cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3" : 9 Documents clear
PREVALENSI KELENGKAPAN PENULISAN DESKRIPSI LUKA PADA KORBAN HIDUP KASUS TRAUMA MEKANIK BERDASARKAN DATA REKAM MEDIK MENURUT KEILMUAN FORENSIK DI INSTALANSI FORENSIK RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Jims Ferdinan Possible; Dwi Robbiardy Eksa; Yandi Pirnata
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.671 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1313

Abstract

Latar belakang : Trauma mekanik dapat terjadi pada peristiwa apapun seperti kecelakaan¸ penganiayaan, bunuh diri, pembunuhan dan lain lain. Dalam menceritakan tentang trauma mekanik yang terjadi di tubuh manusia harus menyebutkan karakteristik trauma tersebut dengan gambaran atau deskripsi luka pada data rekam medik, hal tersebut sesuai menurut keilmuan forensik yang sering di butuhkan dalam proses peradilan.Tujuan Penelitian : Untuk melihat prevalensi kelengkapan penulisan deskripsi luka pada korban hidup kasus trauma mekanik dalam data rekam medik sesuai kaidah tata cara penulisan deskripsi luka menurut keilmuan forensik.Metode penelitian : Desain penelitian deskriftif retrospektif dengan desain penelitian cross sectional, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Didapatkan lembar rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 327 pasien.Hasil penelitian Karakteristik deskripsi luka berdasarkan kelengkapan penulisan deskripsi luka sebanyak 100 (30.6 %) lembar rekam medis pasien ditulis lengkap, berdasarkan kelengkapan penulisan jenis luka sebanyak 287 (87.8 %) lembar rekam medis pasien ditulis deskripsi jenis luka dengan lengkap, berdasarkan kelengkapan penulisan lokasi luka sebanyak 327 (100 %) lembar rekam medis pasien ditulis lokasi lukanya dengan lengkap, berdasarkan kelengkapan penulisan bentuk luka sebanyak 155 (47.4 %) lembar rekam medis pasien ditulis bentuk perlukaannya, berdasarkan kelengkapan penulisan ukuran luka sebanyak 323 (98.8 %) lembar rekam medis pasien ditulis ukuran luka dengan lengkap, berdasarkan kelengkapan penulisan jumlah luka sebanyak 231 (70.6) lembar rekam medis pasien ditulis jumlah lukanya dengan lengkap.Kesimpulan : Distribusi frekuensi deskripsi luka berdasarkan kelengkapan penulisannya yang paling banyak ditulis oleh tenaga kesehatan yang terkait yaitu lokasi luka sebanyak 327 (100%) dari 327 lembar rekam medis pasien sedangkan yang sering tidak ditulis oleh tenaga kesehatan yang terkait yaitu pada penulisan bentuk luka sebanyak 155 (47,4%) dari 327 lembar rekam medis pasien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI SMAN 14 TANGERANG Deviani Utami; galih Ayu Setyarini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.255 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1318

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja adalah masa saat tingginya kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembanga. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa mulai terjadi peningkatan status gizi yang mengarah kepada gizi lebih, tetapi gizi kurang juga masih ditemui pada beberapa remaja.Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SMAN 14 Tangerang. Faktor-faktor yang diteliti adalah citra tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi siswa SMAN 14 Tangerang yang berumur 15-18 tahun dengan sampel sebanyak 277 orang. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara variabel citra tubuh (Pvalue = 0,002), aktivitas fisik (Pvalue = 0,000), kebiasaan sarapan (Pvalue = 0,049) dan asupan zat gizi (Pvalue = 0,043) dengan indeks massa tubuh.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara citra tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan, dan asupan zat gizi dengan indeks massa tubuh pada remaja usia 15-18 tahun di SMAN 14 Tangerang.
PERBANDINGAN PANJANG AKSIAL MATA PADA PENDERITA MIOPIA DENGAN EMETROPIA DI POLIKLINIK MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN HUSADA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Rahmat Syuhada; Ade Utia Detty; Zata Sabrina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.298 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1314

Abstract

Latar Belakang : Kelainan refraksi yang sering terjadi yaitu miopia, sedangkan angka kejadian miopia didunia terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 di Indonesia, dari seluruh kelompok umur, kelainan refraksi (12,9%) merupakan penyebab low visison/penglihatan terbatas terbanyak kedua setelah katarak (61,3%). Pada penderita miopia sumbu orbita yang lebih panjang dibandingkan panjang fokus media refrakta, dengan perbandingan panjang aksial mata emetropia yaitu 23 mm.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbandingan panjang aksial mata pada penderita miopia dengan emetropia di Poliklinik mata Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik, dengan rancangan case control. Populasi adalah seluruh pasien di Poliklinik Mata RS. Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung, dengan sampel menggunakan perbandingan 1:1, pada kelompok miopia yaitu total populasi sebanyak 35 orang, maka pada kelompok emetropia juga 35 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic yaitu Uji Mann-Whitney U.Hasil:  Hasil penelitian ditemukan rerata panjang aksial mata dextra kelompok miopia 24,1 dan kelompok emetropia 23,4. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05, maka terdapat perbandingan signifikan rerata panjang aksial mata dextra pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia. Sedangkan rerata panjang aksial mata sinistra kelompok miopia 24,2 dan kelompok emetropia 23,5. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05.  Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbandingan panjang aksial mata pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTABUMI DESA KUTABUMI KECAMATAN PASAR KEMIS KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2014 Tessa Sjahriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.745 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1310

Abstract

Latar belakang : Presentase jumlah ibu hamil KEK di provinsi Banten sebesar 18,4% terjadi peningkatan dari 17,7% dari tahun 2002. Menurut data Puskesmas Kutabumi jumlah ibu hamil yang mengalami KEK dalam setahun mencapai 111 orang yang dapat menyebabkan Angka Kematian Ibu.Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan antara pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pola konsumsi ibu, jarak kehamilan, paritasdengan Kekurangan Energi Kronis pada ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Desa Kutabumi Kabupaten Tangerang.Metode penelitian : penelitian ini menggunakan desain analitik, rancangan cross sectional dalam bentuk univariat dan bivariat (uji chi square). Sampel berjumlah 110 jiwa. Dengan variabel independen adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kekurangan energi kronis yaitu pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pola konsumsi ibu, jarak kehamilan, paritas. Dan variabel dependen adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK).Hasil penelitian : Ditemukan ada hubungan antara pendapatan keluarga (p = 0,001), pendidikan ibu (p = 0,000), pola konsumsi ibu (p = 0,018), paritas (p = 0,008) dan tidak ada hubungan antara jarak kehamilan (p = 0,156) dengan KEK pada ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Desa Kutabumi Kabupaten Tangerang.Kesimpulan : Ada hubungan antara pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pola konsumsi ibu dan paritas dengan Kekurangan Energi Kronis dan tidak ada hubungan antara jarak kehamilan dengan Kekurangan Energi Kronis pada ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Kutabumi Desa Kutabumi Kabupaten Tangerang.
HUBUNGAN PERILAKU KERJA DENGAN KEJADIAN NYERI PINGGANG BAWAH PADA BURUH DI PASAR TENGAH TANJUNG KARANG PUSAT BANDAR LAMPUNG PERIODE NOVEMBER – DESEMBER TAHUN 2013 Agung Priantoro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.302 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1315

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas gerak tubuh manusia bergantung pada efektifnya interaksi antara sendi yang normal dengan unit-unit neuromuskular yang menggerakkannya.diketahui Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, untuk penyakit tulang, sendi, otot dan jaringan pengikat data prevalensi nyeri pinggang belakang sebesar 35,7%. Berdasarkan karakteristik responden prevalensi nyeri pinggang bawah lebih tinggi pada jenis pekerjaan petani/nelayan/buruh sebesar 16,6%. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kuli angkut yang ada di Pasar Tengah Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung tahun 2013 sebesar 50 orang dan sampel menggunakan total populasi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik univariat didapat distribusi frekuensi perilaku kerja lebih tinggi pada kategori tidak baik sebesar  29 orang (58,0%), Distribusi frekuensi kejadian nyeri pinggang bawah lebih tinggi pada kategori tidak nyeri pinggang bawah sebesar 35 orang (70,0%). Kesimpulan: Hasil uji statistik bivariat didapat ada hubungan perilaku kerja dengan kejadian nyeri pinggang bawah pada buruh (p value = 0,003 < 0,05).
PENGARUH TEKANAN OSMOTIK PH, DAN SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Debi Arivo; Nurul Annissatussholeha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.748 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1311

Abstract

Latar belakang : Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan keberadaan mikroorganisme dalam urin apabila jumlah bakteri signifikan pada mistream urine yaitu >105 CFU/mL. ISK banyak disebabkan oleh bakteri Escherichia coli sebesar 19% dan sangat penting untuk mengetahui pertumbuhan bakteri E. coli berdasarkan tekanan osmotik, pH, dan suhu pertumbuhan. Tujuan : untuk mengetahui pertumbuhan optimal bakteri E. coli berdasarkan pengaruh tekanan osmotik, pH, dan suhu dalam pertumbuhannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimental Laboratorik dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan berupa bakteri E. coli. Metode Penelitian : Untuk melihat pengaruh tekanan osmotik, bakteri E. coli ditumbuhkan pada media Nutrien Broth (NB) yang diberi variasi konsentrasi NaCl masing-masing sebesar 0%, 0.5%, 0.8%, dan 1.5%. Untuk uji pengaruh pH, bakteri E. coli masing-masing ditumbuhkan pada media NB pada pH sebesar 3, 5, 7, dan 9. Untuk melihat suhu pertumbuhan optimal, masing-masing bakteri E.coli ditumbuhkan pada media NB dan diinkubasi pada suhu 10 0C, 27 0C, 37 0C, dan 50 0C. Untuk mengukur tingkat pertumbuhanE. colipada masing-masing perlakuan, dilakukan dengan menghitung tingkat kekeruhan pada media pertumbuhan menggunakan spektrofotometer dengan λ640 nm. Hasil penelitian : Terdapat perbedaan nilai tekanan osmotik, pH, dan suhu terhadap pertumbuhan bakteri E. coli berdasarkan nilai absorbansi pada pada masing-masing setiap perlakuan. Berdasarkan pengaruh tekanan osmotik,bakteri E. colimemiliki pertumbuhan optimal pada tekanan osmotik sebesar 0.5% dengan nilai absorbansi sebesar 0.486 nm. Pada perlakuan perbedaan pH, E. coli paling optimal ditumbuhkan pada pH 7 dengan nilai absorbansi sebesar 0.42 nm. Sedangkan pada perlakuan perbedaan suhu, pertumbuhan E. coli paling optimal ditumbuhkan pada suhu 37 0C dengan nilai absorbansi sebesar 0.227 nm.Nilai absorbansi mengindikasikan tingkat kekeruhan media terhadap pertumbuhan E. coli. Semakin tinggi nilai absorbansi berarti semakin keruh media pertumbuhan yang berarti semakin banyak pertumbuhan bakteri dalam media tersebut.
FAKTOR-FAKTOR PROGNOSTIK KESEMBUHAN PENGOBATAN MEDIKAMENTOSA RINOSINUSITIS KRONIS DI POLI THT RSUD A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Yesi Nurmalasari; Dera Nuryanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.552 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1316

Abstract

Latar Belakang: Rinosinusitis kronis merupakan peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasalis yang berlangsung lebih dari 8 minggu yang dapat ditandai oleh discharge mukopurulen, hidung berbau, hidung tersumbat, nyeri wajah dan lain-lain. Pengobatan untuk rinosinusitis kronis tanpa komplikasi adalah dengan terapi medikamentosa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan medikamentosa antara lain faktor alergi, kebiasaan merokok, usia dan jenis kelamin.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor prognostik yang berhubungan dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah jenis peneltian kuantitatif dengan pendekatan retrospetive, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung sebanyak 45 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS versi 16.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara alergi (p-value = 0,011 dan OR = 5,000), kebiasaan merokok (p-value = 0,001 dan OR = 11,375), umur (p-value = 0,026 dan OR = 4,000) dan jenis kelamin (p-value = 0,019 dan OR = 4,480) dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017Kesimpulan: Ada hubungan alergi, kebiasaan merokok, umur dan jenis kelamin dengan kesembuhan pengobatan medikamentosa rinosinusitis kronis di Poli THT RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung tahun 2017
HUBUNGAN ANTARA TIPE LOCUS OF CONTROL DENGAN PREVALENSI STRES PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Hariansyah Hariansyah; Octa Reni Setiawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.087 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1312

Abstract

Latar Belakang : Stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan social dari seseorang. Kejadian stress dapat berhubungan dengan kemampuan untuk mengontrol diri pada tiap individu. Kemampuan ini juga menimbulkan suatu persepsi yang dialami oleh individu saat menghadapi situasi tertentu dalam hidup. Perseps iinilah yang disebut sebagai Locus of Control (LOC). LOC terbagi menjadi dua tipe yaitu, tipe LOC internal dan LOC eksternal yang dapat memicu terjadinya stres. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan tipe Locus of Control dan prevalensi  stres Pada mahasiswa kedoktrean Universitas Malahayati Bandar Lampung. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati angaktan 2014 – 2017. Pengambilan sampel  menggunakan metode statified random sampling dengan responden berjumlah 298 responden. Analisa data  menggunakan Chi Squere Hasil Penelitian : Diketahui sebanyak 152 orang (51,0%) responden tipe internal sebesar. Sedangkan pada kategori eksternal sebesar 146 orang (49,0%). Prevalensi stres sebanyak 135 (45.3%)responden.p< 0,05 yaitu 0,000 dan OR 41,605 Kesimpulan: Dari analisa data menggunakan Chi Square terdapat hubungan antara tipe Locus of Control dengan stres
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN BAYI BERAT LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR) DI BAGIAN PERINATOLOGI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Aspri Sulanto; Zulhafis Mandala; Surya Doriska
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.54 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1317

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan penting di negara-negara sedang berkembang. Hal ini disebabkan karena angka kejadian, kesakitan dan kematiannya masih cukup tinggi. Selain faktor berat lahir yang telah digunakan sebagai indikator yang kuat atas resiko kematian BBLSR, terdapat juga faktor lain yang nantinya dapat meningkatkan kematian pada BBLSR seperti gangguan pada sistem pernapasan, kardiovaskular, hematologis, saluran pencernaan, metabolik-endokrin, sistem saraf pusat, ginjal dan faktor infeksi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kematian BBLSR. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua BBLSR yang dirawat di bagian perinatologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 dengan jumlah 130 bayi dan sampel penelitian ini adalah semua BBLSR yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel mengunakan teknik total sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik untuk mengetahui pengaruh faktor prognosis terhadap kematian BBLSR. Hasil: Selama periode penelitian terdapat 130 BBLSR yang diikutsertakan ke dalam penelitian, 16 bayi dikeluarkan karena 10 bayi dengan kelainan kongenital, 4 bayi pulang atas permintaan sendiri (APS) dan 2 bayi memiliki data rekam medik tidak lengkap. Angka kematian BBLSR 64,9%. Dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang dapat menjadi faktor prognostik kematian BBLSR adalah RDS (OR: 5,456 ; 95% CI: 1,898-15,686) dan sepsis (OR: 2,987 ; 95% CI: 1,073-8,316). Kesimpulan: RDS dan sepsis merupakan faktor prognostik yang secara bermakna meningkatkan kematian BBLSR.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue