cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
sapta@royal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal
Published by STMIK Royal Kisaran
ISSN : 26147912     EISSN : 26223813     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal which is published by Institute of Research and Community Services STMIK Royal Kisaran. This journal published twice a year on January and July. This journal contains of a collection of works result community service activity.
Arjuna Subject : -
Articles 746 Documents
Optimalisasi Bank Sampah Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Sirkular di Desa Waru Triana Septiani; Ullya Vidriza
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4613

Abstract

Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy. Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah
Digital Report Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Bimbingan Belajar Bright Education Kisaran Ruri Ashari Dalimunthe; Iin Almeina Loebis; Muhammad Gusti Rivaldi
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4631

Abstract

Abstrak: Digital reports are technology-based reporting systems that function to record, process, and present information on students’ learning progress in a structured and real-time manner. This study aims to analyze the implementation of digital reports in improving the quality of educational services at the Bright Education tutoring institution in Kisaran. The method used is a descriptive approach by examining the utilization of digital systems in the students’ academic reporting process. The results of the study indicate that the use of digital reports is able to enhance transparency, administrative efficiency, and learning effectiveness. Through this system, data such as attendance, practice scores, evaluation results, and students’ learning progress can be well documented and accessed by various parties, including administrators, tutors, students, and parents. The implementation of the program at Bright Education Tutoring Institution has shown positive results and provided a significant impact on improving the quality of educational services. After the implementation of mentoring programs and the utilization of digital reports, the institution experienced improvements in academic data management, learning administration, and monitoring of student development in a more effective and structured manner. The activities carried out at Bright Education Tutoring Institution have successfully supported the transformation of educational administration toward a more modern, effective, and efficient system, thereby improving the quality of educational services within the tutoring environment. The activities carried out at Bright Education Tutoring successfully supported the transformation of educational administration into a more modern, effective, and efficient system through the implementation of digital reports. This innovation improved service quality, transparency, and students’ learning outcomes sustainably. Kata kunci: tutoring institution; digital report; information System Abstract: Digital report merupakan sistem pelaporan berbasis teknologi yang berfungsi untuk merekam, mengolah, dan menyajikan informasi perkembangan belajar siswa secara terstruktur dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digital report dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan pada lembaga bimbingan belajar Bright Education Kisaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mengkaji pemanfaatan sistem digital dalam proses pelaporan akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital report mampu meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, serta efektivitas pembelajaran. Melalui sistem ini, data seperti kehadiran, nilai latihan, hasil evaluasi, dan progres pemahaman siswa dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh berbagai pihak, termasuk pengelola, tutor, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education menunjukkan hasil yang positif dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. Setelah diterapkannya program pendampingan dan pemanfaatan digital report, mitra mengalami peningkatan dalam pengelolaan data akademik, administrasi pembelajaran, serta monitoring perkembangan siswa secara lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education berhasil mendukung transformasi administrasi pendidikan menjadi lebih modern, efektif, dan efisien melalui penerapan digital report. Inovasi ini meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan hasil belajar siswa secara berkelanjutan. Keywords: bimbingan belajar; rapor digital; sistem informasi
Pembelajaran Bahasa Inggris Menyenangkan untuk Anak Sekolah Dasar melalui Program PKM di Taman Sari Hijau Leil Badrah Zaki; Theodesia Lady Pratiwi; Pandu Prasodjo; Nurlaily; Tetti; David Sutan; Hardy Christ; Nifaila Najwa Inayah; Olivia Museng
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4592

Abstract

Abstract: The purpose of this service program (PKM) that we have held in Taman Sari Hijau Housing aims to study the extent of the ability or competence of elementary school children in English in the housing. With a quota of 30 students, we came to the conclusion that most of the students, apart from the lack of access to English content, we also found a lack of interest in English, so the PKM that we conducted was not only about studying partner problems, but also introducing them to English and teaching with more effective methods, and the results showed that children do need a more "fun" approach than memorizing standard vocabulary, so they can use the vocabulary they have learned with more confidence. Keywords: community service; english language proficiency; interest in learning; fun learning methods Abstrak: Program pengadian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Perumahan Taman Sari Hijau berdasarkan pada kebutuhan dan peningkatan kemauan belajar dan juga minat dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di lingkungan tersebut. Terdapat 30 anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar yang menjadi peserta kegiatan ini. Berdasarkan hasil obeservasi awal ditemukan bahwa masih kurangnya akses terhadap konten pembelajaran berbahasa Inggris dan juga masih kurangnya minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mempelajari permasalahan mitra dan kemudian memperkenalkan dan mengimplemnetasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Total Physical Response (TPR) yang diterapkan melalui tahapan kegiatan yang terstruktur, dimulai dari pengenalan kosakata sederhana, demonstrasi gerakan oleh pengajar, hingga praktik langsung oleh siswa melalui permainan edukatif (games). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak memang membutuhkan pendekatan yang lebih “menyenangkan” dari pada penghafalan kosakata yang baku, sehingga mereka dapat menggunakan kosakata yang telah mereka pelajari dengan lebih percaya diri. Kata kunci: pengabdian kepada Masyarakat (PKM); kemampuan bahasa inggris; minat belajar; metode pembelajaran menyenangkan
Edukasi Perawatan Kaki Dan Skrining Kaki Pada Peserta Prolanis Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Diabetik Kristina Lisum; Diah Suryani; Sesela Melin; Vika Sabila
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i3.4600

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production and/or function. The prevalence of DM in Indonesia continues to rise, posing a significant public health concern, particularly due to its complications such as peripheral neuropathy, which may lead to diabetic foot ulcers. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge and preventive practices through an educational and participatory approach focusing on diabetic foot care and screening. A total of 21 participants enrolled in the Prolanis program at St. Carolus Paseban Primary Clinic were involved in this activity. Data analysis showed that most participants were male (52.4%), aged 65–74 years (57.1%), and had a duration of DM of less than 4 years (57.1%). The majority had no history of foot ulcers (81%) and did not perform regular physical exercise (57.1%). The results of diabetic foot screening indicated that most participants were categorized as very low risk (57.1%). Based on these findings, recommendations and follow-up actions were provided according to the screening protocol. It is expected that participants will be able to regularly monitor their blood glucose levels and implement appropriate foot care practices to prevent the occurrence of diabetic foot ulcers Keywords: Diabetes Mellitus; health education; foot screening Abstrak : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini semakin meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan salah satu komplikasi serius yaitu neuropati perifer yang menyebabkan timbulnya ulkus diabetes pada kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan pasien DM dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Adapun tindakan yang dilakukan adalah pemberian edukasi kesehatan terkait perawatan kaki dan pemeriksaan atau skrining kaki DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien yang tergabung dalam Prolanis di Klinik Pratama St. Carolus Paseban sejumlah 21 peserta. Hasil analisis data pada kegiatan tersebut adalah mayoritas peserta laki laki (52,4 %), berusia 65 s.d 74 thn (57,1)dengan lama sakit DM adalah kurang dari 4 tahun (57,1 %). Selain itu mayoritas peserta tidak memiliki riwayat luka pada kaki (81%) dan tidak melakukan olahraga (57,1 %). Dari hasil skrining kaki DM yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah yaitu sejumlah 57,1 %. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman peserta Prolanis yang meningkat tentang cara perawatan kaki dan pencegahan ulkus kaki diabetic. Selain itu juga terjadinya perubahan perilaku peserta Prolanis untuk melakukan pemantauan gula darah dan skrining ulang ke klinik pratama sebagai upaya pemeliharaan kesehatan. Kata Kunci: diabetes Mellitus; edukasi kesehatan; skrining kaki
Peningkatan Kualitas Air Mata Untuk Mendukung Sekolah Adiwiyata di SMPN 1 Cangkringan Yandhia Febrina Putri; Rahmad Setya Adilasana; Della Anggreani; Miftasyafani Winda Puspita Dewi; Dwi Ariyati; Tania Edna Bhakty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i3.4640

Abstract

Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron (Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities. Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education. Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik. Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).
Cultivating Intercultural Communication Through The Indonesian Language and Cultural Understanding for Misamis University Students Ade Tuti Turistiati; Apik Anitasari Intan Saputri; Farrel Ega Saputra; Dimas Rizky Pratama
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i3.4705

Abstract

Abstract: This community service aimed to improve participants from Misamis University, Philippines' understanding of Indonesian culture, the Indonesian language and the position of English used in Indonesia. The program was conducted through two online training sessions via Zoom meetings. The implementation followed five stages: Training Needs Analysis, Planning, Training Implementation, Evaluation, and Documentation. The Training Needs Analysis identified participants’ needs related to Indonesian cultural knowledge. Based on the findings, training materials and learning activities were designed during the planning stage. The implementation stage consisted of interactive sessions introducing Indonesian cultural diversity, traditions, and values. Evaluation was conducted through participant feedback and assessment of learning outcomes, while documentation recorded the entire process and results. The findings demonstrated that the program effectively enhanced participants’ understanding of Indonesian culture. Evaluation results revealed that 92% of participants indicated that they were motivated, felt confident, and developed a positive self-image regarding their understanding and appreciation of Indonesian culture. These results suggest that online cultural training can be an effective way to promote cultural awareness and empower participants to engage more confidently with Indonesian cultural values. Keywords: cultural understanding; indonesian language; intercultural communication; misamis university; philippines. Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari Misamis University mengenai budaya Indonesia, bahasa Indonesia, serta posisi bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui dua sesi pelatihan daring menggunakan Zoom Meeting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis), Perencanaan, Pelaksanaan Pelatihan, Evaluasi, dan Dokumentasi. Tahap Analisis Kebutuhan Pelatihan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait pengetahuan tentang budaya Indonesia. Berdasarkan hasil analisis tersebut, materi pelatihan dan aktivitas pembelajaran dirancang pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi-sesi interaktif yang memperkenalkan keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki Indonesia serta bahasa Indonesia. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui umpan balik peserta dan penilaian hasil belajar, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam seluruh proses dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai budaya Indonesia. Hasil evaluasi mengungkapkan bahwa 92% peserta menyatakan termotivasi, merasa lebih percaya diri, serta mengembangkan citra diri yang positif terkait pemahaman dan apresiasi mereka terhadap budaya Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan budaya secara daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya serta memberdayakan peserta agar lebih percaya diri dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Indonesia. Kata Kunci: bahasa indonesia; komunikasi antarbudaya; misamis university; pemahaman budaya; philippines