cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2021): Juni" : 6 Documents clear
Adaptasi Pekerja Seni Musik Dangdut di Masa Pandemi COVID-19 Fatimah, Nurul; Hayati, Ela Hikmah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.244

Abstract

ENGLISHOne of the government policies on management of COVID-19 pandemic is community activity restriction, includes dangdut music show. The study aims to describe the efforts of dangdut artists adapting to COVID-19 pandemic. It was qualitative research using phenomenology approach. This study was conducted in Pati Regency. Data were obtained through interviews and observation. The interviews were carried out with five instrument players and two singers. Meanwhile, the observations were made on dangdut music shows, which held offline and virtual on social media. The data were analyzed descriptively. This study found that the community activity restriction caused dangdut artists couldn’t conduct music shows and lead to income reduction. Then, those dangdut artists adapted to this situation. First, on Thursday, Juli 8 2020, some artists held a peaceful action and praying together in Pati’s city center. This action aimed the dangdut artists were allowed to perform music shows. Second, the dangdut artists transformed dangdut shows following the new normal rules. Third, conducting virtual dangdut shows through various social media, such as Youtube, Facebook, and Instagram INDONESIASalah satu kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19 adalah pembatasan kegatan masyarakat, termasuk pementasan musik dangdut. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan upaya adaptasi yang dilakukan para pekerja seni musik dangdut di tengah pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan lima orang pemain alat musik dan dua orang penyanyi. Adapun observasi dilakukan terhadap kegiatan seni musik dangdut yang digelar secara luring maupun daring di me-dia sosial. Data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat menyebabkan pekerja seni musik dangdut tidak dapat mengadakan pertunjukan. Sebagai akibatnya, pendapatan para pekerja seni musik dangdut mengalami penurunan. Para pekerja seni musik dangdut melakukan beberapa upaya agar dapat terus eksis dan bertahan hidup di tengah pandemi. Pertama, melakukan kegiatan aksi damai dan doa bersama di alun-alun Kabupaten Pati pada Kamis, 8 Juli 2020, agar diberikan izin pertunjukan. Kedua, mengadakan pertunjukan musik sesuai aturan kebiasan pola baru. Ketiga, menggelar konser musik virtual melalui berbagai media sosial seperti Youtube, Facebook, dan Instagram.
Pandemi COVID-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, & Sosial Nurul Aeni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.249

Abstract

ENGLISHCOVID-19 Pandemic started from March 2020 affected many aspects. This research aims to describe the impacts of pandemic on health, economic, and social in Pati District. It used both qualitative and quantitative approaches. It used secondary data that were obtained from relevant services and references. Then, the data were analyzed descriptively. This research resulted: (1) the impacts of the COVID-19 pandemic on health can be seen through the number of positive COVID-19 cases, mortality, and reduction in health service coverage. Higher positive COVID-19 cases were found in around the center of government and economic activities; (2) COVID-19 Pandemic has disturbed supply and demand of goods and services. This situation affected the decrease of economic growth. Pati’s economic structure is sustained by agriculture and manufactured that still showed positive growth. Thus, the economic slowdown caused the increase of unemployment, particularly on micro and small enterprises or household industries; (3) the impact of pandemic COVID-19 was represented by the poverty increase. Higher number of poor families was found in the areas having near-poor families and vulnerable ones. INDONESIAPandemi COVID-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 memengaruhi segala aspek kehidupan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dampak pandemi dalam aspek kesehatan, ekonomi, dan kesehatan di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara bersama. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi maupun referensi yang relevan. Selanjutnya data tersebut diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah (1) Dampak pandemi COVID-19 pada aspek kesehatan adalah jumlah kasus positif dan kematian yang cukup tinggi serta penurunan cakupan sebagian besar layanan kesehatan; kasus positif COVID-19 cukup tinggi terjadi di wilayah yang merupakan pusat pemerintahan atau dekat dengan pusat ekonomi; (2) Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi. Struktur perekonomian Kabupaten Pati ditopang oleh sektor usaha pertanian dan industri pengolahan yang masih menunjukkan pertumbuhan positif selama pandemi. Perlambatan ekonomi tersebut selanjutnya menyebabkan peningkatan pengangguran, terutama pada sektor usaha mikro dan kecil serta industri rumah tangga; (3) Dampak sosial pandemi COVID-19 di Kabupaten Pati terwakili oleh peningkatan kemiskinan, dimana peningkatan kemiskinan lebih tinggi terjadi di wilayah yang yang memiliki jumlah keluarga hampir dan rentan miskin tinggi.
Revitalisasi Cagar Budaya untuk Pengembangan Pariwisata di Kawasan van Dering Serukam Sabinus Beni; Blasius Manggu; Yosua Damas Sadewo; Thomas Aquino
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.199

Abstract

ENGLISHThe hilltop is located at van Dering Hill commonly named van Dering Fortress by the nearest communities in Serukam Hamlet, Pasti Jaya Village, Samalatan Sub-district, Bengkayang District. This research aimed to describe the revitalization process of van Dering Fortress. This study used a qualitative approach. It carried on in the van Dering Serukam tourism area. Primary data were collected through interviews with community elders, village leader, and sub-district head. Next, the data were analyzed qualitatively. This study resulted that van Dering Fortress was broken about 90%. It happened for a long time since the Dutch have not left Serukam yet. Both local and central government have not yet to pay attention to van Dering Hilltop as a cultural heritage. The landowner of the location of Dutch Hilltop finally built a house on the foothill. This cultural heritage abandonment caused the loss of historical asset during Dutch colonization. Van Dering revitalization was assumed to bring positive impacts for tourism development in Bengkayang District. Then, it could increase the local government income, so that it can support economic growth and local development. INDONESIAPos intai Belanda yang terletak di Bukit Van Dering biasa disebut Benteng van Dering oleh masyarakat Dusun Se-rukam merupakan salah satu peninggalan sejarah yang terletak di Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalatan, Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian adalah menggambarkan upaya revitalisasi Benteng van Dering. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di kawasan wisata van Dering Serukam. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan para tetua adat, kepala desa, dan camat. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cagar budaya Benteng van Dering berada pada kondisi rusak. Kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama, dimana 90% Benteng van Dering sudah hancur, bahkan sebelum Belanda meninggalkan Dusun Serukam. Pemerintah, baik pusat maupun daerah belum memberikan perhatian terhadap revi-talisasi Benteng van Dering sebagai kawasan cagar budaya sejarah. Pemilik lahan tempat berlokasinya pos intai Bel-anda pada akhirnya membangun rumah di bawah kaki bukit. Apabila kondisi tersebut terus terjadi, dapat berdampak hilangnya jejak keberadaan aset bersejarah periode penjajahan Belanda. Revitalisasi Benteng van Dering di Bukit van Dering diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Bengkayang. Se-lanjutnya, hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga mendukung pembangunan dan pertum-buhan ekonomi.
Morfologi dan Citra Kota Kawasan Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati Adiguna, Wildansyah Firdaus; Triyanti, Marisa
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.220

Abstract

ENGLISHPhysical elements to form city image that can be perceived through the function, location, and character of a certain urban area, are the keys to obtain the image of city. Kauman is a developing urban area in Juwana Sub-district, Pati Regency. This research aims to identify the elements of urban morphology and the forming elements of the city image in Kauman through the mental map method, based on the perceptions, experiences, memories, and feelings of its community. This study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. This study used Trancik’s theory to investigate urban morphology and used Lynch's theory to identify the forming elements of the city image. The urban morphology of Kauman was arranged as follows: solid elements were found in figure-ground, 1 point single block, and 2 groups at Jalan W.R. Supratman as multiple blocks. Meanwhile, void elements found 2 points. Linkage elements found a point. There are 3 styles of architecture still founded in Kauman, including Colonial, Javanese traditional, and Chinese style. Based on the analysis of the physical elements forming the Kauman Juwana image, it is arranged through 13 objects, there are 2 path elements, 4 edge elements, 3 district elements, 1 node element, and 3 landmark elements. INDONESIAElemen fisik pembentuk citra kota yang dapat dirasakan melalui fungsi, lokasi, dan karakter merupakan kunci untuk mengetahui gambaran citra kota tersebut. Kauman merupakan kawasan perkotaan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati yang terus mengalami perkembangan berikut citranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen morfologi kota dan elemen pembentuk citra kota di Kauman melalui metode peta mental berdasarkan persepsi, pengalaman, ingatan, dan perasaan masyarakat Kauman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini mengkaji elemen morfologi kota berdasarkan teori Trancik dan elemen pembentuk citra kota berdasarkan teori Lynch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi Kota Kauman disusun melalui objek sebagai berikut elemen solid ditemukan pada figure ground, blok tunggal 1 titik, dan blok ganda ditemukan 2 kelompok di koridor Jalan W. R. Supratman, sedangkan elemen void ditemukan 2 elemen; linkage ditemukan 3 elemen; dan place ditemukan 1 titik. Penampakan bangunan berkarakter kuat yang mewakili suatu langgam atau gaya bangunan tertentu yang ditemukan yaitu bangunan bergaya Kolonial, Tradisional Jawa, dan Cina. Berdasarkan analisis, elemen fisik pembentuk citra Kauman Juwana disusun melalui 13 objek, meliputi 2 elemen jalur (path), 4 elemen batas (edge), 3 elemen kawasan (district), 1 elemen titik temu (nodes), dan 3 elemen penanda kawasan (landmark).
Limbah Cair Tapioka, Pencemaran, dan Teknik Pengolahannya Herna Octivia Damayanti; Metachul Husna; Dicky Harwanto
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.222

Abstract

ENGLISHThe tapioca industry is one type of agro-industry that is widely developed in Indonesia. The problem that often arises due to the presence of the tapioca industries is waste pollution, especially liquid waste. Tapioca liquid waste is immediately disposed of into the river flows without any treatment process. The purpose of this paper is to provide an overview of the impact caused by the disposal of tapioca liquid waste, especially on the aquaculture environment and alternative processing technology. The research method is literature study. Tapioca liquid pollution increases the death vulnerability the biota in the ponds, namely shrimp and milkfish. The danger of tapioca liquid waste pollution can be minimized by treating the disposed liquid waste properly. Several alternatives of wastewater treatment that can be applied to minimize the impact of pollution caused by tapioca liquid waste are (1) ultrafiltration membranes can separate suspended solids; ABR (Anaerobic Baffled Reactor) and UAF (Up-flow Anaerobic Filter) systems can reduce COD concentrations; photo-catalysts can reduce COD concentrations; phytoremediation with water hyacinth can reduce BOD, COD, and CN concentrations and increase pH of tapioca wastewater; and batch sequencing reactor shows efficiency of removing HCN, BOD, COD, turbidity, sodium, magnesium, and calcium. INDONESIAIndustri tapioka merupakan salah satu jenis agroindustri yang banyak berkembang di Indonesia. Permasalahan yang sering timbul dari industri tapioka adalah pencemaran limbah, terutama limbah cair. Limbah cair tapioka langsung dibuang ke aliran sungai tanpa melewati proses pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai dampak yang ditimbulkan oleh adanya pembuangan limbah cair tapioka khususnya terhadap lingkungan pertambakan serta alternatif teknologi pengolahannya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Pencemaran limbah cair tapioka mengakibatkan kerawanan kematian biota yang dibudidayakan di tambak, yaitu udang dan bandeng. Bahaya pencemaran limbah cair tapioka dapat diminimalisir dengan melakukan pengolahan terhadap limbah cair yang dibuang. Beberapa alternatif pengolahan limbah cair untuk meminimalisir dampak pencemaran oleh limbah cair tapioka, yaitu (1) membran ultrafiltrasi, yang dapat memisahkan padatan tersuspensi; (2) sistem ABR (Anaerobic Baffled Reactor) dan sistem UAF (Upflow Anaerobic Filter, yang dapat menurunkan konsentrasi COD; (3) fotokatalis, yang dapat menurunkan konsentrasi COD; (4) fitoremediasi dengan eceng gondok, yang mampu menurunkan konsentrasi BOD, COD, dan CN serta meningkatkan pH limbah cair tapioka; dan (5) sistem SBR (Sequencing Batch Reactor) menunjukkan efisiensi pembuangan HCN, BOD, COD, kekeruhan, sodium, magnesium, dan kalsium.
Persepsi Generasi Milenial Kabupaten Sidoarjo terhadap Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Munari Kustanto; Fitriyatus Sholihah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 17, No 1 (2021): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v17i1.227

Abstract

ENGLISHThe implementation of Large Scale Social Restriction (PSBB) is one of the efforts taken by several local governments, including Sidoarjo Regency, to break the chain of COVID-19 spread. Millennials, whose age ranged from 20 to 40 years in 2020, are interesting to be studied due to their large population. In addition, they have high proficiency in information technology. This study aimed to figure out the perception of the millennials in Sidoarjo District regarding the implementation of PSBB in that area. It utilized the google form platform to create an online questionnaire then the link was sent through WhatsApp groups. 276 Millenials were involved in this study as respondents. Quantitative and descriptive meth-od was applied to analyze the data and then presented in tables and figures. The study showed 84,78% of respondents stated that they agreed with PSBB implementation; 76,45% of respondents perceived that PSBB practice was not optimal yet; 75,00% recognized that community obedience in PSBB practice was relatively low. Millenials concluded that the factors that determined community obedience in PSBB implementation were sanctions enforcement as well as direction from law officers and the government. INDONESIAPemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) merupakan salah satu upaya yang ditempuh beberapa pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sidoarjo untuk memutus rantai persebaran virus SARS-CoV-2. Generasi milenial adalah kelompok penduduk yang berada pada rentang usia 20-40 tahun di tahun 2020. Kelompok ini menarik untuk diteliti karena dominan secara demografi dan memiliki penguasaan terhadap teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi generasi milenial Kabupaten Sidoarjo terhadap pemberlakuan PSBB di wilayah tersebut. Penelitian memanfaatkan platform google form untuk menyebarkan kuesioner secara daring dan link kuesioner disebar melalui grup Whatsapp. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian adalah 276 orang. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data dan ditampilkan melalui tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84,78% generasi milenial menyatakan setuju terhadap pemberlakuan PSBB; 76,45% memersepsikan pemberlakuan PSBB kurang optimal; dan 75,00% menyatakan kepatuhan masyara-kat dalam melaksanakan PSBB masih rendah. Generasi milenial memiliki persepsi bahwa hal-hal yang meme-ngaruhi kepatuhan masyarakat selama pemberlakuan PSBB, antara lain adanya sanksi dan arahan dari aparat kea-manan maupun pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6