cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
PERANCANGAN DAYA GERAK PERAHU RAWA BERBASIS PROPULSI UDARA GUNA MENINGKATKAN KINERJA WAHANA PATROLI TNI AL Paripurna, A.; Samudro, Samudro; Suwahyu, Suwahyu; Kharis, Rinal; Suyanto, H.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.538 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.3097

Abstract

Perahu Rawa (swamp boat) sebagai wahana taktis patroli militer TNI-AL dapat digunakan di rawa-rawa, perairan dangkal maupun sungai pedalaman. Perahu dirancang berbahan aluminium alloy dengan struktur lambung dasar rata (bottom flat) dilengkapi sistem propulsi berbaling-baling udara sehingga mampu melaju dan olah gerak dengan kecepatan tinggi. Sebagai wahana operasi patroli militer, kinerja perahu rawa perlu ditingkatkan melalui optimasi daya gerak sistem propulsi berbasis perhitungan hidro-aero dinamika dalam rancang bangun perahu rawa. Dalam studi ini dihasilkan rancangan perahu rawa berukuran 5,8 m dengan bobot 2 Ton, mampu berkecepatan 50 Knot, dengan hambatan air 6198,34 N sehingga membutuhkan tenaga dorong 267,5 HP. Dari evaluasi perbandingan dalam perhitungan daya dorong berbasis perhitungan hidrodinamika dan berbasis perhitungan serodinsmiks memakai baling-baling udara (engine propeller thrust) pada efisiensi 80%, untuk mencapai kecepatan 50 knot pada kondisi hambatan air 6198,34 N membutuhkan tenaga dorong  (thrust) 8921,92 N setara daya dorong 238, 1 HP. Karenanya untuk mengoptimalkan daya dorong sistem propulsi sebagai penggerak perahu pada kecepatan lebih dari 20 Knot yang disyaratkan, digunakan mesin diesel dengan tenaga 275 HP/2500-3000 RPM dilengkapi baling-baling udara berbahan komposit diameter 78”. Hasil pengujian berlayar perahu rawa di lapangan menunjukan hasil peningkatan kinerja kecepatan operasi 50%, dicapai pada pada putaran bali-baling 2362,5 RPM dengan prestasi kecepatan perahu rawa hingga 30 knot.
BINOMIAL LOGIT MODEL UNTUK PEMILIHAN MODA ANTARA PESAWAT UDARA, KERETA API EKSEKUTIF, DAN KERETA API EKSPRES Utomo, Djoko Prijo; Harjono, Mulyadi Sinung
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.756 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.3400

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji potensi pasar dari rencana pembangunan kereta api ekspres Jakarta – Semarang. Survai stated preference dan model logit binomial digunakan untuk kompetisi antara moda kereta api ekspres dengan pesawat udara maupun kereta api kelas eksekutif yang telah beroperasi. Atribut yang digunakan adalah travel time dan travel cost.  Hasil analisa regresi untuk model utility cukup baik dengan indikator R2 sebesar 0,51 untuk penumpang pesawat udara dan 0,56 untuk penumpang kereta api kelas api eksekutif. Hasil temuan menunjukkan bahwa penumpang pesawat udara lebih sensitif terhadap perubahan waktu tempuh dibandingkan penumpang KA eksekutif, dan penumpang pesawat udara juga memiliki kemampuan membeli yang lebih tinggi dibandingkan penumpang KA eksekutif. Jika waktu perjalanan KA ekspres 2,8 jam (kecepatan rata-rata 155,5 km/jam), maka potensi pendapatan terbesar terjadi jika tarif Rp. 360.000,-/penumpang.
UJI PROFISIENSI ANTAR LABORATORIUM UJI TARIK BAJA TULANGAN SIRIP Suhartono, Hermawan Agus; Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.308 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i1.1798

Abstract

Karakteristik  paling mendasar untuk desain struktur mekanik adalah kekuatan tarik. Perkembangan teknologi mengarah pada konstruksi yang ringan tetapi dapat diandalkan, [1,2] sehingga keakuratan pengukuran merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Uji profisiensi antar laboratorium menjamin keamanan dan kehandalan hasil uji. Laboratorium wajib memverifikasi prosedur pengujian dan kapasitasnya  untuk mendapatkan hasil uji yang dapat diandalkan. Dalam penelitian ini, benda uji adalah baja tulangan sirip dengan dimensi yang berbeda. Benda uji yang dipilih secara acak memiliki dimensi tertentu dikirim ke masing-masing laboratorium peserta, kemudian diuji dan hasilnya dianalisis sesuai dengan parameter yang ditetapkan sebelumnya. Setiap laboratorium diterapkan tes tarik pada benda uji sesuai dengan prosedur yang diberikan dalam SNI 2052-2002 dan standar uji tarik yang biasa dipergunakan masing-masing laboratorium. Hasil uji dievaluasi sesuai dengan prosedur yang dijelaskan dalam standar terkait. Hasil yang dikumpulkan dievaluasi sesuai dengan metode statistik Robust kemudian Z-skor dari laboratorium peserta disajikan.
Permintaan Perjalanan Angkutan Umum Massal Kota Surabaya Utomo, Djoko Prijo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2602.208 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i2.3650

Abstract

Sebagaimana kota?kota metropolitan di dunia, kemacetan menjadi permasalahan utama dalam bidang transportasi perkotaan. Kemacetan terjadi pada umumnya karena ketidakseimbangan antara penyediaan (supply) dengan permintaan (demand). Usaha untuk menekan jumlah kendaraan di jalan, salah satunya, adalah dengan mempromosikan pengunaan angkutan umum kota. Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan penyediaan fasilitas angkutan umum. Untuk memperkirakan permintaan angkutan umum dibangun model lalu lintas yang mereplikakan bangkitan, pola dan pembebanan perjalanan. Hasil kalibrasi model distribusi perjalanan menggunakan gravity model diperoleh fungsi impedance yang terbentuk dari fungsi waktu perjalanan dengan faktor ? sebesar 0.063. Perbedaan mean trip length model (dengan observed adalah -5,4%. Mean trip length (MTL) model dengan angkutan umum adalah 17,04 menit dan hasil survai 18,02 menit. Model yang terbangun validasinya cukup baik dengan indikator R2 terhadap data observed sebesar 0,88. Hasil dari seluruh tahapan proses pemodelan diperoleh total permintaan perjalanan dengan angkutan umum tahun 2030 diperkirakan mencapai 67.800.434 penumpang/tahun.Kata kunci: Angkutan umum masal, Distribusi perjalanan, Gravity model.AbstractAs metropolitan cities in the world, congestion becomes a major problem in the field of urban transport. Congestion occurs generally due to an imbalance between supplyand demand. Attempts to reduce the number of vehicles on the road, one of which, is to promote the utilization of public transport. Therefore we need a plan for the provision of public transport facilities. To estimate the demand for public transport, it is built transport model which is replicating the trip generation, trip distribution and trip assignment. The results of the trip distribution model calibration using a gravity model obtained impedance function which is formed from travel time functionby a ??factor of 0.063. Mean trip length difference between model and observed is equal -5,4%.Mean trip length (MTL) model utilizing public transportsis about 17.04 minutes whereasMTL resulted from traffic survey is about 18.02 minutes.The model validation is quite well with observed data by showing the R2 indicatorof about 0.88.The results fromall stages modeling process obtained total travel demand by public transport in the year of 2030 is estimated at about 67,800,434 passengers/year.Keywords: Mass transit, Trip distribution, Gravity model.
Stabilitas Zirconium-Silika Molecular Sieve dalam Larutan Basa Mustafa, Anwar; Saputra, Hens
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.683 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v7i1.3641

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh zirconium dalam perbaikan stabilitas silika molecular sieve dalam larutan basa. Struktur molecular sieve yang dibuat adalah hexagonal MCM-41 yang memiliki luas permukaan 1200 m2/g. Pembuatan bahan silika MCM-41 dilakukan menggunakan campuran larutan cethyltrimetilammonium bromida (CTAB), tetraethylorthosilikat (TEOS), natrium hidroksida (NaOH) dan aquades (H2O) dengan perbandingan molar 0,05 : 1,0 : 0,5 : 100. Adapun penambahan zirconium isopropoksida (ZrPr) sejumlah 3% berat terhadap tetraethylorhosilikat. Penambahan zirconium pada MCM-41 tidak merubah karakteristik distribusi ukuran pori, diameter pori rata-rata sekitar 2 nm dengan luas permukaan mencapai 1200 m2/g. Dengan penambahan 3% berat ZrPr dapat meningkatkan stabilitas silika molecular sieve pada larutan basa. Pengamatan struktur dilakukan dengan X-ray diffraction. Karakteristik pori dianalisis dengan metode physisorption menggunakan nitrogen pada 44 K.Kata Kunci : Zircorium, Molecular Sieve, diameter poriAbstractHas conducted research on the effect of zirconium silica molecular sieve improved stability in alkaline solution . Molecular sieve structure is made of hexagonal MCM - 41 which has a surface area of 1200 m2 / g . Preparation of MCM - 41 silica materials was conducted using a mixed solution of cethyltrimetilammonium bromide ( CTAB ) , tetraethylorthosilikat ( TEOS ) , sodium hydroxide ( NaOH ) and distilled water ( H2O ) with a molar ratio of 0.05 : 1.0 : 0.5 : 100 . As for the addition of zirconium isopropoxide ( ZrPr ) a 3 % by weight of the tetraethylorhosilikat . The addition of zirconium in the MCM - 41 does not alter the characteristics of the pore size distribution , average pore diameter of about 2 nm with a surface area to 1200 m2 / g . With the addition of 3 wt% silica ZrPr can increase the stability of molecular sieve in an alkaline solution . Observation of the structure is done with X - ray diffraction . Pore characteristics were analyzed by the method using nitrogen physisorption at 44 K.Keywords : Zircorium , Molecular Sieve , Pore diameter
ANALISA KEGAGALAN POLISHED ROD PADA POMPA ANGGUK Febriyanti, Eka; Suhadi, M.Eng., Dr. Ir. Amin; Sari, Laili Novita
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.211 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3172

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kerusakan polished rod akibat material yang digunakannya bersifat getas dan memiliki mikrostruktur yang tidak homogen. Pemeriksaan pada polished rod dari pompa angguk  menggunakan metode pengamatan visual, fraktografi makro, metalografi, uji kekerasan, analisa komposisi kimia, pemeriksaan SEM, serta uji komposisi produk korosi dengan EDX. Hasil pemeriksaan visual dan uji penetran menunjukkan adanya retak melintang yang menyebar pada satu sisi permukaan polished rod menunjukkan bahwa polished rod mengalami pembebanan bending sebelum patah. Sedangkan hasil pemeriksaan fraktografi memperlihatkan adanya daerah patahan getas dengan pola radial mark yang menandakan bahwa jenis pembebanan merupakan beban statis dengan alur perambatan yang berlangsung cepat. Selain itu, hasil pengamatan metalografi memperlihatkan bahwa struktur mikro pada polished rod bersifat tidak homogen yang terdiri atas ferit-perlit, bainit, dan martensit yang bersifat getas.  Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan adalah ketidakhomogenan pada mikrostruktur dan sifat material yang bersifat getas yang berperan sebagai konsentrasi tegangan. Dengan tertahannya sistem kerja pompa angguk menyebabkan satu sisi polished rod mengalami pembebanan bending sampai material tidak mampu lagi menahan beban lalu patah.
Potensi Silika Kuarsa Lokal sebagai Filler Kompon Karet dalam Pembuatan Balon Peluncur Kapal Hamzah, Moh.; A., Mahendra; Kalembang, Eryanti
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.224 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3666

Abstract

Secara praktis material karet untuk produk barang teknik memerlukan sejumlah bahan lain sebagai bahan tambahan yang mampu meningkatkan kemampuan proses, nilai karakteristik teknis dan memperpanjang waktu pakai. Bahan filler digunakan untuk meningkatkan karateristik teknis terkait dengan karakteristik karet. Salah satu filler yang sering diaplikasikan adalah silika, namun dalam bentuk teraktivasi. Beberapa penelitian menunjukan bahwa filler silika mampu mempengaruhi karakteristik seperti tensile strength, abrasion and tear resistance. Penggunaan filler silika pada balon peluncur kapal juga meningkatkan kinerja wet traction, dan wear resistance serta mengurangi dampak rolling resitance. Untuk mengaplikasikan silika kuarsa sebagai filler karet maka perlu mengaktivasi permukaan silika kuarsa antara lain dengan cara nanosizing atau memodifikasi permukaan silika melapisi dengan silane-69 atau PEG-4000. Saat ini produk silika lokal yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi silika berukuran sub mikron seperti yang dibutuhkan oleh pasar, umumnya produksi silika lokal berukuran ? 30 ?m. Oleh karena itu utilisasi kapasitas produksi industri silika lokal belum maksimal, baru 50%. Dengan adanya sentuhan teknologi diharapkan dapat memaksimalkan potensi silika lokal.Kata kunci : Nanosilika, Balon peluncur kapal, Filler kompon karet, SilikaAbstractPractically rubber material for engineering goods requires a number of other ingredients as additives that can improve the ability of the process, the value of the technical characteristics and extend the lifetime. Filler material is used to improve the technical characteristics related to the characteristics of the rubber. One of the frequently applied filler is silica, but in the activated form. Several studies have shown that the silica filler capable of affecting characteristics such as tensile strength, abrasion and tear resistance. The use of silica filler on the balloon launcher ships also improves wet traction performance and wear resistance and reduce the impact of rolling resitance. To apply as a quartz silica filler rubber it is necessary to activate the surface of silica quartz, among others, by the way nanosizing or modify the silica surface with silane coat-69 or PEG- 4000. Currently local silica products produced not meet the specifications of sub- micron sized silica as required by the market, local silica production generally sized ? 30 lm. Therefore, industrial production capacity utilization is not maximized local silica, 50% new. With the touch technology is expected to maximize the potential of local silica.Keywords : Nanosilika, Balloon launcher boats, Rubber compound filler, Silica
Analisa Gaya Penekanan pada Proses ECAP Batang Kuningan CuZn 70/30 -, Suryadi; Suhadi, Amin; Priadi, Dedi; Siradj, E. S.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.483 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3646

Abstract

Telah dilakukan percobaan severe plastic deformation (SPD) dengan metodeequal channel angular pressing (ECAP) pada batang kuningan CuZn 70/30 diameter 10 mm sampai 5 pas. Gaya penekanan meningkat secara signifikan pada awal langkah penekanan dan mencapai nilai maksimum lalu melandai. Pada pas pertama gaya penekanan mencapai 115 kN, pas kedua 130 kN, pas ketiga mecapai 150 kN dan pada pas keempat 165 kN. Dari pengukuran luas area di bawah kurva gaya penekanan diperoleh energi total pembentukan pada proses ECAP batang kuningan persatuan panjang adalah 95 Joule/mm pada pas pertama, sampai 130 Joule/mm pada pas ketiga, dan turun 125 Juole/mm pada pas keempat. Secara kumulatif total energi persatuan panjang meningkat secara linier sesuai dengan peningkatan jumpah pas, dimana pada pas keempat mencapai 597 MPa. Peningkatan gaya penekanan dan energi penekanan sebanding dengan terjadinya peningkatan kekerasan pada batang kuningan dan terjadinya penghalusan butir.Kata kunci: ECAP, gaya penekanan, energi pembentukan, kekerasan, penghalusan butir, kuningan.AbstractExperiments of severe plastic deformation (SPD) have been carried out by the method of equal channel angular pressing (ECAP) on brass rods CuZn 70/30 diameter 10 mm to 5 pas. Pressing force significantly is increased emphasis on early steps and reaches a maximum value and then ramp. At the first pas the pressing force reached 115 kN, the second pass 130 kN, the third pass 150 kN and fouth pass is 165. From measurements of the area under the curve of pressing force, the total forming energy per unit length generated to form the brass rod in ECAP is 95 Joule / mm at the first pass, 130 Joules / mm at third pass and down to 125 Joule/mm at fouth pass. Cumulatively, the total forming energy per unit length increases linearly according to the increase in number of ECAP pass, where the fourth pass reach 597 Joule/mm. Increased emphasis pressing load and forming energy is proportional to the increase in hardness of the brass rod and the grain refinement.Keywords: ECAP, pressing load, forming energy, hardness, grain refinement, Brass
Analisa Tegangan Sisa Paduan ZrNbMoGe Menggunakan teknik Difraksi Neutron -, Parikin; Ismoyo, A.H.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.304 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v7i1.3636

Abstract

Pengukuran tegangan sisa paduan ZrNbMoGe dengan variasi komposisi unsur Ge telah dilakukan di PTBIN-BATAN. Bahan paduan disintesa via proses peleburan dalam tungku arc-melting yang di flaping hingga 4 kali. Bahan baku yang berupa Zr sponge, serpihano Mo, kawat Nb dan cuplikan Ge dilelehkan pada temperatur lebih dari 1850 C dengan atmosfir gas argon. Tiga buah spesimen berhasil dibuat; satu buah ingot zirkonium murni (ZG0) dan dua buah ingot paduan ZrNbMoGe dengan kandungan unsur Ge 1%wt (ZG1) dan 3%wt (ZG2). Spesimen ini kemudian diambil (running) pola difraksinya dengan instrumen difraktometer serbuk resolusi tinggi (HRPD) yang memiliki panjang gelombang 1,8195Å di Balai Spektrometri Neutron. Berdasarkan masukan parameter awal tertentu, difraktogram kemudian diolah dengan perangkat lunak Rietveld untuk mendapatkan parameter kisi dan parameter profil spesimen uji. Hasil analisis memperlihatkan bahwa paduan ZrNbMoGe memiliki empat buah fasa yakni: Zr berstruktur heksagonal (hcp), Zr3Ge berstruktur tetragonal (bct), ZrMo2 berstruktur kubik (bcc) dan ZrGe berstruktur ortorombik. Setiap fasa memperlihatkan pola regangan berbeda, tetapi kelakuan tegangan sisa pada setiap fasa berkecenderungan ke arah positif (Zr dan ZrGe) dan arah negatif (Zr3Ge dan ZrMo2). Tegangan sisa (?) hidrostatis dalam bahan paduan ZrNbMoGe dengan komposisi 1%wt. Ge dan 3%wt. Ge berturut-turut adalah 1401,14 GPa dan -771,77 GPa.Kata Kunci : Paduan ZrNbMoGe, Tegangan sisa, Difraksi neutron.AbstractThe residual stress measurements in ZrNbMoGe alloys with varied composition of Ge has been carried out in PTBIN-BATAN. The raw materials were melted at higher than 1850?C in arc-furnace by 4 times flapping and argonised to have ingots free of oxidation. Three specimens were made; pure zirconium ingot (ZG0) and ZrNbMoGe ingots with composition of Ge 1%wt (ZG1) and 3%wt (ZG2). To obtain diffraction profiles, the specimens were measured by using high resolution powder diffractometer (HRPD) with 1,8195Å wavelength in the Neutron Spectrometry Laboratory. The data parameters were calculated by Rietveld refinements methode and analyzed. The results show that ZrNbMoGe alloys comprise of hexagonal (Zr), tetragonal (Zr3Ge), cubic (ZrMo2) and ortorombic (ZrGe) structures. Each phase tends to have different lattice strains, but the residuals tend to positive (Zr and ZrGe) or negative (Zr3Ge and ZrMo2) stresses.The hydrostatic stresses in ZrNbMoGe with 1%wt and 3%wt Ge are 1401.14 GPa and -771.77 GPa respectively.Keywords : ZrNbMoGe alloy, Residual stresses, Neutron diffraction.
SINTESIS BAHAN MAGNETIK ZnxFe(3-x)O4 DENGAN METODE KO-PRESIPITASI SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKRO Mashadi, Mashadi; Putri, Rika Andriyani; Sugeng, Bambang; ., Yunasfi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.188 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3241

Abstract

Bahan magnetik ZnxFe(3-x)O4 (x = 0,75; 1 dan 1,25) disintesis dengan mencampurkan serbuk ZnCl2 dan FeCl2 sesuai dengan perbandingan molnya dengan metode ko-presipitasi, kemudian dikalsinasi pada suhu 1000 ºC selama 5 jam. Hasil identifikasi fasa dengan XRD (X-ray diffractometer) menunjukkan bahwa sampel dengan nilai x=0,75 membentuk fasa ZnFe2O4 dan Fe2O3, untuk nilai x=1 membentuk fasa tunggal dari ZnFe2O4, sedangkan untuk nilai x=1,25 membentuk fasa ZnFe2O4 dan ZnO. Pengukuran sifat magnet VSM (vibrating sample magnetometer) menunjukkan bahwa sampel berperilaku ferromagnetik dengan nilai Ms semakin tinggi (pada rentang 21,2 ? 31,7 emu/g) sedangkan nilai Hc semakin kecil (pada rentang 254 ? 135 Oe) seiring dengan penambahan kandungan ion Zn2+. Kemampuan penyerapan gelombang mikro yang diukur dengan VNA (Vector Network Analyzer) menunjukkan nilai RL (Reflection Loss) maksimum pada komposisi sampel x = 1,0 (ZnFe2O4) adalah -12,77 dB pada frekuensi 10,18 GHz.  Berarti bahwa serbuk ZnFe2O4 mampu menyerap gelombang mikro sebesar 94,69 % pada frekuensi 10,18 GHz. Dengan demikian, ZnFe2O4 dapat diaplikasikan sebagai bahan penyerap gelombang mikro.

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI More Issue