cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Sciences
ISSN : 20899203     EISSN : 25811991     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Applied Sciences (IJAS) is a scientific journal published three times a year (April, August, December). Indonesian Journal of Applied Sciences publish original research results related to research in the field of natural science, covering a wide range of topics written in the field of knowledge: medicine, agriculture, animal husbandry, fisheries, pharmaceuticals, and other exact sciences
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (PLANTAGO MAYOR L.) TERHADAP PENGHAMBATAN OVEREKSPRESI GEN REGENERATING-1, PENINGKATAN KADAR CASPASE-3 DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI JARINGAN MUKOSA LAMBUNG TIKUS MODEL HIPERGASTRINEMIA - The Effect of Ethanol Extracts of Plantain (Plantago Mayor L.) on Inhibition of Over-expression of Regenerating-1 Gene, Increasing Caspase-3 Level and Histopatologic Feature of Gastric Mucosa of Hypergastrinemic Rat Model Eman Sutrisna Eman Sutrisna; Ani M Maskoen; Muchtan Sujatno; Herri S. Sastramihardja
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6694.477 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16680

Abstract

AbstrakEkstrak etanol daun sendok mengandung banyak zat aktif, termasuk triterpenoid dan flavonoid yang memiliki efek anti proliferatif, anti angiogenesis dan menginduksi apoptosis sel kanker. Hipergastrinemia dapat menginduksi over-ekspresi Gen Regenerating 1, menekan produksi Caspase 3 dan perubahan histopatologi jaringan mukosa lambung. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemberian ekstrak etanol daun sendok terhadap penghambatan over ekspresi gen Regenerating 1, peningkatan kadar Caspase 3 dan perubahan histopatologi  jaringan mukosa lambung tikus model hipergastrinemia. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan post test only with control group design. 28 tikus putih dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol) diberi Omeprazol dosis 8mg/200gBB tikus/hari, Ciprofibrate dosis 12,5mg/200gBB tikus/hari dan 3 kelompok studi (Kelompok II, III dan IV diberi Omepr azol dosis 8mg/200gBB tikus/hari, Ciprofibrate dosis 12,5mg/200gBB tikus/hari dan ektrak etanol daun sendok masing-masing dosis 50mg, 100 mg dan 200mg per 200gBB tikus/hari). Semua hewan coba dikorbankan dibawah pengaruh anestesi setelah perlakuan selama 2 bulan. Sampel darah dan gaster hewan coba diambil untuk pemeriksaan kadar gastrin dan Caspase 3 dengan metode ELISA, ekspresi Gen Regenerating1 dengan RT-PCR serta histopatologi jaringan mukosa lambung. Kadar gastrin hewan coba meningkat 3-4 kali kadar gastrin normal (>169 pg/mL). Rerata ekspresi Gen Regenerating 1 terendah terjadi pada Kelompok III (1,226±0,108) Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan ekspresi Gen Regenerating 1 secara bermakna antara Kelompok III dengan kontrol (nilai p= 0,016;IK 95%). Rerata kadar Caspase 3 tertinggi terdapat pada IV (0,603±0,172ng/mL). Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan kadar Caspase 3 secara bermakna antara kelompok IV dan Kelompok lainnya (nilai p <0,05;IK 95%). Gambaran histopatologi mukosa lambung menunjukan atropi dan tidak terdapat perbedaan ketebalan jaringan mukosa lambung secara bermakna diantara kelompok penelitian (nilai p=0,092; IK95%). Pemberian ekstrak etanol daun sendok mencegah over-ekspresi Gen Regenerating 1 dengan dosis 100mg/200gBB/hari, meningkatkan kadar Caspase 3 dengan dosis 200mg/200gBB/hari tetapi pada dosis penelitian yang digunakan tidak dapat menghambat perubahan histopatologi jaringan mukosa lambung tikus model hipergastrinemiaKata Kunci: Ekstrak etanol daun sendok, Over ekspresi Gen Regenerating 1, Caspase 3, Histopatologi mukosa lambung, Model HipergastrinemiaAbstractPlantago major L has a lot of active substances, including triterpenoid  and flavonoid  that show anti proliferative effect, anti angiogenesis and induce cancer cells apoptosis. Hypergastrinemia able to induce overexpression of Regenerating 1 gene, inhibit activation of caspases include Caspase 3 and cause histopathologic alteration  of gastric mucosal tissues. This study was to evaluate  the effect of Plantago major L extract.on inhibition of Regenerating 1 gene overexpression, increasing of Caspase-3 level and histopathologic alteration of gastric mucosal tissues on hypergastrinemic rat (Rattus norvegicus) model. By experimental study and post test only with control group design,  28 of rats was divided in to 4 groups. Group I  as a negative control was given Omeprazole 8mg/200gbw rat and Ciprofibrate dose 12,5 mg/200gbw rat/day and aquadest per oral. Group II was given Omeprazole 8mg/200gbw rat and Ciprofibrate dose 12,5 mg/200gbw rat/day and Plantago major L. extract 50mg/200gbw rat/day per oral. Group III was given Omeprazole 8mg/200gbw rat and Ciprofibrate dose 12,5 mg/200gbw rat/day and Plantago major L. extract 100mg/200gbw rat/day per oral. Group IV was given Omeprazole 8mg/200gbw rat and Ciprofibrate  dose 12,5 mg/200gbw  rat/day  and Plan tago major  L. extract  200mg/200gbw rat/day per oral. They were killed after 2 month intervention under anaesthetic. Blood sample and gaster organs were collected for measurement of gastrin and caspase 3 level by using ELISA method, expression of Regenerating 1 gene by RT-PCR and histopatological examination of gastric mucosal tissues. There were increasing of gastrin level of rats up to 3-4 times fold compared to normal level and  to indicate hypergastrinemic condition. The lowest average of Regenerating 1 gene expression was found on Group III (1,226±0,108). Statistic analysis show that there were significantly difference of Regenerating 1 gene expression between group III and Control (p= 0,016; 95%CI) The highest average of Caspase-3 level was found on Group IV(0,603±0,172ng/mL) and there were significantly difference of caspase-3 level between group IV and the other Groups (p< 0,05; 95%CI). There were atrophic process on gastric mucosal tissue but there were not significantly difference of gastric mucosal thickness between group  (p= 0,092; 95%CI). This study can be concluded that administration of Plantago major L extract able to inhibit overexpression of  Regenerating 1 gene by dose 100mg/200gbw rat/day, to increase Caspase 3 level by dose 200mg/200gbw rat/day but can not to inhibit histopathologic alteration of gastric mucosal tissues by using all of the doses.  Keyword: Ethanol extract of Plantago major L, Regenerating 1 gene overexpression, Caspase 3, gastric mucosal histopatology, Hypergastrinemia model
Kesesuaian Kualitas Citra Sidik Perfusi Miokard Antara Menggunakan Radiofarmaka 99mTC-Tetrofosmin Produk Lokal dan Produk Impor - Agreement of Imaging Quality of Miocard Perfusion Between the use Radiopharmaceutical 99mTC-Tetrofosmin Local and Imported N. Elly Rosilawati; A. Hussein Sundawa Kartamihardja; A. Mutalib
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5627.198 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16687

Abstract

Abstrak Kualitas pencitraan ditentukan salah satunya oleh rasio penangkapan radiofarmaka pada organ target terhadap latarbelakang. Pengukuran secara kuantitatif penangkapan radiofarmaka oleh organ target dan latarbelakang dapat ditentukan dengan menghitung rata-rata cacahan pada ROI pada jantung dan latarbelakang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kesesuaian kualitas citra Sidik Perfusi Miokard (SPM) antara menggunakan 99mTC-Tetrofosmin produk lokal dan 99mTC-Tetrofosmin produk impor dengan parameter angka banding rata-rata cacahan organ target terhadap rata-rata cacahan latarbelakang. Penelitian dilakukan di Departemen Ilmu Kedokteran Nujlir dan Pencitraan Molekuler Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Analisis statistik dengan korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara angka banding rata-rata cacahan organ target/ rata-rata cacahan latarbelakang kit produk lokal dan produk impor nilai p<0,05 dianggap bermakna, analisis Bland-altman untuk mengetahui kesesuaian antara angka banding, uji varians Pitman’s test dan uji t berpasangan ditentukan untuk melihat perbedaan rerata angka banding. Penelitian melibatkan 30 subjek penelitian yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dilakukan SPM dengan 99mTC-Tetrofosmin produk impor dan kelompok kedua SPM dengan 99mTC-Tetrofosmin produk lokal, Kemudian lakukan sebaliknyas etelah periode washout 1 minggu. Diperoleh korelasi yang sangat kuat dan bermakna antara angka banding rata-rata cacahan organ target/ latarbelakang kit tetrofosmin impor dan lokal dengan nilai r=0.865, kemaknaan p <0.001, batas kesesuaian -0.498 sampai 0.271 dan tidak ada perbedaan varians dari data (p=0.981). Simpulan, terdapat kesesuaian kualitas citra SPM antara menggunakan Radiofarmaka 99mTC-Tetrofosmin produk lokal dan Radiofarmaka 99mTC-Tetrofosmin produk impor dengan parameter angka banding rata-rata cacahan organ target terhadap rata-rata cacahan latarbelakang. Kata Kunci : Kualitas Citra, rata-rata cacahan organ target/ rata-rata cacahan latarbelakang
DAYA DUKUNG DAN PEMANFAATAN PERAIRAN DANAU TELUK KOTA JAMBI UNTUK BUDIDAYA IKAN DI KARAMBA JARING APUNG (KJA) BERBASIS MASYARAKAT - Carrying Capacity and Utilization of Teluk Lake, Jambi City for Community-based Fish Culture on Floating Net Cage Janu Dwi Kristianto; Sunardi Sunardi; Johan Iskandar
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10293.006 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16683

Abstract

AbstrakDanau merupakan salah satu bentuk ekosistem yang menempati daerah yang relatif kecil pada permukaan bumi dibandingkan dengan habitat laut dan daratan. Bagi manusia kepentingannya jauh lebih berarti dibandingkan dengan luas daerahnya. Sejak tahun 1985 Danau Teluk di Kota Jambi mulai digunakan sebagai lokasi budidaya ikan dengan karamba jaring apung (KJA) dengan jumlah KJA yang beroperasi pada tahun 2012 mencapai + 878 unit dari 64 pembudidaya ikan dan akan meningkat terkait penetapan Propinsi Jambi sebagai salah satu kawasan minapolitan perikanan budidaya guna peningkatan produksi perikanan. Pemanfaatan Danau Teluk sebagai media untuk budidaya ikan di KJA diperlukan upaya untuk mendorong pengelolaan terhadap sumberdaya milik umum ini agar terus bekelanjutan. Kajian mengenai dukung perairan dan pemanfaatan daya Danau Teluk Kota Jambi untuk budidaya ikan sistem KJA bertujuan untuk mengetahui daya dukung Danau Teluk yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan di KJA, bagaimana deskripsi pemanfaatan danau untuk budidaya ikan di KJAyang selama ini dilaksanakan oleh masyarakat sekitar dan merumuskan pola pemanfaatan Danau Teluk untuk budidaya ikan di KJA yang berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  daya dukung perairan Danau Teluk Kota Jambi untuk budidaya ikan di KJA adalah sebesar 517,617 ton ikan  per tahun dengan estimasi jumlah pakan di KJA yang diberikan pada ikan sebanyak 931,710 ton pakan ikan per tahun dengan asumsi kadar total P yang masuk ke perairan danau melalui limbah ikan sebanyak 20 kg P/ ton ikan. Jumlah ideal unit KJA yang seharusnya beroperasi di Danau Teluk berdasarkan penghitungan daya dukung danau sebanyak 862, 695 unit ~ 862 unit. Saat ini jumlah KJA yang beroperasi adalah sebanyak 878 unit sehingga perlu dilakukan pengurangan jumlah sebanyak 16 unit. Pemanfaatan Danau Teluk untuk budidaya ikan oleh masyarakat dilakukan secara sederhana dan jumlah KJA yang terdapat ternyata sudah sedikit melebihi daya dukung perairan jika dilihat dari konsentasi Total P yang ada di perairan. Peningkatan jumlah KJA yang ada di danau perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat setempat. Pola pemanfaatan danau untuk budidaya ikan berbasis masyarakat yang direkomendasikan adalah dengan mengeluarkan ijin usaha budidaya ikan agar kegiatan budidaya ikan dapat terkendali dan tidak merusak lingkungan, menggunakan pola pemeliharaan ikan dengan jaring ganda sehingga biaya operasional lebih efisien dan produksi ikan dapat ditingkatkan, membuat manajemen pakan dalam penerapan budidaya ikan dalam KJA, meningkatkan SDM pembudidaya ikan dan mengaktifkan kembali kelompok pembudidaya ikan sehingga koordinasi antar pembudidaya, pemerintah dan stakeholder terkait dapat terjalin serta pengaturan tata ruang KJA.Kata Kunci : pemanfaatan danau, daya dukung, Danau Teluk, budidaya ikan KJA, berbasis masyarakatAbstracLake is one of ecosytem form than occupies a relative small area on the surface of the earth as compared to sea and land habitats. For humans, utilization  is more important than the expanse of lands. Since 1985, Teluk Lake began to be used as the location of fish cultivation with floating net cage culture (FNCC). The number of FNCC in 2012 reached ± 878 unit of 64 fish farmers and it will increase related to determination of Jambi Province as one of Minapolitan fishery cultivation in order to increase fish production. Utilization of Teluk Lake as media for fish cultivation on floating cage is necessary to encourage the management of common resources is to be kept sustainable.  Studies on carrying capacity and utilization of Teluk Lake Jambi City for community-based fish cultivation on FNCC aims to know how the use of this lake that have been implemented by the local community and to find out patterns of Teluk Lake utilization to fish culture in floating cage sustainable community-based  and to find out how the carrying capacity Teluk lake that used to fish farming activities in floating cage. Methods used in this study is qualitative and quantitative methods with a descriptive approach. 1Result showed that carrying capacity of Teluk lake for fish farming in FNCC is equal  517,617 tons of  fish per year with estimate amount of feed given to fish in floating cage is as many as  931,710 ton per year assuming total P were entered into the lake through fish waste as much 20 k P/ton of fish. Ideal number of floating cage based on lake  carrying capacity accounting should be 862,695 unit ~ 862 unit. Operating floating cage currently  is  878 unit so that it is necessary reduction in the amount of 16 unit and if they want to add a new one, it should be an improvement or replacement of existing floating cage at lake. Utilization of Teluk Lake for fish farming is done simple by local communities and number of existing floating cage already slightly exceed the carrying capacity of lake if related from existing concentration of total P in water. The increasing amount of floating cages in lake should be attend from goverment and local communities, so it is necessary to manage the use of lake for fish cultivation. Pattern of lake utilization for fish farming  based- community ist recommended to issue a business licence, in order to control fish farming activity, and not damage the environment, using growt out pattern by double nets so that more efficient operating cost and fish production can be increased, making management of feed in fish farming at floating cage, develop capability of human resouces, activate again POKDAKAN so coordination between farmers, goverment and stakeholder can be build and layout arrangement FNCC. Keywords : Lake utilization, carrying capacity,Teluk Lake, fish culture on floating cage,community based
ANALISIS WATER FOOTPRINT PRODUKSI SUSU SAPI (STUDI KASUS DI KELOMPOK PETERNAK DESA MARGAMUKTI) - Water Footprint Analysis of Milk Cow Production (Case Study at the Farmer Groups of Margamukti Village) Peni Faridah Khaerani
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6970.561 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16688

Abstract

AbstrakKebutuhan akan susu semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, tingkat pendapatan, dan selera masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan susu, permintaan akan populasi sapi perah pun akan meningkat pula. Konsumsi produk hewani berkontribusi lebih dari seperempat water footprint manusia. Air yang dibutuhkan untuk menghasilkan pakan merupakan faktor utama di balik water footprint produk hewani Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran water footprint dalam produksi susu sapi serta untuk merumuskan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi besarnya water footprint produksi susu sapi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dominant kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran langsung dan wawancara semi-terstruktur pada setiap tahap budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai water footprint  produksi susu sapi adalah 606,88 m3/ton, dengan nilai masing-masing komponennya adalah 233,0 m3/ton untuk green water, 178,1 m3/ton untuk blue water serta 195,78 m3/ton untuk grey water. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi water footprint produksi susu sapi : dengan meningkatkan produktivitas air pada tahap budidaya rumput gajah serta melakukan pengolahan limbah dan menerapkan  metode livestock integrated farming pada tahap budidaya ternak sapi perah.Kata Kunci : Water footprint, produksi susu sapi, upaya-upaya untuk mengurangi water footprintAbstractThe need for milk is increasing in line with population growth, income levels, and public taste. With the increasing demand for milk, dairy cow population demand will increase as well. Consumption of animal products contribute more than a quarter of the human water footprint. Water needed to produce food is a major factor behind the water footprint of animal products This study aims to determine the amount of water footprint in cow milk production as well as to formulate measures that can be done to reduce the amount of water footprint of milk production of cows. This study uses a quantitative dominant qualitative research design. Data were collected through observation, direct measurement  and semi-structured interviews at each stage of cultivation. The results showed that, the value of milk production water footprint is 606.88 m3/ton, with the value of each component is 233,0 m3/ton for green water, 178,1 m3/ton  for blue water and 195.78 m3/ton for grey water. Efforts that can be done to reduce the water footprint of milk production : increasing the productivity of water at the stage of elephant grass cultivation and doing the waste water treatment and apply livestock integrated farming method in dairy cattle farming stage.Keywords: Water footprint, milk production, efforts to reduce the water footprint
PENGEMBANGAN FORMULA DAN EVALUASI GEL REJUVENASI DARI ASCORBYL GLUCOSIDE MELALUI SISTEM PENGHANTARAN TEKNOLOGI MACROBEAD® - Development and Evaluation Formula Gel Rejuvenation of Ascorbyl Glucoside Through Technology Delivery System Macrobead® Retty Handayani; Endang Sutedja; Marline Abdassah Abdassah; Emma Surachman Emma Surachman
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7185.876 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16684

Abstract

AbstrakVitamin C dan derivatnya banyak digunakan dalam sediaan kosmetika sebagai pencerah kulit. Pada penelitian ini akan dikembangkan gel rejuvenasi yang mengandung derivat vitamin C ascorbyl glucoside (AA2G) dalam sistem penghantaran macrobead®. Selain sebagai pencerah kulit, AA2G juga dapat dipakai untuk pengelupasan dan peremajaan kulit (rejuvenasi). Persen jeratan ditetapkan terlebih dahulu dengan perbandingan (AA2G: macrobead®) 1:2, 2:2 dan 3:2, basis yang digunakan adalah acrylates copolymer (5%, 10%, 15%) dan alkyl acrylate crosspolymer (0,5%, 1%, 1,5%). Formulasi gel rejuvenasi dibuat dalam variasi konsentrasi AA2G yaitu 1%, 2% dan 3%. Uji efektivitas dilakukan terhadap 30 orang relawan dengan menggunakan punggung tangan bagian kanan. Uji difusi dilakukan selama 360 menit menggunakan sel difusi franz. Hasil penetapan persen jeratan menunjukan perbandingan 1:2 memiliki jeratan terbesar yaitu  88,60%. Basis alkyl acrylate crosspolymer dipilih sebagai basis paling stabil dengan konsentrasi 1%. Hasil penelitian menunjukan tangan yang diolesi formula gel terpilih (1:2) menunjukan perubahan terhadap kulit yaitu kulit lebih cerah, lebih kencang dan lebih halus dibandingkan tangan kiri sebagai kontrol.  Hasil uji difusi menunjukan bahwa formulasi gel rejuvenasi dapat melintasi membran sebesar 0,12% dalam waktu 360 menit.Kata kunci: ascorbyl glucoside, acrylates copolymer, alkyl acrylate crosspolymer, macrobead®, rejuvenasiAbstractVitamin C and its derivatives are widely used in cosmetics as a skin lightening preparations. This research will be developed rejuvenation gel containing vitamin C derivative ascorbyl glucoside (AA2G) in macrobead® delivery system. Beside as a skin lightening, AA2G can also be used for exfoliation and skin rejuvenation. Percent entrapment set beforehand by comparison (AA2G : macrobead®) 1:2, 2:2 and 3:2, the base used is acrylates copolymer (5%, 10%, 15%) and alkyl acrylate crosspolymer (0.5%, 1.0%, 1.5%). Rejuvenation gel formulation is made in various concentration of AA2G is 1%, 2% and 3% . Effectiveness test is carried out on 30 volunteers by using the back of the right hand. Diffusion test is performed for 360 minutes using a Franz diffusion cell. Determining percent entrapment results showed 1:2 ratio has the biggest trap that is 88.60%. Base alkyl acrylate crosspolymer selected as the most stable base with a concentration of 1%. The results showed that smeared hand gel formula selected (1:2) showed changes in the skin is skin brighter, firmer and smoother than the left hand as a control. The test results showed that the diffusion gel formulation of rejuvenation can traverse the membrane of 0.12% within 360 minutes.Key word : ascorbyl glucoside, acrylates copolymer, alkyl acrylate crosspolymer, macrobead®, rejuvenasi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM GERAKAN CIKAPUNDUNG BERSIH (GCB) DI KOTA BANDUNG - Public Participation in Programs Cikapundung Net Movement (GCB) of Bandung City Rosmian Simorangkir; Budi Gunawan; Rochadi Tawaf
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9256.927 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16689

Abstract

AbstrakDegradasi yang terjadi pada Sungai Cikapundung telah teridentifikasi mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas Sungai, oleh sebab itu pemerintah Kota Bandung, telah mencanangkan dan melaksanakan Program Gerakan Cikapundung Bersih (GCB) untuk merevitalisasi Sungai Cikapundung melalui Partisipasi masyarakat, lokasi penelitian ini adalah wilayah bantaran Sungai Cikapundung di kelurahan Tamansari kota Bandung untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan mengkaji faktor dominan yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey dengan penekatan deskriptif analisis, sampel penelitian ditetapkan sebanyak 80 KK melalui tehnik penarikan acak sederhana (Simple Ramdom Sampling) dengan instrumen kuesioner. Tehnik analisis untuk menjawab hipotesis penelitian adalah analisis Regresi Berganda. Hasil pengujian menunjukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, Lama tinggal dan Peran Pemerintah terhadap Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah yaitu sebesar 34,791% dalam bentuk persaman regresi ganda sebagai berikut: Y = 11,173+2,559 X1+1,610 X2+0,723 X3+0,587 X4+0,272 X5. Pengujian secara parsial menunjukan bahwa Tingkat pendidikan berpengaruh sebesar 42,3 %, Pekerjaan 6,5 %, Penghasilan 2,3 %, Lama Tinggal 3,2 %, dan Peran Pemerintah 15,8 % terhadap Partisipasi dalam Pelaksanaan Pengendalian limbah. Maka faktor dominan yang mempengaruhi Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah di Kelurahan Tamansari Kota Bandung adalah Tingkat Pendidikan, Sehingga nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 artinya terdapat hubungan yang sangat kuat antara faktor internal dan eksternal terhadap partisipasi. Maka koefisien determinasi diperoleh 70,2%, dan 29,8% merupakan kontribusi variabel lain.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Lama tinggal, Peran Pemerintah, Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah.AbstractThe Degradation occurs in Cikapundung river has been identified in decreased quality and quantity of the river, Therefore, the City of Bandung has launched and implement programs Cikapundung Net Movement ( GCB ) to revitalize the River Cikapundung through of program, the location of this is Cikapundung river in the village of Taman Sari Bandung to determine the level of community participation and assess the dominant factor affecting participation community in waste manageme. The method used in this study with a survey method descriptive analysis ( Ramdom Simple Sampling ) with a question instrument . Teknik analysis and answer the research hypothesi is multiple regress to analysis . The test results showed that simulation a significant difference between the level of education , job , income , length of stay and the Role of Government on Community participation in waste management and amount of 34.791 % in the form of multiple regression equal as follows. Y=11,173+2,559X1+1,610X2+0,723X3+0,587X4+0,272X5. The Partial examination shows that variable Educational Attainment of 42.3 % , Employment 6,5% , Income 2.3 %, long stay 3.2 %, and 15.8 % of the Government's role in the implementation of the Participation Control of waste. Tamansari village of waste in the city of Bandung is a very strong level of education between the internal and external factors Participation. So become to koefision of determination obtained 70.2 % , and 29,8% it contributions in variable to the kinds.Key words: Education, Occupation, Income, Level stay, and Role of the old government, community participation in the implementation of waste management
POTENSI ALLIIN TEPUNG BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) VAR. LUMBU HIJAU TEGAL DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH AYAM BROILER - The Potency of Alliin Garlic Powder (Allium Sativum) Var. Lumbu Hijau Tegal in The Ration on Blood Lipid Profile of Broiler Chicken Riyanti Riyanti; Sjafril Darana; Tjitjah Aisjah Tjitjah Aisjah; Elvia Hernawan
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3883.575 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16685

Abstract

AbstrakPenelitian pemanfaatan tepung bawang putih (TBP) varietas Lumbu Hijau dalam ransum bertujuan mendapatkan profil lemak darah broiler yang optimal.  Sebanyak 180 ekor ayam broiler straight run strain Arbor Acres  diberikan ransum mengandung TBP dengan menggunakan RAL pola faktorial (4x3). Faktor pertama level dosis TBP (0, 2%, 4%, 6%) dan faktor kedua lama pemberian (2, 3, 4 minggu), masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis ragam dan uji berganda Duncan. Berdasarkan hasil penelitian, potensi tepung bawang putih lokal Lumbu Hijau Tegal pada dosis 4 persen dalam ransum dengan lama pemberian 3 minggu mampu menunjang optimalitas profil  lemak darah ayam broiler. Kata kunci : allin tepung bawang putih, ayam broiler, profil  lemak darahAbstractThe study was designed to investigate the potency of alliin from garlic powder variety Lumbu Hijau on blood lipid profile in broiler chicken. A total of 180 straight run broiler chicks Arbor Acres strain were fed diets with 0, 2, 4, and 6 percent of garlic powder in the rations and 2, 3, and 4 weeks duration of administration since two weeks old of broiler chikcs by using Completely Random Design in factorial pattern (4x3) with 3 replication and Duncan Multiple Range Test.  Based on the result, garlic powder var. Tegal Lumbu Hijau with appropriate dose (4%) and 3 weeks duration of administration gave the optimum blood lipid profile.
ANALISIS KEMAMPUAN CITRA RADIOGRAFI PANAROMIK DALAM MENDETEKSI KERAPATAN TRABEKULA TULANG DENGAN MIKRO CT SEBAGAI BAKU STANDARD - Image Analysis Capabality Of Detectinc Panoramic Radiographic Trabecular Bone Density As Standard With Standard Micro CT Azhari Azhari; Suprijanto Suprijanto; Hanifan Prafiadi; Endang Juliastuti
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.677 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16679

Abstract

AbstrakPenelitian Radiografi panoramik menggunakan  analisa mikro struktur untuk  deteksi kualitas tulang menggunakan Panoramik dengan Micro CT sebagai baku standard. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui akurasi Panoramik dalam mendeteksi trabekula tulang di regio kondilus, angulus mandibula dan regio molar dengan model tulang vertebrae dan tulang iga. Empat macam tulang vertebrae dan tulang iga sapi diletakkan pada lengkung rahang yang  dibantu oleh model tengkorak terbuat dari plastik sebagai model lengkung tulang. Tulang diletakkan pada lengkung rahang bawah terbuat dari  bahan plastik pada regio berbeda yaitu : regio kondilus (tulang 1), angulus mandibula (tulang 2) regio molar 2 dan molar 1( tulang 4). Model tulang masing-masing mempunyai kerapatan berbeda lalu dilakukan pemotretan radiografi panoramik dengan posisi standard dan micro CT sebagai “gold standard”. Dengan menggunakan Analisis fraction trabekula algorithma menggunakan software.  Hasil penelitian didapatkan fraksi trabekular sebagai berikut: regio kondilus panoramik sebesar: 44.05%, Micro CT 39.63% , regio angulus panoramik 28.85% , micro CT 24.15% , dan regio molar 27.43%, micro CT 22.64 %, rata-rata perbedaan 4,6 %. Radiografi panoramik dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan micro struktur di  regio kondilus .Kata kunci :  Micro CT,  Panoramik,AbstractPanoramic radiographs using micro- structure analysis for the detection of bone quality using Panoramic with Micro CT as standard raw. The purpose of this study was to determine the accuracy in detecting trabecular bone Panoramic in the region of the condyle , the angle of the mandible and molar regions with models vertebrae and rib bones. Methods : Four kinds of bone vertebrae and ribs placed on the cow arch assisted by a plastic skull models as models of bone arch. Bone is placed in the lower arch is made of plastic materials in different regions are: region of the condyle ( bone 1 ), angle of the mandible ( bone 2 ) 2 molar and molar regions 1 ( bone 4 ). Model of each bone has different densities, then shooting panoramic radiography performed with standard position and micro CT as the " gold standard ". By using analysis of trabecular fraction algorithm using software. The study trabecular fractions obtained as follows : panoramic condyle region of : 44.05 %, 39.63 % Micro CT, region of the angle panoramic 28.85 %, 24.15 % micro CT, and molar region, 27.43 %, 22.64 % micro CT, difference average 4.6 %. Panoramic radiographs can be used to detect abnormalities in the region of the micro structure of the condyle.Keywords : Micro CT , Panoramic
PENGARUH FERMENTASI LIMBAH PADAT PENGOLAHAN BIOETANOL DARI SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE TERHADAP KANDUNGAN GIZI LIMBAH - Effect of Solid Waste Treatment Bioethanol Fermentation of Cassava (Manihot Esculenta) Use Saccharomyces Cerevisiae Change Nutrition Against Waste Yani Suryani; Iman Hernaman; Poniah Andayaningsih
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5645.509 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16686

Abstract

AbstrakPengolahan bioetanol yang berbahan singkong menghasilkan limbah padat yang masih jarang dimanfaatkan dan berpotensi sebagai pakan ternak. Maka sebelum diberikan pada ternak perlu dilakukan proses pengolahan melalui fermentasi. Salah satu jamur yang memiliki kemampuan dalam proses fermentasi adalah Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kandungan nutrien limbah padat pengolahan bioetanol dari singkong (Manihot esculenta) melalui fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan ulangan tiga kali dengan dosis  inokulum (D)  masing-masing D1 = 2g, D2 = 3g dan D3 = 4g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan protein bervariasi dari 2% menjadi 3,05% dan penurunan kandungan kadar serat hasil fermentasi bervariasi dari 2,12%-2,36%. Kandungan HCN mengalami penurunan yang sangat signifikan dari 16,06% menjadi 0,74%. Kesimpulan bahwa fermentasi limbah padat bioetanol dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae dapat meningkatkan protein, menurunkan serat dan kadar HCN.Kata kunci : fermentasi, Saccharomyces cerevisiae, limbah padat bioetanol.AbstractProcessing of bioethanol made from cassava produces solid waste that is still rarely used and potentially as fodder. Therefore, before it is given to the cattle, it needs to be processed through fermentation. One of the fungi that have the ability in the process of fermentation is Saccharomyces cerevisiae. This study aims to determine the increase of nutrient content of the waste bioethanol processing from cassava (Manihot esculenta) through fermentation by Saccharomyces cerevisiae. This research was conducted with an experimental method using Completely Randomized Design (CRD) 3 x 3 factorial with three replications with a dose of inoculum (SC) respectively SC1 = 2g, 3g and SC2 = SC3 = 4g;. The results shows that increasing the protein varies from 2% to 3,05% and decreased levels of fiber content of fermented varies from 2,12% - 2,36%. The content of HCN is decreased significantly from 16,06% to 0,74%. The conclusion that solid waste bioethanol fermentation using Saccharomyces cerevisiae can increase protein, fiber and lower levels of HCN.

Page 1 of 1 | Total Record : 9