cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Sciences
ISSN : 20899203     EISSN : 25811991     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Applied Sciences (IJAS) is a scientific journal published three times a year (April, August, December). Indonesian Journal of Applied Sciences publish original research results related to research in the field of natural science, covering a wide range of topics written in the field of knowledge: medicine, agriculture, animal husbandry, fisheries, pharmaceuticals, and other exact sciences
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI (Kasus pada Petani Peserta Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di Kabupaten Ciamis) Zulfikar Noormansyah; Tuhpawana P. Sendjaja; Dini Rochdiani; Lies Sulistyowati
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7374.658 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16656

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengindentifikasikan karakteristik petani kedelai Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat, 2) Mengindentifikasikan respons petani dalam melaksanakan usahatani kedelai Program Pengembangan SLPTT Kedelai di lahan sawah dan darat, dan 3) Menganalisis hubungan karakteristik dan respon petani dalam Program Pengembangan SL-PTT Kedelai di lahan sawah dan darat. Objek penelitian ini adalah karakteristik dan respon petani dalam melaksanakan program pengembangan SL-PTT Kedelai yang mengambil temapat penelitian di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan responden dalam penelitian ini 241 petani kedelai lahan sawah dari 4.256 petani, dan 137 petani kedelai lahan darat dari 2.414 petani dengan menggunakan stratifikasi random sampling. Untuk mengidentifikasi masalah ke-satu dan ke-dua dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang dan diukur dengan analisis nilai I (interval) untuk mengetahui pengukuran indikator karakteristik dan perilaku petani kedelai, dibagi kedalam lima kategori dengan panjang kelas interval untuk setiap kategori. Untuk masalah ke-tiga berkaitan pengukuran dengan skala ordinal digunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Secara umum karakteristik petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis baik lahan sawah maupun lahan darat masuk dalam kategori sedang. Karakterisrtik petani kategori lahan sempit untuk petani lahan sawah masuk kategori sedang, sedangkan petani lahan darat masuk kategorirendah. Karakteristik petani kategori lahan luas untuk petani lahan sawah masuk kategori  tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sedang 2) Respons petani peserta Program Pengembangan Kedelai Model di Kabupaten Ciamis secara umum masuk kategori tinggi. Respon berdasar katebori lahan sempit untuk lahan sawah masuk kategori sedang dan petani lahan darat masuk kategori tinggi. Untuk kategori lahan luas respon petani lahan sawah masuk kategori tinggi dan petani lahan darat masuk kategori sangat tinggi 3) Terdapat hubungan karakteristi dan respon petani dalam program pengembangan SL-PTT kedelai di Kabupaten Ciamis. Dengan sifat hubungan semakin tinggi karakteristik petani maka semakin tinggi pula respon petani dalam pelaksanaan program pengembagan SL-PTT kedelai di Kabupaten CiamisKata Kunci : Karakteristik, Respon Petani, Kedelai, Lahan sawah dan Lahan Darat
TRAITS KEPRIBADIAN, SPIRITUALITAS, DUKUNGAN EMOSIONAL PASANGAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS IBU PENGHUNI 'SARANG KOSONG' DI KOTA BANDUNG - PERSONALITY TRAITS, SPIRITUALITY, MARRIAGE COUPLE EMOTIONAL SUPPORT ON AND THE INFLUENCES FOR PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF EMPTY-NESTER MOTHERS IN BANDUNG Ria Wardani
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6666.298 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16661

Abstract

AbstrakMasa paruh baya adalah saatnya menghadapi fenomena 'sarangh kosong' yaitu rumah tanpa kehadiran anak-anak.  Sebagai suatu bentuk transisi kehidupan sekaligus life event, 'sarang kosong' ini merupakan kejadian yang harus diadaptasi, khususnya bagi para ibu.  Sebagai suatu proses, adaptasi ini akan melibatkan sumber daya internal (kepribadian dan spiritualitas) maupun eksternal (dukungan emosional pasangan) dan berujung pada terbangunnya kesejahteraan psikologis. Menggunakan desain penelitian causal inferences, seluruh responden yang berukuran 201 diolah datanya dengan menggunakan SEM-PLS.  Hasil penelitian membuktikan, secara serempak tidak semua trait kepribadian memberikan sumbangan pengaruh terhadap terbangunnya kesejahteraan psikologis ibu penghuni 'sarang kosong.' Akan tetapi spiritualitas dan dukungan emosional pasangan yang tumbuh setelah trait kepribadian memberikan respon atau tanggapan terhadap keadaan di 'sarang kosong' terbukti memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis yang terbangun. Trait kepribadian dengan sifat-sifat khas yang terangkum di dalamnya perlu ditemukenali dengan baik oleh ibu penghuni 'sarang kosong' untuk kemudian diberdayakan sebagai kekuatan yang handal dalam proses adaptasi di masa transisi.   Kata kunci: masa transisi 'sarang kosong', kesejahteraan psikologis, spiritualitas, dukungan emosional, trait kepribadian AbstractMidlife is a time to face the phenomenon of empty nest that is house without the presence of children. As a transitional life forms, empty nest is an event that should be adapted, especially for mothers. As a process, this adaptation will involve internal resources (personality and spirituality) and external (partner's emotional support) and led to the establishment of psychological well-being. Research design causal inferences, the entire size of 201 respondents who processed the data by using SEM-PLS.The research proves, simultaneously not all personality trait contributed influence on the establishment of maternal psychological well-being. But spirituality and emotional support couples who grow after personality trait response to the situation in the empty nest proved to give effect to the psychological well-being awakened. Personality trait with distinctive properties are summarized to be identified properly by the mother occupants empty nest for later empowered as a reliable force in the process of adaptation in the transition period. Keywords : empty nest, psychological well-being, spirituality, emotional support, personality trait
MODEL DINAMIKA SISTEM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SPESIFIK WILAYAH DALAM PENANGANAN PASCA PANEN NANAS (Studi Kasus di Kabupaten Subang) - Model System Dynamics Of Development Specific Technology Region In Post-harvest Handling Pineapple (Case Study In Subang District) Agus Triyono; Nurpilihan Bafdal Bafdal; Tomy Perdana; Akmadi Abbas
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7647.769 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16657

Abstract

AbstrakIndikator keberhasilan di usaha kecil dan menenggah (UKM) adalah peningkatan nilai tambah dan pendapatan. Kemampuan UKM pengolahan nanas pada produksi dodol yang mempunyai nilai tambah rendah. Diperlukan kajian dengan metoda permodelan sistem dinamik untuk mengkaji permasalahan yang terjadi pada pengembangan teknologi spesifik wilayah. Hasil kajian menemukan faktor pengungkit (leverage) dalam peningkatan adopsi teknologi spesifik wilayah di UKM dalam memproduksi produk olahan nanas baru, seperti; (1) Peningkatan penguasaan (adopsi) teknologi yang sesuai, termasuk sarana produksi, melalui kebijakan dalam alokasi dana riset, dan hasil simulasi skenario yaitu peningkatan alokasi dana riset pengembangan teknologi, maka pendapatan pengusaha UKM naik hampir 100 %, (2) Peningkatan akses permodalan, dan hasil simulasi skenario yaitu peningkatan anggaran peminjaman untuk pengembangan UKM, maka pendapatan pengusaha UKM meningkat naik 14 %, (3) Peningkatan kemampuan SDM termasuk kesiapan pengelola UKM, dan hasil simulasi skenaro, yaitu peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan, maka pendapatan pengelola UKM meningkat naik 13.35 %, Kata kunci : Adopsi Teknologi, Komoditi Nanas, Sistem Dinamik, UKM Pengolahan nanas,AbstractIndicators of success in small businesses and medium (SMEs) is the increase in value-added and revenue. Pineapple processing ability levels SMEs still dodol products that have low added value. Necessary to study the dynamic system modeling method to study the problems that occurred in specific technology region development. Results of the study found the factors lever (leverage) in the increased adoption of specific technologies region of SMEs in the new pineapple producing products, such as; (1) Increased adoption of appropriate technology, including the equipment of production, through policies in the allocation of research funding, and the results of the simulation scenario is an increase in the allocation of research funding technological development, the revenue of SMEs rose by nearly 100%, (2) Improved access to capital , and the simulation scenario results are an increase in the budget allocation for the development of SMEs, the SME entrepreneurs increased revenue rose 14%, (3) Increasing the capability of Human Resources including the readiness of SME intrepreuneurs, and simulation scenario results, which improve human resource capacity through training, the intrepreneurs of SMEs increased revenue up 13 %.Keywords:  Technology Adoptiony,  CVomodity  Pineapple, SMEs Pineapple Processing, Dynamic Systems
PERAN METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN RASAMALA (Altingia Excelsa Nornha) SEBAGAI PENGHAMBAT SIKLUS SEL DAN INDUKSI APOPTOSIS SEL KANKER LIDAH MANUSIA IN VITRO Risyandi Anwar; Arlette Setiawan; Unang Supratman; Supriatno Supriatno
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5775.563 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16662

Abstract

AbstrakKanker lidah merupakan suatu keganasan yang sering terjadi pada rongga mulut dan  merupakan penyakit dengan karakteristik pertumbuhan sel yang agresif, dengan prognosis buruk, dan seringkali menimbulkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang cepat, tepat, efektif dengan efek samping minimal. Pengobatan herbal merupakan salah satu jawabannya karena metabolit sekunder dari bahan alam telah diakui mempunyai potensi sebagai antikanker. Tumbuhan famili Hammamedaceae sudah banyak diteliti dan menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antikanker. Pada penelitian ini metabolit sekunder tumbuhan Rasamala (Altingia excelsa Nornha) yang merupakan salah satu tumbuhan famili Hammamelidaceae diinkubasi dengan kanker lidah manusia (SP-C1). Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan metabolit sekunder dari daun Rasamala, menguji aktivitasnya sebagai penghambat siklus sel melalui hambatan siklus sel, penekanan ekspresi proto-onkogen c-myc, dan induksi apoptosis dengan jalan meningkatkan aktivitas proteolitik kaspase-8 dan kaspase-9.  Penelitian dilakukan dengan cara eksperimental laboratorik menggunakan sel kanker lidah manusia SP-C1. Daun kering Rasamala diekstraksi dengan metanol pada temperatur kamar dan ekstrak metanol yang diperoleh diuapkan pelarutnya pada tekanan rendah dihasilkan ekstrak metanol pekat (254 g). Ekstrak metanol pekat dilarutkan dengan air dan dipartisi berturutturut dengan n-heksana dan etil asetat. Semua ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker lidah SPC1 secara in vitro, dan ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas anti proliferasi yang tertinggi. Ekstrak etil asetat dipisahkan senyawa metabolit sekundernya dengan berbagai teknik kromatografi yang dipandu dengan uji antiproliferasi dihasilkan senyawa 1-5. Struktur kimia senyawa 1-5 diidentifikasikan berdasarkan metode spektroskopi meliputi UV-Vis, IR, 1H NMR, dan 13C NMR dan diidentifikasikan sebagai asam-3,4-dihidroksi benzoat (1), asam galat (2), apigenin (3), kaempferol (4), dan kuersetin (5). Senyawa 1-5 diuji aktivitas antiproliferasi terhadap sel kanker lidah SP-C1 dan menunjukkan nilai IC50 berturutturut  100,  100,  100, 0,72 dan 0,70 mg/mL. Analisis pertumbuhan sel menggunakan MTT assay dilakukan untuk menguji pengaruh metabolit sekunder dari daun Rasamala terhadap pertumbuhan sel SP-C1. Analisis Flowcytometri dilakukan untuk melihat hambatan siklus sel SP-C1 yang diberi perlakuan kaempferol (4) dan kuersetin (5). Pengujian apoptosis dilakukan melalui analisis aktivitas kaspase-8 dan kaspase-9.  Penekanan ekspresi protein c-myc dilakukan melalui analisis Western blotting. Analisis data menggunakan uji ANACOVA, Tukey HSD dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Kaempferol (4) dan kuersetin (5) menghambat siklus sel pada fase G0-G1 dengan cara menekan ekspresi c-myc dan meningkatkan apoptosis dengan cara meningkatkan aktivitas kaspase-8 dan kaspase-9. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metabolit sekunder dari daun Rasamala, yaitu kaempferol (4) dan kuersetin (5) memiliki aktivitas sebagai antikanker lidah manusia SP-C1 melalui hambatan siklus sel, menekan ekspresi c-myc dan menginduksi apoptosis...Kata kunci: Altingia excelsa, siklus sel, sel kanker lidah SP-C1, apoptosis, kaempferol, kuersetin.AbstractTongue cancer is a common malignant in the oral cavity and it has characterized with the aggressive cell growth, poor prognosis and often treated of life. For that reason, effective treatment with minimum side effect, accurate and easy to be found are needed. Herbal medicine is one of the answer because its secondary matabolities are believed to have an anticancer activity. Anticancer activity of Hammamelidaceae family has been reported. In the present study, secondary matabolities of Rasamala leaves (Altingia excelsa Nornha) is one of plant belongs to Hammamelidaceae family, was incubated within the human oral tongue cancer cell (SP-C1). The aims of study were to identify the secondary matabolities of Rasamala leaves, to examine the secondary matabolities of Rasamala leaves toward SP-C1 cell growth inhibition through analysis of cell cycle arrest, suppression of proto-oncogen c-myc expression, and induction of apoptosis via increased proteolityc activity of caspase-8 and -9. True experimental laboratories design using SP-C1 oral tongue cancer cell line was used. The dried leaves of Rasamala was extracted with methanol at room temperature and evaporated at reduced pressure resulting concentrated methanol extract (254 g). The concentrated methanol extract was dissolved in water and successively partitioned with n-hexane and ethyl acetate. All of the extracts was tested on their antiproliferative activity against tongue cancer cells SP-C1 in vitro, and the ethyl acetate extracts showed strongest antiproliferative activity. The ethyl acetate extract was separated their secondary metabolites by various chromatographic techniques guided by antiproliferasi activity to yield compounds 1-5. The chemical structure of compounds 1-5 were identified by spectroscopic methods including UV-Vis, IR, 1H NMR and 13C NMR and identified as 3,4-dihydroxy benzoic acid (1), gallic acid (2), apigenin (3), kaempferol (4), and quercetin (5). Compounds 1-5 were tested on their antiproliferative activity against cancer cells tongue SP-C1 and showed IC50 values of > 100, > 100, > 100, 0.72 and 0.70 mg/mL, respectively. Cell growth analysis using MTT assay was performed to examine the effect of  secondary metabolities of Rasamala leaves toward SPC1 cell growth. Flowcytometry analysis was delivered to test the cell cycle arrest of SP-C1 cell treated by kaempferol (4) and quercetin (5). Apoptosis assay was confirmed by caspase-8 and -9. The suppression of c-myc protein was done by Western blotting analysis. Data analysis using ANACOVA assay, Tukey HSD with the level of significance α=0.05. Kaempferol (4) and quercetine (5) were markedly induced the cell cycle arrest in G0-G1 phase through the suppression of c-myc expression and increased apoptosis via up-regulation of caspase-8 and -9. In conclusion, secondary metabolites of Rasamala leaves, kaempferol (4) and quercetin (5) have a strong anticancer activity in human oral tongue cancer SP-C1 through induction of cell cycle arrest, suppression of c-mcy protein expression and induction of apoptosis.Keywords: Altingia excelsa, cell cycle, human oral tongue cancer SP-C1, apoptosis, kaempferol, quercetin.
DAMPAK PERUBAHAN DARI POLA PERLADANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI TRANSMIGRAN LOKAL (Suatu Kasus di Wilayah Transmigrasi Umum Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat) - The Impact Of Changes From Shifting Cultivation Patterns On The Welfare Of Local Transmigrant Farmers (in The Case Of A General Transmigration Sabung Sp 1 District Sambas West Kalimantan Province) Agus Warman
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.896 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16658

Abstract

AbstrakSalah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani ladang berpindah adalah dengan cara mengubah pola pertanian mereka menjadi pola pertanian menetap di lokasi transmigrasi. Tujuan penelitian  adalah : (1) Mengetahui keragaan fenomena interaksi sosial yang terjadi antara sesama petani transmigran lokal dan antara transmigran lokal dengan transmigran pendatang (2) Mengetahui proses introduksi dan adopsi  inovasi baik yang diserap dari sesama petani atau pun dari penyuluh pertanian (3) Mengetahui pencapaian adopsi inovasi teknologi oleh petani transmigran lokal dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan mereka (4) Mengetahui pengaruh serapan inovasi dari sesama petani dan sikap petani terhadap kegiatan penyuluhan; ketersediaan lembaga pendukung usahatani; serta potensi Internal keluarga tani terhadap adopsi inovasi teknologi petani transmigran lokal (5) Mengukur pencapaian kesejahteraan materil dan non materil petani transmigran lokal. Penelitian ini merupakan kasus di lokasi Transmigrasi Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Merupakan penelitian survey dan alat analisis yang digunakan adalah Path Analisis dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan bahwa : a) Berkembangnya sikap kompromistis b) Belum terbentuk kepemimpinan informal. c)  Terbentuknya akulturasi dalam hal bahasa. d) Sikap petani transmigran lokal terhadap transmigran pendatang berkorelasi positif dengan rentang jarak sosial diantara mereka. e)  Rentang jarak sosial berkorelasi positif terhadap kondisi tingkat keharmonisan interaksi sosial, namun tingkat keharmonisan interaksi sosial ini tidak berpengaruh terhadap aspek kesejahteraan non materil petani transmigran lokal f)  Serapan inovasi teknologi petani transmigran lokal terkategori sangat rendah sampai rendah. g)  Transmigran lokal dan transmigran pendatang secara timbal balik saling menyerap inovasi teknologi. Tingkat keharmonisan interaksi sosial antara mereka mempengaruhi tingkat serapan inovasi, sehingga berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi oleh transmigran lokal. h) Tingkat serapan inovasi dari sesama petani lebih dominan dibanding   serapan inovasi dari penyuluh. i)  Tingkat adopsi inovasi transmigran lokal berpengaruh terhadap tingkat pendapatan usahatani, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan total mereka. j) Tingkat serapan inovasi dari sesama petani berpengaruh  terhadap tingkat adopsi inovasi oleh petani transmigran lokal, namun  sikap petani terhadap kegiatan penyuluhan, kondisi internal petani dan tingkat ketersediaan lembaga pendukung usahatani tidak berpengaruh terhadap adopsi inovasi petani transmigran lokal. k) Rerata tingkat pendapatan usahatani transmigran lokal sebelum mengikuti transmigrasi lebih besar dibanding setelah mengikuti transmigrasi. Tingkat pendapatan total mereka setelah mengikuti program transmigrasi lebih besar dibanding sebelum mengikuti transmigrasi. Tingkat kesejahteraan non materil petani lokal setelah mengikuti program transmigrasi berada pada  kategori memuaskan dan sangat memuaskan.Kata kunci : Perubahan pola pertanian, Transmigran lokal, Kesejahteraan materil,  Kesejahteraan Non materil, Transmigrasi.AbstractOne effort to improve the welfare of shifting cultivation farmers is a way to change the pattern of their farm into a pattern of sedentary agriculture in transmigration sites. The purpose of this study was to: (1) Determine the variability phenomenon of social interactions among local homesteader and between local homesteader with migrants (2) Knowing the introduction and adoption of innovations that are absorbed from fellow farmer or from agricultural extension (3) Knowing achieving the adoption of technological innovations by farmers and local homesteader influence on the level of their income (4) Determine the influence uptake of innovation among farmers and farmers' attitudes toward counseling activities; availability of farm support agencies; and the potential Internal family farm to adoption of technological innovations farmers through local homesteader (5) Measure the achievement of material and non-material well-being of migrants local farmers. This study was a case in Transmigration locations Sabung SP 1 Sambas district of West Kalimantan Province. Analysis tool used  Path Analysis and Wilcoxon test. The results of the study found that: a) The development of an attitude of compromise b) are formed informal leadership. c) Establishment of acculturation in terms of language. d) The attitude of local farmers against migrants positively correlated with a range of social distance between them. e) The range of social distance positively correlated to the degree of harmony conditions of social interaction, but the level of social interaction of this harmony does not affect the welfare of the non-material aspects of local homesteader farmer f) Uptake local homesteader farmer technological innovation categorized very low to low. g) Local Transmigrants absorb technological innovation of migrants and vice versa. The level of harmony between their social interactions affect the rate of uptake of innovation, so that the effect on the rate of innovation adoption by local homesteader. h) The rate of uptake of innovation among farmers is more dominant than the uptake of innovation extension. i) The rate of adoption of innovation local homesteader affect the level of farm income, but do not affect the level of their total income. j) The rate of uptake of innovation among farmers affect the rate of adoption of innovations by farmers local homesteader, but the attitude of farmers to extension activities, the internal conditions of farmers and farm-level availability of supporting agencies had no effect on the adoption of a local homesteader farmer innovation. k) The mean level of farm income before following local transmigration transmigration greater than after following transmigration. The level of their total income after transmigration program bigger than before following transmigration. The level of non-material well-being of the local farmers after the transmigration program in the category satisfactory and very satisfactory.Keywords: Changing patterns of farming, local Transmigran, material welfare, Non-material welfare, Transmigration.
KEUNGGULAN SERTA PENGEMBANGAN CABE MERAH DAN TOMAT DI KABUPATEN SUKABUMI - Superiority with Development of Chili and Tomato In The District of Sukabumi Reny Sukmawani; Maman Haeruman Karmana; Lies Sulistyowati; Tomy Perdana
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5795.862 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16663

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan cabe  merah dan tomat di Kabupaten Sukabumi agar dapat menetapkan arah pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan fokus penelitian mengaplikasikan metode description scoring dalam menentukan kriteria unggul cabe merah dan tomat. Berdasarkan hasil analisis description scoring tersebut kemudian diusulkan arah pengembangannya. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa cabe merah memiliki kriteria lebih unggul dibandingkan dengan tomat. Walaupun berdasarkan nilainya cabe merah lebih unggul, namun berdasarkan kategori keduanya termasuk pada komoditas sedang berdasarkan kriteria unggul. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak kelemahan pada kedua komoditas ini yang harus ditingkatkan sehingga keduanya dapat dikatakan benar-benar memiliki keunggulan yang tinggi.  Berdasarkan kelemahan pada kriteria unggul, pengembangan cabe merah dan tomat di Kabupaten Sukabumi hendaknya diarahkan kepada peningkatan pada kriteria-kriteria keunggulan yang masih kurang. Upaya peningkatan dapat dilakukan diantaranya dengan penguatan kelompok tani dan peningkatan peran pemerintah.Kata Kunci:, unggul, pengembangan, cabai merah, tomatAbstractThe objective of this study was to find out the superiority of chili and tomato in order to determine its development. Survey method was conducted by applying description scoring in determining superior criteria of chili and tomato.  Its development would be suggested based on the result of description scoring analysis. The result of this study indicated that based on the score chili has more superior criteria than tomato. However based on category both of them were included in medium commodity of superior criteria. Thus, it indicated both of the commodities have weaknesses that should be improved to gain high superiority. Based on the weaknesses on superior criteria, the development of chili and tomato in the District of Sukabumi should be directed to the improvement of superiority criteria which were still lacking.  The efforts of improvement could be conducted by reinforcing group of farmers and increasing role of government. Keywords: superior, development, chili, tomato
PERANAN SISTEM TRIO TATA AIR TERHADAP KEBERHASILAN USAHATANIPADI SAWAH PASANG SURUT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, PROVINSI RIAU - THE TRIO OF WATER MANAGEMENT SYSTEMS' ROLE ON THE SUCCESS OF TIDAL RICE FARMING IN INDRAGIRI HILIR, RIAU PROVINCE Syafrinal Syafrinal
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5592.284 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16659

Abstract

AbstrakSistem trio tata air diterapkankan untuk mengatasi banjir di areal pertanaman dan sebagai penyediaan air untuk tanaman padi sawah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sistem trio tata air terhadap keberhasilan usahatani padi sawah pasang surut di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan dengan metode survei, teknik pengambilan sampel secara Multiple Cluster Sampling. Metode analisis dilakukan dengan menggunakan model SEM (Structural Equation Modelling) dan pengolahan data memakai program LISREL 8.70. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa sistem trio tata air berkontribusi terhadap pengendalian banjir di areal pertanian, menyediakan air untuk tanaman, menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi petani, serta memotivasi petani dalam penggunaan pupuk dalam kegiatan usahatani, sehingga mempunyai peranan untuk keberhasilan usahatani yang ditinjau dari tingkat produktivitas, keuntungan, dan serapan tenaga kerja.Kata kunci: keberhasilan usahatani, sawah pasang surut, sistem trio tata air.AbstractTrio of Water Management System has been implemented on planting area to overcome flooding and as a water sources for tidal rice fields. This study aims to know Trio of Water Management Systems Role on the success of tidal rice farming in Indragiri Hilir, Riau Province. Research conducted by survey, Multiple Cluster Sampling technique was used. SEM (Structural Equation Modelling) was used to analyze and LISREL 8.70 was used for data processing. Based on analysis result, it is known that Trio of Water Management System contributed on flood control of planting area, provide water for crops, creates a sense of security and comfort for farmers, and also motivate farmers to use fertilizer on farming, so that it's has role on the success of farming in terms of productivity, profitability, and labor absorption. Keywords : success of farming, tidal rice field, trio of water management systems.
KARAKTERISASI DAN ANALISIS SPASIAL SUMBER DAYA LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN SAWAH BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) - CHARACTERIZATION AND SPATIAL ANALYSIS OF LAND RESOURCES FOR THE DEVELOPMENT SUSTAINABLE RICE FIELD (Case Study in District Perbaungan, Serdang Bedagai Regency) Maryana Martha
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7364.279 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i2.16660

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebagai konsekuensi dari kegiatan pembangunan disertai kegiatan pertanian yang kurang mempertimbangkan kaidah konservasi, olah tanah secara intensif, penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan merupakan permasalahan serius yang terjadi di Kecamatan Perbaungan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya luas lahan pertanian serta terjadinya permasalahan lingkungan. Kecamatan Perbaungan sebagai lumbung beras di Kabupaten Serdang Bedagai membutuhkan jaminan ketersediaan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di tingkat kecamatan dan tetap dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pertanian di Kecamatan Perbaungan, menghitung luas kebutuhan lahan sawah 20 tahun ke depan serta mengetahui strategi pengelolaan lahan pertanian agar berkelanjutan di Kecamatan Perbaungan. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, observasi dan studi pustaka. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen/literatur berupa data tabular dan peta-peta dari instansi terkait. Metode kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting pertanian dan menentukan strategi pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan di Kecamatan Perbaungan, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menghitung luas kebutuhan lahan sawah untuk 20 tahun ke depan dan menentukan lahan-lahan sawah mana saja yang harus dilindungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) masyarakat petani di Kecamatan Perbaungan secara umum belum menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan dalam kegiatan pertaniannya 2) Luas lahan yang tersedia guna memenuhi kebutuhan pangan di Kecamatan Perbaungan adalah seluas 3.938 Ha yang tersebar di 17 desa yang diperoleh melalui analisis spasial berdasarkan kriteria lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam UU No. 41/2009. Sedangkan untuk 20 tahun ke depan, luas kebutuhan lahan sawah dengan 2 (dua) skenario perhitungan, didapat: 2,162 Ha untuk skenario optimis dan 3,332 Ha untuk skenario pesimis. Kedua hasil perhitungan menunjukkan nilai di bawah luas ketersedian lahan aktual (3.938 Ha) sehingga kebutuhan pangan untuk 20 tahun ke depan masih dapat dipenuhi dari lahan-lahan yang tersedia saat ini 3) Strategi untuk mempertahankan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Perbaungan dilakukan dengan cara melindungi keberadaan lahan pertanian serta meningkatkan kemampuan manajemen petani dalam kelompok tani agar memiliki kemandirian dalam mengatasi persoalan yang berhubungan dengan upaya mempertahankan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Perbaungan.Kata kunci: lahan pertanian, analisis spasial, strategi pengelolaan lahan pertanian berkelanjutanAbstractThe population and economic growth as a consequence of modern development that goes along with the unsustainable farming activity—without considering conservation principles, intensive tillage, and the uses of excessive fertilizers and chemical pesticides—is one of the problems that engulfed the Perbaungan Sub-district. This issue is causing the decrease of farmland and damaging the environment in the Sub-district. As the granary of Serdang Bedagai Regency, it's imperative that availability of agricultural lands in Perbaungan Sub-district to be maintained so this area could contribute to the fulfillment of foods needed by the Regency. This research is conducted to understand the actual farmland condition in Perbaungan Sub-district, to count the amount of lands needed for the next twenty years and to elaborate the most suitable strategy to ensure the farming sustainability in the area. The method used in this research is a combination of quantitative and qualitative method. The primary data is obtained by interviewing informants (selected using purposive sampling), observations, and literature reviews. The secondary data in this research is obtained from various documents or literatures, such as tabular data and maps extracted from relevant agencies. The qualitative method is used to describe the existing condition of the farm and to lay out the sustainable farm management strategy in Perbaungan Sub-district, while the quantitative method is used to count the need for farmlands for the next twenty years and to indicate what kind of lands that must be protected. The result of this research showed that : 1) the farmers in Perbaungan Sub-district have not yet comprehensively applied the principles of sustainable farming. 2) Using spatial analysis method based on characterizations mentioned in UU No. 41 Tahun 2009, it is concluded that there are 3.938 Ha of agricultural lands in Perbaungan that match the characteristics and are to be protected. For the next twenty years, Perbaungan Sub-district needs at least 2.162 hectare (Ha) of agricultural lands on optimistic scenario and 3.332 Ha on pessimistic scenario. The two scenarios indicate that for the next twenty years the Perbaungan Sub-district could still use the actual lands to meet the needs for foods in the region. 3) The strategy to maintain the availability of agricultural lands and farming cultures in this region could be conducted through the protection of its productive rice fields and by developing the farmers' management competences so the farmer could have the ability to solve any farming issues related to the efforts to maintain the sustainability of farms in Perbaungan Sub-district. Keywords: Agricultural land, spatial analysis, sustainable agricultural land management strategy

Page 1 of 1 | Total Record : 8