cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,273 Documents
KORELASI JUMLAH CD4 DENGAN KEJADIAN KANDIDIASIS ORAL PADA PASIEN TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS)/ CQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROM DI RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2013 Yunita Sari Tanjung; Firhat Esfandiari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.151 KB) | DOI: 10.33024/.v1i4.684

Abstract

Kandidiasis merupakaninfeksi jamur yang disebabkan Candida danmudah terjadi pada orang yang mengalamipenurunan system imun, termasuk padapenderita HIV/AIDS. AIDS merupakankumpulan gejala penyakit yang disebabkanoleh menurunnya system imun akibat infeksivirus HIV dan kandidiasis merupakan infeksijamur yang sering terjadi. Penelitiansebelumnya yang dilakukan dibeberapa rumahsakit menunjukkan terdapat korelasi jumlahkadar CD4 dengan kejadian kandidiasis oral,semakin rendah jumlah kadar CD4, semakinmudah penderita HIV/AIDS mengalamikandidiasis oral.Tujuan:Mengetahui korelasi jumlah kadarCD4 dengan kejadian kandidiasis oral padapasien terinfeks iHIV/AIDS di RSUD dr. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung periodeJanuari-Desember 2013.Metode: Jumlah kadar CD4 dan data pasienterinfeksi kandidiasis oral didapatkan darirekam medic pasien yang datang ke KlinikVCT Kanca Sehati RSUAM dr. H. AbdulMoeloek. Jenis penelitian ini adalah surveyanalitik dengan rancangan cross-sectionalstudy.Hasil: Dari 50 responden, 43(86%) terinfeksikandidiasis oral dan 7(14%) tidak terinfeksi.Dengan jumlah kadar CD4 200-100 sel/μlsebanyak 2 responden (4,7%), CD4 100-50sel/μl7 responden (16,3%) dan 34 responden(79,1%) dengan CD4 ≤50sel/μl. Dengan priamendominasi yaitu 24 responden (55,8%).Rentan usia terbanyak 31-45 tahun sebanyak22(51,2%).Kesimpulan:Terdapat korelasi positif antarajumlah kadar CD4 dengan kejadiankandidiasis oral, didapatkan sebagian besarjumlah kadar CD4 <50sel/μl.
PERBANDINGAN PANJANG AKSIAL MATA PADA PENDERITA MIOPIA DENGAN EMETROPIA DI POLIKLINIK MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN HUSADA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Rahmat Syuhada; Ade Utia Detty; Zata Sabrina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.298 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1314

Abstract

Latar Belakang : Kelainan refraksi yang sering terjadi yaitu miopia, sedangkan angka kejadian miopia didunia terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 di Indonesia, dari seluruh kelompok umur, kelainan refraksi (12,9%) merupakan penyebab low visison/penglihatan terbatas terbanyak kedua setelah katarak (61,3%). Pada penderita miopia sumbu orbita yang lebih panjang dibandingkan panjang fokus media refrakta, dengan perbandingan panjang aksial mata emetropia yaitu 23 mm.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbandingan panjang aksial mata pada penderita miopia dengan emetropia di Poliklinik mata Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini deskriptif analitik, dengan rancangan case control. Populasi adalah seluruh pasien di Poliklinik Mata RS. Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung, dengan sampel menggunakan perbandingan 1:1, pada kelompok miopia yaitu total populasi sebanyak 35 orang, maka pada kelompok emetropia juga 35 orang. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic yaitu Uji Mann-Whitney U.Hasil:  Hasil penelitian ditemukan rerata panjang aksial mata dextra kelompok miopia 24,1 dan kelompok emetropia 23,4. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05, maka terdapat perbandingan signifikan rerata panjang aksial mata dextra pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia. Sedangkan rerata panjang aksial mata sinistra kelompok miopia 24,2 dan kelompok emetropia 23,5. Hasil uji Mann-Whitney nilai Asymp. Sig (2-tiled) 0,000 < 0,05.  Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbandingan panjang aksial mata pada kelompok miopia dengan kelompok emetropia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSYANDU ANGGREK VI PUSKESMAS PAYO SELINCAH KOTA JAMBI TAHUN 2017 Siti Nuraini; T Marwan Nusri; Upik Pebriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.608 KB) | DOI: 10.33024/.v5i1.787

Abstract

Latar Belakang : Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan. Salah satu faktor pemberian MP-ASI oleh ibu diantaranya adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu yang masih kurang terhadap manfaat pemberian ASI Ekslusif sangat erat kaitannya dengan dengan pemberian MP-ASI dini. Tujuan : Mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Anggrek VI Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi tahun 2017. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2017 di Posyandu Anggrek VI Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Populasi dari penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner dan di uji menggunakan uji Chi Square. Hasil : Sebanyak 64 responden (91,4%) berpengetahuan baik dan yang tidak memberikan MP-ASI sebanyak 58 responden (82,9%). Uji Chi Square didapatkan p-value 0,001 dan Odd Ratio = 0,071. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan di Posyandu Anggrek VI Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi tahun 2017.  
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHA D PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI POLI RAWAT JALAN PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG PERIODE FEBRUARI 2016 Teddy Teddy; Edy Ramdhani; Ita Hayani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.582 KB) | DOI: 10.33024/.v3i3.753

Abstract

Latar belakang : Di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung didapati bahwa penyakit nasopharingitisyang merupakan salah satu penyakit ISPA menduduki peringkat pertama dari 10 penyakit terbanyak diPuskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung.Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahanInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Poli Rawat Jalan Puskesmas Rajabasa Indah BandarLampung.Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Sampel dalam peneltianini berjumlah 81 responden terdiri dari ibu yang mempunyai Balita berusia 1-5 tahun yang menderita ISPA diPoli Rawat Jalan Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung periode Februari 2016. Sampel diambilm enggunakan teknik random sampling dengan uji chi-square.Hasil : Data didapatkan 81 responden yaitu ibu yang mempunyai balita berusia 1-5 tahun yang menderitaISPA. Responden memiliki tingkat pengetahuan kurang baik sebanyak 46 orang (56.8%) dan memiliki sikapnegatif sebanyak 47 orang (58.0%). Diperoleh nilai p-value < 0,05 nilai p-value=0.000. Artinya H01 dan H02ditolak, dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pencegahanISPA pada Balita dan ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pencegahan ISPA pada Balita di PoliR awat Jalan Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung periode Februari 2016.
ANALISIS MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Ratna Purwaningrum
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.495 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i1.2418

Abstract

Hasil pengamatan peneliti selama melakukan studi pendahuluan diruang rawat inap RS. Pertamina Bintang Amin dijumpai adanya pasien menyatakan kurang puas dengan pelayanan  perawat di Rs. Pertamina Bintang Amin pada tahun 2017 dan  pada tahun 2018 banyaknya komplain yang dikirim melalui manajemen bisnis RSPBA 2018. Jenis penelitian kuantitatif, pendekatan cross sectional. Waktu penelitian pada bulan Juni - Juli 2018, tempat penelitian adalah RS. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Populasi seluruh pasien yang menjalani perawatan selama 2 hari di RS. Pertamina Bintang Amin  Bandar Lampung pada bulan Juni 2018, sampel 65 orang. Hasil penelitian karakteristik responden pasien di RS. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2018 responden berumur 41 – 50 tahun berjumlah 69 orang (57,5%), berjenis kelamin laki – laki berjumlah 74 orang (61,7%), berpendidikan rendah berjumlah 82 orang (68,3%) dan responden yang mempunyai pekerjaan berjumlah 84 orang (70%). Sebagian besar puas berjumlah 73 orang (60,8%). Dimensi pelayanan kesehatan reliability 73 orang (60,8%), assurance 65 orang (54,2%), tangible 69 orang (57,5%), empathy 64 orang (53,3%), responsiviness 61 orang (50,8%), keterkaitan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien reliability p – value 0,002, assurance p – value 0,001, tangible p – value 0,014, empathy p – value 0,037, responsiveness p – value 0,006. Variabel empathy  paling dominan terkait dengan kepuasan pasien.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KLORAMFENIKOL DAN SEFTRIAKSON DALAM PENGOBATAN DEMAM TIFOID ANAK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN Hetti Rusmini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.195 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.717

Abstract

Demam tifoid merupakan  penyakit  yang  disebabkan  oleh bakteri Salmonella typhi terutama menyerang bagian pencernaan. Kloramfenikol merupakan obat pilihan utama untuk pengobatan demam tifoid. Seftriakson merupakan obat yang efektif untuk pengobatan demam tifoid dalam jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kloramfenikol dan seftriakson pada pengobatan demam tifoid anak.Rancangan  penelitian ini menggunakan cross-sectional  dengan sampel adalah pasien demam  tifoid  anak  yang di  rawat  inap Rumah  Sakit  Umum  Daerah  Dr.  H.  Abdul Moeloek menggunakan  data  rekam medik periode tahun 2012-2014. Sebanyak 29  pasien  diberi  pengobatan kloramfenikol dan 29 pasien diberi pengobatan seftriakson. Analisa statistik menggunakan Mann Whitney Test.Berdasarkan  hasil  penelitian  diperoleh  lama perawatan pasien yang menggunakan kloramfenikol  adalah 4,18 ± 1,25 hari  sedangkan pasien     yang   menggunakan    seftriakson    adalah 2,38 ± 0,49 hari. Hilangnya demam pada pasien yang menggunakan kloramfenikol adalah pada hari ke 2,41 ± 0,68 dan pasien yang  menggunakan  seftriakson adalah pada hari ke  1,98 ± 0,28.Analisis  efektivitas  pengobatan  demam  tifoid  anak menunjukkan bahwa seftriakson mempunyai efektivitas pengobatan yang lebih baik   dibandingkan   dengan   pengobatan   demam   tifoid   anak   menggunakan kloramfenikol.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DAN KEPUASAN PESERTA BPJS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG2015 Jordy Oktobiannobel; Nita Sahara; Elitha Utari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.255 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2292

Abstract

Kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang. Dalam rumah sakit, kepuasan pasien sangat penting untuk keberlangsungan rumah sakit dan yang mempengaruhi kepuasan tersebut yaitu mutu pelayanan rumah sakit yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan peserta BPJS di poliklinik penyakit dalam RS dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 256 orang. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil Penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara tangible = 0,000 (p < 0,05), reliability = 0,002 (p < 0,05), responsiveness = 0,000 (p < 0,05), assurance = 0,000 (p < 0,05), empathy = 0,000 (p < 0,05) dengan kepuasan peserta BPJS poliklinik penyakit dalam RS dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2015. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan peserta BPJS Poliklinik Penyakit Dalam RS dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung 2015.
GAMBARAN PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID SISTEMIK JANGKA PANJANG TERHADAP KEJADIAN KATARAK DI POLI MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Hetti Rusmini; Syamsiatul Ma’rifah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.775 KB) | DOI: 10.33024/.v4i2.776

Abstract

Kortikosteroid merupakan anti inflamasi yang identik dengan kortisol, hormon steroid alami pada manusia yang disintesin dan disekresi oleh korteks adrenal.Efek samping dari terapi kortikosteroid ini baik kortikosteroid topikal maupun sistemik dapat timbul akibat pemberian yang terus menerus terutama dalam dosis yang besar diantaranya seperti osteoporosis, katarak, gejala Cushingoid, dan gangguan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi frekuensi pasien katarak yang memiliki riwayat penggunaan Kortikosteroid sistemik jangka panjang di Poli Mata Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Februari 2016.Jenis penelitian ini menggunakan metode survey descriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 127 diambil menggunakan proportional random sampling.Hasil penelitian pada distribusi frekuensi karakteristik responden didapatkan (7,10%) responden mengalami jenis katarak Trauma, (18,9 %) responden mengalami jenis katarak yang disebabkan oleh Diabetes Melitus, (0,7 %) responden megalami katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jenis steroid, (73,3 %) responden mengalami jenis katarak yang lainnya. (31,5 %) responden menggunakan kortikosteroid, (68,5 %) responden tidak menggunakan kortikosteroid. (97,5 %). Kesimpulan: Walaupun hanya 31,5% yang menggunakan terapi kortikosteroid pada pasien katarak hal ini harus tetap diperhatikan oleh para klinisi dalam pengelolaan pasien pemakai terapi kortikosteroid jangkan panjang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2016 Christin Angelina Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.964 KB) | DOI: 10.33024/.v3i2.743

Abstract

Penyakit hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular dewasa ini menjadi masalah yang besar dan serius, karena prevalensi penyakit hipertensi yang tinggi dan cenderung meningkat. Kota Metro menempati urutan kedua sebagai kabupaten tertinggi penderita hipertensinya yaitu sebesar 47,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo Kota Metro 2016.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel ditentukan menggunakan estimasi mutlak yaitu sebesar 94 orang, dengan teknnik sampling accidental sampling. Analisa data menggunakan somers’d dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang bermakna antara jenis kelamin (nilai p 0,129) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat keluarga (nilai p 0,000; OR 7,841), stress (nilai p 0,002; OR 3,810), obesitas (nilai p 0,001; OR 5,438), merokok (nilai p 0,000; OR 8,873), pekerjaan (nilai p 0,001; OR 4,718) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo adalah merokok dengan p value 0,017 dan OR 8,029. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk gencar dalam upaya preventif, bekerjasama lintas sektoral, kader dan tokoh masyarakat, berupa penyuluhan berkala dengan menggunakan metode-metode atraktif, misal metode grup diskusi dan lain sebagainya, menggiatkan perubahan sosial melalui economical approach.
HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI SAAT LAHIR DI BPS WIRAHAYU PANJANG BANDAR LAMPUNG Neneng Siti Lathifah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.738 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i4.2266

Abstract

Pertambahan berat badan diperlukan untuk menunjang perkembangan janin dalam kandunganmu. Kenaikan berat badan pada tiap ibu hamil tidaklah sama. Hal ini tergantung dari indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan sebelum hamil. Berat badan bayi saat lahir normalnya 2500-4000 gram, kejadian BBLR di Indonesia sebanyak 6,2%. Tujuan penelitian ini diketahui adanya hubungan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan terhadap berat badan lahir bayi. Jenis penelitian survey analitik secara retrospective dengan desain crossectional. Populasi 80 orang ibu hamil dengan sampel 40 orang ibu hamil yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian Univariat didapatkan kenaikan berat badan ibu sesuai IMT sebesar 35% dan tidak sesuai IMT sebesar 65%, Berat Badan Lahir yang  tidak BBLR sebesar 52,5% dan yang BBLR sebesar 47,5%, Karakteristik ibu berdasarkan paritas didapatkan ibu multipara sebesar 75% dan primipara sebesar 25%, berdasarkan karakteristik usia kehamilan ibu terdapat ibu hamil non aterm sebesar 57,5% dan aterm sebesar 42,5%, pada analisis bivariate didapatkan ada hubungan kenaikan berat badan ibu selama hamil terhadap Berat Bayi Lahir (p-Value=0,002<0,05). Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan kajian bersama para tenaga kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pelayanan selama kehamilan terutama dalam mengobservasi kenaikan berat badan ibu hamil.

Page 7 of 128 | Total Record : 1273


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue