Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Articles
601 Documents
Pembuatan dan Karakteristik Membran Reaktor Zeolit
Saputra, Hens
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.062 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3643
Membran reaktor merupakan konsep perpaduan dari sistem reaksi dan proses pemisahan/pemurnian. Membran ini disebut juga sebagai membran katalis atau sistem katalis-membran. Dengan membran reaktor ini diharapkan konversi suatu reaksi dapat ditingkatkan dan diperoleh suatu produk yang memiliki tingkat kemurnian lebih tinggi. Sebagai katalis digunakan silica alumina yang berukuran 1,0 mm. Membran anorganik zeolit MFI dilapiskan menutupi seluruh permukaan katalis. Bahan baku yang digunakan antara lain tetraethylortosilikat (TEOS) sebagai sumber silikat dan template organik tetraprophyl ammonium bromide (TPABr). Proses kristalisasi dilakukan pada temperatur 453 K di dalam autogeneous autoclave, dilanjutkan dengan kalsinasi pada temperatur 873 K selama 1 jam. Karakterisasi membran zeolit yang dihasilkan dilakukan dengan X-ray diffraction (XRD) dan pengamatan dengan Scanning Electron Mycroscope (SEM). Karakteristik pori dipelajari menggunakan metode physisorption dan BJH pore size distribution. Selain itu dilakukan pula uji selektifitas dan alkilasi toluena dan xylene. Berdasarkan pengamatan menggunakan XRD mengindikasikan adanya struktur zeolit MFI pada sampel membrane katalis yang dihasilkan. Diperkuat dengan obserbasi SEM menunjukkan bahwa membran zeolit MFI melapisi seluruh permukaan pelet silika alumina dan terdapat indikasi terjadinya komposit terhadap silika alumina pada daerah perbatasan antara membran zeolit atau lapisan bagian luar dengan katalis silika alumina. Hasil pengujian menunjukkan hasil bahwa membran reaktor zeolit MFI berpotensi untuk diaplikasikan sebagai membran katalis yang bersifat sangat selektif terhadap bentuk suatu molekul. Sebagai contoh kasus, suatu isomer dapat dipisahkan satu sama lain secara selektif, sehingga dapat meningkatkan konversi reaksi.Kata kunci : Membran reaktor, isomer, xylene, zeolit, silika alumina, hydrothermal.AbstractMembrane fusion reactor is the concept of the reaction system and the process of separation/purification . These membranes are called also as membrane catalysts or catalyst - membrane system . With the membrane reactor is expected conversion reaction can be improved and obtained a product which has a higher degree of purity . As used silica alumina catalyst measuring 1.0 mm . MFI zeolite coated inorganic membranes covering the entire surface of the catalyst . The raw materials used include tetraethylortosilikat (TEOS ) as a source of silicate and organic template tetraprophyl ammonium bromide ( TPABr ) . Crystallization process carried out at a temperature of 453 K in the autogeneous autoclave , followed by calcination at a temperature of 873 K for 1 hour . Characterization of zeolite membranes produced by X - ray done diffraction ( XRD ) and scanning electron observations with Mycroscope ( SEM ) . Pore characteristics studied physisorption using BJH pore size and distribution . Test will be conducted and the selectivity of toluene and xylene alkylation . Based on observations using XRD indicates the MFI zeolite structure on the resulting catalyst membrane samples . Reinforced with obserbasi SEM showed that the MFI zeolite membrane coating the entire surface of the silica- alumina pellets and there are indications of the silica- alumina composite in the border area between the zeolite membrane or outer layer of silica alumina catalyst . The results show that the results of the MFI zeolite membrane reactor has the potential to be applied as the membrane is highly selective catalyst to form a molecule . As an example case , an isomer can be separated from each other selectively , so as to increase the reaction conversionKeywords : Membrane reactors, isomers, xylene, zeolite, silica alumina, hydrothermal.
Optimasi Armada Offshore Supply Vessels dalam Menunjang Kegiatan Operasi Logistik Produksi Minyak dan Gas di Perusahaan CNOOC SES Ltd dengan Menggunakan Metode Integer Programming
Prasetyo, Nurhadi;
Harahap, Muslim Efendi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.764 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3363
Kegiatan produksi minyak dan gas di lepas pantai tidak dapat dilaksanakan tanpa peran vital dari armada kapal pemasok lepas pantai (Offshore Supply Vessels) sebagai penggerak kegiatan logistik. Operasi armada kapal ini merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam kegiatan produksi minyak dan gas lepas pantai, setiap usaha untuk meminimalisasi biaya operasi armada akan memberikan dampak yang signifikan terhadap total biaya operasional perusahaan. Dalam tesis ini dilakukan proses optimasi terhadap armada kapal pemasok lepas pantai perusahaan CNOOC SES Ltd. Metode yang digunakan adalah integer programming dengan terlebih dahulu memformulasikan model matematis dari operasi armada kapal. Nilai variabel-variabel keputusan dari model matematis armada diperoleh dengan bantuan perangkat lunak optimasi Lingo 8.0. Proses optimasi menghasilkan pengurangan biaya operasi harian sebesar 3.12% atau setara dengan US$ 3.495.
Metode Perhitungan Satuan Unit Produksi (SUP) dan Indeks Konversi
-, Yulianta
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2604.531 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v8i2.3648
Kebijakan tarif jasa angkutan Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) harus diterapkan secara proporsional dan seadil-adilnya kepada setiap muatan berupa penumpang maupun kendaraan dan barang yang ada di atasnya. Prinsipnya adalah semakin banyak sebuah muatan menggunakan sumberdaya maka akan semakin tinggi charge yang dikenakan. Indeks konversi yang dijadikan dasar perhitungan tarif perlu dikaji ulang setelah berlangsung lebih dari 10 tahun. Hal ini dilakukan karena adanya perubahan dimensi kendaraan yang berpengaruh terhadap penerapan tarif. Selain itu sistem tarif dan satuan yang dipakai di ASDP berbeda dari moda angkutan lain yang berlaku di dunia jasa angkutan. Untuk itu agar selaras perlu dilakukan dasar perhitungan dengan metode yang baru. Penyusunan indeks konversi untuk perhitungan tarif ini dilakukan dengan menganalisis hasil pengumpulan data pengukuran fisik langsung terhadap dimensi/ukuran kapal dan fasilitas untuk penumpang serta muatan berupa penumpang dan kendaraan didukung dengan data sekunder terkait. Dari analisis data dihasilkan perhitungan Satuan Unit Poduksi (SUP) penumpang dewasa kelas ekonomi sebagai SUP ?dasar? yang bernilai indeks 1 (satu) dalam satuan kubik (m3). Muatan berupa kendaraan berdasar dimensi/ukuran masing-masing diformulasikan kemudian dikonversikan terhadap SUP ?dasar? tersebut guna memperoleh besaran SUP masing-masing. Hasilnya dari kendaraan terkecil golongan I besaran SUPnya = 2,36 hingga kendaraan golongan IX dengan besaran SUP = 171,68 (kosong) dan 289,77 (isi). Indeks konversi dengan metode ini bisa mengurangi sisi lemah dari metode sebelumnya sekaligus bisa selaras dengan sistem tarif yang lazim diterapkan pada dunia jasa pengangkutan oleh perusahaan- perusahaan multinasional.Kata kunci : Satuan Unit Produksi (SUP), Indeks Konversi, TarifAbstractASDP freight tariff policy should be applied proportionately and fairly as possible to each passenger and a cargo vehicle and the items on it . The principle is that the more a resource loads using the higher charge will apply. The conversion Index that is used as the basis for calculating tarifhas to be reviewed the last more than 10 years. This is because of vehicle dimension charge that effects tarif. In addition to the tariff system and the unit used in ASDP different from other transport modes prevailing in world freight services. For that to be done in harmony with the basic calculation that the new method. Indexing the conversion rate for the calculation is done by analyzing the results of a direct physical measurement data collection on dimensions/sizes of ships and facilities for passengers and cargo in the form of passengers and vehicles powered by the relevant secondary data . From the analysis of the data calculation generated production Unit (SUP), adult passengers in economy class as SUP 'base' value- index 1 (one) in a cubic unit (m3). A charge based on vehicle dimensions/size of each of them later converted to SUP 'base' in order to obtain the magnitude of SUP, respectively. The results of the smallest vehicle class I have SUP of 2.36 to vehicle classes IX to scale SUP of 171.68(empty) and 289.77 (loaded) . Conversion index with this method can reduce the weak side of the previous methods could well aligned with a common tariff system applied to the world's transportation services by multinational corporationsKey Words : Production Unit, conversion index, Tariff
Peluang Energi terbarukan di Industri Pemanfaatan Termal Surya Pada Proses Pengeringan Kayu
Silaban, Mawardi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (748.553 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v7i1.3639
Konsep perpindahan Massa dan panas dalam suatu sistem memberikan pendekatan mendasar untuk memperkirakan efisiensi termal sistem pengeringan kayu energi surya. Efisiensi termal sendiri didefinisikan sebagai rasio panas teoritis dan aktual yang diperlukan selama proses pengeringan. Perhitungan panas didasarkan pada jumlah energi yang diserap oleh sistem. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi termal yang dapat dicapai dengan sistem pengeringan kayu energi surya pada kondisi ini dijelaskan dalam makalah ini adalah 17,1% dengan rasio 25,2%.Kata kunci : Pengeringan Kayu, Efisiensi Termal, Energi Surya, KolektorAbstractMass and heat transfer concept in a system provide a fundamental approach for estimating thermal efficiency of solar energy wood drying system. The thermal efficiency itself is defined as ratio of theoretical and actual heat required during drying process. Heat calculation was based on amount of energy absorbed by the system. The calculation result showed that the thermal efficiency that could be achieved by this solar energy wood drying system at this condition described in this paper is 17.1% with the ratio of 25.2%.Keywords : Wood Dryer, Thermal Efficiency, Solar Energy, Collector
Pemodelan Ruas Jalan Tunggal dengan Diagram Fundamental Triangular equilibrium
Harjono, Mulyadi Sinung;
Utomo, Djoko Prijo
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1044.352 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3472
Paper ini memodelkan ruas jalan tunggal untuk kondisi lalu lintas kendaraan makroskopik pada ruas jalan tunggal berdasarkan diagram-fundamental-triangular-equilibrium (DFTe) dengan hybrid ? Petri nets. Integrasi DFTe ke dalam model HPN dilakukan dengan memodelkan 1). infrastruktur ruas jalan menggunakan struktur dinamis jaringan HPN, 2). dinamika jumlah kendaraan pada titik keluar ruas jalan saat steady-state dengan parameter kecepatan firing internal ?. Kondisi lalu lintas kendaraan pada ruas jalan tunggal ditunjukkan oleh evolusi aliran arus dan evolusi token saat steady-state. DFTe diperoleh dari kumpulan berbagai kondisi lalu lintas kendaraan steady-state pada ruas jalan tertentu. Non-linearitas DFTe dimodelkan dengan sinkronisasi transition HPN menggunakan minimum-operator. Paper ini menghasilkan pemodelan baru DFTe menggunakan timed HPN dengan infinite-server-semantics untuk diterapkan pada ruas jalan tunggal. Pemodelan baru DFTe untuk ruas jalan tunggal terbukti lebih baik, karena dapat menunjukkan kondisi lalu lintas arus bebas, arus stabil dan arus tertahan.
DESIGN OF UNDIRECT GUY WIRE TENSION METER BASED ON STRAIN GAUGE
Sasmito, Agus;
Irawadi, Yudi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.571 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v13i2.2922
The safety of the tower is depend the tension of guy wire, where it must have the same tensile stress at all positions. To meet this requirement, the load cell guy wire is designed based on strain gauge. Load cell guy wire is designed portable and it can detect stress of the guy wire indirectly. The main component of load cell is a beam, two hooks and a cylinder to form a bending moment force in the beam, the value of the bending moment on the beam will be directly proportional to the increase or decrease in force drag on guy wire. Design process of load cell doone using mathematical analysis, and then the load cell is calibrated by standard load cell, based on the data result of calibration is known that the stress at the guy wire load cell is close and under the yield stress of the load cell material, it is proved that load guy wire cell?s design result is safe to use.
Fabrikasi Lapisan Tipis C-Cr pada Permukaan Si dengan Menggunakan Metode Sputtering
Purwanto, P.;
-, Yunasfi;
Mustofa, Salim
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.734 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v8i3.3664
Telah dilakukan pembuatan lapisan tipis karbon-krom (C-Cr) pada permukaan Si. Pelapisan C-Cr pada permukaan Si merupakan eletrode dalam bentuk lapisan tipis. Pengukuran struktur kristal lapisan tipis C-Cr pada permukaan Si dilakukan dengan difraksi sinar-x, pola difraksi yang nampak yaitu puncak C dan Cr. Ukuran kristalit dan regangan lapisan tipis C-Cr yaitu 18,40 A dan regangan 17,78 %. Pengukuran sifat listrk pada pelapisan karbon-krom (C- Cr) dan tanpa pelapisan meliputi konduktansi dan kapasitansi. Dari hasil pengukuran menunjukkan konduktansi lapisan tipis C-Cr dan kapasitansi menurun dengan kenaikan frekuensi, begitu juga dalam bentuk pellet C-Cr dan substrat Si. Hasil analisis permukaan dengan SEM menunjukkan lapisan tipis C- Cr. Pengujian lapisan tipis ini dilakukan guna mengetahui terbentuknya lapian tipis C-Cr dengan ditemukannnya unsur C dan Cr pada permukaan substrat Si. Dari spektrum Raman diperoleh panjang gelombang pada puncak yaitu 538 cm- 1. Hal ini menunjukkan adanya interaksi antara C dan Cr, sehingga puncak yang nampak adalah puncak karbon.Kata kunci : Lapisan tipis, Difraksi sinar-x, Konduktasni, Permukaan, Raman.AbstractTo had been done to make thin film of C-Cr on Si surface. Deposition carbon-chrom ( C-Cr ) on Si surface was electrode shape in the thin film. The measurement ctystall structure thin film of C-Cr on Si surface tobe done was with x-ray diffraction which was C and Cr. The crystall size and strain of C-Cr thin film was 18.40 A and strain 17.78 %. The measurement electrical properties on deposition of C-Cr and without deposition as follow conductance and capacitance. The result indicated, that conductance of C-Cr thin film and capacitance decreased with increasing of frequence and also pellet shape of C- Cr and C substract. The result of surface morphology with SEM, indicate to had became of thin film C-Cr on the Si surface. The examine thin film tobe done for know what the thin film of C-Cr was shaped with find out C and Cr on the Si substrate surface. From Raman spectrum tobe find out wave number on the peak 520.56 cm-1, indication that interaction between C and Cr, so that peeak which visible was pek of C.Key word : Thin film, X-ray diffraction, Conductance, Surface, Raman
Analisa Tegangan Kerusakan pada Pin Hopper
Nusa, M. N. Setia
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1336.981 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v8i1.3644
Hopper pada Stage Regenerator mengalami kerusakan berupa jatuh dan robek. Hal ini disebabkan karena lepasnya salah satu pin yang menjadi tumpuan hopper. Setelah diperiksa ternyata pin tersebut bengkok dan salah satu stoppernya lepas.Dilakukan penelitian dengan analisa tegangan menggunakan Finite Element Analysis (FEA) dengan menggunakan type elemen plat untuk memodelkan shell Hopper dan solid elemen untuk Pin. Analisa tegangan dilakukan pada model Hopper untuk menentukan beban yang bekerja pada Pin kemudian dilakukan FEA pin untuk menentukan tegangan yang terjadi pada pin. Hasil perhitungan: Rupture allowable stress/Sr untuk 100.000 jam operasi sebesar 3,2 ksi (2,24 kg/mm2). Karena tegangan yang terjadi pada pin disebabkan oleh bending maka tegangan yang terjadi harus lebih kecil dari 1,5 Sr = 3,36 kg/mm2, jadi dari FEA distribusi tegangan Pin yang dipakai harus diameter 70 mm.Kata kunci : Hopper, Pin bengkok, Jatuh, FEA, Pin 70 mm.AbstractHopper at the stage regenerator failed due to falling and break, after visual examination it is found that the pin is bent and a stopper goes out. It is then conducted stress analysis using Finite Element Analysis (FEA) by means of plate element mode to model the hopper cell and solid element of the pin stress analysis is conducted for modelling the hopper is to determine working load on the pin followed by FEA to determine stresses taking place on the pin the calculation result are: rupture allowable stress (SR) for 100.000 operation hours is 3.2 Ksi (2.24 kg/mm2). As stress on the pin is caused by bending, the stress should be lower than 1.5 SR or 3.36 kg/mm2, and from FEA stress distribution on the pin should use pin with 70 mm in diameter.Keywords : Hopper, Bend, Fall, FEA, Pin 70 mm
Thermal Properties Investigation of FeCr Alloy Using Lammps Simulation: A Preliminary Study
Panitra, Mardiyanto Mangun;
Ahda, Syahfandi;
Rivai, Abu Kahlid
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3401
At present, nuclear reactor technology that is widely used because of its proven reliability is the gen-III + nuclear reactor. Even if it is seen from the aspect of safety and reliability of this generation reactor, it has been proven, but because nuclear energy plays a vital role to meet the growing world energy needs, it is necessary to have a type of nuclear reactor that is tailored to those needs.The next generation of nuclear reactors must meet the requirements of fulfilling safety requirements, be flexible, a longer operating life (more than 60 years), more economical. In order for a reactor to produce higher power, a longer operating life and more economical, reactor structure materials which are capable of being operated at high temperatures are needed. The types of materials that are expected to meet these requirements include various types of ferritic / martensite steel, austenite, alloy steel containing nickel, and metal glass materials and ceramic materials. FeCr metal alloys are alloys that form the metals mentioned above, so it is important to conduct research both in simulation and experiment. Molecular Dynamics simulation of FeCr alloys using Large-scale Atomic/Molecular Massively Parallel Simulator (LAMMPS) has been done to explore their thermodynamic characteristics such as heat treatment, solubility of Cr, atomic radial distribution function (RDF). The results of the simulation are illustrated using Visual Molecular Dynamics (VMD) code.