan perkembangan harga cabai merah di Kabupaten Pati. Metode penelitian menggunakan deskriptif, dengan sumber data primer dan sekunder. Analisis data dengan cara deskriptif dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan cabai merah rata-rata 5 tahun terakhir 2.150 ton, kebutuhan cabai merah 19.866 ton sehingga terjadi minus 17.716 ton, oleh sebab itu Kabupaten Pati belum mencapai ketahanan pangan dibidang cabai merah, dan perkembangan harga cabai selama tahun 2014 (Januari-Desember) mengalami fluktuasi yang sangat signifikan sehingga sulit diprediksi, hal ini terlihat pada awal tahun harganya Rp 26.975/kg, pertengahan tahun Rp 8.276/kg dan pada akhir tahun mencapai Rp 53.901/kg.
GAMBARAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KABUPATEN PATI Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.551 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.60

Abstract

ENGLISHLow Birth Weight is one of the health problems during neonatal period. The purpose of this study is to describe Low Birth Weight (LBW) incidences in Pati Regency, include time, sex, place, and contributing for neonatal mortalities. This research used descriptive and quantitative approaches. Data sources derived from secondary data, i.e. Low Birth Weight records in Pati Regency 2011-2014. Data were analyzed descriptively. Results of study are the percentage of Low Birth Weight (LBW) incidence in Pati Regency in 2014 was 3.19% and it tended to increase from the previous year. Based on infant’s sex, there was slight different percentage between male infant and female infant (about 0.09% to 0.17%). The highest percentage of LBW in 2014 was found in Community Health Center (Puskesmas) of Winong 2, i.e. 6.69%. Period 2011-2014, LBW was the prior determinant of neonatal mortality in every year with the percentage ranged 32-45%. Threathment and prevention for LBW should become priority to decrease neonatal mortality. INDONESIABerat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan pada masa neonatal. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kejadian BBLR di Kabupaten Pati berdasarkan waktu, jenis kelamin, tempat dan kontribusinya terhadap kematian neonatal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa data BBLR di Kabupaten Pati tahun 2011-2014 kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian BBLR di Kabupaten Pati tahun 2014 sebesar 3,19% dan ada kecenderungan meningkat dari tahun sebelumnya. Persentase BBLR pada bayi laki-laki berbeda dengan persentase BBLR pada bayi perempuan, meskipun perbedaannya tidak terlalu jauh yaitu sekitar 0,09% sampai 0,17%. Angka kejadian BBLR tertinggi tahun 2014 terjadi di Puskesmas Winong 2 yaitu sebanyak 6,69%. BBLR menjadi penyebab kematian neonatal terbesar yaitu sekitar 32-45% setiap tahun. Penanganan dan pencegahan BBLR menjadi prioritas dalam rangka menurunkan angka kematian neonatal.
POTENSI DAN EKSISTENSI PRODUKSI GARAM KONSUMSI DI KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.082 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.55

Abstract

ENGLISHPati Regency has a great potential production of consuming salt but there is an indication that the existing production of consuming salt is not optimum. The objectives of the research are: 1) to analyze the potential production of consuming salt in the study area; and 2) to analyze the existing production of consuming salt in the study area. The research uses descriptive approach. The data consist of primary data and secondary ones. Data collecting uses techniques of interview, field-events and document observation. The analysis uses descriptive one. There are three main findings in the research. Firstly, the potential production of consuming salt in Pati Regency is nearly 209,202 tons yearly but the existing production of consuming salt is 73,380 tons yearly, which is equal to 35.076% from the provided local potential production of consuming salt. Secondly, normatively local community in Pati Regency has consumption to salt 6,674 ton yearly, and the ekspor potential of salt is 202,527 ton yearly but the approximately annual salt ekspor is 66,706 ton because the realized production is not optimum. Thirdly, the product quality of consuming salt in the study area is under standard in general because of under standard raw materials and under standard equipments for production. INDONESIAKabupaten Pati memiliki potensi produksi garam sangat besar tetapi ada indikasi realisasi produksi garam konsumsi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisa potensi produksi garam konsumsi di area studi; dan 2) Menganalisa eksistensi produksi garam konsumsi di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi lokasi (field-events) dan observasi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 temuan utama. Pertama, potensi produksi garam konsumsi di Kabupaten Pati sebanyak 209.202 ton per tahun tetapi realisasi produksi hanya sebesar 73.380 ton per tahun (35,076%) dari total potensi yang tersedia. Kedua, secara normatif konsumsi masyarakat domestik terhadap garam konsumsi di Kabupaten Pati sebesar 6.674 ton/tahun, dan daerah ini memiliki potensi ekspor garam konsumsi sebanyak 202.527 ton per tahun tetapi realisasi ekspor garam konsumsi hanya sebesar 66.706 ton per tahun karena realisasi produksi yang tidak optimal. Ketiga, kualitas produksi garam konsumsi di area studi umumnya di bawah standar dikarenakan faktor bahan baku yang kurang baik dan proses produksi yang tidak memiliki sarana/prasarana yang memadai.
UPACARA ADAT DALAM PERAWATAN MATERNAL DI DESA JRAHI DAN DESA PAKEM Nurul Aeni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.362 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.61

Abstract

ENGLISHCultural ceremony is one representative of culture possessed by particular community. This research aimed to describe cultural ceremonies held by Jrahi and Pakem Village in Pati Regency. It used qualitatitive approach and primary data that were obtained by observation and in-dept interview. Informants were cultural figures from Jrahi and Pakem Village. Data were analyzed descriptively. The results of research are: (1) Cultural ceremonies held by Jrahi and Pakem communities source from Javanese Culture; (2) Cultural ceremony held during pregnancy is mitoni or tingkeban, while those held during after birt care are krayanan, sepasar bayi, and selapan bayi; (3) There are some differences on appliance of cultural ceremony. Community of Pakem Village makes changes, so that they form new habits, although those do not deviate from its basic culture. INDONESIAUpacara adat merupakan salah satu representasi budaya yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Jrahi dan Desa Pakem selama masa kehamilan hingga pascapersalinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan data primer yang didapatkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian adalah tokoh adat di Desa Jrahi dan Desa Pakem. Pengolahan data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian adalah: (1) Upacara adat di Desa Jrahi dan Desa Pakem yang dilakukan pada masa perawatan maternal bersumber dari Budaya Jawa; (2) Upacara adat yang dilakukan selama kehamilan adalah mitoni, sedangkan pada masa nifas, upacara adat yang dilakukan adalah krayanan, sepasar bayi, dan selapan bayi; (3) Terdapat perbedaan dalam pelaksanaan upacara adat di Desa Jrahi dan Desa Pakem, dimana Masyarakat Desa Pakem melakukan perubahan sehingga terbentuk kebiasaan baru, walaupun tidak menyimpang dari budaya asal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9