cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Sciences
ISSN : 20899203     EISSN : 25811991     DOI : -
Core Subject : Social,
Indonesian Journal of Applied Sciences (IJAS) is a scientific journal published three times a year (April, August, December). Indonesian Journal of Applied Sciences publish original research results related to research in the field of natural science, covering a wide range of topics written in the field of knowledge: medicine, agriculture, animal husbandry, fisheries, pharmaceuticals, and other exact sciences
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2017)" : 8 Documents clear
IDENTIFIKASI Salmonella spp. PADA FESES SAPI PERAH DI DUSUN JUDEG DESA BABADAN, KEDIRI Mastuti Widianingsih; Erly Novita Dewi
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.751 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.16358

Abstract

ABSTRAKSelain menghasilkan daging dan susu, sapi perah juga mengekskresikan kotoran padat (feses) dan kotoran cair (urine). Feses dapat menjadi agen penyebaran Salmonella spp. yang mengakibatkan salmonellosis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Salmonella spp. pada feses sapi perah di Dusun Judeg, Desa Babadan, Kediri. Penelitian menggunakan 25 sampel feses sapi perah. Sampel diinokulasikan pada Selenite Broth, kemudian diinokulasi pada Salmonella Shigella Agar (SSA) , dilanjutkan pewarnaan Gram untuk mendeteksi jenis bakteri. Uji biokimia reaksi dilakukan pada hari ke-3 untuk membedakan golongan Enterobacter. Hasil penelitian menunjukkan 52% feses sapi perah di Dusun Judeg, Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kediri positif terkontaminasi Salmonella spp. Kata kunci : Sapi, Feses, Salmonella spp. ABSTRACT In addition to producing meat and milk, dairy cows also excret of solid waste (feces) and liquid (urine). Feces can be a spreading agent of Salmonella spp. That caused of salmonellosis. The purpose of this research was identification Salmonella spp. on feces of dairy cow in Judeg Hamlet, Babadan Village, Ngancar District, Kediri. The research design used 25 samples. The samples were inoculated on Selenite Broth, then the inoculation to Salmonella Shigella Agar (SSA), and next the Gram staining to detect the type of bacteria. The test of biochemical reaction was performed on day 3 to differentiate the Enterobacter class. The results showed that 52% feces of dairy cow in Judeg Hamlet, Babadan Village, Ngancar District, Kediri positive contaminated of Salmonella spp. Keyword: Cow, feces, Salmonella spp.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN FREKUENSI BIOFERTILIZER TERHADAP KADAR KLOROFIL DAUN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Dwimei Ayudewandari Pranatami; Sekar Arum
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.758 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.15422

Abstract

Klorofil merupakan komponen penting yang dibutuhkan dalam fotosintesis dimana pembentukanya diperlukan suplai zat hara seperti nitrogen dan fosfat. Suplai  zat hara tersebut dapat dibantu dengan pemberian biofertilizer yang mengandung bakteri fiksasi nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikroba dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian biofertilizer terhadap kadar klorofil bibit sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Penelitian terdiri atas 2 perlakuan kontrol dan 8 perlakuan uji. Seri dosis biofertilizer yaitu 20, 40, 60, dan 80 mL/tanaman dengan frekuensi pemberian 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Mikroba dalam biofertilizer terdiri atas Azotobacter chroococum, Azospirillum brasilense, Rhizobium leguminosarum, Bacillus subtilis, B. megaterium, B. licheniformis, Pseudomonas fluorescens, P. putida, Cellvibrio mixtus, Cellulomonas cellulans, Cytophaga saccharophila, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah dengan uji lanjutan yaitu uji Duncan dan uji Brown –Forsythe dengan uji lanjutan Gomes Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis dan frekuensi biofertilizer  berpengaruh nyata dalam  peningkatan kadar klorofil daun. 
Differences Growing Media In Autopot Fertigation System And Its Response To Cherry Tomatoes Yield Nurpilihan Bafdal; Sophia Dwiratna; Dwi Rustam Kendarto
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.362 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.14369

Abstract

Hydroponic cultivation system is one solution to overcome the limited agricultural land. This farming system is widely used in farming high-value horticulture, one of them is a cherry tomato plants. The key to success in the hydroponic system is the management of water and nutrients appropriate to the needs of plants. Nevertheless, fertigation system on hydroponic plant cultivation requires a fairly high production costs and dependent on electrical energy for circulation. This study aims to assess the application of fertigation systems that do not use electricity for the circulation of water and nutrients using autopot technology. Fertigation system using this autopot applied to the cherry tomato plants using three combinations of planting medium is husk-compost, husk charcoal-humus and husk-cocopeat with a ratio of 50%: 50%. The results showed that autopot system capable of supplying the needs of water and plant nutrients to the level of irrigation efficiency is very high also minus consumption of electrical energy. The combination of growing media and compost husk cherry tomato plants to respond favorably with yields of 4.72 kg/plant. Keywords : Hydroponics; Autopot technology; Growing media; Cherry tomatoes; Fertigation automation
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MELALUI PEMBERIAN NAUPLIUS Artemia YANG DIPERKAYA DENGAN MINYAK IKAN DAN MINYAK JAGUNG Katisya Abrina Prastyanti; Yuli - Andriani; Ayi Yustiati; Sunarto Sunarto
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.256 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.15725

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva rajungan (P. pelagicus) melalui pemberian nauplius Artemia yang diperkaya dengan minyak ikan dan minyak jagung. Penelitian ini dilakukan di Panti Pembenihan Family Portunidae, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Larva yang baru menetas (zoea 1) dipelihara dalam wadah plastik 20 L yang diisi 15 L air laut dengan kepadatan larva 50 ind/L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu : A (tanpa pengayaan), B (100% minyak ikan + 0% minyak jagung), C (75% minyak ikan + 25% minyak jagung), D (50% minyak ikan + 50% minyak jagung), E (25% minyak ikan + 75% minyak jagung), F (0% minyak ikan + 100% minyak jagung). Parameter utama yang diamati adalah kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak. Analisis statistik dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva P. pelagicus. Pemberian nauplius Artemia yang dipperkaya 75% minyak ikan dan 25% minyak jagung mempunyai kelangsungan hidup terbaik sebesar 12,89% dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,12 mm.
Uji Kinerja Sistem Fertigasi Autopot pada Budidaya Tomat Cherry Sophia Dwiratna; Nurpilihan Bafdal; Dwi Rustam Kendarto
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.396 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.13499

Abstract

Air merupakan faktor penting dalam sektor pertanian dan juga menjadi salah satu faktor pembatas pertama produksi pertanian. Tindakan konservasi dan peningkatan efisiensi penggunaan air dapat menjadi salah satu alternatif  untuk mengatasi kekurangan air. Salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan air adalah dengan menggunakan sistem fertigasi menggunakan autopot. Sistem fertigasi autopot adalah teknologi pemberian larutan nutrisi sesuai kebutuhan air tanaman tanpa menggunakan listrik untuk mensirkulasikan larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kehandalan kinerja sistem fertigasi autopot pada budidaya tomat cherry berdasarkan parameter keseragaman irigasi, penggunaan air konsumtif dan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse ALG, Universitas Padjadajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Budidaya tomat cherry menggunakan media tanam campuran arang sekam dan zeolit dengan perbandingan 9:1 dengan ketinggian media 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fertigasi autopot memiliki kinerja yang sangat baik, berdasarkan nilai keseragaman irigasi rata-rata sebesar 89,4% dan efisiensi penggunaan air per autopot sebesar 22,93 kg/m3. Seluruh air irigasi yang diberikan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman saja, tanpa ada yg hilang karena drainase maupun rembesan. Kata kunci: Fertigasi, Autopot, Efisiensi Irigasi, Kinerja Irigasi, Soilless Culture
Variasi Frekuensi Alel Terkait Polimorfisme CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3) pada Berbagai Etnis di Dunia : Review Dewi Permata Sari; Ferry Ferdiansyah
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.781 KB) | DOI: 10.24198/.v7i3.8599

Abstract

ABSTRAKWarfarin merupakan salah satu obat antikoagulan yang banyak digunakan di dunia. Secara farmakokinetik, warfarin memiliki indeks terapi yang singkat yang menyebabkan efek samping yang cukup serius yaitu pendarahan. Salah satu mekanisme kerja warfarin yaitu terkait dengan kerja vitamin K dalam proses penyembuhan luka. Warfarin dalam kerjanya dipengaruhi oleh enzim sitokrom, yaitu CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3). Namun, efek dari antikoagulan ini memiliki variasi yang berbeda dan diketahui bahwa kedua enzim ini sering mengalami  frekuensi alel polimorfisme yang berbeda di setiap etnis di dunia. Review ini akan menjelaskan profil frekuensi alel CYP4F2 dan CYP2C9 (*2,*3) pada beberapa etnis di dunia. Kata kunci  :  warfarin, antikoagulan, vitamin K, polimorfisme, CYP4F2, CYP2C9,   frekuensi, alel, etnis ABSTRACTWarfarin is one of anticoagulant drug that most be used in the world. Based on its pharmacocinetic profile, warfarin has narrow therapeutic index that can cause serious side effect is bleeding. One of mechanism action of warfarin related with vitamin K in the process of wound healing. On works, warfarin influenced by the cytochrome enzymes, namely CYP4F2 and CYP2C9 (*2,*3). However, the effect of anticoagulants has different variations and both of these enzymes often have different allele frequencies of polymorphisms in every etnic in the world. This review will explain the allele frequency profile CYP4F2 and CYP2C9(*2,*3) in several etnics in the world. Kata kunci  :  warfarin, anticoagulant, vitamin K, polymorphism, CYP4F2, CYP2C9,   frequency, allele, etnic.
PERFORMA DOMBA LOKAL BETINA DEWASA PADA BERBAGAI VARIASI LAMANYA PENGGEMBALAAN DI DAERAH IRIGASI RENTANG KABUPATEN MAJALENGKA Rachmat Somanjaya; Denie Heriyadi; Iman Hernaman
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.222 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.7029

Abstract

Penelitian mengenai “Performa Domba Lokal Betina Dewasa pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka”, telah dilaksanakan sejak Tanggal 25 Maret sampai 30 Juli 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur lamanya waktu penggembalaan optimum terhadap performa domba lokal betina dewasa yang digembalakan di Daerah Irigasi Rentang Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Sampel Domba Lokal betina dewasa dalam penelitian ini adalah sebanyak 62 ekor yang tersebar pada variasi penggembalaan <4 jam 19 ekor, 4-6 jam 21 ekor, dan >6 jam 22 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, untuk mengetahui perbedaan rata-rata performa domba diuji dengan Analisys of Varian (Anova one way) serta dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggembalaan >6 jam merupakan lama penggembalaan yang optimum, dibuktikan dengan performa induk secara keseluruhan lebih baik dari lama penggembalaan <4 jam dan 4 – 6 jam. Kata Kunci      :           Domba Lokal, Lama Penggembalaan, Performa Produksi, dan Potensi Hijauan
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corimbosa (L.) Lamk) TERHADAP MIKROBA Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Candida albicans ATCC 10231 ema ratna sari; Nilda Leli; Riza Amalia
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.113 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.14507

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas antimikroba dari ekstrak rumput mutiara (Hedyotis corimbosa L. Lamk) terhadap mikroba Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan jamur Candida albicans ATCC 10231.Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Dari 250 gram sampel segar di peroleh persen rendemen sebesar 3,412% b/b. Pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar terhadap mikroba uji. Konsentrasi yang digunakan untuk uji aktivitas adalah 50%, 30%, dan 10%, dengan kontrol positif kloramfenikol 0,01% untuk bakteri dan nistatin 0,01% untuk jamur. Hasil pengamatan uji aktivitas antimikroba ekstrak kental etanol rumput mutiara (Hedyotis corimbosa (L.) Lamk) menunjukan bahwa zona hambat terbesar ada pada konsentrasi 50 % dengan rata-rata diameter hambat mikroba masing-masing sebesar 12,8 mm pada bakteri  Escherichia coli, 12,4 mm pada bakteri Staphylococcus aureus dan 16,9 mm pada jamur Candida albicans.

Page 1 of 1 | Total Record : 8