cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): Desember" : 7 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI IKAN PADA NELAYAN KECIL (Studi di Desa Pecangaan Kabupaten Pati) Herna Octivia Damayanti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.074 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.39

Abstract

ENGLISHThe first fisheries management goal is to improve small fishermen’s quality of life. The small fishermen’s quality of life depends on the amount of income earned from the fishing activities. The purposes of this research are (1) to analyze the factors that influence the production of the fishermen in Pecangaan Village, (2) to calculate the return to scale of fishermen in Pecangaan Village. This research used descriptive quantitative method and was conducted on August 2016. The research location is in Pecangaan Village, Batangan Subdistrict. It mainly used primary data derived from the respondent (the fisherman in Pecangaan village). Secondary data were derived from the government of Pecangaan Village, Batangan Subdistrict. The number of processed data was 50 samples. The data analysis used Cobb-Douglas production function, in which dependent variable was production quantities and independent variable were: the amount of solar; the number of days at sea; the number of hours at sea; the sailing distance;fishermen’s consumption during the sailing, GT boats, number of crew and net’s width. The results of the research are (1) the significant factors are the number of days at sea; fishermen’s consumption during the sailing, GT boats and net’s width. Meanwhile, the insignificant factors are the amount of solar; the number of crew, the sailing distance and the number of hours at sea. (2) The value of return to scale in the production offisherman in Pecangaan Villageis -8.699, means it is in the condition of decreasing return to scale. INDONESIATujuan pengelolaan perikanan yang pertama yaitu untuk meningkatkan taraf hidup nelayan kecil. Taraf hidup nelayan kecil berhubungan dengan jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil tangkapan ikan yang didapat. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi nelayan Desa Pecangaan, (2) untuk menghitung skala hasil (return to scale) nelayan Desa Pecangaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2016. Lokasi penelitian yaitu di Desa Pecangaan Kecamatan Batangan. Jenis data yang digunakan adalah data primer berasal dari responden (nelayan di Desa Pecangaan). Sedangkan data sekunder berasal dari Pemerintah Desa Pecangaan Kecamatan Batangan. Data yang diolah berjumlah 50 sampel. Analisis data dengan fungsi produksi Cobb-Douglas, dengan variabel terikat jumlah produksi dan variabel bebas adalah jumlah solar, jumlah hari melaut, lama trip, jarak melaut, konsumsi, GT kapal, jumlah ABK dan luas jaring. Hasil penelitian adalah (1) Faktor yang signifikan yaitu jumlah hari melaut, konsumsi, GT kapal dan luas jaring. Untuk faktor yang tidak signifikan adalah jumlah solar yang digunakan, jumlah ABK, jarak melaut dan lama melaut. (2) Nilai return to scale pada produksi nelayan Desa Pecangaan adalah -8,699 artinya dalam kondisi skala hasil yang menurun (decreasing return to scale).
PENURUNAN BAU LIMBAH CAIR INDUSTRI TEPUNG IKAN MENGGUNAKAN CUKA, AERASI, OZONE DENGAN INDIKATOR LALAT Hermain Teguh Prayitno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.274 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.46

Abstract

INDONESIAPermasalahan bau di industri tepung ikan di Kabupaten Pati dapat dirasakan jika kita menempuh perjalanan Pati ke Juwana. Bau berasal dari cerobong asap dan lingkungan industri, terutama pada Instalasi Pengolahan Air Limbah. Perkiraan bau berasal dari bau bawaan ikan busuk yang tidak dirawat ( pengawetan ) oleh nelayan dan pedagang.Bau bawaan berasal dari ikan yang pecah perut masuk ke IPAL bersamaan dengan pembersihan lantai, kemudian terangkat ke udara melalui aerasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aerasi, ozonisasi, dan dalam kondisi asam terhadap produksi bau dengan indikator keberadaan lalat.Upaya menetralkan bau bawaan pada pengolahan awal ini dilakukan dengan metode eksploratif eksperimental, variabel cuka, aerasi, dan ozonisasi. Indikator pengamatan adanya jenis dan jumlah lalat. Analisis menghasilkan bahwa campuran limbah cair dan cuka di aerasi dan di ozonisasi mengeluarkan bau segar yang disukai lalat rumah, akan tetapi tidak ekonomis. Lalat hijau menyukai bau busuk hasil dari aerasi dengan korelasi 0,579 ke tiga botol dan signifikan 0,048. Artinya pengolahan menggunakan ozon memungkinkan untuk menurunkan bau pada limbah cair pada pengolahan awal IPAL industri ikan.
EKSISTENSI DAN UPAYA MEREDUKSI PENGANGGURAN DI KABUPATEN PATI Suroso Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.396 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.41

Abstract

ENGLISHUnemployment is a crucial problem in the development because it can triger other social problems. The objective of this study is to analyze existing and effort to reduce the unemployment in Pati regency. The research uses descriptive-quantitative approach. The data consist of secondary data. Data collecting is conducted by using observation. The analysis uses descriptive one. There are three main findings in the research. Firstly,Unemployment is caused by many determinant factors. Secondly, the rate of unemployment based on productive age is 8,62% in the study area. Thirdly, the rate of unemployment based on head-household is 2,08% in the study area. To reduce unemployment, it is better for the local government to conduct the efforts which are relevant to the local contexts including the demand for labour, the supply of labor and the optimalization of sub-district role in community empowerment. INDONESIAPenganggguran merupakan masalah serius dalam pembangunan karena pengangguran dapat memicu permasalahan sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dan upaya pengurangan pengangguran di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian menggunakan data skunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Ada 3 temuan utama dalam studi ini. Pertama, pengangguran disebabkan berbagai faktor determinan. Kedua, tingkat pengangguran berdasarkan usia produktif sebesar 8,62% di Kabupaten Pati. Ketiga, tingkat pengangguran berdasarkan kepala keluarga (KK) sebesar 2,08% di Kabupaten Pati. Guna mereduksi pengngguran, pemerintah daerah sebaiknya melakukkan upaya yang sesuai dengan konteks lokal meliputi permintaan tenaga kerja, penyediaan tenaga kerja dan optimalisasi peran desa dalam pemberdayaan masyarakat.
PERILAKU MENGAKSES PORNOGRAFI ELEKTRONIK PADA REMAJA (Studi di SMP N di Kabupaten Pati) Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.978 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.42

Abstract

ENGLISHAdolescent are the largest population of the target pornography. The purpose of this study were to describe the behavior of junior high school students in accessing pornography. The research method is descriptive quantitative research. The population are Junior High School (SMP) students in Pati regency in total 31.012.The sampel size is 395 students from 19 SMP. Teknik sampling using proportional random sampling area. This research was conducted in June to October 2015 . Data retrived by questionnaires in the form of closed questions. Data analyzed with descriptive analysis using SPSS 16. The results showed that 29.11% of respondents indicated behavioral accessing pornography, 67% of respondents who accessed porn is male 77% and 33% female, most respondents grade 9 had been accessing pornography 62%, the age of first accessing pornography mostly at the age of 12 (27%) and 13tahun (27%) , media sources such as smartphone and VCD from friends (37% ) and the internet (35%), where access to pornography is in the house as much as 48.7%, while accessing pornography majority partner is a friend as much as 60.9%, the response time of viewing pornography is largely disgusted as much as 41.7%, reasons to access mostly for fun as much as 39.1%. INDONESIARemaja merupakan populasi terbesar yang menjadi sasaran pornografi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran secara kuantitatif tentang perilaku siswa SMP dalam mengakses materi pornografi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati yang berjumlah 31.012.Sampel penelitian ini terdiri atas 395 siswa dari 19 SMP N yang bersedia menjadi responden penelitian.Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional area random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2015.Pengambilan data penelitian dengan menggunakan angket berupa pertanyaan tertutup.Data dianalisis dengan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,11% responden menunjukkan perilaku mengakses meteri pornografi,67% responden pengakses porno berjenis kelamin laki-laki 77% dan 33% perempuan, sebagian besar responden kelas 9 sudah pernah mengakses materi porno yaitu 62%, usia pertama kali mengakses pornografi sebagian besar pada usia 12&13tahun yaitu 54%, Sumber media berupa Hp dan VCD dari teman (37%) dan internet (35%), tempat mengakses materi pornografi adalah di rumah sebanyak 48,7%, partner saat mengakses pornografi sebagian besar adalah teman sebanyak 60,9%, respon saat melihat materi pornografi sebagian besar adalah jijik sebanyak 41,7%, Alasan mengakses sebagian besar karena iseng/coba-coba sebanyak 39,1%.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Ernawati, Aeda
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.628 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.43

Abstract

ENGLISHLocal Regulation of Pati District No. 10 of 2014 states that the hospital is one of the smoke free areas. The purpose of this study was to describe the implementation of smoke-free area policy in RAA Soewondo Hospital, Pati District, focusing on program, implementation and targeted groups. This study used a qulitative approach that was conducted on February to August 2016. The number of informants was 12, consists of 2responsible employees for smoke-free-area implementation, 5 hospital employees, and 5 visitors. The data were collected through interview as well as observation and analyzed descriptively. The results showed that the implementation of smoke-free area policy has not been optimized yet. Specific department that is responsible for policy implementation was not existed. Socialization and monitoring have been conducted although they were not optimal. The hospital has not had a guideline for punishment. The organization has not allocated specific budget for policy implementation. The participaton of targeted group was low. The organization might improve the participation of targeted groups by increasing the awareness regarding collective responsibility on the implementation of smoke-free area in the hospital. Moreover, the local government should accelerate the legalization of the guideline of free-smoke area policy. INDONESIARumah sakit merupakan salah satu kawasan tanpa rokok berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati No 10 Tahun 2014. Tujuan penelitian untuk menggambarkan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pati No 10 Tahun 2014 di RSUD RAA Soewondo Pati berdasarkan unsur pelaksana, program dan kelompok sasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai Agustus 2016. Informan berjumlah 12 orang terdiri 2 orang pegawai pelaksana kebijakan KTR, 5 orang karyawan dan 5 pengunjung. Pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan KTR di RSUD RAA Soewondo Pati sudah dilaksanakan, tetapi belum optimal. Belum ada bagian yang bertanggungjawab secara khusus terkait pelaksanaan kebijakan KTR. Program KTR berupa sosialisasi dan pengawasan sudah dilaksanakan tetapi belum efektif. Pemberian sanksi sulit dilaksanakan karena belum ada pedomannya. Belum ada anggaran khusus untuk program KTR. Peran serta kelompok sasaran masih rendah. Untuk itu perlu peningkatan partisipasi kelompok sasaran dengan meningkatkan pemahaman tentang tanggung jawab bersama dalam mewujudkan KTR di lingkungan rumah sakit. Peraturan Bupati tentang Pedoman Pelaksanaan KTR di Kabupaten Pati perlu segera disahkan.
MEMOTIVASI PETANI DALAM PENGEMBANGAN PADI ORGANIK DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Sutrisno Sutrisno
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.188 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.44

Abstract

ENGLISHThe essence of organic farming is ‘back to the nature’. This paper aims to identify the farmers’ motivation and the management strategy of organic rice in Sukolilo Subdistrict Pati District. This paper concludes: 1) the growth of farmers’ motivation to cultivatethe land with organic farming needs the strengthening. The positive reinforcement might change the behaviour continuously;2) The development of organic farming systems in Sukolilo Subdistrict Pati Regency generally dependson the government's policy framework on agriculture. Therefore, the organic rice development programmust have the vision to strengthen of Indonesian agriculture. Moreover, it should be environment-based as the basic for national independency in the free-market era. The mission should be able to developthe farmer’s bargaining position in the development of agricultural program through a community-based approach, so that the development of the agricultural sector is able to meet the international market demand throughdirected, controlled and sustained program planning. INDONESIAPada hakekatnya pertanian organik adalah back to nature. Tulisan ini bertujuan untuk mengindentifikasi motivasi petani dan strategi pengembangan tanaman padi organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Tulisan ini menyimpulkan: 1) Tumbuhnya motivasi petani dalam mengelola lahan dengan sistem pertanian organik perlu diberikan penguatan. Dengan penguatan atau rangsangan yang positif, petani akan mengubah perilaku secara kontinyu atau terus menerus. 2) Kegiatan pengembangan sistem pertanian organik di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati secara umum tidak terlepas dari kerangka kebijakan pemerintah pada sektor pertanian. Oleh karena itu kegiatan pengembangan padi organik harus memiliki visi membangun kekuatan pertanian Indonesia, berwawasan lingkungan sebagai basis kemandirian bangsa menghadapi era pasar bebas. Misi yang diemban juga hendaknya mampu membangun posisi tawar masyarakat tani dalam pengembangan kegiatan pertanian melalui pendekatan berbasis masyarakat, sehingga pengembangan sektor pertanian mampu memenuhi keinginan pasar internasional, dalam perencanaan program yang terarah, terkendali dan berkelanjutan.
MITIGASI EMISI GAS RUMAH KACA Jatmiko Wahyudi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.522 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.45

Abstract

ENGLISHClimate change becomes one of the most intensely critical issues over the last decade until today. Eventhough greenhouse gases (GHG) occur naturally in the atmosphere, anthropogenic is mainly responsible for increasing the greenhouse gases emission causing global warming/climate change. Actually, these gases play important roles for regulating the temperature of earth and earth atmosphere so that suitable for living things. Carbon dioxide (CO2) occupies more than half (76.7%) of the total GHG emission and energy supply becomes the most contributor of GHG emissions among other sectors. Climate change could lead to many environmental problems i.e., drought, floods, rising sea level, shifting weather pattern, greater variability of rainfall etc. For archipelagic country like Indonesia, the resulting sea level rise would give impact on inundation of coastal areas and increased loss of coastal habitats and ecosystem. The mitigation of GHG emissions is an option to reduce the intesity of global warming. As a part of global community, The government of Indonesia has a commitment to reduce the country’s GHG emissions by 26% with national resources or up to 41% with international support from a business-as-usual baseline by 2020. INDONESIAPemanasan global menjadi salah satu isu terpenting pada abad terakhir ini. Walaupun secara alami telah ada di atmosfer bumi, aktivitas manusia diyakini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global. Karbondioksida berkontribusi sebesar 76,7% dari total emisi GRK dan sektor penyediaan energi merupakan sektor yang menghasilkan emisi GRK terbesar dibandingkan sektor-sektor lain. Perubahan iklim menyebabkan terjadinya kekeringan, banjir, kenaikan muka air laut, perubahan cuaca, ketidakmenentuan pola curah hujan dan lain-lain. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, kenaikan muka air laut akan menyebabkan tenggelamnya kawasan pesisir dan meningkatkan hilangnya habitat dan ekosistem kawasan pesisir. Mitigasi emisi gas rumah kaca merupakan salah satu opsi untuk mengurangi semakin meningkatnya pemanasan global. Sebagai dukungan terhadap upaya dunia untuk mengurangi emisi GRK, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 26% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020 dari kondisi tanpa adanya rencana aksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7