cover
Contact Name
Hafiz Muchti Kurniawan
Contact Email
hafezkurniawan84@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.unaja@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
SCIENTIA JOURNAL
ISSN : 23029862     EISSN : 27768562     DOI : -
Core Subject : Health,
SCIENTIA JOURNAL is a scientific journal in the field of health published twice a year by LPPM Adiwangsa Jambi University, especially in the public health, nursing and midwifery field.
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN KPD DI RSUD RADEN MATTAHER KOTA JAMBI TAHUN 2019 Septiwiyarsi, Septiwiyarsi
SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 1 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2010, memperkirakan angka kematian Ibu lebih di dunia dari300-400/100.000 kelahiran hidup, yang disebabkan oleh perdarahan 28%, ketuban pecah dini 20%, eklampsia 12%,abortus 13%, partus lama 18%, dan penyebab lainnya 2%. Di negara-negara lain seperti Vietnam 130/100.000kelahiran hidup, Filipina 200/100.000 kelahiran hidup, Malaysia 41/100.000 kelahiran hidup, Singapura 15/100.000kelahiran hidup.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Kejadian KPDDi RSUD Raden Mattaher Kota Jambi Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yangberkunjung ke RSUD Raden Mattaher Kota Jambi dari Januari Juni 2019 yang berjumlah 302 orang. Sampel dalampenelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu 31 kelompok kasus dengan total sampling dan 31 kelompok kontrol diambilsecara simple randomsampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-22 Oktober 2019 di RSUD RadenMattaher Jambi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat serta diinterpretasikan dalam bentuk tekstuler dantabuler.Hasil penelitian diperoleh bahwa umur ibu yang tidak berisiko sebanyak 43 responden (69,4%)responden yangmemiliki paritas rendah sebanyak 41 orang (66,1%), responden yang tidak bekerja sebanyak 39 responden (62,9%)dan responden mengalami KPD sebanyak 31 responden (50%).Ada hubungan yang signifikan antara umur (0,028),paritas (0,032) dengan kejadian KPD. Tidak adahubungan yang signifikan antara pekerjaan (1,000) dengan kejadianKPD.Dapat dijadikan gambaran dalam mengurangi kejadian KPD dengan meningkatkan pelayanan kesehatan ibusehingga informasi yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERUBAHAN PSIKOLOGI IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWASARI KOTA JAMBI TAHUN 2018 Septiwiyarsi, Septiwiyarsi
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ibu menurut WHO adalah kematian yang terjadi saat hamil, bersalin, atau dalam 42 haripasca persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadapkehamilan.Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan, di seluruh dunia lebih dari 585 ribuibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Artinya, setiap menit ada satu perempuan yangmeninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suamidengan perubahan psikologi ibu primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Kota JambiTahun 2018.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh ibu hamil primigravida pada bulan Januari-Juni 2018 di Puskesmas Rawasari yang berjumlah1.064 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 orang yang diambil dengan teknik quotasampling. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 26-29 Agustus 2018 di Wilayah KerjaPuskesmas Rawasari Kota Jambi. Analisa data dalam penelitian ini secara Univariat dan Bivariat.Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara terstruktur dan pengisian kuesioner.Hasil penelitian diperoleh bahwa (69,8%) responden memiliki pengetahuan baik, (65,1%) respondenmendapat dukungan suami yang baik, dan (62,8%) ibu mengalami perubahan psikologis positif. Adahubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,030) dan dukungan suami (p=0,001) denganperubahan psikologis pada ibu primigravidaDiharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dan pengetahuan untuk mendukungperubahan psikologis ibu agar dapat mencegah komplikasi ? komplikasi dalam kehamilan.
ANALISA FAKTOR RESIKO TERJADINYA PREEKLAMSIA PADA PASIEN IBU HAMIL DI RSUD DR PIRNGADI MEDAN TAHUN 2018 Aspiati, Aspiati
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti, dengan melihat 5 status pasien yang mengalami preeklampsia di medical record RSUD Dr. Pirngadi Medan. Menganalisa faktor resiko terjadinya preeklamsia pada pasien ibu hamildi RSUD Dr. Pirngadi Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu yang bertujuan untuk analisis faktor resiko terjadinya preeklamsia pada pasien ibu hamil Di RSUD dr pirngadi medan. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Pirngadi Medan yang pelaksanaannya Desember 2018 sampai Juli 2015. nilai rata-rata dari faktor Resiko Terjadinya Preeklamsia pada pasien ibu hamildi RSUD Dr. Pirngadi Medan, dimana ibu yang mengalami preeklampsia rata-rata berusia 32 tahun, rata-rata frekuensi ANC adalah 3 kali. mayoritas usia ibu yang mengalami preeklampsia 25-35 tahun sebanyak 24 orang (60%), mayoritas ibu  beragama Islam sebanyak 24 orang (60%), mayoritas ibu bekerja sebagai IRT sebanyak 26 orang (65%), mayoritas ibu berpendidikan SMA sebanyak 17 orang (42.5 %). Faktor resiko pada Preeklamsia pada pasien ibu hamilyang terdiri dari faktor usia, gravida, frekuensi ANC dan riwayat penyakit yang menyertai ibu, maka  rata-rata usia ibu yang mengalami preeklampsia adalah usia 32 tahun.  
EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA EKSTREMITAS ATAS TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2018 Wilson Sihaloho, Roy; Suriati, Suriati
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke menjadi penyakit ketiga yang menyebabkan angka kematian tertinggi di dunia. Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan syaraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak karena sumbatan (stroke iskemik) atau perdarahan (stroke haemoragik). Salah satu dampak yang terjadi merupakan kelemahan Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. Salah satu upaya yang dilakukan dalam masa rehabilitasi adalah tindakan Range Of Motion (ROM). Oleh karena itu sebaiknya dilakukan tindakan ROM.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Pada Ekstremitas Atas Terhadap Kekuatan Otot Pada pasien Stroke di RSUD DR. Pirngadi Medan Tahun 2018. Metode: Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi gradasi kekuatan otot dengan sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 responden sampel pasien stroke yang menjalani tindakan Range Of Motion (ROM). Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling adalah teknik penetapan sampel yang didasarkan Terhadap Kekuatan Otot Pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Dari analisi data yang dilakukan diperoleh nilai dari p= 0,008 (p= 0,05). Angka tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel tindakan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Pada pasien stroke. Kesimpulan: Perawat dan keluarga sebaiknya mengetahui dan melakukan Ekstermitas Atas tindakan Range Of Motion (ROM) karena dapat menyebabkan kenaikan kekuatan otot Terhadap Kekuatan Otot Pada pasien stroke. Dalam pelaksanaannya sebainya dilakukan secara rutin, serta disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan pasien.
EFEKTIVITAS RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA APPENDIKTOMI DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2018 Elpriska, Elpriska
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Appendiksitis akut merupakan salah satu penyakit pencernaan yang paling umum ditemukan dan yang paling sering memberikan keluhan abdomen akut. Appendiksitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Infeksi ini bisa mengakibatkan pernanahan. Jenis penelitian bersifat squasi experimen dengan rancangan ?One Graup Pre Test-Post Test Design?. Yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik napas dalam terhadap respon nyeri pada pasien appendiktomi.diukur tingkat nyeri sebelum dilakukan terapi napas dalam, kemudian diukur tingkat nyeri setelah mendapat terapi napas dalam. Sampel adalah seluruh pasien appendiktomi akan dijadikan sampel. Yang mana terdapat 18 orang di RSUD Dr.Pirngadi Medan Tahun 2018. Untuk pengumpulan data penelitian teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. hasil analisa data dengan menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0.05) diperoleh hasil P=0.000, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh tehnik napas dalam terhadap respon nyeri pada pasien appendiktomi dimana nilai P= 0,000. Dengan adanya ini diharapkan petugas kesehatan dapat mengimplementasikan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri pada appendiktomi.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUARGA DALAM MENANGANI KEKAMBUHAN PADA PASIEN HALUSINASI DI RSJ PROF. DR. M. ILDREM MEDAN TAHUN 2018 Lestari, Yani
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam menangani kekambuhan pada pasien halusinasi seperti faktor farmakologis yaitu obat-obatan yang digunakan dalam proses pemulihan dan perawatan pasien halusinasi, faktor nonfarmakologis yaitu  kebutuhan pendukung yang harus ada selama proses pemulihan dan perawatan pasien halusinasi yaitu pasien sendiri dan  keluarga. Penelitian dalam studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018 ? Juni 2018 di RS Jiwa Daerah Provsu Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien halusinasi yang mengalami kekambuhan dan sedang di rawat jalan berjumlah 150 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dan sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi faktor farmakologis yang mempengaruhi keluarga yang positif sebanyak 34 orang (75,6%) dan distribusi frekuensi faktor non farmakologis yang mempengaruhi keluarga yang positif sebanyak 25 orang (55,6%). Disarankan keluarga harus lebih memperhatikan pasien halusinasi, mengontrol pasien agar minum obat secara teratur, memastikan obat telah diminum dan mengetahui penanganan pada saat pasien mengalami gangguan jiwa.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT YANG TERHADAP PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN ANAK DI RSUD DR PIRNGADI MEDAN TAHUN 2018 Lestari, Yani; Elpriska, Elpriska
SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat sebagai komponen penting dalam proses keperawatan dan orang yang terdekat dengan pasien, harus mampu berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi terapeutik merupakan suatu proses untuk membina hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Pelaksanaan komunikasi terapeutik sampai saat ini masih belum baik dan hanya bersifat rutinitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada perawat di Puskesmas Bandar Senembah Binjai Tahun 2012. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bandar Senembah Binjai. Penelitian dilakukan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Populasi yang dijadikan dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Bandar Senembah Binjai dengan jumlah 30 orang. Sampel yang dilakukan peneliti adalah total populasi yaitu berjumlah 30 orang. Dari hasil penelitian melalui uji statistik diketahui bahwa, faktor persepsi mayoritas menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik sebanyak 76,7%, faktor latar belakang sosial budaya mayoritas tidak menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik sebanyak 60%, faktor pengetahuan mayoritas menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik sebanyak 57,7%, faktor lingkungan mayoritas tidak menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik sebanyak 73,3%. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji chi-square diketahui, nilai P faktor persepsi adalah P=0,021 yang menggambarkan ada hubungan faktor ? faktor penghambat komunikasi terapeutik dengan pelaksanaannya, nilai P faktor latar belakang sosial budaya adalah P=0,643 yang menggambarkan tidak ada hubungan faktor ? faktor penghambat komunikasi terapeutik dengan pelaksanaannya, nilai P faktor pengetahuan adalah P=0,177 yang menggambarkan tidak ada hubungan faktor ? faktor penghambat komunikasi terapeutik dengan pelaksanaannya bahwa, nilai P faktor lingkungan adalah P=0,424 yang menggambarkan tidak ada hubungan faktor ? faktor penghambat komunikasi terapeutik dengan pelaksanaannya. Dapat diambil kesimpulan bahwa faktor ? faktor penghambat komunikasi tidak semuanya berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik di Puskesmas Bandar Senembah Binjai Tahun 2012. Disarankan pihak Puskesmas mengadakan  pelatihan komunikasi terapeutik bagi perawat dan perawat sebagai tenaga kesehatan dan pelayan kesehatan mampu memberikan pelayanan yang baik.
PENGARUH PERAN KELUARGA TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN STROKE BERULANG DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2018 Aspiati, Aspiati
SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus stroke di Indonesia terus melonjak, pada tahun 2016 hasil penelitian di beberapa Rumah Sakit menemukan penderita rawat inap karena stroke berjumlah 23.636 orang dan terus meningkat pada tahun 2018 sebanyak 500.000 penduduk Indonesia mendapat serangan stroke dan sekitar 125.000 diantaranya meninggal atau cacat seumur hidup. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah "Bagaimana pengaruh peran keluarga terhadap upaya pencegahan stroke berulang di Kecamatan Medan Tuntungan tahun 2018". Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 29 Juni 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien stroke berulang di Kecamatan Medan Tuntungan. Sampel adalah keluarga penderita stroke, pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Nonprobability Sampling yaitu dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 34 orang. Analisa data bersifat deskriptif dan pengolahan data dilakukan dengan cara editing. Kemudian dilanjutkan dengan coding. Hasil untuk data demografi akan disajikan dalam bentuk tabulating distribusi yang terdiri dari frekuensi dan persentase. Metode Pengumpulan Dataadalah Data primer. Analisa data bersifat deskriptif yaitu mengetahui peran keluarga terhadap upaya pencegahan stroke berulang, dan pengolahan data dilakukan dengan cara editing untuk men-cek atau memastikan lembar kuesioner telah diisi dengan baik. Kemudian dilanjutkan dengan coding yaitu dengan pemberian kode atau angka terentu pada lembar kuesioner untuk memudahkan analisa data. Hasil untuk data demografi akan disajikan dalam bentuk tabulating distribusi yang terdiri dari frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh peran keluarga responden dalam pencegahan stroke berulang 5 orang (14.7%) yang     kurang memberrikan peran dan 21 orang (61,8%) yang memberikan peran keluarga cukup dan 8 orang (23,5%) yang memberikan peran keluarga baik. Hal ini sesuai dengan temuan Kusmana (2014), bahwa rata-rata keluarga yang anggota keluarganya pernah mengalami stroke telah mampu melakukan pengurangan yang tinggi lemak seperti daging dan bahkan ada yang sama sekali tidak membolehkan anggota keluarga yang pernah mengalami stroke untuk memakan makanan tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa tingkat peran keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada pasien stroke keluarga sudah memiliki tanggung jawab yang baik namun masih ada sebagian keluarga yang menunjukkan kurang bertanggung jawab untuk pencegahan kekambuhan stroke berulang pada anggota keluarga yang anggota keluarganya menderita stroke.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIFASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI LINGKUNGAN I SIMALINGKAR B MEDAN TAHUN 2017 Suriati, Suriati
SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 2 (2017): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. Peran serta kader dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan salah satunya dalam upanya untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, dan menstabilkan angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia .dan sejahtera dengan program keluarga berencana yang dapat dipromosikan oleh kader kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi factor-faktor yang berhubungan  dengan partisifasi kader dalam kegiatan posyandu di lingkungan I Simalingkar B Medan . Penelitian ini menggunakan metode survai analitik pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader Posyandu di Lingkungan I Simalingkar B Medan Tahun 2017 yang berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 6 Posyandu dan di setiap Posyandu memiliki 5 orang kader. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, kebutuhan kader, penghargaan, peran tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan di mana p-value  dari kelima variable tersebut adalah 0,000 dengan partisifasi kader posyandu di lingkungan I simalingkar B.Pihak puskesmas maupun dinas kesehatan kota medan dapat menyusun kebijakan yang dapat meningkatkan partisifasi kader dalam kegiatan posyandu  seperti memaksimalkan refresing kader, memberikan informasi-informasi terkini mengenai kesehatan dan penambahan tenaga kesehatan gizi dalam kegiatan posyandu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT DISIPLIN PERAWAT DI RSU ADVENT MEDAN TAHUN 2017 Lestari, Yani
SCIENTIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disiplin merupakan salah satu tiang utama yang dapat menguatkan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Oleh sebab itu disiplin perlu diterapkan dan dipatuhi oleh setiap perawat dalam melaksanakan tugas-tugas keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin perawat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Umum Advent Medan. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Dari hasil penelitian sebagian besar responden perempuan (89,1%),  berumur <30 tahun (82,6%), berpendidikan D-III Keperawatan  (76,1%), dan lama bekerja <5 tahun (89,1%). Faktor tujuan dan kemampuan perawat yang mempengaruhi disiplin perawat dalam kategori baik (69,6%), faktor teladan pimpinan dalam kategori baik (65,2%), faktor  balas jasa dalam kategori kurang (69,6%), faktor keadilan dalam kategori baik (71,7%), faktor pengawasan melekat dalam kategori baik (82,6%), faktor sanksi hukuman dalam kategori baik (63,0%), faktor hubungan kemanusiaan dalam kategori baik (71,7%), faktor yang baik dan paling dominan mempengaruhi  disiplin perawat yaitu pengawasan  melekat  (82,6%), sedangkan faktor yang dianggap kurang oleh perawat yaitu faktor balas jasa (69,6%). Disimpulkan bahwa, faktor yang paling dominan  mempengaruhi disiplin perawat faktor pengawasan melekat. Diharapkan  pihak RSU Advent Medan dapat memberikan perhatian yang lebih pada perawat terutama pada aspek balas jasa. Dan Bagi Perawat diharapkan agar membuat komitmen  pada diri sendiri maupun pada rumah sakit untuk menerapkan disiplin di rumah sakit..

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): SCIENTIA JOURNAL Vol. 13 No. 2 (2024): SCIENTIA JOURNAL Vol. 13 No. 1 (2024): SCIENTIA JOURNAL Vol. 12 No. 2 (2023): SCIENTIA JOURNAL Vol. 12 No. 1 (2023): SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL Vol 10 No 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL Vol. 9 No. 1 (2020): SCIENTIA JOURNAL Vol. 9 No. 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 1 (2020): SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 2 (2019): SCIENTIA JOURNAL Vol. 8 No. 2 (2019): SCIENTIA JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL Vol 8 No 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 1 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol. 7 No. 1 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 1 (2018): SCIENTIA JOURNAL Vol. 6 No. 2 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 2 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 2 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol 5 No 1 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 4 (2016): SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 2 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 1 (2015): SCIENTIA JOURNAL Vol 3 No 2 (2014): SCIENTIA JOURNAL Vol 3 No 1 (2014): SCIENTIA JOURNAL Vol 3 No 1 (2014): SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 1 (2013): SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 1 (2013): SCIENTIA JOURNAL More Issue